Peningkatan Kesadaran Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Melalui Media Edukasi Di Lingkungan Permukiman Dimas Syaputra A. Antoni Okta Vianus A. Nedya Rike Pebrianti A. Peti Rosminia A. Wahyuda Fratenza AA. Yuni Herlina A. Arafat Hermana 7. Mujiono 8 1,2,3,4,5,6,7,. Universitas Dehasen Bengkulu Email:. dsyaputra356@gmail. ARTICLE HISTORY Received . Februari 2. Revised . April 2. Accepted . April 2. KEYWORDS Awareness. Household Waste. Education. Cleanliness. Neighborhood. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di lingkungan permukiman masih menjadi tantangan karena rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya serta belum terbiasanya pemilahan sampah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga melalui penerapan media edukasi di lingkungan permukiman. Metode pelaksanaan meliputi observasi kondisi lingkungan, koordinasi dengan perangkat lingkungan setempat, penyusunan pesan edukasi yang sederhana dan persuasif, pembuatan serta pemasangan media edukasi pada titik strategis, disertai sosialisasi singkat kepada warga. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa media edukasi yang dipasang membantu meningkatkan perhatian warga terhadap kebersihan lingkungan dan menjadi pengingat untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di selokan dan jalan lingkungan. Masyarakat memberikan respons positif dan mulai menunjukkan perubahan sikap, terutama dalam upaya menjaga kebersihan area sekitar rumah dan fasilitas Kegiatan ini menegaskan bahwa penggunaan media edukasi yang tepat, mudah dipahami, dan ditempatkan pada lokasi yang sering dilalui dapat menjadi strategi efektif untuk mendorong perubahan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga di lingkungan permukiman. Keberlanjutan program memerlukan dukungan pengurus lingkungan dan partisipasi warga melalui pemantauan serta kegiatan kebersihan rutin. ABSTRACT Household waste management in residential areas remains a significant challenge due to the low level of public awareness regarding proper waste disposal practices. This community service activity aimed to increase public awareness of household waste management through the use of educational media in residential environments. The methods employed included environmental observation, coordination with local community leaders, development of simple and persuasive educational messages, installation of educational media at strategic locations, and brief socialization activities for residents. The results indicated that the educational media helped raise residentsAo awareness of environmental cleanliness and served as a reminder to avoid improper waste disposal, particularly in drainage channels and along residential roads. The community showed positive responses and began to demonstrate improved attitudes toward maintaining cleanliness around their homes and public facilities. These findings suggest that well-designed educational media, placed in frequently accessed areas, can effectively encourage behavioral change in household waste management. Program sustainability requires continued support from community leaders and active participation from residents through monitoring and routine environmental cleaning activities. PENDAHULUAN Lingkungan permukiman perkotaan masih menghadapi persoalan pengelolaan sampah rumah tangga yang berkaitan dengan perilaku masyarakat dan kebiasaan sehari hari. Kondisi tersebut terlihat pada wilayah Perumahan Rafflesia Asri di Kelurahan Betungan. Kecamatan Selebar. Kota Bengkulu. Wilayah ini merupakan kawasan permukiman dengan akses jalan yang baik dan dilengkapi fasilitas umum seperti masjid, lapangan, pos ronda, serta saluran drainase. Jumlah penduduk sekitar 258 jiwa dengan 85 kepala keluarga yang memiliki latar belakang pekerjaan beragam, mulai dari pegawai swasta, wiraswasta, pegawai negeri sipil, buruh, hingga ibu rumah tangga. Di tengah kondisi lingkungan yang relatif tertata, masih ditemukan kebiasaan membuang sampah di selokan dan di sekitar jalan lingkungan, serta belum terbentuknya kebiasaan pemilahan sampah rumah tangga berdasarkan jenisnya. Praktik tersebut berpotensi menurunkan kualitas kebersihan lingkungan dan memperbesar risiko gangguan kesehatan berbasis lingkungan. Berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebelumnya menunjukkan bahwa peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui pendekatan edukatif. Pambudi et al. melaporkan bahwa penggunaan media edukasi visual dan digital dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai jenis sampah dampaknya terhadap lingkungan. Pendekatan lain melalui penyuluhan dan pendampingan juga digunakan untuk membangun pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga, terutama ketika aspek pengetahuan dan praktik perlu diperkuat secara bersamaan (Fitriani et al. , 2. Marzuki et al. menekankan bahwa pengenalan pemilahan sampah sebagai langkah awal menjadi bagian penting dalam Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 2 April 2026 page: 245 Ae 250 | 245 upaya pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Media edukasi yang ditempatkan pada ruang publik permukiman turut digunakan sebagai sarana pengingat perilaku masyarakat. Sajidin et al. menjelaskan bahwa papan edukasi yang berisi informasi singkat dan kontekstual mampu meningkatkan perhatian warga terhadap isu kebersihan lingkungan. Nugraheni et al. menyebutkan bahwa visualisasi informasi mengenai dampak sampah membantu masyarakat memahami konsekuensi jangka panjang dari perilaku membuang sampah sembarangan. Selain aspek edukasi, penyediaan sarana pemilahan juga dilaporkan berpengaruh terhadap perubahan perilaku. Dharmasaintika . menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas pemilahan memudahkan masyarakat memulai pemilahan sampah dari sumbernya. Penelitian Sari et al. memperlihatkan bahwa kejelasan label dan informasi pada sarana pemilahan berkontribusi terhadap peningkatan praktik pemilahan di tingkat rumah tangga. Meskipun demikian, sejumlah kegiatan pengabdian masih menghadapi tantangan pada aspek pembiasaan dan keberlanjutan. Program yang menitikberatkan pada penyuluhan atau sosialisasi sering kali belum didukung oleh pengingat visual yang hadir secara konsisten di lingkungan permukiman. Di sisi lain, program yang menyediakan sarana pemilahan belum selalu disertai pesan edukasi yang relevan dengan kebiasaan warga setempat. Penelitian mengenai perilaku pemilahan sampah di wilayah perkotaan menunjukkan bahwa sikap dan persepsi kemudahan berpengaruh terhadap niat dan tindakan masyarakat, sehingga intervensi perlu menghadirkan kombinasi antara edukasi dan kemudahan dalam praktik sehari hari (Pratama dan Wulandari, 2. Kegiatan pengabdian ini menawarkan pendekatan yang mengintegrasikan penggunaan media edukasi dengan penyediaan sarana pemilahan sampah di lingkungan permukiman. Media edukasi dirancang dengan pesan singkat dan mudah dipahami, kemudian ditempatkan pada titik yang sering dilalui warga agar berfungsi sebagai pengingat perilaku. Sarana pemilahan disediakan untuk mendukung praktik pemilahan sampah rumah tangga secara langsung. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga melalui media edukasi di lingkungan permukiman serta mendorong terbentuknya kebiasaan awal pemilahan sampah yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat METODE Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat disusun untuk mengarahkan tahapan dan aktivitas menuju tujuan kegiatan, yaitu memberikan solusi atas permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di lingkungan permukiman. Kegiatan dilaksanakan di Perumahan Rafflesia Asri. Kelurahan Betungan. Kecamatan Selebar. Kota Bengkulu pada periode 22 Desember 2025 sampai 17 Januari 2026. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif, melibatkan pengurus lingkungan dan warga pada tahap perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi agar program lebih mudah diterima dan dapat dilanjutkan. Tahap pertama adalah perencanaan dan koordinasi. Pada tahap ini dilakukan komunikasi dengan pengurus lingkungan untuk menyepakati jadwal kegiatan, menentukan lokasi pelaksanaan, serta pembagian peran antara mahasiswa dan warga. Tahap ini juga mencakup penyiapan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan media edukasi serta sarana pemilahan sampah. Tahap kedua adalah observasi dan identifikasi kondisi lapangan. Observasi dilakukan untuk memetakan titik titik yang rawan menjadi lokasi pembuangan sampah, melihat kondisi selokan dan jalan lingkungan, serta menggali informasi singkat dari warga terkait kebiasaan membuang sampah dan kebutuhan sarana. Hasil observasi digunakan sebagai dasar penyusunan isi pesan edukasi dan penentuan lokasi penempatan sarana pemilahan. Tahap ketiga adalah perancangan media edukasi dan sarana pemilahan. Pada tahap ini disusun pesan edukasi yang singkat, jelas, dan sesuai kondisi setempat, seperti ajakan menjaga kebersihan, larangan membuang sampah ke selokan, serta imbauan pemilahan sampah rumah tangga. Pesan tersebut diwujudkan dalam media edukasi yang dapat dipasang di lingkungan, serta disiapkan label dan penandaan yang jelas untuk sarana pemilahan sampah organik dan anorganik. Tahap keempat adalah pelaksanaan dan sosialisasi. Kegiatan yang dilakukan meliputi pembuatan dan pemasangan media edukasi pada lokasi strategis, penempatan tempat sampah terpilah, serta penyampaian sosialisasi singkat kepada warga mengenai cara pemilahan sampah dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sosialisasi dilakukan secara langsung agar warga memahami cara penggunaan sarana yang disediakan. Tahap kelima adalah penguatan partisipasi masyarakat. Penguatan dilakukan melalui pelaksanaan kegiatan kebersihan lingkungan yang melibatkan warga, sehingga pesan edukasi dan sarana pemilahan didukung oleh praktik nyata menjaga lingkungan. Kegiatan sosial pendukung seperti aktivitas bersama juga digunakan untuk memperkuat kebersamaan warga dan meningkatkan keterlibatan 246 | Dimas Syaputra. Antoni Okta Vianus. Nedya Rike Pebrianti. Peti Rosminia. Wahyuda Fratenza. Yuni Herlina. Arafat Hermana. Mujiono. Peningkatan Kesadaran Masyarakat Dalam Pengelolaan SampahA masyarakat. Tahap keenam adalah evaluasi dan rencana tindak lanjut. Evaluasi dilakukan dengan memantau pemanfaatan sarana pemilahan, melihat perubahan kondisi kebersihan pada titik rawan sampah, serta mengumpulkan masukan dari pengurus dan warga. Masukan tersebut digunakan untuk menyusun rencana tindak lanjut, seperti perawatan media edukasi, pemantauan penggunaan tempat sampah terpilah, serta penyusunan jadwal kebersihan rutin di lingkungan RT Tabel 1. Sumber Daya Penelitian Aktivitas Utama Sumber Daya Manusia Perencanaan Mahasiswa. Ketua dan koordinasi lingkungan, warga Observasi dan Mahasiswa, warga Perancangan pesan edukas Mahasiswa, pengurus lingkungan Pembuatan media edukasi Mahasiswa Penyediaan Mahasiswa, pengurus lingkungan Pemasangan dan sosialisas Mahasiswa, warga Kegiatan Evaluasi dan tindak lanjut Mahasiswa, warga Mahasiswa, pengurus lingkungan Alat dan Bahan Buku catatan, alat tulis Lembar observasi, alat Draft pesan Papan, cat, kuas, spidol, tiang, paku. Tempat terpilah, label. Peralatan Sapu, karung sarung tangan Lembar Perangkat Pendukung Telepon Kamera Aplikasi Laptop untuk Output Jadwal kegiatan dan pembagian tugas Peta titik rawan sampah dan kebutuhan sarana Materi pesan Media edukasi siap Laptop untuk Sarana pemilahan siap digunakan Kamera Media dan sarana terpasang serta warga mendapat Lingkungan dan selokan lebih bersih Kamera Aplikasi Catatan evaluasi dan rekomendasi HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Aktivitas Kegiatan pengabdian di Perumahan Rafflesia Asri. Kelurahan Betungan. Kecamatan Selebar. Kota Bengkulu menghasilkan luaran yang berfokus pada penguatan edukasi lingkungan dan pembiasaan pengelolaan sampah rumah tangga. Luaran utama yang dicapai meliputi penyediaan media edukasi pengelolaan sampah, penyediaan sarana pemilahan sampah, pelaksanaan kegiatan kebersihan lingkungan, serta kegiatan pendukung yang memperkuat partisipasi warga. Media edukasi yang dihasilkan berupa papan informasi pengelolaan sampah yang berisi pesan singkat dan langsung pada masalah yang ditemukan di lokasi. Materi pesan disusun untuk menekankan tiga hal yang sering muncul dalam kebiasaan warga, yaitu ajakan membuang sampah pada tempatnya, larangan membuang sampah ke selokan, serta imbauan menjaga kebersihan jalan lingkungan dan area fasilitas umum. Bahasa yang digunakan dibuat sederhana agar dapat dipahami berbagai kelompok usia, serta ditulis dengan ukuran huruf yang jelas sehingga mudah dibaca saat warga melintas. Papan edukasi ditempatkan pada titik yang sering dilalui warga dan berada dekat area aktivitas Penentuan lokasi dilakukan melalui koordinasi dengan pengurus lingkungan agar penempatannya tepat sasaran dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Setelah pemasangan, dilakukan penjelasan singkat kepada warga mengenai tujuan papan edukasi dan perilaku yang diharapkan berubah. Beberapa warga menyampaikan bahwa keberadaan papan membantu Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 2 April 2026 page: 245 Ae 250 | 247 mengingatkan, terutama pada area yang sebelumnya sering ditemukan sampah. Pengurus lingkungan juga menilai pesan yang tertulis lebih efektif ketika berada pada titik yang terlihat setiap hari karena dapat menjadi pengingat yang konsisten. Gambar 1 Papan edukasi Luaran berikutnya adalah tersedianya sarana pemilahan sampah rumah tangga berupa tempat sampah terpilah yang membedakan sampah organik dan anorganik. Sarana pemilahan diberi label yang jelas dan mudah dikenali. Selain label kategori, disertakan contoh sampah yang umum dihasilkan rumah tangga agar warga memiliki acuan saat memilah, seperti sisa makanan dan daun kering untuk sampah organik, serta plastik dan kemasan untuk sampah anorganik. Sarana tersebut ditempatkan pada lokasi yang mudah dijangkau, tidak menghambat akses jalan, dan berada pada titik yang banyak digunakan Pada saat penempatan, warga menerima penjelasan singkat mengenai cara pemilahan dan manfaat pemilahan bagi kebersihan lingkungan. Setelah sarana tersedia, mulai terlihat penggunaan sesuai kategori pada beberapa kesempatan, terutama ketika warga membuang sampah di area aktivitas Pengurus lingkungan menyampaikan bahwa keberadaan tempat sampah terpilah membantu membangun kebiasaan baru karena warga memiliki fasilitas yang jelas dan mudah digunakan. Gambar 2 Tempat Sampah Terpilah Pelaksanaan kegiatan kebersihan lingkungan menghasilkan perubahan pada kondisi fisik lingkungan, khususnya pada titik yang sebelumnya sering menjadi lokasi sampah di jalan lingkungan dan bagian selokan tertentu. Kegiatan dilakukan melalui kerja bakti yang melibatkan mahasiswa dan warga. Sampah yang terkumpul dibersihkan dan dipindahkan agar tidak kembali menyumbat selokan atau mengotori jalan. Proses pembersihan selokan berfokus pada pengangkatan sampah ringan seperti plastik dan kemasan yang sering tersangkut dan menghambat aliran air. Setelah kegiatan, beberapa bagian selokan tampak lebih terbuka dan aliran air lebih lancar. Kegiatan ini juga mendorong diskusi warga mengenai kebiasaan membuang sampah, terutama dampak langsungnya terhadap kelandrainase dan kebersihan lingkungan sekitar rumah. Selain program yang berfokus pada sampah, kegiatan pengabdian juga menghasilkan luaran pendukung yang memperkuat keterlibatan warga. Penanaman tanaman obat keluarga dilaksanakan pada area yang memungkinkan dan mudah dirawat. Jenis tanaman yang dipilih merupakan tanaman yang umum digunakan dan relatif mudah dipelihara. Setelah penanaman, lingkungan pada titik tersebut tampak lebih hijau dan tertata. Warga mendapatkan penjelasan singkat mengenai manfaat tanaman dan perawatan dasar seperti penyiraman. Pembuatan penanda lingkungan berupa plang jalan dan papan nama lingkungan juga terlaksana dan membantu memperjelas identitas wilayah, memudahkan penunjuk arah, serta mendukung keteraturan Kegiatan pendukung seperti senam bersama serta lomba anak anak dan ibu ibu berjalan 248 | Dimas Syaputra. Antoni Okta Vianus. Nedya Rike Pebrianti. Peti Rosminia. Wahyuda Fratenza. Yuni Herlina. Arafat Hermana. Mujiono. Peningkatan Kesadaran Masyarakat Dalam Pengelolaan SampahA sesuai rencana dan menambah partisipasi warga dalam aktivitas positif. Senam bersama menjadi kegiatan yang melibatkan warga lintas usia dan mendorong kebiasaan hidup aktif. Lomba anak anak dan ibu ibu berjalan meriah dan memperkuat interaksi sosial warga, sekaligus menjadi ruang kedekatan antara masyarakat dan pelaksana kegiatan. Keterlibatan mahasiswa pada kegiatan peresmian fasilitas lingkungan juga membantu membangun hubungan baik dengan warga dan pengurus lingkungan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya respons warga terhadap program yang dapat digunakan langsung, terutama media edukasi dan sarana pemilahan sampah. Perubahan perilaku membutuhkan proses, namun selama kegiatan berlangsung terlihat peningkatan perhatian warga pada kebersihan lingkungan, munculnya kebiasaan untuk lebih berhati hati membuang sampah, serta adanya dorongan dari pengurus lingkungan untuk menjaga fasilitas yang telah disediakan agar tetap berfungsi. Penyelesaian Masalah Permasalahan yang dihadapi masyarakat di Perumahan Rafflesia Asri berkaitan dengan pengelolaan sampah rumah tangga, yaitu masih adanya kebiasaan membuang sampah ke selokan dan sekitar jalan lingkungan, serta belum terbiasanya pemilahan sampah. Aktivitas pengabdian diarahkan untuk menjawab masalah tersebut melalui pemasangan media edukasi, penyediaan tempat sampah terpilah, dan pelaksanaan kegiatan kebersihan lingkungan bersama warga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa media edukasi membantu warga memahami pesan kebersihan dengan cara yang mudah. Papan edukasi yang dipasang pada titik yang sering dilewati membuat imbauan tentang larangan membuang sampah ke selokan dan ajakan menjaga kebersihan lebih sering terlihat. Indikator yang tampak adalah warga mulai memperhatikan pesan tersebut dan beberapa warga menyampaikan kembali isi pesannya dalam percakapan sehari hari, terutama saat kegiatan kebersihan lingkungan dilakukan. Penyediaan tempat sampah terpilah membantu mengurangi hambatan praktik pemilahan. Sebelumnya, warga tidak memiliki sarana yang jelas untuk membedakan sampah organik dan Setelah sarana tersedia dan diberi label, warga memiliki acuan saat membuang sampah. Indikator yang terlihat adalah mulai adanya penggunaan tempat sampah sesuai kategori di area yang menjadi titik aktivitas bersama, serta meningkatnya pemahaman warga tentang contoh sampah organik dan anorganik setelah penjelasan singkat. Kegiatan kebersihan lingkungan membantu mengatasi masalah sampah yang sudah terlanjur menumpuk di beberapa titik, terutama di jalan lingkungan dan Kerja bakti membersihkan sampah dan membuka aliran selokan memberi hasil langsung berupa lingkungan yang lebih bersih dan selokan yang lebih lancar. Indikatornya dapat dilihat dari berkurangnya sampah pada titik tertentu setelah kegiatan, serta meningkatnya keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kekuatan internal yang mendukung kegiatan adalah adanya pengurus lingkungan yang aktif dan warga yang cukup terbiasa dengan kegiatan bersama, sehingga koordinasi kegiatan berjalan lebih Kesempatan eksternal yang membantu adalah tersedianya fasilitas umum sebagai titik berkumpul warga serta komunikasi warga yang memudahkan penyampaian informasi kegiatan. Kelemahan internal yang masih terlihat adalah partisipasi warga yang belum merata dan kebiasaan lama yang tidak bisa berubah cepat. Hambatan eksternal yang mungkin muncul adalah pengaruh cuaca terhadap ketahanan papan edukasi dan kemungkinan sampah kembali muncul apabila pengawasan dan kebiasaan memilah belum konsisten. Hasil aktivitas pengabdian sudah mengarah pada perbaikan perilaku dan kondisi lingkungan melalui edukasi yang terlihat setiap hari, sarana pemilahan yang dapat digunakan langsung, serta kegiatan kebersihan yang melibatkan warga. Kelanjutan penyelesaian masalah memerlukan pemantauan dari pengurus lingkungan dan komitmen warga untuk menjaga kebersihan serta menggunakan sarana pemilahan secara rutin. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Perumahan Rafflesia Asri. Kelurahan Betungan. Kecamatan Selebar. Kota Bengkulu dilaksanakan untuk menjawab permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya kebiasaan membuang sampah ke selokan dan sekitar jalan lingkungan serta belum terbiasanya pemilahan sampah. Pelaksanaan kegiatan menghasilkan luaran berupa media edukasi pengelolaan sampah yang dipasang pada titik strategis dan penyediaan tempat sampah terpilah organik dan anorganik. Kegiatan kebersihan lingkungan yang dilakukan bersama warga mendukung penerapan pesan edukasi dan membantu memperbaiki kondisi lingkungan pada titik yang sebelumnya kotor, terutama pada area jalan dan selokan. Respons warga dan pengurus lingkungan menunjukkan penerimaan yang baik terhadap fasilitas yang dapat digunakan langsung, serta munculnya perhatian yang lebih besar terhadap kebersihan lingkungan. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 2 April 2026 page: 245 Ae 250 | 249 Saran Agar hasil kegiatan dapat berlanjut, pengurus lingkungan disarankan menjaga media edukasi tetap terbaca dan melakukan perbaikan jika rusak. Tempat sampah terpilah perlu dipantau penggunaannya dan disertai imbauan rutin agar pemilahan menjadi kebiasaan. Kegiatan kebersihan lingkungan sebaiknya dijadwalkan secara berkala untuk mencegah sampah kembali menumpuk di selokan dan jalan. Warga juga disarankan membangun komitmen bersama untuk tidak membuang sampah sembarangan serta memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. Kegiatan pengabdian berikutnya dapat menambah pendampingan singkat terkait pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan memperkuat sistem partisipasi warga agar keterlibatan lebih merata. UCAPAN TERIMA KASIH