Jurnal MAHSEER. Vol 6 No 2 Juli 2024 Hal 17-26 e-ISSN: 2809-8234. p-ISSN : 2809-8374 Received 04 Juni 2024 / Revised 30 Juni 2024 / Accepted 07 Juli 2024 Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan https://jurnal. id/index. php/MAHSEER KARAKTERISKTIK REPRODUKSI Macrobrachium DI SUNGAI ARAKUNDO DAS JAMBU AYE GERPA KECAMATAN BINTANG ACEH TENGAH. ACEH. [Reproductive Characteristics of Macrobrachium in the Arakundo DAS Jambo Ae in Gerpa. Bintang District. Aceh Tengah. Ace. Ihta Tiana. Iwan Hasri. Setiemi Gustina Program Studi Budaya Perairan. Universitas Gajah Putih Takengon Email: ihtatiana123@gmail. ABSTRAK Udang ini memiliki ukuran yang kecil dan hanya dimanfaatkan sebagai makanan sehari hari maupun sebagai umpan mata pancing oleh masyarakat sekitar padahal udang merupakan salah satu komoditas yang memiliki ekonomis tinggi dan juga merupakan salah satu komoditas penting dalam industri perikanan. Mengingat hal tersebut dapat memungkinkan adanya penangan lebih lanjut mengenai komoditi ini untuk di domestikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Karakteristik Reproduksi Udang Air Tawar di Sungai Gerpa. Penelitian ini dilakukan pada bulan November sampai Desember 2023 di Sungai Arakundo DAS Jambo Ae di Gerpa Kecamatan Bintang. Ciri-ciri reproduksi udang jantan yaitu petasma berada di antara kaki jalan dengan memiliki DKP,URP,BTO. PPS. CPS. PRP dan DTS lebih besar dan reproduksi udang betina yaitu thelycum berada di bawah kaki jalan/antara kaki renang dengan memiliki DKP,BTO. PPS. CPS. PRP. DTS lebih kecil dan URP lebih besar. Analisis rasio jenis kelamin jantan dan betina adalah 1,2:1 jantan lebih mendominasi dari betina. Berdasarkan uji-t terhadap parameter b pada selang kepercayaan 95% . = 0,. , pola pertumbuhan udang air tawar adalah b<3 alometrik negatif. Kata Penting : Morfometrik. Meristik. Reproduksi ABSTRAC This shrimp has a small size and is only used as daily food or as fishing bait by the surrounding community even though shrimp is one of the commodities that has a high economy and is also one of the important commodities in the fishing industry. Given this, it can allow further handling of this commodity for domestication. This study aims to analyze the Reproductive Characteristics of Freshwater Shrimp in Gerpa River. This research was conducted from November to December 2023 in the Arakundo River of Jambo Ae watershed in Gerpa. Bintang District. The reproductive characteristics of male shrimp, namely petasma, are between the legs of the road by having a larger DKP. URP. BTO. PPS. CPS. PRP and DTS and reproduction of female shrimp, namely thelycum, are under the legs of the road / between the swimming legs by having a smaller DKP. BTO. PPS. CPS. PRP. DTS and larger URP. Analysis of the sex ratio of males and females is 1. 2: 1 males dominate over females. Based on the t-test of the parameter b at 95% confidence interval . = 0. the growth pattern of freshwater shrimp is b < 3 negative allometric. Important words: Morphometrics. Meristics. Reproduction Tiana et al. Karakteristik Reproduksi Macrobrachium Macrobrachium Di Sungai Arakundo DAS Jambu Aye Gerpa Kecamatan Bintang Aceh Tengah. Aceh. PENDAHULUAN Udang adalah jenis krustasea air tawar atau air laut yang memiliki cangkang. Mereka termasuk dalam kelompok arthropoda dan biasanya memiliki tubuh yang dilindungi oleh cangkang luar yang keras (Verianta, 2. Udang hidup di berbagai habitat perairan, baik itu air tawar maupun air laut (Wowor et al. Udang dapat ditemukan di sungai, danau, rawa-rawa, pesisir pantai, hingga di kedalaman laut yang lebih dalam. Sungai merupakan salah satu jenis media hidup bagi udang (Fahlevi, 2. Salah satu sungai yang memiliki udang adalah sungai arakundo DAS Jambo Ae di Gerpa Kecamatan Bintang. Udang ini memiliki ukuran yang kecil dan hanya dimanfaatkan sebagai makanan sehari hari maupun sebagai umpan mata pancing oleh masyarakat sekitar padahal udang merupakan salah satu komoditas yang memiliki ekonomis tinggi dan juga merupakan salah satu komoditas penting dalam industri Mengingat hal tersebut dapat memungkinkan adanya penangan lebih lanjut mengenai komoditi ini untuk di domestikasi. Namun, untuk melakukan domestikasi udang harus terlebih dahulu diketahui karakteristik reproduksi udang air tawar di sungai Arakundo DAS Jambo Ae di Gerpa Kecamatan Bintang. Oleh karena selama ini belum ada penelitian tentang udang air tawar di sungai Arakundo ini, maka perlu dilakukan penelitian tentang karakterisktik reproduksi udang air tawar di Sungai Arakundo DAS Jambo Ae di Gerpa Kecamatan Bintang Aceh Tengah Provinsi Aceh. Penelitian menganalis tentang karakter reproduksi udang air tawar sebagai langkah awal dalam upaya domestikasi udang dan praktik budidaya dimasa depan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada November 2023 sampai Desember 2023 dengan pengambilan sampel di Sungai Arakundo DAS Jambo Ae yang ada di Desa Gerpa Kecamatan Bintang Kabupaten Aceh Tengah. Aceh. Sampel diambil langsung dari lokasi penelitian yaitu di sungai Arakundo di Kampung Gerpa, sampel yang di ambil masih dalam keadaan utuh dengan kondisi sempurna kemudian analisis sampel dilakukan di Laboratorium Balai Benih Ikan (BBI) Lukup Badak Takengon. Aceh. Gambar 1. Lokasi Penelitian Alat dan bahan yang digunakan yaitu timbangan digital, jangka sorong digital, kamera digital, toples, mistar, sampel udang, formalin 5%, tissue, cawan petri, dan sarung PROSEDUR PENELITIAN Penangkapan udang menggunakan jala, dimana udang yang telah di tangkap dimasukkan ke dalam toples/botol kemudian diawetkan menggunakan Hasil udang yang didapat diambil untuk dikoleksi dan dibawa ke laboratorium untuk Sampel yang didapat kemudian cangkang, bentuk mata, rostum, capit antena, antenula, kaki jalan, kaki renang serta ekor dan telsonnya. Selanjutnya, dilakukan analisis terhadap sampel. Udang sampel yang diperoleh dipisahkan terlebih dahulu jantan dan betina dengan melihat ciri ciri nya dimana Untuk menentukan jenis kelamin udang jantan dan betina dapat dilihat melalui ciri seksulitas primer dan sekunder. Berdasarkan ciri seksual Jurnal MAHSEER. Vol 6 No 2 Juli 2024 hal 17-28 primer. Alat kelamin jantan disebut petasma, yang terdapat pada kaki renang pertama, . terletak diantara pangkal kaki jalan ke tiga. Alat kelamin betina disebut thelycum, terletak di antara kaki jalan keempat dan kelima. (Barnes, 1987akan diukur panjangnya menggunakan jangka sorong digital dan ditimbang berat tubuhnya menggunakan timbangan digital . etelitian 0,0001 . setelah itu melakukan pengukuran fekunditas, fekunditas yang di ukur hanya telur yang berada di abdomen udang . dimana udang di timbang terlebih dahulu, telur yang di erami di lepaskan dari tubuh udang kemudian udang ditimbang kembali. PARAMETER PENELITIAN Seksualitas Udang Pengukuran Morfometrik Pengukuran morfometrik (Gambar . dilakukan menurut (Dall, 1. dan (Lester, 1. Tabel 1. Modifikasi Karakter Morfometrik Udang yang Diukur (Dall, 1. dan (Lester, 1. Definisi Karakter Jarak dari ujung orbital kesisi posterior Panjang Karapaks Persial (PKP) Proserrtema (PST) Jarak dari pangkal sampai ke ujung Rostrum (RST) Jarak dari batas posterior median hingga ke ujung rostrum Kedalaman Karapaks (DKP) Jarak tertinggi antara bagian atas dan bawah karapas Panjang Total (PTO) Jarak dari ujung rostrum hingga ke ujung telson dengan abdomen Panjang Baku Standar (PBD) Jarak panjang dari pangkal karapas pertama sampai karapas ke enam dengan abdomen diluruskan Panjang Ruas Pertama (PRP) Jarak antara batas karapas posterior dan batas posterior dari segmen Panjang Ruas Dua (PRD) Jarak antara batas karapas posterior ruas pertama hingga ke batas posterior kedua Panjang Ruas Tiga (PRT) Jarak antara batas karapasposterior ruas kedua hingga ke batas posterior Panjang Ruas Empat (PRE) Jarak antara batas karapas posterior ruas ketiga hingga ke batas posterior Panjang Ruas Lima (PRL) Jarak antara batas karapas posterior ruas keempat hingga ke batas posterior kelima Kedalaman Ruas Lima (DRL) Kedalaman pada titik tengah ruas Telson (TLS) Jarak dari pangkal hingga ujung telson Uropoda (URP) Jarak dari pangkal hingga ke ujung Berat Total (BTO) Bobot total seluruh tubuh Propudus (PPS) Jarak dari pangkal hingga ke ujung Daktilus (DTS) Jarak dari pangkal hingga ke ujung Carpus (CPS) Jarak dari pangkal hingga ke ujung Merus (MRS) Jarak dari pangkal hingga ke ujung Tiana et al. Karakteristik Reproduksi Macrobrachium Macrobrachium Di Sungai Arakundo DAS Jambu Aye Gerpa Kecamatan Bintang Aceh Tengah. Aceh. Gambar 1. Morfometrik udang Pengukuran Meristik Pengamatan karakteristik yang dimiliki udang diamati dengan melihat bagian tubuh udang. Bagian-bagian tubuh udang ditempatkan pada plastisin berwarna Tabel 2. Pengukuruan Meristik udang No Karakter Jenis kelamin. Jumlah gerigi pada rostrum atas dan Bentuk karapas. Posisi rostrum terhadap schaphocerite. Antenal spine dan hepatic spine. Pleura pada abdomen. Duri pada dorsal dan ujung telson. Periopoda ke 2. Ukuran chela. Karpus pada periopoda ke 2. Nisbah Kelamin Persamaan untuk menghitung nisbah kelamin menurut Steel & Torrie . dalam Karmon . Nisbah kelamin dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Keterangan: X = Nisbah Kelamin B = Jumlah Ikan Betina . J = Jumlah Ikan Betina . IKG Indeks Kematangan Gonad dapat dihitung berdasarkan rumus Effendie . agar tidak bergeser. Pengamatan meristik pada udang menurut buku panduan (Wowor & Choy, 2. Keterangan: IKG = Indeks Kematangan Gonad (%) Bt = Berat tubuh . Bg = Berat Gonad . Fekunditas Fekunditas dihitung dengan persamaan sesuai Effendi . Keterangan: F = Fekunditas G = Bobot Gonad . Q = Bobot Telur Contoh . X = Jumlah Telur . Hubungan Panjang Berat Hubungan panjang berat di analisis berdasarkan prosedur analisis hubungan panjang dan berat ikan, sebagaimana dikemukakan oleh Le Cren . , dengan Keterangan = berat udang (Gra. = panjang baku udang . a dan b = konstanta. Jurnal MAHSEER. Vol 6 No 2 Juli 2024 hal 17-28 HASIL Untuk menentukan jenis kelamin udang jantan dan betina dapat dilihat melalui ciri seksulitas primer dan sekunder. Berdasarkan ciri seksual primer. Alat kelamin jantan disebut petasma, yang terdapat pada kaki renang kelaminnya . terletak diantara pangkal kaki jalan ke tiga. Alat kelamin betina disebut thelycum, terletak di antara kaki jalan keempat dan kelima. (Barnes, 1. (Gambar Selanjutnya berdasarkan ciri seksual sekunder, udang jantan biasanya lebih kecil, bentuk tubuh bagian perut lebih ramping dan ukuran pleuronnya lebih pendek, sedangkan udang betina lebih gemuk, bagian perut tumbuh lebih melebar dan pleuronnya agak Perbedaan ini terjadi karena pada udang betina ditemukan ovari berukuran besar sesuai dengan berat dan panjang tubuhnya (Wiratama et al. , 2. Perbedaan morfologi udang air tawar jantan dan betina dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Perbedaan morfologi . udang jantan dan . udang betina Penelitianan ini diperoleh keragaman fenotip udang air tawar jantan dan betina dari karakter morfometrik , sampel udang yang digunakan berjumlah 30 dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Keragaman fenotip jantan dan betina dari karakter morfometrik Udang air tawar di Sungai Arakundo DAS Jambo Ae Kecamatan Bintang STD Keragaman Rataan Jenis Kelamin J dan Fenotif J dan B Karakter (%) Morfometrik Betina Jantan . Panjang Karapaks Persial (PKP) 14,91 A 1,35 14,11 A 2,02 14,51 1,74 11,80 Prosertema (PRS) 5,73 A 0,96 5,23 A 0,57 5,48 0,82 14,97 Rostrum (RST) 7,92 A 1,21 7,57 A 0,91 7,75 1,06 13,75 Kedalaman karapaks (DKP) 5,66 A 1,52 8,90 A 13,04 7,28 9,27 127,29** Panjang Total (PTO) 29,84 A 2,87 29,26 A 7,95 29,55 5,88 19,89 Panjang baku standar (PBD) 15,97 A 1,23 15,13 A 1,23 15,55 1,28 8,24* Panjang Ruas Pertama (PRP) 1,53 A 0,36 1,43 A 0,32 1,48 0,34 22,81** Panjang Ruas Dua (PRD) 3,51 A 0,65 3,67 A 0,61 3,59 0,63 17,44 Panjang Ruas Tiga (PRT) 4,12 A 0,76 3,75 A 0,52 3,94 0,67 16,98 Panjang Ruas Empat (PRE) 3,35 A 0,83 3,01 A 0,73 3,18 0,79 24,71** Panjang Ruas Lima (PRL) 2,48 A 0,48 2,40 A 0,57 2,44 0,52 21,19 Kedalaman ruas lima (DRL) 3,23 A 0,33 3,00 A 0,46 3,12 0,41 13,15 Telson (TLS) 4,62 A 0,94 4,31 A 0,62 4,47 0,80 17,85 Tiana et al. Karakteristik Reproduksi Macrobrachium Macrobrachium Di Sungai Arakundo DAS Jambu Aye Gerpa Kecamatan Bintang Aceh Tengah. Aceh. Uropoda (URP) Propudus (PPS) Daktilus (DTS) Carpus (CPS) 10,67 A 3,28 4,81 A 0,89 4,23 A 0,76 2,72 A 0,68 11,35 A 3,77 4,42 A 1,20 3,66 A 0,75 2,59 A 0,54 11,01 4,61 3,94 2,65 3,49 1,06 0,80 0,61 31,66** 22,89** 20,22** 22,84** Merus (MRS) 5,49 A 0,97 5,18 A 0,70 5,34 Berat Total (BTO) 0,80 A 0,17 0,67 A 0,19 0,73 Keterangan = * Ie Menunjukkan keragaman fenotip yang rendah ** Ie Menunjukkan keragaman fenotip yang tinggi 0,84 0,19 15,82 26,37** Karakter Morofometrik menunjukkan nilai tertinggi pada variabel Kedalaman Karapkas (DKP). Uropoda (URP). Berat Total (BTO). Panjang Ruas Empat (PRE). Propudus (PPS). Carpus (CPS). Panjang Ruas Pertama (PRP) dan Daktilus (DTS). Nilai keragaman fenotip terendah terletak pada variabel panjang Baku Standar (PBD). ilihat pada Gambarl . Gambar 3. Karakter morfometrik udang air tawar . betina Penelitian ini menggunakan sampel berjumlah 150 ekor udang dimana hasil pengkuran meristik dari udang air tawar di sungai Arakundo DAS Jambo Ae Kecamatan Bintang memliki kesamaan dengan udang air tawar sintagense dan udang air tawar Sedangkan dengan udang air tawar australe berbeda. Tabel 2. Kisaran meristik udang air tawar di Sungai Arakundo DAS Jambo Ae Kecamatan Bintang Udang air Tawar Udang air tawar Udang air tawar Meristik Kisaran Rahmi et Pluera Gerigi Harahap et al. Bachry et al. Jurnal MAHSEER. Vol 6 No 2 Juli 2024 hal 17-28 Bawah Gerigi Duri 7 - 10 4 - 12 9 - 18 Distribusi Frekuensi Panjang mm hingga 18,24 mm. Ukuran terbanyak ditemukan pada nilai tengah 21,54 mm yaitu sebanyak 19 ekor. Distribusi ukuran panjang udang air tawar betina mulai dari ukuran 7,89 mm hingga 18,24 mm. Ukuran panjang terbanyak ditemukan pada nilai tengah 10,09 mm yaitu sebanyak 24 ekor. (Gambar . n=150 oCoA n=84 oC Frekuensi (Eko. Frekuensi (Eko. Penelitian ini digunakan sampel yang berjumlah 150 ekor di sungai gerpa. Distribusi ukuran panjang gabungan jantan dan betina mulai dari ukuran 7,89 mm . hingga 18,24 . Ukuran panjang terbanyak ditemukan pada nilai tengah 18,09 mm yaitu sebanyak 37 ekor. Distribusi ukuran panjang udang air tawar jantan mulai dari ukuran 7,89 Nilai Tengah . Nilai Tengah . n=66 oA Frekuensi (Eko. Nilai Tengah . Gambar 4. Distribusi udang air tawar gabungan jantan dan betina pada setiap kelas ukuran panjang Rasio Kelamin Jumlah udang yang diperoleh selama penelitian 150 ekor yang terdiri dari 84 jantan dan 66 betina dengan rasio 1,2:1. Pada gambar 3 dapat dilihat bahwa udang jantan lebih mendominasi dibanding udang betina. Tiana et al. Karakteristik Reproduksi Macrobrachium Macrobrachium Di Sungai Arakundo DAS Jambu Aye Gerpa Kecamatan Bintang Aceh Tengah. Aceh. n = 150 Gambar 5. Rasio kelamin udang air tawar jantan dan betina Indeks Kematangan Gonad (IKG) tubuh udang. Pada Gambar 4 dapat dilihat Indeks Kematangan Gonad (IKG) udang air tawar betina memiliki nilai IKG 8,15 %. Fekunditas = 0,6419x 3,0512 dengan nilai R2 = 0,0135 dan nilai korelasi . = -0,07 . Sebanyak 7% fekunditas, artinya pertambahan panjang Karapas udang kurang berpengaruh terhadap fekunditas atau memiliki hubungan yang sangat lemah. Hubungan berat dengan fekunditas dari persamaan Y = y = 20,194x 0,6052 dengan nilai RA = 0,0955 dan nilai korelasi . = 0,01. Sebanyak 1% berat tubuh udang mempengaruhi fekunditas, artinya antara berat tubuh dengan fekunditas udang air tawar memiliki hubungan yang sangat Indeks kematangan gonad adalah perubahan dan perkembangan yang terjadi pada gonad, dimana indeks ini deskripsi perbandingan berat gonad dan berat Fekunditas adalah jumlah telur yang dihasilkan oleh individu betina dan produksi telur memiliki hubungan langsung dengan berat tubuh dan pola pertumbuhan udang Udang mantis yang memiliki ukuran tubuh yang besar akan menghasilkan jumlah telur yang besar pula maka sebaliknya jika udang mantis memiliki ukuran tubuh yang kecil akan memproduksi telur yang kecil pula. Nilai fekunditas udang air tawar di sungai Gerpa yaitu berkisar 12A6 butir. Berdasarkan penelitian ini hubungan Panjang dengan fekunditas dari persamaan Y y = 0,6419x 3,0512 RA = 0,0135 r = -0,07 Fekunditas (Buti. Fekunditas (Buti. y = 20,194x 0,6052 RA = 0,0955 r = 0,01 Panjang . 0,00 0,20 0,40 0,60 0,80 Berat . Gambar 7. Hubungan panjang. Berat dengan fekunditas udang air tawar Hubungan Panjang Berat Total sampel udang air tawar yang diperoleh selama penelitian berjumlah 150 ekor dengan panjang berkisar 7,89 - 18,24 mm dan berat tubuh berkisar 0,12 - 1,27 Persamaan panjang berat . apat dilihat pada gambar . yang diperoleh dari total jantan betina adalah W = = 0,0009L2,46dengan nilai (R. 89%, persamaan panjang berat yang diperoleh dari jantan adalah W = 0,0007L2,58 dengan nilai (R. 90%, persamaan panjang berat yang diperoleh dari betina adalah W = 0,0025L2,05 dengan nilai (R. Jurnal MAHSEER. Vol 6 No 2 Juli 2024 hal 17-28 Berat . Berat . W = 0,0009L2,46 RA = 0,89 n = 150 oCoA W = 0,0007L2,58 RA = 0,90 n = 84 oC Panjang Karapas . Panjang Karapas . W= 0,0025L2,05 RA = 0,82 n = 66 oA Berat . Panjang Karapas . Gambar 8. Hubungan panjang berat udang air tawar . gabungan, . jantan dan . PEMBAHASAN Berdasarkan keragaman fenotif udang air tawar jantan dan betina menunjukkan karakter yang berbeda. Kedalaman Karapaks (DKP) pada udang jantan memiliki nilai yang lebih besar dari pada udang betina yaitu 5,66 mm. Uropoda (URP) pada udang betina memiliki nilai lebih besar dari pada udang jantan yaitu 11,35 mm. Berat Total (BTO) pada udang jantan memiliki nilai yang lebih besar dari pada udang betina yaitu 0,80 g. Panjang Ruas Empat (PRE) pada udang jantan memiliki nilai yang lebih besar dari pada udang betina yaitu 3,35 mm. Propudus (PPS) pada udang jantan memiliki nilai yang lebih besar dari pada udang betina yaitu 4,81 Carpus (CPS) pada udang jantan memiliki nilai yang lebih besar dari pada udang betina yaitu 2,72 mm. Panjang Ruas Pertama (PRP) pada udang jantan memiliki nilai yang lebih besar dari pada udang betina yaitu 1,53 Daktilus (DTS) pada udang jantan memiliki nilai yang lebih besar dari pada udang betina yaitu 4,23 mm (Gambar . Perhitungan karakter meristik berupa jumlah gerigi rostrum atas menunjukkan kisaran hasil yang sama yaitu 7 Ae10. Penelitian ini sesuai dengan informasi literatur menurut Harahap et al. , 2021 dan Bachry et , 2023 dan berbeda dengan Rahmi et al. Perhitungan karakter meristik berupa jumlah gerigi rostrum bawah menunjukkan kisaran hasil yang sama yaitu 3 - 5. Penelitian ini sesuai dengan informasi literatur menurut Harahap et al. , 2021 dan Bachry et , 2023 dan berbeda dengan Rahmi et al. Hasil perhitungan karakter meristik menunjukkan bahwa ada beberapa karakter yang berbeda, hal ini diperkuat dengan informasi leteratur dari Harahap et al. , 2. dan Bachry et al. , 2023 Identifikasi dari pengukuran karakter meristik ini menguatkan dugaan bahwa udang air tawar Sungai Arakundo DAS Kecamatan Bintang . spesies yang sama dan dengan Rahmi et al. 2016 memiliki perbedaan spesies. Ukuran panjang udang air tawar pada penelitian ini lebih kecil dibandingkan dengan penelitian Tirtadanu et al. , 2017 bahwa ukuran panjang udang air tawar lebih besar yaitu berjumlah 14 Ae 46 mm. Ukuran udang yang mengecil diduga disebabkan oleh tekanan pemanfaatannya telah dilaporkan mengarah . di tahun 2006 (Suman & Umar. Pengelolaan yang disarankan sebagai upaya pemulihan ukuran udang yang Tiana et al. Karakteristik Reproduksi Macrobrachium Macrobrachium Di Sungai Arakundo DAS Jambu Aye Gerpa Kecamatan Bintang Aceh Tengah. Aceh. minimum tertangkap lebih besar dari ukuran rata-rata pertama kali matang gonad atau dengan berat lebih besar (Tirtadanu et al. Jumlah udang yang diperoleh selama penelitian 150 ekor yang terdiri dari 84 jantan dan 66 betina dengan rasio 1,2:1. Pada gambar 3 dapat dilihat bahwa udang jantan lebih mendominasi dibanding udang betina. Ini tidak sesuai dengan penelitian Wiratama et al. 2019 bahwa rasio kelamin yang di peroleh 1:3,1 dimana udang jantan berjumlah 26 ekor dan betina berjumlah 81 ekor udang betina lebih mendominasi dibanding udang jantan. Udang jantan lebih mendominasi dibanding udang betina disebabkan udang jantan memiliki umur pendek dibanding dengan udang betina (Darmono dalam Rutiyaningsih Darmono . juga mengatakan perairan normal memiliki perbandingan udang jantan dan betina 1:1, namun pada saat memijah jumlah udang jantan akan menurun karena mungkin sekali udang jantan akan mati lebiih awal. Jadi ini menjadi salah satu faktor kenapa semakin lama udang betina jumlahnya lebih banyak darpada udang jantan dalam suatu perairan. Saputra et al. , . menjelaskan apabila jantan dan betina seimbang atau betina lebih banyak dapat diartikan bahwa populasi tersebut masih ideal untuk mempertahankan kelestarianya. Indeks kematangan gonad adalah perubahan dan perkembangan yang terjadi pada gonad, dimana indeks ini deskripsi perbandingan berat gonad dan berat tubuh udang. Pada Gambar 4 dapat dilihat Indeks Kematangan Gonad (IKG) udang air tawar betina memiliki nilai IKG 8,15 %. Kim et , . Perubahan IKG sangat berkaitan dengan tahap perkembangan telur sehingga berat gonad akan mencapai maksimum sesaat udang akan memijah sehingga nilai IKG akan mencapai maksimum, dan menurun saat ditemukan udang dengan tingkat kematangan gonad 4 . asca melepaskan telu. dan salah satu faktor keberhasilan pemijahan di alam ialah kesesuaian organisme di lingkungan Fekunditas adalah jumlah telur yang dihasilkan oleh individu betina dan produksi telur memiliki hubungan langsung dengan berat tubuh dan pola pertumbuhan udang Udang mantis yang memiliki ukuran tubuh yang besar akan menghasilkan jumlah telur yang besar pula maka sebaliknya jika udang mantis memiliki ukuran tubuh yang kecil akan memproduksi telur yang kecil pula. Nilai fekunditas udang air tawar di sungai Gerpa yaitu berkisar 12A6 butir. Upaya konservasi populasi melalui ukuran tangkapan dengan perbaikan habitat serta upaya domestik (Tirtadanu et al. , 2. Fekunditas tergantung pada ukuran tubuh individu betina yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat hidup dan ketersediaan makanan (Motoh, 1. Lodra . dipengaruhi terutama oleh faktor lingkungan seperti kuantitas dan kualitas makanan, suhu atau adanya unsur toksik di habitat. Fekunditas pertambahan ukuran udang, sehingga dengan demikian energi yang tersedia pada udang yang matang lebih banyak dipergunakan untuk pembentukan telur daripada pertumbuhan (Uddin etal. , 2. Berdasarkan penelitian ini hubungan Panjang dengan fekunditas dari persamaan Y = 0,6419x 3,0512 dengan nilai R2 = 0,0135 dan nilai korelasi . = -0,07 . Sebanyak 7% fekunditas, artinya pertambahan panjang Karapas udang kurang berpengaruh terhadap fekunditas atau memiliki hubungan yang sangat lemah. Hubungan berat dengan fekunditas dari persamaan Y = y = 20,194x 0,6052 dengan nilai RA = 0,0955 dan nilai korelasi . = 0,01. Sebanyak 1% berat tubuh udang mempengaruhi fekunditas, artinya antara berat tubuh dengan fekunditas udang air tawar memiliki hubungan yang sangat Hal ini menunjukkan bahwa antara panjang dengan fekunditas dan berat dengan fekunditas tidak memiliki hubungan yang kuat. Hal ini sesuai dengan penelitian Prayudha et , 2014 dimana hubungan antara panjang dengan fekunditas nilai korelasi . antara panjang karapas dengan fekunditas yang didapatkan adalah 0,665, berarti hubungan antara panjang karapas dengan fekunditas adalah korelasi sedang. Dan hubungan berta dengan fekunditas Nilai korelasi . antara berat karapas dengan fekunditas yang didapatkan adalah 0,46, berarti hubungan antara berat dengan fekunditas adalah korelasi Persamaan panjang berat . apat dilihat pada gambar . yang diperoleh dari total jantan betina adalah W = = 0,0009L2,46dengan nilai (R. 89%, persamaan panjang berat yang diperoleh dari jantan adalah W = 0,0007L2,58 dengan nilai (R. 90%, persamaan panjang berat yang diperoleh dari Jurnal MAHSEER. Vol 6 No 2 Juli 2024 hal 17-28 betina adalah W = 0,0025L2,05 dengan nilai (R. Berdasarkan uji-t terhadap parameter b pada selang kepercayaan 95% . = 0,. , pola pertumbuhan udang air tawar adalah b<3 alometrik negatif. sehingga dapat disebutkan allometrik negatif yaitu pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan berat (Effendie, 1. Pada penilitian ini nilai AubAy betina lebih kecil dari nilai AbAy jantan. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan pernyataan Wiratama et al. , 2019 bahwa udang betina lebih cepat berkembang dibandingkan dengan udang jantan. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian karakteristik reproduksi udang air tawar di sungai Gerpa dapat disimpulkan bahwa : Ciri-ciri reproduksi udang jantan yaitu petasma berada di antara kaki jalan dengan memiliki DKP,URP,BTO. PPS. CPS. PRP dan DTS lebih besar dan reproduksi udang betina yaitu thelycum berada di bawah kaki jalan/antara kaki renang dengan memiliki DKP,BTO. PPS. CPS. PRP. DTS lebih kecil dan URP lebih besar. Nisbah berdasarkan keseluruhan hasil tangkapan diperoleh perbandingan antar udang jantan dan betina dengan rasio 1,2 :1, terdiri dari jantan 84 ekor dan betina 66 Hubungan panjang berat udang air tawar bersifat allometrik negatif . SARAN Perlu dilakukan penelitian tentang genetik guna untuk mengetahui ciri ciri reproduksi udang air tawar dan hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai data base untuk pertimbangan kebijakan usaha konservasi dan domestikasi. DAFTAR PUSTAKA