188 EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Analisis Rasio Solvabilitas dalam Mengukur Kinerja Keuangan pada PT Wijaya Karya (Perser. Tbk yang Terdaftar di BEI Periode 2016-2023 Nurohmah1. Bambang Ermansyah Saragih2. Anindya Nurani Mutiara Sari3 1,2,3 Universitas Mitra Bangsa E-mail: nurohmah1102@gmail. Article History: Received: 30 Agustus 2025 Revised: 10 Oktober 2025 Accepted: 23 Oktober 2025 Keywords: rasio solvabilitas, kinerja keuangan. DAR. DER. ROA Abstract: Fokus penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi keuangan PT Wijaya Karya (Perser. Tbk, baik dari sisi internal maupun eksternal perusahaan. Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER) digunakan sebagai indikator untuk menilai kinerja keuangan dengan mengacu pada Return on Assets (ROA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pengolahan data dilakukan menggunakan SPSS 30 dengan analisis regresi linear berganda. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa DAR secara parsial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ROA. Sebaliknya. DER tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap ROA. Namun, secara simultan, kedua variabel DAR dan DER secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ROA. PENDAHULUAN Dalam dunia bisnis, terutama di sektor konstruksi, kondisi keuangan suatu perusahaan merupakan indikator krusial dalam menilai keberlanjutan operasionalnya. Salah satu indikator penting tersebut adalah rasio solvabilitas, yaitu rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Rasio ini mencerminkan sejauh mana pendanaan perusahaan berasal dari utang serta kemampuannya dalam melunasi kewajiban apabila terjadi likuidasi (Kasmir, 2. Baru-baru ini. PT Wijaya Karya (Perser. Tbk/WIKA melakukan restrukturisasi keuangan yang menjadi bukti urgensi analisis rasio solvabilitas. Berdasarkan laporan EmitenNews. tertanggal 28 Juni 2024. WIKA melakukan transaksi senilai Rp1,21 triliun dengan skema debt to asset swap dan share swap guna menyelesaikan kewajiban anak perusahaannya. PT Wijaya Karya Realty. Langkah ini diambil untuk memperbaiki struktur modal perusahaan dan memperkuat posisi keuangan secara konsolidasi dalam menghadapi tekanan finansial yang semakin berat (EmitenNews, 2. Dalam beberapa tahun terakhir. WIKA menghadapi tekanan keuangan yang signifikan, yang ditandai dengan meningkatnya beban utang dan penurunan peringkat kredit dari lembaga pemeringkat seperti PEFINDO. Bahkan, pada awal tahun 2025. WIKA mengalami gagal bayar atas obligasi dan sukuk senilai Rp1 triliun. Hal ini memperkuat indikasi bahwa permasalahan solvabilitas merupakan tantangan utama yang harus segera diatasi (PEFINDO, 2. ISSN: 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Berdasarkan urgensi tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian pada PT Wijaya Karya (Perser. Tbk dengan fokus pada analisis rasio solvabilitas dan pengaruhnya terhadap kinerja keuangan, khususnya Return on Assets (ROA). Rincian data keuangan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Pergerakan Laporan Keuangan DAR. DER dan ROA Pada PT Wijaya Karya (Perser. Tbk. Periode 2013 Ae 2023 (Dalam Rupia. Tahun Total Aset 31,096,539,490 59,230,001,239 62,110,847,154 68,109,185,213 69,385,794,346 75,069,604,222 65,981,235,888 Keterangan Total Utang Ekuitas 18,597,824,186 12,498,715,304 42,014,686,674 17,215,314,565 42,895,114,167 19,215,732,987 51,451,760,142 16,657,425,071 51,950,716,634 17,435,077,712 57,576,398,034 17,493,206,188 56,409,622,846 9,571,613,042 Laba Bersih 1,147,144,922 2,073,299,864 2,621,015,140 322,342,513 214,424,794 12,586,453 ,824,538,. Sumber: Data Laporan Keuangan PT. Wijaya Karya (Perser. Tbk Berdasarkan data pada Tabel 1. terlihat bahwa laporan keuangan PT Wijaya Karya (Perser. Tbk selama periode tahun 2016 hingga 2023 mengalami perubahan yang cukup dinamis. Perubahan tersebut mencakup elemen-elemen penting seperti total aset, total utang, ekuitas, dan laba bersih, yang mencerminkan kondisi keuangan perusahaan dari waktu ke waktu. Total aset perusahaan menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dari tahun 2016 hingga 2022. Kondisi ini menggambarkan adanya pertumbuhan aset yang signifikan dalam beberapa tahun pertama, diikuti oleh penurunan yang mungkin disebabkan oleh efisiensi aset atau Total utang juga mengalami pertumbuhan sepanjang periode yang sama, dari 2016 ke 2022, lalu menurun sedikit di tahun 2023. Peningkatan utang ini dapat menunjukkan ketergantungan perusahaan terhadap pembiayaan eksternal dalam mengembangkan usahanya. Sementara itu, ekuitas perusahaan mengalami peningkatan selama empat tahun awal, pada 2016 hingga mencapai puncaknya di tahun 2019. Namun, setelah itu ekuitas terus mengalami penurunan, dan mencapai titik terendah pada tahun 2023. Kondisi ini mengindikasikan penurunan nilai kekayaan pemegang saham, yang kemungkinan besar dipengaruhi oleh penurunan kinerja laba dan meningkatnya beban keuangan. Adapun laba bersih menunjukkan pertumbuhan positif dari 2016 hingga 2019, dengan laba tertinggi tercatat pada 2019. Namun tren tersebut tidak berlanjut, karena pada 2020 hingga 2022 laba terus menurun drastis, bahkan pada 2023 perusahaan mencatatkan kerugian signifikan. Penurunan laba ini mengindikasikan penurunan efektivitas dalam menghasilkan keuntungan dari kegiatan operasional perusahaan. Data keuangan di atas akan dijadikan dasar dalam perhitungan dan analisis terhadap Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER), serta Return on Assets (ROA). Melalui pengukuran rasio-rasio tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana struktur modal perusahaan memengaruhi tingkat profitabilitas selama delapan tahun terakhir, baik secara simultan maupun secara parsial. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengevaluasi perubahan rasio solvabilitas WIKA dalam beberapa tahun terakhir. Diharapkan hasil penelitian ini dapat mengungkap pola atau tren a. ISSN: 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 tertentu yang menggambarkan kondisi keuangan perusahaan secara objektif. Selain itu, temuan dari studi ini diharapkan dapat memberikan masukan penting bagi manajemen dalam mengambil keputusan strategis guna menjaga kelangsungan usaha perusahaan ke depannya. LANDASAN TEORI Rasio Solvabilitas Rasio merupakan salah satu teknik yang paling sering digunakan untuk menganalisis data keuangan dan merupakan instrumen yang dapat memberikan wawasan terhadap suatu situasi Sebagaimana telah dijelaskan, rasio juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi area yang memerlukan penelitian dan analisis yang lebih mendalam (Kariyoto, 2. Namun, menurut (Azzahra, 2. , rasio solvabilitas dimaksudkan untuk menilai kinerja perusahaan berdasarkan kemampuannya dalam membayar kembali utang. Suatu perusahaan dikatakan solvabel apabila memiliki aset atau kekayaan yang mencukupi untuk melunasi seluruh kewajibannya. Sebaliknya, jika nilai aset yang dimiliki lebih rendah dibandingkan dengan total utangnya, maka perusahaan tersebut berada dalam kondisi insolvabel, yaitu tidak mampu memenuhi kewajiban finansialnya. Kinerja Keuangan Kinerja keuangan adalah hasil kegiatan usaha industri yang dinyatakan dalam wujud angka Hasil dari kegiatan industri ini harus dibandingkan dengan kerugian laba, anggaran neraca, kinerja keuangan rata-rata industri sejenis, dan kinerja keuangan dimasa mendatang (Kariyoto, 2. Dalam mengukur kinerja keuangan perusahaan menurut Kasmir . yaitu dengan menggunakan rasio-rasio keuangan, dapat dilakukan dengan beberapa rasio keuangan, setiap rasio keuangan memiliki tujuan, kegunaan, dan arti tertentu. Selanjutnya, setiap hasil dari rasio tersebut diukur diinterprestasikan sehingga menjadi berarti bagi pengambilan keputusan Debt to Asset Ratio DAR merupakan indikator yang menggambarkan proporsi total aset perusahaan yang dibiayai melalui kewajiban atau utang. Semakin besar nilai rasio ini, maka semakin tinggi tingkat ketergantungan perusahaan terhadap sumber pendanaan eksternal, yang pada gilirannya mencerminkan peningkatan risiko keuangan. Perhitungan DAR dilakukan dengan membagi jumlah total utang dengan jumlah total aset perusahaan. (Widarti, 2. Rumus yang dugunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: yayaycI = Total Utang ycU 100% Total Aset Debt to Equity Ratio DER adalah salah satu rasio leverage, yang digunakan untuk mengevaluasi seberapa besar modal perusahaan yang dibiayai oleh hutang. Persentase modal perusahaan yang berasal dari utang meningkat seiring dengan meningkatnya DER. Di sisi lain, ketergantungan yang lebih rendah pada utang ditunjukkan oleh persentase modal yang lebih kecil yang berasal dari utang, yang ditunjukkan oleh nilai DER yang lebih rendah (Widarti, 2. Rumus yang dugunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: Metode perhitungannya: yayaycI = Total Utang ycU 100% Total Ekuitas a. ISSN: 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Return on Asset Return on Assets (ROA) merupakan rasio keuangan yang digunakan untuk menilai seberapa baik suatu bisnis menggunakan semua sumber daya yang tersedia untuk menghasilkan laba yang Hal ini mengurangi efisiensi operasional perusahaan karena menunjukkan beberapa keuntungan signifikan yang dihasilkan dari setiap aset yang digunakan dalam kegiatan Menurut Hery . ROA merupakan salah satu indikator terpenting untuk menilai kinerja keuangan karena menunjukkan berbagai keuntungan signifikan yang dapat diperoleh perusahaan dari keseluruhan investasinya. Statistik ini juga berguna bagi investor dan manajer untuk mengetahui seberapa baik operasi dan situasi keuangan suatu perusahaan berjalan. Rumus Return On Asset (ROA) antara lain sebagai berikut: Laba Bersih ycIycCya = ycU 100% Total Aset Hipotesis Penelitian H1 Debt to Asset Ratio secara parsial berpengaruh terhadap kinerja keuangan (ROA) H2 Debt to Equity Ratio secara parsial berpengaruh terhadap kinerja keuangan (ROA) H3 Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio secara parsial berpengaruh terhadap kinerja keuangan (ROA) Gambar 1. Hipotesis Penelitian METODE PENELITIAN Kajian dengan menerapkan deskriptif kuantitatif. Data untuk kajian diperoleh melalui sumber data tidak langsung . yaitu dari Bursa Efek Indonesia. Data sekunder yang diambil merupakan pengambilan data berupa hasil ROA. DER, dan DAR. Sampel diambil melalui teknik dokumentasi laporan keuangan dari PT Wijaya Karya (Perser. Tbk periode 2016-2023. Teknik analisis yang digunakan adalah perangkat lunak SPSS versi 30, melalui tahapan uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik . eliputi uji normalitas, autokorelasi, dan heteroskedastisita. , serta pengujian hipotesis, yang mencakup uji koefisien determinasi, uji parsial . , dan uji simultan . ji F). HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Tabel 2. Statistik Deskriptif Variabel DAR DER ROA Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Diolah penulis dari SPSS, 2025 a. ISSN: 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Berdasarkan tabel 2, didapatkan bahwa n sebesar 8. Berdasarkan pengolahan data diatas diketahui bahwa DAR (X. mempunyai nilai minimum senilai 0,71 lalu milai maksimum 2. 96 dan untuk mean 16,113 serta standar devisiasi nya 0. Selanjutnya yaitu DER (X. nilai minimum 56 lalu nilai maksimum 1. 98 dan untuk mean 12,325 serta standar devisiasi 0. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dalam model regresi terdistribusi secara normal atau tidak Data dinyatakan berdistribusi normal, jika nilai signifikansi > 0,05 (Ghozali, 2. Tabel 3. Uji Normalitas Test Statistic Asymp. Sig . -taile. Sumber: Diolah penulis dari SPSS, 2025 Berdasarkan table diatas dikatakan bahwa data yang digunakan normal sebab 0,140 > 0,05. Uji Multikolinieritas Pengujian multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi tinggi antarvariabel independen dalam model regresi. Dapat diindikasikan bahwa tidak terjadi multikolonieritas, jika nilai tolerance > 0,10 atau nilai VIF < 10 (Ghozali, 2. Tabel 4. Uji Multikolinieritas Model DAR DER Collinearity Statistic Tolerance VIF Sumber: Diolah penulis dari SPSS, 2025 Berdasarkan data diatas didapatkan bahwa ROA serta DER tidak mengalami multikolonieritas karena pada ROA nilai tolerance 0,907> 0,10 serta VIF 1,102 < 10 serta pada DER nilai tolerance 0,907 > 0,10 serta VIF 1,102 < 10. Uji Autokorelasi Tabel 5. Uji Autokorelasi Model Summary R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. DAR. DER Dependent Variable: ROA Durbin-Watson Sumber: Diolah penulis dari SPSS, 2025 Berdasarkan dari hasil diatas uji autokorelasi mendapatkan hasil nilai Durbin-Watson Selanjutnya didapatkan dl: 0,971 yang ditarik kesimpulan bahwa tidak ada gejala autokorelasi pada data studi ini. ISSN: 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas dalam penelitian ini peneliti menggunakan uji scatterplot dengan hasil berikut: Gambar 2. Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan gambar 2, tampak bahwa sebaran titik residual tidak membentuk pola tertentu dan tersebar secara acak di atas maupun di bawah garis horizontal nol pada sumbu Y. Pola ini menunjukkan bahwa varians residual bersifat konstan, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung gejala heteroskedastisitas dan dapat digunakan. Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 6. Uji Autokorelasi Model (Constan. DAR DER Unstandardized Coefficients Standarized Coefficients Std. Error Beta Sumber: Diolah penulis dari SPSS, 2025 Berdasarkan output hasil analisis regresi linear berganda, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = yu yu1 X1 yu1 X1 yu2 X2 yuA Y = -0. 013X1 -0. 173X2 yuA Dengan keterangan: : Kinerja keuangan (ROA : Konstanta : Koefisien regresi variabel independent XCA : Debt to Asset Ratio (DAR) XCC : Debt to Equity Ratio (DER) Penafsiran dari persamaan regresi di atas adalah sebagai berikut: Nilai kinerja keuangan (ROA) diperkirakan sebesar -0,054 jika variabel DAR dan DER dianggap nol, sesuai dengan konstanta () sebesar -0,054. Jika tidak ada satu pun dari kedua variabel independen yang memberikan kontribusi. ROA digambarkan dengan nilai ini. ISSN: 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Dengan asumsi variabel DER tetap konstan, koefisien regresi variabel DAR (XCA) adalah 1,013, yang berarti bahwa untuk setiap kenaikan satu unit dalam DAR . alam perse. , kinerja keuangan (ROA) akan naik sebesar 1,013 unit. Koefisien regresi pada variabel DER sebesar 0,173 mengindikasikan bahwa, dengan asumsi DAR tetap, setiap peningkatan DER sebesar satu persen akan menyebabkan penurunan ROA sebesar 0,173. Analisis Koefisien Determinasi (R. Tabel 7. Analisis Koefisien Determinasi (R. Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sumber: Diolah penulis dari SPSS, 2025 Diketahui bahwa R Square sebesar 0,713 atau 71,3% , artinya DAR serta DER berpengaruh sebesar 71,3% terhadap ROA. Selanjutnya sisanya 28,7% variabel ROA dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam model ini. Uji Parsial (Uji . Tabel 8. Uji Parsial (Uji . Model (Constan. DAR DER Unstandardized Coefficients Standarized Coefficients Std. Error Beta Sumber: Diolah penulis dari SPSS, 2025 Didapat hasil thitung untuk variabel ROA serta DER, dan untuk ttabel sebesar 2,015. Maka berdasarkan tabel diatas hasil yang didapat yaitu: Pengaruh Debt to Asset Ratio terhadap Return on Asset Berdasarkan tabel diatas didapat nilai sig. s 0,23 > 0,05 lalu thitung . < ttabel . , oleh karena itu. DAR berpengaruh terhadap ROA. Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Return on Asset Berdasarkan tabel diatas didapat nilai sig. 0,725 < 0,05 lalu thitung (-. > ttabel . , oleh karena itu DER tidak berpengaruh terhadap ROA. Uji Simultan (Uji F) Tabel 9. Uji Simultan (Uji F) Model Regression Residual Total Sum of Squares Mean Square Sig. Sumber: Diolah penulis dari SPSS, 2025 a. ISSN: 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Pada tabel diatas diketahui nilai signifikasinya < 0,05 yaitu senilai 0,44 lalu Fhitung . > Ftabel . , oleh karena itu seluruh variabel independen secara bersama-sama punya pengaruh pada variabel dependen. Pembahasan Pengaruh Debt to Asset Ratio terhadap Return on Asset DAR (X. berpengaruh terhadap ROA. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis menggunakan sejumlah besar pinjaman untuk melakukan investasi yang dianggap dapat meningkatkan profitabilitas, terutama dalam industri seperti konstruksi dan real estate. Namun, peningkatan DAR juga dapat meningkatkan risiko keuangan karena utang yang tinggi berpotensi mengurangi kemampuan perusahaan untuk menahan pinjaman dan meningkatkan risiko kerugian finansial. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Hendriawan, 2. , yang juga menunjukkan bahwa DAR memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ROA. Pengaruh Debt to Equity Ratio terhadap Return on Asset DER (X. tidak berpengaruh terhadap ROA. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis lebih bergantung pada modalitasnya sendiri dan karenanya kurang berisiko, sedangkan nilai DER yang tinggi menunjukkan bahwa sebagian besar usaha bisnis berasal dari utang dan dapat meningkatkan risiko keuangan. Namun, dalam konteks penelitian ini. DER tidak memberikan indikator yang signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Hal ini dapat dikaitkan dengan efisiensi manajemen dalam menangani utang beban, atau karena ada variabel lain yang lebih signifikan mempengaruhi kinerja keuangan, seperti margin laba bersih, aset pengelolaan, atau kondisi pasa. Temuan ini sama dengan (Eka Nur Faujia & Nafisah Nurulrahmatia, 2. DER tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ROA yang konsisten dengan kesimpulan tersebut di atas. Pengaruh Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio terhadap Return on Asset Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DAR dan DER secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ROA. Hal ini sejalan dengan temuan (Sunaryo & Lestari, 2. , yang menyatakan bahwa struktur modal perusahaan yang ditunjukkan oleh DAR dan DER memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA, meskipun arah pengaruh DER terhadap ROA bersifat negatif. KESIMPULAN Melihat hasil kajian, analisis, dan pembahasan dalam studi berjudul Analisis Rasio Solvabilitas dalam Mengukur Kinerja Keuangan Pada PT Wijaya Karya (Perser. Tbk Periode 2016-2023, diperoleh beberapa kesimpulan. Secara parsial, variabel DAR memberikan dampak positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Sebaliknya. DER tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan. Sementara itu, jika dilihat secara simultan, variabel independen yaitu DAR dan DER bersamaan memengaruhi variabel dependen. DAFTAR REFERENSI Azzahra. Analisis rasio solvabilitas terhadap kinerja keuangan PT Garuda Indonesia di masa pandemi. POINT: Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 3. , 57Ae70. https://doi. org/10. 46918/point. Eka Nur Faujia, & Nafisah Nurulrahmatia. Pengaruh debt to equity ratio (DER) dan debt to asset ratio (DAR) terhadap return on asset (ROA) pada PT Mayora Indah Tbk. Inisiatif: ISSN: 2828-5298 . EKOMA: Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. November 2025 Jurnal Ekonomi. Akuntansi Manajemen, 3. , 366Ae387. https://doi. org/10. 54367/inisiatif. EmitenNews. Wijaya Karya (WIKA) teken transaksi Rp1,21 triliun, cek detailnya. https://w. com/news/wijaya-karya-wika-teken-transaksi-rp121-triliun-cekdetailnya Ghozali. Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hendriawan. Analisis rasio keuangan terhadap kinerja bank umum swasta nasional devisa yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia [Skripsi. Universitas Putera Bata. Repositori Universitas Putera Batam. https://repository. id/id/eprint/1738/ Hery. Analisis laporan keuangan. Jakarta: Grasindo. Kariyoto. Analisa laporan keuangan. Malang: UB Media. PEFINDO. Pemeringkatan surat utang WIKA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Sunaryo. , & Lestari. The effect of debt to asset ratio and debt to equity ratio against return on assets. Proceedings of the International Conference on Business. Economics. Social Sciences and Humanities (BIS-HSS 2. EAI. https://doi. org/10. 4108/eai. Widarti. Sudaryo. , & Sofiati. Analisis debt to equity ratio (DER), debt to assets ratio (DAR), dan current ratio (CR) terhadap profitabilitas perusahaan: Studi pada perusahaan otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010Ae Jurnal Indonesia Membangun, 20. , 22Ae42. https://doi. org/10. 51978/jim. ISSN: 2828-5298 .