KAIDAH MASLAHAH DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT PERSPEKTIF AL-QURAoAN - STUDI TAFSIR KISAH DZULQARNAIN DALAM SURAH AL-KAHFI https://doi. org/10. 38214/jurnalbinaummatstidnatsir. Submitted: 02-04-2025 Reviewed: 15-05-2025 Published: 04-06-2025 Aan Handriyani abuhisan@gmail. STID Mohammad Natsir Ae Indonesia ABSTRACT The community development movement as a social response aims to empower marginalized communities to become independent and active. This movement gains support from various parties and many organizations. However, it is important for a Muslim to understand the concept of community development from the perspective of revelation. The main question is: AuWhat is the concept of community development according to the Qur'an?Ay To answer this. I investigate the concept and insights of community development through the story of Dzul-Qarnayn, a just king who built his nation with the support of ideal resources and leadership, as narrated in Surah Al-Kahfi verses 83-98. The method used is tafseer with an approach based on the principles of bringing about benefits . alb al-mashyli. and preventing harm . ar` al-mafysi. as the main philosophy of Islamic law. The research findings indicate that community development from the Qur'anic perspective through the story of Dhul-Qarnayn provides a comprehensive understanding of how to cultivate the character of an ideal daAoi and implement community development activities that emphasize achieving benefits and rejecting harm. Keywords : Dzul-Qarnayn. Community Development. jalb al-mashylih. ABSTRAK Gerakan pengembangan masyarakat sebagai respons sosial bertujuan untuk memberdayakan komunitas yang terpinggirkan agar menjadi mandiri dan aktif. Gerakan ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak dan lembaga. Namun demikian, penting bagi seorang Muslim untuk memahami konsep pengembangan masyarakat dari perspektif wahyu. Pertanyaan utama yang ada adalah: "Bagaimana konsep pengembangan masyarakat menurut Al-Qur`an?Ay Untuk menjawabnya, penulis menyelidiki konsep dan wawasan pengembangan masyarakat melalui kisah Dzulqarnain, seorang raja yang adil yang membangun negerinya dengan dukungan sumber daya dan kepemimpinan yang ideal, sebagaimana diceritakan dalam Surah Al-Kahfi ayat 83-98. Metode yang digunakan adalah tafsir dengan pendekatan prinsip membawa manfaat . alb al-mashyli. dan mencegah kerusakan . ar` al-mafysi. sebagai falsafah utama syariat Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan masyarakat dari perspektif Al-Qur'an melalui kisah Dzulqarnain memberikan pemahaman yang komprehensif tentang cara membangun karakter daAoi yang ideal dan melaksanakan kegiatan pengembangan masyarakat yang menekankan pada pencapaian kemaslahatan dan penolakan terhadap kerusakan. Kata kunci : Dzulqarnain. Pengembangan Masyarakat. jalb al-mashylih. Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License 71 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 PENDAHULUAN Kegiatan daAowah tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pengembangan masyarakat, bahkan daAowah itu sendiri dapat disebut sebagai pengembangan masyarakat, seorang daAoi atau juru daAowah adalah seorang relawan pengembangan masyarakat yang melakukan aktivitasaktivitas mengajak dan memfasilitasi manusia untuk menjadi hamba Allah dan menjalankan fungsinya sebagai khalifah di atas bumi ini. Seorang daAoi akan berusaha mengajak manusia kepada keadaan yang lebih baik, yaitu mengajak manusia untuk mengamalkan Islam, hal ini mencakup gerakan perbaikan dalam aspek akidah, ibadah, akhlak, muamalah, sosial politik, ekonomi, kesehatan dan lain-lain sebagai pemaknaan ajaran Islam dalam arti yang luas. Dalam konteks yang lain, istilah pengembangan masyarakat . ommunity developmen. merupakan istilah yang popular di dunia ilmu sosial yang dikembangkan di dunia Barat, kemunculannya sebagai respon dan tanggung- jawab terhadap problematika masyarakat khususnya dalam bidang ekonomi yang timpang dan banyaknya komunitas masyarakat yang dianggap tidak beruntung . secara ekonomi karena keterbelakangan komunitas tersebut sehingga tidak mampu memberdayakan sumberdaya manusia dan sumberdaya alamnya untuk peningkatan kualitas hidup komunitas tersebut. Zubaedi mengutip Winsome Robert menulis : Pengembangan masyarakat mulai tumbuh sebagai sebuah gerakan sosial pada tahun 1970-an menyusul mulai bangkitnya kesadaran progresif dari sebagian komunitas internasional untuk memberi perhatian terhadap kebutuhan layanan kesejahteraan bagi orang-orang lemah . , menerima model kesejahteraan redistributif secara radikal, memberlakukan model kewarganegaraan aktif dan memberi ruang bagi partisipasi warga dalam proses pembangunan. Ilmu pengembangan masyarakat pun terus berkembang dengan berbagai teori dan pendekatan yang ditawarkan, maka muncullah istilah community development atau pun community empowerment, umumnya pendekatan dan teori yang ditawarkan adalah untuk menjadikan masyarakat mandiri terutama pada pengembangan sumber-sumber ekonomi. Dalam responnya terhadap perkembangan keilmuan pengembangan masyarakat, para peneliti muslim mencoba mencari padanan kata yang tepat untuk membahas pengembangan masyarakat menurut sumber-sumber keislaman, kemudian muncullah istilah tathwyr dan tamkyn yang disebut-sebut sebagai bagian dari tugas daAowah Islam, tathwyr yang secara bahasa berarti pengembangan kemudian secara istilah dimaknai sebagai kegiatan daAowah dengan cara menjalankan ajaran Islam berupa pemberdayaan sumber daya manusia, sosial, ekonomi dan lingkungan. Dibandingkan istilah tathwyr sebenarnya istilah tamkyn lebih sakral. Sekurangnya disebutkan 11 kali dalam ayat-ayat Al-Qur`an, sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut. Ketika menjelaskan tentang raja Zulkarnain : a Aua acI aI EI EaNa aA eE aA A aOaO IaNa aI I aE aE a O s aa UA Artinya : AuSesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di . bumi, dan kami Telah memberikan kepadanya jalan . ntuk mencapa. segala sesuatuAy. (QS. Al-Kahf ayat . Ayat di atas menjelaskan tentang tamkyn berupa sarana dan potensi yang diberikan kepada manusia secara umum dan Dzulqarnain khususnya yang mampu dikembangkannya sehingga dapat mengelola dan mengembangkan kehidupan sesuai perintah Allah TaAoala. 1 Zubaedi. Pengembangan masyarakat: wacana dan praktik. Cetakan ke-1 (Rawamangun. Jakarta: Kencana, 2. , h. 2 Mukhlis Aliyudin. AuPengembangan masyarakat Islam dalam sistem dakwah islamiyah,Ay Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies 4, no. : h. KAIDAH MASLAHAH DALAM PENGEMBANGAN | 72 Dalam konteks daAowah, memajukan ekonomi sebuah masyarakat adalah kegiatan yang penting, karena ekonomi yang baik akan menjadikan masyarakat muslim mandiri, memilki kehormatan, berwibawa dan tidak bergantung kepada kekuatan-kekuatan luar yang seringkali melemahkan kaum muslimin. Masyarakat dan individu muslim yang memiliki kemandirian ekonomi, akan menjadikannya stabil, sebaliknya kelemahan ekonomi dapat berakibat pada rapuhnya keimanan, sebagaimana perkataan yang popular dari Ali ibn Abi Thalib bahwa kefakiran sangat dekat dengan kekufuran. Kesan semangat ekonomi begitu kuat dalam pengembangan masyarakat dapat terlihat pada pernyataan Muniruddin Awal berikut ini : Pengembangan masyarakat adalah komitmen dalam memberdayakan masyarakat lapis bawah sehingga mereka memiliki berbagai pilihan nyata menyangkut masa depannya, masyarakat lapis bawah umumnya terdiri atas orang-orang lemah, tidak berdaya dan miskin, karena tidak memiliki sumber daya atau tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol sarana produksi. Mereka pada umumnya terdiri atas buruh, petani penggarap, petani berlahan kecil, para nelayan, masyarakat hutan, kalangan pengangguran, orang cacat dan orang-orang yang dibuat marginal karena umur, keadaan gender, ras dan etnis. Kemudian Muniruddin awal mendefinisikan pengembangan masyarakat Islam sebagai Auwawasan dasar bersistem tentang asumsi perubahan sosial terancang yang tepat dalam kurun waktu tertentuAy. Dan menawarkan teori ekologi dan sumber daya manusia. sebagai teori yang sementara digunakan. Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa seorang juru daAowah seharusnya juga memililki skill dalam mengembangkan ekonomi masyarakat dia boleh mempelajari berbagai teori pengembangan masyarakat untuk mendukung kegiatan daAowahnya, dan dalam fakultas daAowah hal tersebut sudah dijawab dengan dibukanya program studi pengembangan masyarakat Islam di berbagai fakultas daAowah. Pengembangan masyarakat pada aspek ekonomi sangat penting tapi hal ini bukan prioritas dalam daAowah, karena tidak mungkin masyarakat Islam bisa terwujud jika hanya mengandalkan kemajuan ekonomi, bahkan Al-Qur`an pun banyak menceritakan kehancuran bangsa-bangsa sebelum Islam yang mendapatkan kemakmuran, kedigdayaan, kemampuan mengekploitasi sumber daya alam dan kekuasaan namun kemudian mereka berbuat kekufuran dan mendustakan para Nabi Allah yang diutus kepada mereka. Kemajuan ekonomi tidak pernah dianggap prestasi dalam literatur keislaman, jika hal tersebut tidak diiringi dengan apreasiasi yang tinggi terhadap iman dan akhlak mulia, seorang penyair terkenal Ahmad Syauqi Beik, menyebutkan : AOuII eEII eC I CO AuI INO N ECNI NOA Artinya : Audan sesungguhnya bangsa-bangsa akan tetap berdiri hanya dengan terpeliharanya akhlak, jika akhlak mereka lenyap, maka merkapun akan lenyapAy oleh karenanya cara pandang yang benar dalam hal ini perlu dibangun berdasarkan sumber-sumber keislaman terutama Al-Qur`an dan Sunnah. 3 Muniruddin Ahmad Awal. Dasar-Dasar Pengembangan masyarakat Islam : Analisis Theory Participatory Action Research dan Madani (Medan: Perdana Publishing, 2. , h. 4 Ibid. 5 Rawwyn Mukhaibir. AuTahlyl qashydah . nnama al-umam al-akhlyq my baqiya. li Ahmad Syauqy - Maudhu`,Ay diakses 29 April 2025, https://mawdoo3. com/ AEOE_CAO_. II_EII_EEC)_EI_OCOA 73 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 Beberapa penelitian memberikan perhatian kepada tema ini yaitu menggali konsep pengembangan masyarakat dalam Al-Qur`an, diantaranya Sany menyimpulkan bahwa ada tiga prinsip pemberdayaan berbasis pada nilai-nilai Al-QurAoan, yang pertama, prinsip ukhuwah atau persaudaraan. Kedua, prinsip tolong menolong . aAoawu. Ketiga, prinsip persamaan derjat antara manusia. 6 Demikian juga dengan Mukhlis Aliyyuddin, yang mencoba menggali makna pengembangan Masyarakat dalam Sistem daAowah Islam, yang menemukan istilah tamkyn yang menurutnya dapat dimaknai sebagai pengembangan masyarakat Islam. Al-Qur`an dan Hadits sebagai pedoman hidup manusia, berisi petunjuk untuk berbagai persoalan hidup manusia, termasuk bagaimana membangun konsep pengembangan masyarakat berdasarkan perpektif Islam yang dipandu Al-Qur`an dan Sunnah. Di antara ayat -ayat Al-Qur`an yang memberikan gambaran nyata dan pelaksanaan pemberdayaan dan pembangunan masyarakat manusia adalah kisah Dzulqarnain yang disebutkan dalam surah Al-Kahf ayat 83 sampai dengan ayat 98, dalam 16 ayat tersebut. Al-Qur`an meberikan kita kisah yang sarat dengan pelajaran dan hikmah termasuk dalam menmbangun konsep penegmbangan masyarakat. Sebagaimana disebutkan dalam 16 ayat tersebut. Kisah Dzulqarnain digambarkan sebagai seoragn raja yang beriman kepada Allah TaAoala, adil dan melakukan perjalanan ke bumi bagain barat, bagian timur, dan bagian lainnya, di setiap negeri yang didatangi Dzulqarnain, melakukan perbaikan. Islah, dengan berdaAowah, menyebarkan keadilan dan memastikan keamanan rakyat nya dari potensi-potensi kejahatan baik yang muncul dari dalam ataupun serangan dari luar. Aly Ash-Shallyby pemikir dan sejarwan Islam menyebutkan dalam artikelnya bahwa fikih Dzulqarnain dalam berinteraksi dengan bangsa-bangsa yang lemah adalah berupaya dengan sungguh-sungguh untuk mengeluarkannya dari kebodohan, keterbelakangan, kemalasan kepada ilmu, kemajuan, berperan aktif dan berkekuatan. Dzulqarnain memimpin sebuah proyek dengan ruh Jamaah dan melibatkan dirinya bersama-sama yang lainnya di Selain sebagai ayat-ayat Al-Qur`an yang sarat dengan nilai pengembangan masyarakat, berita tentang Dzulqarnain, raja salih dalam satu masa kehidupan manusia ini merupakan salah satu contoh dari sekian banyaknya metode . kisah yang digunakan dalam Al-Qur`an Dalam perspektif ulumul Qur`an. Fahd Ar-Rumy dalam kitab Dirasyt fy AoUlym alQur`an dengan merujuk kepada Dr. at-Tihamy Naqrah menyebutkan bahwa kisah-kisah dalam Al-Qur`an memilki keserupaan dengan kisah lainnya pada tiga unsur utama yang paling penting, tiga unsur diatas dapat dimanfaatkan untuk pendidikan dan penanaman akidah yang benar, yaitu . Pendidikan dengan peristiwa kisah . t-tarbiyah bi al-hadat. , pendidikan dengan kepribadian tokoh dalam kisah . t-tarbiyah bi asy-syakhshiyya. , pendidikan dengan dialog dalam kisah . t-tarbiyah bi al-hiwy. 9 Unsur syakhsiyyah dalam kisah Al-Qur'an seringkali hanya disebutkan sebagian sifatnya, namun demikian sifat-sifat tersebut mampu menggambarkan karakter ideal tokoh yang dikisahkan, dengan sedikit mengisyaratkan momen-momen lemah atau kritis namun tidak menjatuhkan dan mengurangi kemuliaan tokoh tersebut, sehingga menghindarkan kita 6 Ulfi Putra Sany. AuPrinsip-Prinsip Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perspektif Al QurAoan,Ay Jurnal Ilmu Dakwah 39, no. Oktober 2. : h. Aliyudin. AuPengembangan masyarakat Islam dalam sistem dakwah islamiyah,Ay h. 8 Aly Muhammad Ash-Shallyby. AuFiqh Ihyy` asy-SyuAoyb fy Qishshah Dzil Qarnain,Ay diakses 29 April 2025, https://w. com/article/5091. 9 Fahd ibn AoAbdurrahmyn ibn Sulaiman ar-Rymy. Dirysyt fy AoUlym al-Qur`yn al-Karym (Riyadh: tp, 2. , h. at-Tihymy Naqrah. Sykylyjiyyat al-Qishshah fy Al-Qur`yn (Aljazair: JymiAoah al-Jazy`ir, 1. , h. KAIDAH MASLAHAH DALAM PENGEMBANGAN | 74 bersikap berlebihan terhadap tokoh-tokoh yang dikisahkan. Unsur peristiwa . dalam kisah Al-Qur`an sangat menarik perhatian kita terhadap apa saja yang terjadi di dalamnya, baik melalui metode inderawi . ataupun melalui perenungan . a`ammu. , penggambarannya sangat kuat mempengaruhi jiwa dan kuat untuk menanamkan karakter. Unsur dialog . terutama dalam kisah-kisah yang panjang yang di dalamnya terjadi banyak dialog dan perdebatan. Al Qur'an memilih petikan perkataan yang berkesan, dengan menceritakannya dalam gaya bahasa yang singkat dan mengena . , yang mengalir darinya hikmah yang sering disampaikan melalui lisan para daAoi dalam dialog mereka sebagaimana para bijak dan pandai, atau petikan dari perkataan orang-orang menyimpang yang menyindir dan mengetuk hati-hati yang sakit dan jiwa yang menyimpang. Dari penjelasan di atas, ini penulis terdorong untuk mengungkap bagaimana pengembangan masyarakat yang dilakukan Dzulqarnain sebagaimana yang disebutkan di dalam Al-Qur`an. Dalam mengungkap bagaimana pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh Dzulqarnain sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur`an, penulis menggunakan metode tafsir, yaitu merenungi dan memahami ayat-ayat Al-Qur`an dengan berpedoman kepada penafsiran para ulama dalam batasan kemampuan manusia. Setelah mendapatkan informasi yang cukup terkait tafsir dan makna surah Al-Kahfi ayat 83-99 terkait kisah Dzulqarnain, penulis melakukan Analisa dan telaah konsep pengembangan masyarakat perspektif kisah Dzulqarnain dengan menggunakan kaidah mendatangakan maslahat . alb al-Mashyli. dan mencegah kerusakan . ar` al-mafysi. Kaidah di atas dipilih, karena sebagai bagian dari syariAoah Islam, daAowah pengembangan masyarakat, merupakan perwujudan dari tujuan Syariah yaitu mengusahakan dan optimalisasi kemaslahatan untuk manusia dan menghilangkan serta mengurangi kerusakan sebanyak mungkin, sebagaiman yang disebutkan oleh Ibnu Taimiyyah dalam minhyj as-Sunnah : a AA aOE EIA a A Oa a aOE EI aUAIOEaNA a au I E aOa I IaN EaO aA a AeEI aEA a A Oa CEaOEa aN aUA aA AeEaeaO aI aO a aA A aOaI a a a aeO AUAIA a a Aa aA AAE a aOaE a a A A a A a a 10 a AeEa aeOO aI aOOa Aa a aac E OIA A aI a eOa A a A a ac Oa aCAUAE O aIA a AI I a E aA Artinya : AuSesungguhnya pondasi syariAoah adalah menghasilkan dan menyempurnakan kemaslahatan serta menghilangkan mengurangi kerusakan seoptimal mungkin, serta mengetahui yang terbaik dari dua hal yang baik dan yang terburuk dari dua hal yang buruk sehingga mampu mendahulukan yang terbaik dari dua hal yang baik, dan mencegah yang terburuk dari dua hal yang buruk ketika terjadi pertentanganAy. Maslahah didefinisikan oleh Fakhruddin ar-Ryzi sebagai : A I EE O I OEOI OOE uEON OIE I eEIE O I OEOI OOE uEONA Artinya : Aukenikmatan . l-ladzdza. atau pun wasilah menuju al-ladzdzah tersebut sebaliknya kerusakan . l-mudharra. adalah kepedihan . l-ala. dan wasilah menuju kepedihan Ahmad Ar-raisyny menjelaskan bahwa definisi yang diberikan oleh ar-Ryzy tersebut banyak ditolak dan diberikan catatan, karena kata al-ladzdzah sering dipahami sebagai kesenangan jasady semata bahkan al-ladzdzah sering digunakan untuk kemaksiatan demikian 10 Taqiyyuddyn Ahmad ibn Taimiyyah. Minhyj as-Sunnah an_Nabawiyyah fy Naqdh Kalym asy-SyyAoah alQadariyyah (Riyadh: JymiAoah al-Imym Muhammad ibn SuAoyd al_Islymiyyah, 1. , v. 6 h. 11 Fakhr ad-Dyn ar-Ryzy, al-Mahshyl . tp: Mu`assasah ar-Risylah, 1. , v. 5, h. 75 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 kata al-alam yang berarti kepedihan, yang mana sebagian jenis ibadah justeru seringkali tampak sebagai kesukaran dan menahan kepedihan seperti ibadah shaum dan lainnya, oleh karenanya untuk menghindari kesalah-pahaman tersebut. Izzuddin ibn Abdussalam dalam kitabnya AuQawyAoid al-Ahkym, fy Mashylih al-AnymAy menjelaskan maksud kata al-ladzdzah dan al-alam tersebut. Izzuddyn menyebutkan bahwa kemaslahatan adalah kesenangan . l-ladzdza. dan sebab-sebabnya, kebahagiaan . l-afry. dan sebab-sebabnya, demikian juga kerusakan atau mafsadat ada empat macam, yaitu : kepedihan . l-ala. dan sebab-sebabnya, dan kesedihan . l-ghumy. dan sebab-sebabnya. Imam Aby Hymid al-Ghazyly seraya mencegah makna maslahah disalahpahami sebagai upaya memenuhi tujuan makhluk, kemudian mendefinisakan bahwa yang dimaksud maslahah adalah memelihara tujuan syariAoat yaitu : menjaga agama . ifzh ad-dy. , menjaga jiwa . ifzh an-naf. , menjaga akal . ifzh al-Aoaq. , menjaga keturunan . ifzh an-nas. dan menjaga harta . ifzh al-my. Ar-Raisyny seorang ualma kontemporer memberikan pernyataan bahwa kalimat para ulama muAotabar sepakat bahwa syariAoah datang dengan dua tujuan yaitu mendatangkan maslahat untuk manusia, dan menolak mafsadat dari mereka, baik urusan dunia demikian juga urusan akhirat, untuk mengutarakan hal ini ada beberapa istilah yang digunakan oleh para ulama yaitu jalb al-mashylih wa dar` al-mafysid, at-tahshyl wa al-ibqy`, an-nafAo wa ad-dafAo, alijtilyb wa al-ijtinyb. Bersama kesepakatan di atas, perdebatan juga muncul terkait jalb al-mashylih dan dar` al-mafysid, dalam kasus mana yang lebih didahulukan terkhusus ketika keduanya berhadaphadapan, mayoritas ulama mendukung kaidah Dar` al-Mafysid Muaqaddam Aoala Jalb al-Mashylih atau menolak keburukan didahulukan daripada menghasilkan kemaslahatan, dengan syarat ketika keduanya betul-betul pada kondisi yang seimbang. Namun demikian kaidah diatas tidak berarti bahwa dafAo al-mafysid itu lebih utama, dalam artikelnya yang mengulas kaidah jalb al-mafysid dan dar` al-mafysid mana pokok . dan mana cabang . Ahmad ar-Raisyny mengingatkan bahwa jalb al-mashylih adalah pokok dan dar` al-mafysid adalah cabang. Kesimpulan di atas, dikuatkan oleh Ar-raisyny dengan dengan menyajikan argumentasi Ibnu Taimiyah dalam MajmuAo Fatawa, yang mengulas tentang perintah sebagai perwujudan dari menghadirkan kemaslahatan dan larangan sebagai realisasi dari mencegah kerusakan. Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa mengerjakan perintah lebih agung daripada menjauhi larangan, demikian pula pahalanya lebih besar. Di tempat lainnya Ibnu Taimiyah AI AE IEIO N AE ONO IECAO OI E IEINO IN A ONO EA Artinya : AuMengerjakan perintah adalah pokok dan tujuan, sedangkan menjauhi larangan adalah cabang, dan sifatnya mengikutiAy16 12 AoIzzuddyn ibn AoAbdissalym ad-Dimasyqy. QawyAoid al-Ahkym fy Mashylih al-Anym (Kairo: Dyr al-Kutub alIAolmiyyah, 1. , v. 1, h. 13 Aby Hymid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazyly, al-Mushtashfy (Dyr al-Kutub al-IAolmiyyah, 1. , 14 Ahmad ar-Raisyny. Adz-DzaryAoah ily Maqyshid asy-SyaryAoah (Al-Manshyrah: Dyr al-Kalimah, 2. , h. 15 Ahmad ar-Raisyny. AuJalb al-Mashylih wa Dar` al-Mafysid . al-Ashl wa al-Far`,Ay diakses 28 Mei 2025, https://islamonline. net/ AEIAA-AOA-AEIAEA-AEA/. 16 Taqiyyuddyn Aby al-AoAbbys Ahmad ibn AoAbd al-Halym ibn Taimiyyah al-Harryny. MajmuAo al-Fatywy (KSA: Majma` al-Malik Fahd lithibaAoah al-Mushhaf asy-Syaryf, 1. , v. 20, h. ar-Raisyny. AuJalb al-Mashylih wa Dar` al-Mafysid . al-Ashl wa al-Far`. KAIDAH MASLAHAH DALAM PENGEMBANGAN | 76 Kesimpulan ini juga relevan dengan perkataan yang disebutkan oleh Imam asySyythiby bahwa metode syarAoi . haryqah asy-syarA. yang dalam memelihara dan merawat kemaslahatan dengan dua perkara, yang pertama, dengan sesuatu yang dapat menegakkan rukun-rukunya, atau memliharanya dari aspek memastikan eksistensinya . ynib al-wujy. Yang kedua, dengan sesuatu yang mencegahnya dari tidak berfungsi baik yang terjadi ataupun yang diperkirakan akan terjadi, atau menjaganya dari aspek ketidak-eksisan . l-Aoada. 17Tentu aspek wujyd adalah pokok dan lebih utama daripada aspek Aoadam. Dalam kaitannya dengan pengembangan masyarakat, kaidah jalb al-mashylih wa dar` almafysid sudah seharusnya menjadi falsafah dan dasar yang memandu proses pengembangan masyarakat, apapun gerakan yang dilakukan harus dalam kerangka tujuan syariAoat sebagaimana yang disebutkan oleh para ahli syariah di atas. HASIL DAN DISKUSI Kisah Dzulqarnain sarat dengan contoh-contoh pengembangan masyarakat dalam konteks masanya, sebagai kisah yang disebutkan di dalam Al-Qur`an, maka kisahnya merupakan bagian dari model dan panduan dalam berbagai hal yang terkait dengannya termasuk dalam konteks pengembangan masyarakat. Kisah Dzulqarnain disebutkan dalam Al-Qur`an surah Al-Kahf ayat 83 sampai ayat 99, kisah ini tidak disebutkan dalam surah lainnya, salah satu sebab diturunkannya kisah ini adalah sebagai jawaban terhadap orang-orang Kafir Quraisy berdasarkan konsultasi mereka kepada orang-orang Yahudi untuk menguji kebenaran risalah Nabi Muhammad SAW dengan menanyakan sebuah kisah yang hanya diketahui orang-orang khusus dari para rabi Yahudi. Pembahasan tentang kisah Dzulqarnain dapat dibagi ke dalam 4 pembahasan, pertama, mukaddimah kisah, kedua, perjalanan ke barat, ketiga perjalanan ke timur, keempat perjalanan ke negeri di antara dua gunung. Pertama, mukaddimah Kisah Dzulqarnain diawali dengan jawaban terhadap orang-orang yang bertanya tentang Dzulqarnain, kemudian penegasan bahwa dalam kisah ini terdapat pelajaran . , selanjutnya dijelaskan bahwa Allah TaAoala memberikan nikmat yang begitu besar kepada Dzulqarnain. Allah TaAoala berfirman : a Aua acI aI EI EaNa aA eE aA A aOaO IaNa aI I aE aE a O s aa UA Artinya : AuSungguh. Kami telah memberi kedudukan kepadanya di bumi, dan Kami telah memberikan jalan kepadanya . ntuk mencapa. segala sesuatuAy (QS. Al-Kahfi ayat . Allah TaAoala memberikan Dzulqarnain tamkyn , dijadikannya sebagai seorang raja yang berkuasa serta diberikan ketersediaan sumber daya yang bahkan tidak terbatas . tainyhu min kulli syaiin sababa. Ibnu Asyur menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan tamkyn adalah memberinya kemampuan untuk bertindak. As-SaAody menjelaskan bahwa tamkyn yang Allah TaAoala berikan kepada Dzulqarnain, berupa dijadikannya penguasa dan kemampuan memperluas kekuasaannya, diberikan sumberdaya . dan kemampuan untuk mengelola sumberdaya tersebut, karena tidak semua yang memilki sumberdaya mampu mengelolanya dengan baik. Kemudian AsSaAody menambahkan bahwa Allah dan Rasul-Nya tidak menjelaskan hakikat sumberdaya 17 Ibryhym ibn Mysy ibn Muhammad al-Lakhmy asy-Syythiby, al-Muwyfaqyt (Dyr Ibn AoAffyn, 1. , v. ar-Raisyny. AuJalb al-Mashylih wa Dar` al-Mafysid . al-Ashl wa al-Far`. Ay 18 Muhammad ath-Thyhir ibn AoAsyyr. Tahryr al-MaAony as-Sadyd wa Tanwyr al-AoAql al-Jadyd min Tafsyr al-Kityb al-Majyd (Tynis: ad-Dyr at-Tynisiyyah, 1. , v. 24, h. 77 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 yang diberikan kepada Dzulqarnain, bahkan berita-berita valid dari sumberlain pun pun tidak ada, namun kami meyakini secara umum bahwa yang dimaksud asbyb itu adalah berupa kekuatan besar baik yang bersifat internal ataupun eksternal, memiliki pasukan yang besar, system dan disiplin yang baik, perlengkapan teknologi yang memungkinnya mengalahkan musuh-musuhnya dan mengurusi bumi bagian barat dan timur serta pelosokpelosok lainnya. Dalam konteks pengembangan masyarakat juga demikian, diperlukan adanya sumber daya, dimulai sumber daya pelaku pengembangan kemudian membangun sumber daya orang-orang yang menjadi objek pengembangan. Dengan bimbingan Allah kemudian didukung ketersediaan sumber daya Dzulqarnain memiliki kemampuan ekspansi daAowahnya ke negeri -negeri yang ada di Barat )a Al-Kahf ayat . dan negeri-negeri yang ada di timur (Al-kahf ayat . Kedua, perjalanan ke negeri bagian barat, dalam daAowah yang sarat dengan nilai pengembangan masyarakat. Dzulqarnain menampilkan kepemimpinan yang matang . Dzulqarnain memilih untuk bersikap tegas terhadap orang-orang yang ingin tetap dalam kekafiran dan melakukan kerusakan, kemudian memberikan apresiasi atau penghargaan terhadap orang-orang yang beriman dan melakukan amal kebaikan. Sebagaiman disebutkan dalam surah Al-Kahf ayat : a s a a s OO a a aI a aN Ca OUI CaEIa aO a E aCIaA a AIA A aOua IA a AeO ua I a I a aA a A aO a a aN a aA a Aa ac ua a aEa a aI aA A E A a a a A aA a eOA a A) OaI II II O aIE AA87( AA Ia aN aa O ac uaaE aaN AaO aN aU IaEA a Aa I aA AaEUA a aA) CA86( A a AaO aN I a IUA a a aa aa Aa aA U U a aa a a a aa aa a a AE aI aI I aEa aI Aa a OA a a AaEaI OIa aCA )88( AUA a a a aEaNa aaU a A AOE EaNa I I aI acI Oa A Artinya : AuHingga ketika dia telah sampai di tempat matahari terbenam,1 dia melihatnya . terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan di sana ditemukannya suatu kaum . idak Kami berfirman, "Wahai Zulkarnain! Engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan . engajak berima. kepada mereka. " . Dia (Zulkarnai. berkata, "Barangsiapa berbuat zalim. Kami akan menghukumnya, lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian Tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras. Adapun orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka dia mendapat . yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami sampaikan kepadanya perintah kami yang mudah-mudah. " (QS. Al-Kahf ayat 86-. Kisah Dzulqarnain dalam ayat di atas, memberikan kita asas atau pondasi pemberian sanksi dan apresiasi adalah timbangan sebuah masyarakat dan sebab kemajuannya, sebuah masyarakat yang tidak memiliki timbangan ini akan berakhir menjadi masyarakat yang berantakan dan kacau-balau, kemudian Asy-SyaAorawi menyoroti malfungsi menejemen yang terjadi di negerinya, banyak orang-orang yang kebal hukum . auq al-qyny. , yang membuat orang-orang malas, demikian pula banyak orang yang diberikan imbalan dan jabatan padahal bukan orang-orang yang produktif berkarya, justeru orang-orang penjilat dan munafik. Dalam rangka menegakkan keadilan dan membangun tradisi yang baik pada kaum yang ada di bagian barat ini, sebagaimana dijelaskan para ulama tafsir. Dzulqarnain harus menetap beberapa waktu yang cukup lama untuk memastikan misi daAowahnya terlaksana. Abu Zahroh dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kata AotsummaAo yang berarti kemudian, 19 AoAbdurrahman ibn Nyshir as-SaAody. Taisyr al-Karym ar-Rahmyn fy at-Tafsyr al-Kalym al-Mannyn . Mu`assasah ar-Risylah, 2. , h. 20 Muhammad Mutawally asy-SyaAorywy. At-Tafsyr asy-SyaAorawy . tp: MathybiAo Akhbyr al-Yaum, 1. , v. KAIDAH MASLAHAH DALAM PENGEMBANGAN | 78 menunjukkan aktifitas perpindahan yang bersipat lambat atau berangsur-angsur . t-tarykh. tidak langsung, ini menunjukkan bahwa selama di wilayah Barat. Dzulqarnain memimpin secara langsung untuk waktu yang cukup lama, hal ini karena menegakkan pondasi-pondasi keadilan memerlukan waktu yang cukup, sehingga keadilan itu meresap menjadi adat dan tradisi kaum tersebut. Tafsir Abu Zahroh di atas dikuatkan oleh Wahbah Az-Zuhaliy bahwa Allah TaAoala memberi Dzulqarnain dua pilihan. pertama, membinasakan orang-orang kafir secara keseluruhan atau melakukan perbaikan adan berdaAowah pada mereka, dan Dzulqarnain memilih pilihan yang kedua, dia menetap beberapa waktu yang lama, memberi kesempatan kepada kaum di bagian Barat ini dengan berdaAowah, menegakkan keadilan dan menolongorang-orang lemah. Ketiga, perjalanan ke negeri timur. Terkait bagian perjalanan ini. Allah TaAoala a AIA AEA a A) aE aEA90( A aO a a aN aEa a aEaO Ca OI aIE aI a E aaEaI aI I aOaIa a UeA A) a ac uaa aEa a aIE a E A89( a a a a aaUA AaIa a Ea aOaN a UeA a AaOCa A Artinya : AuKemudian dia menempuh suatu jalan . ang lai. Hingga ketika dia sampai di tempat terbit matahari . ebelah Timu. bersinar di atas suatu kaum yang tidak Kami buatkan suatu pelindung bagi mereka dari . ahaya matahar. itu, . demikianlah, dan sesungguhnya Kami mengetahui segala sesuatu yang ada padanya (Dzulqarnai. Ay. (QS. Al-Kahf ayat : Pada perjalanan yang kedua ini. Dzulqarnain melakukan pelawatan ke negri bagian timur, seakan-akan matahari terbit disana. Dzulqarnain kemudian mendapati kaum yang menurut sebagain ahli tafsir mereka masih hidup terbelakang, tidak ada bangunan yang melindungi mereka dari matahari, saat matahari terik mereka berlindung di goa-goa di bawah tanah23, terkait aktivitas daAowah Dzulqarnain di negeri bagian timur ini. Allah taAoala memberikan informasi yang sangat ringkas, menurut pendapat ulama tafsir bahwa Dzulqarnain juga melakukan perbaikan sebagaimana yang dilakukannya di negeri bagian Abu Zahrah menjelaskan Allah TaAoala mengarahkan Dzulqarnain kepada kaum di bagian timur, sebagaimana mengarahkannya ke negeri bagian barat, untuk menyebarkan keadilan, keamanan dan ketenangan, perjalanan ke timur ini sebagaimana ke barat memikul berbagai beban tersebut. Keempat, perjalanan negeri di antara dua gunung. Dzulqarnain melanjutkan kisah perjalanannya ke bagian bumi lainnya yang memilki ciri adanya dua gunung yang bercelah diantara keduanya, di antar dua gunung tersebut terdapat sebuah kaum yang sering menjadi korban serbuan suatu kaum perusak yaitu Ya`juz dan Ma`juz yang merusak, membunuh, merampas harta dan lain-lain, kaum yang teraniaya-aniaya ini meminta bantuan raja Dzulqarnain untuk membangunkan dinding yang menghalangi kaum perusak tersebut dan mengamankan negeri mereka, mereka bahkan menawarkan upah atau upeti untuk 21 Muhammad Aby Zahrah. Zahrah at-Tafysir . tp: Dyr al-Fikr al-AoAraby, t. , v. 9, h. 22 Wahbah az-Zuhaily. At-Tafsyr al-Munyr fy al-AoAqydah wa asy-SyaryAoah wa al-Manhaj (Damaskus: Dyr al-Fikr, 2. , v. 16, h. 23 Aby al-Fidy` IsmyAoyl ibn AoUmar Ibn Katsyr. Tafsyr Al-Qur`yn al-AoAzhym . tp: Dyr Thayyibah li an-Nasyr wa at-TauzyAo, t. ), v. 5, h. 24 Aby Zahrah. Zahrah at-Tafysir, v. 9, h. 79 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 pembangaunan dinding tersebut, namun ada sedikit kendala komunikasi bahasa yang pada akhirnya berhasil dipecahkan. Kisah ini disebutkan dalam rangkaian ayat berikut : aa a A) CaEaO aaOaA93( AO aI Oa A aC aNO aI Ca OUaEA a AeO E O aI aO a a I I aOaI aI Ca OUI aE Oa aEA a A) a ac uaa aEa a aA92( a a a a aa UA aa a AO aI A a aO aI a eE aA AE aI aI E acIA a aA) CA94( AE a U aEaO a I a a aE aO Ia Ia aOaO Ia aN I aUcA a aA Aa aN E aI a aE EA a AO aOaI aA a AE aC IaeO u I aaO aA a a A) a aOaI A95( AaOIa aOaI aaC Os aE O Ia aEI O O Ia NI IA a a aON ac eO a a AA a A AE I aA aO a acA a aAeO CA AeO E A a AaEaO a ac ua a a aOO aA U A a a a a a a A UAa a A a A) Ca aE aN a a aaU I I aacA97( aO EaNa Ia CUA a aAua a a aEaNa aacI U CA aO a I Oa aN aONa aOaI A A) Aa aI A96( AE aOaI aA a aEaON CUA au a aa aO a aac a aEaNa a Ea aOaE aI aO a aac aCUcA Artinya : AuKemudian dia menempuh suatu jalan . ang lain lag. Hingga ketika dia sampai di antara dua gunung, didapatinya di belakang . edua gunung it. suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan. Mereka berkata, "Wahai Zulkarnain! Sungguh. Ya`jj dan Ma`jj itu . akhluk yan. berbuat kerusakan di bumi, maka bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka?" . Dia (Zulkarnai. berkata, "Apa yang telah dianugerahkan Tuhan kepadaku lebih baik . aripada imbalanm. , maka bantulah aku dengan kekuatan, agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka, . berilah aku potongan-potongan besi!" Hingga ketika . besi itu telah . sama rata dengan kedua . gunung itu, dia (Zulkarnai. berkata, "Tiuplah . pi it. !" Ketika . itu sudah menjadi . erah sepert. api, dia pun berkata, "Berilah aku tembaga . ang mendidi. agar kutuangkan ke atasnya . esi panas it. " . Dia (Zulkarnai. berkata, "(Dindin. ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila janji Tuhanku sudah datang. Dia akan menghancurluluhkannya. dan janji Tuhanku itu benar. Ay (QS. Al-Kahf ayat 93-. Di negeri antara dua gunung ini. Dzulqarnain melakukan kegiatan yang serupa dengan dua negeri di barat dan di timur namun tantangan di negeri ini lebih berat, yaitu kendala bahasa dan serbuan kaum perusak yang ditangani dengan pembangunan tembok raksasa di antara dua gunung untuk menghalangi Ya`juz dan Ma`juz. Diantara skill daAowah pengembangan masyarakat yang dimiliki Dzulqarnain dan orang-orang bersamanya adalah skill berkomunikasi yang baik bahkan mampu berkomunikasi dengan berbagai bahasa, walau awalnya sulit dipahami namun pada akhirnya mampu menyelasaikan hambatan komunikasi dengan baik. Syaikh Abdurrahman As-SaAody menjelaskan bahwa Allah telah memberikan Dzulqarnain sumberdaya ilmu bahasa yang dapat memahami berbagai bahasa disekitarnya, hambatan bahasa sebagaiman dalam ayat di atas bisa jadi disebabkan lidah mereka yang asing atau cara berpikir mereka yang asing, namun kemudian hambatan itu bisa diatas dengan baik. Kepemimpinan yang matang dan dewasa kemudian diperlihatkan lagi ketika Dzulqarnain menolak upah dari manusia, lebih memilih memuji Allah TaAoala atas nikmat yang diberikan kepadanya. Dzulqarnain ingin menunjukkan izzah bahwa dirinya bukan seperti raja -raja lainnya yang rakus terhadap dunia. Dzulqarnain tidak menginginkan upah dalam bentuk apapun dari mereka. Demikian juga para daAoi harus menampilkan izzah-nya, kebenaran harus ditampilkan dengan kemuliaan, tidak ada larangan menerima penghargaan berupa upah dari masyarakat, tapi hal tersebut tidak boleh menjadi tujuannya, tujuannya adalah pahala dari Allah taAoala, dan seorang daAoi yang mampu menampilkan Aoizzahnya sangat berpengaruh dalam membangun Aoizzah dalam diri masyarakat yang didakwahinya, oleh karenannya penting 25 as-SaAody. Taisyr al-Karym ar-Rahmyn fy at-Tafsyr al-Kalym al-Mannyn, h. KAIDAH MASLAHAH DALAM PENGEMBANGAN | 80 seorang daAoi menjadi orang yang cukup, sehingga tidak lagi terbelenggu oleh upah duniawi, hal ini tentunya bermula dari keimanan dan ketakwaan kepada Allah TaAoala. Dzulqarnain juga menjadi model dalam mengembangkan masyarakat yang membutuhkan bantuannya. Dzulqarnain mengajak mereka untuk bersama-sama berbuat, tidak membiasakan orang-orang yang dibantunya berpangku tangan, mereka harus terlibat menyelesaikan masalah mereka sendiri, pun demikian Dzulqarnain mengajarkan mereka cara membangaun tembok besi yang dapat menutup jalan tembus Ya`juz dan Ma`juz yang sering melakukan kerusakan di negeri mereka. Dzuqarnain tidak pelit berbagi ilmu untuk kemaslahatan manusia. As-SaAody menjelaskan bahwa kedigdayaan Dzulqarnain telah masyhur sehingga kaum tersebut meminta bantuan Dzulqarnain dan menawarkan upeti untuk membangunkan tembok pembatas. Dzulqarnain bukan pribadi raja yang tamak akan dunia, dan bukan raja yang tidak peduli terhadap rakyatnya, ia selalu ingin menyebarkan kebaikan . Dzulqarnain menyetujui permintaan mereka dan sama sekali tidak meminta upah atas kerja besar tersebut, dari pada meminta upah Dzulqarnain melibatkna mereka untuk membangun tembok petasa tersebut. Asy-SyaAorawy menyebutkan bahwa Dzulqarnain bukanlah orang yang berkelana sendirian, tetapi Allah memberinya kekuasaan segala sumberdaya, ia bersama pasukannya, kekuatan dan beragam perlengakapan, juga para ahli dan pekerjanya, sebenarnya ia bisa saja memerintahkan pasukannya untuk membangaun tembok ini, tetapi dia lebih memilih melibatkan kaum tersebut dalam pekerjaan membangun tembok, sehingga dapat melatih mereka dan mengajari mereka kemandirian selama mereka mampu. Kecerdasan dan kematangan kepemimpinan Dzulqarnain juga terlihat dari pilihannya untuk membantu membuat dinding besi yang mencegah bangsa perusak, walaupun Dzulqarnain raja dunia terbesar pada masa itu yang mungkin saja mampu berperang melawan bangsa perusak, namun dalam hal ini Dzulqarnain lebih memilih menolak kerusakan daripada mendahulukan kemaslahatan semu yang belum tentu diraihnya. Analisa penerapan kaidah mendatangkan Maslahah dan menolak Mafsadat dalam kisah Dzulqarnain. Untuk menggali nilai-nilai pengembangan masyarakat dalam Kisah Dzulqarnain penulis menggunakan pendekatan kaidah mendatangkan kemaslahatan . alb al-mashyli. dan menolak kerusakan . afAo al-mafysi. hakikatnya mendatangkan kemaslahatan adalah kaidah utama, sedangkan menolak kerusakan adalah bagian dari prinsip mendatangkan kemaslahatan, demikian juga dalam pelaksanaanya jalb al-mashylih merupakan aktivitas utama, sedangkan dar` al-mafysid merupakan aktifitas yang melengkapinya. Demikian pula. Penulis mendapatkan bahwa mewujudkan kemaslahatan . t-tahshy. mendominasi gerak daAowahnya Dzulqarnain dalam konteks pengembangan masyarakat, hal ini wajar karena tahshyl al-mashalih merupakan bentuk gerak hidup dan upaya-upaya positif mengembangkan masyarakat, baru kemudian mashalih tersebut dirawat dan dijaga dengan dar` al-mafasid atau menolak keburukan. Berkut ini di antara nilai-nilai pengembangan masyarakat dalam kisah Dzulqarnain secara umum yang tercakup di dalamnya jalb al-mashylih dan dar` al-mafysid. Analisa dibagi berdasarkan kategori unsur-unsur kisah dalam Al-Qur`an sebagaimana disebutkan at-Tihymi 26 Ibid. 27 asy-SyaAorywy. At-Tafsyr asy-SyaAorawy, v. 14, h. 81 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 Naqrah, namun untuk memudahkannya penulis membaginya menjadi dua bagian pertama, berdasar sifat tokoh . Dzuqarnain. Kedua, berdasarkan peristiwa kisah . dan dialog kisah . Dari sifat pribadi . raja Dzulqarnain sebagai model daAoi pengembangan masyarakat, dapat diambil beberapa prinsip mendatangkan kemaslahatan dalam pengembangan masyarakat, yaitu : Dzulqarnain sebagai raja yang beriman dan mengembangkan daAowah dalam hidupnya, menunjukkan bahwa pelaku pengembangan masyarakat harus orang yang beriman kepada Allah TaAoala, dialah orang yang dengan keimanannya mengarahkan arah pengembangannya kepada hal-hal yang diridhai Allah. Dzulqarnain digambarkan secara umum sebagai pribadi yang memiliki kematangan kepemimpinan . iyydah ar-rysyida. dan keahlian yang mumpuni dalam berkomunikasi dan menguasai teknologi, demikian juga pelaku pengembangan masyarakat harus orang yang terbangun skill kepemimpinan pada dirinya, cakap berkomunikasi dan mampu perkembangan teknologi sesuai zamannya, bahkan mampu menghadirkan solusi yang melewati Dari aktivitas daAowah raja Dzulqarnain yang tergambar dalam peristiwa . dan dialog . dalam kisah Al-Qur`an, dapat dipetik beberapa pelajaran untuk pengembangan masyarakat, yaitu : Allah TaAoala memberikan Dzulqarnain kekuasaan . dan berbagai sumber daya pendukung yang tidak terbatas . tainahu min kulli syaiin sababa. , dalam konteks daAowah pengembangan adanya landasan legal dapat sangat membantu pelaksanaan program pengembagan masyarakat, apalagi didukung sumber daya yang cukup, maka para daAoi harus mengusahakan hal ini sesuai Dzulqarnain menyebarkan keadilan di setiap negeri, dengan menghukum orang-orang yang berbuat kerusakan dan memebrikan apresiasi kepada orangorang yang berbuat kebaikan, dalam kaitan kemaslahatan pengembangan masyarakat, perlu adanya prosedur dan komitmen penegakkan aturan dengan tegas yang dapat memberikan sanksi secara adil dan berimbang kepada orangorang yang melakukan penyimpangan dari prosedur atau peraturan yang telah ditetapkan dan memberikan penghargaan dan apresiasi terhadap orang-orang yang komitmen terhadap peraturan dan secara aktif terlibat memajukan program pengembangan masyarakat. Dalam menegakkan keadilan tidak dapat dilakukan dengan instan, membutuhkan waktu yang lama, oleh karenanya Dzulqarnain untuk sementara berkedudukan di negeri-negri yang dilewatinya untuk memastikan daAowah dan keadilan terlaksana, demikian juga dalam pengembangan masyarakat memerlukan orang yang dapat terlibat langsung bersama masyarakat, mengawal dan memastikan program pengembangan masyarakat berjalan sesuai dengan rencana. Dzulqarnain dalam perlawatannya ke berbagai negeri membawa pasukan yang dapat mendukungnya, disana ada yang ahli perang, ahli pembangunan, ahli berkomunikasi, para daAoi dan lain-lain, dalam pengembangan masyarakat juga demikian, selain dipimpin oleh daAoi yang beriman dan memiliki kapabilitas dan KAIDAH MASLAHAH DALAM PENGEMBANGAN | 82 leadership yang mumpuni, juga harus didukung oleh tim yang baik, yang memiliki beragam kemampuan yang dapat mendukung terlaksananya program pengembangan masyarakat. Ketika ditawari upah atas pembangunan tembok yang menghalangi Ya`juz dan Ma`juz. Dzulqarnain menolaknya dan lebih memilih meminta bantuan berupa tenaga kaum tersebut, dengan ini mereka bisa dilatih untuk mampu mempertahankan dirinya. Adapun dalam pengembangan masyarakat sebagi proses memberdayakan masyarakat dan menjadikan mereka mandiri dalam menyelesaikan permasalahannya, oleh karenanya berbagai program pengembangan harus aktif melibatkan masyarakat. Masih terkait dengan penolakan Dzulqarnain atas upah, peristiwa ini mengajarkan kepada daAoi bahwa selain membangun kemandirian masyarakat, hal yang lebih penting dalam pengembangan masyarakat adalah membangun karakter kehormatan diri (Aoizza. pada masyarakat, dengan contoh dari daAoi yang tidak mudah menengadahkan tangan kepada masyarakat. Dzulqarnain dengan sigap membantu rakyat yang teraniaya oleh Ya`juz dan Ma`juz, membangun tembok pembatas, dan memberikan rasa aman bagi rakyat dan negara dari serangan musuh yang berbahaya, demikian juga dengan Pengembangan masyarakat harus mampu membangun rasa aman masyarakat, mengantisipasi bahaya baik yang datang dari dalam ataupun yang datang dari Setelah berhasil membangun tembok pembatas. Dzulqarnain menolak menisbatkan keberhasilan tersebut kepada dirinya, namun Dzulqarnain mengatakan bahwa ini merupakan rahmat dari Rabbku, demikian juga dalam daAowah pengembangan masyarakat harus dibangun di atas dasar keimanan, apaupun prestasi yang dicapai harus dikembalikan kepada rahmat dan pertolongan Allah TaAoala. Perjalanan Dzulqarnain yang berkiling dunia, berdaAowah dan menyebarkan keadilan dan perbaikan menjadi pelajaran bagi kita bahwa daAowah pengembangan masyarakat adalah gerakan aktif, jika sudah berhasil di satu tempat atau daerah, manfaatnya harus bisa disebarkan kepada daerah-daerah Secara umum pelaksanaan jalb al-mashylih mendominasi nilai-nilai pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh Dzulqarnain, sebagaimana disebutkan di atas, sedangkan prinsip menolak kerusakan, . ar` al-mafysi. sebagai penyempurna kemaslahatan, sekurangnya terlaksana pada dua aktivitas daAowah pengembangan masyarakat dalam konteks daAowah Dzulqarnain, yaitu : Memiliki prosedur dan komitmen untuk memberikan sanksi kepada orangorang yang tidak patuh terhadap peraturan, yang potensial merusak program Mencegah bahaya yang datang dari luar, jika Dzulqarnain membangun tembok, maka daAoi pengembangan masyarakat dapat memastikan keamanan masyarakat binaan dengan berbagai hal relevan di lingkungannya. (Jika yang point pertama adalah membangun keamanan internal, point dua ini adalah menjaga keamanan eksterna. 83 | Bina Ummat | Vol 8 | No. 1 | 2025 Analisa di atas menunjukkan bahwa Jalb al-Mashylih merupakan aktivitas utama dalam pengembangan masyarakat, sedangkan dar` al-Mafysid meskipun minor, namun menjadi pelengkap yang merawat eksistensi dan fungsi mashylih lainnya. KESIMPULAN Berdasarkan perspektif Al-Qur`an melalui telaah kisah Dzulqarnain, menunjukkan bahwa pengembangan masyarakat adalah kegiatan daAowah yang membangun kemaslahatan dan menolak kerusakan yang sifatnya komprehensif, yang dapat dibagi menjadi dua hal pertama, karakter daAoi pengembang masyarakat, harus merupakan orang yang beriman, memiliki kedudukan legal, didukung kemampuan mengolah sumberdaya, memiliki kepemimpinan yang matang, memiliki kecakapan komunikasi dan menguasai teknologi yang dapat mendukung pengembangan masyarakat. Kedua, dalam aktivitas pengembangan masyarakat, seorang daAoi pengembang harus mampu merealisasikan keadilan, memiliki prosedur penegakan aturan sanksi dan apresiasi, serta keterlibatan langsung dalam masyarakat. Selain itu, pentingnya membangun kemandirian dengan melibatkan mereka dalam kegiatan pengembangan, membangun karakter kehormatan . dan membangun rasa aman aman baik dari ancaman internal ataupun eksternal. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa prinsip jalb al-mashylih . endatangkan kebaika. lebih mendominasi dalam upaya pengembangan masyarakat, sedangkan prinsip dar` al-mafysid . enolak keburuka. meskipun minor, prinsip ini berfungsi sebagai pelengkap dan menjaga kemaslahatan lainnya agar tetap eksis dan berfungsi. DAFTAR PUSTAKA