Indonesian Journal of Educational Development Volume 2 Nomor 4, Februari 2022 DOI: 10.5281/zenodo.6203446 _________________________________________________________________________ PENGGUNAAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SMKN 1 CIKARANG SELATAN Fajariah Masyah Indah Sinurat SMKN 1 Cikarang Selatan, Jawa Barat, Indonesia; indahnoeratz@gmail.com Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik tentang materi bilangan berpangkat, bentuk akar dan logaritma peserta didik kelas X TPA SMKN 1 Cikarang Selatan. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X TPA SMKN 1 Cikarang Selatan semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 sebanyak 35 peserta didik. Objek penelitian ini adalah prestasi belajar peserta didik yang diperoleh dengan tes prestasi belajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis statistik deskriptif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dan diawali dengan tindakan prasiklus. Setiap siklusnya dilakukan kegiatan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan tindakan tersebut diperoleh hasil penelitian menunjukan bahwa pada Pra Siklus nilai rata-rata 69,14. Pada Siklus I nilai rata-rata 76,57 dan pada siklus II menjadi 81,57. Ketuntasan belajar dengan nilai KKM sebesar 76, pada Pra Siklus ketuntasan klasikal 37,14%, pada Siklus I ketuntasan klasikal menjadi 60% dan Siklus II menjadi 80%. Respon peserta didik terhadap penggunaan LKPD yang awalnya dari layak menjadi dangat layak serta pembelajaran juga masuk kategori baik. berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan LKPD dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik tentang materi bilangan berpangkat, bentuk akar dan logaritma peserta didik kelas X TPA SMK N 1 Cikarang Selatan. Kata kunci: prestasi belajar matematika, lembar kerja peserta didik Abstract. The purpose of this study was to determine the use of Student Worksheets (LKPD) in improving students' learning achievement about the material of numbers to powers, roots and logarithms of students in class X TPA SMK N 1 Cikarang Selatan. The research subjects were students of class X TPA SMKN 1 Cikarang Selatan in the odd semester of the 2019/2020 school year as many as 35 students. The object of this research is the learning achievement of students obtained by learning achievement tests. The data obtained were analyzed by descriptive statistical analysis. This research was conducted in two cycles and started with pre-cycle action. In each cycle, planning, action, observation, and reflection activities are carried out. Based on these actions, the results showed that in the Pre-Cycle the average value was 69.14. In the first cycle the average value was 76.57 and in the second cycle it was 81.57. Mastery learning with a KKM value of 76, in the Pre-cycle classical completeness is 37.14%, in Cycle I classical completeness becomes 60% and Cycle II becomes 80%. The response of students to the use of LKPD which was originally from proper to very feasible and learning is also in the good category. Based on this, it can be concluded that the use of LKPD can improve student learning achievement regarding the material of numbers, roots and logarithms of class X TPA students at SMK N 1 Cikarang Selatan. Keywords: mathematics learning achievement, student worksheets ___________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 580 Indonesian Journal of Educational Development, 2(4), hlm. 580-588, Februari 2022 PENDAHULUAN Dalam kegiatan pembelajaran diperlukan suatu perencanaan yang matang agar hasil pembelajaran dapat diperoleh secara maksimal dan prosesnya bejalan dengan lancar (Mayudana & Sukendra, 2020). Salah satu bentuk keberhasilan dalam pembelajaran adalah bisa dicapainya prestasi belajar peserta didik dalam berbagai mata pelajaran yang diikuti termasuk dalam pembelajaran matematika. Prestasi belajar matematika merupakan perubahan tingkah laku yang di peroleh dari hasil pengukuran peserta didik melalui sikap, pengetahuan, keterampilan (Astuti & Leonard, 2012). Perubahan tersebut yang dikembangkan dalam berbagai kegiatan pemecahan masalah yang berhubungan kehidupan sehari-hari atau kompetensi keahlian dengan menggunakan konsep aljabar, geometri dan logika. Prestasi belajar biasanya didapatkan pada hasil akhir penilaian. Pada hasil penilaian akhir materi matematika banyak peserta didik memiliki nilai dibawah kriteria ketuntasan minimal, artinya ketuntasan belajar matematika belum sesuai harapan. Peserta didik tidak memiliki kemampuan dalam menyelesaikan masalah matematika disebabkan belum memahami konsep materi tersebut (Widana, 2016). Rosiyanti & Kamil (2018) mengemukakan bahwa semakin abstrak materi yang dihadapi semakin malas peserta didik mempelajari materi pada mata pelajaran matematika. Peserta didik lebih menyukai hal-hal yang lebih konkret, seperti kaitan materi yang sedang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari. Selain dari materi matematika, sumber belajar termasuk salah satu faktor yang menjadi motivasi belajar matematika peserta didik kurang. Peserta didik tidak pernah menggunakan sumber belajar lembar kerja peserta didik di sekolah. Dukungan sumber belajar di kelas kurang diperhatikan. Dan untuk mengatasi masalah peserta didik dalam pembelajaran matematika, maka guru perlu memilih media pembelajaran yang tepat untuk mendukung kegiatan belajar mengajar tersebut. Terkait dengan hal tersebut menurut Mardika (2020) terkait dengan permasalahan dalam pembelajaran diperlukan adanya kreatifitas guru dalam mengatasinya sehingga pembelajaran bisa lebih baik bagi peserta didik. Dalam menyusun media pembelajaran juga diperlukan adanya kreatifitas dari guru pengajar. Hal serupa juga disampaikan oleh Widana (2020) bahwa kemampuan guru akan mempengaruhi proses pembelajaran termasuk juga dalam hal melakukan penilaian terhadap proses pembelajaran peserta didiknya. Media pembelajaran merupakan salah satu pendukung kemudahan dan kelancaran bagi peserta didik dalam suatu kegiatan belajar mengajar (Mar’atusholihah, 2019). Media pembelajaran tidak hanya memiliki nilai besar pada proses dan hasil pembelajaran, melainkan dapat membangkitkan motivasi dan gairah belajar, sehingga dapat menciptakan kondisi belajar mengajar yang kondusif. Dalam merancang suatu media pembelajaran haruslah disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, berisikan tujuan, materi, dan metode pembelajaran. Media pembelajaran terlebih dahulu harus menarik perhatian peserta didik, kemudian berfungsi meningkatkan minat belajar, menfasilitasi belajar, mampu menciptakan ide-ide atau inovasi ___________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 581 Indonesian Journal of Educational Development, 2(4), hlm. 580-588, Februari 2022 pembelajaran, serta meningkatkan pemahaman materi pembelajaran secara efektif dan efisien yang mampu meningkatkan prestasi peserta didik, sehingga dipilih media pembelajaran yang tepat, yaitu Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). LKPD merupakan lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik (Syamsu, 2020). Manfaat LKPD adalah dapat membantu peserta didik belajar secara terarah dan dapat dijadikan sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran, sehingga dapat memudahkan guru dalam menjalankan proses pembelajaran di kelas. Setiap guru memerlukan model, metode, pendekatan, serta media yang tepat dalam kegiatan pembelajaran agar kegiatan dapat berlangsung efektif. Guru perlu memberikan kesempatan kepada peserta didik menemukan dan memecahkan masalah sendiri berdasarkan minat dan keinginannya, dan bukan dipaksakan oleh guru sendiri (Hamalik, 2013). Salah satu media yang dapat digunakan guru untuk membantu menyampaikan konsep matematika adalah dengan menggunakan lembar kerja (Nurramah & Suhendar, 2018). Oleh karena itu, keberadaan LKPD sebaiknya dibuat sendiri oleh guru matematika yang berada di sekolah, sehingga guru dapat menyesuaikan isi LKPD tersebut dengan karakteristik peserta didik dan memenuhi kebutuhan peserta didik. LKPD yang dihasilkan mampu mengoptimalkan transformasi materi matematika dengan literasi yang menarik minat peserta didik. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) merupakan suatu bahan ajar cetak berupa lembaran-lembaran kertas yang berisi materi, ringkasan dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang harus dikerjakan oleh peserta didik yang mengacu pada kompetensi dasar yang harus dicapai (Prastowo, 2014). Di dalamnya berisikan langkah-langkah yang harus dilakukan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, sehingga penggunaan LKPD dengan benar akan membuat peserta didik mampu memahami materi yang dipelajari serta memberi kemudahan dalam mencerna materi dikarenakan peserta didik dapat mengulang kembali isi materi tersebut, khususnya mata pelajaran matematika. Menurut Septian et al. (2019) penggunaan LKPD dalam pembelajaran dapat meningkatkan respon peserta didik terhadap pembelajaran dan mempengaruhi prestasi belajar peserta didik terutamanya dalam pembelajaran matematika. Sehingga dapat dikatakan bahwa pemanfaatan LKPD berpengaruh terhadap pelaksanaan dan hasil belajar terutamanya dalam pembelajaran matematika sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif penyelesaian masalah dalam pembelajran matematika. Terkait dengan permasalahan pembelajaran matematika, hal ini juga terjadi pada pembelajaran matematika di Kelas X Teknik Pemesinan A (X TPA) SMKN 1 Cikarang Selatan. Dimana pada kelas ini karakteristik sebagian besar peserta didiknya aktif dalam kegiatan belajar mengajar, seperti: bertanya, berdiskusi dan berkomunikasi, namun jika dilihat dari ketuntasan belajar tidak mencapai angka 80%. Berdasarkan hasil diskusi dengan ___________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 582 Indonesian Journal of Educational Development, 2(4), hlm. 580-588, Februari 2022 peserta didik hal ini terjadi karena peserta didik belum terlalu terstruktur dalam proses pembelajaran sehingga belum memaksimalkan prestasi belajar yang dimiliki peserta didik. Berdasarkan permasalahan tersebut perlu dicarikan sebuah solusi melalui pemanfaatan media pembelajaran yang tepat, agar dapat mengoptimalkan proses pembelajaran di kelas. Sehingga dalam hal ini perlu dimanfaatkan penggunaan LKPD dalam pembelajaran matematika yang pada akhirnya dapat membuat peserta didik belajar lebih terstruktur karena memiliki pedoman pembelajaran dalam bentuk LKPD yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Dalam hal ini perlu dilakukan sebuah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar dalam pembelajaran matematika peserta didik dengan menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pada peserta didik kelas X Teknik Pemesinan A (X TPA) SMKN 1 Cikarang Selatan. Sebagai bentuk upaya mengatasi permasalahan dalam pembelajaran yang di alami. METODE Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas mengambil model penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart membentuk suatu siklus penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui fase, seperti: refleksi awal, perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi (Arikunto, 2015). Tahap refleksi awal dilakukan berdasarkan hasil pelaksanaan tahap pra siklus, tahap perencanaan dilakukan pada tiap siklusnya yang menyangkut penyusunan rencana pembelajaran termasuk juga penyusunan dan penyesuaian LKPD, tahap tindakan berkaitan dengan upaya untuk melaksanakan proses pembelajaran sesuai erencanaan yang telah dilakukan, tahap observasi dilakukan bersamaan dengan tindakan untuk mendapatkan data yang diperlukan serta tahap refleksi dilakukan pada akhir tiap siklus guna mengetahui perkembangan dan tindak lanjut terkait dengan siklus yang sudah dijalani. Penelitian ini dilaksanakan pada SMK Negeri 1 Cikarang Selatan. Subjek penelitian ini adalah kelas X Teknik Pemesinan A (X TPA) yang berjumlah 35 peserta didik, terdiri dari 32 laki-laki dan 3 perempuan. Waktu pelaksanaan penelitian ini dimulai bulan Oktober 2019 sampai dengan bulan Januari 2020. Objek dalam penelitian ini adalah prestasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran matematika. Data prestasi belajar diperoleh melalui tes prestasi belajar. Data hasil tes prestasi belajar akan dianalisis dengan Analisa Deskriptif. Kriteria keberhasilan dalam penelitian ini jika peserta didik dapat memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 76 dan secara klasikal minimal 80% peserta didik mendapat nilai di atas KKM. Terkait dengan pemanfaatan LKPD diharapkan dimanfaatkan pada kategori sangat layak, serta pelaksanaan pembelajaran masuk dalam kategori baik. jika kriteria keberhasilan sudah dapat terpenuhi maka penelitian dapat dikatak sudah berhasil. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan penelitian ini dilakukan secara siklusitis dimana setiap siklusnya dilakukan kegiatan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. ___________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 583 Indonesian Journal of Educational Development, 2(4), hlm. 580-588, Februari 2022 Pelaksanaan kegiatan tersebut dapat dilihat pada kegiatan pra siklus, siklus I dan Siklus II pelaksanaan penelitian tindakan kelas sebagai berikut. Pada kegiatan prasiklus, guru hanya menggunakan media pembelajaran sederhana dengan metode ceramah atau demonstrasi sebagai realisasi dari RPP dan temuan beberapa masalah dalam kegiatan belajar mengajar matematika sebelumnya. Kemudian guru melakukan penilaian awal sebagai alat ukur untuk mengetahui kemampuan kognitif peserta didik. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan pra siklus dapat dilihat pada Tabel 1. tentang data ketuntasan belajar peserta didik pra siklus sebagai berikut. No 1 2 Tabel 1. Data Ketuntasan Belajar Peserta Didik Pra Siklus Tingkat Jumlah Peserta Persentase Jumlah Ketuntasan Didik Peserta Didik Tuntas 13 37,14% Tidak Tuntas 22 62,86% Jumlah 35 100% Dari data tersebut diperoleh bahwa persentase jumlah peserta didik sebesar 37,14% mengalami ketuntasan belajar dengan memiliki nilai lebih dari KKM 76, sedangkan persentase jumlah peserta didik sebesar 62,86% merupakan peserta didik lainnya yang belum dinyatakan tuntas, perolehan nilai ratarata 69,14. Dengan demikian, sebanyak 13 peserta didik telah mampu menyelesaikan soal yang berkaitan dengan bilangan berpangkat, bentuk akar dan logaritma. Hal ini terjadi karena peserta didik belum aktif dalam pembelajaran karena guru masih merancang penelitian dan pemanfaatan LKPD belum bisa maksimal dilakukan dalam proses pembelajaran. Terkait dengan pemanfaatan LKPD sebesar 71,71% atau tergolong layak untuk dimanfaatkan dalam proses pembelajaran matematika. Terkait dengan hasil yang diperoleh pada kegiatan pra siklus dilakukan perbaikan, baik dari segi perencanaan dan penerapan terkait dengan pemanfaatan LKPD dalam pembelajaran matematika. Di mana dalam siklus I guru telah membuat dan menggunakan LKPD sebagai media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar, serta guru melakukan program remedial ataupun pengayaan kepada peserta didik. Terkait dengan data ketuntasan belajar peserta didik pada siklus I dapat dilihat pada Tabel 2. berikut ini: No 1 2 Tabel 2. Data Ketuntasan Belajar Peserta Didik Siklus I Tingkat Jumlah Peserta Persentase Jumlah Ketuntasan Didik Peserta Didik Tuntas 21 60,00% Tidak Tuntas 14 40,00% Jumlah 35 100% Dari data tersebut diperoleh bahwa persentase jumlah peserta didik sebesar 60,00% mengalami ketuntasan belajar dengan mendapatkan nilai lebih dari KKM 76, sedangkan persentase jumlah peserta didik sebesar 40,00% ___________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 584 Indonesian Journal of Educational Development, 2(4), hlm. 580-588, Februari 2022 merupakan peserta didik lainnya yang belum dinyatakan tuntas, disebabkan nilai peserta didik tersebut kurang dari KKM 76. Dengan demikian, sebanyak 21 peserta didik telah mampu menyelesaikan soal yang berkaitan dengan bilangan berpangkat, bentuk akar dan logaritma, terkait dengan nilai ratarata yang diperoleh sebesar 76,57. Dalam siklus I ini, terjadi peningkatan terkait ketuntasan peserta didik secara klasikal, hal ini dikarenakan peserta didik masih belum terbiasa dalam menggunakan LKPD yang dibuat oleh guru, materi yang ada di menu LKPD matematika masih membutuhkan penjelasan yang lebih mendetil ditambah dengan langkah-langkah penyelesaian contoh soal-soal belum sistematis, sehingga peserta didik masih belum mempunyai pedoman mendalami materi. Terkait dengan pemanfaatan LKPD pada siklus I sudah tergolong sangat layak dengan persentase sebesar 84,21%, selanjutnya kegiatan pembelajaran dalam kategori cukup. Jika dilihat dari kriteria keberhasilan, penelitian pada siklus I belum dapat dikatakan berhasil karena ketuntasan secara klasikal baru sebesar 60,00% masih dibawah kriteria yang diharapkan yaitu sebesar 80%. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian dilanjutkan pada siklus II. Pada pelaksanaan pembelajaran dan penelitian tindakan kelas siklus II, dilakukan beberapa perbaikan dalam LKPD serta diberikan pengarahan kepada peserta didik agar semangat belajar semakin meningkat dan peserta didik memahami alur ketentuan dalam memanfaatkan LKPD dalam pembelajaran matematika. Selain hal tersebut, guru juga mulai melakukan remedial kepada peserta didik sehingga peserta didik dapat memahami alur belajar dalam LKPD yang dijadikan media pembelajaran. berikut data ketuntasan belajar klasikal pada siklus II dapat dilihat pada tabel 3. Berikut ini: Tabel 3. Data Ketuntasan Belajar Klasikal Peserta Didik Siklus II No Tingkat Jumlah Peserta Persentase Jumlah Ketuntasan Didik Peserta Didik 1 Tuntas 28 80,00% 2 Tidak Tuntas 7 20,00% Jumlah 35 100% Dari data tersebut diperoleh bahwa persentase jumlah peserta didik sebesar 80,00% mengalami ketuntasan belajar dengan memilik nilai lebih dari KKM 76, sedangkan persentase jumlah peserta didik sebesar 20,00% merupakan peserta didik lainnya yang belum dinyatakan tuntas, disebabkan nilai peserta didik tersebut kurang dari KKM 76. Dengan demikian, sebanyak 28 peserta didik telah mampu menyelesaikan soal yang berkaitan dengan bilangan berpangkat, bentuk akar dan logaritma dan pada siklus II nilai rata-rata peserta didik sebesar 81,57. Keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya guru untuk menyempurnakan LKPD yang telah disusun terutama terkait dengan petunjuk pemanfaatan LKPD sehingga peserta didik lebih memahami alur penggunaan LKPD yang pada akhirnya membantu proses belajar peserta didik menjadi lebih aktif termasuk juga mampu meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Jika dilihat dari pemanfaatan LKPD juga ___________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 585 Indonesian Journal of Educational Development, 2(4), hlm. 580-588, Februari 2022 tergolong sangat layak yaitu sebesar 91,29%. lebih lanjut jika dilihat dari kriteria keberhasilan maka dapat dikatakan bahwa pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siklus II sudah memenuhi kriteria keberhasilan dilihat dari persentase peserta didik yang memenuhi ketuntasan klasikal sudah mencapai 80%, pemanfaatan LKPD sudah tergolong sangat layak dengan persentase 91,29%, dan kegiatan pembelajaran tergolong baik, sehingga penelitian tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya. Peningkatan tersebut dapat kita lihat pada Tabel 4. Tentang data hasil penelitian pra siklus, siklus I dan siklus II Berikut ini. Tabel 4. Data Hasil Penelitian Pra Siklus, Siklus I, Siklus II Kegiatan Ketuntasan Penggunaan Kegiatan Klasikal LKPD Pembelajaran Pra Siklus 37,14% Layak Siklus I 60,00% Sangat Layak Cukup Siklus II 80,00% Sangat Layak Baik Hal ini menunjukan mulai dari pra siklus, siklus I, sampai pada siklus II sudah mengalami peningkatan.dimana pada tahapan pra siklus ketuntasan klasikal meningkat dari 37,14% pada tahap pra siklus meningkat menjadi 60,00% pada siklus I dan meningkat menjadi 80,00% pada siklus II. Jika dilihat dari pemanfaatan LKPD dapat dilihat peningkatan dari layak pada pra siklus, menjadi sangat layak pada siklus I dan siklus II. Kegiatan pembelajaran juga meningkat dari tergolong cukup dari siklus I menjadi tergolong baik pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian tindakan kelas ini dapat dikatakan berhasil dan dapat dikatakan bahwa penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada peserta didik kelas X Teknik Pemesinan A (X TPA) SMKN 1 Cikarang Selatan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada peserta didik kelas X Teknik Pemesinan A (X TPA) SMKN 1 Cikarang Selatan hal ini dapat dilihat dari peningkatan.yang terjadi, dimana pada tahapan pra siklus ketuntasan klasikal meningkat dari 37,14% pada tahap pra siklus meningkat menjadi 60,00% pada siklus I dan meningkat menjadi 80,00% pada siklus II. Jika dilihat dari pemanfaatan LKPD dapat dilihat peningkatan dari layak pada pra siklus, menjadi sangat layak pada siklus I dan siklus II. Kegiatan pembelajaran juga meningkat dari tergolong cukup dari siklus I menjadi tergolong baik pada siklus II. Berdasarkan kesimpulan di atas, rekomendasi yang dapat disampaikan jika terdapat permasalahan yang sama dalam pembelajran guru dapat mengembangkan LKPD yang sesuai dengan kebutuhan guru dan peserta didik sehingga dapat membantu menyelesaikan permasalahan dalam ___________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 586 Indonesian Journal of Educational Development, 2(4), hlm. 580-588, Februari 2022 pembelajaran yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. (2015). Penelitian Tindakan Kelas. Bumi Aksara. Astuti, A. & Leonard. (2012). Peran kemampuan komunikasi matematika terhadap prestasi belajar matematika siswa. Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA, 2(2), 102-110. http://dx.doi.org/10.30998/formatif.v2i2.91. Hamalik, O. (2013). Kurikulum Dan Pembelajaran. Bumi Aksara. Mar’atusholihah, H. (2019). Pengembangan media pembelajaran tematik ular tangga berbagai pekerjaan. Mimbar PGSD Undiksha, 7(3), 253-260. http://dx.doi.org/10.23887/jjpgsd.v7i3.19411. Mardika, I. K. (2020). Upaya meningkatkan sikap ilmiah dan hasil belajar kimia melalui penerapan model pembelajaran inkuiri. Indonesian Journal of Educational Development, 1(2), 311-321. https://doi.org/10.5281/zenodo.4006135. Mayudana, I K. Y. & Sukendra, I K. (2020). Analisis kebijakan penyederhanaan rpp (surat edaran menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 14 tahun 2019. Indonesian Journal of Educational Development, 1(1), 61-68. ttp://dx.doi.org/ 10.5281/zenodo.3760682. Nurramah, A & Suhendar, A. M. (2018). Peningkatan Hasil Belajar Matematika Dengan Menggunakan LKS Dan KKS. JKPM (Jurnal Kajian Pendidikan Matematika) Unindra, 3(1), 1-10. Prastowo, A. (2014). Panduan Penyusunan LKPD. Diva Press. Rosiyanti, H. & Kamil, G. (2018). Penggunaan lembar kerja siswa dengan metode pembelajaran penemuan terbimbing untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII SMP dharma karya UT. FIBONACCI: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika, 4(2), 155-160. https://doi.org/10.24853/fbc.4.2.155-160. Septian, R., Irianto, S., & Andriani, A. (2019). Pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) matematika berbasis model realistic mathematics education. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 5(1), 59-67. Syamsu, F. D. (2020). pengembangan lembar kerja peserta didik berorientasi pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Genta Mulis: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 11(1), 65-79. https://ejournal.stkipbbm.ac.id/index.php/gm/article/view/394/343. Widana, I. W. (2020). Pengaruh pemahaman konsep asesmen HOTS terhadap kemampuan guru matematika SMA/SMK menyusun soal HOTS. Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains, IX(1), 66 – 75. https://doi.org/10.5281/zenodo.3743923. ___________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 587 Indonesian Journal of Educational Development, 2(4), hlm. 580-588, Februari 2022 Widana, I. W. (2016). Sensitivitas Mendeteksi Bias Butir Metode Uji Beda Taraf Sukar, Khi-Kuadrat Lord dan Distribusi Sampling Empiris. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 7(2), 77-85. https://doi.org/10.21009/JEP.072.01 ___________________________________________________________________ ISSN 2722-1059 (Online); ISSN 2722-3671 (Print) 588