Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni, 1. 2021: 18-26. Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Available online: https://journal. org/index. php/jipsi Diterima: April 2021. Direview April 2021. Disetujui: April 2021 DOI: 10. 34007/jipsi. Terapi Motorik Kasar Siswa Menggunakan Media Tari Autis pada Sekolah Luar Biasa Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang StudentAos Rough Motoric Therapy Using Autistic Dance Media at the Autism Spesial School. State University of Malang Laboratory Mokhamad Prasetyo Universitas Negeri Malang. Indonesia Abstrak Artikel ini mengkaji tentang alasan dan analisa gerak tari jaranan yang dilakukan oleh guru Sekolah Luar Biasa(SLB) Laboratorium Universitas Negeri Malang,(UM) demi menangani kelamahan motorik kasar siswa autis. tari jaranan yang berkembang di wilayah jawa, umunya difungsikan sebagai pertunjukan masyarakat di acara-acara tertentu. Berbeda pada SLB Autis Laboratorium UM. Di sekolah itu tari jaranan dijadikan sebagai materi dalam terapi motorik kasar siswa autis. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Data bersumber dari hasil wawancara pada koordinator gerak dan lagu Ninik . Tahu. Terapis dan Pengajar (Dewi 45 Tahu. dan Koordinator Kurikulum dan kesiswaan Luthfil . Tahu. Peneliti menambahkan narasumber ahli seorang dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan UM yaitu Febrita . Tahu. Selain wawancara digunakan observasi dan dokumentasi, untuk mendapat data akurat. Proses analisa data yaitu data yang diperoleh kemudian mereduksi data penyajian data dan terahir penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh dengan teriangulasi. Analisa menggunakan deskriptif. Hasil penelitian didapatkan bahwa alasan tari jaranan dapat digunakan sebagai terapi motorik kasar Sekolah Luar Biasa Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Dan Hasil Terapi Motorik Kasar Menggunakan Tari Jaranan Siswa Autis Pada Sekolah Luar Biasa Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Kata Kunci: Terapi Motorik Kasar. Siswa Autis. Tari jaranan. Abstract This article examines the reasons and analysis of the jaranan dance movements carried out by teachers of the Special School (SLB) of the State University of Malang (UM) Laboratory in order to deal with gross motor weaknesses of autistic Jaranan dance that develops in the Java region, generally functions as a community performance at certain It was different from the UM Laboratory Autism Special School. In that school. Jaranan dance is used as material in gross motor therapy for autistic students. The research method used is descriptive qualitative. The data comes from interviews with the motion and song coordinator Ninik . , therapists and teachers . years old Dew. and Luthfil curriculum and student coordinator . The researcher added that the expert resource is a lecturer at the UM Sports Science Faculty, namely Febrita . In addition to interviews, observation and documentation are used to obtain accurate data. The process of data analysis, namely the data obtained, then reduces the data presentation of the data and finally draws conclusions. The validity of the data was obtained by calculating. Analysis using descriptive. The results of the study are the reason jaranan dance can be used as gross motor therapy for Autism Special School. State University Laboratory of Malang. And results of Rough Motoric Therapy Using the Jaranan Dance of Autistic Students at the Autism Special School. State University of Malang Laboratory. Keywords: Gross Motor Therapy. Autistic Students. Jaranan Dance. How to Cite: Prasetyo. M . Terapi Motorik Kasar Siswa Menggunakan Media Tari Autis pada Sekolah Luar Biasa Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Jurnal Penddikan dan Penciptaan Seni, 1. : 18-26. *E-mail: mokhamad. prasetyo1602526@students. ISSN 2550-1305 (Onlin. Mokhamad Prasetyo. Terapi Motorik Kasar Siswa Menggunakan Media Tari Autis pada Sekolah Luar Biasa Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang PENDAHULUAN Peneliti memperhatikan pembelajaran siswa autis di sekolah luar biasa di Universitas negeri malang. Sejak tahun 2007 siswa autis di Sekolah Luar Biasa Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang dalam pembembelajaran difokuskan untuk merehabilitasi kemampuan interaksi dengan menggunakan terapi motorik kasar. Kemampuan motorik yang dimaksud dapat disimak melalui penjelasan Kurniawati . :kemampuan motorik kasar adalah kemampuan mengkoordinasi gerkan otot-otot besar yaitu tangan, kaki dan keseluruhan anggota tubuh seperti halnya menari dan senam. Kemampuan motorik kasar membuat seseorang dapat melakukan aktivitas normal untuk berjalan, berlari, duduk, bangun, mengangkat benda dan melempar benda, tanpa terlatihnya motorik kasar pada seseorang, maka dikhawatirkan beberapa aktifitas dari seseorang tersebut akan terganggu karena bisa dikatakan bahwa memiliki kemampuan motorik kasar adalah salah satu bekal atau basic seseorang untuk melakukan sesuatu. Pernyataan di atas membuktikan bahwa melatih kemampuan motorik kasar pada peserta didik sangat penting, karena hampir seluruh kegiatan yang di lakukan oleh peserta didik diprakasai oleh kemampuan motorik kasar. Seperti penjelasan dari Pradipta . , tujuan utama dalam pembelajaran motorik kasar siswa adalah untuk memberikan bekal kemampuan gerak dasar siswa, sehingga kegiatan pembelajaran dapat terlaksana dengan Peneliti mengkaji usaha para guru di lingkungan Sekolah Luar Biasa Autis laboratorium di Universitas negeri malang dalam mengupayakan siswanya untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar, yaitu dengan menggunakan media seni tari. Tari yang digunakan sebagai terapi adalah tari Jaranan. Hal ini sangat berbeda dengan media terapi diseolah yang lain, yaitu menggunakan olah raga seperti yang dipaparkan oleh Burhaein . bahwa :Pelatihan aktifitas fisik bagi peserta didik sangat penting terutama pada kemampuan motorik kasarnya, pelatihan motorik kasar menggunakan metode olah tubuh atau olah raga dilakukan secara bertahap untuk menstimulus perkembangan secara menyeluruh. Olahraga yang di ajarkan di sekolah ditujukan untuk perkembangan besaran-otot yang digubnakan untuk kesipan pertumbuhan dan kematangan motorik kasar anak. Jika menyimak artikel yang diunggah di jurnal internasional tersebut, penanganan pembelajaran motorik kasar pada siswa autis beragam, salah satunya adalah melibatkan keluarga seperti yang ditulis oleh Tran . yaitu:Pembiasaan pelatihan anak autis tidak dapat disamakan satu anak dengan anak yang lain, salah satu yang penanganan yang dasar adalah perhatian langsung dari sang orang tua. Orang tua dipilih karena mereka adalah figure atau sosok yang pertama dilihat oleh seorang anak. Daya ingat anak autis yang lemah mengakibatkan kepercayaan diri mereka tidak bisa dibangun dengan mudah. Peran orang tua yang sering bertemu dan bertatap muka adalah salah satu cara yang karakteristik yang sering dilihat oleh anak autis disini yang dibutuhkan. Salah satu jurnal internasional tentang pembelajaran autis menggunakan media Robot. Robins . menyatakan bahwa:Pembelajaran motorik kasar menggunakan robot dinamai dengan AyAurora ProjectAy. Projek tersebut menggunakan robot dengan mekanisme dan bentuk menyerupai manusia, dan telah diuji kepada 14 orang anak autis, kinerja robot tersebut adalah mengintai dan mengamati pergerakan anak yang ada di depannya, dan juga menirukan pergerakan anak di depannya. Cara kerja robot ini bagaikan sebuah cermin. Penampakan robot yang menyerupai manusia dan keunikannya Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni, 1. 2021: 18-26 yang membuat anak autis tertarik Project ini cukup efektif dalam terapi motorik kasar anak autis, mengingat sikap anak autis yang sangat moody. Beberapa kutipan jurnal diatas mencerminkan sebagian kecil dari banyaknya metode kreatif yang di lakukan untuk menangani gangguan pada anak autis. Guru di Sekolah Luar Biasa Autis Universitas Negeri Malang menggunakan terapi motorik kasar dengan materi tari Jaranan, tentu menjadi topik penelitian yang menarik. Peneliti menyadari, bahwa wilayah penelitian ini tidak fokus dengan bidang kajian profesional yang selama ini dipelajari. Namun yang menjadi fokus adalah mengkaji aspek kinetik dari tari tradisional Jaranan yang telah digunakan sebagai media terapi. Jika hal ini memang memberikan kontribusi positif, sudah barang tentu hal ini menjadi wilayah pengkajian yang memberikan sumbangan besar terhadap bidang studi seni tari. Autis atau AuAutismAy adalah suatu gangguan perkembangan secara menyeluruh yang mengakibatkan hambatan dalam kemampuan sosialisasi, komunikasi dan juga perilaku, gangguan tersebut dapat diukur dari taraf ringan hingga taraf berat, sehingga ringan atau beratnya kondisi autis dari anak autis tidak dapat di pastikan (Rahayu, 2. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa anak dengan prediksi atau diagnosa autis adalah anak yang lemah dalam kemampuan dalam bersosialisai dan melakukan kegiatan, selayaknya anak di umur yang setara dengannya. Anak autis memiliki suatu kelamahan yang cukup menonjol yaitu pada kemampuan . Kemampuan motorik . ensori motori. dibagi menjadi dua yaitu motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar contohnya seperti berjalan, berlari, lompat, menendang, sedangkan motorik halus seperti membalik halaman buku, menggenggam, menulis, dan lain-lain. Menurut Apriani . kemampuan motorik kasar adalah kemampuan manusia yang bersifat berat atau memerlukan tenaga yang besar sedangkan motorik halus merupakan kemampuan manusia yang bersifat ringan dan sederhana. Fokus pada penelitian ini adalah pada kemampuan motorik kasarnya. Masalah dalam penelitian kali ini pun di dasari kesenjangan yang terjadi anatara beberapa teori tentang anak autis. Banyaknya teori yang menunjukan bahwa kemampuan Motorik Kasar pada anak autis sangat terganggu, dan lemahnya motorik kasar anak autis adalah salah satu kekurangan yang paling menonjol dan susah untuk di tangani atau Namun pada SLB Autis Laboratorium UM disana siswa autis diajarkan tari jaranan sebagai suatu terapi, penanganan pada gangguan motorik kasar mereka. Berdasarkan beberapa teori di atas menyababkan pandangan masyarakat tentang anak autis sulit untuk diasah kecerdasan, konektifitas sosial dan juga skill yang biasa dimiliki oleh siswa seumuranya salah satunya motorik kasarnya. Salah satu penanganan yang dapat dijadikan sebagai solusi dalam meredam dan melatih hambatan yang dialami oleh anak autis adalah dengan cara terapi. Pengaplikasian terapi pada anak autis harus didasari oleh beberapa gejala yang ada atau penyakit yang ingin di obati atau ditangani. Menurut Apriani . Terapi adalah suatu tindakan penangan dalam suatu penyakit, penanganan terapi harus didasari oleh gejala yang diderita karena terapi adalah suatu tindakan yang dilakukan sebagai alternatif dalam permasalahan di dunia medis dan pendidikan. Penanganan lemahnya motorik kasar pada anak autis menggunakan metode terapi adalah salah satu penanganan yang dilakukan di SLB Autis Laboratorium UM. Terapi sensori merupakan suatu penanganan pada gejala penyakit dengan cara memanfaatkan dan juga mengoptimalkan pergerakan tubuh yang ditargetkan, terapi ini juga erat hubungannya dengan kepekaan terhadap lingkungan (Waiman, 2. Mokhamad Prasetyo. Terapi Motorik Kasar Siswa Menggunakan Media Tari Autis pada Sekolah Luar Biasa Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang Berdasarkan kutipan tersebut memperjelas bahwa terapi sensori pada anak autis sangatlah diperlukan, mengingat bahwa respon gerak pada anak autis terganggu. Manfaat dari budaya tari sangat banyak dan dapat menjadi sebuah hobi positif yang dapat menunjang kreativitas dari peserta didik. Menurut Hidajat . Tari merupakan sebuah bentuk seni yang erat hubungannya dengan sebuah pengembangan kreatifitas dam pelatihan kepekaan terhadap sesama sehingga manfaat dari pendidikan seni tari bisa mengasah beberapa hal positif tersebut. Sehingga tidak mengherankan lagi apabila pengaplikasian seni tari di sekolah menjadikan peserta didik dapat terus mengembangkan bakat yang dimilikinya. Pada SLB Autis Laboratorium UM seni tari di jadikan sebagai suatu terapi penanganan kelemahan motorik kasar siswa autis disana. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan atau metode kualitatif, dimana jenis penelitanya adalah deskriptif (Deskriptif Kualitati. Sehingga fokus pada tujuan penelitian ini adalah proses analisis yang di lakukan peneliti dalam memecahkan permasalahan, kemudian hasil data yang diperoleh dituangkan ke dalam kata kata Sumber data yang menjadi prioritas peneliti disini adalah wawancara dengan narasumber yaitu Ninik selaku Koordinator gerak dan lagu sekaligus Pengajar dan terapis pada SLB Autis Laboratorium UM. Menurut Moleong . Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata kata dan tindakan selebihnya, adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Selain Narasumber narasumber utama peneliti menambahkan narasumber lain guna menguatkan data yang diperoleh. Diantaranya adalah . Dewi . selakuTerapis atau Pengajar, . Luthfil . selaku Koordinator Kurikulum dan kesiswaan. Peneliti menambahkan satu narasumber ahli yang diharapkan dapat memperkuat argumen narasumber sebelumnya yaitu Febrita . Tahu. Beliau adalah seorang dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan di Universitas Negeri Malang (UM). Peneliti di sini berperan sebagai instrumen utama dalam penelitian sehingga efektifitas sorang peneliti untuk terjun ke lapangan sangat berpengaruh, karena disini peneliti menentukan seberapa kualitas data yang didapatkan, dan bagaimana peneliti dapat menuangkan gagasan yang di dapat dalam sebuah observasi ke dalam penelitiannya. Analisa data penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu (Sugiyono. Aktifitas dalam analisa data terbagi menjadi 3 yaitu . reduksi data, . display data, . Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber yaitu wawancara dan pengamatan yang sudah di tuliskan dalam catatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar dan lain sebagainya (Moleong, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Alasan Tari Jaranan Dapat Digunakan Sebagai Terapi Motorik Kasar SLB Autis Laboratorium UM Guru SLB Autis Laboratorium UM memiliki beberapa alasan mengunakan tari Alasan inilah yang mendasari tari jaranan ini digunakan sebagai materi dalam terapi motorik kasar siswa autis. Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni, 1. 2021: 18-26 Gambar 1 Siswa Autis Yang Mengikuti Lomba Tari Anak Disabilitas Tingkat Jawa Timur Pengenalan Arah Pada Anak Autis. Pengenalan arah adalah salah satu hal terpenting dalam sebuah pembelajaran, terutama pada suatu terapi yang berfokus pada penanganan Arah digunakan sebagai salah satu kunci utama dalam sebuah terapi. Arah juga erat hubungannya dengan pergerakan motorik kasar. Terlatihnya kemampuan motorik kasar pastinya tidak lepas dari kemampuan untuk memahami arah. Karena pada dasarnya motorik kasar adalah suatu kemampuan untuk mengontrol pergerakan yang biasanya dilakukan sehari hari. Peryataan tersebut sesuai dengan pendapat dari Pandongan . yang menyebutkan Contoh dari motorik kasar adalah berjalan lurus kedepan, berjalan ke samping, berputar, menendang, melompat, mengayunkan pinggul, menggerakkan bahu ke atas dan ke bawah, menggerakkan kedua tangan lurus dan lain sebagainya. Gerakan pada tari jaranan mudah difahami anak autis. Tari jaranan yang pada Sekolah Luar Biasa Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang telah di terapkan sejak Tari jaranan ini dikenalkan oleh salah satu guru disana yaitu Ninik . Pada penelitian ini beliau juga berperan sebagai narasumber kunci atau narasumber Gerakan pada tarian inipun sudah di modifikasi oleh beliau sehingga ragam gerak yang di lakukan dibentuk menjadi lebih sederhana. Namun untuk musiknya tetap sama. Penyerdehanaan gerak contohnya gerakan yang dirasa terlalu memiliki kesan terlalu bervariasi dirubah menjadi simpel. Penyederhanaan gerak ini dilakukan karena kondisi anak autis yang sulit menerima instruksi dan dan berkonsentrasi. Hal ini serupa dengan penjelasan dari Yuwono . Autistik atau Autistic Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan neurobiologis yang sangat kompleks/berat meliputi gangguan pada aspek interaksi sosial, komunikasi dan bahasa, perilaku serta gangguan emosi bahkan motoriknya, gangguan tersebut dapat berimbas pada kegiatan keseharian dari anak autis. Gerakan Pada tari jaranan difungsikan pada gangguan otot propioseptif. Otot propioseptif adalah suatu sensor integrasi yang terdapat pada persendian seorang Sensor inilah yang membuat suatu gerakan yang dilakukan manusia bisa terkontrol atau . karaktiristik seorang yang memiliki gangguan pada motorik kasarnya adalah adalnya gangguan pada otot propioseptifnya. Hal inilah yang menjadikan salah satu alasan para guru untuk memilih tari jaranan digunakan sebagai terapi motorik kasar bagi siswa autis. Karena para guru beranggapan bahwa dengan melatih anak autis Mokhamad Prasetyo. Terapi Motorik Kasar Siswa Menggunakan Media Tari Autis pada Sekolah Luar Biasa Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang menggunakan tari jaranan maka diharapkan gangguan pada otot propioseptifnya dapat Karena pada tari jaranan ada beberapa ragam gerak yang bersifat pelatihan pada otot propioseptif contohnya, berlari, lompat kanan dan kiri, lompat di tempat. Pecutan, langkah kanan dan kiri dan sebagainya. Hal ini sesuai dengan teori dari Hakiki, . yang mengatakan, otot propioseptif dapat diartikan sebagai sensor yang mengatur kesadaran posisi tubuh seorang manusia dalam melakukan suatu gerakan, melatih otot propioseptif dilakukan dengan cara melakukan suatu gerakan secara berulang ulang. Musik dan gerakan pada tari Jaranan memebuat anak autis gembira. Karakteristik yang menonjol dari anak autis adalah mood mereka yang tidak stabil. Ketidakstabilan ini menjadi suatu kendala anak autis dalam segala bentuk pembelajaran. Hal ini mengakibatkan guru yang menangani anak autis harus bisa mengemas segala bentuk pembelajaran dan terapi menjadi lebih menyenangkan. Pada Sekolah Luar Biasa Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang guru menerapkan tari jaranan sebagai materi dalam terapi motorik kasar, karena para guru merasa bahwa ada perubahan ekspresi dan mood anak autis yang sangat signifikan. Hal ini sesuai dengan penjelasan dari Yuwono, . yang menjelaskan bahwa Autistik atau Autistic Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan neurobiologis yang sangat kompleks/berat meliputi gangguan pada aspek interaksi sosial, komunikasi dan bahasa, perilaku serta gangguan emosi bahkan motoriknya, gangguan tersebut dapat berimbas pada kegiatan keseharian dari anak autis. Hasil Terapi Motorik Kasar Menggunakan Tari Jaranan Siswa Autis Pada SLB Autis Laboratorium UM Peneliti mencoba untuk menjabarkan hasil dari terapi pada tari jaranan ini. Peneliti juga ingin mengungkapkan efektifitas dan perubahan yang di dapatkan disaat terapi motorik kasar ini dilaksanakan. Namun kondisi pandemik COVID-19 yang sedang terjadi di negara peneliti tepat pada masa penelitian, membuat peneliti tidak dapat meneliti dan mengobservasi data secara nyata. Bahkan pada beberapa proses wawancara peneliti mengalami kesulitan untuk bertemu secara langsung dengan narasumber, sehingga beberpa segmen wawancara peneliti memberi pertanyaan dan memperoleh data melalui Ragam Gerak Tari jaranan. Ragam gerak pada tari jaranan yang di gunakan pada materi terapi motorik kasar siswa autis di sekolah Luar Biasa Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Telah mengalami perubahan dari bentuk aslinya. Karena ragam gerak pada tari tersebut dalam hal ini difungsikan sebagai materi dalam terapi motorik kasar siswa autis. Meskipun ragam gerak yang di praktekkan pada sekolah tersebut sejak tahun 2009 ini mengalami perubahan. Namun tidak mengurangi karakter dinamis dalam tari jaranan tersebut. hal ini berhubungan dengan teori dari Pandongan . Tari jaranan adalah tarian yang menggunakan kuda terbuat dari bambu yang dianyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda dan gerakan pada tari ini bersifat Ragam gerak tari jaranan pada Sekolah Luar Biasa Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang memiliki 7 ragam gerak, yang terdiri dari 1 ragam gerak Transisi dan 6 Ragam gerak inti. Ragam gerak transisi terdiri dari : . Gerakan pertama. Ragam gerak inti terdiri dari: . Gerakan kedua, . Gerakan lompat kanan kiri, . Gerakan keempat, . Gerakan kelima, . Gerakan Pecutan, . Gerakan Ketuju. Terdapat 3 kali pengulangan dari seluruh ragam gerak, sehingga dalam satu kali terapi siswa autis menarikan ragam gerak ini sebanyak 3 kali rangkaian. Seperti yang dijelaskan Sumaryono . yang Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni, 1. 2021: 18-26 mengatakan: Tari jaranan atau kuda lumping merupakan tari kerakyatan yang berkembang di desa-desa wilayah jawa, ciri khas yang paling melekat pada tarian ini adalah penarinya menggunakan properti kuda AujaranAy yang biasa disebut AueblekAy, ragam gerak khas pada tarian ini ada beberapa yaitu AuonclangAy. AumecutAy. AuGedukAy. AutanjakAy. AusirikAy Aulengkang kangkungAy dan lain sebagainya. pada umunya tari jaranan dilakukan berpasangan dan menggambarkan suatu peperangan bersenjatakan pecut, . ciri khas yang menonjol pada tarian ini adalah ketika satu orang atau lebih penarinya kemasukan roh AundadiAy. Menurut narasumber ahli dan didukung dengan beberapa teori yang berhubungan dengan dasar motorik kasar dapat disimpulkan bahwa. dasar gerak dalam motorik kasar dibagi menjadi 3 yaitu: . Gerak Lokomotor . Gerak Non Lokomotor . Gerak Manipulatif. Ketiga pembagian tersbut memiliki perbedaan yang signifikan namun memiliki satu rumpun yang sama yaitu Motorik Kasar. Hal ini sejalan dengan apa yang dijeaskan oleh Farida . 6 : . yang mengatakan:Ada tiga kemampuan yang harus di optimalkan dalam perkembangan motorik kasar pada anak. Ketiga kemampuan tersebut tidak dapat dipisahkan, dan terbagi menjadi 3 yaitu . Keterampilan Lokomotor: yang berarti pelatihan gerak motorik kasar anak dengan cara berpindah posisi seperti berjalan, berlari, loncat dan meluncur. Keterampilan Non- Lokomotor yang berarti pelatihan gerak motorik kasar anak dengan cara menggerakan angota tubuh tanpa adanya perubahan posisi, seperti lompat di tempat, mengayunkan pergerakan tangan dan kaki. Keterampilan Manipulasi atau keterampilan untuk memproyeksi dan mengeksplorasi gerak dengan suatu alat, seperti menangkap dan melempar benda. Kemampuan Gerak Lokomotor. Adalah sebuah prilaku atau kemampuan dasar yang bertujuan untuk melatih pergerakan seorang anak dengan cara, bergerak sekaligus memindahkan posisi tubuh dari suatu tempat ke tempat lainnya, contohnya seperti : Berjalan. Berlari. Melompat. Meluncur Dan lain sebagainya. Kemampuan Gerak Non- Lokomotor atau Stasioner. Adalah sebuah perilaku atau kemampuan dasar yang bertujuan untuk melatih gerak motorik kasar dengan cara bergerak tanpa memindahkan posisi tubuh, sehingga pergerakan seorang anak tersebut tetap pada porosnya contohnya seperti Meliukkan badan, menolehkan kepala, melompat di tempat, mengangkat kaki atau tangan dan sebagainya. Kemampuan Gerak Manipulatif atau Stilasi & Distorsi Movement. Adalah sebuah perilaku atau kemampuan dasar yang bertujuan untuk melatih gerak motorik kasar dengan cara memanipulasi, memproyeksi atau memainkan obyek, benda atau alat menggunakan tangan kaki atau bagian tubuh yang lainnya contohnya seperti memegang bola, menendang bola, melempar kayu dan lain sebagainya. Berdasarkan kajian yang peneliti lakukan dengan dua sampel siswa autis maka dapat diperoleh bahwa ada perbedaan kemampuan dari kedua siswa autis pada tabel tersebut, kedua sampel anak autis tersebut meliputi Wima . Tahu. dapat melakukan 80 % gerakan tari jaranan, sedangkan Haris . Tahu. dapat melakukan 70 % gerakan tari jaranan, berdasarkan gerak yang dicontohkan oleh koordinator gerak dan lagu yaitu Ninik . Tahu. Perbedaan tersebut sudah wajar terjadi mengingat kondisi autisme dari anak autis satu dengan yang lainnya berbeda, dengan kata lain tidak dapat disamaratakan. SIMPULAN Alasan tari jaranan digunakan sebagai materi dalam terapi motorik kasar siswa autis di Sekolah Luar Biasa Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang adalah: . Mengenali dan memahami arah pada anak autis dapat berguna bagi keseluruhan siklus Mokhamad Prasetyo. Terapi Motorik Kasar Siswa Menggunakan Media Tari Autis pada Sekolah Luar Biasa Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang pembelajaran maupun terapi yang di lakukan. Hal ini terjadi karena apabila anak autis sudah memahami arah maka proses terapi, dan perilaku meraka di kehidupan nyata dapat lebih terkontrol khususnya pada sensor motorik kasar mereka, . Gerakan pada tari jaranan yang di lakukan pada Sekolah Luar Biasa Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang mudah difahami oleh anak autis. Hal itu terjadi karena gerakan tari jaranan yang di terapkan adalah hasil modifikasi dari gerakan yang aslinya. Gerakan yang mudah bukan berarti gerakan tersebut tidak memiliki manfaat. Tari jaranan dipilih untuk materi dalam terapi motorik kasar karena, ragam gerka pada tarian tersebut diyakini para guru Sekolah Luar Biasa Autis Laboratorium Universtias Negeri Malang, dapat menangani kelemahan pada otot propioseptifnya. Otot propioseptif adalah sensor integrasi yang terdapat pada persendian manusia. Terlatihnya otot propioseptif dapat menjadikan gerakan yang dilakukan manusia bisa luwes dan terkontrol dan . Gerakan pada tari jaranan dipercaya guru dapat membuat suasana hati atau mood anak autis lebih senang dan gembira. Beberpa hal yang membuat merka gembira adalah, musik yang di putarkan, gerkan yang dinamis, eblek jaranan dan pecut yang mereka pergunakan dalam terapi. DAFTAR PUSTAKA