MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 ARTIKEL PENELITIAN PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN SEBELUM DAN SESUDAH PEMBERIAN VIDEO EDUKASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK DI SDN 009 PALARAN. SAMARINDA Amelita Rosalinaa. Indriana Dwi Kuntarib. Dame Rimmauli Simbolonc Program Studi Kedokteran Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Laboratorium Kedokteran Gigi Klinik RSUD Aw. Sjahranie. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Program Studi Profesi Dokter Gigi. Fakultas Kedokteran. Universitas Mulawarman Email: amelitar2505@gmail. Abstrak Rendahnya perilaku merawat kesehatan gigi dan mulut anak di Indonesia menyebabkan masalah kesehatan gigi dan mulut. Masalah kesehatan gigi dan mulut terbanyak di Kota Samarinda terjadi di Kelurahan Bukuan Kecamatan Palaran. Media video dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang baik serta dapat membantu meningkatkan pengetahuan pada anak mengenai kesehatan gigi dan mulut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan video edukasi kesehatan gigi dan mulut pada anak di SDN 009 Palaran. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain penelitian eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian ini dilakukan pada 174 siswa yang pilih dengan teknik stratified random sampling di SDN 009 Palaran pada bulan April 2023. Kemudian data dianalsia menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Didapatkan nilai rata-rata pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut pada anak sebelum diberikan media video sebesar 76,245 dan setelah pemberian sebesar 85,493. Setelah dianalisa . <0,. terdapat pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. Kata Kunci: Pengetahuan. Kesehatan Gigi dan Mulut. Edukasi. Video Abstract The low behavior of caring for children's teeth and mouth health in Indonesia causes dental and oral health Most dental and oral health problems in Samarinda City occur in Bukuan Village. Palaran District. Video media can be used as a good learning media and can help increase children's knowledge about dental and oral health. The Purpose of this study was to identify the level of knowledge before and after being given dental and oral health education videos to children at SDN 009 Palaran. This type of research is quantitative using an experimental research design with a one group pretest posttest design approach. This research was conducted on 174 students who selected using the stratified random sampling technique at SDN 009 Palaran in April 2023. Then the data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: Obtained an average value of knowledge about dental and oral health in children before being given video media was 245 and after giving it was 85. After analysis . <0,. there was an effect of educational videos on childrenAos dental and oral health knowledge. Keywords: Knowledge. Dental and Oral Health. Education. Video. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 PENDAHULUAN Kesehatan gigi dan mulut merupakan kebiasaan menjaga kebersihan mulut. bagian integral dari status kesehatan Perilaku merawat kesehatan gigi dan mulut anak di Indonesia yang masih Undang Undang Nomor 36 Tahun Kesehatan gigi dan mulut. Hal Riskesdas kesehatan gigi dan mulut dilakukan untuk menyatakan di Indonesia terdapat 28,9% memelihara dan meningkatkan derajat anak usia 5-9 tahun dan 25,2% anak usia 10-14 tahun yang mengalami masalah gigi pencegahan, pengobatan penyakit gigi, dan mulut. 3 Demikian juga terjadinya pemulihan dan peningkatan kesehatan peningkatan berdasarkan hasil Riskesdas Pelayanan kesehatan gigi dan mulut 2018 menyatakan bahwa terdapat 67,3% telah terprogram dan dilakukan secara anak usia 5- 9 tahun dan 55,6% anak usia 10-14 tahun yang mengalami masalah gigi dan mulut. Di Provinsi Kalimantan Timur pemerintah daerah, dan/atau masyarakat. hal yang sama terjadi terutama pada anak Kesehatan gigi dan mulut dilaksanakan usia 5-9 tahun terdapat 71,7% dan terdapat 62,9% pada anak usia 10-14. perseorangan, pelayanan kesehatan gigi Berdasarkan data pada tahun 2021, masyarakat serta usaha kesehatan gigi jumlah kasus gigi yang terjadi pada 1 Penekanan usaha kesehatan gigi Kelurahan Bukuan Kecamatan Palaran dan mulut harus menjadi perhatian yang signifikan dalam pembangunan kesehatan Berdasarkan uraian di atas dapat pada seluruh masyarakat. Usia sekolah disimpulkan bahwa jumlah anak yang merupakan usia yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik meningkat setiap tahunnya. Jumlah kasus Masa ini disebut juga masa kritis gigi terbanyak terjadi di Kelurahan Bukuan karena pada masa inilah anak mulai Kecamatan Palaran menurut Kecamatan membentuk kebiasaan yang cenderung dan Kelurahan yang terdapat di Kota bertahan hingga dewasa, salah satunya Samarinda. Pendidikan kesehatan gigi dan MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 mulut merupakan upaya atau aktivitas sekolah dasar. 8 Hal ini juga didukung dengan penelitian yang sudah dilakukan meningkatkan kesadaran akan kesehatan sebelumnya bahwa pendidikan kesehatan gigi dan mulut. Dalam proses promosi gigi dan mulut dengan media video membantu dalam menyampaikan pesan menggosok gigi pada siswa di SDN Dolopo Media merupakan salah satu Madiun. 9 Fakta yang terjadi di lapangan Kecamatan kesehatan dalam menyampaikan bahan, materi, dan pesan-pesan kesehatan untuk Kecamatan membantu dan memperagakan sesuatu Manusia Kabupaten Kelurahan Bukuan Palaran pendidikan kesehatan gigi dan mulut pada anak dengan menggunakan media audio- SDN Dolopo Maka dari itu peneliti tertarik untuk menerima sesuatu yang baru. Untuk mengatasi hal tersebut maka AoAVAAo (Audio Visual Aid. seperti televisi dan video akan pemberian video edukasi kesehatan gigi dan mulut pada anak di Sekolah Dasar pengetahuan yang telah diterima oleh Negeri 009 Kelurahan Bukuan Kecamatan manusia, sehingga apa yang diterima akan Palaran Kota Samarinda. lebih lama tinggal atau disimpan dalam Beberapa menyatakan bahwa media video dapat METODE PENELITIAN Metode digunakan sebagai media pembelajaran penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan pendekatan one group meningkatkan pengetahuan pada anak. pretest posttest design. Penelitian ini Hasil SDN dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 009 Palaran Samarinda pada bulan April 2023. penyuluhan menggunakan media audio Populasi penelitian ini adalah siswa kelas 3 visual efektif untuk digunakan dalam hingga kelas 5 Sekolah Dasar Negeri 009 meningkatkan pengetahuan pada anak Palaran Samarinda yaitu sebanyak 312 Pedalangan Semarang MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik stratified random reliabilitas kuesioner. Pengolahan data sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Jumlah sampel minimum berdasarkan Microsoft Word 2016. Microsoft Excel rumus Slovin dengan tingkat kepercayaan 2016, dan SPSS Statistic 23 dan penyajian 95% didapatkan sebanyak 175 siswa. data bentuk tabel dan narasi. Analisa data Kriteria inklusi sampel penelitian ini yaitu bersedia berpartisipasi dalam penelitian mean, median dan modus. Dan bivariat dan merupakan siswa kelas 3, 4 dan 5 di SDN mengetahui apakah terdapat perbedaan berhalangan hadir dan tidak mengisi antara nilai pengetahuan kesehatan gigi dan mulut saat sebelum dan sesudah Palaran. Kriteria Setelah dilakukan perhitungan setiap kelasnya penyuluhan menggunakan video. dibutuhkan 53 siswa kelas 3, 62 siswa kelas 4 dan 59 siswa kelas 5 untuk HASIL DAN PEMBAHASAN berpartisipasi pada penelitian ini. Penelitian Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner pre-test sebelum 93/KEPKAeFK/V/2023 Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran kesehatan gigi dan mulut menggunakan Universitas Mulawarman. Penelitian ini media video dan dilanjutkan dengan dilakukan pada 174 siswa SDN 009 Palaran pemberian kuesioner post-test. Peneliti Samarinda. Nomor. Komisi Etik Tabel 1. Gambaran Responden Penelitian (Sumber: Olahan Data prime. Gambaran Tingkatan Kelas Kelas 3 Kelas 4 Kelas 5 Jenis Kelamin Laki Ae Laki Perempuan Jumlah . Persentase (%) Data pada tabel 1 menunjukkan kelas 3 sebanyak 53 siswa . %), kelas 4 bahwa dari 174 responden terdiri atas sebanyak 62 siswa . %) dan kelas 5 MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 sebanyak 59 siswa . %) dengan jenis penelitian ini yaitu sebanyak 90 siswa kelamin perempuan mendominasi pada . %). Tabel 2. Gambaran Tingkat Pengetahuan Responden (Sumber: Olahan Data Prime. Kesehatan Gigi dan Mulut Frekuensi . Baik Cukup Baik Kurang Total Hasil Pre-test Persentase (%) Post-test Frekuensi . Persentase (%) siswa memiliki pengetahuan yang baik pengetahuan siswa Sekolah Dasar Negeri yaitu sebanyak 125 siswa . %) sebelum diberikan penyuluhan dan menjadi 151 siswa . %) setelah diberikan Palaran penyuluhan menggunakan video pada Didapatkan bahwa mayoritas Tabel 3. Nilai Pengetahuan Responden Pre-test dan Post-test (Sumber: Olahan Data Prime. Berdasarkan Pre-test Kelas Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Post-test Mean Median Mean Median Berdasarkan hasil penelitian pada rata-rata video sebesar 76,245 dengan nilai median Setelah pengetahuan tentang kesehatan gigi dan menggunakan media video, diperoleh nilai mulut pada anak sebelum diberikan media rata-rata sebesar 85,5 dan nilai median 91. Tabel 4. Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank (Sumber: Olahan Data Prime. Variabel Nilai Pengetahuan Mean Pre-test Mean Post-test p value 0,000 MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Pengujian dalam penelitian ini Hasil penelitian ini sejalan dengan ditentukan berdasarkan hasil dari uji hasil penelitian Prasko dan kawan-kawan Hasil dari uji normalitas di Sekolah Dasar Negeri 02 Pedalangan Semarang menggunakan metode audio Didapati pengetahuan sebelum digunakan uji wilcoxon signed rank pemberian video dengan kategori baik didapati pada tabel 4 nilai p <0,05 0%, cukup baik 75%, dan kurang baik artinya terdapat perbedaan antara pre- Terjadi peningkatan pengetahuan test dan post-test, sehingga dapat dengan kategori siswa berpengetahuan disimpulkan bahwa terdapat pengaruh baik 40%, cukup 60%, dan kurang baik video edukasi terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. Penelitian lain didukung oleh hasil Berdasarkan hasil penelitian yang penelitian Ardhani dan kawan-kawan dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 009 yaitu siswa yang memiliki pengetahuan Palaran didapatkan bahwa baik sejumlah 2,8%, cukup 83,3 %, dan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut setelah penyuluhan dengan menggunakan media sejumlah 80,6%, cukup baik 13,9%, dan Menurut pengetahuan yang baik sebelum maupun 13,9%. Setelah kurang baik 5,6%. sesudah diberikan media video tentang Hasil analisis data pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak sebelum dan sesudah diberikan media menurut skala yang bersifat kualitatif. video tentang kesehatan gigi dan mulut Hal ini sesuai karena dipengaruhi oleh setelah dilakukan uji wilcoxon signed rank dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan dengan pendidikan seseorang, dengan pendidikan tinggi orang tersebut akan kesehatan gigi dan mulut pada siswa semakin luas pula pengetahuannya. Sekolah Dasar Negeri 009 Palaran. MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 Sejalan Ardhani sesudah pada kelompok responden yang diberi perlakuan penyuluhan dengan pendidikan kesehatan gigi dan mulut dengan media video, hampir seluruh Penelitian bahwa lebih dari 75% peserta mengalami sesudah dIberikan pendidikan kesehatan penyuluhan dengan menggunakan media berpengetahuan baik, dan ada pengaruh Hal tersebut terlihat dari nilai pre- pendidikan kesehatan gigi dan mulut test dan post-test yang meningkat dari 65% menjadi 95% dengan p-value = pengetahuan menggosok gigi pada siswa 0,000. kelas 1 Ae 2 dengan nilai p-value = 0,000. Penyuluhan Belajar menggunakan media video memiliki pemahaman siswa terhadap materi yang Dalam media video terdapat gambar animasi yang bergerak dan teks berjalan serta audio yang ditampilkan Video termasuk dalam dengan menarik. Terdapat simbol dan media audio visual karena melibatkan gambar yang sederhana namun menarik indera pendengaran sekaligus indera Media audio visual ini memahami materi tersebut. mampu membuahkan hasil belajar yang Berdasarkan lebih baik untuk tugas-tugas seperti menyatakan di Indonesia masih terdapat mengingat, mengenali, dan mengingat 28,9% anak usia 5-9 tahun dan 25,2% anak usia 10-14 tahun yang mengalami Pada penelitian yang dilakukan oleh Prasko paired t-test didapatkan p- peningkatan berdasarkan data tahun value = 0,000. keadaan ini menunjukan 2018 bahwa terdapat 67,3% anak usia 5- bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, ada 9 tahun dan 55,6% anak usia 10-14 tahun perbedaan yang bermakna perubahan yang mengalami masalah yang sama. Hal ini menunjukan bahwa tingkat MULAWARMAN DENTAL JOURNAL VOL. ISSN 2828-5883 pengetahuan tidak berpengaruh secara dan sesudah penyuluhan menggunakan langsung terhadap perilaku perawatan video edukasi. gigi pada anak di SDN 009 Palaran. UCAPAN TERIMA KASIH dikarenakan perilaku maupun faktor Tetapi Pada mengucapkan terimakasih kepada Dekan edukasi lebih mudah diterima oleh anak FK Unmul. Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Mulawarman, seluruh menggunakan media video. Penelitian dosen pembimbing dan penguji, staf pengajar dan kedua orang tua. Peneliti keterbatasan yaitu waktu penelitian yang juga mengucapkan terimaksih kepada penanggung jawab di panti werdha banyaknya responden penelitian maka samarinda serta Responden di panti dengan jumlah tersebut harus dibagi dengan berbagai sesi, sehingga membuat responden mengerjakan soal dengan penelitian dan meluangkan waktunya terburu-buru. jumlah siswa tersebut menyebabkan Tempat Samarinda kurangnya konsentrasi responden untuk membaca kuesioner pre-test dan posttest. DAFTAR PUSTAKA