Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen PENDIRIAN GEREJA DI KORINTUS DAN STRATEGI YANG DAPAT DITERAPKAN Oleh: Pujiati pujiati@ukrimuniversity. Abstract Paul arrived in the city of Corinth on his second missionary journey in 50 AD, and upon arriving in this city Paul immediately gave God's Word (Gospe. In this Corinthian city Paul lived with Aquila and Priscilla, and Paul began his ministry in the synagogue, and this ministry lasted for eighteen months (Acts 18:. Apart from the founding of the Corinthian church, there were also mistakes made by the members of that church, those mistakes were the division of the congregation and the existence of fornication. There are also problems such as marriage, food offered to idols, the attitude of women in the congregation, the problem of the Lord's Supper and the various gifts and laws of There is also the problem of the resurrection of Jesus. The strategy implemented in the Corinthian church is the right actions taken for the Corinthian Abstrak Paulus sampai di kota Korintus pada perjalanan misinya yang kedua pada tahun 50 masehi, dan sesampainya di kota ini Paulus langsung memberikan Firman Tuhan (Inji. Di kota Korintus ini Paulus tinggal dengan Aquila dan Priskila, dan Paulus memulai pelayanannya di sinagoge, dan pelayanan ini berjalan sampai dengan delapan belas bulan (Kis. Selain berdirinya gereja Korintus ada juga kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh jemaat gereja tersebut, kesalahan itu ialah adanya perpecahan jemaat dan adanya percabulan. Ada juga masalah-masalah yang dihadapi misalnya masalah perkawinan, masalah makanan yang dipersembahkan berhala, masalah sikap perempuan dalam jemaat, masalah perjamuan Tuhan dan berbagai karunia dan hukum kasih. Ada juga masalah tentang kebangkitan Yesus. Strategi pelayanan yang diterapkan di gereja Korintus ialah tindakan-tindakan yang tepat yang dilakukan untuk gereja Koritus. Pendahuluan Era kekristenan di abad yang pertama ditandai dengan aktivitas misi pada sebagian orang Yahudi yang percaya. Saulus adalah seorang Farisi yang kemudian menjadi Rasul Paulus, sebelumnya ialah seorang Yahudi yang taat kepada Allah, yang rindu membawa berkat orang Yahudi kepada bangsa-bangsa lain. Kemungkinan ia menunjuk kepada hal ini ketika ia menulis. AuDan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek Ay1 Sekalipun Pauus lahir di Tarsus, ia di bawa ke Yerusalem untuk dididik di bawah pendidikan Gamaliel, dan dididik dengan ketat tentang hukum (Kis. Hal ini berarti bahwa ia bukan seorang Yahudi Diaspora yaitu Yahudi yang tersebar di wilayah Mediteranian. Sebagai Gal. 1:14 Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 58 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen seorang pemuda Paulus sedikit melakukan kontak dengan orang-orang Yunani, dan beberapa ahli berkata bahwa ia pindah ke Yerusalem dengan orang tuanya setelah ulang tahun keenam. Paulus muncul pertama kali di Perjanjian Baru sebagai seorang pemuda yang menyetujui bahwa Stefanus harus dihukum mati, dan menghalangi jumlah pertumbuhan orang Yahudi yang percaya, bahkan ia mencoba untuk menghancurkan mereka. 3 Saulus bertemu dengan Kristus ketika ia dalam perjalanan ke Damaskus (Flp. Pada saat itulah Saulus bertobat, berserah kepada Yesus dan Saulus menerima panggilan pelayanan misi. Paulus kemudian menuliskan bahwa: Au . berkenan menyatakan AnakNya di dalam Aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak meminta pertimbagan manusia. Ay (Gal. Berpijak dari penjelasan-penjelasan di atas, maka salah satu buah penginjilan Paulus ialah berdirinya gereja di Korintus. Penulis tertarik untuk menelusuri keberadaan gereja ini karena adanya keunikan-keunikannya. Ada dua hal yang akan penulis bahas di dalam hal ini yaitu Sejarah Berdirinya Gereja Korintus dan Strategi yang Diterapkan. Berikut penulis akan menjelaskan satu persatu. Sejarah Berdirinya Gereja Korintus Ada beberapa hal yang akan dibahas sehubungan dengan sejarah berdirinya gereja Korintus. Adapun hal-hal tersebut ialah Kondisi kota Korintus. Berdirinya gereja Koritus dan Kondisi Gereja Korintus. Kondisi Kota Korintus Pada waktu Rasul Paulus membangun jemaat Tuhan di kota Korintus, kota ini termasuk wilayah jajahan pemerintahan romawi. Kota ini menjadi pusat perdagangan karena letak geografisnya yang sangat strategis, yaitu terletak di Terusan Korintus yang menjadi pusat perdagangan negara-negara timur dan barat. Mata pencaharian penduduk Korintus adalah berdagang, dan melalui hal tersebut menyebabkan penduduk kota ini menjadi kaya raya. Oleh karena kota ini adalah kota yang kaya raya, maka kekayaan itulah yang menyebabkan penduduknya banyak berbuat dosa. Salah satu dosa yang dilakukan oleh penduduk Korintus ialah dengan melakukan penyembahan berhala, mereka menyembah Dewi Venus atau AuDewi Cinta. Ay Peraturan di Korintus menetapkan bahwa di dalam kuil Dewi Venus harus ada seribu gadis cantik yang harus tetap tinggal di sana sebagai pelacur dan mereka harus beribadah kepada Dewi tersebut. Dengan keadaan kota yang demikian, tidak heran jika kota Korintus disebut sebagai kota kenajisan dan kota untuk berbuat zinah. Dari semua keadaan yang telah disampaikan di atas, menunjukkan betapa besarnya kasih karunia Tuhan, karena Ia mengambil dati kota yang jahat tersebut, suatu kaum yang menjadi umatNya. Kuasa Injil dapat mengalahkan segala hawa nafsu kejahatan dan bersyukur karena Tuhan telah membangun jemaatNya di kota Korintus yang jahat itu. Arthur F. Glasser. AuThe Apostle Paul and the Missionary Task,Ay dalam Perspectives on the World Chrisian Movement, peny. Ralph D. Winter (Pasadena. Ca. : William Carey Library, t. ), 128-29. Kis. 8:1 dan Gal. 1:13 Wesley Brill. Tafsiran surat Korintus Pertama . andung: Yayasan Kalam Hidup, 1. , 11. Ibid. , 11-12. Lihat juga Irving Jensen, 1 Corinthians: A Self-Study Guide (Chicago. Ill. : The Moody Bible Institute of Chicago, 1. , 5. Jensen menggunakan istilah yang berbeda dengan Brill tentang nama dewi yang disembah di kota Korintus. Jensen mengatakan bahwa di kota Korintus ada perzinahan yang dilakukan di kuil Aphrodite, da nada wanita-wanita cantik yang melayani di tempat ini, sedangkan Brill menggunakan istilah kuil Dewi Venus. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 59 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Berdirinya Gereja Korintus Kisah berdirinya gereja Korintus ditulis oleh Lukas di dalam Kisah Para Rasul 18:1-17. Paulus sampai di kota Korintus pada perjalanan misinya yang kedua pada tahun 50 masehi, dan sesampainya di kota ini Paulus langsung memberikan Firman Tuhan (Inji. Di kota Korintus ini Paulus tinggal dengan Aquila dan Priskila, dan Paulus memulai pelayanannya di sinagoge, dan pelayanan ini berjalan sampai dengan delapan belas bulan (Kis. Dari hari ke hari ia bekerja dengan tangannya bersama dengan Aquila dan Priskila, dan dari Sabat Paulus mengabarkan Injil di sinagoge-sinagoge. Ketika oposisi memaksa Paulus untuk meninggalkan sinagoge ia mendapatkan tempat perlindungan sehingga memungkinkan bagi Paulus untuk melanjutkan pelayanannya dengan memperoleh hasil yang memuaskan di antara orang Yunani (Kis. Oposisi datang dari orang Yahudi dan membawa Paulus ke hadapan Galio, di mana Paulus dihakimi, namun dibebaskan oleh Galio sehingga ia dapat melanjutkan pelayanannya untuk beberapa waktu. Respon dari khotbah Paulus demikian berbeda dengan respon dari khotbah Yesus. Pada umumnya para pendengar Paulus tidak tertarik dengan berita kebenaran yang disampaikan oleh Paulus, justru sebaliknya setelah mereka mendengar Injil, hati mereka penuh dengan kemarahan, sehingga Paulus dipaksa untuk meninggalkan mereka (Kis. Paulus tidak patah semangat dengan penolakan mereka, namun ia berpindah tempat ke rumah Titus Justus, dan di sana ia memberitakan Firman dengan takut dan gentar . arena ia berkhotbah di sebelah sinagog. Tuhan dating kepada Paulus memberikan visi dan memberikan dorongan kepadanya dengan janji bahwa Tuhan Aumemiliki rencanaAy kepada orang-orang Korintus . Kis. 18:9-. Janji yang diberikan Tuhan menjadi penghiburan bagi Rasul Paulus di kemudian hari, ketika orangorang Korintus melakukan kejahatan moral. Paulus harus tetap melayani orang Korintus dengan ketulusan hati. Setelah menyelesaikan pelayanannya di Korintus. Paulus kembali ke Yerusalem dan Antiokia. Kondisi Gereja Korintus Rasul Paulus berada di Efesus ketika ia menuliskan surat kepada jemaat di Korintus ini, dan surat ini ditulis pada tahun yang ketiga waktu Paulus tinggal di Efesus. Diperkirakan surat kepada jemaat yang ada di Korintus, ditulis pada tahun yang 57, dengan 3 bagian isinya yaitu: Kesalahan-kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam jemaat Korintus . asal 1-. , masalahmasalah yang ada di jemaat Korintus . asal 7-. , dan pembahasan tentang kebangkitan Yesus . Kesalahan-kesalahan yang Terdapat dalam Jemaat Korintus (Ps. Kesalahan yang pertama yang ada di dalam jemaat Korintus ialah adanya perpecahan dalam jemaat . :10-. Paulis mendapat laporan dari sumber yang dipercaya tentang adanya perpecahan yang ada di sini yaitu dari keluarga Kloe. Bentuk perpecahan yang dijelaskan Paulus ialah aku dari golongan Paulus dan sebagian yang lain berasal dari golongan Apolos. 9 Golongan yang satu seolah berkata Auaku dari golongan PaulusAy dan ia adalah bapa rohani kami dan ia telah mendirikan jemaat Tuhan di Korintus ini. Golongan ini mengaku setia kepada Paulus, bapa Charles F. Pfeiffer dan Everett F. Harrison (E. The Wycliffe Bible Commentary (Chicago. Ill. : Moody Press, 1. , 1227-28. Everett F. Harrison. Introduction to the New Testament (Grand Rapids. Mich. : Wm. Eermans Publishing Co. , 1. Ibid. , 1228. Howard A. Hanke. The Thompson Bible Survey (Waco. Tx. : Word Books, 1. , 393. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 60 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen rohani mereka. Lalu Augolongan ApolosAy . atu cabang golongan Paulu. mengatakan bahwa Apolos membawa berita kepada kami dengan kepandaiannya berbahasa Yunani. Untuk menyelesaikan masalah pertama dia atas. Paulus menjelaskan di dalam ayat 9 dengan mengatakan: AuKarena kami adalah kawan sekerja Allah. kamu adalah lading Allah, bangunan Allah. Au Istilah kami yang digunakan dalam ayat ini menunjuk pada Apolos. Petrus dan Paulus sendiri. Mereka bertiga bekerja sama dengan Allah. Paulus. Petrus dan Apolos adalah satu dan mereka bekerja bersama-sama di dalam satu pekerjaan yang sama, pekerjaan yang besar dan yang mulia. Mereka tidak bertentangan dan bertengkar satu dengan yang lain, melainkan seia sekata untuk melakukan pekerjaan Allah yang mulia. Secara kongkrit hal yang harus dilakukan untuk menyelesaikan perpecahan yang ada di Korintus ialah dengan tidak mencari keadilan kepada orang yang tidak percaya . Mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, sangat bertentangan dengan dasar-dasar kehidupan Kristen dan melanggar peraturan dalam jemaat Korintus. Perselisihan yang timbul di antara orang Kristen harus diselesaikan di hadapan orang-orang kudus, yaitu orang saleh yang ada di jemaat Tuhan. Orang-orang yang tidak benar, yang menurut peraturan-peraturan dan hukumhukum kafir, tidak memiliki pendirian yang adil di dalam menyelesaikan perselisihan menurut dasar-dasar kristiani. Jika orang Kristen mencari keadilan kepada orang yang tidak benar, maka perbuatan mereka itu merendahkan agama Kristen. Kesalahan yang ke dua iaah adanya dosa percabulan . :1-13 dan 6:12-. Rasul Paulus berkata: AuJauhkanlah dirimu dari percabukan, setiap dosa lain yang dilakukan manusia terjadi di luar dirinya. Ay Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiriAy . Di dalam ayat tersebut di atas Paulus memberikan satu-satunya jalan keluar untuk tidak terlibat dosa seksual . Satu-satunya jalan tersebut ialah jauhkanlah dirimu dari percabulan. Dosa percabulan hanya dapat dikalahkan dengan menjauhkan diri daripadanya. Jangan pernah menantang atau melawannya, jangan berpikir bahwa manusia dapat melawannya dengan kekuatannya, kemanangan hanya diperoleh dengan menjauhkan diri daripadanya. Masalah-masalah yang Ada di Jemaat Korintus . asal 7-. Pertama, masalah perkawinan . Para pemimpin jemaat Korintus telah menulis surat kepada Paulus untuk menanyakan kepadanya tentang masalah perkawinan. Ada beberapa pertanyaan yang disampaikan jemaat dan Paulus memberi jawa atas pertanyaan-pertanyaan Pertanyaan pertama, salahkah jika seseorang menikah? Jawaban yang diberikan atas pertanyaan tersebut ialah tidak salah . :1-. Pertanyaan muncul karena di dalam jemaat Tuhan memiliki berbagai pendapat yang berbeda. Ada yang berpendapat bahwa lebih baik membujang da nada yang mengatakan bahwa lebih baik menikah. Paulus memang berkata bahwa adalah baik baik bagi seseorang kalau ia tidak kawin, tetapi ia tidak berkata bahwa Auhal itu adalah lebih Ay Tidak kawin itu baik jika keadaan memang mengijinkan, dan orang tersebut mampu Membujang bukanlah mengenai keadaan baik dan bukan pula mengenai keadaan Pertanyaan kedua, adalah pertanyaan tentang: AuBolehkah seseorang yang sudah menikah menjauhi pasangannya dan tidak bersetubuh dengan dia . arena ada yang menyangka bahwa kehidupan yang demikian lebih kudus dan lebih berkenan kepada Tuha. ? Jawaban yang umum atas pertanyaan ini ialah tidak, namun Paulus memberikan pengecualian. Jika suami isteri itu Brill. Tafsiran Surat Korintus Pertama, 42. Ibid. , 80. Ibid. , 121. Ibid. , 131. Lihat juga Matthew HenryAos Commentary on the Whole Bible: Complete and Unbridge in One Volume (T. : Hendrickson Publishers. Inc. , 1. , 2554-555. Brill. Tafsiran Surat Korintus Pertama, 137. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 61 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen hendak saling menjauhi untuk sementara waktu, khususnya untuk berdoa karena ada sesuatu yang penting, maka mereka boleh melakukannya atas persetujuan bersama. Paulus sesungguhnya tidak memberikan perintah supaya mereka berbuat demikian. Pertanyaan ketiga adalah pertanyaan: AuBolehkah seorang janda, atau seorang duda menikah lagi?Ay Mereka dapat menikah lagi, tetapi hanya dengan orang yang sudah Audi dalam Tuhan,Ay artinya orang yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus. Paulus berpendapat bahwa mereka . anda, atau dud. lebih baik hidup seperti dia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa Paulus dulunya adalah menikah, tetapi istrinya meninggal, dan ini sebabnya ia berkata Aubaiklah mereka tinggal dalam keadaan seperti aku . Kor, 7:. Tetapi sekali lagi Paulus menekankan kebenaran, bahwa tidak semua orang dapat menguasai dirinya, oleh karena itu baiklah mereka Lebih baik menikah daripada hangus oleh hawa nafsu. Pertanyaan keempat. AuBolehkah seorang istri atau suami Kristen menceraikan pasangannya?Ay Tidak. Dari semua persekutuan atau ikatan yang ada di dunia ini, hanya satu yang tidak boleh diubah sampai mati yaitu perkawinan. Setiap orang mempunyai hak untuk menikah, dan hak tersebut merupakan hak yang istimewa yang menuntut tanggung jawab yang Manusia berkuasa mengikatkan diri pada pasangannya, tetapi ia tidak berkuasa untuk Apabilaa seseorang memutuskan untuk menikah, berarti ia telah melepaskan kemerdekaannya dan ia menjadi seseorang yang tidak bebas lagi. Ia memperoleh kuasa melakukan sesuatu yang tidak dapat diubahnya . engan melakukan cera. Pertanyaan kelima. AuBolehkah perkawinan di antara seorang yang beriman dan seorang yang tidak beriman dibatalkan atau diputuskan?Ay Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah tidak Paulus membicarakan perkawinan antara seorang yang percaya dan seorang yang tidak percaya, dan perkawinan tersebut terjadi pada waktu mereka belum percaya . asih kafi. , lalu salah satu di antara mereka percaya kepada Tuhan, namun yang satu lagi tidak mau percaya. Perkawinan semacam itu tidak boleh diputuskan. 17 Alasan yang diberikan Paulus untuk masalah ini ialah hubungan perkawinan dikuduskan oleh pasangannya yang belum percaya. Hal ini tidak berarti bahwa pihak yang tidak percaya diselamatkan oleh iman pihak lain . uami ister. , karena hal tersebut bertentangan dengan firman Tuhan. Hanya hubungan suami isteri yang dikuduskan bukan keselamatannya. Pertanyaan keenam ialah: AuApakah menikah lebih baik atau lebih mulia daripada membujang?Ay atau apakah membujang lebih baik atau lebih mulia daripada yang menikah?Ay Jawaban atas pertanyaan ini ialah tidak. Hal yang ditekankan Paulus dalam masalah ini ialah orang yang menikah memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, misalnya bagaimana cara dapat menyenangkan pasangannya. Perbedaan yang terlihat dari dua hal tersebut di atas ialah yang satu lebih memperhatikan perkara Tuhan, sedangkan yang satu lagi lebih memperhatikan perkara duniawi. Pertanyaan ketujuh adalah AuApakah kewajiban seorang ayah terhadap anak gadisnya? Bolehkah ia memaksa atau mendorong anak gadisnya supaya menikah atau tidak menikah? Pertanyaan atas pertanyaan tersebut ialah tidak. Bagian ini menjelaskan tentang hubungan antara bapa dan anak dan pertanyaan ini ditujukan kepada semua bapa Kristen. Haruskah perkawinan diatur oleh bapa tanpa mempedulikan kemauan dan keadaan anaknya. Sekali-kali tidak. Hal 1Kor. 7:5-6. 1Kor. 7:10-11. Lihat juga Mat. 19:6. Lihat juga Sekolah Tinggi Theologia Injili Indonesia. Kepercayaan dan Kehidupan Kristen (T. : Sekolah Tinggi Theologia Injili Indonesia, 1. , 270. 1Kor. 7:12-14. Lihat juga Brill. Tafsiran Surat Korintus Pertama, 141. Leon Morris. Au1Corinthians,Ay dalam Tyndale New Testament Commentaries, peny. Canon Leon Morris (Grand Rapids. Mich. : William B. Eerdmans Publishing Company, 1. , 106-107. Brill. Tafsiran Surat Korintus Pertama, 145. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 62 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen yang ditekankan di sini ialah hendaknya seorang bapa, membiarkan anak-anaknya, yang sesungguhnya dari Tuhan, mencari pimpinan Tuhan dan bertanggung jawab kepada Tuhan dalam mencari pasangannya. Kedua, masalah makanan yang dipemsembahkan kepada berhala . Hal lain yang diaujukan orang Korintus kepada Paulus ialah AuBolehkah seseorang memakan daging yang sudah dipersembahkan kepada berhala?Ay Masalah tersebut dijawab oleh Paulus dengan memberikan pandangannya pada pasal 8-10. Kepada bangsa asing yang percaya di Yerusalem diperintahkan supaya mereka jangan makan makanan yang telah dipersembahkan berhala (Kis. Orang-orang Yahudi memang sulit sekali mengerti dan menerima perkataan Yesus yang berkata: Auapapun dari luar yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya (Mrk. Bagi orang-orang Yahudi, memakan daging yang sudah dipersembahkan berhala adalah melakukan sesuatu kenajisan, dan di dalam hal ini rasul Paulus dengan pertolongan Roh Kudus memberitahukan bagaimana perintah itu dapat dijalankan dalam beberapa suasana yang berlainan. Ketiga, masalah sikap perempuan malam jemaat . 11:2-. Persoalan dalam pasal ini berbicara mengenai wanita yang datang ke kebaktian umum dengan tidak bertudung. Pakaian yang dianggap pantas dan sopan pada waktu itu ialah bertudung, dan hal ini juga untuk menunjukkan bahwa wanita tersebut tunduk kepada suaminya. Keempat, masalah tentang perjamuan Tuhan . 11:17-. Tak lama setelah jemaat Tuhan dirikan, orang Kristen di Korintus mulai salah paham dengan arti perjamuan malam. Tidak lama sesudah kematian Kristus, orang Kristen mulai mengadakan perjamuan Tuhan sesudah mereka makan perjamuan biasa. Pada abad permulaan rupanya orang-orang Kristen makan dan minum perjamuan Tuhan setiap hari . , kemudian diubah menjadi setiap hari Minggu . Karena orang Kristen mulai mengadakan perjamuan Tuhan setelah makan jamuan biasa, maka kebiasaan-kebiasaan yang salah itu mulai ditiru. Hal yang terjadi di jemaat Korintus adalah telah menjadikan perjamuan itu sebagai suatu perjamuan yang biasa dan penuh dengan kekacauan dan kesalahan. Oleh karena itu Paulus menegur jemaat ini dengan mengatakan: Auapakah kamu tidak punya rumah untuk makan dan minum?Ay Rasul Paulus menyalahkan jemaat Tuhan di Korintus sebab mereka sudah menghina perjamuan Tuhan, jemaat Tuhan dan beberapa orang miskin yang ada di jemaat Tuhan. Kelima, berbagai karunia dan hukum kasih . Pasal-pasal ini merupakan catatan mengenai kuasa Roh Kudus yang dimulai pada hari Pentakosta. Pasal-pasal ini juga berkaitan dengan pasal 11 yang membahas tentang peraturan dalam kebaktian umum dan pada pasal yang ke 14 membahas tentang pemakaian karunia-karunia rohani dalam jemaat Tuhan. Pasal 12-14 ini Paulus secara khusus menguraikan tentang Roh Kudus dan penyataan kuasaNya dalam jemaat Korintus. Ada 2 kata penting dalam pasal 12 yaitu AukaruniaAy dan AuRohAy atau Auroh. Ay Karunia-karunia yang dimaksudkan adalah karunia rohani atau karunia Roh Kudua. Karunia Roh diberikan kepada anggota jemaat Korintus untuk melengkapi mereka melayani Allah. Paling tidak ada empat tujuan jemaat Korintus diberikan karunia Roh yaitu untuk memperlengkapi orang kudus supaya mendirikan tubuh Kristus yaitu jemaatNya, untuk mencapai medewasaan penuh dan untuk pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus. Pemahaman tentang Kebangkitan Yesus . Keyakinan kekristenan bukan hanya memandang kehidupan di dunia ini saja, tetapi juga Ibid. , 147. David K. Lowery. The Bible Knowledge Commentary: New Testament, peny. John F. Walvoord dan Roy Zuck (T. : Victor Books, 1. , 530-31. Brill. Tafsiran Surat Korintus Pertama, 244. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 63 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen kehidupan di kemudian hari yaitu suatu kehidupan yang kekal dan sempurna. Kehidupan di dunia ini sedemikian singkat, tetapi suatu hari nanti semua orang percaya akan hidup di sorga yang kekal dan sempurna, oleh karena penebusan yang telah dikerjakan oleh Yesus Kristis. Rupanya ada beberapa orang dalam jemaat Korintus yang menyangkal adanya kebangkitan orang mati dan dengan demikian mereka menyangkal kebangkitan Kristus dan menyangkal kebangkitan mereka sendiri. Hal ini dikatakan dalam 1 Korintus 15:12 yang mengatakan: AuBagaimanapun mungkin ada di antara kamu yang mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?Ay Rasul Paulus ingin meyakinkan jemaat Korintus bahwa kebangkitan tubuh itu benar-benar ada dan akan terjadi. Untuk itu perhatikanlah penjelasan-penjelasan di bawah ini: Pertama. Injil Kristus . Apakah Injil yang diberitakan Paulus? Bahwa Kristus telah mati, dikuburkan dan telah dibangkitkan pada hari yang ketiga, dan semuanya itu dilakukanNya karena dosa-dosa manusia. Dengan berpijak dari isi Injil yang diberitakan Paulus, maka orang percaya . ang telah meninggal dalam Kristu. suatu saat akan dibangkitkan sama seperti Kristus sudah bangkit dari antara orang mati. Kedua, pentingnya kebangkitan Kristus . Kebangkitan Kristus berhubungan erat dengan keselamatan orang Kristen. Hal ini dinyatakan dalam ayat 12 yang mengatakan: AuJadi bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?Ay Pemberitaan tentang kebangkitan Kristus menjadi bagian yang teragung dalam pemberitaan rasul-rasul Tuhan. Jika Kristus tidak dibangkitkan, kabar Injil menjadi sia-sia, kosong dan tidak berarti serta bohong sama sekali. Dengan demikian Injil Kristus tidak mempunyai dasar dan iman merekapun sia-sia, selain itu rasul-rasul Tuhan akan dianggap menjadi saksi dusta. Itulah akibat bagi orang yang menyangkal kebangkitan Kristus. 24 Dalam ayat 12-19 Paulus menerangkan bahwa jika tidak ada kebangkitan orang mati maka sia-sialah kebangkitan Kristus, sia-sialah kesaksian murid-murid, sia-sialah orang Kristen dan sia-sialah keselamatan dan berkat-berkatnya yang kekal. Ketiga, cara dan sifat tubuh kebangkitan . Pertanyaan pertama yang diajukan adalah Au Bagaimanakah orang mati dibangkitkan?Ay Orang yang mengajukan pertanyaan itu dikatakan sebagai orang bodoh, karena kebangkitan dapat dilihat setiap hari dari tanaman. Pengalaman sehari-hari seharusnya mengajarkan seseorang bahwa kebangkitan bukanlah suatu hal yang mustahil. Oleh karena itu menyangkal kebangkitan tubuh manusia adalah sama bodohnya dengan menyangkal kebangkitan bibit tanaman. Tuhan Yesus telah mengajarkan hal yang sama kepada orang Saduki yang menyangkal kebangkitan. AuKamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti kitab suci maupun kuasa AllahAy (Mrk. Pertanyaan kedua berkaitan dengan sifat dari tubuh kebangkitan. Berkaitan dengan topic ini Paulus menjelaskan bahwa tubuh jasmani dikuburkan, tetapi tubuh rohani dibangkitkan, tubuh yang rusak dikuburkan tetapi tubuh yang tidak dapat rusak dibangkitkan. Dengan demikian nyatalah bahwa tubuh yang dibangkitkan tidak sama dengan tubuh yang dikuburkan. Ayat 42-44 memberikan jawaban bahwa tubuh kebangkitan tidak sama dengan tubuh yang dikuburkan, melainkan tubuh yang sifatnya lain, yaitu tubuh yang lebih mulia dan yang tidak dapat binasa. Lihat dalam Mzm. 90:10. Di sini umur manusia dikatakan singkat bila dibandingkan dengan keberadaan Allah, umur manusia 70 sampai 80 tahun. Tetapi bila suatu saat orang percaya tinggal bersama dengan Tuhan, maka ia akan hidup selama-lamanya. Hanya karya Kristuslah yang memungkinkan manusa tinggal bersama Tuhan untuk selama-lamanya. Brill. Tafsiran Surat Korintus Pertama, 303. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 64 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Strategi Pelayanan yang diterapkan Paulus kepada Jemaat Korintus Definisi dari strategi ialah seni panglima tertinggi dalam lingkup Auseni memproyeksikkan dan mengarahkan gerakan militer dan operasi kampanye yang lebih besar,Ay yang biasanya dibedakan dari taktik, yang merupakan Auseni menangani pasukan dalam peperangan atau seni menangani kehadiran musuh secara langsung. Ay25 Secara umum arti strategi ialah rencana untuk tindakan yang tepat berdasarkan rasionalitas dan interdependensi gerakan pengikut yang menentang. 26 Dari dua arti istilah di atas, penulis lebih cenderung dan memilih arti strategi ialah tindakan yang tepat untuk melakukan sesuatu, oleh karena itu hal-hal yang akan dibahas tentang strategi dalam makalah ini ialah tindakan yang tepat yang dilakukan Paulus untuk gereja yang ada di Korintus. Adapun tindakan-tindakan yang dilakukan Paulus untuk jemaat Korintus dijabarkan pada tiga paragraph ayat yang ada di surat Korintus, yaitu 1 Korintus 3:5-15. 1 Korintus 9:19-23 dan 2 Korintus 2:14-16. Berikut penulis akan menjelaskannya satu per satu. Tindakan Paulus yang Ada dalam 1 Korintus 3:5-15 Ayat-ayat yang ada di dalam 1 Korintus 3:5-15 berbunyi sebagai berikut: Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya. Aku menanam. Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama. dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri. Karena kami adalah kawan sekerja Allah. adalah ladang Allah, bangunan Allah. Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api. Di dalam perikop yang panjang di atas. Paulus memberikan beberapa penjelasan tentang diri dan pelayanannya sebagai pendiri gereja . emberita Inji. : Pertama. Paulus menyebut dirinya sebagai seorang pemberita kabar baik. Paulus memahami dirinya sebagai seorang AuhambaAy . Kor. , dan hal ini menjungkirbalikkan kerangka referensi masyarakat Yunani-Romawi dan gagasan mereka tentang prestise sosial yang lebih mementingkan kehormatan dan status diri. Paulus menekankan bahwa seorang bamha adalah seorang yang mengerjakan sesuatu atas perintah dari atasnya. Paulus menggunakan metafora istilah-istilah yang ada di pertanian untuk menggambarkan tugas seorang pengkhotbah firman yaitu dengan menggunakan istilah menanam, menyiram dan membangun. Oleh karena itu tugas dan aktifitas pemberitaan firman bukan untuk kesombongan. Eckhard J. Schnabel. Rasul Paulus Sang Misionaris: Perjalanan. Strategi dan Metode Misi Rasul Paulus, pen. Johny the (Yogyakarta. Andi Offset, 2. , 11. Ibid. Ibid. , 131. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 65 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Kedua ialah Paulus menyebut bahwa Allah adalah AuTuhanAy atas pekerjaan pemberita Injil dan pekerjaan gereja. Tuhan adalah sebagai AuatasanAy yang mengarahkan Paulus sebagai AuasistenAy yang melayaniNya dan yang mengaruniakan setiap talenta yang berbeda. Pelayanan pemberitaan Injil ataupun pelayanan yang lain adalah tugas yang diberikan Allah. Ketiga. Paulus memahami dirinya sebagai misionaris perintis yang dipanggil Allah untuk: menanam" dan "meletakkan" dasar, yaitu mendirikan jemaat-jemaat baru. Sedangkan Apolos dan lainnya bertugas sebagai yang AumenyiramAy dan AumembangunAy di atas fondasi yang telah terlebih dahulu dilakukan oleh Paulus. Pernyataan di atas memberikan penekanan bahwa Tuhan memberikan tugas yang berbeda-beda kepada setiap orang. Konteks ayat menjelaskan bahwa Paulus tidak memuji orang yang memusatkan perhatian pada pelayanan mereka AusendiriAy yang dapat menuntun kepada peninggian diri sendiri. Paulus mengkritik sikap jemaat Korintus yang berfokus pada kepribadian. Keempat. Paulus berpendapat bahwa kesuksesan selalu berasal dari Allah semata. Efektifitas pekerjaan misi dan pelayanan pastoral bukan bergantung pada pribadi seseorang atau karunia mereka atau pada teknik yang dilakukan, namun bergantung pada Allah. Seorang pemberita tidak berarti apa-apa jika tanpa Tuhan yang memberikan tuntunan. Sifat pelayanan Injil melarang rasa hormat dan respek secara ekslusif pada para pengkhotbah secara individual, sebab mereka semua hanyalah alat yang dipakai Allah dan hanya padaNya saja semua AukesuksesanAy bergantung. Kelima, jemaat yang bau didirikan bukan milik Paulus ayau pelayan Tuhan yang lain, jemaat adalah Aulading Allah, bangunan Allah. Ay Karena pertumbuhan jemaat dilakukan oleh Allah, maka jemaat bukanlah pekerjaan atau milik seorang rasul, jemaat adalah pekerjaan dan milik Allah. Pekabar injil dan pelayan yang lain melayani gereja untuk menghasilkan AutanamanAy yang sedang bertumbuh dan AubangunanAy yang sedang dibangun. Keenam. Paulus telah dipanggil untuk mendirikan jemaat. Hal ini dapat dilihat dalam istilah yang digunakan yaitu Auahli bangunan yang cakapAy . Kor. , ia telah meletakkan Tanpa dasar atau findasi, tidak aka nada gereja di Korintus. Paulus aktif selama satu setengah tahun, menjelaskan bahwa pekerjaan misi perintisan tidak selesai begitu saja namun melibatkan orang lain atau pelayan lain untuk pekerjaan berikutnya yaitu pekerjaan Aumenyiram. Ay Bagi Paulus untuk meletakkan dasar berarti termasuk memberikan pengajaran kepada orang yang baru percaya dengan dasar-dasar iman dalam Yesus Kristus. Paulus menunjukkan hal yang harus diketahui oleh setiap arsitek yaitu fondasi yang telah diletakkan tidak dapat diubah oleh orang yang meneruskan pekerjaan pada bangunan itu. Jika ada seseorang yang berusaha mengganti fondasi yang sudah ada dengan fondasi yang lain, maka ia mulai membangun bangunan AuasingAy yang berbeda. Fondasi y,ang telah diletakkan Paulus adalah Yesus Kristus sendiri . Kor. , terutama ialah Yesus sebagai Mesias yang disalibkan, mati dan dibangkitkan. Penyaliban, kematian dan kebangkitan merupakan isi dari pemberitaan misi Paulus dan hal ini menjadi ukuran sempurna bagi pendirian dan pertumbuhan gereja. Untuk alas an inilah, factor yang menentukan dalam misi rasul bukanlah terletak pada misionaris, guru, program atau metode yang digunakan, melainkan Yesus Kristus yang harus diberitakan. Sama seperti bangunan memiliki fondasi, maka tidak ada fondasi lain selain berfokus kepada Kristus Yesus. 1Kor. 3:5. 1Kor. 3:6, 10. 1Kor. 3:5. 1Kor. 1:10-17 dan 1 Kor. 3:1-4. Schnabel. Rasul Paulus Sang Missionaris, 133. Ibid. Ibid. , 134-35. Ibid. , 135. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 66 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Pengkhotbah dan guru bertanggung jawab atas cara mereka membangun di atas Aufondasi Yesus KristusAy . Kor. 3:12-. yang telah diletakkan oleh Paulus dan para misionaris lamanya. Mereka memiliki tanggung jawab atas prioritas, motivasi dan metode yang digunakan dalam membangun gereja. Paulus berpendapat bahwa ada cara untuk mendirikan bangunan yang akan berdampak kekal yaitu ketika orang membangun mengikuti batu penjuru yang telah diletakkan ahki bangunan yang telah meletakkan dasarnya, maka mereka akan menyelesaikan bangunan dengan sukses. Ada pula cara untuk mendirikan bangunan yang bersifat sementara yaitu jika orang yang membangun menekankan pada ukuran baru dan standar baru, mereka akan mendirikan bangunan yang tidak akan bertahan ketika ada kebakaran. Bahan-bahan seperti emas, perak dan batu berharga adalah bahan-bahan-bahan yang mampu bertahan terhadap api. Hal ini berarti bahwa pelayanan yang berpaut kepada Yesus Kristus yang mati dan bangkit sebagai fondasi dasar, ukuran iman dan pelayanan mereka, tidak perlu takut kepada penghakiman terakhir dengan api. Sedangkan kayu, jerami dan rumput kering adalah bahan bangunan yang cepat terbakar. Hal ini berarti bahwa pelayanan, khususnya para pelayan yang menyingkirkan Yesus Kristus lalu berfokus kepada hal lain akan mengalami kerugian pada penghakiman terakhir, walaupun dirinya tetap diselamatkan. Tindakan Paulus yang Ada dalam 1 Korintus 9:19-23 Bagian kedua tentang tindakan Pauus untuk jemaat Korintus terdapat dalam 1 Korintus 9:19-23, dan ayat-ayat berikut berbunyi: Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang. Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat. Bagi orangorang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka. Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya. Dari ayat-ayat di atas penulis akan menjelaskan strategi Paulus bagi jemaat Korintus. Adapun strategi yang dapat dilihat dalam tindakan-tindakan yang dilakukan Paulus ialah: pertama adalah Paulus memperhatikan para pendengarnya dengan serius. Sikap pemberita injil adalah sikap yang menundukkan diri pada pesan injil, dan Paulus siap untuk melepaskan kebebasan kristennya jika ia bisa memenangkan banyak orang pada iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Paulus juga membuat dirinya tergantung kepada para pendengarnya. Ia rela menjadi AuhambaAy mereka. Sikap misi Paulus adalah Aupenyamaan diriAy yaitu ia rela mendengarkan orangorang sehingga mereka mau mendengarkannya, bertindak sesuai dengan kebutuhan mereka, dan rela hidup bersama mereka untuk dapat menjangkau mereka. Kedua. Paulus tidak menyingkirkan siapapun dalam khotbahnya. Sekalipun ada perbedaan status social, latar belakang etnis dan ia ditugaskan secara khusus untuk menjadi misionaris orang non Yahudi. Paulus sadar betul akan kewajibannya akan Auorang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat. Ay Paulus tidak pernah mencari alas an untuk tidak memberitakan Ibid. , 136. 1Kor. 9:19. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 67 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Yesus Kristus kepada rekan sebangsanya yaitu orang-orang Yahudi. Pandangan dan keyakinan Paulus tentang Gereja tidak mengijinkan Auhidup bersama secara terpisahAy antara orang-orang Yahudi dengan orang-orang non Yahudi. Paulus mengimbau dengan serius untuk dapat hidup berdampingan satu dengan yang lain. Ia ingin menjadi rasul bagi semua gereja, sebab visinya adalah untuk komunitas baru yang dibentuk yang terdiri dari semua orang baik orang Yahudi ataupun orag non Yahudi. Ketiga, pekerjaan misi Paulus meniadakan batasan-batasan di kemudian hari. Paulus menjadi Ausegala sesuatuAy untuk semua orang, dan meskipun ia tidak lagi dikendalikan oleh ketentuan-ketentuan hukum Taurat, ia tidak terhalang atau tersandung oleh pembicaraan para pendengar Yahudinya yang sedemikian provokatif tentang Auhidupnya yang tanpa hukum Taurat. Ay Adapun yang dimaksud dengan hal yang demikian ialah Paulus tidak mengikuti seluruh ketentuan huum Musa, terutama hukum yang membedakan antara orang Yahudi dan non Yahudi dan hukum tentang makanan dan pentahiran. Sebaliknya Paulus menekankan bahwa kebebasannya dari hukum Taurat tidak berarti hidupnya tanpa huum sama sekali, selama hukum Taurat adalah hukum Allah Audalam KristusAy yang diubah melalui klimaks penyataan Allah dalam Yesus sebagai Mesias, maka hukum tersebut tetap valid dan terus hidup dalam Auhukum Kristus. Ay37 Pada saat yang sama Paulus mempertahankan kebebasan yang diberikan bersama Yesus Kristus ketika ia berinteraksi dengan orang-orag non ahudi, dengan tidak menuntut mereka untuk mengikuti hukum Taurat. Paulus makan apa yang dimakan oleh mereka, ia juga minum apa yang diminum oleh mereka. Ia tidak mengubah orang non Yahudi yang baru percaya menjadi seperti orang Yahudi . ang menuntut dilakukan suna. Keempat. Paulus senantiasa berusaha untuk memenangkan Ausebanyak mungkinAy orang, istilah Tunani pleoinas tidak berarti AumayoritasAy atau AukebanyakanAy karena Paulus mengetahui dari pengalaman-pengalaman hidupnya bahwa biasanya hanya sedikit orang saja yang rela dating kepada iman. Ia juga menekankan bahwa tujuan pekerjaan misinya adalah untuk AumemenangkanAy orang dan AumemenangkanAy seseorang berarti AumenyelamatkanAy dia. Petobat itulah yang Aumendapat meuntunganAy ketika ia menerima keselamatan dan diangkat masuk dalam keluarga Allah bersama dengan :saudara-saudaraAy yang lain. Namun Paulus yang mendapatkan keuntungan, karena gambaran bangunan dengan bahan-bahan yang mampu bertahan dalam 1 Korintus 3:12-15 menekankan bahwa Paulus, sebagai pemberita Injil, tahu bahwa ia bertanggung jawab kepada Allah, yang akan memeriksa daya tahan pekerjaannya pada hari penghakiman nanti. Tindakan Paulus yang Ada dalam 2 Korintus 2:14-26 Perikop yang ketiga yang menyatakan strategi dalam bentuk tindakan yang dilakukan Paulus dalam jemaat Korintus terdapat dalam 2 Korintus 2:14-16 yang berkata: Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa. Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian? 1Kor. 9:20-22. Lihat juga Schnabel. Rasul Paulus Sang Misionaris, 133. 1Kor. 9:22. 9:21. Schnabel. Rasul Paulus Sang Misionaris, 138. Ibid. , 138-139. Jl. Solo KM. Kalasan. Kab. Sleman. DI Yogyakarta Web: ukrim. Journal. id/index. php/JPS ---- 68 Jurnal Penabiblos Edisi ke-29. ISSN : 2086-6097. Vol. 14 No. 2 -- November 2023 Pendidikan Agama Kristen. Musik Gerejawi. Teologi-Konseling Kristen Di dalam menggambarkan kemenangan. Paulus menggunakan prosesi kemenangan Romawi untuk menggambarkan eksistensi misinya. Istilah yang diginakan sering mengacu pada kemenangan militer yang dinyatakan orang Romawi setelah kemenangan mereka. Prosesi kemenangan ini untuk menghormati jenderal yang enang yang telah dianugerahi kekuasaan tertinggi dan yang telah memenangkan peperangan yang adil yaitu ketika paling sedikit lima ribu musuh telah dibunuh. Jendral yang menang perang didudukkan di kereta yang ditarik oleh empat kuda putih yang diberi baju toga ungu dan wajahnya diberi warna merah. Ketika rasul Paulus membandingkan tugas pelayanan misi dengan kemenangan Romawi, ia ingin mengungkapkan tentang identitasnya sebagai seorang misionaris dengan hal-hal yang berikut, yaitu: pertama. Paulus memahami bahwa pekerjaan misinya adalah sebagai pemberitaan tentang kemenangan Allah, yaitu yang telah memenangkan dia yang sebelumnya sebagai penganiaya jemaat Allah di depan public. Kemenangan ini dapat dilihat dari biagrafi Paulus, di jalan menuju Damsyik. Kemenangan ini dirayakan dalam prosesi kemenangan secara terus menerus dalam misi perjalanan Paulus. Kedua, status Paulus sebagai rasul bukan merupakan hasil prestasi pribadinya, justru sebaliknya pemahamannya sebagai seorang isionaris ditentukan oleh keyakinan bahwa Allah dalam hidup dam misinya tak terpisahkan dari Yesus Kristus. Ketiga, pertobatan Paulus merupakan Aubau harumAy dan Auaroma. Ay Dalam hal ini kecil kemunginannya, jikaPauus mengacu pada dupa yang dibakar selama prosesi kemenangan Romawi. Beberapa orang berpendapat bahwa latar balakang referensi untuk bau harum, berasal dari kurban di Perjanjian Lama, karena Paulus menggambarkan pekerjaan misi yang dilakukannya, sebagai pelayanan imamat dalam Roma 15:16. Bau harum pemberitaan injil berasal dari kematian, yaitu kematian Yesus Kristus. Orang yang menolak injil hanya karena melihat kematian Yesus, maka mereka tidak akan diselamatkan dari kematian kekal. Namun bagi mereka yang menerima injil dan memahami Yesus sebagai Kyrios yang bangkit dan menerimanya sebagai sumber hidup, maka ia akan menerima keselamatan kekal. Apapun yang menjadi metafora Paulus, kebenarannya tetap sama, yaitu banyak orang telah mendengar injil tentang Yesus Kristus sebagai dampak dari pekerjaan misinya, meskipun tidak semua yang mendengar beritanya menjadi orang percaya. Penutup Telah dijelaskan di dalam makalah ini strategi yang diterapkan oleh Paulus mengenai pendirian gereja yang ada di Korintus. Kiranya strategi yang telah dijelaskan dapat diambil manfaatnya di dalam kehidupan orang-orang di masa kini. Strategi yang tidak muluk-muluk tetapi dapat diterapkan di dalam pelayanan kita. Tuhan memberkati. Daftar Pustaka