Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Pop Up Book Cerita Rakyat Sebagai Sarana Literasi untuk Anak-Anak Sanggar Genius Ar Rasyid dengan Teknik Read Aloud Mimi Rosadi 1. Rohayati Sihotang2. Rotua Situmorang3. Roymantini Novita Sari Sihite4 Risky Kurniawan5 . Rut Yesni Sianturi6. Saida Putri Mei Purba7 1,2,3,4,5,6,7 UMN Al-Washliyah (Prodi PGSD. Kota Medan. Negara Indonesi. Korespondensi : . imirosadi@umnaw. Abstrak Di tengah upaya membangun budaya literasi. Sanggar Genius Ar Rasyid sejatinya telah menjadi ruang yang hangat bagi anak-anak untuk belajar dan tumbuh. Namun, realitas pascapandemi menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dalam minat baca mereka. Anak-anak mulai jarang berkunjung. Suasana membaca menjadi monoton, kegiatan terasa kurang menarik, dan sarana yang tersedia belum mampu memancing rasa ingin tahu mereka. Banyak di antara mereka yang merasa bosan, dan semangat literasi perlahan memudar. Melihat kondisi ini, muncul kesadaran bahwa anak-anak membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar buku dan bacaan biasa. Mereka perlu sentuhan imajinasi, warna, dan keterlibatan yang hidup. Maka, solusi yang ditawarkan adalah menghadirkan media Pop-Up Book bertema cerita rakyat, dipadukan dengan teknik read aloud sebuah cara membacakan cerita yang menghidupkan kata-kata lewat intonasi, ekspresi, dan interaksi hangat. Pelatihan pembuatan Pop-Up Book untuk para pengurus sanggar pun menjadi titik awal Hasilnya menggembirakan: kreativitas pengurus meningkat, ide-ide segar bermunculan, dan yang paling penting, anak-anak kembali bersemangat. Mereka tak hanya membaca, tapi juga mendengar, membayangkan, mengingat, dan berbagi cerita bersama. Teknik read aloud menjadikan momen membaca lebih personal, membangun kedekatan, dan menumbuhkan rasa cinta terhadap buku. Kini, membaca bukan lagi aktivitas yang membosankan. Dengan Pop-Up Book dan cerita rakyat yang dekat dengan keseharian mereka, anak-anak Sanggar Genius Ar Rasyid kembali menemukan keasyikan dalam dunia literasi sebuah awal baru untuk menyalakan kembali semangat belajar yang sempat redup. Kata kunci: Pop-Up Book. Literasi Anak. Teknik Read Aloud Abstract Amid efforts to build a literacy culture. Sanggar Genius Ar Rasyid has become a warm space for children to learn and grow. However, the post-pandemic reality shows a significant decline in their interest in Children began to visit rarely. The atmosphere of reading becomes monotonous, activities feel less interesting, and the available facilities fail to spark their curiosity. Many of them feel bored, and the spirit of literacy is slowly fading. Seeing this condition, there is an awareness that children need something more than just books and ordinary reading. They need a touch of imagination, color, and lively engagement. So, the solution offered is to present Pop-Up Book media with the theme of folklore, combined with the read-aloud technique, a way of reading stories that bring words to life through intonation, expression, and warm interaction. Training on making Pop-Up Books for studio administrators is also the starting point for change. The results were encouraging: the creativity of the administrators increased, fresh ideas popped up, and most importantly, the children were excited again. They not only read, but also hear, imagine, remember, and share stories together. The reading aloud technique makes reading moments more personal, builds closeness, and fosters a sense of love for books. Now, reading is no longer a boring activity. With Pop-Up Books and folklore that are close to their daily lives, the children of Sanggar Genius Ar Rasyid have again found the preoccupation in the world of literacy, a new beginning to rekindle the spirit of learning that had been dim. Keywords: Pop Up Book. ChildrenAos Literacy. Read Aloud Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Literasi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak, khususnya dalam mengasah kemampuan membaca dan menulis. Salah satu metode yang dapat diterapkan untuk mendukung literasi anak adalah melalui media buku yang menarik dan interaktif, seperti Pop Up Book. Buku ini memberikan pengalaman membaca yang berbeda dengan buku biasa, karena memiliki elemen-elemen yang dapat bergerak atau timbul ketika dibuka, memberikan sensasi yang lebih hidup bagi anak-anak. Pop-up book media adalah buku yang dilengkapi dengan gambar tiga dimensi yang menarik. Gambar yang ditampilkan adalah gambar timbul tiga dimensi. Alat popup buku digunakan dalam pembelajaran. Di antaranya (Sintya Devi & Wira Bayu, 2. , yang telah berhasil membuat media pop up buku berbasis karakter menggunakan media pop up buku dapat meningkatkan literasi siswa SD. Penelitian yang serupa juga dilakukan oleh penelitian (Ariyani & Setyowati. Yusron et al. , 2. , dan temuan penelitiannya menunjukkan bahwa media buku pop-up yang digunakan dalam pembelajaran dapat meningkatkan karakter siswa dan meningkatkan hasil belajar mereka. Dalam penelitian Yusron, media pop up book yang berbasis literasi digital dapat membantu berbicara mereka. Namun, menurut penelitian yang dilakukan oleh Sintya Devi dan Wira Bayu . , buku popup dapat membantu menanamkan moralitas pada anak usia dini. Sanggar Genius Ar Rasyid adalah sebuah lembaga pendidikan nonformal yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan anak-anak melalui berbagai kegiatan yang menarik dan Salah satu kegiatan yang dapat Vol. 9 No. Mei 2025 diterapkan di Sanggar Genius Ar Rasyid adalah menggunakan Pop Up Book Cerita Rakyat sebagai sarana literasi, dengan teknik Read Aloud, di mana pengajar atau fasilitator membaca cerita dengan suara keras untuk menarik pemahaman anak terhadap cerita yang Sanggar Genius Ar Rasyid, yang berdiri sejak tahun 2019, lahir dari kepedulian terhadap anak-anak yatim dan dhuafa di lingkungan sekitar. Sanggar ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang hangat yang menghadirkan kasih sayang, perhatian, dan kesempatan bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang. Sebagian besar anak-anak yang datang berusia antara 6 hingga 12 tahun usia di mana dorongan untuk bermain, belajar, dan membentuk karakter sedang tumbuh pesat. Anak-anak di sekitar Sanggar Genius Ar Rasyid memang masih datang untuk belajar, khususnya dalam kegiatan literasi dan numerasi. Namun, kenyataannya mereka lebih tertarik dan fokus pada aktivitas Kegiatan membaca belum menjadi pilihan utama atau hal yang mereka Salah satu penyebabnya adalah cenderung monoton dan kurang variatif, sehingga anak-anak cepat merasa bosan. Akibatnya, mereka jarang datang atas inisiatif sendiri, kecuali ketika ada kegiatan khusus yang diundang langsung oleh koordinator sanggar. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagaimana menciptakan suasana literasi yang tidak hanya mengajar, tapi juga menginspirasi dan membuat anak-anak ingin kembali dengan rasa ingin tahu yang lebih besar. Salah satu penyebabnya adalah cenderung monoton dan kurang variatif. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) sehingga anak-anak cepat merasa bosan. Akibatnya, mereka jarang datang atas inisiatif sendiri, kecuali ketika ada kegiatan khusus yang diundang langsung oleh koordinator sanggar. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagaimana menciptakan suasana literasi yang tidak hanya mengajar, tapi juga menginspirasi dan membuat anak-anak ingin kembali dengan rasa ingin tahu yang lebih besar. Melihat penurunan minat baca yang terjadi, kita membutuhkan solusi yang lebih kreatif dan menarik agar anak-anak kembali terlibat aktif dalam Salah satu cara yang efektif adalah dengan menggunakan Pop Up Book sebuah buku yang bukan hanya sekadar berisi teks dan gambar, tetapi memiliki elemen tiga dimensi yang bisa bergerak atau muncul. Hal ini membuat Pop Up Book menjadi lebih hidup dan penasaran serta semangat anak-anak untuk membaca lebih banyak. Dengan interaktivitasnya. Pop Up Book Cerita Rakyat dapat membantu anak-anak untuk lebih mudah memahami isi cerita, sekaligus mengingat informasi yang mereka dapatkan. Selain itu, melalui teknik read aloud, pengalaman membaca menjadi lebih menarik dan mudah diikuti oleh anak-anak. Pop Up Book ini akan mengangkat cerita rakyat dari budaya nusantara, mengajak anak-anak untuk belajar tentang warisan budaya sambil bersenang-senang. Melihat permasalahan yang telah dipaparkan sebelumnya, penulis merasa perkembangan literasi anak usia dini, khususnya melalui penerapan metode Read Aloud. Di dunia pendidikan anak, ada beberapa metode yang biasa Vol. 9 No. Mei 2025 Storytelling dan Read Aloud, namun penulis memilih untuk fokus pada Read Aloud. Metode ini melibatkan kegiatan membacakan buku kepada anak-anak, dan diperkenalkan oleh Jim Trelease dalam bukunya The Read-Aloud Handbook. Teknik ini dikenal sangat efektif dalam mengajarkan membaca kepada anak-anak, karena cara ini tidak hanya mengajarkan mereka cara membaca, tetapi juga membangun hubungan yang lebih mendalam dengan cerita dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar. Melalui metode Read Aloud, kita dapat aktivitas membaca sebagai sesuatu yang Lebih dari itu, metode ini juga turut membentuk dasar perbendaharaan kata . , dan memberikan contoh nyata tentang bagaimana membaca yang baik menjadikan orang dewasa sebagai role model dalam membaca. Metode Read Aloud umumnya dilakukan di rumah, khususnya oleh orang tua, dan berbagai penelitian menunjukkan bahwa metode ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan literasi anak. Kelebihan dari metode ini terletak pada Proses Read Aloud biasanya mencakup tiga langkah utama, yaitu: . mengenalkan buku terlebih dahulu, . membacakan isi buku dengan ekspresi yang tepat, dan . melakukan diskusi ringan setelah membaca untuk keterlibatan anak. Melalui kegiatan ini, kami berfokus pada pengurus Sanggar Genius Ar Rasyid, agar mereka bisa membuat dan memanfaatkan Pop Up Book sebagai Pendampingan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) keterampilan pengurus sanggar, agar mereka bisa terus mengembangkan program ini secara mandiri. Dengan keterampilan pengurus, diharapkan anak-anak yang datang ke sanggar semakin tertarik dan semangat dalam mengikuti kegiatan literasi, yang pada gilirannya juga akan meningkatkan jumlah pengunjung ke sanggar. SOLUSI DAN TARGET Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan menurunnya minat baca pada anak-anak, diperlukan sebuah pendekatan yang kreatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik usia dini. Salah satu solusi yang diusulkan adalah penggunaan Pop Up Book sebagai media pembelajaran literasi. Buku ini tidak hanya menghadirkan cerita dalam bentuk teks dan gambar, tetapi juga menyajikan elemen visual tiga dimensi memberikan pengalaman membaca yang lebih menarik dan menyenangkan. Dengan bentuk yang unik dan interaktif. Pop Up Book mampu membangkitkan rasa ingin tahu anak serta membantu mereka lebih mudah memahami dan mengingat isi cerita. Selain itu. Pop Up Book yang mengangkat cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia juga mengenalkan budaya nusantara kepada anak-anak sejak usia dini. Untuk memperkuat efektivitas penggunaan Pop Up Book, diterapkan metode Read Aloud sebagai strategi Read Aloud merupakan teknik membacakan cerita dengan suara lantang dan ekspresi yang hidup, sehingga dapat menarik perhatian anak dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses membaca. Metode ini dikenal mampu menumbuhkan minat baca, memperluas perbendaharaan kata. Vol. 9 No. Mei 2025 serta memperdalam pemahaman isi Selain itu. Read Aloud juga memungkinkan terjadinya interaksi antara anak dan pendidik . uru maupun orang tu. , di mana orang dewasa berperan sebagai panutan dalam aktivitas literasi. Dengan demikian, kombinasi antara Pop Up Book dan metode Read Aloud diharapkan dapat menumbuhkan minat baca serta membangun fondasi literasi yang kuat pada anak usia dini. Target dari penerapan solusi ini adalah untuk meningkatkan minat dan keterlibatan anak-anak usia 6 hingga 12 tahun dalam kegiatan literasi, terutama dalam hal membaca. Usia ini adalah masa yang sangat penting dalam perkembangan kognitif dan sosial anak, di mana dorongan untuk bermain, belajar, dan membentuk karakter sedang tumbuh pesat. Anak-anak yang datang ke Sanggar Genius Ar Rasyid sebagian besar berusia antara 6 hingga 12 tahun, memperkenalkan kebiasaan literasi yang Meskipun anak-anak di sanggar ini datang untuk belajar, mereka cenderung lebih tertarik dan fokus pada kegiatan numerasi dibandingkan literasi, dengan kegiatan membaca yang masih belum menjadi pilihan utama mereka atau hal yang mereka nantikan. Selain itu, target lainnya adalah membentuk kebiasaan membaca yang konsisten pada anak-anak. Diharapkan, setelah penerapan metode ini, anak-anak dapat mengalokasikan waktu setiap harinya untuk membaca, bahkan merasa lebih termotivasi untuk mencari bacaan yang sesuai dengan minat mereka. Terakhir, tujuan jangka panjang dari menumbuhkan kecintaan anak terhadap buku, memperkaya perbendaharaan kata kemampuan mereka dalam memahami Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) dan mencerna informasi dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Vol. 9 No. Mei 2025 dengan media pembelajaran Pop-Up Book . ada posttes. , yang mencakup Dokumentasi berupa foto kegiatan sebelum dan sesudah penerapan media pembelajaran Pop-Up Book juga diambil untuk mendukung penelitian ini. METODE PELAKSANAAN Metode penelitian eksperimen pengaruh suatu perlakuan terhadap variabel lain dalam kondisi yang Dalam penelitian ini, peneliti mengadopsi desain eksperimen tipe preeksperimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design (Sugiyono, 2. Populasi dalam penelitian ini merujuk pada area generalisasi yang mencakup objek atau subjek yang memiliki karakteristik dan kualitas tertentu, yang dipilih oleh peneliti untuk dianalisis dan dari mana kesimpulan akan diambil. Sampel merupakan bagian dari populasi yang memiliki karakteristik serupa, yang diambil untuk mewakili keseluruhan populasi tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Sanggar Genius Ar Rasyid, dengan populasi yang terdiri dari anak-anak yang terdiri dari usia 6-11 tahun. Sampel yang digunakan adalah anak usia 6-11 tahun, di mana teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh, yaitu dengan memilih seluruh anggota populasi sebagai sampel. Karena jumlah populasi yang relatif kecil, kurang dari 30 orang, sampel yang terpilih adalah seluruh 20 peserta didik, yang terdiri dari 10 peserta didik lakilaki dan 10 peserta didik perempuan. Dengan materi yang berfokus pada cerita rakyat yang ada di sumatera utara. Untuk mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan teknik tes dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah performance test, di mana setiap peserta didik diminta untuk membaca dongeng, baik menggunakan lembar bacaan dongeng biasa . ada pretes. maupun HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Realisasi Kegiatan Realisasi kegiatan penelitian ini telah dilaksanakan di Sanggar Genius Ar Rasyid dengan melibatkan 20 peserta didik yang berusia 6 Ae 11 tahun, terdiri dari 10 peserta didik laki Ae laki dan 10 peserta didik perempuan. Kegiatan dimulai dengan persiapan yang meliputi pengenalan kepada peserta didik mengenai tujuan dan manfaat dari kegiatan literasi yang akan dilakukan. Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan pretest, dimana setiap peserta didik diminta untuk membaca dongeng dengan menggunakan lembar bacaan Proses ini dilakukan dalam suasana yang tenang dan kondusif dengan didampingi oleh pengurus Setiap anak diberikan waktu yang untuk membaca dongeng dalam kertas yang sudah disediakan. Selama sesi ini, dokumentasi berupa foto diambil untuk mengabadikan kegiatan dan kondisi peserta didik pada saat Setelah melakukan pre test kegiatan kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan produk Pop Up Book yang telah disiapkan. Peserta didik diajak untuk melihat dan menjelajahi pop up book dengan tema cerita AuPutri HijauAy dan AuLegenda asal mula Danau Sipinggan dan dan Danau SilosungAy. Selain itu, peserta didik juga dilibatkan dalam pembuatan pop up bokk secara langsung, seperti memotong gambar, membuat pola gambar tiga dimensi dan lain sebagainya. Kegiatan ini bertujuan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) untuk membangkitkan minat dan rasa ingin tahu peserta didik terhadap cerita dan proses pembuatan pop up book. Pada akhir kegiatan, kemudian dilakukan post test yang bertujuan untuk melihat kemajuan literasi peserta didik menggunakan media pop up book. Penilaian dilakukan dengan melihat keterampilan membaca nyaring peserta Kemudian dilakuka diskusi dan refleksi untuk membahas pengalaman menggunakan pop up book. Peserta didik diajak untuk berbagi pendapat tentang perebdaan antara membaca dengan lembar bacaan biasa dengan media pop up book. Diskusi ini juga bertujuan untuk menggali pemahamn peserta didik mengenai cerita tradisional dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar. Seluruh kegiatan didokumentasikan dalam video dan poto untuk menunjukkan interaksi dan keterlibatan dengan peserta didik di sanggar tersebut. Setelah semua tahap dalam sosialisasi dilakukan, dilakukan analisis dari hasil data pre test dan post test untuk mengidentifikasi pengaruh penggunaan media pop up book terhadap peningkatan kemampuan membaca peserta didik. Hasil dari analisis dan evaluasi ini dilakukan untuk menarik kesimpulan pembelajaran dalam meningkatkan minat baca dan keterampilan literasi peserta didik di sanggar genius Ar Rasyid. Gambar 1. Sosialisasi Pop Up Cerita Rakyat Vol. 9 No. Mei 2025 Gambar 2. Pembuatan Media Pop up Gambar 3. Pembacaan Pop Up oleh Anak Sanggar dengan Teknik Read Aloud Pembahasan Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tanggal 9 Mei 2025 terhadap 20 peserta didik Sanggar Ar-Rasyid, diperoleh data hasil pretest dan posttest yang mencerminkan keterampilan membaca nyaring siswa sebelum dan sesudah penerapan media pembelajaran Pop-Up Book. Setelah seluruh skor peserta didik terkumpul, data dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS (Statistical Package for the Social Science. versi Selanjutnya, dilakukan uji hipotesis dengan metode Paired Sample T-Test untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan Hasil analisis data ini menjadi pengaruh penggunaan media Pop-Up Book keterampilan membaca nyaring siswa. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Tabel I. Pretest dan posttest Read Aloud Perlaku Pretest Postest Nilai Minimu Nilai Maksim Rat Vol. 9 No. Mei 2025 menjadikan materi pembelajaran lebih Anak-anak terlihat lebih percaya diri saat membaca di depan kelas dan lebih mampu memahami isi cerita yang disampaikan. Dengan disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran Pop-Up Book tidak hanya mampu meningkatkan hasil belajar menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, interaktif, dan bermakna bagi peserta didik. Media ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif inovatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, meningkatkan keterampilan membaca nyaring pada anak usia sekolah dasar. Hasil tes berupa performance test yang dilaksanakan sebelum dan sesudah penerapan media pembelajaran Pop-Up Book menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam keterampilan membaca nyaring peserta didik. Pada tahap pretest, sebelum media Pop-Up Book memperoleh nilai rata-rata sebesar 65, dengan nilai terendah . sebesar 50 dan nilai tertinggi . Nilai ini menunjukkan bahwa keterampilan membaca nyaring siswa masih tergolong sedang hingga rendah, dan banyak siswa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan. Setelah diterapkannya media Pop-Up Book pembelajaran, kemudian dilakukan posttest, dan hasilnya menunjukkan adanya peningkatan yang cukup tinggi. Rata-rata nilai peserta didik meningkat menjadi 82,5, dengan skor minimum sebesar 70 dan maksimum sebesar 95. Jika dibandingkan dengan nilai rata-rata sebelumnya, maka terdapat selisih peningkatan sebesar 17,5 poin, yang mencerminkan efektivitas penggunaan Pop-Up Book kemampuan membaca siswa. Peningkatan ini tidak hanya terlihat dari sisi kuantitatif, tetapi juga secara kualitatif. Selama proses pembelajaran menggunakan media PopUp Book, peserta didik tampak lebih antusias, terlibat aktif, dan menunjukkan peningkatan konsentrasi. Elemen visual dan tiga dimensi dari Pop-Up Book KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran Pop Up Book di Sanggar Genius Ar Rasyid efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring peserta Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rata Ae rata peserta didik meningkat dari 65 pada pre test menjadi 82,5 pada post test, dengan selisih Peningkatan efektivitas media pop Up Book dalam Peserta didik tidak hanya menunjukkan peningkatan keterampilan dalam literasi tetapi juga melatih peserta didik untuk mengalami perubahan positif dalam sikap dan keterlibatan mereka selama Sehingga dapat disimpulkan bahwa media Pop Up Book merupakan sarana pembelajaran yan efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring peserta didik. Penggunaan media ini secara berkelanjutan dapat mempertahankan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) keterampilan literasi peserta didk dengan Teknik read aloud. Penambahan variasi tema dan cerita dalam koleksi pop up keberagaman materi dan memberikan pengalaman yang bermakna kepada peserta didik. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kepada mahasiswa atas dukungan, partisipasi dan kerja samanya. Terimakasih kepada pengurus Sanggar Genius Ar Rasyid dan seluruh peserta didik di Sanggar Genius Ar Rasyid yang telah berpartisipasi dengan antusias dalam penelitian ini. Kemudian terimakasih kepada Universitas Muslim Al Washliyah yang mengadakan program ini untuk meningkatkan kualitas Pendidikan yang berkelanjutan. REFERENSI