Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 4 November 2022 Hal 530Ae 539 ISSN 2528-4967 . dan ISSN 2548-219X . Pemanfaatan Citra USGS dan Google Earth untuk Pembuatan Peta Tematik Desa Jambesari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Utilization of USGS Imagery and Google Earth for Making Thematic Maps of Jambesari Village. Poncokusumo District. Malang Regency Yuniawatika1. Dian Ahmad Sasmito2. Tuisda Pratisia3. Desi Muliana Sembiring4. Marino Ananda5 1,2,3,4,5 Universitas Negeri Malang Email: yuniawatika. fip@um. id1, dian. 1707216@students. 1707216@students. id3, desi. 1701116@students. 1707516@students. *Corresponding author: dian. 1707216@students. ABSTRAK Kebutuhan akan visualisasi suatu desa untuk kepentingan tertentu menjadi persoalan yang belum dapat diselesaikan di beberapa desa. Belum tersedianya peta desa, justru hal ini menjadikan perangkat atau lembaga desa tersebut kurang maksimal dalam perencanaan dan memahami Desa Jambesari memiliki karakteristik wilayah tersendiri mulai dari letak geografisnya, penggunaan lahan, hingga kenampakan yang ada di desa tersebut. Sehingga perlu adanya visualisasi dalam bentuk 2 dimensi salah satunya berbentuk peta tematik desa. Model pendekatan yang digunakan adalah inderaja dan SIG, dengan mengidentifikasi batas administrasi, jalan, kontur, aliran sungai, dan penggunaan lahan. Pada pembuatan peta tematik desa menggunakan citra satelit yang berasal dari United States Geological Survey (USGS) bagian s08_e112_1arc_v3 (Lembar Malang Ray. dan google earth. Tahapan pembuatan peta tersebut berupa pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian data. Hasil pembuatan peta tematik desa tersebut menghasilkan peta administrasi, peta jalan, peta aliran sungai, peta kontur, dan peta penggunaan Dengan demikian, peta tematik dapat memberikan pengaruh yang positif bagi masyarakat dan perangkat Desa Jambesari Kata Kunci: Desa Jambesari. Peta Tematik. Pembuatan Peta ABSTRACT The need to visualize a village for certain interests is a problem that cannot be solved in some The unavailability of village maps, this actually makes the apparatus or institutions village not optimal in planning and understanding the village. Jambesari Village has its own regional characteristics ranging from its geographical location, land use, to the appearance in the So there is a need for visualization in the form of 2 dimensions, one of which is in the form of a thematic map of the village. The approach model used is sensory and GIS, by identifying administrative boundaries, roads, contours, river flows, and land use. In making thematic maps of villages using satellite imagery originating from the United States Geological Survey (USGS) sections s08_e112_1arc_v3 (Great Malang Sheet. and Google Earth. The stages of map making are in the form of data collection, data processing and data presentation. The results of making thematic maps of the village produced administrative maps, road maps, river flow maps, contour maps, and land use maps. Thus, thematic maps can have a positive influence on the community and the village apparatus of Jambesari. Keywords: Jambesari Village,Thmeatic Map. Map Making Copyright A 2022. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. Yuniawatika, dkk/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. November 2022 Hal 530Ae 539 PENDAHULUAN Kebutuhan akan visualisasi desa untuk kepentingan tertentu menjadi persoalan yang belum dapat diselesaikan di Kebutuhan masyarakat tersebut berupa data, lokasi, inventarisasi desa dan lainnya dalam bentuk 2 dimensi masih sulit untuk disediakan (Uman Kertanegara, dkk. Sehingga, diperlukanlah peta desa yang kartografi pada setiap objek suatu Adanya peta tematik disetiap desa dapat berfungsi memudahkan dalam memahami potensi, masalah, dan karakteristik desa. Melalui peta tersebut lembaga desa dapat mengetahui kondisi desa untuk mengelola dan mengembangkanya (Putra, 2. Belum tersedianya peta desa dapat menjadikan perangkat atau lembaga desa tersebut kurang maksimal dalam perencanaan dan memahami desanya. Hal tersebut dimaksudkan dengan adanya peta desa maka perangkat atau lembaga desa dapat mengetahui posisi desa, potensi desa, inventarisasi aset desa, perencanaan pembangunan infrastruktur desa, integrasi spasial pembangunan desa, penentuan suatu batas-batas wilayah, dan mengilustrasikan suatu negosiasi (Riadi dan Rachma, 2. Peta desa juga menjadi penting sebab mampu menggambarkan fenomena yang ada di permukaan bumi . dan keruangan (Spasia. ( Fisko, 2. Desa Jambesari merupakan salah satu daerah dari 17 desa di wilayah Kecamatan Poncokusumo. Kabupaten Malang Jambesari. Luas wilayah Desa Jambesari 508,00 km persegi (BPS, 2. Batas wilayah Desa Jambesari Kecamatan Wajak sebalah selatan dan barat. Selain itu. Desa Jambesari berada pada ketinggian 600 mdpl dengan penggunaan lahan di dominasi untuk kegiatan pertanian (Irdianto. Windra dkk. Dominasi penggunaan lahan tersebut juga didukung oleh kondisi wilayah dan ketersedian air, dimana Desa Jambesari juga dilalui oleh Sungai Lesti sebagai pemasok kebutuhan air (Baskoro. Berdasarkan fakta empirik yang ditemukan saat wawancara secara online karena adanya pandemi Covid-19 kepada Kepala Desa Jambesari, bahwa Desa Jambesari belum meiliki peta desa yang khusus. Pihak desa menunjukan jika selama ini Desa Jambesari masih hanya memiliki peta administrasi dan peta potensi longsor. Jika dilihat dari karateristik dan kondisi Desa Jambesari memerlukan peta yang mampu memvisualisasikan Desa Jambesari Yuniawatika, dkk/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. November 2022 Hal 530Ae 539 Padahal visualisasi dalam bentuk peta desa sudah diatur dalam undangundang, hal tersebut tentunya juga termasuk Desa Jambesari. Menurut Undang-Undang No. 6 tahun 2014 tentang desa menyatakan bahwa batas wilayah desa dinyatakan dalam bentuk Peta yang telah Bupati/Walikota (Riadi. Bambang. Hal tersebut tidak menutup desa dalam bentuk sebuah peta. Salah satu jenis peta tersebut yang tepat yaitu peta tematik desa. Peta sendiri merupakan peta yang hanya data-data informasi dari suatu konsep/tema yang tertentu saja (Setyawan. Dedi Proses dalam pembuatan peta tematik tentunya melalui daerah dan menyajikannya dalam bentuk peta. Tahapan dalam proses pemetaan dapat diawali dari penyajiannya dalam bentuk peta (Wardana, 2. Peta yang disajikan ini akan bermanfaat bagi para pengguna peta sekaligus perencanaan serta memberikan Begitu pula dengan peta dikembangkan berkaitan dengan kondisi administrasi, aksesbilitas, topografi, penggunaan lahan, dan ketersedian air. Hal tersebut sesuai dengan pengelompokan tema peta tematik yang terdiri dari . penutup lahan, . hidrografi, hispografi, bangunan, batas administrasi, dan topomini (Zarodi, dkk. Peta tematik desa yang dibuat dengan memanfaatkan citra USGS dan SHP dari Google Earth karena dinilai lebih mencerminkan Program Google Earth. StichMaps, dan lainnya sudah memenuhi syarat untuk membuat peta citra (Putra. Hasil citra tersebut diolah dengan aplikasi ArcGIS sebagai perangkat untuk mengolah data DEM (Digital Elevation Mode. dari USGS dan SHP dari Google Earth. Kelebihan dari perangkar ArcGIS tidak hanya dalam membuat peta, tetapi membantu praktisi atau peneliti dalam membuat suatu pemodelan dan analisis dari data yang di dapat (Indraswari. Devita dkk. Hasil penelitian dari Zarodi, dkk . menyatakan jika pemanfaatan teknologi GIS dan penginderaan jauh untuk membuat peta desa berhasil digunakan. Selain itu, juga dapat digunakan untuk menyusun peta tematik level dusun yang mampu digunakan dalam perencanaan pembangunan (Zarodi. Yuniawatika, dkk/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. November 2022 Hal 530Ae 539 Berdasarkan hal tersebut, maka masyarakat Desa Jambesari ini, tim KKN UM 2020 mengadakan program kerja untuk membuat peta tematik desa. Pembahasan yang "Pemanfaatan Citra USGS dan Google Earth Untuk Pembuatan Peta Tematik Desa Jambesari Kabupaten Malang". Dengan demikian tujuan dari pengabdian ini, mampu membuat peta tematik Desa Jambesari dan dapat diguanakan sebagai perencanaan pembangunan dan mengetahui karakteristik desa. METODE PENELITIAN Pengabdian ini berorientasi pada pembuatan peta tematik desa di Desa Jambesari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Analisa kebutuhan dalam pembuatan peta tematik desa terdiri dari analisa kebutuhan lapangan . rgensi peta tematik di Desa Jambesar. , analisa . ata output . eta tematik yang dihasilka. , analisa kebutuhan proses . roses dalam pembuatan peta temati. , dan analisa kebutuahan perangkat keras . dan lunak . oftwere ArcGIS). Model pendekatan yang digunakan adalah inderaja dan SIG, administrasi, jalan, kontur, aliran sungai, dan penggunaan lahan. Pada pembuatan peta tematik desa menggunakan citra satelit yang berasal dari United States Geological Survey (USGS) s08_e112_1arc_v3 (Lembar Malang Ray. dan Google Earth pada wilayah sekitar Desa Jambesari. Subjek yang terlibat adalah anggota KKN UM Desa Jambesari tahun 2020 sebagai pembuat, dan seluruh perangkat Desa Jambesari untuk memberikan data dan kroscek terhadap peta yang sudah selesai. Hasil dari proses pembuatan peta tematik desa dengan data citra USGS dan Google Earth meliputi Peta Administrasi. Peta Jalan. Peta Aliran Sungai. Peta Kontur. Peta Penggunaan Lahan. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Desa Jambesari Desa Jambesari merupakan dari 17 desa yang terletak di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, pada LS 8 3Ao35,862Ay LE 112 44Ao14,814Ay. Desa Jambesari terletak pada wilayah daratan dengan ketinggian A 600 mdpl pada luas wilayah 508,00 km2 (BPS, 2. , dan memilki batas wilayah sebagai A Sebelah Utara: Desa Ngebruk. Kec. Poncokusumo A Sebelah Selatan: Desa Ngembal. Kec. Wajak A Sebelah Timur: Desa Karanganyar. Kec. Poncokusumo A Sebelah Barat: Desa Ngembal. Kec. Wajak Yuniawatika, dkk/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. November 2022 Hal 530Ae 539 Jarak tempuh Desa Jambesari ke Kecamatan Poncokusumo adalah 5 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit. Sedangkan jarak tempuh ke Universitas Negeri Malang adalah 23 km, yang dapat ditempuh dengan waktu sekitar 55 menit (Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malang. Aksesbilitas Desa Jambesari sendiri memiliki sarana jalan yang cukup baik bersapal dan paving di beberapa gang. Desa Jambesari juga di lalui oleh Sungai Lesti di bagian utara desa, dimana dapat dimanfaatkan untuk irigasi dan keperluan lain (Baskoro, 2. Sungai tersebut berdasarkan hasil observasi di lapangan juga di alirkan ke saluran irigasi untuk keperluan pengairan pertanian. Desa Jambesari merupakan salah satu desa di Kecamatan Poncokusumo yang memiliki hasil komoditas pertanian yang cukup optimal (Irdianto, dkk. Hal tersebut sesuai dengan observasi dilapangan jika Desa Jambesari menghasilkan komoditas pertanian berupa cabe, jagung, kubis, tomat, dan jenis hasil perkebunan lainnya. Selain itu, lahan di Desa Jambesari juga digunakan sebagai pemukiman atau lahan terbangun untuk kegiatan usaha lainnya. Berdasarkan hal tersebut perlu penyampai informasi mengenai karakteristik Desa jambesari melalui peta tematik. Kelebihannya juga selain memberikan informasi tetapi juga dapat digunakan perencanaan, sebab peta memiliki katalter spasial atau ruang dalam bentuk 2 demensi. Perencanaan Pembuatan Peta Tematik Desa Jambesari Dalam proses pembuatan peta tematik Desa Jambesari dengan aplikasi ArsGIS, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan yaitu mulai dari pengumpulan data, pengolahan data, dan penyajian data dalam bentuk grafis. Tahapan Ae tahapan tersebut dilakukan untuk mendapatkan hasil peta yang bagus dan mudah dimengerti. Pengumpulan data Pengumpulan mengumpulkan data Ae data digunakan sebagai sumber dari pembuatan peta. Sumber data terdapat dua macam yaitu sumber primer dan sumber A Sumber pembuatan peta pariwisata pengamatan, dokumentasi, menentukan titik koordinat, penduduk setempat. A Sumber sekunder diperoleh langsung, seperti shp peta yang didapat dari citra USGS dan Google Earth . Pengolahan data Yuniawatika, dkk/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. November 2022 Hal 530Ae 539 Data terkumpul kemudian dianalisis dan dicocokan dengan kondisi di lapangan melalui laptop. Analisi dan pencocokan data menggunakan aplikasi ArcGis Tahap ini dimulai dengan memasukan data yang menyiapkan peta dasar untuk dijadikan peta baru. Setelah peta baru dibuat, selanjutnya melakukan overlay dengan data data seperti lokasi fasilitas ketinggian dan lainnya yang sudah memiliki koordinat. Selain perubahan maka dibuatlah layer baru sesuai lokasi yang akurat hingga semua data peta dimuat semuanya. Penyajian data dalam bentuk Setelah data telah diolah maka tahap selanjutnya adalah penyajian data dalam bentuk peta yang sesuai dengan kaidah kartografi. Hal tersebut berupa layout peta, diawali dengan pemilihan ukuran Selanjutnya pemberian judul, legenda, skala, arah mata angin, insert, sumber peta dan atribut lainnya. Hal tersebut difungsikan agar peta memiliki informasi penjelas saat dibaca oleh pembaca. Setelah peta dilayout , maka peta diexport dengan ukuran minimal 300 dpi. Peta tematik Desa Jambesari yang telah dibuat tersebut untuk mempermudah masyarakat arau informasi desa terkait data spasial. Dalam konteks pembangunan desa, melalui peta temaik tersebut, dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan Desa Jambesari. Peta tematik yang telah selesai dibuat agar dapat diakses oleh masyarakat akan dipublish di web site Desa Jambesari pada link https://desajambesari. com/kk Hasil Pembuatan Peta Tematik Desa Jambesari Pemanfaatan citra USGS dan Google earth dengan aplikasi ArcGIS 10. 3, menghasilkan 5 jenis peta tematik Desa Jambesari sebagai A Peta Administrasi Gambar 1: Peta Administrasi Desa Jambesari Peta administrasi menunjukan lokasi Desa Jambesari secara geografis, meliputi batas wilayah, bentuk wilayah dan fasilitas umum Yuniawatika, dkk/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. November 2022 Hal 530Ae 539 Peta tersebut di dapatkan dari data SHP yang bersumber dari Google Earth kemudian di cocokan di lapangan dengan penambahan sharpfile baru pada ArcGIS. Peta Administrasi Desa Jambesari menampilkan kawasan pemukiman dilengkapi dengan aksesbilitas Selian itu juga terdapat kantor desa, 3 sekolah, masjid, dan yang lainnya. A Peta Jalan Desa Gambar 2: Peta Jalan Desa Jambesari Peta Jalan menunjukan aksesbilitas yang ada di Desa Jambesari yang diberikan kenampakan garis berwarna merah. Data jalan tersebut didapatkan dari cira Google Earth yang kemudian di digitasi dan diolah di ArcGIS. Jalan tersebut menunjukan area jalan desa desa dan jalan kampung. Jalan desa memiliki simbol garis merah dengan ukuran lebih tebal dari jalan kampung. Jalan desa sendiri merupakan jalan utama A Peta Aliran Sungai Gambar 3: Peta Aliran Sungai Desa Jambesari Desa Jambesari dialiri Sungai Lesti di sebelah utara sesuai kondisi di lapangan. Data tersebut didapakan dari SHP Google Earth dan Citra dari USGS. Aliran sungai tersebut dialirkan pula untuk kenampakan pada peta pada garis warna biru dengan ukuran yang lebih kecil. Potensi air tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk keperluan irigasi dan lainnya. A Peta Kontur Gambar 4: Peta Kontur Desa Jambesari Yuniawatika, dkk/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. November 2022 Hal 530Ae 539 Peta Kontur yang dibuat di dapatkan dari data citra USGS bagian s08_e112_1arc_v3 (Lembar Malang Ray. dengan data berbentuk dem. Data tersebut kemudia diolah dengan proses georeferencing pada programn di ArcGIS. Hasil menunjukan kontur atau ketinggian di Desa Jambesari berada disekitar 500-1000 mdpl. Peta kontur tersebut tentunya dapat digunakan sebagai data untuk menentukan perencanaan dalam pemanfaatan lahan dan pembangunan. A Peta Penggunaan Lahan Gambar 5: Peta Penggunaan Lahan Desa Jambesari Peta penggunaan lahan Desa Jambesari berupa pemanfaatan lahan oleh masyarakat secara dominasi pada area tersebut. Data diperoleh melalui SHP dari Google Earth citra terkini yang kemudian didigitasi dan diolah melalui ArcMap. Secara Desa Jambesari . pemukiman, selain untuk rumah penduduk kawasan ini juga untuk kegiatan usaha seperti pertokoan . Sawah, pemanfaatan sawah di Desa Jambesari biasanya pada musim . Perkebunan, area tanaman sayuran dan beberapa buah buahan. Dan . Ladang, peruntukannya untuk singkong dan tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air lainnya. Tanggapan dari perangkat Desa Jambesari, hasil pembuatan ke-5 jenis peta tematik desa mampu memberikan informasi dan Perangkat desa menambahkan melalui peta tematik, para aparat dapat menggunakannya sebagai pedoman dalam merencanakan pembangunan Desa Jambesari. Dengan demikian, peta tematik dapat memberikan pengaruh yang positif bagi masyarakat dan perangkat Desa Jambesari SIMPULAN Desa Jambesari memiliki karakteristik wilayah tersendiri mulai dari letak geografisnya, penggunaan lahan, hingga kenampakan yang ada di desa tersebut. Sehingga perlu adanya visualisasi dalam bentuk 2 demensi salah satunya berbentuk peta tematik desa. Pemanfaatan citra USGS dan Google Earth dapat dijadikan data dalam pembuatan peta tematik melalui aplikasi ArcGIS. Tahapan pembuatan peta tersebut Yuniawatika, dkk/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. November 2022 Hal 530Ae 539 pengolahan data, dan penyajian data. Dengan demikian, hasil pembuatan menghasilkan peta administrasi, peta jalan, peta aliran sungai, peta kontur, dan peta penggunaan lahan. Peta digunakan sebagai perencanaan Desa Jambesari. Namun adanya perkembangan desa disetiap tahunnya membuat peta tematik desa harus diperbaruhi, sehingga perlu adanya pembautan peta yang baru. Sehingga perlu adanya pelatihan dalam pembuatan peta tematik desa oleh perangkat desa agar mampu membuat peta tematik sendiri. Adanya pandemi dan jaringan di Desa Jambesari yang pelatihan tersebut tidak dapat Diharapkan nantinya dapat terwujud pada kesempatan dilain waktu DAFTAR PUSTAKA