E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 1-7 Sektor Pertanian dan Disparitas Pendapatan Wilayah di Kabupaten Kebumen Irawan Wibisonya Universitas Putra Bangsa Abstrak Pembangunan merupakan suatu rangkaian proses perubahan menuju keadaan yang lebih baik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan taraf hidup masyarakat yang diukur dengan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi. Pembangunan ekonomi mampu meningkatkan pendapatan perkapita penduduk dalam jangka panjang apabila dapat dilakukan dengan baik dan secara berkelanjutan. Hal ini disebabkan pelaksanaan pembangunan ekonomi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan distribusi pendapatan bagi Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peranan sektor pertanian yang menjadi penggerak perekonomian di berbagai daerah berkontribusi dalam penentuan disparitas pendapatan wilayah di Kabupaten Kebumen. Analisis data menggunakan menggunakan metode CVw Indeks Williamson merupakan suatu pendekatan tidak langsung yang digunakan untuk mengukur besaran ketimpangan pendapatan wilayah. Hasil Penelitian ini menunjukkan Pertumbuhan dan Kontribusi Ekonomi sektor pertanian terhadap pendapatan daerah Kabupaten Kebumen cenderung positif, dimana keduanya memiliki nilai yang cukup besar dan meningkat pada tahun 2022. Ketimpangan pendapatan antar wilayah di Kabupaten Kebumen mengalami peningkatan antar waktu 2020 sampai 2022. Ketimpangan terjadi antara melibatkan pendapatan dari sektor pertanian lebih rendah dibandingkan dengan tanpa melibatkan sektor pertanian. Rata-rata nilai indek williamson menunjukkan 18,86 persen besaran disparitas ketika memasukkan unsur sektor pertanian dan 18,89 persen besaran dispartas ketika tidak memasukan pendapatan dari sektor pertanian. Terdapat selisih sebesar 03 persen yang menjadikan besaran pengaruh sektor pertanian dalam menurunkan tingkat disparitas wilayah di Kabupaten Kebumen. Kata Kunci: Disparitas. ekonomi wilayah. Indeks Williamson Abstract Development is a series of processes of change towards a better situation in an effort to improve welfare through increasing people's standard of living as measured by increasing the rate of economic growth. Economic development is able to increase the per capita income of the population in the long term if it can be carried out well and sustainably. This is because the implementation of economic development is able to encourage economic growth and improve income distribution for society. This research aims to analyze how the role of the agricultural sector, which is a driver of the economy in various regions, contributes to determining regional income disparities in Kebumen Regency. Data analysis uses the Williamson Index CVw method which is an indirect approach used to measure the magnitude of regional income inequality. The results of this research show that the economic growth and contribution of the agricultural sector to regional income in Kebumen Regency tends to be positive, where both have quite large values and will increase in 2022. Income inequality E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 1-7 between regions in Kebumen Regency has increased between 2020 and 2022. Inequality occurs between Income from the agricultural sector is lower compared to without involving the agricultural sector. The average value of the Williamson index shows 18. 86 percent of the disparity when including the agricultural sector and 18. 89 percent of the disparity when not including income from the agricultural sector. There is a difference of 0. 03 percent, which is the magnitude of the influence of the agricultural sector in reducing the level of regional disparities in Kebumen Regency. Keywords:Disparity. regional economy. Williamson Index Pendahuluan Pembangunan merupakan suatu rangkaian dari proses perubahan menuju keadaan yang lebih baik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan melalui peningkatan taraf hidup masyarakat yang salah satunya diukur dengan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi. Pembangunan ekonomi mampu meningkatkan pendapatan perkapita penduduk dalam jangka panjang apabila dapat dilakukan dengan baik dan secara berkelanjutan. Hal ini disebabkan pelaksanaan pembangunan ekonomi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan distribusi pendapatan bagi masyarakat (Bantika, 2. Pendapatan per kapita bisa dihitung dengan menggunakan PDB (Produk Domestik Brut. per PDB yang digunakan baik di tingkat nasional dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di tingkat daerah merupakan ukuran nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam sebuah negara sekaligus pendapatan yang diterima oleh semua faktor produksi di negara itu dalam periode tertentu. Produk domestik regional bruto merupakan salah satu indikator untuk mengetahui kondisi ekonomi dan keberhasilan pembangunan disuatu wilayah dalam periode Secara umum dapat dikatakan bahwa semakin tinggi laju pertumbuhan produk domestik bruto nya menunjukan semakin meningkat pula perekonomian negara atau daerah tersebut Penyusunan produk domestik regional bruto secara berkala juga dapat dari tahun Suatu proses pembangunan tidak terlepas dari tujuan yang ingin dicapai. Menurut Todaro . proses pembangunan paling tidak memiliki tiga tujuan inti yaitu . peningkatan ketersediaan serta perluasan distribusi berbagai barang kebutuhan hidup yang pokok. peningkatan standar hidup. perluasan pilihan-pilihan ekonomis dan sosial. Disamping memiliki tujuan inti, pembangunan secara garis besar memiliki indikator-indikator kunci yang E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 1-7 pada dasarnya dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu indikator ekonomi dan indikator Yang termasuk sebagai indikator ekonomi adalah GNP per kapita, laju pertumbuhan ekonomi. GDP per kapita dengan Purchasing Power Parity, sedangkan yang termasuk indikator sosial adalah Human Development Index (HDI) dan Physical Quality Life Index (PQLI) atau indeks mutu hidup (Kuncoro, 2. Proporsi sektor pertanian dalam perekonomian, yang tercermin dalam PDB di tingkat nasional dan PDRB di tingkat daerah, menggambarkan besar kecilnya produktivitas perekonomian. Semakin besar proporsi sektor pertanian dalam perekonomian, produktivitas daerah tersebut masih rendah. Hal ini terjadi karena pada umumnya pertanian di negara berkembang masih menggunakan peralatan yang kuno, usang, dan teknologi yang tertinggal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peranan sektor pertanian yang menjadi penggerak perekonomian di berbagai daerah berkontribusi dalam penentuan disparitas pendapatan wilayah di Kabupaten Kebumen. Metode Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data penelitian yang diperoleh dari data sekunder . ime serie. yang kita butuhkan: perkembangan PDRB Kabupaten Kebumen atas Dasar Harga Konstan dengan tahun dasar 2020-2022, data ini digunakan untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan ekonomi sektor pertanian serta analisis disparitas pendapatan Data ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kebumen. Selanjutnya perkembangan PDRB Provinsi Jawa Tengah atas Dasar Harga Konstan dengan tahun dasar 2020-2022, data ini digunakan sebagai data perbandingan dari PDRB Provinsi Jawa Tengah. Data ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. Analisis data menggunakan menggunakan metode CVw Indeks Williamson merupakan suatu pendekatan tidak langsung yang digunakan untuk mengukur besaran ketimpangan pendapatan wilayah. Semakin besar angka Indeks Williamson maka semakin besar pula tingkat ketimpangan pendapatan yang terjadi, begitu pula sebaliknya. Indeks Williamson diukur per tahun. Peranan sektor pertanian dilihat dengan cara menghitung Indeks Williamson dengan dua cara. Indeks Williamson pertama-tama dihitung. Dengan memasukkan sektor pertanian dalam formula penghitungan dan kemudian Indeks Williamson kembali dihitung dengan mengeluarkan sektor pertanian dari E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 1-7 Perbedaan angka Indeks Williamson pada dua perhitungan tersebut mengindikasikan peran sektor pertanian dalam ketimpangan wilayah di Kabupaten Kebumen. Hasil dan Pembahasan Sektor Pertanian Kabupaten Kebumen Pertanian adalah sektor yang penting dalam sebuah negara, terutama negara agraris karena selain menjaga ketahanan pangan, sektor ini merupakan sumber pendapatan utama penduduk terutama di daerah pedesaan. Walaupun demikian, banyak pendapat yang mengaitkan sektor pertanian dengan sektor yang mempunyai produktivitas rendah terutama di negara Konsentrasi yang berlebih di sektor pertanian adalah sebuah symptom dari skala ekonomi yang rendah. Hal ini terjadi karena sektor pertanian dijalankan dengan cara tradisional dengan metode dan teknologi yang telah usang. Namun demikian, jika sektor pertanian ditangani dengan lebih baik, sektor ini akan membawa dampak yang positif bagi perkembangan (Jhingan, 2. Kabupaten Kebumen merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi sektor pertanian, sekaligus sebagai penggerak perekonomian di wilayah Kabupaten kebumen. Bila dilihat dalam sumbangan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kebumen berdasarkan dari sektor pertanian terlihat pada Tabel 1 bahwa kontribusi sektor pertanian di Kabupaten Kebumen sebesar 20,93 persen meningkat pada tahun 2022 sebesar 23,54 persen. Sedangkan pada pertumbuhan ekonomi untuk sektor pertanian di Kabupaten Kebumen pada tahun 2021 sebesar 4,62 persen meningkat pada tahun 2022 sebesar 5,23 persen. Tabel 1. Kontribusi dan Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertanian di Kabupaten Kebumen Aspek 2021 (%) 2022 (%) Kontribusi Ekonomi 20,93 23,54 Pertumbuhan Ekonomi 4,62 5,23 Sumber: Hasil Pengolahan dari data PDRB BPS 2023 Peranan PDRB Sektoral terhadap total PDRB selama tiga tahun sangat erat kaitannya dengan keberadaan sumberdaya alam. Sektor pertanian merupakan kontribusi terbesar dalam E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 1-7 pembentukan PDRB yaitu di atas 20% dari total PDRB setiap tahunnya. Sedangkan untuk pertumbuhan sektor pertanian tergolong tinggi dengan angka pertumbuhan diatas 5 persen pada Hal ini memperkuat bahwa sektor pertanian berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kebumen. Peran Sektor Pertanian dalam Disparitas Pendapatan Kabupaten Kebumen Pada awal pembangunan akan terjadi disparitas regional yang tinggi dan pembangunan hanya terpusat pada daerah-daerah tertentu sehingga biasanya pada tahap awal pertumbuhan ekonomi yang lebih maju maka keseimbangan antar daerah dan disparitas akan berkurang dengan Salah satu model yang cukup representatif untuk mengukur tingkat ketimpangan pembangunan antar wilayah adalah indeks Williamson. Hasil perhitungan yang disajikan pada Tabel 2 memperlihatkan bahwa angka indeks ketimpangan (CVw. dengan mengikutsertakan PDRB sektor pertanian dalam perhitungan nilainya lebih kecil dibandingkan dengan indeks ketimpangantan yang mengikutsertakan PDRB sektor pertanian. Pada tabel terlihat bahwa angka CVwp . ndeks ketimpangan dengan sektor pertania. secara konsisten lebih rendah dari pada CVwnp . ndeks ketimpangan tanpa sektor pertania. Kenyataan ini mengindikasikan bahwa sektor pertanian dapat menekan atau mengurangi ketimpangan pendapatan selama periode analisis . Table 2. Hasil Perhitungan Indeks Williamson tahun 2020-2022 Tahun CVwp(%) CVwnp (%) Pendapatan (Juta Rupia. 18,79 18,82 18,85 18,89 18,93 18,97 Rata-rata 18,86 18,89 Sumber: Hasil Pengolahan dari data PDRB BPS Kab. Kebumen 2020 Pendapatan dari sektor pertanian di Kabupaten Kebumen terlihat cukup besar yakni dengan nilai rata-rata 16. 240 miliar per tahun, dengan pendapatan tiap tahunnya yang terus meningkat. Periode 2020 sampai 2022 adalah merupakan periode perhitungan disparitas, terlihat hasil perhitungan nilai CVwp rata-rata mencapai nilai yang tertinggi yaitu sebesar 18,93 persen untuk perhitungan dengan sektor pertanian dan sebesar 18,97 persen untuk perhitungan E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 1-7 pendapatan tanpa sektor pertanian CVwnp. Pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan, dimana Hipotesis Simon Kuznets dengan U terbalik terjadi pada periode ini. Sejalan dengan itu. Indeks Theils, ketimpangan yang terjadi cenderung meningkat. Hal ini dapat disebabkan dengan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin tinggi serta pola urbanisasi yang semakin Analisis data tersebut diatas memperlihatkan bahwa sektor pertanian di Kabupaten Kebumen Berperan dalam mengurangi ketimpangan pendapatan antar wilayah. Lapangan usaha pertanian juga menjadi penyumbang terbesar diantara lapangan-lapangan usaha lainnya. Data juga memperlihatkan bahwa PDRB sektor pertanian mengalami peningkatan diikuti oleh penurunan jumlah penduduk yang bekerja disektor pertanian. Ini mengindikasikan telah terjadi peningkatan kesejahteraan penduduk yang bekerja di sektor pertanian. Namun demikian, peningkatan sektor pertanian tanpa diikuti oleh peningkatan sektor hulu mau pun hilirnya . di daerah yang didominasi oleh sektor pertanian tidak akan membuat pertumbuhan ekonomi menjadi optimal. Oleh sebab itu, diperlukan juga upaya peningkatan pada sektor hulu-hilirnya . agar nilai tambah yang dicapai pada daerah yang didominasi sektor pertanian akan lebih besar. Dengan meningkatnya sektor pertanian didukung oleh peningkatan sub sektor agroindustri, pertumbuhan ekonomi akan semakin besar, ketimpangan pendapatan antar daerah yang dominan sektor pertaniannya dan daerah yang tidak dominan sektor pertanian juga akan semakin kecil. Potensi yang ada dan memiliki berbagai keunggulan yang khas jika dimanfaatkan dan dikelola dengan profesional akan dapat membantu pemerintah dalam program penanggulangan kemiskinan dan ketimpangan di Kabupaten Kebumen. Potensi ini dapat kita lihat pada luasan lahan pertanian di Kabupaten Kebumen. Kabupaten Kebumen memiliki luas lahan pertanian 111 Ha, luasan ini masih lebih luas jika dibandingkan dengan luasan lahan di kabupaten sekitar Kabupaten Kebumen. Kesimpulan Dari hasil penelitian tesebut dapat disimpulakn Pertumbuhan dan Kontribusi Ekonomi sektor pertanian terhadap pendapatan daerah Kabupaten Kebumen cenderung positif, dimana keduanya memiliki nilai yang cukup besar dan meningkat pada tahun 2022. Ketimpangan E-ISSN: 2809-7424 | Journal of Agribusiness Science and Rural Development (JASRD). Vol. 3 No. 1 2023 1-7 pendapatan antar wilayah di Kabupaten Kebumen mengalami peningkatan antar waktu 2020 Ketimpangan terjadi antara melibatkan pendapatan dari sektor pertanian lebih rendah dibandingkan dengan tanpa melibatkan sektor pertanian. Rata-rata nilai indek williamson menunjukan 18,86 persen besaran disparitas ketika memasukkan unsur sektor pertanian dan 18,89 persen besaran dispartas ketika tidak memasukan pendapatan dari sektor Terdapat selisih sebesar 0. 03 persen yang menjadikan besaran pengaruh sektor pertanian dalam menurunkan tingkat disparitas wilayah di Kabupaten Kebumen. Berdasarkan pada simpulan yang telah diuraikan saran yang penulis ajukan yaitu dalam meningkatkan perekonomian dari sektor pertanian, maka pemerintah kabupaten Kebumen harus lebih terfokus kepada beberapa sektor unggulan agar Kabupaten Kebumen memiliki sektor yang terspesialisasi dan perlu perhatian dalam usaha memajukan sektor pertanian di Kabupaten Kebumen, hal ini terlihat dari nilai besaran disparitas yang selisihnya sangat kecil. Daftar Pustaka