Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 PENGARUH FUNGSI MANAJEMEN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PDAM TIRTA BETUAH KABUPATEN BANYUASIN SuryantiA. Riri HanifaA. Teguh Iman SantosoA Anton KurniawanA batam3141@gmail. com, ririhanifa@uss. id, teguhis@telkomuiversity. akurniawanz@uss. AMahasiswa Program Studi Manajemen. Universitas Sumatera Selatan AADosen Program Studi Manajemen. Universitas Sumatera Selatan ADekan Program Studi Manajemen. Universitas Sumatera Selatan ABSTRACT This study aims to analyze the influence of the management function (X) which includes Planning. Organizing. Actuating and Controlling on the performance of PDAM Tirta Betuah employees. Banyuasin Regency. This research is a quantitative descriptive with data acquisition through observation and questionnaire techniques. The sample used in this study were 30 respondents. The data collection technique in this study uses saturated sampling, which is a sampling technique when all members of the population are used as samples, another term for saturated samples is census. Meanwhile, the primary data collection used in this study was obtained from questionnaires distributed to respondents. Furthermore, the data that has been collected is analyzed with the help of the Smart PLS (Partial Least Squar. calculator version 3. From the results of the research used, the management function (Y) in PDAM Tirta Bertuah. Banyuasin Regency has a positive and significant effect on employee performance (X) Keywords: management function, employee performance PENDAHULUAN Perubahan-perubahan yang terjadi di era globalisasi sejak tahun 1990-an menimbulkan berbagai konflik dalam suatu perusahaan atau organisasi. Situasi persaingan semakin ketat dan tidak ada tanda-tanda menurun. Daya saing yang tinggi dan berkelanjutan dari suatu organisasi akan tercapai jika memiliki sumber daya manusia (SDM) yang memilki daya saing tinggi juga. Karena persaingan dewasa ini lebih kepada persaingan sumber daya manusia, bukan lagi persaingan teknologi. Teknologi relatif lebih mudah didapat, kita dapat membelinya. Tetapi, membangun sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan dan mengembangkan teknologi itulah yang harus menjadi tujuan utama perusahaan. Manajemen sumber daya manusia dipandang semakin besar peranannya bagi kesuksesan organisasi, karena sumber daya manusia dalam organisasi ini dapat memberikan keunggulan bersaing karena berhubungan dengan sistem rancangan formal suatu organisasi untuk menentukan efektivitas dan efesiensi dalam mewujudkan sasaran organisasi. Mubarok . Menurur Wilson . Manajemen sumber daya manusia adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf, pergerakan dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 pemisahan tenaga kerja untuk mencapai tujuan organisasi. Orang yang menjalankan aktivitas tersebut adalah manajer sumber daya manusia yang memperoleh kewenangan dari manajer umum untuk mengelola suatu organisasi. Menurut Mubarok . Kinerja adalah kesediaan seseorang atau kelompok orang untuk melakukan suatu kegiatan dan menyempurnakannya sesuai dengan tanggung jawab dan hasil yang diinginkan. Memiliki kinerja pegawai yang baik, tujuan organisai akan tercapai dengan baik. Manajemen yang efektif dan efisien akan meningkatkan kinerja pegawai artinya manajemen sangat diperlukan dalam memaksimalkan kinerja pegawai untuk mencapai tujuan Meningkatkan kinerja pegawai adalah suatu dimensi yang dapat digunakan untuk mengelolah kemampuan pegawai dalam bertahan, dan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pegawai. Para pegawai harus dapat melakukan pekerjaannya dengan baik untuk mencapai tujuannya. artinya mengoptimalkan jam kerja secara disiplin dan jujur untuk mencapai hasil kerja yang baik. Salah satu alasan peningkatan efisiensi banyak pekerja dan arus keluar pekerja yang konstan adalah pengembangan dan penguatan sifat pendidikan dan pelatihan pekerja, yang harus professional dalam kinerja pekerjaannya dan amanah serta bertanggung jawab. Para pegawai akan memberikan pelayanan yang memuaskan kepada semua pihak dan terdorong untuk bekerja secara efektif dan efisien. Pegawai yang melakukan pekerjaannya secara efektif dan efisien dapat memberikan perkembangan kerja bagi perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan. Pada kenyataannya, meningkatkan kinerja pegawai itu bukan hal mudah, karena kinerja seorang pegawai sangatlah dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti latar belakang pendidikan, potensi dan mampu berpartisipasi dalam berbagai studi, kerjasama, pelatihan dan motivasi adalah kekuatan orang yang akan memimpin perilaku dan kinerja. Menurut Terry . Perencanaan . adalah pemilih fakta dan penghubungan fakta-fakta serta pembuatan dan penggunaan perkiraan-perkiraan atau asumsi-asumsi untuk masa yang akan datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Pengorganisasian . ialah penentuan, pengelompokkan, dan penyusunan macam-macam kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan, penempatan pegawai, terhadap kegiatan-kegiatan ini, ketentuan perincian fisik yang diperlukan untuk kebutuhan kerja dan pemberian wewenang kepada setiap orang yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan yang diharapkan. Pelaksanaan . yaitu pelaksanaan untuk bekerja dan melaksanakan secara fisik kegiatan dari aktivitas tersebut, maka manajer mengambil tindakan-tindakannya ke arah yang diinginkan perusahaan. Pengawasan . merupakan tugas manajer untuk menilai dan mengendalikan jalannya suatu kegiatan yang mengarah pada terciptanya tujuan yang telah ditetapkan. Adanya sistem perencanaan yang kurang efektif dan efisien dalam pengadaan sumber Dan pengadaan sarana prasarana yang masih belum memadai serta pengelolaan anggaran yang kurang efektif dan efisien. Dalam pengorganisasian yang kurang efektif dan efisien, yaitu kurangnya koordinasi terhadap pengorganisasian dalam hubungan kerja antar unit kerja. Fungsi pelaksanaan yang kurang efektif dan efisien karena terdapat motivasi yang kurang dari pimpinan terhadap bawahan dalam melakukan pekerjaan yang diembannya. Terdapatnya pengawasan yang baik terhadap capaian kerja pegawai oleh kepala bagian melalui kegiatan Namun, kurangnya tindak lanjut terhadap pencapaian kerja pegawai Berdasarkan hasil observasi, peneliti menemukan bahwa PDAM Tirta Betuah memiliki manajemen yang kurang efektif dan efisien. Selain itu, adanya kinerja pegawai yang kurang efektif dan efisien dalam melakukan pekerjaan yang diemban. Kurang efektif dan efisien dalam Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 penggunaan model pengendalian secara detail. Hal ini didasari oleh manajerial kepala bagian yang kurang efektif dan efisien dalam menerapkan fungsi Ae fungsi manajemen di PDAM Tirta Betuah. Dalam penjabarannya setiap fungsi manajemen masih kurang efektif dan efisien. Adapun penerapan yang dilakukan di PDAM Tirta Betuah berdasarkan pengamatan atau observasi penulis. Kurangnya perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan di dalam manajemen PDAM Tirta Betuah, sehingga terjadinya kesalahan dan keterlambatan dalam menangani kerusakan, berdasarkan laporan dari pelanggan PDAM serta hasil dari penelitian di lapangan antara lain: air yang keruh, lamanya proses perbaikan pipa air yang pecah sehingga tidak dapat didistribusikan air ke pelanggan secara langsung, dan kerusakan teknis seperti: kerusakan bearing pompa dan perumahannya, motor pompa, kipas pendingin pompa, panel listrik, gardu listrik dan valve pipa. Uraian di atas memberi gambaran bahwa pelayanan PDAM selama ini masih rendah dan hanya sebatas normatif hal ini akan berdampak pada penurunan Citra PDAM bahkan berakibat menurunnya minat dan kepercayaan masyarakat sebagai pengguna jasa. Oleh karena itu perlu adanya tindakan pembenahan dalam manajemen PDAM Tirta Betuah serta melakukan serangkaian usaha untuk meningkatkan mutu pelayanan terhadap pelanggan PDAM Tirta Betuah. Dari uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa penerapan fungsi-fungsi manajemen di PDAM Tirta Betuah masih kurang efektif dan efisien. Penelitian yang dilakukan oleh Rismayanti . menyatakan bahwa variabel fungsi manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Pengaruh searah disini artinya jika variable fungsi manajemen rendah maka kinerja pegawainya rendah juga, begitupun sebaliknya, jika fungsi manajemennya tinggi maka akan diikuti dengan kinerja pegawai yang tinggi pula. Berdasarkan alasan diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai AuPengaruh Fungsi Manajemen Terhadap Kinerja Karyawan PDAM Tirta Betuah Kabupaten BanyuasinAy. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah fungsi-fungsi manajemen berpengaruh terhadap kinerja karyawan PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin? TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Manajemen Manajemen merupakan sebuah kegiatan pelaksanaannya disebut manajing dan orang yang melakukan yang disebut manajer. Individu yang menjadi manajer menangani tugas-tugas baru yang keseluruhannya bersifat AumanajerialAy. Yang penting diantaranya adalah memutuskan untuk tidak melaksanakan segala sesuatunya seorang diri saja. Tugas-tugas operasional yang dilaksanakan melalui upaya-upaya kelompok anggotanya. Pokoknya, tugastugas seorang manajer dalam memanfaatkan usaha-usaha kelompok secara efektif. Walaupun demikian, para manajer jarang menghabiskan seluruh waktu mereka untuk melaksanakan kegiatan manajing, biasanya mereka juga melaksanakan pekerjaan non-manajemen. Manajemen memiliki tujuan tertentu dan tidak berwujud . Usahanya ialah mencapai hasil yang spesifik, biasanya dinyatakan dalam bentuk sasaran-sasaran. Upaya dari kelompok menunjang pencapaian tujuan yang spesifik itu. Manajemen dapat dinyatakan sebagai tidak berwujud . , karena tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan hasilnya yakni output pekerjaan yang cukup, ada kepuasan pribadi, produk dan service yang lebih baik. Definisi manajemen sebagai suatu proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Terry . alam J. Smith. M, 2. Dari definisi inilah kemudian dikenal fungsi manajemen. Fungsi-Fungsi Manajemen Dalam mencapai tujuan efektif dan efisien diperlukan tahapan-tahapan fungsi manajemen yang sistematis. Terry . alam J. Smith. M, 2. membagi empat fungsi dasar manajemen, yaitu Planning (Perencanaa. Organizing (Pengorganisasia. Actuating (Pelaksanaa. dan Controlling (Pengawasa. Keempat fungsi manajemen ini disingkat dengan POAC. Menurut Terry . alam J. Smith. M, 2. Perencanaan . ialah menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang digariskan. Pengorganisasian (Organizin. merupakan kegiatan dasar dari manajemen dilaksanakan untuk dan mengatur seluruh sumber-sumber yang dibutuhkan termasuk unsur manusia, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan sukses. Pengarahan (Actuatin. merupakan suatu kegiatan untuk mengintegrasikan usaha-usaha anggota-anggota dari suatu kelompok, sehingga melalui tugas-tugas mereka dapat terpenuhi tujuan-tujuan pribadi dan kelompoknya. Pengawasan (Controllin. ialah suatu usaha untuk meneliti kegiatan-kegiatan yang telah dan akan dilaksanakan. Indikator Fungsi Manjaemen menurut Menurut Mulyadi . Memikirkan kelangsungan hidup perusahaan dan membuat ketegasan tujuan khusus serta visi dan misi, apakah itu bisnis bergerak dibidang jasa maupun bergerak dibidang produksi, bahkan mungkin bergerak dibidang pendidikan atau universitas. Membuat para karyawan atau pekerja bisa bekerja secara produktif, dan memotivasi sehingga para pekerja atau karyawan bisa berprestasi. Manajemen mempunyai tugas dan dampak sosial kepada masyarakat secara umum. Pengertian Kinerja Menurut Lyman Porter dan Edward . alam Hery, 2. Kinerja adalah fungsi dari keinginan melakukan pekerjaan, keterampilan yang perlu untuk menyelesaikan tugas, pemahaman yang jelas atas apa yang dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Menurut Hersey. Blanchard, dan Johnson . alam Hery, 2. indikator dari kinerja adalah: Tujuan Standar Umpan Balik Alat atau sarana Kompetensi Motif Peluang Kerangka Konseptual Penelitian Menurut Sugiyono . mengemukakan bahwa kerangka pemikiran merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah didefinisikan sebagai masalah yang penting. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Gambar1. Kerangka Konseptual Fungsi Manajemen Indikator: Memikirkan kelangsungan hidup perusahaan dan membuat ketegasan tujuan Kerja produktif dan Tugas dan dampak social kepada masyarakat. Menurut Mulyadi . 6 Kinerja Karyawan (Y) Indikator: Tujuan Standar Umpan Balik Alat atau sarana Kompetensi Motif Peluang Menurut Hersey. Blanchard, dan Johnson . alam Hery, 2. Penelitian Terdahulu Penelitian sebelumnya penting untuk penyusunan skripsi ini. Penelitian yang dilakukan oleh (Rismayanti, 2. tentang Penerapan Fungsi Manajemen Sebagai Metode Meningkatkan Kinerja Karyawan. Teknik analisis yang dipakai adalah Analisis Statistik Deskriptif Persamaan Regresi Linear Sederhana dengan hasil penelitian ini menemukan bahwa Terdapat pengaruh yang signifikan antara Fungsi Manajemen . terhadap kinerja karyawan . pada PT. Kurnia Pangan Sejahtera Wilayah Jakarta Utara. Dalam penelitian ini, penulis mengajukan hipotesis sebagai berikut: H0 : Fungsi Manajemen tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin. Ha : Fungsi Manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin. METODE PENELITIAN Unit Penelitian Penelitian ini dilakukan di Perusahaan PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin yang beralamatkan di Jl. Palembang Ae Betung Km. 46 Pangkalan Balai Kabupaten Banyuasin tahun Pemilihan lokasi ini dengan pertimbangan dari Pengaruh Fungsi Manajemen di Perusahaan PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin terhadap Kinerja Karyawan menjadi lebih baik. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu teknik Non probability sampling yang dipilih yaitu dengan sampling jenuh . yaitu metode penarikan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sampel. Menurut Sugiyono . sampling jenuh adalah teknik pengumpulan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Menurut Megasari . sampling jenuh adalah suatu teknik dalam penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah 30 karyawan Perusahaan PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode analisis secara Menurut Juliandi. Irfan dan Manurung . Sutopo dan Slamet . , analisis data kuantitatif adalah suatu data yang mengandung angka maupun numerik, biasanya menggunakan statistik inferensial, statistik parametrik maupun statistik non parametrik. Alat yang digunakan sebagai pengumpulan data pada penelitian ini adalah berupa: Observasi (Pengamata. Angket . Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Dalam penelitian ini, peneliti membagi angket langsung kepada karyawan yang berada di PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin. Kuesioner dijawab oleh seluruh karyawan PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin yang berjumlah 30 orang karyawan sebagai sampel Untuk memudahkan responden menjawab pernyataan dari penulis, penulis menggunakan skala likert. Tabel 1. Pengukuran Skala Likert Pernyataan Bobot Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Kurang Setuju (KS) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Sumber: Sugiyono . Teknik Analisis Data Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode analisis secara Analisis Deskriptif Sugiyono . Analisis deskriptif yaitu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Analisis SEM dengan Smart PLS 3. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis jalur (PathAnalysi. Tabel 2. Perbedaan Variance based dan Covariance based Aspek Variance based Covariance based Landasan Teori Hubungan Model Struktural Asumsi Distribusi Kuat Linier Rekursif dan Resiprokal Normal, atau : tidak diperlukan : Pendekatan resampling dengan bootstraping Model Pengukuran Kuat. Lemah. Exploratif Linier Rekursif Tidak diperlukan. Pendekatan resampling dengan bootstraping Reflektif. Formatif Ukuran Sampel Modifikasi Model Minimal 30 Tidak diperlukan Goodness Of Fit Q-square predictive relevance prinsipnya sama dengan R2 Theory Triming, membuang jalur yang Pengukuran Model dan Uji Struktural Model Prediktif Direkomendasikan minimal 100 atau 200 Jika Model tidak Fit, dapat dilakukan modifikasi, dengan penuntun indeks RAMSEA. Chisquare/DF, dan lain-lain . erdapat 26 jenis GOF) Pengujian Model Out Put Dasar Penggunaan Reflektif Theory Triming, membuang jalur yang Pengukuran Model dan Uji Struktural Pengujian Model Sumber: Noor . Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Spesifikasi Model Analisis hubungan antar variabel dan indikator terdiri dari Outer Model dan Inner Model. Ilustrasi Model Penelitian sebagai berikut: Gambar 2. Ilustrasi Model Penelitian Sumber: Data diolah dari Output SmartPLS 3. Tabel 3. Ringkasan Rule of Thumbs Evaluasi Model Pengukuran (Model A) Validitas dan Parameter Rule of Thumbs Realibilitas n > 0. 70 untuk Confirmatory Research Validitas Loading Factor n > 0. 60 untuk Exploratory Research Convergent Validitas Discriminant Average Variance Extracted (AVE) n > 0. 50 untuk Confirmatory maupun Exploratory Research Communality n > 0. 50 untuk untuk Confirmatory maupun Exploratory Research Cross Loading n > 0. 70 untuk setiap variabel Akar kuadrat AVE dan Akar Kuadrat AVE > Korelasi antar Korelasi antar Konstruk Laten Konstruk Laten Reliabilitas Heterotrair-monotrait (HTMT) CronbachAos Alpha Composite Reliability Ratio HTMT < 0. n > 0. 70 untuk Confirmatory Research n > 0. 60 masih dapat diterima untuk Exploratory Research n > 0. 70 untuk Confirmatory Research n 0. 60 Ae 0. 70 masih dapat diterima untuk Ekploratory Research Sumber: diadopsi dari Chin . Chin. Hair et al. Hair et al . Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Tabel 4. Ringkasan Rule of Thumbs Evaluasi Model Pengukuran (Model B) Rule of Thumbs Kriteria Signifikansi Weight > 1. ignificance level = 10%), > 1. ignificance level = 5%), dan > 2. ignificance level = 1%). Multicollinearity n VIF < 10 atau < 5 n Tolerance > 0. 10 atau > 0. Sumber: diadopsi dari Chin . Hair et al. Henseler et al . Tabel 5. Ringkasan Rule of Thumbs Evaluasi Model Struktural Rule of Thumbs 67, 0. 33 dan 0. 19 menunjukkan model kuat, moderate dan lemah (Chin 75, 0. 50 dan 0. 25 menunjukkan model kuat, moderate dan lemah (Hair et Effect Size f 02, 0. 15 dan 0. ecil, menengah dan besa. Kriteria R-Square Q2 predictive Q2>0 menunjukkan model mempunyai predictive relevance dan jika Q2<0 menunjukkan bahwa model kurang memiliki predictive relevance q2 predictive 02, 0. 15 dan 0. emah, moderate dan kua. Signifikansi t-value 1. ignificance level = 10%), 1. ignificance level = 5%), dan . wo-taile. ignificance level = 1%). Sumber: diadopsi dari Chin . Chin. Hair et al. Hair et al . Kriteria NFI SRMR RMS theta Exact Test Tabel 6. Kriteria Model Fit Rule of Thumbs NFI > 0. SRMR < 0. RMS theta mendekati nol model fit Chi_Square = Kecil, p > 0. 05, df = (K2 K )/2 - t. K= jumlah indikator dalam model, t jumlah variable eksogen yang diestimasi. Sumber: diadopsi dari Chin . Chin. Hair et al. Hair et al . Jika suatu item secara konsisten diletakkan di dalam suatu kategori tertentu, maka dapat dianggap menunjukkan validitas konvergen (Convergen Validit. dengan konstruk yang berhubungan dan validitas diskriminan . iscriminant validit. dengan konstruk lainnya. Umumnya skor reliabilitas yang diterima di banyak penelitian berdasarkan antara 0,70 sampai dengan 0,80. Definisi Operasional Variabel Definisi variabel penelitian menurut Sugiyono . adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari objek atau kegiatan yang memiliki variasi tertentu yang telah ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Tabel 7. Operasional Variabel Variabel Fungsi Manajemen (X) Kinerja Karyawan (Y) Operasional Variabel Indikator Fungsi manajemen adalah suatu proses 1. Memikirkan tindakan-tindakan membuat ketegasan tujuan pengendalian dalam menentukan serta 2. Kerjaproduktif dan prestasi. mencapai sasaran-sasaran yang telah 3. Tugas dan dampak sosial ditentukan untuk mencapai keberhasilan kepada masyarakat. suatu perusahaan agar lebih baik dalam (Menururt Mulyadi, 2. menjalankan roda perusahaan untuk . memaksimalkan kinerja pegawai. Tujuan Menurut Lyman Porter dan Edward 2. Standar . alam Hery, 2. Kinerja adalah 3. Umpan Balik fungsi dari keinginan melakukan 4. Alat atau sarana pekerjaan, keterampilan yang perlu 5. Kompetensi untuk menyelesaikan tugas, pemahaman 6. Motif yang jelas atas apa yang dikerjakan dan 7. Peluang bagaimana mengerjakannya. Menurut Hersey. Blanchard, dan Johnson . alam Hery, 2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi wilayah penelitian meliputi gambaran umum objek penelitian yaitu PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin yang terdiri dari sejarah organisasi, visi dan misi organisasi, struktur organisasi dan karakteristik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Analisis SEM dengan SmartPLS 3. Outer Model (Pengukura. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan bahwa measurement yang digunakan layak untuk dijadikan pengukuran . alid dan realibe. Oleh karena itu dilakukan pengujian dengan menggunakan program Smart PLS sebanyak dua kali dengan eliminasi nilai loading faktor di bawah 0,5. Berikut ini adalah gambar hasil pengujian tersebut Gambar 3. Outer Model Output awal PLS Algorithm Sumber: Data diolah dari Output Smart PLS 3. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Ketika hasil output awal menunjukkan hasil yang tidak valid . i bawah 0,. maka langkah selanjutnya yang diambil yaitu mengeliminasi indikator yang memiliki nilai di bawah limit yang kita tetapkan, kemudian lakukan uji pertama dan begitu seterusnya sampai hasil yang didapatkan valid. Gambar 4. PLS Algorithm Hasil Pengujian PLS Algorithm Sumber: Data diolah dari Output Smart PLS 3. Setelah model diuji menggunakan Smart PLS Algorithm, kemudian dilanjutkan dengan melihat Diskriminan Validiti. Uji Validitas Diskriminan akan terpenuhi apabila nilai Avarage Variance Extracted (AVE) dari variant rata-rata yang diekstraksi harus lebih tinggi daripada korelasi yang melibatkan variabel laten tersebut (Kock dan Lynn, 2. Tabel 8. Average Variance Extracted (AVE) Variabel Average Variance Extracted Status Fungsi Manajemen 0,845 Valid Kinerja Karyawan 0,796 Valid Sumber: Data diolah dari Output Smart PLS 3. Dari tabel diatas terlihat hasil nilai Average Variance Extracted (AVE) tersebut dikatakan valid karena nilainya di atas nilai Rule of Thumb, yaitu 0,5. Yang artinya seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian ini telah memenuhi validitas secara diskriminan. Tabel 9. Cross Loading Indikator Fungsi Manajemen Kinerja Karyawan FM2 FM5 KK1 KK10 KK2 Sumber : Data diolah dari Output Smart PLS 3. Status Valid Valid Valid Valid Valid Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Ketika hasil Output pertama menunjukkan hasil yang tidak valid yaitu di bawah 0,50, maka langkah selanjutnya yang kita ambil yakni mengeliminasi indikator yang memiliki nilai limit yang telah kita tetapkan. Kemudian lakukan uji pertama dan seterusnya sampai hasilnya Tabel 10. Outer Loading Status Indikator Fungsi Manajemen Kinerja Karyawan FM2 Valid FM5 Valid KK1 Valid KK10 Valid KK2 Valid Sumber: Data diolah dari Output Smart PLS 3. Dilihat dari hasil tabel diatas menunjukkan bahwa nilai Loading lebih besar daripada nilai Cross Loading. Hasil ini menunjukkan semua indikator dinyatakan valid. Langkah terakhir untuk memastikan tidak ada masalah terkait pengukuran yaitu dengan menguji reabilitas yaitu dengan melihat Composite Reability. Hasil Composite Reability dikatakan Reliable jika nilainya di atas 0,70. Tabel 11. Nilai Composite Reability Konstruk Composite Reability Fungsi Manajemen Kinerja Karyawan Sumber: Data diolah dari Output SmartPLS 3. Status Reliable Reliable Table di atas menunjukkan bahwa nilai Composite Reability untuk semua konstruk dinyatakan Reliable, karena nilainya di atas 0,70. Uji Reliabilitas juga bisa dikuatkan dengan hasil nilai Cronbachs Alpha yang dihasilkan dari Output SmartPLS versi 3,0 yakni sebagai berikut: Tabel 12. Cronbachs Alpha Konstruk Cronbachs Alpha Fungsi Manajemen Kinerja Karyawan Sumber: Data diolah dari Output SmartPLS 3. Status Reliable Reliable Pada tabel diatas menunjukkan nilai Cronbachs Alpha untuk semua konstruk dinyatakan Reliable, karena nilainya di atas 0,70. Tabel 13. Nilai Rho A Konstruk Nilai Rho A Fungsi Manajemen Kinerja Karyawan Sumber: Data diolah dari Output SmartPLS 3. Status Reliable Reliable Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Pada tabel diatas menunjukkan Nilai Rho A untuk semua konstruk dinyatakan Reliable, karena nilainya di atas 0,70. Uji Struktural / Inner Model Setelah model telah memenuhi kriteria outer model, selanjutnya dilakukan pengujian model struktural (Inner mode. Berikut adalah nilai R-Square yang biasanya disebut Koefisien Determinan R2. Gambar 5. Inner Model Hasil Pengujian PLS Algorithm Sumber: Data diolah dari Output Smart PLS 3. Tabel 14. Nilai R-Square R--Square Kinerja Karyawan Adjusted R Square Status Lemah Sumber: Data diolah dari Output SmartPLS 3. Berdasarkan nilai R-Square di atas menunjukkan bahwa variabel fungsi manajemen (X) bernilai 0,165 atau sebesar 16,5% berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan karena > 0 dan secara simultan masuk dalam kategori lemah. Kemudian selain melihat pengaruh antara masing-masing variabel laten dari nilai R2 yang ada, kita juga bisa melihat seberapa baik model dalam penelitian ini dengan melihat nilai Path Coefficients (Koefisien Jalu. Tabel 15. Path Coefficients Fungsi Manajemen Kinerja Karyawan Fungsi Manajemen Status Valid Kinerja Karyawan Sumber: Data diolah dari Output SmartPLS 3. Dilihat dari table, variable fungsi manajemen mempunyai nilai Path Coefficients 0,406 berarti berniali positif sehingga hipotesis bernilai positif. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Tabel 16. Nilai Effect Size . Fungsi Manajemen Kinerja Karyawan Fungsi Manajemen Kinerja Karyawan Sumber: Data diolah dari Output SmartPLS 3. 0,197 Status Menengah Pengujian ini dilakukan untuk memprediksi pengaruh variabel tertentu terhadap variaAbel lainnya dalam struktur model dengan nilai ambang batas sekitar 0,02 untuk pengaruh kecil, 0,15 untuk menengah, dan 0,35 untuk pengaruh besar. Pengujian ini memiliki nilai f 2 = 0,197 termasuk dalam ambang batas menengah dan dapat menjadi indikasi bahwa variablevariabel penelitian dari skripsi tersebut memang mempunyai kekuatan hubungan dan berpengaruh positif. Kemudian selain melihat kekuatan hubungan antara masing-masing variabel laten dari nilai f 2 yang ada, kita juga bisa melihat seberapa baik model dalam penelitian ini dengan melakukan perhitungan Q-Square Predictive Relevance. Variabel Fungsi Manajemen SSO Kinerja Karyawan Tabel 17. Uji Q-Square SSE QA(=1-SSE/SSO) Status Baik Baik Sumber: Data diolah dari Output SmartPLS 3. Dari hasil perhitungan di atas kita mendapatkan nilai Q2 sebesar 0,112 atau > 0 itu artinya nilai observasi yang dihasilkan oleh model dalam pengujian ini dikategorikan baik karena hasil perhitungan Q2 mendekati angka 1. Untuk menilai tingkat signifikansi parsial dapat kita menggunakan analisis Berikut adalah gambar Output Bootstrapping SmartPLS 3. Gambar 6. Output Bootstrapping SmartPLS 3. Sumber: Data diolah dari Output SmartPLS 3. Ketentuan : n Jika nilai P Values < 0,05 maka Ha diterima. H0 ditolak, artinya variabel Eksogen berpengaruh signifikan. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 n Jika nilai P Values > 0,05 maka Ha ditolak. H0 diterima, artinya variabel Eksogen tidak berpengaruh signifikan. Atau, n Jika t hitung > Zscore 1,96, maka Ha diterima. H0 ditolak, artinya variabel Eksogen berpengaruh signifikan n Jika t hitung < Zscore 1,96, maka Ha ditolak. H0 diterima, artinya variabel Eksogen tidak berpengaruh signifikan. Fungsi Eksogen Tabel 18. Perbandingan Nilai t-hitung dan t-tabel Sampel Rata-rata Standar T-Statistik Asli (O) Sampel Deviasi (|O/STDEV|) (M) (STDEV) Fungsi 0,406 0,433 0,158 Manajemen Kinerja Karyawan Sumber: Data diolah dari Output SmartPLS 3. 2,574 P-Values 0,010 Dari hasil pengujian di atas yaitu variabel X terhadap variabel Y memiliki nilai nilai Tstatistiknya sebesar 2,574 yaitu lebih besar dari 1,96 . -tabe. maka Ha diterima. H0 ditolak, artinya variable Eksogen berpengaruh signifikan. Dan nilai Sampel Aslinya sebesar 0,406 memiliki arah hubungan positif, sehingga hipotesis kedua dalam penelitian ini menyatakan bahwa fungsi manajemen berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan diterima. Dari hasil penelitian di atas kita mendapatkan nilai P-Values sebesar 0,010 atau < 0,05 maka Ha diterima. H0 ditolak, artinya variable Eksogen berpengaruh signifikan. Penelitian mengenai Pengaruh Fungsi Manajemen Terhadap Kinerja Karyawan PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin diterima atau signifikan karena nilai t-statistiknya lebih besar dari nilai t-tabel. Penelitian mengenai Pengaruh Fungsi Manajemen Terhadap Kinerja Karyawan PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin dengan metode SEM-PLS telah terbukti, berikut pembahasan penelitiannya : Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat pengaruh fungsi manajemen terhadap kinerja karyawan PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin dengan hasil nilai koefisien determinasi atau R-square pada variabel fungsi manajemen sebesar 0,165 itu artinya variabel fungsi manajemen memiliki pengaruh dan hubungan yang positif terhadap variabel kinerja karyawan. Kemudian untuk hasil t-hitung pada variabel fungsi manajemen sebesar 2,574 sedangkan nilai t-tabel sebesar 1,96 itu artinya variabel fungsi manajemen berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini sejalan dengan beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Rismayanti . dalam penelitiannya yang berjudul penerapan fungsi manajemen sebagai metode meningkatkan kinerja karyawan menyatakan bahwa salah satu hal yang dilihat dalam melakukan penilaian kinerja ialah fungsi manajemen yang mana hal tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Kurnia Pangan Sejahtera Wilayah Jakarta Utara. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 KESIMPULAN Kesimpulan dari hasil penelitian ini yakni Pengaruh Fungsi Manajemen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PDAM Tirta Betuah Kabupaten Banyuasin. DAFTAR PUSTAKA