Analisis Kesediaan Membayar (Willingness To Pa. Konsumen Terhadap Produk Frozen Fruit Bali Food Industry Di Bali (Analysis Of Consumer Willingness To Pay For Frozen Fruit Products Bali Food Industry In Bal. Hery Setiyawan*). Wiludjeng Roessali*), dan Putu Amelia Savitha Diana Putri*) Program Studi Agribisnis. Fakultas Peternakan dan Pertanian. Universitas Diponegoro Jl Prof Soedarto No. Tembalang. Semarang. Jawa Tengah 50275 Corresponding Author: herysetiyawanbisa@gmail. ABSTRAK Produk frozen fruit merupakan bentuk olahan makanan berupa buah yang diolah dengan metode pembekuan, yang memiliki nilai jual relatif lebih tinggi dibandingkan buah segar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik konsumen, menganalisis nilai rata Ae rata maksimum WTP (Willingness to Pa. konsumen yang bersedia membayar lebih, dan menganalisis faktor Ae faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar konsumen terhadap produk frozen fruit Bali Food Industry di Bali. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Bali dengan menggunakan 58 responden yang dipilih melalui metode purposive sampling yang kemudian jumlah responden dari setiap daerah ditentukan dengan proportionate random sampling. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif. CVM (Contingent Methods Valu. , dan analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas konsumen merupakan restoran, lama usaha memiliki rentang 1-5 tahun, dengan mayoritas berdiri sejak tahun 2020, berlokasi di Kabupaten Badung, dengan rentang jumlah pembelian 2-10 Kg/sekali pembelian, kualitas termasuk kategori tinggi, harga termasuk kategori tinggi, keamanan termasuk kategori tinggi, dan frekuensi pembelian 1-6 kali/bulan. Sebanyak 69% bersedia membayar lebih dengan peningkatan 8,93% sampai 11,50%. Secara parsial, frekuensi pembelian berpengaruh secara signifikan terhadap kesediaan membayar konsumen produk frozen fruit di Bali Food Industry. Kata kunci: Contingent Methods Value, frozen fruit, kesediaan membayar, regresi logistik. ABSTRACT Frozen fruit products are a form of processed food in the form of fruit processed by the freezing method, which has a relatively higher selling value compared to fresh fruit. This study aims to describe consumer characteristics, analyze the maximum average value of WTP (Willingness to Pa. of consumers who are willing to pay more, and analyze the factors that influence consumers' willingness to pay for frozen fruit products Bali Food Industry in Bali. This research was conducted in Badung Regency and Denpasar City. Bali using 58 respondents selected through purposive sampling method and then the number of respondents from each region was determined by proportionate random sampling. The analysis method uses descriptive analysis. CVM (Contingent Methods Valu. , and logistic regression analysis. The results showed that the majority of consumers are restaurants, the length of business has a range of 1-5 years, with the majority established since 2020, located in Badung Regency, with a range of purchase amounts of 2-10 Kg / once purchased, quality including high categories, prices including high categories, safety including high categories, and frequency of purchase 1-6 times / month. A total of 69% are willing to pay more with an increase of 8. 93% to 11. Partially, the frequency of purchase has a significant effect on the willingness to pay of consumers of frozen fruit products at Bali Food Industry. Keywords: Contingent Methods Value, frozen fruit, willingness to pay, logistic regression. Vol. No. 1 Maret 2024 PENDAHULUAN Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpahh dan beragam, terutama di sektor pertanian. Salah satu komoditas yang dikembangkan pada sektor pertanian yaitu komoditas buah. Berdasarkan pernyataan Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian RI . , buah Ae buahan menjadi salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi serta memiliki peluang ekspor yang luas. Produksi buah di Indonesia mengalami fluktuasi musiman, dimana terjadi kelebihan pasokan saat musim panen dan keterbatasan ketersediaan di luar musim tersebut (Sugiarto et al. , 2. Produk frozen fruit merupakan produk makanan yang diproduksi dengan metode pembekuan yang dapat menjadi salah satu refrensi untuk menikmati buah meskipun di luar musim. Frozen fruit memiliki nutrisi yang lebih konsisten dibandingkan buah segar yang disimpan di lemari es selama beberapa Metode pembekuan paling banyak disukai oleh konsumen karena dapat mempertahankan parameter kualitas seperti kesegaran dan sensoriknya selama penyimpanan beku (Yulviani et , 2. Ketersediaan dan nutrisi yang konsisten dari frozen fruit membuat usaha kuliner seperti restoran, cafy dan bar menjadikan frozen fruit sebagai pilihan alternatif untuk memenuhi kebutuhan persediaan akan buah. Berdasarkan kelebihan yang ada dari frozen fruit seperti keefisienan dalam penggunaan produk membuat produk ini memiliki harga yang relatif lebih mahal dibandingkan buah segar. Bali Food Industry menjadi salah satu perusahaan di industri makanan yang menyediakan frozen fruit di Bali. Bali Food Industry menyediakan berbagai jenis frozen fruit meskipun di luar musim panen yang menarik konsumen untuk membeli produk tersebut meskipun memiliki harga yang relatif lebih tinggi dibandingkan buah Bali Food Industry melakukan pertimbangan dan analisis pada penentapan harga produk. Analisis tersebut merupakan analisis kesediaan membayar yang berguna untuk menentukan harga yang sesuai dengan kemampuan konsumen serta memastikan keuntungan yang diinginkan oleh perusahaan. Konsep kesediaan membayar merupakan sebuah pengukuran harga maksimum yang bersedia dibayarkan oleh seseorang untuk dapat memperoleh barang atau jasa (Arimurti et al. , 2. Nilai kesediaan membayar konsumen berbeda Ae beda yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian ini yang membahas terkait analisis kesediaan membayar konsumen serta faktor Ae faktor meliputi jumlah pembelian, kualitas, harga, keamanan, dan frekuensi pembelian yang mempengaruhi kesediaan membayar konsumen terkait produk frozen fruit di Bali Food Industry. Tujuan penelitian ini untuk . mendeskripsikan karakteristik konsumen produk frozen fruit di Bali Food Industry, . menganalisis nilai rata Ae rata maksimum WTP konsumen yang bersedia membayar lebih produk frozen fruit Bali Food Industry di Bali, dan . menganalisis faktor Ae faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar konsumen terhadap produk frozen fruit Bali Food Industry di Bali. METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2024 yang dilakukan dengan menggunakan metode survey. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Adapun tiga teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Pengambilan sampel Hery Setiyawan . Wiludjeng Roessali , dan Putu Amelia Savitha Diana Putri : Analisis Kesediaan Membayar (Willingness To Pa. dilakukan dengan dua metode yaitu purposive sampling dan proportionate random sampling. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan lokasi yang dipilih sebagai tempat pengambil sampel responden, yaitu Kabupaten Badung dan Kota Denpasar karena merupakan lokasi dengan penjualan produk frozen fruit terbanyak di Bali. Teknik penentuan jumlah sampel responden dilakukan menggunakan rumus slovin (Sidharta et al. , 2. Keterangan: n = jumlah sampel . N = jumlah populasi . E = error Hasil perhitungan menggunakan rumus slovin didapatkan 58 jumlah sampel responden. Kemudian penentuan jumlah pengambilan sampel responden di setiap daerah dilakukan menggunakan proportionate random sampling didapatkan hasil perhitungan jumlah sampel di masing Ae masing daerah, yaitu 39 sampel di Kabupaten Badung dan 19 sampel di Kota Denpasar. Adapun rumus proportionate random sampling sebagai berikut (Agusta et al. , 2. Keterangan: ni = ukuran setiap strata sampel . Ni = ukuran setiap strata populasi . N = ukuran total populasi . n = ukuran total sampel . Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deksriptif. CVM, dan regresi logistik. Pada penelitian ini, analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik konsumen, meliputi lama usaha, jenis, lokasi, jumlah pembelian, kualitas, harga, keamanan produk, dan frekuensi Analisis deskriptif dilakukan dengan menggunakan skala likert dan skala numerik melalui kusioner. Penyajian data deskriptif dijabarkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan presentase, sedangkan untuk variabel kualitas, harga, dan keamanan produk terdapat perhitungan mean, median, modus, standar deviasi, dan juga terdapat tabel kecendrungan variabel untuk mengkategorikan skor. Analisis Contingent Methods Va l u e ( C V M ) d i g u n a k a n u n t u k menganalisis nilai rata Ae rata maksimum WTP konsumen yang bersedia membayar lebih. Adapun lima tahapan CVM menurut Fauzi . yang dikuti oleh Habib dan Kuntadi . , meliputi membuat pasar hipotesis, penawaran besarnya nilai WTP, menghitung dugaan rataan WTP, menduga kurva nilai tawaran, dan menentukan agregasi WTP. Analisis regresi logistik digunakan untuk menganalisis faktor Ae faktor yang mempengaruhi kesediaan membayar Adapun persamaan regresi logistic yang digunakan adalah sebagai berikut (Wulandari et al. , 2. Keterangan: =kesediaan konsumen untuk membayar . a/tida. konstanta regresi atau Intersep 1 , 2 , 3 , 4 , 5 =koefisien regresi jumlah pembelian, kualitas produk, harga produk, keamanan produk, dan frekuensi Pembelian (Kg/sekali =jumlah X2 = kualitas Produk . X3 = harga Produk . X4 = keamanan Produk . X5 Pembelian = f r e k u e n s i . ali/bula. = ketetapan . Vol. No. 1 Maret 2024 Pengujian yang digunakan dalam analisis regresi logistik adalah uji kecocokan model, uji G, dan uji Wald, sedangkan untuk interpretasi persamaan logistik menggunakan odds ratio. Uji Kecocokan Model Hipotesis yang digunakan untuk uji kecocokan model adalah (Kusmana. H0 = Model yang dihipotesiskan fit dengan data H1 = Model yang dihipotesiskan tidak fit dengan data. Hipotesis ditolak jika nilai p Ae value uji Homser and Lemeshow < tingkat signifikansi 5%, yang berarti bahwa model yang dihipotesiskan tidak fit dengan data. Uji G Hipotesis yang digunakan untuk uji G adalah (Astuti et al. , 2. H0: 1 = 2 = 3 = 4 = 0 . ariabel independen secara serempak tidak mempunyai pengaruh nyata terhadap variabel H1: 1 O 2 O 3 O 4 O 0 . ariabel independen secara serempak mempunyai pengaruh nyata terhadap variabel depende. Hipotesis nol ditolak jika p-value < a, artinya bahwa variabel independen secara serempak mempengaruhi variabel dependen. Nilai signifikansi < 0,05 dengan tingkat keyakinan 95% maka variabel independen secara signifikan mempengaruhi variabel dependen (Rukini, 2. Uji Wald Hipotesis yang digunakan untuk uji Wald adalah (Astuti et al. , 2. H0: i = 0 . ariabel independen ke Ae i tidak mempunyai pengaruh secara nyata terhadap variabel H1: i O 0 . ariabel independen ke Ae i mempunyai pengaruh secara nyata terhadap variabel Hipotesis ditolak jika p-value < a, yang berarti bahwa variabel independen ke Ae i secara parsial mempengaruhi variabel Sehingga, pada taraf kepercayaan 95% variabel independen dapat dikatakan memiliki pengaruh nyata pada variabel dependen apabila nilai signifikansi < 0,05. Uji Odds Ratio Uji odds ratio merupakan indikator kecenderungan seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan Semakin nilai odds ratio mendekati nol maka semakin kecil kecenderungan konsumen bersedia membayar lebih (Hendayana, 2. Uji Multikolerianitas Uji multikolerianitas merupakan uji yang digunakan untuk mengevaluasi apakah terdapat hubungan linier antara variabel independent dalam model Pada penelitiain ini menggunakan nilai VIF dan Tolerance. Jika nilai VIF kurang dari 10 dan nilai Tolerance > 0,1, maka tidak ada masalah multikolinearitas dalam model regresi pada penelitian ini (Ansori & Fajri, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Pada penelitian ini, menggunakan responden merupakan konsumen bisnis dari Bali Food Industry meliputi restoran, cafy & bar. Hasil menunjukkan terdapat variasi karakteristik yang beragam pada setiap responden yang berdampak pada perilku konsumen terhadap pembelian dan kesediaan membayar produk frozen Karakteristik konsumen dapat terbentuk dari kebiasaan seseorang dalam menggunakan berbagai produk yang berdampak pada keputusan pembelian konsumen terhadap suatu produk (Atmaja & Utami, 2. Hasil penelitian menunjukkan data karakteristik responden Bali Food Industry mayoritas merupakan restoran dengan lama usaha di rentang 1 Ae 5 Hery Setiyawan . Wiludjeng Roessali , dan Putu Amelia Savitha Diana Putri : Analisis Kesediaan Membayar (Willingness To Pa. tahun dan paling banyak berdiri sejak 2020, berlokasi di Kabupaten Badung, memiliki jumlah pembelian di rentang 2 Ae 9 Kg/sekali pembelian, dengan frekuensi pembelian sebear 1 Ae 6 kali/bulan. Diketahui terkait presepsi responden terhadap kualitas, harga, dan keamanan produk termasuk dalam kategori tinggi, artinya bahwa variabel tersebut sesuai dengan kepuasan dari responden. Kesediaan Membayar (Willingness to Pa. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa sebanyak 40 responden bersedia untuk membayar lebih produk frozen dari Bali Food Industry. Adapun salah satu alasan dari kesediaan tersebut adalah responden terlah memahami kualitas produk frozen fruit dari Bali Food Industry yang dapat meningkatkan kepercayaan yang lebih tinggi sebagai konsumen. Setiap responden memiliki tingkat presentase kesediaannya masing Ae masing dalam kenaikan harga, sebagai B e r d a s a r k a n Ta b e l 1 . Menunjukkan sebagaimana besar responden bersedia membayar pada tingkat kesediaan anatar 5% sampai dengan 10% lebih tinggi dari harga produk frozen fruit saat ini. Rata-Rata Maksimum Hasil perhitunagan rata Ae rata maksimum WTP konsumen produk frozen fruit disajikan pada Tabel 2, sebagai berikut: Tabel 2. Rata - Rata Maksimum WTP Produk Frozen Fruit Bali Food Industry Nilai rata-rata maksimum WTP setiap produk frozen frut di Bali Food Industry bergantung pada harga dan kesediaan konsumen untuk membayar lebih produk frozen fruit. Nilai rata-rata WTP masing Ae masing produk berbeda, hal ini dikarenakan adanya perbedaan preferensi konsumen terhadap produk tersebut (Mega et al. Kurva WTP Kurva WTP responden dihasilkan dengan menggunakan sumbu X dan s u m b u Y, d i m a n a s u m b u X menggambarkan total kumulatif dari responden yang memilih nilai WTP tertentu dan sumbu Y menunjukkan nilai WTP itu sendiri. Vol. No. 1 Maret 2024 Gambar 1. Kurva WTP Berdasarkan gambar diatas meunjukkan adanya perbedaan nilai WTP di setiap produk frozen fruit yang disebabkan karena setiap responden memiliki kisaran harga yang berbeda. Setiap kurva menunjukkan pergerakan mengarah ke atas dan ke kanan. Hal tersebut menggambarkan bahwa terdapat responden yang bersedia membayar produk frozen fruit dengan harga yang lebih tinggi dari saat ini. Titik terendah merupakan nilai awal atau titik lelang dengan nilai terendah, maka pergerakan kurba ke atas menunjukkan nilai WTP yang semakin meningkat dan pergerakan kurva ke kanan Hery Setiyawan . Wiludjeng Roessali , dan Putu Amelia Savitha Diana Putri : Analisis Kesediaan Membayar (Willingness To Pa. menunjukkan bertambahnya jumlah pengunjung yang bersedia membayar (Pertiwi et al. Agregasi WTP Nilai agregasi WTP dari setiap produk frozen fruit perlu untuk diketahui guna memperoleh informasi terkait nilai penjualan dengan nilai maksimum yang bersedia dibayarkan oleh setiap konsumen dari Bali Food Industry. agregasi WTP perlu diketahui agar pemasar mendapatkan informasi mengenai nilai penjualan dengan nilai maksimum yang bersedia dibayarkan konsumen dari penjualan masing Ae masing produk (Fajria et al. Tabel 3. Agrerasi WTP Produk Frozen Fruit Agregasi setiap jenis produk frozen fruit berbeda yang dikarenakan produk tersebut memiliki harga awal yang berbeda dengan frekuensi responden yang bersedia membayar lebih juga Faktor Ae Faktor yang Mempengaruhi Kesediaan Membayar Analisi regresi logistik digunakan untuk menjelaskan hubungan variabel dependen yang berupa data dikotomik atau biner dengan variabel independen. Variabel independen yang digunakan adalah jumlah pembelian (X. , kualitas produk (X. , harga produk (X. , keamanan produk (X. , dan frekuensi pembelian (X. Penelitian ini, dilakukan dengan menggunakan SPSS. Berikut adalah hasil perhitungan dari uji kecocokan model: Tabel 4. Hasil Uji Model Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan SPSS diketahui, bahwa hasil uji Hosmer and Lemeshow test menunjukkan nilai Chi-square hitung sebesar 3,887 < 15,507 dan nilai signifikansi sebesar 0,867 > 0,05 sehingga H0 diterima dan H1 ditolak, artinya model yang dihipotesiskan fit dengan data. hasil uji Pseudo R Square pada nilai Nagelkerke R Square menujukkan angka 0,807 atau 80,7%. Hasil tersebut menjelaskan bahwa variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 0,807 atau 80,7% sementara sisanya 19,3% . % - 80,7%) terdapat variabel . Vol. No. 1 Maret 2024 lain di luar model yang menjelaskan variabel dependen. Hasil uji G atau Omnibus Test of Model Coefficients, memiliki nilai Chi-square hitung sebesar 49,344 < 11,070 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya variabel independen pada penelitian secara serempak mempunyai pengaruh nyata terhadap variabel dependen. Uji Wald dilakukan untuk menguji secara parsial pengaruh dari masing Ae masing variabel independent terhadap variabel dependen. Melalui Tabel 4. dapat mengetahui secara rinci terkait pengaruh signifikan dari setiap variabel independen terhadap variabel dependen dalam penelitian ini. Tabel 5. Hasil Uji Wald Berdasarkan hasil uji Odds ratio yang dilihat dari nilai Exp (B) yang dimiliki oleh variabel frekuensi pembelian adalah sebesar 2,487, artinya bahwa semakin bertambah frekuensi pembelian maka kesediaan membayar lebih tinggi untuk produk frozen fruit sebesar 2,487 kali lebih Peningkatan jumlah frekuensi pembelian oleh konsumen terjadi karena adanya kelebihan yang ditawarkan oleh pihak Bali Food Industry, di antaranya efisiensi waktu ketika menggunakan produk dan ketersediaan produk yang selalu ada dan tidak dipengaruhi oleh musim. Adanya peningkatan atribut atau kelebihan produk yang diberikan kepada konsumen untuk dapat meningkatkan frekuensi pembelian dari konsumen tersebut (Arista et al. Va r i a b e l f r e k u e n s i p e m b e l i a n memperoleh nilai koefisien B sebesar 0,911 yang bernilai positif. Hal tersebut menunjukan bahwa variabel frekuensi pembelian mempunyai hubungan yang positif terhadap kesediaan membayar Berdasarkan hasil dari pengujian Wald diketahui bahwa variabel frekuensi pembelian mempunyai pengaruh secara parsial terhadap variabel dependen WTP karena memiliki nilai signifikan kurang dari 0,05. H0 ditolak dan H1 diterima jika pvalue < a . = tingkat signifikansi 0,. yang artinya variabel independen ke-i secara parsial mempengaruhi variabel dependen (Fajria et al. Kesediaan konsumen untuk membayar lebih produk frozen fruit dari harga saat ini dapat dipengaruhi oleh variabel frekuensi pembelian dikarenakan adanya pengalaman positif dari konsumen yang terjadi berulang kali ketika membeli produk frozen fruit dari Bali Food Industry. Keinginan konsumen membeli kembali produk didasarkan atas kepercayaan dan nilai positif yang berkaitan dengan tindakan membeli dan menggunakan produk di masa lalu (Marwanto et al. Sementara, variabel independen yang disebut tidak berpenagruh secara parsial terhadap variabel dependen adalah variabel jumlah pembelian, kualitas produk, harga produk, dan keamanan produk. Hery Setiyawan . Wiludjeng Roessali , dan Putu Amelia Savitha Diana Putri : Analisis Kesediaan Membayar (Willingness To Pa. KESIMPULAN Karakteristik konsumen produk frozen fruit Bali Food Industry di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar didominasi oleh konsumen dengan jenis usaha restoran, dengan lama usaha 1 Ae 5 tahun dan mayoritas berdiri sejak tahun 2020 atau selama 4 tahun, dan berlokasi di Kabupaten Badung. Selain itu, juga didominasi oleh konsumen dengan kelompok jumlah pembelian 2 Ae 10 Kg/sekali pembelian, kualitas produk termasuk kategori tinggi, harga produk termasuk kategori tinggi, keamanan produk termasuk kategori tinggi, serta didominasi oleh konsumen dengan pembelian sebanyak 1 Ae 6 kali/bulan. Nilai rata Ae rata maksimum WTP konsumen produk frozen fruit Bali Food Industry di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar untuk jenis produk buah strawberry adalah lebih tinggi 10,52% dari harga saat ini, produk buah mangga lebih tinggi 10,69% dari harga saat ini, produk buah mixberry lebih tinggi 8,93% dari harga saat ini, produk buah nanas lebih tinggi 8,93% dari harga saat ini, produk buah alpukat lebih tinggi 9,55% dari harga saat ini, produk buah blueberry lebih tinggi 11,50% dari harga saat ini, dan produk buah pisang lebih tinggi 11,11% dari harga saat ini. Faktor yang mempengaruhi WTP konsumen produk frozen fruit Bali Food Industry secara serempak adalah jumlah pembelian, kualitas produk, harga produk, keamanan produk, dan frekuensi pembelian. Secara parsial, faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap kesediaan konsumen membayar lebih untuk mendapatkan produk frozen fruit dari harga saat ini adalah frekuensi pembelian. DAFTAR PUSTAKA