Vol. No. Maret 2025 e-ISSN 2723-0120 p-ISSN 2828-3511 Determinan Struktur Modal. Growth Sales. Total Assets Turnover Dalam Nilai Perusahaan Terhadap Profitabilitas Sebagai Intervening Sektor Pharmaceuticals & Health Care Research Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Be. Tahun 20182022 Ikhsanul Kamil1*. Susanti Widhiastuti 2 Department of Management. Universitas IPWIJA. Jakarta. Indonesia Corresponding author: ikhsanulkamil98@gmail. com, susantiwidhiastuti86@gmail. Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Determinan Struktur Modal. Growth Sales. Total Assets Turnover terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas sebagai Intervening sektor Pharmaceuticals & Health Care Research yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2018-2022. Populasi yang terdapat pada penelitian ini adalah perusahaan sektor Pharmaceuticals & Health Care Research yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode pengamatan 2018 Ae 2022. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel yang diperoleh 10 Penelitian ini menggunakan data sekunder yang didapatkan dari laporan keuangan perusahaan sampel yang diperoleh melalui website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) w. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Growth Sales berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Struktur Modal. Total Assets Turnover dan profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Hasil pengujian Intervening menunjukan bahwa Profitabilitas tidak mampu intervening variable Struktur Modal. Growth Sales dan Total Assets Turnover terhadap Nilai Perusahaan. Kata kunci: Struktur Modal. Growth Sales. Total Assets Turnover. Nilai Perusahaan dan Profitabilitas Abstract This study aims to determine the Determinants of Capital Structure. Growth Sales. Total Assets Turnover on Company Value with Profitability as an Intervening in the Pharmaceuticals & Health Care Research sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in 2018-2022. The population in this study is the Pharmaceuticals & Health Care Research sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the observation period 2018 - 2022. The sample selection used a purposive sampling technique. The number of samples obtained was 10 companies. This study uses secondary data obtained from the financial statements of sample companies obtained through the official website of the Indonesia Stock Exchange (IDX) The results of this study found that Growth Sales had a significant effect on Company Value. Capital Structure. Total Assets Turnover and profitability did not have a significant effect on Company Value. The results of the Intervening test Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 1. Tahun 2025 showed that Profitability was not able to intervening variables Capital Structure. Growth Sales and Total Assets Turnover on Company Value. Keywords: Capital Structure. Sales Growth. Total Assets Turnover. Company Value and Profitability PENDAHULUAN Alasan investor untuk menanamkan modal dan menahan modal ke perusahaan yaitu karena perusahaan tersebut memiliki kinerja yang baik dan resiko yang rendah, dengan kinerja yang baik maka diharapkan dapat meningkatkan kekayaan pemegang Dalam analisis fundamental, banyak cara untuk menganalisa Nilai Perusahaan, salah satunya untuk mengetahui Nilai Perusahaan dengan Price to Book Value (PBV). Dalam penelitian ini Nilai Perusahaan di proyeksikan menggunakan metode PBV. PBV adalah perbandingan antara harga saham di pasar dengan nilai buku per lembar saham perusahaan tersebut (Samiun et al. , n. Gambar 1. Price to Book Value (PBV). Struktur Modal. Growth Sales. Total Assets Turnover dan Profitabilitas Sektor Pharmaceuticals & Health Care Research 20182022 Price Book Value Struktur Modal Profitabilitas Total Assets Turnover Growth Sales Source: developed in research . Berdasarkan grafik 1. 1 diatas. PBV sektor Pharmaceuticals & Health Care Research berfluktuasi dari tahun 2018-2022, pada tahun 2018 PBV sebesar 6,54 pada 2019 mengalami penurunan 2,512 pada tahun 2020 mengalami peningkatan 5,159 pada tahun 2021 mengalami penurunan 3,996 pada tahun 2022 mengalami Dalam periode 2018-2022 PBV terendah pada tahun 2019 sebesar 2,512 hal ini dikarenakan pada tahun 2019 adalah awal dari pandemic covid 19. Virus ini menyebabkan economy shock, yang mempengaruhi ekonomi perorangan, rumah tangga, perusahaan mikro, kecil maupun menengah bahkan negara (Gayetri et al. Struktur modal perusahaan yang terdapat di sektor Pharmaceuticals & Health Care Research dari tahun 2018-2022 mengalami perbedaan grafik setiap tahun. Pada Tax and Business Journal 236 Ikhsanul Kamil, et al. Determinan Struktur Modal. Growth Sales. Hal: 235-247 DOI: https://10. 160/jpb. tahun 2018 struktur modal sebesar 1,076 pada tahun 2019 mengalami penurunan 0,831 pada tahun 2020 mengalami peningkatan 0,925 pada tahun 2021 mengalami peningkatan 1,22 pada tahun 2022 1. Growth sales sektor Pharmaceuticals & Health Care Research 2018-2022 berfluktuatif setiap tahun. Pada tahun 2018 sales sektor Pharmaceuticals & Health Care Research senilai - 0. 05 pada tahun 2019 mengalami peningkatan 0. 002 pada tahun 2020 mengalami peningkatan senilai 0,07 pada tahun 2021 mengalami peningkatan senilai 0,47 pada tahun 2022 mengalami Total Turnover Asset 2018-2022 berfluktuatif. Pada tahun 2018 Total Turnover Asset sebesar 0,76 pada tahun 2019 mengalami penurunan 0,70 pada tahun 2020 mengalami penurunan 0,67 pada tahun 2021 mengalami peningkatan 0,72 pada tahun 2022 mengalami penurunan 0. profitabilitas tahun 2018-2022 mengalami Pada tahun 2018 profitabilitas sebesar 9,225 pada tahun 2019 mengalami penurunan 7,094 pada tahun 2020 mengalami kenaikan 8,664 pada tahun 2021 mengalami kenaikan 0,095 pada tahun 2022 mengalami penurunan 0. Ada berbagai faktor dan rasio yang dapat mempengaruhi Nilai Perusahaan. Faktor pertama yang dapat mempengaruhi nilai Perusahaan adalah struktur Struktur modal diartikan sebagai keputusan atas komposisi pembiayaan yang dipilih perusahaan (Sihombing & Indriaty, 2. Setiap perusahaan mengharapkan struktur modal yang optimal, yaitu struktur modal yang memaksimalkan nilai perusahaan dan meminimalkan biaya modal. Pengeluaran yang baik dapat membentuk struktur modal yang optimal, yaitu memiliki nilai perusahaan yang maksimal dengan biaya modal yang minimal (Purba et al. , 2. Berdasarkan penelitian Widhiastuti dkk. serta Tandean dan Mus . dalam hasil penelitiannya menjelaskan bahwa struktur modal mempunyai pengaruh terhadap nilai perusahaan. Faktor kedua yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan adalah pertumbuhan penjualan. Pertumbuhan penjualan diartikan sebagai peningkatan jumlah penjualan dari tahun ke tahun atau periode ke periode (Dolontelide & Wangkar, 2. Pertumbuhan Penjualan diartikan sebagai perubahan yang terjadi pada penjualan per tahun. Pertumbuhan penjualan mencerminkan keberhasilan investasi investasi masa lalu dan dapat digunakan sebagai prediksi pertumbuhan di masa depan. Faktor ketiga yang mempengaruhi Nilai perusahaan adalah Total Asset Turnover. Total Asset Turnover merupakan rasio yang menunjukkan total perputaran aset yang termasuk dalam pendapatan penjualan perusahaan dan menentukan kemampuan seluruh aset dalam mendirikan suatu perusahaan. (Amrulloh dkk. Faktor terakhir yang dapat mempengaruhi Nilai Perusahaan adalah Profitabilitas. Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan melalui sumbernya: penjualan, kas, aset, dan modal (Suryani & Purbohastuti, 2. Untuk menilai kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dapat digunakan rasio profitabilitas. KAJIAN PUSTAKA Signal Theory Teori ini menjelaskan bahwa perusahaan mempunyai dorongan agar memberikan informasi laporan keuangan kepada pihak eksternal. Dorongan 237 Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 1. Tahun 2025 perusahaan untuk memberikan informasi karena terdapat asimetri informasi antara perusahaan serta pihak luar karena perusahaan mengetahui lebih banyak mengenai perusahaan dan prospek yang akan datang daripada pihak luar. Kurangnya informasi bagi pihak luar mengenai perusahaan menyebabkan mereka melindungi diri dengan memberikan harga rendah untuk sebuah perusahaan. Nugroho dan Mutmainah . berpendapat bahwa underestimasi kekayaan bersih yang sistematis atau relatif permanen merupakan salah satu ciri konservatisme akuntansi, oleh karena itu dapat dikatakan konservatisme akuntansi menghasilkan laba berkualitas tinggi karena prinsip ini mencegah perusahaan untuk melebih-lebihkan laba dan membantu pengguna dari layanan keuangan. The Value of The Company Ketika mengukur nilai perusahaan menggunakan PBV, pengukuran ini dinilai sangat penting bagi investor dalam menentukan strategi investasi pasar modal. Nilai perusahaan merupakan pendapat investor terhadap kemampuan perusahaan. Kemampuan ini tercermin dari harga saham dan dapat dinilai dari harga per Pengukuran nilai perusahaan menggunakan Price book value (PBV) PBV = harga saham / nilai buku per saham (Widhiastuti et al. , 2020. Dewi, 2. Capital Structure Struktur modal ini menyeimbangkan hutang yang dimiliki dengan modal yang tersedia (Widhiastuti et al. , 2. Struktur modal adalah kombinasi atau bagian dari pembiayaan tetap jangka panjang suatu perusahaan, yang diwakili oleh kewajiban, saham preferen, dan ekuitas. Struktur modal diprediksi dengan rasio utang terhadap ekuitas, yaitu dengan rumus (Pradnyaswari dan Dana, 2. : Debt-to-Equity Ratio = Total Hutang / Total Ekuitas x 100%. Growth Sales Pertumbuhan penjualan merupakan perubahan penjualan pada laporan Pertumbuhan penjualan yang berada di atas rata-rata perusahaan pada umumnya didasarkan pada pesatnya pertumbuhan industri dimana perusahaan tersebut beroperasi dan dapat mencapai tingkat pertumbuhan di atas rata-rata dengan cara meningkatkan pangsa pasar (Fabozzi dalam Satriana, 2017: . Rumus untuk menghitung pertumbuhan penjualan adalah sebagai berikut : Total Assets Turnover Total Asset Turnover (TATO) merupakan rasio aktivitas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menggunakan total aset dengan cara membandingkan penjualan bersih dengan total aset. Rumus Total Asset Turnover (Wahyu et al. , 2. : Total Asset Turnover = Penjualan/Total Aset Profitability Profitabilitas suatu perusahaan merupakan kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan melalui seluruh kemampuan dan sumber yang ada, seperti penjualan, uang tunai, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan lain sebagainya. (Widhiastuti et al, 2. Dalam penelitian ini menggunakan Return on Assets (ROA) dengan rumus: ROA = Laba Bersih Setelah Pajak x 100%/Total Aset. Conceptual Framework Tax and Business Journal 238 Ikhsanul Kamil, et al. Determinan Struktur Modal. Growth Sales. Hal: 235-247 DOI: https://10. 160/jpb. Source: developed in research . Hypothesis Effect of Capital Structure on Firm Value Struktur modal merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan pengeluaran suatu bisnis, dimana dana diperoleh dari dua sumber utama: aset jangka panjang dari dalam bisnis dan kombinasi sumber eksternal. Struktur modal merupakan suatu rasio atau perbandingan dalam menentukan apakah kebutuhan konsumsi suatu perusahaan akan dipenuhi dengan menerbitkan obligasi atau saham. Peningkatan utang dapat dilihat sebagai perusahaan yang mengandalkan prospek masa depannya. Dengan demikian, penggunaan hutang oleh suatu perusahaan merupakan suatu tanda atau sinyal positif yang dapat membuat investor menilai saham lebih tinggi dari nilai yang tertera pada neraca perusahaan. dalam hal ini PBV perusahaan tinggi dan nilai perusahaan juga tinggi. Meningkatkan nilai perusahaan. Dengan demikian, keputusan keuangan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Maka hipotesis yang diajukan adalah: H1 : Struktur Modal berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. The Effect of Sales Growth on Firm Value Dalam penelitian ini pertumbuhan perusahaan diukur dengan pertumbuhan penjualan yang diperoleh dari selisih penjualan saat ini dan tahun lalu dibagi dengan harga pasar ekuitas perusahaan. Semakin tinggi angka pertumbuhan penjualan, maka perusahaan tersebut mengalami pertumbuhan penjualan yang baik. Dengan penjualan yang baik maka nilai perusahaan akan meningkat. Maka hipotesis yang diajukan adalah: H2 : Pertumbuhan Penjualan berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Effect of Total Asset Turnover on Firm Value Perputaran aset total (TATO) memberi manajer ukuran seberapa baik perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan pendapatan penjualan. Peningkatan total omzet merupakan tanda bahwa perusahaan menggunakan asetnya secara lebih Maka hipotesis yang diajukan adalah: H3: Total Asset Turnover Berpengaruh Terhadap Nilai Perusahaan Effect of Profitability on Firm Value 239 Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 1. Tahun 2025 Hubungan profitabilitas dengan nilai perusahaan secara teoritis dijelaskan dengan teori signaling. Teori signaling menjelaskan bahwa profitabilitas memberikan sinyal positif kepada investor karena perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi diyakini mampu memberikan return yang tinggi, sehingga nilai perusahaan akan meningkat (Suryani & Purbohastuti, 2. Maka hipotesis yang diajukan adalah: H4: Profitabilitas berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Effect of Capital Structure on Firm Value Through Profitability Salah satu teori struktur modal adalah teori Modigliani dan Miller (MM) yang menjelaskan bahwa perusahaan yang menggunakan hutang mempunyai nilai perusahaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak menggunakan Semakin tinggi utang perusahaan . emakin tinggi rasio utang terhadap nila. , maka semakin tinggi pula nilai saham perusahaan tersebut. Faktanya, peningkatan utang yang terus menerus tidak meningkatkan nilai perusahaan karena justru meningkatkan risiko perusahaan (Adita dan Mawardi, 2. Utang yang tinggi memungkinkan Anda mengambil risiko. Jika hal ini terjadi maka akan menurunkan nilai perusahaan. Maka hipotesis yang diajukan adalah: H5 : Struktur Modal Berpengaruh Terhadap Nilai Perusahaan Melalui Profitabilitas The Effect of Sales Growth on Company Value Through Profitability Pertumbuhan penjualan yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai prospek pertumbuhan yang baik di masa depan, sehingga dapat menawarkan return saham yang tinggi kepada investor. Investor bereaksi positif terhadap hal ini dan meningkatkan harga saham perusahaan, yang pada akhirnya meningkatkan nilainya. Kemudian hipotesis yang diajukan: H6: Pertumbuhan Penjualan berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan melalui Effect of Total Asset Turnover on Company Value Through Profitability Perputaran aset menunjukkan tingkat di mana aset dikonversi atau diubah menjadi penjualan, yang pada akhirnya meningkatkan profitabilitas. Perusahaan yang dapat memperoleh keuntungan maksimal berarti dapat mengelola asetnya dengan baik sebagai imbalan atas penjualannya. Investor tertarik pada perusahaan yang dapat menghasilkan keuntungan maksimal, sehingga nilai TATO yang tinggi akan diterima secara positif oleh investor dan akan mempengaruhi harga saham perusahaan tersebut (Adita dan Mawardi, 2. Jadi hipotesis yang diajukan adalah: H7: Total Asset Turnover berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan melalui Profitabilitas METODE PENELTIIAN Data diperoleh dari laporan keuangan tahunan yang diunduh dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sektor Pharmaceuticals & Health Care Research. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Struktur Modal. Pertumbuhan Penjualan, dan Total Asset Turnover sebagai variabel independen. Nilai Perusahaan sebagai variabel dan Profitabilitas sebagai variabel intervening. Purposive Sampling Criteria After Outlier Research Tax and Business Journal 240 Ikhsanul Kamil, et al. Determinan Struktur Modal. Growth Sales. Hal: 235-247 DOI: https://10. 160/jpb. Source: developed in research . Analysis Method Metode analisis adalah metode Partial Least Square (PLS) menggunakan software SmartPLS versi 3. PLS adalah salah satu metode penyelesaian Struktural Equation Modeling (SEM) yang dalam hal ini lebih dibandingkan dengan teknikteknik SEM lainnya. SEM memiliki tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi pada penelitian yang menghubungkan antara teori dan data, serta mampu melakukan analisis jalur . dengan variabel laten sehingga sering digunakan oleh peneliti yang berfokus pada ilmu sosial. Outer Model Uji validitas digunakan untuk menilai sah atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan kuesioner tersebut mampu mengungkapkan suatu yang diukur oleh kuesioner tersebut. Pengujian validitas diterapkan terhadap seluruh item pertanyaan yang ada pada setiap variabel. Terdapat beberapa tahap pengujian yang akan dilakukan yaitu melalui Uji validitas convergent validity, average variance extracted (AVE), dan discriminant validity. Secara umum reliabilitas didefinisikan sebagai rangkaian uji untuk menilai kehandalan dari item-item pernyataan. Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi alat ukur dalam mengukur suatu konsep atau mengukur konsisten responden dalam menjawab item pernyataan dalam kuesioner atau instrumen Untuk menguji reliabilitas dapat dilakukan melalui composite reliability, suatu variabel dapat dikatakan reliabel ketika memiliki nilai composite reliability Ou 0,7 (Sekaran, 2. Inner Model Inner model . nner relation, structural model dan substantive theor. menggambarkan hubungan antara variabel laten berdasarkan pada teori substantif. Model struktural dievaluasi dengan menggunakan R-square untuk variabel dependen. Stone-Geisser Q-square test untuk predictive elevance dan uji t serta signifikansi dari koefisien parameter jalur struktural. Dalam menilai model dengan PLS dimulai dengan melihat R-square untuk setiap variabel laten dependen. Interpretasinya sama dengan interpretasi pada regresi. Perubahan nilai R-square dapat digunakan untuk menilai pengaruh variabel laten independen tertentu terhadap variabel laten dependen apakah mempunyai pengaruh yang substantif (Ghozali, 2. Di samping melihat nilai R-square, model Partial Least Square (PLS) juga dievalzuasi dengan melihat Q-square prediktif relevansi untuk model onstruktif. Q square mengukur seberapa baik nilai observasi dihasilkan oleh model dan juga estimasi parameternya. HASIL PENELITIAN Outer Model 241 Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 1. Tahun 2025 Analisis model pengukuran . uter mode. pada penelitian ini dilakukan menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas terdiri atas validitas konvergen dan validitas diskriminan. Sedangkan uji reliabilitas dinyatakan dalam perhitungan nilai composite dan cronbachAos alpha. Discriminant validity dapat dilihat pada loading factor. Loading Factor Results Source: developed in research . Gambar diatas menunjukan bahwa nilai loading factor dan hasilnya menunjukan bahwa nilai factor sudah diatas 0. 7, sehingga indikator telah memenuhi syarat validitas konvergen dan memiliki validitas yang disyaratkan berdasarkan rule of thumb yang digunakan sesuai dengan yang sudah diuji cobakan sebelumnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table berikut: Loading Factor Results Source: developed in research . Apabila hasil perhitungan fornel-Larcker Criterion menunjukan nilai akar AVE setiap konstruk lebih besar daripada nilai korelasi antar satu konstruk dengan konstruk lainnya, maka validitas diskriminan dinyatakan baik nilai validitas diskriminan berdasarkan fornel-Lacker Criterion pada model penelitian ini dapat dilihat pada Tabel berikut: Fornel Larcker Criterion Source: developed in research . Selain memperhatikan hasil perhitungan dari Fornell-Larcker Criterion, validitas diskriminan juga dapat diketahui berdasarkan nilai Cross Loading, yaitu perolehan score loading pada satu blok indikator yang sama harus lebih besar dari Tax and Business Journal 242 Ikhsanul Kamil, et al. Determinan Struktur Modal. Growth Sales. Hal: 235-247 DOI: https://10. 160/jpb. pada nilai korelasi antar variabel laten. Nilai cross loading dari hipotesis penelitian ini ditunjukkan pada Tabel berikut Cross Loading Source: developed in research . Tabel 4. 5 memperlihatkan nilai loading factor setiap pada variabel adalah lebih besar dari pada nilai cross loading. Oleh karena itu , hal ini menunjukkan bahwa seluruh indikator dari semua variabel yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan valid. Discriminant validity juga dapat dilihat dari nilai AVE (Average Variance Extracte. Kriteria nilai AVE yang baik adalah diatas 0,5. Adapun nilai AVE dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel berikut: Average Variance Extracted Analisa selanjutnya setelah uji validitas adalah uji reliabilitas. Uji reliabilitas instrumen dilakukan untuk mengetahui konsistensi terhadap keteraturan hasil pengukuran suatu instrumen walaupun dilakukan pada waktu, lokasi, dan populasi yang berbeda. Reliabilitas konstruk diukur dengan dua kriteria yang berbeda yaitu composite realibility dan croncbachAos Alpha . nternal consistency realibilit. Suatu konstruk dinyatakan reliabel apabila nilai dari composite reliability lebih dari 0,7 dan nilai croncbachAos Alpha lebih dari 0,6. Hasil perhitungan uji reliabilitas pada composite realibility dan croncbachAos Alpha ditunjukan pada Tabel berikut : Composite Reability dan CroncbacchAos Alpha Source: developed in research . Hasil pengukuran Composite Reliability dan CroncbachAos Alpha pada Tabel 13 menunjukan bahwa semua variabel untuk Composite Reliability memiliki nilai di atas 0,70 dan semua variabel untuk CroncbachAos Alpha memiliki nilai di atas 0,60. Dengan demikian, hasil ini dapat dinyatakan valid dan memiliki reliabilitas yang cukup Inner Model Model struktural (Inner Mode. mendefinisikan hubungan antar konstruk laten dengan melihat hasil estimasi koefisien parameter dan tingkat signifikansinya (Ghozali, 2. Inner model dapat diukur dengan menghitung R-square untuk konstruk dependen, uji-t serta signifikansi dari koefisiensi parameter jalur struktural. Ada tiga kategori dalam pengelompokan nilai R-square. Jika nilai R-square itu 0,75 termasuk kategori kuat. untuk nilai R-square 0,50 termasuk kategori moderat dan 0,25 243 Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 1. Tahun 2025 termasuk kategori lemah (Hair et al, 2. Nilai R-square dari variabel dependen yang didapat pada model penelitian ini dapat dilihat pada Tabel berikut : R Square value Source: developed in research . Pengujian model struktural adalah dengan melihat nilai R square sebagai uji goodness-fit model atau uji keselarasan. Berikut ini penjelasan terkait dengan hasil Rsquare berdasarkan tabel diatas. Variabel Nilai Perusahaan memiliki nilai r-square sebesar 0,159 setelah dilakukan perhitungan melalui SmartPLS, ini dapat diartikan bahwa kemampuan variansi yang dapat dijelaskan oleh variabel Struktur Modal. Growth Sales. Total Assets Turnover, dan Profitabilitas terhadap variabel Nilai Perusahaan sebesar 15,9%, dan untuk variabel Struktur Modal. Growth Sales. Total Assets Turnover terhadap Profitabilitas adalah sebesar 27,2%. Proses selanjutnya setelah nilai R square didapatkan yaitu melakukan uji-t signifikansi dari koefisien parameter jalur struktural. Nilai kritis Path coefficients yang ditunjukkan oleh nilai t, untuk hipotesis dengan two tail adalah 1,65 . ingkat signifikansi 10%). 1,96 . ingkat signifikansi 5%) dan 2,58 . ingkat signifikansi 1%). Signifikansi pengaruh antara variabel laten dapat dilihat dari nilai signifikasi statistic. Nilai signifikansi dari koefisien parameter dapat dihitung dengan menggunakan metode bootstrapping. Bootstrapping adalah sebuah prosedur non parametric yang dapat diterapkan untuk menguji apakah koefisien seperti outer weight, outer loadings, dan path coefficients signifikan dengan memperkirakan standar error untuk estimasinya. Bootstrapping pada pengujian ini dilakukan dengan menggunakan sub sampel dengan tingkat signifikansi 0,05. Path Coefficient Source: developed in research . KESIMPULAN Indikator yang digunakan dalam pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah nilai t value yang dibandingkan dengan nilai t table. Hipotesis dinyatakan diterima apabila nilai t value lebih besar daripada t table, dan hipotesis dinyatakan ditolak apabila nilai t value lebih kecil daripada t table dengan hasil signifikansi pengujian path coefficient. Berdasarkan ketentuan tersebut, hasil pengujian hipotesis yang diterima dan ditolak dapat dilihat pada tabel berikut. Berdasarkan tabel Tax and Business Journal 244 Ikhsanul Kamil, et al. Determinan Struktur Modal. Growth Sales. Hal: 235-247 DOI: https://10. 160/jpb. tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengujian hipotesis yang melibatkan variabel Struktur Modal. Growth Sales. Total Assets Turnover, dan Profitabilitas memberikan hasil sebagai berikut: pertama, pengaruh Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan menunjukkan bahwa nilai t hitung . lebih kecil dari t tabel . , yang berarti hipotesis Ha ditolak dan Ho diterima, sehingga Struktur Modal tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Kedua, pengaruh Growth Sales terhadap Nilai Perusahaan menunjukkan bahwa nilai t hitung . lebih besar dari t tabel . , yang berarti hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga Growth Sales berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Ketiga, pengaruh Total Asset Turnover terhadap Nilai Perusahaan menunjukkan bahwa nilai t hitung . lebih kecil dari t tabel . , yang berarti hipotesis Ha ditolak dan Ho diterima, sehingga Total Asset Turnover tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Keempat, pengaruh Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan menunjukkan bahwa nilai t hitung . lebih kecil dari t tabel . , yang berarti hipotesis Ha ditolak dan Ho diterima, sehingga Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Selanjutnya, pengujian terhadap pengaruh Struktur Modal. Growth Sales, dan Total Asset Turnover terhadap Nilai Perusahaan melalui Profitabilitas juga menunjukkan hasil bahwa nilai t hitung pada masing-masing variabel lebih kecil dari t tabel, yang berarti hipotesis Ha ditolak dan Ho diterima. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar perusahaan lebih memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan Nilai Perusahaan, seperti Growth Sales, karena peningkatan Nilai Perusahaan dapat menarik perhatian investor. Meskipun faktor seperti Struktur Modal. Total Assets Turnover, dan Profitabilitas tidak ditemukan berpengaruh langsung, perusahaan tetap perlu memperhatikannya untuk menjaga agar Nilai Perusahaan tetap stabil dan DAFTAR PUSTAKA