Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No.1 Juni, 2025 : 48-62 PERAN KEPALA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU di MA SYAMSUL MAARIF PRAYA BARAT LOMBOK TENGAH Rinayanti Ulfa Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto suryaadjipangesti@gmail.com Mohammad Maulana Nur Kholis Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto maulanaazhari84@gmail.com Ashari Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto ashari@uac.ac.id Abstract The purpose of this research To analyze the role of the principal to improve teacher professionalism at MA Syamsul Ma'arif Praya Barat. 2) to analyze teacher professionalism at MA Syamsul Ma'arif Praya Barat. This study uses a qualitative research type with a case study approach. Data collection techniques use observation, interviews, and documentation. The analysis techniques used in this study are data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions. To test the validity of the data is triangulation of techniques and sources. The results of the study show that 1) The role of the principal to improve teacher professionalism at MA Syamsul Ma'arif Praya Barat. The principal of Syamsul Ma'arif has carried out his duties as a principal, namely, the role of the principal as an educator, manager, supervisor, administrator, and motivator in accordance with his vision and mission. Therefore, the program steps can run according to the existing plan, such as preparing plans, coordinating activities, carrying out supervision, and evaluating activities. (2) Professionalism of teachers at MA Syamsul Ma'arif Praya Barat. For professional teachers at MA Syamsul Ma'arif Praya Barat, it seems that the teachers have tried to become professional teachers where they always provide motivation to increase students' interest in learning. Keywords: The role of the principal, improving teacher professionalism Abstrak Tujuan penelitian ini 1) Untuk menganalisis Peran kepala sekolah untuk meningkatkan profesionalitas guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat. 2) untuk menganalisis Profeionalitas guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik 48 Rinayanti Ulfa, Mohammad Maulana Nur Kholis, Ashari: Peran Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Di Ma Syamsul Maarif Praya Barat Lombok Tengah pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data adalah triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Peran kepala sekolah untuk meningkatkan profesionalitas guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat. Bawasannya kepala sekolah Syamsul Ma’arif sudah melakukan tugasnya sebagai kepala sekolah yakni, peran kepala sekolah sebagai Educator, manager, supervisor, administrator, dan Motivator sesuai dengan visi, dan misinya. Maka dari itu langkah-langkah programnya bisa berjalan sesuai dengan rencana yang ada seperti menyusun perencanaan, mengkoordinasikan kegiatan, melakukan pengawasan, evaluasi terhadap kegiatan (2) Profesionalitas guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat untuk profesional guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat bawasanya guru-guru sudah berusaha untuk menjadi guru yang profesional dimana mereka selalu memberikan motivasi untuk meningkatkan minat peserta didik dalam pembelajaran. Kata Kunci : Peran kepala sekolah, meningkatkan profesionalitas guru PENDAHULUAN Pendidik profesional yang memiliki kompetensi pendidikan dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendorong transparansi dalam pelaksanaan sistem pendidikan nasional tidak dapat dipisahkan dari pendidikan berkualitas tinggi. Sangat penting bagi guru untuk memiliki keterampilan profesional yang diperlukan untuk meningkatkan proses pembelajaran dan menginspirasi siswa untuk belajar dan berhasil. Karena pendidik yang berkualitas lebih siap untuk menerapkan strategi pengajaran, menyampaikan materi dengan menarik, dan fokus tidak hanya pada pembelajaran siswa secara keseluruhan tetapi juga pada potensi pertumbuhan dan perkembangan mereka, yang mencakup komponen kognitif, afektif, dan psikomotorik.1 Kepala sekolah dapat menjadi sumber daya yang berharga untuk meningkatkan kompetensi guru, karena mereka memainkan peran penting dalam meningkatkan standar pengajaran di lembaga mereka. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengelola sekolah dapat berkontribusi terhadap kemajuan profesionalisme guru melalui usahanya sendiri maupun program yang telah dilaksanakan. Pada hakikatnya manajer mengawasi dan mengendalikan seluruh sumber daya dan potensi sekolah melalui tahapan pengorganisasian, perencanaan, pengerahan, Sulastri Sulastri, Happy Fitria, dan Alfroki Martha, “Kompetensi Profesional Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan,” Journal of Education Research 1, no. 3 (1 Desember 2020): 262, https://doi.org/10.37985/jer.v1i3.30. 1 Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 48-62 49 Rinayanti Ulfa, Mohammad Maulana Nur Kholis, Ashari: Peran Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Di Ma Syamsul Maarif Praya Barat Lombok Tengah dan pengawasan potensi yang membantu sekolah mencapai tujuan pendidikannya. Begitulah cara kepala sekolah dalam kapasitasnya sebagai manajer menjalankan fungsi manajemen.2 Kepala madrasah seharusnya lebih paham terhadap visi misi yang ada. Karena hakikatnya menjadi kepala madrasah ialah pemimpin yang menggerakkan, mengondisikan, memotivasi mempengaruhi serta membimbing semua warga madrasah untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Adapun peran serta tugas yang diemban sebagai kepala madrasah dapat disingkat menjadi MASLIEM manager, administrator, supervisor, leader, inovator, educator,dan motivator.3 Peran utama kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan pada suatu sekolah dapat Menciptakan lingkungan belajar yang baik bagi siswa, belajar yang memungkinkan guru lebih efektif dalam menumbuhkan semangat siswa dalam belajar merupakan tanggung jawab utama kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di suatu sekolah. Sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah mempunyai dua tanggung jawab yang harus dipenuhi: mengelola sekolah sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dan menerapkan program yang meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan tugas pengajaran dan mengarahkan perkembangan siswa.4 Oleh karena itu, upaya kepala sekolah dalam meningkatkan taraf pendidikan difokuskan pada peningkatan profesionalisme dan kompetensi guru. Inisiatif ini sangat diperlukan karena berpotensi menghasilkan output pendidikan sekolah yang berkualitas. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanggung jawab dan peran guru juga menjadi semakin berat. Tercapainya pendidikan yang berkualitas dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tidak terlepas dari kompetensi yang dimiliki guru.5 Sebagai pemain kunci dalam sistem pendidikan, mereka harus mampu menyamai atau bahkan melampaui kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibuat masyarakat. Hal ini bertujuan agar guru mampu menghasilkan siswa-siswa berkompetensi tinggi yang siap dengan percaya diri menghadapi tantangan hidup baik saat ini maupun di masa depan. Pendidikan di sekolah harus mampu meningkatkan taraf profesionalisme akademik dan mental para gurunya. Menurut Louis V. Gerstner, Jr dkk. dalam Kunandar, menyatakan bahwa diperlukan madrasah unggul yang mempunyai kualitas sebagai berikut: 1) kepala 2 Samsilayurni, “Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Dan Manajer Sekolah,” ResearchGate, 22 Oktober 2024, 284, https://doi.org/10.52690/jitim.v2i2.284. 3 Ashari dan Zakariyah, “Peran Kepala Madrasah Sebagai Educator Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto,” Indonesian Journal of Islamic and Social Science 2, no. 1 (17 Juni 2024): 3. 4 Dina Huriaty, Zefani Esterani, dan Muhammad Saufi, “Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru,” Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan -- Edisi Khusus ISETA, 23 Agustus 2022, 1–15, https://doi.org/10.33654/iseta.v1i0.1858. 5 Ashari dan Zakariyah, “Peran Kepala Madrasah Sebagai Educator Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto,” 4. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 48-62 50 Rinayanti Ulfa, Mohammad Maulana Nur Kholis, Ashari: Peran Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Di Ma Syamsul Maarif Praya Barat Lombok Tengah madrasah yang dinamis, outgoing, bebas membimbing orang lain menuju visi keunggulan akademik; 2) visi, misi, dan rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan; 3) guru yang berkompeten, berjiwa kader, dan selalu bersemangat dalam melaksanakan tanggung jawab profesionalnya dengan cara baru; 4) siswa yang sibuk dan bersemangat yang berusaha keras untuk mewujudkan perilaku belajar; 5) masyarakat dan orang tua yang mendukung pendidikan.6 Alasan mengapa pendidikan di Indonesia saat ini sangat rendah adalah karena pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menyebabkan pertumbuhan penduduk yang tinggi setiap tahunnya yang tidak diimbangi oleh kondisi politik dan ekonomi negara tersebut. Ada dua hal yang membuat mutu pendidikan di indonesia itu rendah (1) pengajaran yang membosankan-banyak guru hanya membaca satu buku di setiap kelas. (2) budaya menyontek yang semakin lazim di kalangan siswa, terutama saat ujian. Karena siswa yang menyontek hanya ingin mendapat nilai bagus dan tidak mau bekerja keras di kelas, maka menyontek dapat menurunkan kualitas pendidikan. (3) Guru yang tidak mendorong percakapan malah hanya menceramahi, membuat siswa bosan, dan jarang mengajak siswa ikut berdebat, sehingga siswa merasa bosan dan jarang meminta siswa untuk berpartisipasi dalam diskusi, membiarkan mereka berbicara secara mandiri dan menghindari terlalu banyak perhatian. dan peran yang dimainkan oleh guru-guru yang berkualitas dan profesional, karena kontribusi mereka dalam meningkatkan profesionalisme guru sangatlah penting Untuk mengembangkan kompetensi guru, sosok pemimpin dalam hal ini kepala sekolah harus mampu mengelola aspek administrasi dan teknis pembelajaran. Contohnya termasuk menawarkan peluang sertifikasi guru, pengembangan profesional, dan pelatihan; penyediaan fasilitas penunjang pembelajaran; memastikan jam pembelajaran didistribusikan secara merata; memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan; dan pemberian insentif berdasarkan tugas dan tanggung jawab selama mereka menyelesaikan tugas Selain beberapa fakta yang terjadi di atas berdasarkan pra observasi yang dilakukan peneliti juga menemukan beberapa permasalahan yang terjadi di MA Syamsul Maarif Praya Barat, Lombok tengah yaitu masih banyaknya guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidang studinya, dan ada bebarapa hambatan kepala sekolah untuk meningkatkan profesionalitas guru yang ada di lembaga yaitu kurangnya memberikan pelatihan-pelatihan karena disebabkan alokasi dana yang ada, masih banyak guru yang kurang kompeten dalam memanfaatkan teknologi yang disiapkan tapi sekalipun demikian kepala sekolah selalu memberikan arahan dan motivasi minimal satu kali seminggu dalam acara apel bendera hari senin. 7 Guru mempunyai kemampuan untuk menghasilkan peserta didik yang berkaliber tinggi dalam bidang akademik, keterampilan, perkembangan emosi, kematangan moral, dan spiritualitas. Generasi masa depan akan dibesarkan dengan cara ini, siap 6 Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008), 37. 7 Ihsan, Wawancara, 2023. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 48-62 51 Rinayanti Ulfa, Mohammad Maulana Nur Kholis, Ashari: Peran Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Di Ma Syamsul Maarif Praya Barat Lombok Tengah menghadapi kesulitan di zaman mereka. Oleh karena itu, diperlukan tenaga pendidik yang berkualifikasi tinggi, berkompeten, dan berkomitmen dalam menjalankan tugasnya dengan baik. Kondisi guru di atas sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, satu-satunya pilihan adalah mendukung semangat belajar para pendidik untuk membantu mereka menjadi guru yang lebih kompeten melalui seminar, banyak membaca, menulis, dan berdiskusi, serta merencanakan dan menciptakan jaringan eksternal. Memasukkan program pendidikan dan pelatihan serta kegiatan lainnya merupakan salah satu caranya. karena tanpa niat yang kuat dari sang guru, usaha tersebut tidak akan membuahkan hasil. Karena pengembangan mutu pada hakikatnya adalah persoalan kebutuhan pribadi guru itu sendiri, maka tidak ada orang lain yang dapat bertanggung jawab atas peningkatan dan pengembangan kompetensi selain pengajar. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kepala madrasah dalam meningkatkan profesional guru. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul: “Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru di MA Syamsul Maarif Praya Barat Lombok Tengah. Fokus pada penelitian ini adalah 1) Bagaimana peran kepala sekolah untuk meningkatkan profesionalitas guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat?; 2) Bagaimana profesionalitas guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat? METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yakni pendekatan yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam mengenai suatu hal yang diteliti baik berupa program, peristiwa, kegiatan/aktivitas dan lainnya bertujuan untuk memperoleh pengetahuan/informasi secara mendalam tentang hal tersebu.8 Jenis penelitian ini mengarahkan adanya prosedur yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku-perilaku yang diamati sehingga dapat dianalisa dan disusun secara sistematis. Dengan begitu peneliti dapat mengungkap dan berusaha mengklarifikasi realitas tentang fungsi eksekusif kepala sekolah dalam meningkatkan profesioanlitas guru di MA Syamsul Ma’arif pampang, Praya Barat, Lombok tengah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data penelitian ini menggunakan paradigma Miles dan Huberman, yang mencakup tiga proses yakni reduksi data, penyajian data, dan inferensi/verifikasi. Sedangkan untuk menguji keabsahan data, peneliti menggunakan teknik pemeriksaan keabsahan data triangulasi teknik dengan sumber yang berbeda-beda. 8 ashari Dan Zakariyah, “Peran Kepala Madrasah Sebagai Educator Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.” Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 48-62 52 Rinayanti Ulfa, Mohammad Maulana Nur Kholis, Ashari: Peran Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Di Ma Syamsul Maarif Praya Barat Lombok Tengah KONSEP DASAR Kata kepala madrasah dua istilah penting "kepala" dan "madrasah " membentuk kata benda kepala madrasah. "Kepala" mengacu pada kepala perusahaan, organisasi, atau pendirian. Sementara itu, madrasah adalah tempat di mana para siswanya mengajar dan menerima pengajaran.9 Dari sini, mudah untuk menyimpulkan bahwa kepala madrasah adalah seorang guru yang memenuhi syarat dan bertugas mengawasi lembaga pendidikan tempat pengajaran dan pembelajaran berlangsung. Kepala madrasah bertugas merencanakan program pendidikan, mengelola sekolah, melatih guru tambahan, dan mempekerjakan serta memelihara infrastruktur dan bimbingan.10 Dalam melaksanakan tugasnya sebagai kepala madrasah dalam suatu lembaga pendidikan maka kepala Kepala Madrasah madrasah harus mampu melakukan fungsi dan perannya yang disingkat dengan MASLIEM (Manajer, Administrator, Suvervisor, Leader, Inovator, Educator dan Motivator).11 mempunyai 7 fungsi utama, yaitu : 1. Sebagai Manajer Penyelenggaraan Sekolah perlu memiliki rencana untuk memberdayakan guru dengan bekerja sama dan memberi mereka kesempatan. untuk mengembangkan karir bagi mereka untuk secara efektif melaksanakan tanggung jawab manajerial mereka dan maju ketertiban di antara semua tenaga kependidikan dalam semua kegiatan yang mendukung prakarsa Pendidikan. 2. Sebagai Administrator Salah satu dari sekian banyak pekerjaan manajemen administrasi yang bekerja sangat langsung dengan kepala sekolah sebagai administrator adalah mencatat, mengumpulkan, dan mendokumentaskan semua program sekolah. Kapasitas untuk mengelola bidang-bidang berikut secara khusus dibutuhkan kepala sekolah: kurikulum, siswa, personal, Gedung dan infraststruktur, kearsipan, dan administrasi keuangan. Untuk mendongkrak produktivitas sekolah, tugas-tugas tersebut harus dilaksanakan dengan baik dan efesien. 3. Sebagai Supervisor Kegiatan yang paling penting di sekolah adalah belajar untuk mencapai tujuan Pendidikan dan meningkatkan produktivita dan efektivitas pembelajaran menjadi prioritas utama dalam seluruh oprasional organisasi sekolah. Akibatnya, 9 ashari Ashari, “Peran Kepala Madrasah Sebagai Educator Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah Pacet Mojokerto” (masters, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim, 2023), 20, http://repository.uac.ac.id/id/eprint/2582/. 10 Andang, Manajemen dan Kepemimpinan kepala sekolah (Konsep, Strategi, dan Inovasi Menuju Sekolah Efektif (Yogyakarta: Gerbang Media, 2014), 54. 11 Ashari, “Peran Kepala Madrasah Sebagai Educator Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah Pacet Mojokerto,” 27. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 48-62 53 Rinayanti Ulfa, Mohammad Maulana Nur Kholis, Ashari: Peran Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Di Ma Syamsul Maarif Praya Barat Lombok Tengah salah satu peran prinsip adalah bertindak sebagai pengawas, yaitu dengan memantau pekerjaan yang dilakukan oleh staf pengajar. 4. Sebagai Leader Prinsipnya harus bias mendelegasikan tugas, menginspirasi staf pengajar, dan membutuhkan dialog terbuka sebagai seorang pemimpin. Wahjosumejo menekankan perlunya kepala sekolah memiliki kepribadian unik yang menggabungkan kepribadian, kemampuan dasar, pengalaman, dan keahlian mata pelajaran dengan kemampuan dasar, pengalaman, dan keahlian mata pelajaran dengan kemampuan administrasi dan manajerial. Integritas, jaminan, akuntabilitas, keberanian untuk mengambil kesempatan dan membuat pilihan, serta tanggung jawab akan menjadi ciri utama seorang pemimpin, kesabaran hati, kestabilan hati, ksetabilan emosi, dan perilaku yang patut ditoleransi. 5. Sebagai innovator Kepala sekolah harus mengambil pendekatan yang tepat untuk melaksanakan tanggung jawab mereka dan memproyeksikan citra inovatif. Mereka harus menciptakan model pembelajaran baru, mencari perspektif segar, mengintegrasikan semua kegiatan, dan menjadi panutan bagi seluruh staf pengajar di sekolah. 6. Kepala sekolah sebagai Educator Idenya adalah untuk menetapkan strategi untuk meningkatkan profesionalisme staf pengajar dilembaga sehingga mereka dapat memenuhi tanggung jawab mereka sebagai penidik. Menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, menawarkan bimbingan kepada anak-anak, menyemangati semua pemdidik, dan menerapkan strategi pengajaran yang menarik sperti pengajaran tim, mengubah kursus, kesempatan belajar yang dipercepat untuk siswa yang lebih pintar dari rata-rata. Salah satu tanggung jawab kepala sekolah dalam hal pengawasan terhadap tenaga pengajar adalah menyelenggarakan program pemeliharaan dan pengembangan profesi guru. Dalam hal ini rapat rencana kerja yang disebut juga rapat kerja tahunan (Rapat Kerja Tahunan) dilaksanakan oleh kepala sekolah pada akhir tahun ajaran. Rencana kerja jangka menengah (empat tahun) yang dituangkan dalam rencana kegiatan dan anggaran sekolah/madrasah, yang merupakan istilah lain dari RKT. rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah/madrasah, sebagai landasan rencana kerja tahunan (RKT) sekolah/madrasah. Salah satu unsur perencanaan program sekolah adalah rencana kerja sekolah. Sebagai landasan bagi penyelenggara sekolah untuk mendorong peningkatan kualitas lulusan, rencana kerja sekolah menguraikan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu (Lampiran Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007).12 12 Permendiknas, No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah., 2007. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 48-62 54 Rinayanti Ulfa, Mohammad Maulana Nur Kholis, Ashari: Peran Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Di Ma Syamsul Maarif Praya Barat Lombok Tengah 7. Sebagai motivator Kepala sekolah harus memiliki strategi untuk mendorong staf sekolah melakukan berbagai tanggung jawabnya, motivasi tersebut dapat ditingkatkan dengan menciptakan lingkunagn fisik yang tepat, menciptakan lingkunagan kerja yang tepat, melatih kedesiplinan, mendorong orang lain, menghargai keberhasilan, dan memberikan berbagai sarana belajar dengan menciptakan pusat-pusat sumber belajar.13 Guru yang profesional adalah guru yang mempunyai keterampilan dan pengetahuan unik di bidang pendidikan sehingga mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya. Tilar lebih lanjut menjelaskan bahwa seorang profesional melakukan pekerjaannya sesuai dengan standar industri, atau dengan kata lain, memiliki keterampilan dan disposisi yang dibutuhkan oleh bidang pekerjaannya. Guru yang telah memperoleh akreditasi resmi sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dengan memperhatikan kedudukan dan sejarahnya, disebut sebagai guru profesional. alasan sekolah resminya.14 Menyiapkan lingkungan bagi siswa untuk belajar (untuk menyelesaikan pekerjaannya sendiri) adalah bagian dari peran guru. Melakukan apa pun yang diperlukan untuk menyiapkan kurikulum bagi siswa adalah inti dari pekerjaan ini. Setelah siswa memasuki ruang kelas, peran guru adalah memantau mereka saat mereka bekerja, seperti halnya manajer lini praktik yang memantau karyawan di lini praktik.15 1. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran kepala sekolah untuk meningkatkan profesionalitas guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat. Berdasarkan hasil observasi wawancara dan dokumentasi yang telah dilakukan oleh peneliti yaitu, ada beberapah hal yang perlu di analisis berdasarkan rumusan masalah yang telah di paparkan di atas yakni, bagaimana Peran kepala sekolah untuk meningkatkan profesionalisme guru. Maka dengan ini mengacu pada hasil wawancara tentang persepsi dari masyarakat. Kepala sekolah/Madrasah Setelah mempunyai wewenang untuk mengawasi suatu lembaga pendidikan, pada akhirnya bertanggung jawab atas bagaimana lembaga tersebut menangani pendidikan. dipimpinnya. Administrator sekolah mempunyai andil besar dalam menentukan bagaimana suatu institusi pendidikan tinggi berkembang dan memburuk, dan hal ini termasuk meningkatkan profesionalisme guru. Maka dengan itu dari hasil penelitian ini dapat di analisis bagaimana peran kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalitas guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat yaitu kepala sekolah MA Syamsul Ma’arif sudah 13 E. Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007), 90–120. 14 Suyanto, dkk, Menjadi Guru Profesional Strategi Meningkatkan dan Kualitas Guru di Era Global (Jakarta: Erlangga, 2013), 21. 15 Michael Stephen Schiro, Teori Kurikulum (Jakarta: PT. Indeks Jakata, 2017), 126. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 48-62 55 Rinayanti Ulfa, Mohammad Maulana Nur Kholis, Ashari: Peran Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Di Ma Syamsul Maarif Praya Barat Lombok Tengah melakukan kunjungan kelas, dan memberikan pujian untuk keberhasilan guru dan siswa khususnya dalam pencapaiannya, dan mengadakan makan Bersama, serta mencontohkan dengan perilakunya. Hal ini berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui bagaimana profesionalitas guru di MA Syamsul Ma’arif pampang. Dan peran kepala sekolah sebagai manajer untuk meningkatkan profesionalitas guru dimulai dengan menyusun berbagai program, sebuah motivasi dari kepala sekolah, dan para guru lainnya agar pelaksanaannya berjalan dengan baik dan dapat berjalan sesuai tujuan yang ingin dicapai. Dari paparan data di atas sangant sesuai dengan kajian tori yang ada di bab 2 bawasanya menurut Purwanto, Ada 10 macam Pemimpin kepalah sekolah dapat menjadi ahli dalam pelaksanaan, perencanaan, pengawasan hubungan anggota, mewakili organisasi, pemberi penghargaan, berperan sebagai wasit, memegang tanggung jawab, menjadi pencipta, dan menjadi bapak.16 Akan tetapi di sekolah MA syamsul Ma’arif Praya Barat Yang masih memiliki hambatan bagi kepalah sekoalah dalam meningkatkan profesionalitas yang ada di Lembaga MA Syamsul Ma’arif dibawah naungan ponpes Modern Syamsul Ma’arif adalah yang pertama a). kurangnya memberikan pelatihanpelatihan karena disebabkan alokasi dana yang ada. b). masih banyak guru yang kurang kompeten dalam memanfaatkan teknologi yang disiapkan. Tapi sekalipun demikian kami selalu untuk memberikan arahan dan motivasi kepada mereka. Oleh karena itu tugas dan fungsi yang di lakukan kepalah sekolah MA Syamsul Ma’arif bawasanya tugas dan fungsi sebagai kepala madrasah adalah tidak lepas dari bagaimana merencanakan sehingga kedepannya Lembaga yang di kelola bisa mewujudkan yang lebih baik, sesuai visi dan misi yang ada, kemudian yang tidak kalah pandang lagi adalah mengorganisasikan dan mengawasi seluruh pelaksanaan kegiatan Pendidikan dan pengajaran disemua kelas, dengan demikian sebagai kepala sekolah mempuyai peran dan tanggung jawab yang besar tentunya memiliki programprogram untuk bagaimana program yang di usut berjalan sesuai dengan rencana yang ada, seperti mumulai dari menyusun perencanaan, mengkoordinasikan kegiatan, melakukan pengawasan, evaluasi terhadap kegiatan, mengatur proses pembelajaran sehingga ketika menemukan kendala atau permasalahan ketika evaluasi terhadap semua kegiatan yang ada. Tugas dan fungsi Kepalah sekolah MA Syamsul Ma’arif yaitu: a. Kepala sekolah sebagai Educator Dari hasil wawancara yang peneliti dapati mengenai dengan kepala sekolah sebagai educator adalah Kepalah sekolah MA Syamsul Ma’arif sudah menempatkan stragi-strategi demi profesionalisme staf-stafnya. Dengan demikian kepala sekolah syamsul Ma’arif sudah memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang kepalah sekolah dalam menciptakan 16 M. Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan (Jakarta: Rosdakarya, 2018), 65. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 48-62 56 Rinayanti Ulfa, Mohammad Maulana Nur Kholis, Ashari: Peran Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Di Ma Syamsul Maarif Praya Barat Lombok Tengah lingkungan belajar yang kondusif sehingga peserta didik merasah aman ketika proses pembelajaran. Untuk itu kepalah sekolah syamsul Ma’arif juga selalu memberikan semngat kepada peserta didiknya dalam rangka membangkit semngat dari peserta didik untuk lebih giat dalam belajar. Dari paparan data hasil yang peneliti temukan di lapangan maka sangat berkaitan dengan kajian tori bawasanya menurut E Mulyasa yaitu menetapkan strategi untuk meningkatkan profesionalisme staf pengajar di Lembaga sehingga mereka dapat memenuhi tanggung jawab mereka sebagai penidik. Menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, menawarkan bimbingan kepada anak-anak, menyemangati semua pemdidik, dan menerapkan strategi pengajaran yang menarik sperti pengajaran tim, mengubah kursus, kesempatan belajar yang dipercepat untuk siswa yang lebih pintar dari rata-rata.17 b. Kepala sekolah Sebagai Manager Dari hasil wawancara yang peneliti dapati mengenai dengan kepala sekolah sebagai menejer adalah Kepalah sekolah MA Syamsul Ma’arif melakukan penyelenggaran dan kerja sama oleh staf-stafnya untuk memberikan mereka pelung dalam bertanya apa yang mereka blum mengerti dengan demikian itulah salah satu tujuan kepala sekolah syamsul Ma’arif dalam mengembangkan karir-karir stafnya. Dengan cara itu kepalah sekolah syamsul bahri melaksanakan tanggung jawabnya sebagai ketertibaan semua tega kepndidikan dalam mendukung kegiatan-kegian dari staf-stafnya. Dari paparan data di atas sangat berkaitan dengan kajian teori yang berada di bab 2. Bawasanya Penyelenggaraan Sekolah perlu memiliki rencana untuk memberdayakan guru dengan bekerja sama dan memberi mereka kesempatan. untuk mengembangkan karir bagi mereka untuk secara efektif melaksanakan tanggung jawab manajerial mereka dan maju ketertiban di antara semua tenaga kependidikan dalam semua kegiatan yang mendukung prakarsa Pendidikan. c. Kepala sekolah Sebagai Supervisor Dari hasil wawancara yang peneliti dapati mengenai dengan kepala sekolah sebagai supervisor adalah Kepalah sekolah MA Syamsul Ma’arif sudah melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang evektif maka kepalah sekolah MA Syamsul Ma’arif selalu meningkatkan produktivitas dan kefektifitas dalam belajar dan itu adalah menjadi prioritas kepala sekolah syamsul Ma’arif. Dari paparan data di atas sangata berkaitan dengan kajian teori peneliti bawasanya Kegiatan yang paling penting di sekolah adalah belajar untuk mencapai tujuan Pendidikan dan meningkatkan produktivita dan efektivitas pembelajaran menjadi prioritas utama dalam seluruh oprasional organisasi sekolah. Akibatnya, salah 17 Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profesional, 97. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 48-62 57 Rinayanti Ulfa, Mohammad Maulana Nur Kholis, Ashari: Peran Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Di Ma Syamsul Maarif Praya Barat Lombok Tengah satu peran prinsip adalah bertindak sebagai pengawas, yaitu dengan memantau pekerjaan yang dilakukan oleh staf pengajar.18 d. Sebagai Motivator Dari hasil wawancara yang peneliti dapati mengenai dengan kepala sekolah sebagai motivator adalah Kepalah sekolah MA Syamsul Ma’arif selalu memberikan motivasi kepada staf-stafnya, karyawan dan peserta didiknya. Dengan demikian kepalah sekolah MA Syamsul Ma,arif selaluh memberikan yang terbaik pengawasan dan motivasi yang terbaik untuk mereka guna selalu menjaga keberhasilan suatu tujuan yang di inginkan bersama. Dalam rangka membangkit semngat-semngt mereka maka kepalah sekolah syamsul Ma’arif selalu memberikan motivasi. Dari paparan data di atas sangat berkaitan dengan apa yang peneliti tulis di kajian teori, bawasanya. Kepala sekolah harus memiliki strategi untuk mendorong staf sekolah melakukan berbagai tanggung jawabnya, motivasi tersebut dapat ditingkatkan dengan menciptakan lingkunagn fisik yang tepat, menciptakan lingkunagan kerja yang tepat, melatih kedesiplinan, mendorong orang lain, menghargai keberhasilan, dan memberikan berbagai sarana belajar dengan menciptakan pusat-pusat sumber belajar. e. Kepala sekolah Sebagai Administrator Dari hasil wawancara yang peneliti dapati mengenai dengan kepala sekolah sebagai administrator adalah Kepalah sekolah MA Syamsul Ma’arif selalu bertanggung jawab atas apa yang di lakukan di seakolah atau sesuatu yang berkaitan dengan sekolah, seperti halnya proses pembelajaran yang di laksanakan oleh sekolah tersebut. Dari data yang peneliti temukan di lapangan sangat berkaitan dengan kajian teori yng peneliti tulis. Bawasanya Kepala sekolah harus mengambil pendekatan yang tepat untuk melaksanakan tanggung jawab mereka dan memproyeksikan citra inovatif. Mereka harus menciptakan model pembelajaran baru, mencari perspektif segar, mengintegrasikan semua kegiatan, dan menjadi panutan bagi seluruh staf pengajar di sekolah. Sebagai manajer dan administrator lembaga pendidikan, kepala sekolah memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif. Instruktur yang luar biasa sebagian besar dihasilkan dalam lingkungan yang mendukung ini. Guru sebagai pendidik memegang peranan penting dalam pembangunan bangsa. Variabel-variabel tersebut merupakan salah satu penentu keberhasilan pendidikan suatu bangsa dan tidak dapat dipisahkan dari berbagai aspek kehidupan. Untuk meningkatkan profesionalisme guru, kepala sekolah hendaknya melibatkan guru secara aktif dalam kegiatan pengembangan profesional yang menunjang potensi dan kemampuannya sebagai guru, seperti pertemuan, 18 Mulyasa, 97. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 48-62 58 Rinayanti Ulfa, Mohammad Maulana Nur Kholis, Ashari: Peran Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Di Ma Syamsul Maarif Praya Barat Lombok Tengah pelatihan, dan bantuan teknis. Guru juga harus berpartisipasi aktif dalam Kelompok Kerja Guru Kepala sekolah sering mengadakan rapat untuk menilai kinerja stafnya, mempelajari hambatan yang mereka hadapi di kelas, dan mendiskusikan masalah yang muncul di setiap kelas. Selama sesi ini, guru dapat mengatasi masalah dan menemukan solusi untuk menjaga antusiasme mereka dalam mengajar tetap sinkron. baik antara instruktur dan murid atau kepala sekolah dan guru. Sebagai bagian dari inisiatif untuk meningkatkan profesionalisme guru, kepala sekolah juga memberikan dukungan kepada instruktur. 2. Profesionalitas Guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat Berdasarkan hasil temuan yang ada di lapangan mengenai dengan Profesionalitas guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat bawasanya untuk tingkat profesionalitas guru MA Syamsul Ma’arif Praya menjadi guru yang profesional tentunya harus menguasai dalam bidang apapun ketika sedang pembelajaran dan Kegiatan guru selama di dalam kelas supaya siswa semangat di dalam pembelajaran biasanya yang di lakukan guru kepada siswa adalah membuat suatu permainan di sela-sela pembelajaran, kita sebagai guru harus bisa memahami dengan cara membuat sebuah permainan yang semantik mungkin supaya siswa tertarik dan gembira dengan permainan tersebut. Intinya adalah guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat sudah berusaha untuk menjadi guru yang profesional dalam menumbuh kembangkan minat anak dalam pembelajaran akan tetapi masi ada kendala tertentu yaitu kurangnya fasilitas seperti meja dan kursi untuk siswa belajar. Nah disitulah semngat dari peserta didik berkurang. Akan tetapi guru MA Syamsul Ma’arif Praya Barat selalu berusah menjadi guru yang profesional guna membangkit semangat dari peserta didik. Dari paparan data mengenai guru MA Syamsul Ma’arif Praya Barat di atas tentunya sangan berkaitan dengan kajian teori yang di tulis peneliti bawasanya Guru merupakan pendidik professional dengan tanggung jawab pokok guru yang merupakan tenaga profesional di bidang pendidikan adalah memberi petunjuk, membimbing, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa pada pendidikan anak usia dini, pendidikan formal, pendidikan dasar, dan sekolah menengah. Sebagai profesional di bidang pendidikan, guru memiliki berbagai tanggung jawab yang melampaui lingkungan kelas tradisional proses belajar mengajar". Pendidik dapat berfungsi sebagai administrator, asesor, konselor, dan peran lainnya berdasarkan 10 kompetensinya. Guru MA Syamsul Ma’arif Praya Barat berusaha sepenuhnya untuk menjadi guru yang profesional Karena sejatinya seorang guru harus sungguh untuk mempunyai jiwa atau sifat professional untuk lebih mudah dalam menyampaikan apa yang disampaikan terhadap peserta didik dan juga didalam kelas. Untuk itu selaku guru yang profesional tentunya selalu memberikan sebuah motivasi terhadap peserta didik. Salah satu kendala sebagai guru dalam pembelajaran yaitu terkadang siswa yang sulit memahami materi yang diberikan Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 48-62 59 Rinayanti Ulfa, Mohammad Maulana Nur Kholis, Ashari: Peran Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Di Ma Syamsul Maarif Praya Barat Lombok Tengah dan tidak memperhatikan apa yang dijelaskan sehingga tidak memahami materi pembelajaran yang berlangsung. Kemudian ada kendala yang dialami seorang guru ketika pembelajaran berlangsung yaitu ketika pemahaman siswa yang berbeda-beda, salah satunya ada siswa yang sangat cerdas, sedang dan ada yang sangat rendah. Hal itu yang menjadi kendala pembelajaran yang berlangsung. Akan tetapi selaku guru yang profesional mampu mengetasi hal itu dengan baik. Dari paparan data di atas mengenai tingkat profesionalitas guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat bawasannya sangat berkaitan dengan hasil paparan peneliti di kajian teori untuk itu Setiap guru ingin siswa aktif mengikuti kegiatan pembelajaran, keaktifan siswa dalam pembelajaran adalah wujud semngat dan antusias mengikuti pembelajaran. Selain itu, siswa yang aktif di dalam kelas dapat dijadikan indicator bahwa mereka sudah siap mengikuti pembelajaran. Cara belajar siswa aktif yang terakhir adalah dengan selalu memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan keterampilan berfikir tingkat tinggi, pertanyaan tertutup yang hanya mengkofirmasi hapalan tidak akan membuat siswa tertantang. Dengan sebuah pertanyaan, permainan siswa dituntut berfikir kritis dan juga kreatif, dengan demikian siswa akan terlatih untuk belajar sealigus berpikir kritis dalam memecahkan yang dihadapinya Guru yang profesional adalah guru yang mempunyai keterampilan dan pengetahuan unik di bidang pendidikan sehingga mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya. Tilar lebih lanjut menjelaskan bahwa seorang profesional melakukan pekerjaannya sesuai dengan standar industri, atau dengan kata lain, memiliki keterampilan dan disposisi yang dibutuhkan oleh bidang pekerjaannya. Guru yang telah memperoleh akreditasi resmi sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dengan memperhatikan kedudukan dan sejarahnya, disebut sebagai guru profesional. alasan sekolah resminya.19 Seorang Guru harus menikmati apa yang dikerjakannya dan mengerjakannya dengan penuh perhatian dan tanggung jawab, dengan tetap menjaga sikap profesional. Karena tugas guru adalah mewariskan ilmu pengetahuan dan berbagai keterampilan kepada generasi penerus, maka guru harus mampu menjalankan perannya sebagai pelatih, pendidik, dan pendidik agar peserta didik dapat mencapai derajat pendidikan yang tinggi.20 Sebagaimna yang peneliti temukan di lapangan bawasaya guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat selalu memberikan yang terbaik dan selalu berusaha dalam menjadi kuru yang profesional. Akan tetapi yang peneliti temukan di lapangan terkadang guru MA Syamsul Ma’arif Praya Barat lali dalam tugas dan tanggung jawab sebagai guru contohnya masi ada guru yang tidak bisa mengunakan internetan yang di fasilitasi oleh kepalah sekolah. Untuk itu guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat Guru yang profesional adalah guru yang mampu meneimbangi segala 19 Suyanto, dkk, Menjadi Guru Profesional Strategi Meningkatkan dan Kualitas Guru di Era Global, 21. 20 Muchtar, Metode pembelajaran yang berhasil (Jakarta: CV. Sama Mitra Suksesa, 2003). Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 48-62 60 Rinayanti Ulfa, Mohammad Maulana Nur Kholis, Ashari: Peran Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Di Ma Syamsul Maarif Praya Barat Lombok Tengah sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran, Seorang guru di tuntut untuk kreatif dalam membuat suatu pembelajaran yang menarik dan inovatif untuk dapat di ajarkan oleh peserta didik demi mengembangkan kemampuan peserta didik dalam aspek apapun. Dengan demikian setiap guru pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing sama halnya guru-guru yang ada di MA Syamsul Ma’arif. PENUTUP Peran kepala sekolah untuk meningkatkan profesionalitas guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat. Bawasannya kepala sekolah Syamsul Ma’arif sudah melakukan tugasnya sebagai kepala sekolah sesuai dengan visi, dan misinya. Maka dari itu langkah-langkah programnya bisa berjalan sesuai dengan rencana yang ada seperti menyusun perencanaan, mengkoordinasikan kegiatan, melakukan pengawasan, evaluasi terhadap kegiatan. Akan tetapi masi ada kendala mengenai dengan fasilitas meja dan kursi untuk peserta didik belum terakomudir dengan baik. Profesionalitas guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat untuk profesional guru di MA Syamsul Ma’arif Praya Barat bawasanya guru-guru sudah berusaha untuk menjadi guru yang profsional dimana mereka selalu memberikan motivasi untuk meningkatkan minat peserta didik dalam pembelajaran. Akan tetapi masi kendala yang menyangkut dengan fasilitas internetan yang di sediakan oleh kepala sekolah namun masi ada guru yang tidak bisa mengunakan internetan dalam belajar. Dengan demikian ada juga yang masi kewalahan dalam memberikan materi ketika tidak sesui dengan profesinya. DAFTAR PUSTAKA Andang. Manajemen dan Kepemimpinan kepala sekolah (Konsep, Strategi, dan Inovasi Menuju Sekolah Efektif. Yogyakarta: Gerbang Media, 2014. Ashari, Ashari. “Peran Kepala Madrasah Sebagai Educator Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di Madrasah Bertaraf Internasional (MBI) Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.” Masters, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim, 2023. http://repository.uac.ac.id/id/eprint/2582/. Ashari, dan Zakariyah. “Peran Kepala Madrasah Sebagai Educator Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto.” Indonesian Journal of Islamic and Social Science 2, no. 1 (17 Juni 2024): 1–15. Huriaty, Dina, Zefani Esterani, dan Muhammad Saufi. “Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru.” Lentera: Jurnal Ilmiah Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 48-62 61 Rinayanti Ulfa, Mohammad Maulana Nur Kholis, Ashari: Peran Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Profesionalitas Guru Di Ma Syamsul Maarif Praya Barat Lombok Tengah Kependidikan -- Edisi Khusus ISETA, 23 Agustus 2022, 1–15. https://doi.org/10.33654/iseta.v1i0.1858. Kunandar. Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008. M. Ngalim Purwanto. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Jakarta: Rosdakarya, 2018. Michael Stephen Schiro. Teori Kurikulum. Jakarta: PT. Indeks Jakata, 2017. Muchtar. Metode pembelajaran yang berhasil. Jakarta: CV. Sama Mitra Suksesa, 2003. Mulyasa, E. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007. Permendiknas. No. 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah., 2007. Samsilayurni. “Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Dan Manajer Sekolah.” ResearchGate, 22 Oktober 2024. https://doi.org/10.52690/jitim.v2i2.284. Sulastri, Sulastri, Happy Fitria, dan Alfroki Martha. “Kompetensi Profesional Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan.” Journal of Education Research 1, no. 3 (1 Desember 2020): 258–64. https://doi.org/10.37985/jer.v1i3.30. Suyanto, dkk. Menjadi Guru Profesional Strategi Meningkatkan dan Kualitas Guru di Era Global. Jakarta: Erlangga, 2013. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 48-62 62