Jurnal Penabiblos. Vol. No: 3. E-ISSN : 2086-6097. November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen PENGHUKUMAN ALLAH KEPADA UMAT-NYA DALAM KITAB YEREMIA DAN RELEVANSINYA BAGI UMAT ALLAH MASA KINI Epafras Mujono. Vanda Tegar Wicaksono Universitas Kristen Immanuel epafrasmujono@ukrimuniversity. id vandategar@ukrimuniversity. ABSTRACT This research is based on the impression that the Book of Jeremiah has been marginalized in theological studies and in the practical delivery of God's word. Apart from that, the subject of God's punishment or discipline towards His people nowadays is somewhat neglected, because of the assumption that living in a time of grace, everything is God's gift, while God's acts of punishment are of little concern. This research is library research using descriptive methods. the main aim of this research is to describe the data in the Book of Jeremiah, regarding God's judgment on His people and explain its relevance for God's people today. The literature study focused on studying the text in the Book of Jeremiah, while other data was obtained from commentary books and other supporting books. Key words: God's judgment. God's people. Book of Jeremiah ABSTRAK Penelitian ini berlatar belakang, adanya kesan terkesampingkannya Kitab Yeremia dalam studi teologi maupun dalam praktis penyampaian firman Tuhan. Selain itu, pokok penghukuman atau pendisiplinan Allah terhadap umat-Nya di masa sekarang ini agak terabaikan, karena anggapan bahwa hidup di masa anugerah segala sesuatu anugerah Tuhan sedangkan tindakan hukuman Allah, kurang menjadi perhatian. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode deskriptif. Jadi tujuan utama dari penelitian ini adalah mendeskripsikan data-data dalam Kitab Yeremia, mengenai penghukuman Allah atas umat-Nya dan menjelaskan tentang relevansinya bagi umat Tuhan masa kini. Studi kepustakaan difokuskan kepada studi teks dalam Kitab Yeremia, sedangkan data yang lain diperoleh dari buku-buku tafsiran dan buku-buku pendukung lainnya. Kata-kata kunci: Penghukuman Allah. Umat Allah. Kitab Yeremia Pendahuluan Latar belakang dari penelitian ini adalah: Pertama, adanya kesan AoterkesampingkannyaAo Kitab Yeremia, dalam studi Alkitab Perjanjian Lama. Dalam pandangan penulis. Kitab Yeremia seperti dikesampingkan, kurang diperhatikan dalam studi kitab-kitab Perjanjian Lama. Hal ini disebabkan oleh beberapa kemungkinan, yakni: kitab Yeremia tidak seterkenal kitab nabi besar lainnya, tidak terdapat banyak nubuatan mesianik, jika dilihat secara kuantitas, memang Nabi Yeremia tidak mengasilkan pelayanan yang banyak di antara umat Allah Perjanjian Lama, bahkan yang ada penolakan dan penentangan. Kedua, tema tentang penghukuman Allah, kurang mendapat perhatian di kalangan orang percaya . masa kini. Hal ini beralasan beberapa FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No: 3. E-ISSN : 2086-6097. November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen kemungkinan: Pemikiran hidup di masa anugerah, sehingga menilai bahwa penghukuman Allah tidak berlaku lagi, atau tema atau pokok penghukuman Allah kurang menarik untuk dibicarakan oleh umat Allah di masa sekarang ini. Studi tentang penghukuman Allah atas umat-Nya, menurut Kitab Yeremia ini bertujuan untuk: Pertama, menguraikan tentang alasan-alasan Allah menghukum umat-Nya, menurut Kitab Yeremia. Kedua, menjelaskan tentang wujud atau bentuk-bentuk penghukuman Allah atas umat-Nya menurut Kitab Yeremia? Ketiga, menjelaskan apa yang dilakukan Allah kepada umat-Nya, sesudah menghukumnya menurut Kitab Yeremia? Keempat, menjelaskan relevansi penghukuman Allah kepada umat-Nya berdasarkan Kitab Yeremia, terhadap kehidupan umat Allah (Gerej. di masa kini. Metode yang Dipergunakan Peneltian ini berjenis penelitian kualitatif, merupakan penelitian kepustakaan terhadap teks Alkitab secara khusus Kitab Yeremia, dengan menggunakan metode deskriptif. Artinya, tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendekripsikan atau memaparkan data-data tentang penghukuman Allah kepada umatnya, menurut Kitab Yeremia dan menjelaskan tentang relevansinya bagi umat Tuhan di masa kini. Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil dari penelitian ini beserta dengan pembahasannya adalah sebagai berikut: Penghukuman Allah atas Umat-Nya Menurut Kitab Yeremia Pada bagian ini akan dibahas secara khusus mengenai Sekilas Latar Beakang Kitab Yeremia. Alasan-alasan Allah Menghukum Umat-Nya dan Bentuk-bentuk Hukuman Allah kepada Umat-Nya. Sekilas Latar Belakang Kitab Yeremia Yeremia hidup dan bernubuat di saat-saat akhir masa kerajaan Yehuda. Ketika menjadi nabi, ia masih muda, ia telah dipakai Tuhan untuk menunjukkan dosa-dosa orang Yehuda dan memperingatkan bahwa penghakiman atas negeri akan segera menyusul. Ia menubuatkan hari penghakiman Allah, tetapi juga menubuatkan tentang perjanjian yang baru. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No: 3. E-ISSN : 2086-6097. November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Permusuhan dan oposisi yang kuat dari raja, para imam, dan para nabi palsu kepada Tuhan, menyebabkan Yeremia berseru Kepada Tuhan dalam keputusasaan dan kepahitan hati. Salah satu pesan utama dari Kitab Yeremia berpusat pada hubungan perjanjian Allah dengan umat perjanjian-Nya, termasuk beberapa nubuatan penghakiman bagi bangsa lain. Secara khusus, ia menarik perhatian kepada penyembahan berhala bangsa itu, yang ia samakan dengan perzinahan . eperti masa Hose. Salah satu keunikan kitab adalah sebagian besar materi yang bersifat AobertahanAo, seperti ratapan Yeremia, karena pertemuannya dengan para raja yang tak adil, para imam yang busuk, dan kebohongan para nabi. Ringkasan isi kitab Yeremia ini adalah: Penghakiman Allah kepada Yehuda, karena mereka menodai perjanjian, dengan menyembah para dewa lain, dan para pemimpin sipil yang busuk. Bentuk hukuman-Nya: Pedang, wabah, dan kelaparan akan membinasakan negeri dan banyak orang akan dibawa ke dalam pengasingan. Allah juga akan menghakimi negerinegeri . yang angkuh. Ia akan membangun suatu perjanjian yang baru dengan kerajaankerajaan Utara dan Selatan yang dipersatukan kembali dan menggantikan para raja dan para imam yang tidak efektif, dengan satu harapan Mesianik dan keimaman yang disucikan. Alasan-alasan Allah Menghukum Umat-Nya Beberapa alasan yang bisa dilihat dalam Kitab Yeremia, mengapa Allah menghukum umat-Nya adalah sebagai berikut: Karena Umat Allah Menolak Allahnya Pada masa pelayanan Yeremia, umat Allah telah menolak Allah, dengan merusak perjanjiannya dengan Allah, mereka tidak setia kepada perjanjiannya kepada Allah. Dalam Kitab Yeremia, nabi Yeremia mengingatkan orang Yehuda yang telah mengingkari perjanjian Tuhan, yang pada masa Musa, telah diikat-Nya dengan bangsa tersebut. Tuhan memperingatkan bahwa Ia mengutuk bagi yang melanggar . :7-. , tetapi Ia berjanji bahwa ketaatan akan mendatangkan kehadiran dan berkat-Nya . :2-. Orang-orang generasi Yeremia juga masih suka menentang Allah . :9-. Mereka menolak hukum Allah . dan tidak menaati standar yang paling dasar dengan saling menganiaya dan menyembah para dewa lain . , yang secara rinci menyebutkan lima pelanggaran terhadap sepuluh perinta. Oleh karena ketidaktaatan mereka yang parah mengakibatkan penghakiman dari Allah, yang tidak terhindarkan dan yang parah. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No: 3. E-ISSN : 2086-6097. November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen serta berat . :11-. Yeremia menyampaikan prinsip berkat dan hukuman yang berlaku bagi Yehuda, dan ia memperluaskan hingga menyangkut kebebasan Allah, termasuk dalam hubungannya dengan bangsa-bangsa lainnya. Untuk menyoroti ketidaksetiaan Yehuda terhadap perjanjian Allah. Yeremia memberi satu pelajaran, melalui obyek kaum Rekhab . :1-. Rekhab . eturunan Yonadab -2 Raj. 10:15-23, yang tekun mengikuti Tuhan dan melawan penyembahan Baal, menolak anggur, hidup bertapa dan mengembara secara turun temurun sekitar 200 tahu. Tuhan memakai kaum Rekab ini untuk mengajar Yehuda tentang kesetiaan dalam perjanjian, tentang hukum Allah, untuk memanggil Yehuda bertobat kembali melalui pengajaran nabi-nabi-Nya. Pemberontakan Yehuda menjadikan bangsa itu menyianyiakan Tuhan, maka Tuhan menegornya melalui sebuah gambaran sebuah Aoikat pinggangAo. Ikat pinggang yang dikuburkan, menjadi hancur, sia-sia. Dosa-dosa Yehuda menunjukkan kesia-siaannya di hadapan Tuhan. Karena Umat Berzinah Rohani Pelanggaran Yehuda atas perjanjian dengan Tuhan adalah penolakannya terhadap Tuhan dan memuja dewa yang lain. Tuhan itu hidup dan benar, berdaulat atas alam semesta . :10,. yang menetapkan batasan-batasan laut . , pengendali seluruh alam . , dan menguasai bangsa-bangsa . :7,. Ia menciptakan Israel . , yang melepaskan dari perbudakan Mesir, ke Tanah Perjanjian . :6-. Meskipun Ia baik kepada Israel, tetapi mereka menyembah berhala yang tidak berharga, tak bernyawa, buatan manusia dari kayu dan logam . :16. 2:5, 8-12. 10:3-5, 8-9, 14-15. 16:18-. Yehuda menyembah Baal angin Kanaan dan dewa kesuburan . :8, 23. 7:9. 9:14. 11:13, 17. 12:16. 19:5. 23:13, 27. 32:29, . dan bahkan anak-anaknya dipersembahkannya ( 19:. dan untuk dewa Molokh . :35. Ul. 18:21. 20:2-5. Raj. Mereka juga menyatakan pengabdiannya kepada dewi Mesopotami (Ishta. , "Ratu dari Sorga" . :18. 44:17-19, . Untuk menekankan betapa jijiknya tingkah laku perzinahan Yehuda. Yeremia menggambarkan dengan perkawinan. Seorang yang tidak setia dalam perkawinan, telah melacur . :19. 3:6-20. 2:32. 3:1-. , seperti seekor unta dan keledai yang liar . :23-. Dalam hal ini W. Lasor mengatakan, bahwa dalam hal perzinahan rohani ini. Yehuda tidak mengingat pelajaran yang keras, malah berpuas atau bangga diri dengan Aoperzinahan rohaniAo, yang tidak pernah diakuinya. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No: 3. E-ISSN : 2086-6097. November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Karena Ketidakadilan di antara Umat Allah Yeremia juga menegur keras ketidakadilan Yehuda: penindasan kaum miskin dan janda . :34. 5:26-28. 7:5-6. 21:11. 22:2-. , sebagai pelanggaran yang buruk. Yoyakim memaksa rakyat untuk membangun istana kerajaan tetapi tidak membayar rakyatnya . :13-. Yeremia membandingkan ketidakadilan Yoyakim dengan Yosia ayahnya, yang telah membela hak-hak kaum lemah . :15-. Zedekia . aja terakhir Yehud. , juga gagal menegakkan keadilan. Selama pengepungan Babel atas Yerusalem, ia berjanji di hadapan Tuhan akan melepaskan para budak Ibrani . esuai hukum Mus. , tetapi ketika pengepungan berakhir, ia mengingkari janji pelepasan itu . :8-. Karena Kemunafikan Ibadah dan Harapan yang Salah Meskipun orang Yehuda tidak setia kepada Tuhan, tetapi mereka masih memberikan korban bagi Tuhan dan percaya janji keselamatan dari nabi-nabi palsunya. Para nabi palsu meyakinkan bahwa bencana tidak menyerangya dan bahwa masa depan akan dipenuhi dengan damai sejahtera dan kemakmuran . :12. 8:11. 14:13,15. 27:9. 28:2-. Mungkin pesan palsu itu didasarkan pada warisan hukum Musa . dan kehadiran Allah dalam bait-Nya . Tetapi Allah menjelaskan bahwa kehadiran dalam Bait Allah tidak menjamin keselamatan. menunjuk Silo, dimana Bait Allah ada, tetapi ditinggalkan oleh Allah. Jika seseorang tidak bertobat, tidak menyesal, gunung Bait Allah akan dibinasakan. dihancurkan seperti Silo, yang ditinggalkan Allah . :12-14. 26:6, . Karena Nabi-nabi Memberitakan Berita Palsu Kesalahan utama para nabi palsu adalah memberitakan keselamatan yang palsu, karena dengan itu mereka mendapatkan pujian, hadiah dan menentramkan bangsa, tetapi tidak memberitakan hukuman dari Allah, yang akan datang . :13. 8:10. 23:18. 14:14. 23:21. 29:9, AuOrang bijaksana dalam 8:9 adalah ahli kitab atau penafsir bayaran hukum Taurat. sungguh ironis, orang yang paling mengetahui hukum Taurat justru tidak hidup menurut hukum Ay Kenikmatan pemberitaan kabar sejahtera yang palsu, yang berasal dari ramalan dan penglihatan . :14. 23:16, 26-38. , itulah yang menimbulkan kebencian kepada nabi yang asli (Yeremi. yang memberitakan penghakiman dari Allah . :8-. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No: 3. E-ISSN : 2086-6097. November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Yeremia telah dipilih Allah bahkan sebelum kelahiran dan telah menerima suatu perbuatan yang khusus untuk memproklamirkan penghakiman Allah . :4-. Tidak seperti nabinabi palsu, yang tidak punya wahyu ilahi sejati. Yeremia menerima Firman Allah . dan dipenuhi dengan paksaan untuk mengkhotbahkannya . Ia adalah Aupenjaga" Allah . , yang diutus untuk memperingatkan umat perjanjian Allah untuk berbalik dari kejahatannya . :25. Karena Firman Allah Ditolak Bukti penolakan umat kepada otoritas Allah adalah perlakuan kasar mereka atas utusan Allah yang memproklamirkan Firman-Nya. Yoyakhim mengeksekusi rekan kerja Yeremia, nabi Uria putra Shemaya . :20-. , dan hidup Yeremiapun juga terancam di beberapa Dalam hal penolakan ini. Nabi Yeremia sendiri ditolak habis-habisan oleh umat Allah. Kitab ini dengan detil mencatat aniaya atas Yeremia menghadapi bangsanya, termasuk pemimpin agama dan penguasa sipil: Orang Anatot, kota kediaman Yeremia . mengatakan bahwa Yeremia tidak bernubuat atas nama Tuhan dan merencanakan kematiannya . :18-. Uraian tentang perlawanan-perlawanan terhadap Yeremia, oleh orang-orang dari Anatot sangat hebat dan secara tiba-tiba. Imam Pashur putra Immer memukulnya . :1-. Para imam dan nabi menangkap Yeremia . :8-. Semaya orang Nehelam, menuduh Yeremia sebagai pengkhinat dan nabi palsu, serta menahannya . :24-. Raja-raja bereaksi kasar kepada firman dan nabi Allah yang tidak berpihak padanya: Firman Tuhan yang dicatat dan dibacakan oleh Barukh, disita dan dibakarnya . :1-. Selama pemerintahan Zedekiah. Yeremia ditangkap dan dipenjarakan . :13-. Sampai pengepungan Babel Yeremia tetap dituduh sebagai pengkhianat dan menolak perkataanya . :1-. Mereka memaksa Yeremia pergi ke Mesir . , di mana nabi tetap angkat bicara melawan dosa-dosa . :8-44:. Penolakan terhadap Yeremia dan Firman Tuhan yang disampaikannya sungguh hebat. AuPara imam dan nabi menuntut agar Yeremia dihukum mati, karena menyampaikan nubuatan demi nama TUHAN. Ay Karena Pengabaian Panggilan Pertobatan dari Tuhan Melalui satu pelajaran tukang periuk. Tuhan menjelaskan hubungan pribadi-Nya dengan Israel umat-Nya . :1-1 . Tuhan akan menghukum umat-Nya yang sudah berdosa. Tuhan bebas memperlakukan umat-Nya, tetapi jika mereka bertobat dari kejahatannya, maka FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No: 3. E-ISSN : 2086-6097. November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Tuhan bisa membebaskannya dari hukuman-Nya. Tetapi umat Yehuda hidup rusak secara moral dan mengabaikan pertobatan. Kemurtadan Yehuda telah parah dan melebihi nenek moyang mereka, dan mereka telah mengabaikan pertobatan kembali kepada Allah. AuDari segi moral, orang Yehuda terlalu bebal, untuk menyadari bahwa dosa mereka akan mendatangkan hukuman. Ay Tuhan mendesak pertobatan Yehuda . :12, 14, 22. 4:1. 18:11. 25:5. 35:15. 26:3 dan 36:3,. , menyunatkan hatinya . :9-4:. Jika mereka bertobat dengan tulus. Tuhan akan menunjukkan kemurahan hati . , menyembuhkan dari kemundurannya . , dan membatalkan bencana . Sebagai suatu ujian yang terukur dari ketulusan mereka. Tuhan memerintah mereka untuk mematuhi peraturan Sabat hukum Musa . :19-. Pertobatan yang membawa pengampunan dan berkat, tidak terbukti di antara orang Yehuda . :7,. Allah membenci orang yang meninggalkan-Nya . :3. 8:5-6. 15:7. 18:12. 23:14. 25:7. 35:15. Akibatnya Allah memberinya kehancuran dan Ia tidak akan menyesal menghakimi mereka . Dengan sedikit berlebihan. Ia menyatakan bahwa Ia melindungi Yerusalem jika satu individu setia ditemukan di dalam kota tersebut . Yerusalem bahkan lebih rusak dibanding Sodom dan Gomora . , dimana Tuhan telah menyetujui untuk melindunginya jika sepuluh individu saleh ditemukan di kota itu (Kej. Tuhan melarang Yeremia untuk berdoa atasnya, karena Ia tidak akan berbalik kepada mereka (Yer. 14:11. 14:19-22. Yer. Jawaban-jawaban yang disampaikan oleh Yehuda kepada Yeremia menunjukkan penghinaan terhadap amanat Allah melalui Yeremia, inilah yang menyebabkan Allah murka kepada umat Yehuda. Berbeda dengan Zedekia, ia bertanya kepada Yeremia tentang perbuatan Tuhan. Tuhan melalui Yeremia, meminta untuk menyerah saja kepada Babel, yang dipakai Allah . :1-10. 27:1-22. Firman Tuhan melalui Yeremia, kepada umat yang di pembuangan memintanya untuk mereka siap tinggal dalam waktu lama di Babilon. Mereka diminta untuk mendirikan rumah dan beristri serta berketurunan secara normal, karena Allah menguhukum mereka dalam waktu yang lama di sana. Yehuda diminta untuk menerima pendisiplinan Allah itu, tanpa harus berlawanan dengan Allah, sebagai resiko dari ketidaksetiaannya kepada Allah. Bentuk-bentuk Penghukuman Allah Pada bagian ini akan dibahas mengenai wujud-wujud penghakiman Allah dan pelajaran-pelajaran dari benda-benda yang dipakai Allah untuk menggambarkan penghakimanFAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No: 3. E-ISSN : 2086-6097. November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Nya, terhadap umat Yehuda. Dalam catatan Kitab Yeremia, penghukuman Allah atas umat-Nya terealisasi dalam beberapa bentuk, yakni: Penghakiman Datang dari Utara Dari awal Yeremia memperingatkan bahwa penghakiman akan datang dari utara, yang dalam penglihatannya digambarkan sebagai Aoperiuk yang mendidihAo . , atas umat-Nya yang berdosa . :13-. Dalam hal ini Jeffery Miller mengatakan bahwa, periuk biasanya digunakan untuk masak memasak dalam keadaan panas, periuk yang mendidih juga digunakan untuk melenyapkan sakit-penyakit. Hal ini menunjukkan bahwa Yehuda akan mengalami malapetaka . yang dilakukan oleh negeri dari utara. Ikat pinggang baru . :1-. yang disimpan disembunyikan di celah-celah batu, menggambarkan bahwa Yehuda dan Yerusalem dipakai Tuhan, ketika mereka dekat dengan Tuhan, tetapi setelah mereka meninggalkan Tuhan, mereka menjadi rusak dan tak berguna. Penghakiman itu menghancurkan dengan hebat . :22. 4:13, 6:1-2, 22-26. 4:5-9. 5:15-17. 13:20. 15:12-. Ada yang menafsirkan itu sebagai pasukan Nebukatnesar atau Jerman pada masa Perang Dunia I. Catatan khusus . :9,. pembinasakan dan penghancurkan Yerusalem dan Bait Allah oleh Nebukadnezar terjadi pada 586 SM. Janji Kutuk Direalisasikan Melalui Babel Dalam penglihatan Yeremia . terlihat sebatang pohon badam, yang mengandung arti kepastian akan realisasi hukuman Tuhan itu. Dalam hal ini Miller, mengatakan bahwa pohon badam di Palestina pasti akan bersemi pertama kali, di musim semi, sedangkan pohon-pohon yang lain baru menyusul. Ini berarti bahwa hukuman Allah itu pasti terjadi, atas Yehuda. Dalam penyerbuan itu. Babel disebut sebagai "hamba-Ku" . , perjanjian kutukan masa lampau (Im. Ul. Seperti Musa telah memperingatkan (Ul. , bahwa suatu bangsa yang bahasanya jauh, orang-orang tidak memahaminya, akan menaklukkan umatNya (Yer. Pedang, kelaparan, dan wabah . :12, . akan menyapu negeri, menghancurkan hasil pertaniannya . :17. 8:13. 14:2-. dan membantai penduduknya . :17. 9:22. 14:16, 18. 15:2-3, . Para wanita negeri akan meratap, karena kematian merampas anak-anak dan pemudapemudanya . Penghakiman Allah akan berpuncak pada pengasingan orang-orang yang akan selamat . :19. , yang akan tersebar di antara bangsa-bangsa . :16. Ul. Pengasingan ke negeri asing dan kepatuhan kepada para raja asing akan menjadi satu hukuman FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No: 3. E-ISSN : 2086-6097. November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen yang sesuai bagi mereka yang telah menyembah para dewa asing (Yer. 5:19. 16:10-. Dalam hal ini John F. Walvoord menyatakan bahwa. Allah berkata kepada Yeremia untuk menyampaikan kepada Yehuda, karena Yehuda meninggalkan Allah dan melayani allah yang lain, maka Allah akan menghukumnya, melalui Babel. Bagi Yehuda perbudakan di Babel akan cukup dalam tujuh puluh tahun . :1. Sekali pun bilangan ini bisa dipahami secara harafiah, mungkin juga menandai suatu jangka waktu hidup secara umum (Maz. atau adalah simbolis dari suatu periode AuSetelah Babel menghancurkan Yerusalem, beberapa orangyang selamat termasuk Yeremia, tetap tinggal di Yerusalem dan sekitarnya, sedangkan yang lain diangkut ke pembuangan di Babel. Ay Ciptaan Kembali Yeremia juga melukiskan penghakiman yang datang itu sebagai suatu Aociptaan kembaliAo. Dalam penghakiman, kepalsuan digambarkan barang kepunyaan, sebagai berikut: "Aku melihat bumi, dan itu kosong dan tanpa bentuk. dan di langit, dan cahayanya lenyap. Aku melihat pegunungan, dan mereka sedang berguncang. semua bukit sedang berayun. Aku melihat, dan di sana tidak ada orang-orang. setiap burung di langit telah terbang" (Yer. 4:23-. akan berbalik kepada kondisi Aukekosongan dan tanpa bentuk", seperti ketika sebelum dunia diciptakan (Kej. 1:2, ungkapan Ibrani digunaka. Ironisnya. Pencipta alam semesta (Yer. 10:10, , menindas angkatan yang kacau itu . , akan membatalkan karya ciptaan-Nya atas umat perjanjian-Nya (Lih. Allah adalah TUHAN yang hidup yang mampu melakukan segala sesuatu. Dia adalah Allah yang benar dan Dia adalah Allah yang kekal, yang mampu menciptakan kembali umat-Nya dengan berbagai macam cara-Nya. Pelajaran-pelajaran dari Benda-benda dalam Penghakiman Untuk menggambarkan penghakiman yang akan datang. Tuhan memberi pelajaran obyek hidup. Ia menyuruh Yeremia untuk menahan diri dari pernikahan, meratapi orang mati, atau mengambil bagian di dalam pesta-pesta . :1-. Gaya hidup Yeremia yang membujang membayangkan pemusnahan keluarga-keluarga milik bangsa itu. Pedang dan kelaparan akan merampok anak-anak dari keluarganya, dari suami atau ayahnya, istri atau ibunya. Penolakan nabi untuk mengambil bagian dalam pemakaman menggambarkan tentang belum sampainya waktu kematian mereka, tetapi dibiarkan, dengan ratapan atas mereka. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No: 3. E-ISSN : 2086-6097. November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Yeremia juga diminta mengambil sebuah buli-buli tanah liat, disuruh membawa ke gerbang Beling, dekat Lembah Hinnom, sebagai tempat sampah untuk barang tembikar yang rusak, dan memecahkan buli-buli itu . :1-. Ketika nabi memecahkan buli-buli tanah liat, menggambarkan Tuhan akan Aomerusakkan rancangan Yehuda dan Yerusalem". Nubuatan Nabi Dipenuhi. Pasal akhir kitab ini . berfungsi sebagai catatan tambahan dan hampir serupa dengan 2 Raj. 24:18. 25:30, menggambarkan bagaimana nubuatan Yeremia tentang penghakiman Nebukadnezar mengepung Yerusalem (Jan. 588 SM--Juli 586 SM). Raja Zedekia mencoba pergi keluar dari kota tersebut, tetapi mereka ditangkap oleh orang Babel. Nebukadnezar membantai para putra Zedekia di depan mata raja itu, lalu membutakan dia dan membawanya ke Babel di mana ia tinggal sampai mati. Agustus 586 SM orang Babel menyerbu kota itu, dirampas dan dibinasakan. dihancurkanlah Bait Allah, dan dibawalah ribuan tawanan ke Babel. AuAda dua atau tiga gelombang pembuangan orang Yehuda ke Babel: gelombang pertama pada tahun 598 SM, gelombang kedua pada tahun 586 SM dan gelombang ketiga mungkin pada tahun 582 SM. Ay Tindakan Allah kepada Umat-Nya Setelah Menghukum umat-Nya Dalam Kitab Yeremia dijelaskan juga mengenai tindakan-tindakan Allah kepada umat-Nya setelah Ia melaksanakan penghukuman-Nya. Tidakan-tindakan Allah itu adalah sebagai berikut: Pemulihan Masa depan. Penglihatan Yeremia tentang masa depan Yehuda, tidaklah gelap atau muram sama Ia menubuatkan satu waktu, di mana orang-orang Yehuda akan kembali dari pengasingan dan membangun kembali Yerusalem. Kerajaan-kerajaan Utara dan Selatan akan dipersatukan kembali di bawah kepemimpinan idaman keturunan Daud dan suatu keimaman yang disucikan. Tuhan akan membangun suatu perjanjian yang baru dengan Umat-Nya, membuka peluang bagi mereka untuk tinggal setia kepada-Nya. Dalam hal injilah Allah menunjukkan kemurahan-Nya dan kasih-Nya, kepada umat miliknya, walaupun mereka telah berbuat tidak setia kepada-Nya. Mengembalikan Umat-Nya dari Pembuangan. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No: 3. E-ISSN : 2086-6097. November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Begitu tujuh puluh tahun lewat. Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada sisa umatNya dan seperti seorang gembala memimpinnya dari negeri pengasingan, kembali ke tanah Palestina, negeri yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyangnya . :15. 16:15. 23:3. Dari semua arah akan datang suatu masa yang besar . :7-. Sungguh Tuhan telah menuntun dari negeri utara . :14-15. 23:7-. Walvoord mengatakan bahwa bagian ini menjelaskan tentang restorasi bagi Israel dan Yehuda, di masa yang akan datang, di mana Allah akan membawa mereka kembali dari Mesir, dan menjadi penjelasan akan pengembalian umat Allah ke tanah pusakanya. Mungkin kebanyakan dalam pemandangan Yeremia, mengenai pengembalian dari pengasingan nampak dalam 31:15-22. Menoleh ke belakang kepada hari-hari ketika umat-Nya dibawa ke dalam pengasingan. Tuhan menggambarkan Rama . ota Benyami. dan Rahel . ebagai wujud nyata suku-suku Benjamin (Ram. dan Yusuf . engacu pada Efraim, satu anak Yusuf, di ay. dan 20, yang pada gilirannya mewakili kerajaan Arah utara (Ay. 1, 4-7, 9,11, 18, 20-. menangis karena hilangnya anak-anak mereka yang dikucilkan. Ddalam hal ini Donald Guthrie mengatakan bahwa AoRahel dihiburkanAo merupakan bahasa yang khas. Rahel menangis karena pembuangan anak-anaknya (Yusuf dan Benaymi. , tetapi Tuhan Allah menghapus air matanya dalam janji akan mengadakan pemulihan itu. Gambaran ini mencerminkan kenyataan historis Israel yang tanpa harapan, tangisan para ibu yang tidak bisa dihentikan karena kehilangan anak-anaknya, kiranya jangan pernah dilihat atau didengar lagi. Namun. Tuhan dengan terus terang memerintahkan Rahel untuk berhenti dari keluhan dan berjanji bahwa satu hari akan datang, saat anak-anak yang dikucilkan akan kembali ke negeri mereka. Efraim . enggambarkan Kerajaan Utar. adalah anak sulung yang disayangi-Nya . Tetapi Tuhan harus mendisiplin anak-Nya. Ia akan mendengar tangisan Efraim yang bertobat, dengan rasa kasihan . Dengan ledakan emosi dan kiasan perubahan status . ari putra Efraim ke istri Israe. Tuhan mendesak Israel yang tidak patuh, yang dikucilkan dan dibuang, untuk meninggalkan gaya hidupnya yang penuh dosa dan mengikuti sang memimpin . Sebagai bukti bahwa negeri akan kembali dihuni. Tuhan menyediakan satu pelajaran melalui nabi-Nya . :1-. Sekalipun bala tentara Babel mengepung Yerusalem. Tuhan memerintah Yeremia untuk membeli ladang dari sepupunya. Hanamel. Ini merupakan gambaran tentang jaminan keselamatan bagi FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No: 3. E-ISSN : 2086-6097. November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Yehuda. AuKeadaan Yehuda pada akhirnya jelas dan dilingkupi oleh kemuliaan, memang akan ada disiplin . tetapi bukan merupakan bencana terakhir. Akan ada pemulihan bangsa itu kembali ke negerinya . dan kepada Allah . , . Ay Pemulihan Berkat-berkat bagi Umat-Nya Umat Allah akan mengalami kesembuhan rohani dan bersukacita atas berkat-berkat ilahi, damai sejahtera dan kemakmuran. Bangsa Israel dan Yehuda yang dibuang akan dikembalikan ke negeri . :10. 31:27. dan gembira atas panenannya yang berhasil dan kawanan ternaknya berkelimpahan . :4-5, 24. 33:10-. Orang dari utara akan dengan sepenuh hati pergi ke Yerusalem . dan merayakan berkat-berkat Tuhan . :12-. Setelah mereka menerima pengampunan . :6, . , kembali dari pengasingan tidak lagi ada ratapan, mereka akan mengenali Allah . :29-30. Yehez. 18:1-. Pengumpulan Kembali Umat-Nya di Zion. Yerusalem akan menjadi seperti titik-api bagi bangsa yang dipulihkan. Kota tersebut akan dibangun kembali secara keseluruhan (Yer. 30:17. 31:38-. dan dimurnikan dalam pandangan Allah . Jalan-jalan akan dipenuhi dengan orang-orang . :17, 19-. Orang dari utara akan berziarah . :6, 12-. dan orang Yehuda akan menyatakan berkat di atasnya . Seperti gambaran berkat Allah yang berkelimpahan, ketenaran kota tersebut akan menyebar dan mendatangkan kemuliaan bagi Allah di antara bangsa-bangsa . Bagianbaebagai pengganti kesepian adalah kemakmuran, sebagai pengganti kesedihan, kegembiraan, bangsa itu ada di rumah-rumah mereka sendiri, terdapat kemakmuran, kegembiraan dan kemuliaan dalam Rumah Tuhan. Kepemimpinan yang Baru yang Lebih Baik Kecuali Yosia, raja keturunan Daud, pada masa Yeremia, semuanya jahat kepada Tuhan . Raj. 23:32,37. 24:9,. Bahkan karena perlawanannya kepada Allah, keturunan Yoyakim tidak akan menduduki tahta Daud (Yer. 22:28-. Keturunan Daud mengalami penghinaan seperti tiga atau empat raja Yehuda yang terakhir dibuang . Raj. 23:33-34. 24:15. 25:6-. Seperti 1&2Raja-raja. Yeremia berakhir dengan gambaran yang sedih, yakni raja Yoyakim ditahan di istana raja Babel (Yer. 52:31-. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No: 3. E-ISSN : 2086-6097. November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Keturunan Daud akan Memerintah sebagai Raja yang Baru Tuhan akan mengangkat raja yang baru dari keturunan Daud, yakni Mesias, untuk menguasai umat-Nya. Dalam hal ini disebutkan "Daud" . , teks lain menjelaskan sebagai keturunan Daud . :5. Ia disebut Daud karena ia akan memerintah di dalam kemasyuran nenek moyangnya dan adalah instrumen Allah dalam membawa damai sejahtera kepada UmatNya. Berlawanan dengan para penguasa yang tak adil pada masa pelayananYeremia, raja ini akan mempromosikan keadilan di negerinya . :5. Seperti pelindung bagi umat Allah, ia akan disebut "Tuhan Kebenaran kita" . tau "Kelepasan" atau 'Usaha mempertahankan diri," 23:. Melalui penguasa Allah yang kekal ini, sumpah kepada Daud akan direalisasikan . :17, 20-21, 26. 2 Sam 7:16: Maz. Mengenai AoPemulihan raja keturunan DaudAo: seluruh nubuatan tentang masa depan yang diberkati, didasarkan kepada janji Allah kepada keturunan Daud, yang akan memerintah, baik mengenai keturunan Daud secara langsung maupun mengenai raja Mesias, yang akan datang. Berbeda dengan para imam yang busuk pada waktu Yeremia . :13. 20:1-6. , sebuah kepemimpinan keimaman yang dikuduskan akan melayani Tuhan, pada hari pemulihan ( 33:18, 21-. Dalam janji-Nya kepada kaum Lewi, mereka tidak akan pernah "gagal untuk memiliki seorang manusia di hadapan Tuhan, secara terus menerus untuk menawarkan korban bakaran, untuk membakar persembahan dan untuk menyajikan korban-korban" . Diberikan Perjanjian yang Baru. Janji tentang perjanjian yang baru adalah hal penting dalam penglihatan Yeremia, tentang pemulihan bangsa di masa depan . :31-37. 32:40. Perjanjian ini akan berbeda dan meng-gantikan perjanjian yang lampau, yang didirikan pada masa Musa. Perbedaan itu terdapat dalam ketaatan umat kepada Allahnya. Dalam PL. Allah sebagai Aosuami IsraelAo memerintahkan kesetiaan Israel, tetapi mereka tidak setia. Dalam perjanjian yang baru ini. Allah menyatukan kerajaan utara dan selatan, mengampuni dosa mereka, dan menempatkan kesetiaan untuk taat kepada Tuhan, mereka akan takut akan Allah . dan berkapasitas untuk mengikuti-Nya . Seperti Musa telah memberitakan jauh sebelumnya (Ul. , hati orangorang itu akan diubah. permintaan-permintaan Tuhan akan terjadi, sebagaimana ditulis "di hati mereka," ketimbang di atas loh batu (Ul. Perjanjian yang baru itu juga terdiri dari janji bahwa Allah tidak akan lagi menolak umat-Nya dan menyebabkan mereka untuk berhenti FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No: 3. E-ISSN : 2086-6097. November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen sebagai suatu bangsa. Janji ini akan terjadi ketika dipercayai, tidak berubah dengan sempurna dan fakta bahwa alam semesta dengan tidak terbatas sangat luas tidak bisa dengan sepenuhnya diukur atau yang dicari sampai dapat oleh manusia yang terbatas . :35-. Relevansi Penghukuman Allah dalam Kitab Yeremia Dengan Umat Tuhan di Perjanjian Baru Setelah membahas dengan deteil penghukuman Allah kepada umat-Nya dalam Kitab Yeremia, pada bagian ini akan dibahas mengenai relevansi atau hubungannya dengan kehidupan umat Allah di masa kini yakni gereja. Penghukuman Allah Tetap Berlaku Allahnya umat Yehuda dan Allah yang dilayani oleh Yeremia adalah Allah juga yang disembah oleh orang percaya kepada Yesus sekarang ini. Allah itu adalah Allah yang adil, memberkati orang yang takut akan Dia dan memberikan disiplin . kepada umat yang tidak takut atau tidak menghormati-Nya. Dia mengampuni umat yang mau mengakui dan bertobat dari dosanya . Yoh. dan menghukum mereka yang tidak mau bertobat dari dosadosanya. Allah tetap konsisten dalam karakternya dan dalam hal apa yang difirmankanNya. Sifat atau karakteristiknya tidak berubah termasuk dalam hal kekudusan-Nya dan ketidakmauan-Nya berkompromi dengan dosa . Pet. Wujud atau Bentuk Penghukuman yang Berbeda Di masa Perjanjian Baru. Allah menyatakan penghukuman atau pendisiplinan-Nya kepada umatnya dalam wujud yang berbeda dengan masa Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Baru, penghukuman atau pendisiplinan Allah bisa dinyatakan melalui kematian fisik, seperti kasus Ananias dan Safira (Kis. 5:1-. , walaupun peristiwa seperti ini tidak dicatata dalam Alkitab, di masa-masa selanjutnya. Selanjutnya penghukuman atau pendisiplinan Allah atas umat-Nya, bisa berupa masalah-masalah atau kesulitan-kesulitan yang harus dihadapi dengan penuh pergumulan. Sekalipun dalam hal ini tidak selalu bisa dikatakan bahwa kesulitan atau masalah yang dihadapi oleh umat Tuhan adalah bentuk pendisiplinan Allah kepada umat-Nya. Anugerah Pengampunan Allah Berlaku FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No: 3. E-ISSN : 2086-6097. November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Sekalipun Allah adalah pribadi yang menghukum kesalahan atau ketidaksetiaan umatNya, namun Allah adalah juga pribadi yang memiliki anugerah pengampunan. Allah berjanji untuk mengampuni umat kepunyaan-Nya yang sudah berdosa sekalipun, tetapi yang bersedia untuk mengakuinya dan bertobat . Yoh. Tidak hanya berhenti di sini, jika umat Allah bertobat dari kesalahannya dan kembali setia kepada Allah, maka Allah sanggup untuk memulihkan keadaannya, dengan sukacita, damai sejahtera sebagai ganti dari penderitaan , kesulitan dan kesedihannya. Penutup Setelah menguraikan tentang penghukuman Allah kepada umat-Nya, menurut Kitab Yeremia, pada bagian ini selanjutnya akan diuraikan tentang kesimpulan dari keseluruhan uraian Pertama. Allah adalah pribadi yang konsisten, memberkati yang setia dan menghukum yang tidak setia. Allah menghukum Yehuda karena beberapa penyebab, yakni, karena umat Allah menolak Allah, karena umat Allah berzinah secara rohani dengan menyembah allah-allah lain, karena tidak ada keadilan, karena nabi-nabi memberitakan berita yang palsu. Mereka juga menolak Firman Tuhan dan mengabaikan pertobatan kepada Allah. Kedua, penghukuman Allah kepada umat Yehuda berupa penyerangan bangsa Babilon atasnya, bahkan penawanan atau pembuangan umat Yehuda ke negeri asing sebagai tawanan. Semua yang disampaikan Allah melalui Yeremia itu dipenuhi dalam sejarah Yehuda. Ketiga. Allah berjanji dan menepati janjinya untuk mengadakan pemulihan bagi Yehuda. Pemulihan itu berupa pemulangan atau pemulihan umat Allah dari pembuangan ke negerinya sendiri. Kanaan. Hal ini ditepati oleh Tuhan. Keempat. Allah dalam Perjanjian Lama dengan Allah dalam Perjanjian Baru adalah Allah yang sama. Dalam Perjanjian Baru Allah juga menghukum atau mendisiplin umat-Nya, walaupun dalam wujud yang berbeda dari penghukuman dalam Perjanjian Lama. Referensi Kepustakaan Alkitab. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2000. Alkitab Edisi Studi. Lembaga Alkitab Indonesia, 2013. Chissholm Jr. Robert B. Editor Roy B. Zuck. The Old Tertament of Biblical Theology. FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: . 496423 Jurnal Penabiblos. Vol. No: 3. E-ISSN : 2086-6097. November 2024 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Gutrie. Donald. Pen. Soedarmo. Tafsiran Alkitab Masa Kini -2. Jakarta: Yayasan Bina Kasih/OMF, 1994. Lasor. Pen. Lisada T. Gamadhi dan Lily W. Tjiputra. Pengantar Perjanjian Lama 2 (Sastra dan Nubua. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1994. Miller. Jeffery P. Diktat Kuliah Nabi-nabi Besar. Yogyakarta: Seminari Teologia Injili Indonesia, semester IV, tahun 1993. Walvoord. John F. dan Roy B. Zuck. The Bible Knowledge Commentary Old Testament. USA: Victor Books, 1985. ******************** FAK UKRIM. Jl. Solo KM. PO BOX 04/YKAP. Yogyakarta 55282 Telp. Fax: .