PERAWAT MENGABDI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyaraka. Vol. 2 No. 1 April 2023 http://journal. p-ISSN : x-x e-ISSN : x-x UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG SEKS BEBAS PADA REMAJA DI SMP N 02 GROGOL SUKOHARJO Ady Irawan. AM1,2. Indri Septiyana 1. Miyah Saila1. Marganingsih Rania1. Huwaida Hasna 1. Makhrifat1. Nur Misyaeil1. Pamungkas Pandu1. Dewi Erliana1. Ayunda Dewi1. Putra Adinda1. Ika Tiara1. Anggie Pradana Putri3,4, 5Fery Wisnu Saputro Program Studi Sarjana Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Duta Bangsa Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia, 57552. Global Lubna Jaya Co. Sukoharjo. Indonesia, 57514. 3Diploma Keperawatan. Stikes MambaAoul AoUlum Surakarta. Surakarta. Indonesia, 57127. Nursing School of National Taipei University of Nursing and Health Sciences. Taipei. Taiwan, 112 Program Tekhnik Industri Universitas Duta Bangsa Surakarta. Jawa Tengah. Indonesia, 57552 Email korespondensi: ady_irawan@udb. Info Artikel: Diterima :16 Maret 2023 Diperbaiki :22 Maret 2023 Disetujui :23 Maret 2023 Kata Kunci: Pendidikan Seks. Remaja. Pengetahuan. Pengabdian Masyarakat. Keywords: Sex Education. Teenagers. Knowledge. Community Services. Abstrak: Pengabdian masyarakat ini dilakasanakan secara Pendidikan seks adalah suatu pengetahuan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan jenis kelamin. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah Masyarakat lebih sadar terhadap kesehatan reproduksi nya, pengetahuan tentang seks bebas pada remaja menjadi meningkat, memberikan informasi tentang seks bebas terhadap kejadian penyakit menular seksual. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah dengan pendekatan harfiah. Hasil diatas menunjukan setelah dilakukan pengabdian masyarakat ini dengan menggunakan metode diskusi dan tanya jawab dengan media power point, lembar balik dan brosur terhadap 62 siswa SMP N Grogol diperoleh hasil bahwa 59% siswa sangat paham tentang pendidikan seks pada remaja, 23% mengatakan paham, 10% mengatakan cukup paham dan 8% mengatakan tidak paham. Pendidikan seks pada remaja sangat penting anak- anak tumbuh menjadi remaja, mereka belum paham dengan sex education, sebab orang tua masih menganggap bahwa membicarakan mengenai seks adalah hal yang tabu dan ketidakfahaman remaja tentang seks dan kesehatan anatomi reproduksi mereka. Abstract: This community service is caried out offline. Sex education is knowledge about everything related to The purpose of this community service was ti build the awareness of reproductive health,improve knowledge about free sex, and provide information about free sex to decrease the incidence of sexually transmitted diseases among teenagers. The method used in this service was a literal appoarch,namely an action planthat consisted of a set of steps to solve a problem or achieve a goal, then as a mental procedure in the form of an order of steps that uses the realm of creativity to achieve certain goals. The result after this community service was carried out, using the discussion, question and answer method with power point media, flipcharts and brochures for 62 students of SMP N Grogol, showed that 59% of students were having high understanding about sex education in adolescents, 23% said they understood 10% said they understood enough and 8% said they didn't understand. Sex education for teenagers is very PENDAHULUAN Seks bebas sudah menjadi hal yangwajar di kalangan remaja dan mahasiswa di Indonesia. Kegiatan seks tidak hanyadilakukan oleh pasangan yang sah saja namun juga dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Seks bebas mungkin adalah hal yang wajar di negara lain tapi tidak di Indonesia. Saat ini mungkin ada beberapa pelajar yang cenderung lebih mengutamakan masalah percintaan seperti pacarana dibandingkan menuntut ilmu. Seks merupakan naluri alamiah yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup. Seks bebas adalah hubungan badan diluar nikah. Dalam islam berhubungan badan diluar nikah disebut dengan zina,dan hal itu dilarang oleh agama. Kegiatan seks hanya boleh dilakukan Ketika sudah ada ikatan yang sah yaitu pernikahan. Hubungan hubungan seks diluar nikah dapat beresiko terjadinya kehamilan diluar nikah, putus sekolah, perkawinan usia muda, pengguguran kandungan yang dapatmembahayakan diri sendiri, dan dapatterjadinya penyakit manular seksual ataupenyakit kelamin yang disebabkan barena berhubungan badan dengan berganti- ganti pasangan. Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan oleh laki-laki dan wanita tanpa adanya ikatan Fenomena pergaulan bebas, khusunya yang berkaitan dengan istilah premarrietal intercourse . ubungan seks pranika. pada lazimnya merupakan sesuatu yang sudah sangat lazim, terjadi di tengah-tengah konstruksi masyarakat Indonesia. Perilaku seks bebas cenderung disukai oleh anak muda, terutama kalanganremaja yang secara bio-psikologis sedang tumbuh menuju proses pematangan(Desmita 2. Pengetahuan seksual yang benar dapat memimpin remaja ke arah perilaku seksual yang rasional dan bertanggung jawab. Begitu juga sebaliknya, informasi yang salah mengakibatkan kesalahan persepsi dan menimbulkan perilakuseksual yang salah (Kumala dan Andhyantoro 2. Pemahaman tentang seksual yang dianggap tabu oleh masyakarat dan adanya mitos-mitos yang salah tentang seksual, menyebabkan pemahaman remaja mengenai pengetahuanseksualitas masih rendah. Hal inidibuktikan dengan tingginya angka kejadian seks bebas (Erni 2. Permasalahan remaja itu berkaitan dengan risiko kesehatan reproduksi karena adanya perubahan di sekitar lingkungan hidup remaja. Badan Dunia bidang Populasi dan Kependudukan (UNFPA)menyatakan bahwa masalah kehamilanpada remaja harus segera diatasi karena dapat menghambat pembangunan suatubangsa. Salah satu faktor yang dapat menghambat upaya peningkatan kualitas remaja adalah masalah yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja (Kumala dan Andhyantoro 2. Menurut hasil penelitian dilakukanoleh Kumalasari. D tahun 2016 mengenai Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Seksual Pada Siswa SMK Patria Gadingero Kabupaten Pringsewu, dari hasil penelitian tersebut bahwa perilaku sejsual pranikah pada remaja di SMK tersebut yang tidak melakukan perilaku seksual pranikah sebanyak 57,5% lebih banyak di banding dengan siswa yang melakukan perilaku seksual pranikah dan juga adapun hubungan pengetahuan dengan perilakuseksual pranikah pada remaja di SMK Patria Gadingrejo Prigsewu tersebut (Kumala dan Andhyantoro METODE Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah dengan pendekatan harfiah, yaitu rencana tindakan yang terdiri atas seperangkat langkah untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan, kemudian sebagai prosedur mental yang berbentuk tatanan langkah yang menggunakan upaya ranah cipta untuk mencapai maksud tertentu. Adapun metode pelaksanaan tersebut dilakukan dengan tahapan sebagai berikut: Waktu pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan pada Bulan Mei 2022 Tahap pelaksanaan Tahap pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan melalui beberapa proses sebagai berikut: Tahap awal melakukan survei ke lokasi mitra yang akan diberikan pengabdian, kita gali permasalahan yang ada seperti kita datangitempat-tempat SMA Penelitian pustaka yang digunakan untuk acuan materi yang digunakan selama kegiatan pengabdian ini. Observasi pentingnyapendidikan seks bebas pada remaja agar dapat dibaca oleh masyarakat d. Sosialisasi kegiatan, dilakukan dengan mendatangi masyarakat secara langsung dan memberikan informasi terkait pengetahuanpendidikan seks bebas pada remaja serta memberikan lefleat pada masyarakat. Evaluasi kegiatan, dengan mendatangi masyarakat kemudian menggali informasi kembali tentangpengetahuan masyarakat terkait pentingnya pendidikan seks bebas pada remaja setelah pelaksanaanpengabdian masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan olehMahasiswa S1 Keperawatan Universitas Duta Bangsa Surakarta dengan Narasumber yaitu siswa SMP N 2 Grogol. Pelaksanaan pengabdianmasyarakat ini telah dilaksanakan pada tanggal 14 Juni 2022 di SMP N 2 Grogol. Total peserta dalam pengabdian masyarakat ini adalah sejumlah 62 siswa yang terdiri dari 2 kelas VII di SMP N 2 Grogol seperti pada Gambar Gambar 1. Pelaksanaan Penyuluhan Pengabdian Masyarakat Gambar 2. Penyampaikan Materi Penyuluhan Pengukuran tingkat pengetahuan siswa setelah diberikan penyuluhan kesehatan bahaya seks bebas ditunjukan pada Gambar 3. Tingkat Pemahaman S1 iswa Sangat Paham Paham Cukup Paham Tidak Paham Gambar 3. Diagram Tingkat Pemahaman Siswa SMP Grogol 2 Setelah dilakukan Penyuluhan Hasil diatas menunjukan setelah dilakukan pengabdian masyarakat ini dengan menggunakan metode diskusi dan tanya jawab dengan media power point,lembar balik dan brosur terhadap 62 siswa SMP N Grogol diperoleh hasil bahwa 59%siswa sangat paham tentang pendidikan seks pada remaja, 23% mengatakan paham, 10% mengatakan cukup paham dan 8% mengatakan tidak paham. Terkait dengan penyuluhan tentang pendidikan seks pada remaja ialah tentang kesadaran akan pentingnya Pendidikan seks bagi remaja dengan alasan anak-anak tumbuh menjadi remaja, mereka belum paham dengan sex education, sebab orang tua masih menganggap bahwa membicarakan mengenai seks adalah hal yang tabu dan ketidakfahaman remaja tentang seks dan kesehatan anatomi reproduksi mereka. Secara lebih rinci materi yang kamisampaikan adalah pengertian daripendidikan seks, pentingnya pendidikan seks pada remaja dan alasanya, manfaat pendidikan seks, dampak dari ketidakpahaman akan pendidikan seks, faktor yang mendorong hubungan seksual dini, akibat dari hubungan seksual dini, cara mengendalikan dorongan hubungan seksual dini. Kata seks sendiri berarti suatu perbedaan tubuh laki Ae laki atau perempuan bisa juga disebut dengan jenis kelamin. Hal Ae hal yang berkaitan dengan jenis kelamin ini disebut dengan seksualitas, misalnya seperti berkaitan dengan psikologis, sosial, biologis, dan kultural. Berdasarkan WHO (World Health Organizatio. telah sepakat mengenai definisi seksualitas yakni dipahami sebagai inti manusia yang meliputi pemahaman tentang, dan hubungan dengan, tubuh manusia, keterikatan emosional dan cinta, seks jenis kelamin, identitas gender, orientasi seksual, keintiman seksual, kesenangan dan Sedangkan pendidikan seks adalah upaya pengajaran, penyadaran, dan penerangan tentang masalah seksualitas yang diberikan ke pada anak sejak ia mengerti masalah seks, naluri dan perkawinan, sehingga dapat memahami urusan kehidupan, bertingkah laku Islami dan tidak mengikuti syahwat dan cara Ae cara hedonisme. Jadi ranah dari pada pendidikan seks berorentasi pada identifikasi gender, anatomi, fungsi alat kelamin, hingga pembahasan mengenaikesehatan alat reproduksi. Manfaat pendidikan seks adalah dapat memberikan informasi yang benardan jelas tentang perkembangan tubuh di masa peralihan anak ke remaja, dapat mencegah remaja melakukan seks bebas, dapat mencegah kekerasan dan pelecehan seksual dengan menyadari bahwa mereka harus menghargai dan menjaga tubuh mereka, dapat mencegah aborsi akibat kehamilan di luar nikah, dapat mencegah pernikahan di usia dini, dapat mencegah penularan penyakit kelamin, dapat membuat remaja mampu menghadapi tekanan dari teman-teman mereka. Akibat dari hubungan seks dini adalah Adanya kontak alat kelamin laki- laki dan sperma pada masa tersebut mengakibatkan perkembangan sel serviks ke arah abnormal dan berkembang menjadikanker serviks. Infeksi HPV pada perempuan muda berkaitan dengan kematangan serviks sehingga hubungan seksual pertama bagi perempuan sangat rentan terinfeksi apabila serviks belum matang. Perempuan yang memulai hubungan seksual di bawah usia 20 tahun mengalami proses metaplasia sel skuamosayang sangat tinggi sehingga meningkatkan risiko terjadinya transformasi atipikskuamosa menjadi neoplasia intraepitel serviks (NIS)/Cervix Intraepithelial Neoplasia (CIN). Dampak lain dari perilaku seks berisiko anak muda terhadap kesehatan reproduksi adalah tertular PMS termasuk HIV/AIDS. Anak muda seringkali melakukan hubungan seks yang tidak aman dengan kebiasaan berganti-ganti pasangan dan melakukan anal seks menyebabkan anak muda semakin rentan untuk tertular penyakit menular seksual seperti sifi lis, gonore, herpes, klamidia,dan AIDS. Dari data yang ada me nunjukkan bahwa diantara penderita atau kasus HIV/AIDS 53% berusia antara 1529 tahun. Faktor yang mendorong perilaku seks dini adalah Keluarga, lingkungan dan institusi pendidikan juga menjadi faktor dalam membentuk perilaku mereka. Misalkan, di kalangan keluarga tertentu, ada anak yang memiliki televisi pribadi di kamarnya dan fasilitas internet. Tidakacuhnya orang tua dan cenderung bersikap apatis, pengawasan terhadap aktivitas anak dalam akses internet menjadi rendah. Dengan anak muda yang menghadapi masa transisi menuju kedewasaan yang masa ini disebut sebagai masa pubertas,rasa ingin tahu anak muda sangatlah besar termasuk didalamnya mengeksploitasi dirinya secara seksual. Cara mengendalikan perilaku seks dini pada remaja adalah dengan meningkatkan frekuensi ibadah secara baik. Selain itu tindakan preventif lainnya seperti mengetahui kewajibannya seperti bejalar, melakukan hobby yang positif, serta mengisi aktivitas sehari- hari dengan hal positif seperti membantu orang tua sehingga remaja akan dapat menjadi lebih produktif dan dekat dengan keluarga. Selanjutnya setelah diskusi berakhir masuk ke sesi tanya jawab lalu sesi penutup pada sesi penutup dibagikan leaflet dan stickerA pembagian hadiah dan foto bersama. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih kami ucapakankepada peserta kelas VII A dan VII B SMPN 2 Grogol. Dan juga dosen Sarjana Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta yangtelah memberi bimbingan dankeikutsertaannya dalam pelaksanaan penyuluhan Pendidikan Seks Pada Remaja di SMP N 2 Grogol KESIMPULAN Dari kegiatan penyuluhan tentang pendidikan seks pada remaja dapat diambil kesimpulan adalah bahwa pendidikan seks itu penting bagi remaja karena anak-anak tumbuh menjadi remaja, mereka belum paham dengan sex education, sebab orang tua masih menganggap bahwa membicarakan mengenai seks adalah halyang tabu dan ketidakfahaman remajatentang seks dan kesehatan anatomireproduksi mereka. Selain itu dampakminimnya pendidikan seks pada remaja akan menjerumuskan remaja tersebutmelakukan hal hal yang tidak positif serta terjerumus kedalam informasiinformasiyang falid dan negatif. SARAN Saran untuk kegiatan pengabdian masyarakat yaitu :Perlu dilakukan penyuluhan lanjutan terkait pendidikan seks pada remaja untuk meningkatkan pemahaman tentang seksualitas pada remaja dan menurunkan dampak negatif dari seks bebas padaremaja. Perlu dilakukan tidak hanya kepada remajatetapi juga dilakukan kepada orang tua. DAFTAR PUSTAKA