J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING PADA KALANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Harapan Agustina Zebua. Eni Rombe. Fianus Tandiongan (Mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Agama Kristen STT Kristus Alfa Omega: harapanagustina18@gmail. enirombe41@gmail. fianustandiongan72@gmail. Abstract This study aims to determine how big and how effective is the implementation of problem solving learning strategies among PAK students at the Alfa Omega Christ Theology College Semarang. In this study, researchers used a combination research method . ixed method. The results of the study on the Effectiveness of Problem Solving Learning Strategies Among PAK Students at the Alfa Omega Christ Theology College Semarang with the results of the previous hypothesis that 60% was rejected because it was proven that the quantitative and qualitative data analysis was 84% so that it was greater than the previous hypothesis in the very good category, in meaning that PAK lecturers and PAK students have tried to apply problem solving learning strategies well. According to the findings, researchers still find obstacles experienced by lecturers and students in implementing problem solving learning strategies, namely in problem solving steps with research Keywords: Effectiveness, learning strategies, problem solving, christian religious education PENDAHULUAN Dalam kegiatan pembelajaran di Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang khususnya pada kalangan mahasiswa Pendidikan Agama Kristen, dosen menggunakan berbagai strategi pembelajaran yang kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini didasari pentingnya strategi dalam membantu dosen sebagai pendidik mempersiapkan diri dalam menyampaikan materi dengan terarah dan sistematis, membantu dalam mengolah materi yang ada dengan baik dan tepat sehingga dapat dipahami dengan mudah oleh mahasiswa. Sehingga, penting untuk mengetahui lebih lanjut tentang efektivitas penerapan strategi pembelajaran. Berdasarkan hasil angket pra-penelitian terdapat dugaan bahwa efektivitas penerapan strategi pembelajaran problem solving masih kurang efektif pelaksanaannya di kalangan mahasiswa PAK Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang. Hal ini dibuktikan dengan didapatinya kendala-kendala yang terjadi dalam pelaksanaannya di antaranya pernyataan dosen yang mengatakan keterbatasan bahan ajar yang digunakan untuk menerapkan strategi pemecahan masalah, mahasiswa belum mampu memecahkan masalah secara mandiri, mahasiswa kurang memiliki pemahaman yang memadai terutama sehubungan dengan permasalahan yang diajukan dan kurangnya waktu dalam penerapan strategi pembelajaran problem solving oleh dosen. Peneliti tertarik mengangkat judul penelitian Strategi Problem Solving menggunakan karena penting untuk melatih kemampuan masing-masing individual di dalam memecahkan suatu masalah secara tepat dan baik, mengajarkan untuk terampil dalam memecahkan masalah, bekerja layaknya J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 seorang ilmuan dan tidak hanya itu mahasiswa juga dilatih untuk bekerja keras dalam memperoleh solusi dari pemecahan suatu masalah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui besar tingkat efektivitas strategi pembelajaran problem solving di kalangan mahasiswa Pendidikan Agama Kristen Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang dan untuk mengetahui efektivitas strategi pembelajaran problem solving di kalangan mahasiswa Pendidikan Agama Kristen Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang. Pengertian Strategi Pembelajaran Problem Solving Secara bahasa strategi pembelajaran problem solving berasal dari dua kata, yaitu problem dan soves. Menurut Hornsby, makna bahasa dari problem yaitu Aua thing that is difficult to deal with or understandAy . uatu hal yang sulit untuk melakukannya atau memahaminy. , dapat diartikan Auaquestion to be answered or solvedAy . ertanyaan yang butuh jawaban atau jalan kelua. , sedangkan solve dapat diartikan Auto find an answer to problemAy . encari jawaban suatu masala. Menurut Skeel. Problem Solving adalah suatu proses di mana individu mengidentifikasi suatu situasi bermasalah, memformulasikan ekspansi tentatif atau hipotesis, memverifikasi hipotesis tentatif tersebut dengan mengumpulkan dan mengevaluasi data, dan menyatakan kembali hipotesis hingga menjadi suatu generalisasi. Strategi pemecahan masalah . roblem solvin. merupakan suatu strategi pembelajaran yang didasarkan pada banyaknya permasalahan yang membutuhkan penyelidikan autentik yakni penyelidikan yang membutuhkan penyelesaian nyata dari permasalahan yang nyata. Sedangkan menurut Purwanto, strategi pemecahan masalah adalah suatu proses dengan menggunakan strategi, cara, atau teknik tertentu untuk menghadapi situasi baru, agar keadaan tersebut dapat dilalui sesuai dengan keinginan yang telah ditetapkan. Jadi Problem Solving merupakan suatu strategi pembelajaran yang mengaktifkan atau melatih mahasiswa untuk dapat menghadapi masalah dan memecahkannya. Sikap terampil yang dibutuhkan dalam memecahkan permasalahan, adalah kemapuan mengumpulkan informasi/data, membaca data dan hal lain yang membutuhkan penerapan dan pembiasaan. Keterampilan lainnya yang harus dimiliki dalam memecahkan masalah yaitu keterampilan penalaran yang berfungsi untuk memilah ide-ide yang baik untuk menentukan solusi yang tepat. Untuk mendukung strategi belajar mengajar dengan menggunakan pembelajaran problem solving ini, dosen perlu memilih bahan pelajaran yang memiliki permasalahan di dalamnya. Materi Tayar Yusur. Ilmu Praktek Mengajar (Bandung: Maarif, 1. , 56. Margareta Putri Nelly Wedyawati. Antonius Edy Setiawan. Pembelajaran SD Berbasis Problem Solving Method (Malang: CV. Literasi Nusantara Abadi, 2. , 28. Purwanto, 1999. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 pelajaran tidak terbatas hanya pada buku teks sekolah, tetapi juga dapat diambil dari sumber-sumber lingkungan seperti peristiwa-peristiwa kemasyarakatan atau peristiwa dalam lingkungan sekolah. Tujuannya agar memudahkan mahasiswa dalam menghadapi dan memecahkan masalah yang terjadi di lingkungan sebenarnya dan mahasiswa memperoleh pengalaman tentang penyelesaian masalah sehingga dapat diterapkan di kehidupan nyata. Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Problem Solving dalam Alkitab Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) pada hakekatnya merupakan usaha secara sadar yang dilakukan dengan terencana dan berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kemampuan para mahasiswa, agar dengan pertolongan Roh Kudus dapat memahami dan menghayati kasih Allah dalam Yesus Kristus yang dinyatakan dalam kehidupan sehari-hari, baik terhadap sesama dan lingkungan hidupnya. Dengan demikian, setiap orang yang terlibat dalam proses pembelajaran PAK memiliki keterpanggilan untuk mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah dalam kehidupan pribadi maupun sebagai bagian dari komunitas. Berikut adalah salah satu ayat yang menunjukkan pembelajaran problem solving dalam Alkitab yaitu terdapat di dalam teks Matius 14:13-20 sebagai berikut:13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kotakota mereka. 14Ketika Yesus mendarat. Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desadesa. "16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan. "17 Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan. "18 Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku. "19 Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu. Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. 20 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Matius 14:13-21 mengisahkan tentang Yesus memberi makan lima ribu orang. Kisah ini berlanjut di saat Tuhan Yesus bersedih hati mendengar berita bahwa Yohanes Pembaptis telah dipenggal kepalanya oleh raja Herodes, dikatakan AuSetelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ dan hendak mengasingkan diriAy . Tidak disebut alasannya tetapi dapat dikatakan Donald Rhoads. David. Michie. Injil Markus Sebagai Cerita. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia (Jakarta: Fortress Press, 2. , 20. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 bahwa Tuhan sedang berduka dengan berita kematian Yohanes Pembaptis. Di saat dalam keadaan duka, di saat itu juga ada kebutuhan dan dikatakan AuTetapi orang banyak mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota merekaAy . dan AuKetika Yesus mendarat. Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnyaAy . Firman Tuhan: AuMaka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakitAy . Perhatikan kebutuhan pribadi-Nya pada saat itu, ingin Aumengasingkan diriAy dalam dukanya. Tetapi dalam hal ini Tuhan tidak mementingkan diriNya sendiri tetapi Dia melihat kebutuhan orang lain. Permasalahan di dalam konteks ini adalah pada ayat 16, dimana ketika murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa" . Dimana pandangan murid-murid, (Filipu. AuJadi haruskah kami pergi membeli roti dengan hanya 200 dinar saja dan memberi mereka makan?Ay (Mar 6:. Ae Beli di mana? Jumlahnya terlalu besar? Apakah mungkin dapat memberi makan sebanyak lima ribu orang. Dua ratus dinar juga tidak cukup! AuSuruhlah mereka pergiAy . Ae itu yang paling mudah, urusilah diri sendiri! Langkah-langkah pemecahan masalah dari konteks ini adalah dimulai dengan Yesus memberi perintah kepada murid-murid-Nya Aukamu harus memberi mereka makanAy . Mengapa Tuhan memberi perintah AuharusAy? Karena dikatakan pada ayat sebelumnya Autempat ini sunyi dan hari sudah mulai malamAy . Keadaannya pada saat itu juga orang banyak dalam keadaan lapar. Namun, di perikop yang lain juga dikatakan AuAku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalanAy (Mat 15:. Pandangan Tuhan Yesus berbeda dengan murid-muridNya. AuTidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makanAy . Sehingga, dalam arti bahwa Tuhan mengutamakan kebutuhan yang ada dan sangat peduli dengan kehidupan, jangan sampai pingsan/ mati. Tuhan memberi perintah. AuharusAy dan Auperintah-perintah-Nya itu tidak beratAy . Yoh 5:. karena Tuhan juga Auturut bekerja dalam segala sesuatuAy (Rom 8:. Dia pula yang akan Sehingga penyelesaiannya yaitu di dalam ayat 17-18. Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan. " Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku. " Tuhan meminta Auyang adaAy untuk dipersembahkan! Yang ada bukan sisa tetapi yang kita miliki saat ini! Apa yang Tuhan lakukan? Dikatakan AuYesus menengadah ke langit dan mengucap berkatAy . dan hasilnya AuDan mereka semuanya makan sampai kenyang roti yang sisa 12 bakul penuhAy . Jadi, dari konteks permasalahan di dalam Matius 14:13-20 mengajarkan kepada murid dan juga kepada orang banyak untuk memiliki iman di dalam Tuhan. Sebab, bagi Tuhan tidak ada mustahil. Tuhan hanya menengadah ke langit tetapi dengan iman-Nya berkuasa mengadakan Sehingga, permasalahan yang bagi manusia tidak dapat diselesaikan, pada saat itu Tuhan Yesus menunjukkan langkah penyelesaiannya. Tuhan Yesus tidak memerlukan uang untuk melakukannya, bagi manusia langkah penyelesaiannya hanya dengan mempunyai uang yang banyak J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 untuk membeli makanan dan memberi makan lima ribu orang. Tetapi hanya dengan iman dan menggunakan kekuasaan-Nya maka lima roti dan dua ikan dapat memberi makan lima ribu orang dan masih tersisa dua belas bakul. Sehingga, permasalahan pun selesai dan diakhiri dengan kedahsyatan yang melimpah. Manfaat Strategi Pembelajaran Problem Solving Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Definisi yang paling umum dari berpikir adalah berkembangnya ide dan konsep di dalam diri Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam diri seseorang yang berupa pengertian-pengertian. Berpikir mencakup banyak aktivitas mental. Kemampuan berpikir yang diperlukan dalam pembelajaran problem solving adalah berpikir kreatif. Berpikir kreatif adalah kemampuan untuk mengungkapkan hubungan-hubungan baru, melihat suatu masalah dari sudut pandang yang baru, serta membentuk kombinasi baru dari beberapa konsep yang sudah dikuasai sebelumnya, bersifat praktis serta memunculkan solusi yang tidak biasa tetapi berguna. Berpikir kreatif adalah kemampuan individu untuk memikirkan apa yang telah dipikirkan semua orang, sehingga individu tersebut mampu mengerjakan apa yang belum pernah dikerjakan oleh semua orang. 5 Untuk mengembangkan berpikir kreatif, mahasiswa perlu diberi kesempatan untuk bersibuk diri secara kreatif. Dosen hendaknya dapat merangsang mahasiswa untuk melibatkan dirinya dalam kegiatan kreatif dalam memecahkan masalah, dengan membantu mengusahakan sarana prasarana yang diperlukan. Dalam hal ini yang penting ialah memberi kebebasan kepada mahasiswa untuk mengeksprsikan dirinya secara kreatif, tentu saja dengan persyaratan tidak merugikan orang lain atau lingkungan. Menurut Cropley Aukecakapan berpikir kreatif adalah kecakapan menciptakan gagasan, mengenal kemungkinan alternatif, melihat kombinasi yang tidak diduga, dan memiliki keberanian untuk mencoba sesuatu yang tidak biasa. Dengan kata lain berpikir kreatif adalah kecakapan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah. Jadi, strategi pembelajaran ini bermanfaat dalam memberikan kemampun kepada mahasiswa untuk mampu menciptakan dan menghasilkan sesuatu yang baru dari pemecahan masalah. Pembelajaran problem solving tidak dirancang untuk membantu guru memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada mahasiswa. Tetapi, pembelajaran problem solving dikembangkan untuk Maulana. Konsep Dasar Matematika Dan Pengembangan Kemampuan Berfikir Kritis Kreatif. UPI Sumenang Press (Bandung: UPI Sumedang Press, 2. , 21, https://books. id/books?hl=en&lr=&id=MBhKDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR5&dq=M. Ma ulana. Konsep Dasar Matematika dan Pengembangan Kemampuan Berpikir KritisKreatif, (Sum edang: UPI Sumedang Press, 2. &ots=dbJNCadQQf&sig=z0GJCUPkDLIRisHy0BsM4zFjbOk &redir_es. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir. Jadi, dapat disimpulkan bahwa problem solving bermanfaat untuk melatih mahasiswa sekreatif mungkin dalam mencari informasi dan mengecek informasi itu dengan sumber lainnya dengan menggunakan pemikiran yang kreatif. Mengembangkan Sikap Keterampilan Memecahkan Permasalahan Sikap terampil yang dibutuhkan dalam memecahkan permasalahan, adalah kemapuan mengumpulkan informasi/data, membaca data dan yang lain yang membutuhkan penerapan dan Keterampilan lainnya yang harus dimiliki dalam memecahkan masalah yaitu keterampilan penalaran yang berfungsi untuk memilah ide-ide yang baik untuk menentukan solusi yang tepat. Selain itu, keterampilan memandang masalah dengan sikap positif bahwa mampu memecahkan masalah dan percaya pada diri sendiri. Selain itu, mencoba sesuatu yang baru yang berfungsi untuk memperluas pikiran dan membuka diri untuk masalah baru yang perlu dipecahkan. Sehingga dapat mempraktekkan pemecahan masalah dan belajar sesuatu pada saat yang sama. Belajar dari masalah yang telah diselesaikan yaitu dengan belajar membuat solusi yang sempurna, sehingga terus belajar memecahkan masalah yang dihadapi. 6 Melalui problem solving kemampuan berpikir diproses dalam situasi atau keadaan yang benar-benar dihayati, diminati serta dalam berbagai macam ragam alternatif. Selain itu. Rizki Ramadhani menyatakan bahwa manfaat problem solving membuat mahasiswa menjadi terampil menyeleksi informasi yang relevan kemudian menganalisisnya dan akhirnya meneliti kembali hasilnya. Mengambil Keputusan Secara Objektif Dan Mandiri Objektif artinya dapat memisahkan antara pendapat pribadi dan fakta yang ada, menyelesaikan masalah sesuai dengan data yang ada, tidak memasukkan pendapat pribadi yang dapat mengurangi keabsahan hasil dari pemecahan masalah. Selain itu. Ahmad mengemukakan bahwa objektif artinya segala keterangan yang ada menurut apa adanya. 8 Jadi. Objektif dalam memecahkan masalah artinya penyelesaian masalah harus didasarkan pada data dan fakta yang ada. Bersikap dan bertindak obyektif adalah kemampuan yang harus dimiliki pendidik agar pendidik selalu berkomunikasi dan bergaul dengan peserta didik. Bagi peserta didik, pendidik adalah sebagai pembimbing, motivator, fasilitator dan penolong dalam proses pendidikan. 9 Walaupun demikian, pendidik bukanlah sosok yang di posisikan segala-galanya bagi peserta didik. Karena Daniel Nagata. Bergumul Dengan Sikap Positif (Semarang: Guepedia, 2. , 120. Ag. Ahmad Munjin Nasih. Pd. dan M. Pd. Lilik Nur Kholidah. Pd. Metode Dan Teknik Pembelajaran (Medan: Yayasan Kita Menulis, 2. , 102, http://etheses. id/1514/6/11410038_Bab_2. I Putu Gede Sutrisna. Konsep dan Aplikasi Bahasa Untuk Perguruan Tinggi (Yogyakarta: ANDI, 2. , 125. Janawi. Professional. Kompetensi Guru : Citra Guru (Bandung: Alfabeta, 2. , 136. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 pendidik tidak selamanya berada di samping peserta didik. Untuk itu, seorang pendidik harus menanamkan sikap mandiri kepada peserta didik. Istilah AukemandirianAy menunjukkan adanya kepercayaan akan kemampuan diri untuk menyelesaikan masalahnya tanpa bantuan khusus dari orang lain dengan keengganan untuk di kontrol orang lain. Mahasiswa yang mandiri sebagai mahasiswa yang dapat berdiri sendiri, mengambil keputusan sendiri, mempunyai inisiatif dan kreatif, tanpa mengabaikan lingkungan dimana ia berada. Sedangkan, menurut Barnadib berpendapat kemandirian mencakup Auperilaku berinisiatif, mampu mengatasi masalah, mempunyai rasa percaya diri, dapat melakukan sesuatu sendiri tanpa mengantungkan diri terhadap bantuan orang lainAy. Dalam pembelajaran problem solving dosen mengarahkan mahasiswa untuk dapat memecahkan permasalahan tanpa bantuan khusus dari orang lain. Sehingga hasil dari permecahan masalah berasal dari pikiran mahasiswa itu sendiri. Tayar Yusuf juga mengatakan dalam bukunya IImu Praktek Mengajar bahwa manfaat utama dari sistem pengajaran ini . roblem solvin. adalah melatih kemampuan masing-masing individual di dalam memecahkan suatu masalah secara tepat dan Strategi pembelajaran ini bermnfaat untuk melatih mahasiswa memecahkan masalah, mengajarkan untuk terampil dalam memecahkan masalah, bekerja layaknya seorang ilmuan dan tidak hanya itu mahasiswa juga dilatih untuk bekerja keras dalam memperoleh solusi dari pemecahan suatu masalah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, strategi pembelajaran ini bertujuan untuk melatih mahasiswa memecahkan masalah, mengajarkan mereka untuk terampil dalam memecahkan masalah, bekerja layaknya seorang ilmuan dan tidak hanya itu mahasiswa juga dilatih untuk bekerja keras dalam memperoleh solusi dari pemecahan suatu masalah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Rizki Ramadhani menuliskan manfaat dari pembelajaran problem solving adalah: . Peserta didik menjadi terampil menyeleksi informasi yang relevan kemudian menganalisisnya dan akhirnya meneliti kembali hasilnya, . Kepuasan intelektual akan timbul dari dalam sebagai hadiah intrinsik bagi peserta didik, . Potensi intelektual peserta didik meningkat, . Peserta didik belajar bagaimana melakukan penemuan dengan melalui proses melakukan penemuan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran problem solving mengajarkan mahasiswa untuk terampil, bekerja mandiri, dan tidak hanya itu mahasiswa juga dilatih untuk bekerja keras untuk memperoleh pengetahuan terhadap pemecahan suatu masalah dan dapat diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah lain. Manfaat penggunaan pembelajaran problem solving adalah mengembangkan kemampuan berpikir, terutama di dalam mencari sebab akibat dan tujuan suatu Eti Nurhayati. Psikologi Pendidikan Inovatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. , 132. Supratiknya. Metode Penelitian Kuantitatif Dan Psikologi (Jakarta: Alfabeta, 2. , 60. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 Strategi pembelajaran ini melatih mahasiswa dalam cara-cara mendekati dan cara-cara mengambil langkah-langkah apabila akan memecahkan suatu masalah serta memberikan kepada pengetahuan dan kecakapan praktis yang bernilai atau bermanfaat bagi keperluan hidup sehari-hari. Strategi pembelajaran ini memberi dasar-dasar pengalaman yang praktis mengenai bagaimana caracara memecahkan masalah dan kecakapan ini dapat diterapkan bagi keperluan menghadapi masalahmasalah lainnya di dalam masyarakat. Ciri-Ciri Strategi Pembelajaran Problem Solving Nelly Wedyawati mengutip pendapat Komariah yang menyatakan bahwa problem solving dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Terdapat 3 ciri utama dari problem solving, yaitu: Aktif Berpikir Berpikir adalah proses mencari tahu Ausesuatu yang belum diketahuiAy berdasarkan hal-hal yang Ausudah diketahuiAy. Sedangkan sesuatu yang telah diketahui merupakan AudataAy atau Aubahan berpikirAy, sedangkan sesuatu yang belum diketahui akan menjadi Aukesimpulan pemikiranAy berupa pengetahuan yang benar. Keaktifan dalam arti memandang mahasiswa merupakan makhluk yang aktif yang mempunyai dorongan untuk berbuat sesuatu, mempunyai kemauan dan aspirasinya sendiri. Mahasiswa memiliki sikap aktif dalam merencanakan sesuatu untuk mencari, menemukan, dan menggunakan pengetahuan yang telah diperolehnya. Oleh sebab itu, pemecahan masalah dari dominasi dosen yang cenderung menimbulkan sikap pasif mahasiswa, sebaliknya dapat mendorong sikap mahasiswa sendiri. Proses Berpikir Deduktif Dan Induktif Berpikir deduktif adalah berpikir yang berpijak pada hal-hal . akta-fakt. yang bersifat umum, kemudian ditarik suatu pernyataan atau kesimpulan yang bersifat khusus. Sedangkan Berpikir induktif disebut juga berpikir sintensis yaitu cara berpikir yang berpijak dari fakta-fakta yang khusus, untuk memecahkan persoalan yang bersifat umum dengan kata lain cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat umum dari kasus-kasus yang bersifat khusus . 13 Jadi, dalam berpikir ilmiah baik secara induktif maupun deduktif memerlukan keterampilan intelektual yang tinggi yaitu adanya kecerdasan, ketelitian, ketekunan, objektifitas dalam menganalisa, mengintrepertasikan dan menarik kesimpulan dari fakta-fakta yang Gulo. Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Gramedia Widiasarana, 2. , 74. Hj. Surya Bintari. Metodologi penelitian Ekonomi Manajemen. Konferensi Internasional Pembangunan Islam-i (Malang: UMM Press, 2. , 9. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 Berpikir Kritis Berpikir kritis adalah kemampuan memilih salah satu pilihan yang terbaik dari beberapa alternatif untuk mencapai tujuan berdasarkan kriteria tertentu. Tujuannya agar dapat membuat pemilihan yang terbaik, menghindari bertindak secara terburu-buru yang dapat merugikan, mencapai rasa tenang/puas bukan perasaan menyesal dengan keputusan yang diambil, menjadikan seseorang lebih rasional dan sabar, dapat memanfaatkan sumber informasi yang ada. Jadi, strategi problem solving membantu mahasiswa dalam memecahkan masalah dengan mengambil satu keputusan penyelesaian yang tepat dan logis. Sedangkan menurut Dressel & Mayhew kemampuan berpikir kritis adalah kemaampuan yang terdiri atas: . Kemampuan mendefenisikan masalah, . kemampuan menyeleksi informasi untuk pemecahan masalah, . kemampuan mengenali asumsi-asumsi, . kemampuan merumuskan hipotesis, . kemampuan menarik kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran problem solving bermanfaat dalam mengoptimalkan daya intelegensi mahasiswa dalam menghadapi permasalahan. Berpikir secara kritis adalah kemampuan berpikir yang terbuka, mampu merumuskan masalah dengan benar dan tepat, mampu mengumpulkan dan menilai informasi yang relevan, menggunakan ide-ide untuk menafsirkan secara efektif sebuah kesimpulan dengan memberikan alasan dan solusi, mampu berkomunikasi secara efektif dengan orang lain dalam mencari tahu solusi untuk suatu masalah yang kompleks. Rasional Menurut Habermas rasional atau rasionalitas adalah kemampuan berpikir secara logis dan Berpikir secara logis artinya berpikir dengan jalan pikiran yang masuk akal. Berpikir secara analistis berarti berusaha untuk menyelidiki suatu masalah untuk mengetahui masalah yang Jadi, cari berpikir rasional menggunakan akal budi dalam mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu. Sistematis Sistematis adalah menurut jalan yang teratur, tetapi dengan tempo yang teratur. Jadi, pemecahan suatu masalah dilakukan dengan aturan yang benar dan tepat. Komunikasi yang Efektif Komunikasi . berasal dari bahasa latin communis yang berarti AusamaAy. Communico, communication, atau communicare yang berarti Aumembuat samaAy . ake to commo. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi . esan, ide, gagasa. dari satu pihak kepada Eti Nurhayati, 57. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 pihak lainnya yang dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Secara sederhana, komunikasi dapat terjadi apabila ada kesamaan antara penyampai dan penerima Oleh sebab itu, komunikasi bergantung pada kemampuan setiap orang untuk dapat saling 15 Hal yang sangat penting untuk meningkatkan komunikasi yang efektif adalah kemampuan menjadi pendengar yang baik. Sehingga dapat memahami, bertanya, dan menjawab dengan tepat. Apabila tidak memilikinya, maka hambatan komunikasi akan sangat mudah terjadi. Dengan kemampuan berkomunikasi yang efektif, pesan atau pertanyaan dari permasalahan yang ingin di sampaikan dapat dimengerti dan diterima dengan baik. Bertanya Secara etimologi bertanya berasal dari dua suku kata yaitu AuTanyaAy. Menurut KBBI. AubertanyaAy berarti permintaan keterangan. Menurut Sugengsi keterampilan bertanya adalah suatu kecakapan, kemampuan, atau kecekatan seseorang dalam meminta penjelasan kepada orang yang menjadi lawan bicaranya. 16 Jadi, dapat disimpulkan bahwa bertanya adalah kemahiran seseorang dalam meminta penjelasan kepada orang lain. Berdiskusi Secara umum, diskusi dapat diidentifikasikan sebagai cara bertukar pendapat antara dua orang atau lebih untuk memperoleh kesepakatan atau keputusan bersama. Dalam berdiskusi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut: Dalam berdiskusi ada forum tanyajawab, tanya-jawab tersebut dilakukan untuk menyamakan persepsi sehingga tercapai kesepakatan bersama, dalam diskusi terdapat para pelaksana diskusi yang memiliki tugas berbeda-beda, manfaat yang dapat dipetik dalam diskusi adalah memupuk kerja sama, menghargai pendapat orang lain, dan melatih berbicara di muka umum. Berpendapat Adapun indikator keterampilan berkomunikasi yang digunakan dalam pemecahan masalah adalah memberikan pendapat dalam menyelesaikan berbagai masalah, menerima pendapat orang lain sepanjang relevan dengan persoalan yang dibahas, menyampaikan pendapat dengan baik atau santun, menyampaikan pendapat dengan bahasa yang dapat dipahami, pendapat sesuai dengan Dadi Purnama Eksan. Seni Komunikasi Kapan Saja dan Dimana Saja (Banten: Klik Media, 2. , 16. Wulan Dwi Aryani. Implementasi GAoRotate History untuk Meningkatkan Karakter Gotongroyong dan Keterampilan berkomunikasi Peserta Didik (Wulan Dwi Aryani, 2. , 9. Murbangun Nuswowati dan Hanifah Nur Aini. Keterampilan mengajar offline dan online dalam pembelajaran micro (Wawasan Ilmu, 2. , 175, https://w. id/books/edition/KETERAMPILAN_MENGAJAR_OFFLINE_ONLINE_DA L/z2xEEaQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=keterampilan bertanya&pg=PA22&printsec=frontcover. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 substansi persoalan yang sedang dibahas dan mendengarkan masukan dari pengajar dengan penuh Dari ciri-ciri strategi pembelajaran problem solving di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi pembelajaran problem solving mengembangkan potensi mahasiswa dan peran dosen sebagai fasilitator dan motivator bukan bermaksud untuk membiarkan mahasiswa tersebut melainkan dosen sedang melatih mahasiswa untuk mandiri dan disiplin dalam memecahkan tugas pemecahan masalah. Sedangkan Yamin juga mengemukakan beberapa ciri-ciri pokok pembelajaran problem solving adalah: . Mahasiswa bekerja secara individual atau dalam kelompok kecil, . Tugas yang diselesaikan adalah persoalan realistis untuk dipecahkan, . Mahasiswa menggunakan berbagai pendekatan jawaban, dan . Hasil pemecahan masalah didiskusikan antara semua mahasiswa. Jadi, pembelajaran problem solving bukan hanya dapat digunakan untuk satu kelompok besar dalam sekelas namun bisa dilakukan berkelompok sehingga mahasiswa dapat berkreasi dan bekerjasama dalam menyelesaikan tugas. Pada dasarnya strategi pembelajaran problem solving juga memiliki ciri-ciri yaitu: . Keberhasilan dalam memecahkan masalah dapat dicapai jika diarahkan ke masalah yang ia mampu . Dalam memecahkan masalah, pakailah data/ keterangan yang ada. Titik tolak pemecahan masalah ialah mencari kemungkinan-kemungkinan jalan keluar. Menyadari masalah harus didahulukan dari usaha memecahkan masalah. Proses menciptakan ide-ide baru . hendaknya dipisahkan dari proses evaluasi ide. sebab yang akhir ini menghambat yang . Situasi-situasi pilihan, hendaknya dijadikan situasi masalah. Situasi masalah ditandai dengan adanya hambatan. Situasi masalah kadang perlu diubah menjadi situasi pilihan. Tujuan situasi masalah adalah menghilangkan hambatanPemecahan masalah yang diusulkan oleh pemimpin sering dievaluasi secara kurang obyektif. Langkah-Langkah Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Problem Solving Adapun langkah-langkah pembelajaran menggunakan pembelajaran problem solving untuk peserta didik yaitu:21 Pendidik menjelaskan tujuan pembelajaran Pentingnya penyampaian tujuan pembelajaran dilatarbelakangi oleh 4 hal sebagai berikut: . Tujuan pembelajaran merupakan bentuk kesepakatan mengenai pengetahuan dan ketarampilan yang Wulan Dwi Aryani, 25. Martinis dan Maisah Yamin. Manajemen Pembelajaran Kelas: Strategi Meningkatkan Mutu Pembelajaran. Gaung Persada (Jakarta: Gunung Persad, 2. , 124. Kartono and Kartini. Bimbingan Dan Dasar-Dasar Pelaksanaannya (Jakarta: CV Rajawali, 1. , 142-143. Dini Putri Haryanto. Inovasi Pembelajaran. Perspektif Ilmu Pendidikan (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2. , 243. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 akan dapat dikuasai setelah menyelesaikan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat memberi panduan dalam mengembangkan strategi pengajaran. Tujuan pembelajaran dapat memberikan panduan dalam mengembangkan dan memilih materi pengajaran. Tujuan pembelajaran dapat digunakan untuk memandu pendidik dalam mengkostruksikan instrument penilaian, melakukan penilaian dan mengevaluasi proses pembelajaran. Pendidik menyiapkan masalah yang jelas untuk diselesaikan Menyiapkan masalah yang jelas untuk diselesaikan. Masalah ini harus tumbuh dari peserta didik sesuai dengan taraf kemampuannya, juga sesuai dengan materi yang disampaikannya. Serta ada dalam kehidupan nyata peserta didik. Dalam menyiapkan masalah ada beberapa hal yang juga harus dipersiapkan pendidik antara lain sebagai berikut: . Bahan-bahan yang akan dibahas terlebih dahulu . Pendidik menyiapkan alat-alat yang dbutuhkan sebagai bahan pembantu dalam memecahan persoalan. Pendidik memberikan gambaran secara umum tentang cara-cara . Persoalan yang disajikan hendaknya jelas dapat merangsang peserta didik untuk . Persoalan harus bersifat praktis dan sesuai dengan kemampuan peserta didik. Pendidik menjelaskan prosedur pemecahan masalah yang benar. Pendidik perlu memperhatikan beberapa langkah-langkah pemecahan masalah atau problem solving kepada peserta didik yaitu sebagai berikut: . Pendidik menjelaskan secara umum tentang masalah yang dipecahkan. Pendidik meminta kepada peserta didik untuk mengajukan pertanyaan tentang tugas yang akan dilaksanakan. Peserta didik dapat bekerja secara individu atau . Peserta didik dapat menemukan pemecahannya dan mungkin pula tidak. Kalau pemecahannya tidak ditemukan peserta didik, hal tersebut didiskusikan. Pemecahan masalah dapat dilaksanakan dengan pikiran. Data diusahkan mengumpulkan sebanyak-banyaknya untuk analisis sehingga dijadikan fakta. Membuat kesimpulan. Mengidentifikasi masalah Dalam mengidentifikasikan masalah perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut: . Penting adalah masalah yang diidentifikasi merupakan masalah yang menjadi prioritas utama dibandingkan masalah lainnya. Mendesak adalah masalah yang dimaksud merupakan masalah yang David Firna Setiawan. Prosedur Evaluasi Dalam Pembelajaran (Yogyakarta: Deepublish, 2. , 110, https://w. id/books/edition/Prosedur_Evaluasi_dalam_Pembelajaran/jc2XDwAAQBAJ?h l=en&gbpv=1. Faqih Seknun. Strategi Pembelajaran. Biosel: Biology Science and Education, vol. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. Seknun. Strategi Pembelajaran, vol. 2, 213. Abu Ahmadi dan Joko Tri Prasetya. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. Pustaka Setia (Bandung: Pustaka Setia, 1. , 85-86. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 perlu atau segera untuk diselesaikan atau dipecahkan. Kemanfaatan adalah masalah yang dipilih akan menghasilkan kemanfaatan jika dipecahkan. Menganalisis masalah Proses menganalisa masalah adalah konsep memadukan pikiran dengan kegiatan motorik untuk memecahkan masalah. Analisis masalah adalah proses memecahkan komponen permasalahn yang dihadapi, agar dapat menentukan cara terbaik untuk menjawab setiap permasalahan. Menganilisis masalah membantu dalam mengidentifikasi, memahami, dan menata masalah sesuai dengan urutan prioritasnya, serta menentukan langkah selanjutnya untuk menanggulangi setiap Memahami masalah Pada tahap memahami masalah, kegiatan pemecahan masalah dapat diarahkan untuk menuntun peserta menetapkan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan dalam soal. Pertanyaan yang dapat diajukan kepada peserta didik agar dia dapat memahami masalah diantaranya, yaitu : . apakah yang diketahui dari soal, . apakah yang ditanyakan dari soal, . apa saja informasi yang diperlukan, dan . bagaimana akan menyelesaikan soal. Menyelesaikan masalah sesuai rencana Melakukan pembuktian atau pengecekan dari tiap tahap rencana penyelesaian masalah yang telah dirumuskan. Kemudian menjelaskan tahap-tahap penyelesaian dengan benar. Menurut Polya melaksanakan rencana penyelesaian masalah . arry out the pla. adalah peserta didik melaksanakan strategi sesuai dengan yang direncakan pada tahap sebelumnya dan melakukan pemeriksan pada setiap langkah yang dikerjakan. Evaluasi dan pilih Solusi Tujuan problem solving adalah menemukan solusi terbaik atas sebuah masalah. Karena itu setelah memikirkan alternatif atas sebuah masalah langkah selanjutnya menentukan mana yang paling Untuk menemukan solusi yang terbaik, pertimbangkan solusi mana penerapannya paling memungkinkan dan tidak berpotensi menyebabkan masalah lainnya. Nizamaddin. Metodologi Penelitian (Riau: Dotplus Publisher, 2. , 69. Dave Dowling. Problem solving and decision making. Fire Engineers Journal, vol. (Jakarta: Business Growth, 1. , 54. Arika I. Wirdah Pramita N. Didik S. AuPenerapan Pendekatan Pemecahan Masalah Menurut Polya Materi Persegi dan Persegi Panjang untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII B SMP Negeri 10 Jember Tahun Ajaran 2012/2013,Ay Kadikma 5, no. : 1Ae10. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 Evaluasi melalui penilaian tes atau non tes, tes yang menuntut jawab secara tertulis atau secara lisan, jika penilaian non tertulis melalui observasi atau wawancara yang terstruktur atau tidak Keakuratan atau ketepatan untuk mengukur isinya yang seharusnya, untuk mengukur pengertian yang terkandung, untuk mengukur atau meramalkan perilaku tertentu . enilaian motivasi belajar pesert. METODOLOGI Permasalahan penelitian ini adalah meneliti efektivitas pembelajaran problem solving di kalangan mahasiswa PAK Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang, adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kombinasi . ixed metho. Metode penelitian kombinasi . ixed metho. adalah suatu metode penelitian yang mengkombinasikan atau menggabungkan antara metode kuantitatif dan metode kualitatif untuk digunakan secara bersamasama dalam suatu kegiatan penelitian, sehingga diperoleh data yang lebih komprehesif, valid, reliabel, dan objektif. Metode ini memiliki satu keunggulan, karena dengan metode ini kekurangan yang ada pada metode kuantitatif dan kualitatif dapat diatasi dengan metode ini. Hanya saja penggunaan metode ini peneliti akan lebih sulit dan sering memerlukan waktu, biaya dan tenaga yang lebih lama. Adapun metode penelitian kombinasi . ixed method. yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan model/desain Sequential Explanatory. Model Sequential Explanatory adalah desain metode campuran dua fase. Metode kombinasi model Sequential Explanatory adalah metode yang sangat berurutan dengan tahap pertama menggunakan pengumpulan dan analisis data menggunakan kuantitatif, kemudian pengumpulan data dan analisis data menggunakan kualitatif. Sugiyono menjelaskan bahwa metode kuantitatif juga disebut metode konfirmatif, karena metode ini digunakan untuk melakukan pembuktian terhadap fakta empiris lapangan. Penelitian Kuantitatif adalah metode yang lebih menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena sosial. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berusaha untuk menemukan dan menggambarkan secara naratif kegiatan yang dilakukan dan dampak dari tindakan yang di lakukan terhadap kehidupannya. Maka untuk itulah dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kombinasi. Jadi, untuk itulah dalam penelitian ini peneliti akan memakai metode kombinasi. PEMBAHASAN Berdasarkan deskripsi data analisis dari hasil penelitian peneliti, ditemukan hasil dari penerapan strategi pembelajaran problem solving di kalangan mahasiswa PAK Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang sudah sangat efektif. Hal ini didasari oleh temuan peneliti dari data angket penelitian di lapangan dari seluruh mahasiswa PAK yang terdiri dari mahasiswa kelas reguler J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 S1 PAK angkatan 29, kelas reguler S1 PAK angkatan 30, kelas reguler S1 PAK angkatan 31, kelas profesional S1 PAK tahun 2020, kelas profesional S1 PAK tahun 2021 dan kelas S1 PAK lanjutan D2 Profesional 2020 yang sedang menempuh pendidikan agama Kristen di Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 58 orang, maka ditemukan penerapan strategi pembelajaran problem solving dalam mengembangkan kemampuan berpikir mahasiswa sudah sangat baik atau 87,4%, dalam melatih keterampilan dalam memecahkan masalah sudah sangat baik atau 85%, kemampuan Objektif dan mandiri dalam memecahkan masalah juga sudah sangat baik atau 87%, melatih untuk aktif berpikir mahasiswa sudah sangat baik atau 86%, melatih Komunikasi yang efektif sudah sangat baik atau 90% dan memberikan evaluasi hasil penyelesaian masalah sudah sangat baik atau 86%. Namun, berdasarkan hasil penelitian ditemukan masih terdapat kekurangan dari penerapan strategi penerapan problem solving dalam hal pemberian langkah-langkah pemecahan masalah yang benar. Hal ini ditandai dari hasil analisis data kuantitatif ditemukan Melalui penerapan strategi pembelajaran problem solving dalam memberikan penjelasan langkah penyelesaian masalah berada pada kategori masih kurang baik atau 66,2%. Berdasarkan deskripsi data analisis data kualitatif dari hasil penelitian peneliti, ditemukan bahwa melalui penerapan strategi pembelajaran problem solving di kalangan mahasiswa PAK Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang sudah sangat efektif. Hal ini ditandai dengan beberapa hal penting berdasarkan temuan penelitian di lapangan yaitu diantaranya mahasiswa PAK di Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang sudah mampu mengembangkan kemampuan berpikir sudah cukup efektif dimana ditandai sudah mampu berpikir kreatif dalam memecahkan masalah. Penerapan strategi pembelajaran problem solving dalam melatih keterampilan dalam memecahkan masalah sudah cukup efektif terlihat hasil penerapan dimana mahasiswa sudah mampu menemukan dengan cepat sumber referensi yang tepat dan terpercaya untuk menyelesaikan tugas pemecahan masalah. Penerapan strategi pembelajaran problem solving agar objektif dan mandiri dalam memecahkan masalah juga sudah cukup efektif dimana mahasiswa sudah mampu menggunakan sumber data yang tepat dan tidak mengharapkan bantuan lebih dari orang lain untuk memecahkan Selain itu, melalui analisis data kualitatif ditemukan bahwa penerapan strategi pemecahan masalah oleh dosen PAK di Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang melatih untuk aktif berpikir sudah baik diketahui dari mahasiswa sudah mampu berpikir secara kritis, logis dan sistematis dalam memecahkan masalah. Penerapan strategi pemecahan masalah dalam melatih Komunikasi yang efektif sudah cukup efektif terlihat dari suasana kelas yang menyenangkan, mahasiswa berani berpendapat, cepat tanggap dan terlatih belajar menghargai pendapat oranglain. Melalui penerapan strategi pembelajaran problem solving dalam memberikan penejelasan langkah J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 penyelesaian masalah sudah cukup efektif hal ini ditanda mahasiswa lebih mudah mengerti, semakin bersemangat mengerjakan lebih mudah dan teratur dalam menyelesaikan tugas pemecahan masalah. Penerapan strategi pembelajaran problem solving dengan memberikan evaluasi hasil penyelesaian masalah sudah cukup efektif terbukti dari mahasiswa sudah dapat mengetahui sejauh jauh mana tingkat kemapuannya dalam memecahkan masalah, memperbaiki dan meningkatkan Oleh karena metode penelitian adalah metode mixed method, maka dilakukan analisis data dengan pendekatan kuantitatif dan dilanjutkan dengan metode kualitatif. Berdasarkan analisis hasil akhir data kualitatif maka disimpulkan bahwa Efektivitas strategi pembelajaran problem solving di kalangan Mahasiswa PAK adalah cukup tinggi. KESIMPULAN Dari penelitian ini menjawab pertanyaan dari rumusan masalah dan tujuan penelitian di awal yaitu untuk mengetahui besar tingkat efektivitas strategi pembelajaran problem solving di kalangan mahasiswa Pendidikan Agama Kristen Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang dan bagaimana efektivitas strategi pembelajaran problem solving di kalangan mahasiswa Pendidikan Agama Kristen Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang. Sehingga ditemukan hasil yaitu berdasarkan data kuantittif atau dari hasil sebaran angket ditemukan hasil penelitian yaitu 84% dan berdasarkan hasil penelitian kualitatif atau wawancara di lapangan dengan para mahasiswa dinyatakan sudah sangat efektif. Berdasarkan dua pendekatan baik kuantitatif dan kualitatif dalam penelitian ini, ditemukan bahwa dalam pelaksanaan strategi pembelajaran problem solving di kalangan mahasiswa PAK Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega Semarang disimpulkan sebagian besar dosen telah mengupayakan dengan sangat baik penerapan strategi pembelajaran problem solving dalam kegiatan pembelajaran dan hampir semua mahasiswa merasakan juga adannya strategi pembelajaran problem solving yang telah diterapkan oleh dosen, walaupun dosen dan mahasiswa masih menemukan beberapa kendala dalam penerapannya yang masih perlu diperbaiki ataupun dikembangkan untuk mencapai hasil yang lebih maksimal. Namun, dengan penerapan strategi ini memberi dampak dan perubahan yang besar terhadap mahasiswa di Sekolah Tinggi Teologi Kritus Alfa Omega Semarang yaitu dapat lebih kreatif, mandiri, objektif, percaya diri, bahkan terampil dalam memecahkan masalah, tidak hanya tugas-tugas pemecahan masalah tetapi juga mampu memecahkan permasalahan yang sering ditemukan secara real dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan bagi mahasiswa yang merasa kurang terlatih, terampil ataupun kreatif dalam memecahkan masalah, bisa disimpulkan bahwa mereka kurang fokus dalam mengikuti pembelajaran, kurang mampu membagi waktu, malas belajar, dan kurang mengembangkan diri untuk memecahkan masalah dengan baik. J T S 2023 (JOURNAL OF THEOLOGICAL STUDENTS) VOLUME 12 NOMOR 1 DAFTAR PUSTAKA