JPAP 10 . ISSN (Ceta. : 2548-6233. ISSN (Onlin. : 2548-6241 Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan https://jurnalpasca. id/index. php/jpap/index Evaluasi Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. One Plant Million Benefit Menggunakan Model CIPP di SMP Negeri 3 Sekotong Agustin Eka Ariestari1*. Abdul Kadir Jaelani1 Program Studi Magister Administrasi Pendidikan. Pascasarjana. Universitas Mataram. Mataram. Indonesia. DOI: 10. 29303/jpap. Sitasi: Ariestari. , & Jaelani. Evaluasi Program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. One Plant Million Benefit Menggunakan Model CIPP di SMP Negeri 3 Sekotong. (JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan, 10. , 91Ae95. https://doi. org/10. 29303/jpap. *Corresponding Author: Agustin Eka Ariestari. Program Studi Magister Administrasi Pendidikan. Pascasarjana. Universitas Mataram. Mataram. Indonesia. agustingeo05@gmail. Abstrak: Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. merupakan amanat Kurikulum Merdeka yang menuntut evaluasi komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan, efektivitas, dan dampak program P5 bertema One Plant Million Benefit (TOGA) di SMP Negeri 3 Sekotong menggunakan Model CIPP (Context. Input. Process. Produc. Penelitian ini menggunakan pendekatan evaluatif kualitatif deskriptif, dengan subjek Kepala Sekolah. Guru Pendamping, dan Siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Konteks dinilai sangat layak dan responsif, sejalan dengan kearifan lokal dan kebutuhan siswa. Input dinilai memadai pada aspek anggaran dan lahan (Makr. , namun terdapat disparitas pada ketersediaan alat operasional (Mikr. , menimbulkan inefisiensi waktu praktik. Proses dinilai sangat efektif berkat pendampingan guru yang adaptif . olusi hama organi. dan penilaian yang objektif . Produk menunjukkan keberhasilan tinggi pada outcome sikap . epedulian lingkungan, kemandiria. dan keterampilan, namun terdapat kelemahan kritis pada mutu pelaporan dan analisis data siswa. Simpulan menunjukkan program efektif, namun akuntabilitas pelaporan perlu diperkuat melalui Rencana Tindak Lanjut (RTL) penetapan MIPJ wajib dan pengembangan program ke tahap pemasaran. Kata Kunci: Evaluasi CIPP. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Kearifan Lokal. Kurikulum Merdeka. Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Pendahuluan Penerapan Kurikulum Merdeka menempatkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. sebagai instrumen vital dalam pencapaian enam dimensi karakter (Prastowo & Firdaus, 2. P5 menuntut sekolah untuk mengembangkan program berbasis proyek yang kontekstual dan relevan dengan isu lingkungan, sosial, atau budaya setempat. Di SMP Negeri 3 Sekotong, instruksi ini diwujudkan melalui program One Plant Million Benefit dengan fokus pada Tanaman Obat Keluarga (TOGA), yang mengaitkan isu gaya hidup berkelanjutan dengan kearifan lokal budidaya tanaman herbal. Program P5 AuOne Plant. Million BenefitAy (TOGA) di SMP Negeri 3 Sekotong adalah sebuah projek pembelajaran bertema Gaya Hidup Berkelanjutan yang dirancang untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila. Program ini memanfaatkan pembelajaran berbasis projek . roject-based learnin. untuk menumbuhkan sikap peduli lingkungan, kemandirian, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan siswa melalui budidaya tanaman obat keluarga (TOGA). Dilatarbelakangi kebutuhan lokal akan pelestarian kearifan tradisional dan pemanfaatan sumber daya alam setempat, projek ini menargetkan siswa kelas VIIAeVi untuk memiliki pengamatan, penanaman, perawatan hingga panen dan pemanfaatan hasil sebagai produk kreatif. Pelaksanaan projek tersusun dalam modul yang terstruktur mulai tahap perencanaan . emetaan jenis tanaman, penggalian informasi, penyusunan rencana kerj. , tahap pelaksanaan . ersiapan lahan, penanaman, perawata. , dan tahap hasil . anen, pengolahan produk, refleksi dan pelapora. Metode yang digunakan mengintegrasikan aktivitas eksplorasi, diskusi, observasi lapangan, praktik berkebun, dan asesmen formatif serta sumatif termasuk rubrik unjuk A 2026 Published by Posgraduate University of Mataram. This open access article is distributed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4. 0 Internasional. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan kerja, jurnal kegiatan siswa, dan dokumentasi visual. Kegiatan dilaksanakan sepanjang satu tahun ajaran dengan alokasi 2 JP per minggu, melibatkan guru pembimbing, komite pembelajaran, serta kolaborasi dengan orang tua dan komunitas lokal untuk menguatkan relevansi kontekstual pembelajaran. Dari sisi hasil yang diharapkan, projek ini bertujuan menghasilkan output konkret . uasan kebun TOGA terkelola, jumlah bibit hidup, produk olahan sederhan. sekaligus outcome pendidikan . eningkatan pengetahuan tentang tanaman obat, perubahan sikap peduli lingkungan, keterampilan teknis budidaya, dan kemampuan bekerja sam. Selain manfaat pedagogis, program dirancang untuk keberlanjutan berupa hasil evaluasi formatif yang akan digunakan untuk menyempurnakan modul dan praktik, sementara keterlibatan pemangku kepentingan mendukung replikasi skala sekolah dan pemanfaatan manfaat ekonomi-sosial bagi masyarakat sekitar. Agar program ini tidak berhenti sebatas proyek musiman, evaluasi komprehensif diperlukan untuk pelaksanaan, dan dampak yang ditimbulkan. Model CIPP (Context. Input. Process. Produc. dipilih karena menawarkan kerangka evaluasi yang holistik, tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga memberikan informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan dan perbaikan berkelanjutan (Mahmudi, 2011. Zhang et , 2. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi program P5 TOGA secara mendalam dengan kerangka CIPP, guna memberikan rekomendasi empiris bagi pengambil keputusan di sekolah. Pertanyaan utama penelitian ini adalah AuBagaimana kelayakan, efektivitas, dan dampak program One Plant Million Benefit berdasarkan empat domain Model CIPPAy. Metode Pendekatan dan Model Evaluasi Penelitian ini menggunakan pendekatan Evaluasi Kualitatif Deskriptif. Model evaluasi yang diterapkan adalah CIPP (Context. Input. Process. Produc. yang dikembangkan oleh Daniel L. Stufflebeam. Model ini ideal untuk mengevaluasi program pendidikan karena dapat memandu perencanaan (Context dan Inpu. , pelaksanaan (Proces. , serta pertanggungjawaban hasil (Produc. (Faizin & Kusumaningrum, 2. Subjek dan Lokasi Penelitian Subjek penelitian ini meliputi: Kepala Sekolah (KS-. : Sebagai Penyelenggara dan Pengambil Keputusan. Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 91-95 . Guru Pendamping (GP-01. GP-. : Sebagai Pelaksana Teknis dan Fasilitator Program. Siswa (S-01 s/d S-. : Sebagai Peserta dan Penerima Manfaat Program. Dokumen berupa Modul Projek dan Laporan Kegiatan P5 One Plant Million Benefit. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui tiga teknik utama: Wawancara Semiterstruktur yang dilakukan kepada seluruh subjek (KS. GP. S) untuk mendapatkan persepsi dan pengalaman mendalam terkait keempat domain CIPP. Observasi yang dilakukan pada proses praktik budidaya dan dinamika kerja kelompok siswa. Studi dokumentasi dengan melakukan analisis terhadap Modul Projek dan Laporan Kegiatan P5 untuk memverifikasi kesesuaian perencanaan dan Teknik Analisis Data Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif yang melibatkan tiga tahap (Reduksi Data. Penyajian Data, dan Triangulasi Dat. Triangulasi dilakukan pada tingkat sumber (KS. GP. S) dan metode . awancara dan dokume. untuk memastikan keabsahan temuan sebelum diinterpretasikan dalam Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian disajikan berdasarkan temuan triangulasi data dan diinterpretasikan melalui lensa Model CIPP, dengan dukungan kajian literatur. Evaluasi Konteks (Contex. dengan Kelayakan dan Relevansi Faktual Temuan triangulasi menunjukkan tingkat kelayakan kontekstual yang sangat tinggi. Temuan kunci dalam evaluasi program menggunakan CIPP menemukan bahwa Program TOGA dinilai sangat relevan karena berakar pada kearifan lokal dan menjawab masalah kesehatan siswa yang sering izin sakit (GP-. , menjadikannya program P5 yang responsif dan kontekstual. Kepala Sekolah (KS-. menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah mengangkat nilai-nilai lokal dan membentuk Profil Pelajar Pancasila. Keselarasan tujuan dengan kebutuhan nyata di sekolah dan masyarakat lokal ini merupakan indikator utama keberhasilan CIPP Context Evaluation (Mahmudi. Temuan ini konsisten dengan Prastowo dan Firdaus . serta Alipah et al. yang umumnya menyimpulkan konteks P5 sudah baik, namun konteks Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan di sini diperkuat oleh aspek kearifan lokal yang mampu menarik minat siswa secara langsung (S-. Evaluasi Masukan (Inpu. berupa Disparitas Dukungan Logistik Evaluasi masukan menilai kesiapan sumber daya. Temuan menunjukkan adanya disparitas dukungan antara tingkat Makro dan Mikro. Ditemukan bahwa kondisi anggaran, lahan, dan bibit dinilai memadai . ikonfirmasi KS-01 dan GP-. melalui alokasi RKAS. Namun, siswa (S-. secara konsisten melaporkan keterbatasan alat operasional . ekop/cangkul keci. yang menghambat efektivitas waktu praktik. Komitmen kelembagaan (Input Makr. sudah kuat, sejalan dengan prasyarat yang ditekankan oleh Bilan et al. , . Namun, kelemahan pada Input Mikro . menimbulkan inefisiensi. Keterbatasan sarana pendukung juga ditemukan dalam penelitian Prastowo dan Firdaus . serta Alipah et al. Menurut Faizin & Kusumaningrum . , kegagalan sekecil apa pun pada Input harus segera dikoreksi, karena masalah alat dapat secara langsung mengurangi efektivitas pembelajaran berbasis praktik. Evaluasi Proses (Proces. dalam Efektivitas dan Objektivitas Pelaksanaan Evaluasi proses berfokus pada kualitas pelaksanaan dan interaksi guru-siswa. Temuan menunjukkan Proses program berjalan secara efektif. Berdasarkan hasil temuan kunci bahwa Guru Pendamping dinilai sangat efektif (S-. karena memberikan solusi adaptif . dukasi pestisida organi. terhadap kendala hama. Penilaian dilakukan secara objektif dan adil menggunakan Rubrik Kerja Budidaya (GP-. , yang menghasilkan kerja sama kelompok yang baik (S-. Proses ini berhasil mengaplikasikan prinsip CIPP dan PjBL. Kualitas pendampingan yang adaptif dan terstruktur sejalan dengan peran guru sebagai fasilitator yang ditekankan oleh Silviariza et al. , . Penggunaan rubrik yang konsisten memastikan akuntabilitas proses dan memitigasi kendala Input, sehingga siswa tetap mencapai tujuan pembelajaran meskipun ada hambatan teknis. Efektivitas proses ini dinilai melampaui temuan Alipah et al. yang menyarankan perlunya optimalisasi proses lebih lanjut. Evaluasi Produk (Procuc. terkait Dampak Karakter dan Tantangan Refleksi Evaluasi Produk menilai outcome program. Temuan menunjukkan keberhasilan signifikan pada Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 91-95 outcome sikap, namun ditemukan kelemahan kritis pada output pelaporan. Outcome yang kuat ditunjukkan dengan ketercapaian siswa dalam peningkatan keterampilan . embuat kompos, mengolah TOGA) dan perubahan sikap . ebih peduli lingkungan, mandir. (S-. Kepuasan siswa terhadap program juga tinggi (S-. Kelemahan Kritis diitemukan saat Guru Pendamping (GP-. melaporkan bahwa mutu laporan akhir siswa kurang analitis. RTL Kuat ditunjukkan oleh Kepala Sekolah (KS-. yang merespons dengan kebijakan menetapkan MIPJ wajib dan mengembangkan program ke tahap Pemasaran produk olahan TOGA. Keberhasilan pembentukan karakter selaras dengan temuan Prastowo dan Firdaus . Namun, kelemahan pada kemampuan analisis laporan menunjukkan bahwa meskipun dimensi praktik berhasil, dimensi refleksi dan akuntabilitas masih Dalam konteks CIPP, akuntabilitas memerlukan tidak hanya produk fisik, tetapi juga bukti yang terstruktur (Zhang et al. , 2. RTL yang diarahkan pada Pemasaran menunjukkan program bergerak menuju Service-Learning dan keberlanjutan ekonomi, langkah yang sangat ambisius dan positif. Peningkatan pada MIPJ dan IHT guru adalah upaya tepat untuk mengatasi kelemahan pelaporan di tingkat Input/Process demi meningkatkan mutu produk. Sehingga lebih jelasnya, perlu dicatat beberapa menghambat pencapaian tujuan program TOGA dan strategi mitigasinya. Pertama, ketergantungan terhadap kondisi cuaca dan serangan hama yang mengancam produktivitas dapat diminimalkan dengan menyusun Rencana Mitigasi Cuaca & Hama yang operasional (SOP: mulsa, bedengan terangkat, kanopi/polyhouse mini, rotasi tanaman. IPM organi. , serta membentuk tim teknis lapang . abungan siswaAegur. untuk patroli dan pencatatan berkala yang dimasukkan ke modul projek. Kedua, belum adanya MIPJ/KPI dalam perencanaan operasional menyulitkan pengukuran. solusi praktisnya adalah menyusun MIPJ per fase . ndikator SMART, instrumen, penanggung jawab, jadwa. dan mengembangkan dashboard KPI sederhana (Exce. yang diintegrasikan ke laporan triwulan. Ketiga, keterbatasan kapasitas teknis guru perlu diatasi dengan menjadwalkan IHT minimal tiga kali per tahun . udidaya, pengolahan, asesmen proje. disertai peer observation dan paket pelatihan singkat . odul 1pager dan vide. Keempat, keterbatasan sarana-prasarana dan manajemen inventaris bisa diperbaiki melalui pembuatan inventaris terstruktur, jadwal pemeliharaan Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan bulanan, sistem peminjaman sederhana, serta alokasi pos cadangan anggaran untuk penggantian alat. Kelima, partisipasi orang tua dan komunitas yang belum terstruktur dapat ditingkatkan dengan merancang paket keterlibatan . orkshop, market day, daftar relawan dengan peran jela. dan insentif sederhana seperti sertifikat atau pengakuan. Keenam, mutu pelaporan dan validitas data yang beragam harus distandarkan dengan menggunakan template laporan 1halaman . xecutive summar. yang dilengkapi MIPJ dan lampiran foto bermetadata, terapkan checklist verifikasi sebelum pengiriman, serta jadwalkan diseminasi rutin. Untuk memastikan strategi-strategi tersebut berdampak nyata, disarankan agar seluruh langkah dimasukkan ke siklus PDCA (Plan: finalisasi MIPJ dan SOP. Do: implementasi pilot. Check: monitoring dashboard KPI & verifikasi data. Act: revisi berdasarkan temua. dengan penanggung jawab yang jelas pada tiap indikator dan periode review triwulan. Pendekatan bertahap dimulai dari finalisasi MIPJ dan uji coba pada satu kelompok pilot, diikuti IHT untuk guru dan pembenahan inventaris akan menghasilkan perbaikan cepat sekaligus menyediakan bukti untuk skala-up. Dengan demikian, kombinasi mitigasi teknis, pembenahan perencanaan operasional, peningkatan kapasitas pendamping, penguatan manajemen sarpras, keberlanjutan dan akuntabilitas program TOGA. Kesimpulan Secara komprehensif, hasil evaluasi program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. One Plant Million Benefit menggunakan Model CIPP menunjukkan bahwa program berada pada tingkat Efektif dengan catatan perlunya perbaikan pada aspek logistik dan akuntabilitas pelaporan. Pada domain Konteks, program dinilai sangat layak dan relevan, mengingat kesesuaiannya dengan arahan kearifan lokal dalam Kurikulum Merdeka dan responsivitasnya terhadap kebutuhan faktual siswa terkait kesehatan. Domain Input, menunjukkan komitmen institusional yang kuat melalui alokasi anggaran dan lahan yang memadai (Makr. , namun ditemukan disparitas logistik pada (Mikr. menyebabkan inefisiensi waktu praktik siswa. Kekuatan utama program ini terletak pada domain Proses, yang dinilai sangat efektif berkat implementasi sistem penilaian yang objektif . enggunakan rubri. dan pendampingan adaptif dari Guru Pendamping . olusi hama organi. , sehingga memitigasi kendala Input yang ada. Terakhir, domain Produk mencatat Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 91-95 keberhasilan tinggi pada outcome pembentukan sikap . emandirian, kepedulian lingkunga. dan peningkatan keterampilan praktis. namun, ditemukan kelemahan kritis pada mutu analisis data laporan akhir siswa. Oleh karena itu. Program P5 One Plant Million Benefit perlu adanya penyempurnaan pada aspek logistik dan peningkatan kualitas kompetensi reflektif siswa untuk memastikan program mencapai akuntabilitas dan keberlanjutan secara menyeluruh. Berdasarkan hasil evaluasi, direkomendasikan tindak lanjut sebagai berikut: Perbaikan Input (Jangka Pende. Sekolah wajib menambah jumlah alat operasional . ekop, cangkul keci. agar proses praktik semua kelompok dapat berjalan secara simultan dan waktu pembelajaran lebih efektif. Perbaikan Produk/Proses (Jangka Menenga. Guru perlu memperkuat kompetensi reflektif siswa. Implementasi kebijakan penetapan MIPJ wajib dan alokasi IHT guru harus segera dilaksanakan untuk memastikan laporan akhir memiliki mutu analisis dan akuntabilitas yang tinggi. Keberlanjutan (Jangka Panjan. Program harus dikembangkan sesuai RTL Kepala Sekolah menuju tahap Pemasaran Produk agar mencapai dampak ekonomi dan menjadikannya program unggulan sekolah yang berkelanjutan. Ucapan Terimakasih Penyusun menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada berbagai pihak yang telah pengumpulan data, dan penyelesaian artikel jurnal ini. Ucapan terima kasih ini ditujukan kepada: Dr. Abdul Kadir Jaelani. Pd. , selaku Dosen Pengampu mata kuliah Evaluasi Program dan Model Pengembangan Pendidikan. Program Magister Administrasi Pendidikan. Universitas Mataram, atas bimbingan, arahan, dan masukan akademik yang konstruktif selama proses penelitian dan penulisan. Kepala Sekolah. Guru Pendamping, dan Tim Projek P5 One Plant Million Benefit SMP Negeri 3 Sekotong, yang telah memberikan izin, kemudahan akses data, serta informasi yang sangat terbuka dan jujur, sehingga data penelitian ini dapat tervalidasi dengan baik. Seluruh informan yang telah meluangkan waktu dan berbagi pandangan, menjadi kunci keberhasilan dalam triangulasi data penelitian ini. Penelitian ini merupakan bagian dari luaran tugas akhir akademik yang didukung oleh sumber daya mandiri. Semoga artikel ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan evaluasi program P5 dan perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 91-95 Daftar Pustaka