ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB IMPLEMENTASI APLIKASI SIMDES (SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DESA) PADA KANTOR DESA TANTA KECAMATAN TANTA KABUPATEN TABALONG Muhammad Irwan Fadilah* . Rahmi Hayati Irwanjt12@gmail. rahmihayati777@gmail. Program Studi Ilmu Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDAS) adalah sebuah aplikasi yang dirancang khusus untuk memudahkan pengelolaan data dan informasi di tingkat desa. SIMDES (Sistem informasi manajemen des. memiliki banyak jenis aplikasi tergantung dari vendor pebuat wibesite nya, tidak hanya untuk desa namun juga untuk kelurahan bahkan daerah, namun semuanya memiliki fungsi dan cara kerja yang Sama yaitu untuk memberikan informasi kepada Masyarakat dan memudahkan pemerintah dalam menghendel sebuah informasi ataupun keperluan yang di butuhkan masyarakat. Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui dan menganalisis Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) Pada Kantor Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitatif. Adapun sumber informasi sekaligus key informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Analisa data menggunakan model yaitu pengumpulan data. Penyajian data. Reduksi data, dan Penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian Ini menunjukan bahwa Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) Pada Kantor Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. di kategorikan Belum Terimplementasi. Kata Kunci : Implementasi. Aplikasi SIMDES (Sistem Informasi Manajemen Des. SDM IMPLEMENTATION OF THE VILLAGE MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM (SIMDES) APPLICATION AT THE TANTA VILLAGE OFFICE. TANTA DISTRICT. TABALONG REGENCY ABSTRACT The Village Management Information System (SIMDES) is an application specifically designed to facilitate the management of data and information at the village level. SIMDES applications vary depending on the vendors who create them, not only for villages but also for sub-districts and regions. However, they all share the same function and operation, which is to provide information to the public and assist the government in handling information or needs required by the community. The objective of this study is to determine and analyze the implementation of the SIMDES application at the Tanta Village Office. Tanta District. Tabalong Regency. This study employs a qualitative descriptive research method. The key informants in this research consist of five individuals. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques use the interactive model of data collection, data presentation, data reduction, and JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB conclusion drawing. The results of this study indicate that the implementation of the SIMDES application at the Tanta Village Office. Tanta District. Tabalong Regency, is categorized as not yet implemented. Keywords: Implementation. SIMDES Application (Village Management Information Syste. Human Resources (HR) PENDAHULUAN Di era yang serba digital ini, pekembangan teknologi informasi berjalan begitu pesat dimana hampir keseluruhan proses komunikasi dan informasi itu berbasis teknologi. Sejalan dengan pentingnya arus informasi bagi suatu lembaga, maka tuntutan utama bagi lembaga adalah memanfaatkan dan mengelola sistem informasi menjadi lebih efektif, tidak terkecuali bagi lembaga pemerintahan desa. Sebagai mana yang dijelaskan Aziz Nandana Sumarno. Suranto dalam jurnal Res Publica (Vol 4 No 3, (Nov 2. , hlm. Sistem informasi dan konsep system pemerintah berbasis elektronik / e Government menjadi pertimbangan utama bagi organisasi sektor public dalam hal ini pemerintah desa yang melakukan perencanaan system informasi dalam rangka proses penyususnan, perencanaan, dan pemantauan dan evaluasi hasil Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah desa. System pemerintah berbasis elektronik ini merupakan proses pemanfaatan teknologi informasi sebagai alat untuk membantu menjalankan system pemerintah secara lebih efesien. Dalam menghadapi persoalan perkembangan teknologi informasi pada suatu lembaga pemerintahan desa, telah menggunakan sistem informasi manajemen desa, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007 tentang pedoman penyusunan dan pendayagunaan data profil desa dan kelurahan. Sistem informasi manajemen desa ini merupakan suatu inovasi dalam pengelolaan data dan informasi yang terkait dengan kegiatan pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. SIMDES (Sistem informasi manajemen des. memiliki banyak jenis aplikasi tergantung dari JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 vendor pebuat wibesite nya, tidak hanya untuk desa namun juga untuk kelurahan bahkan daerah, namun semuanya memiliki fungsi dan cara kerja yang Sama yaitu untuk memberikan informasi kepada Masyarakat dan memudahkan pemerintah dalam menghendel sebuah informasi ataupun keperluan yang di butuh kan masyarakat. Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES). Sesuai dengan Menteri Dalam Negeri Nomor A 47 tahun 2016 menyatakan kepala desa dan pemerintahan desa harus tertib administrasi. Administrasi desa merupakan keseluruhan proses kegiatan pencatatan data dan informasi mengenai penyelenggaraan pemerintahan desa dengan administrasi umum, administrsi kependudukan, administrasi keuangan dan pembangunan, dan lain-lain. Tujuan dari penerapan teknologi berbasis digital adalah memberikan kemudahan dalam hal manajemen administrasi desa guna memberikan pelayanan publik yang maksimal dan kependudukan dan surat menyurat kepada masyarakat desa. Pemerintah desa dan segala perangkatnya merupakan garda terdepan dalam penyelenggaran pemerintahan dan pelayanan publik di Indonesia. Peran mereka dibutuhkan terutama di desa sebagai penggerak pemerintahan paling bawah di negeri ini. Pemerintahan di desa tentu bisa berjalan dengan baik bila didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM) perangkat desa yang mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. Di era Teknologi Informasi dan Komuniasi (TIK) ini, kemampuan dan kehandalan perangkat desa dalam menggunakan teknologi berbasis digital dalam memanajemen administrasi pemerintahan desa sangat diperlukan agar mereka ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB bisa melakukan manajemen administrasi desa guna memberikan pelayanan publik yang maksimal dan prima. Pemberian pelayanan publik yang maksimal dan prima kepada masyarakat merupakan perwujudan kewajiban aparatur pemerintah sebagai abdi masyarakat. Maka program aplikasi Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) juga diterapkan di beberapa desa Di kabupaten tabalong Seperti Desa Tanta. Desa Mangkusip. Dan Desa Padangin. Berdasarkan hasil observasi sementara di Kantor Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) sudah terlaksana dengan baik, namun ada juga sebagian dari implementasinya yang belum terlaksana dengan baik. Hal tersebut dilihat dari teori implementasi (George C. & Edward i, 2. , terdapat 4 variabel yang menentukan keberhasilan Implementasi suatu kebijakan yaitu sumber daya, komunikasi, disposisi, dan struktur birokrasi. Pada implementasi Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) dilihat dari aspek komunikasi pada indikator kejelasan konsisten dan keakuratan sudah optimal. Kemudian Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) dilihat dari aspek disposisi pada indikator pengangkatan birokrat dan insentif sudah optimal. Selanjutnya Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) dilihat dari aspek struktur birokrasi pada indikator standar operasional prosedur dan fragmentasi juga sudah Namun pada implementasi Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Desa (SMDES) dilihat dari aspek sumber daya, masih terdapat kurangnya keahlian dan jumlah staf / operator yang menggerakkan wibesite tersebut. Dalam Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES), beberapa Pertama, komunikasi dalam sistem SIMDES menunjukkan kualitas yang tinggi dalam hal kejelasan dan konsistensi. Informasi yang disampaikan melalui sistem ini mudah dipahami dan konsisten dalam penyajiannya, memastikan akses yang jelas dan konsisten bagi pengguna. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 termasuk warga desa dan pengelola. Kedua, aspek disposisi dalam SIMDES juga telah dioptimalkan, terutama dalam hal pengangkatan birokrat dan penyediaan insentif. Sistem ini mampu menggali potensi sumber daya manusia yang ada dan memberikan motivasi yang cukup bagi para pengelola sistem. Selain itu, struktur birokrasi dalam SIMDES dikelola dengan baik, dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas dan pengelolaan fragmentasi yang efektif. SOP yang jelas operasional, sedangkan pengelolaan fragmentasi yang baik menghindari duplicasi tugas atau kerumitan dalam struktur organisasi. Namun, terdapat kekurangan dalam hal sumber daya, khususnya keahlian dan jumlah staf atau operator yang mengelola sistem. Kekurangan ini dapat mengganggu kelancaran operasional sistem dan kualitas layanan yang diberikan kepada pengguna. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya ini agar sistem SIMDES dapat berjalan lebih efektif dan Dari pernyataan diatas terlihat bahwa pelaksanaan Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) di Kantor Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong sudah optimal dalam pengelolaan data dan sistem informasi pada aplikasi Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES). Dalam hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Hutagalung. Utoyo, & Mulyana, 2. yang menyimpulkan bahwa "Berdasarkan analisis terhadap kegiatan yang dilakukan, maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa telah dipahaminya konsep pengelolaan e-government desa, proses egovernment desa serta pentingnya peran aktif aparatur desa dalam pengelolaan Pengelolaan egovernment desa oleh para aparatur Desa di Kecamatan Buay Bahuga Kabupaten Way Kanan. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan jika telah meningkatnya pengetahuan dan pemahaman para Aparatur Desa dalam hal pengelolaan e-government desa sebanyak 101184 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Oleh karena itu, metode pelatihan dalam upaya mengatasi masalah kapasitas aparatur ini sudah tepat. Setelah kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan dampak penularan pengetahuan kepada kelompok sasaran di desa lainnya, yang artinya kualitas aparatur atau SDM dalam pengelolaan nya sudah mempuni setelah di lakukan pelatihan dalam pengelolaan system informasi desa. Seperti yang sudah peneliti jabarkan diatas. Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDAS) adalah sebuah aplikasi yang dirancang khusus untuk memudahkan pengelolaan data dan informasi di tingkat desa. Aplikasi ini, seperti yang telah diterapkan oleh Bupati Sleman melalui peluncuran aplikasi Sistem Informasi Desa Sida Sembada, diharapkan memberikan berbagai implikasi positif dalam pengelolaan desa. Salah satu implikasi utama adalah peningkatan transparansi dan akuntabilitas. Dengan SIMDES, semua data dan informasi tentang perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program serta kegiatan desa menjadi mudah diakses oleh masyarakat, yang secara langsung meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan dan sumber daya desa (PMK, 2. Selain itu. SIMDES juga meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan data dan informasi. Sistem yang terintegrasi ini memungkinkan pengelola desa untuk mengelola data secara lebih efisien dan efektif, dengan kecepatan dan akurasi yang tinggi, yang pada akhirnya membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik di desa. Peningkatan partisipasi masyarakat juga menjadi salah satu dampak positif dari penggunaan SIMDES. Dengan akses mudah ke data dan informasi desa, masyarakat diharapkan lebih termotivasi untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan desa, yang akan meningkatkan demokratisasi dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. SIMDAS juga membantu dalam peningkatan perencanaan dan pengambilan keputusan. Dengan data dan informasi yang akurat dan terintegrasi, pengelola desa dapat melakukan perencanaan dan pengambilan keputusan yang lebih baik dan tepat JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 sasaran, yang akan membantu pencapaian tujuan pembangunan desa secara lebih efektif. Melalui uraian latar belakang tersebut, penulis merasa tertarik untuk mengetahui lebih lanjut sejauh mana Implementasi Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) Di Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. Dengan "Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) Pada Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong". Berdasarkan pembahasan di atas, maka Bagaimanakah Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) Pada Kantor Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan menganalisis implementasi Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) Pada Kantor Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. Diharapkan penelitian ini menjadi salah satu acuan dan bahan referensi untuk peneliti selanjutnya yang tertarik membahas tentang Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES). TINJAUAN PUSTAKA Penelitian Terdahulu Hasil penelitian oleh (Hildayanti. Parawangi, & Rasdiana, 2. tentang Implementasi system informasi public berbasis website di desa Taeng Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa, tujuan penelitian ini adalah untuk Implementasi system informasi public berbasis website di desa Taeng Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa jenis penelitian yang di gunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif, hasil penelitian terdiri dari enam aspek yaitu Komunnikasi dari penyaluran komunikasi antara pemerintah dan Masyarakat sumberdaya terdiri dari SDM , dikatakan belumm efektif karena masih membutuhkan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB tambahan staff untuk mengoperasikan wibesite, sarana dan prasarana yang digunakan belum memadai. Hasil penelitian (Anwar & Sujai, 2. Tentang Analisis Implementasi Sistem Informasi desa terintergrasi di Kabupaten Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif Data yang dikumpulkan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi SID di kabupaten Pangandaran belum sepenuhnya terintegrasi, selain itu belum semuanya mempunyai website desa dengan domain desa. id sehingga belum open source untuk output dari SID, dan faktornya yaitu. Sumberday manusia (SDM). Infrasrtuktur : dan kesiapan Teknologi SDM dalam hal ini tertuju pada kurangnya operator computer di pemerintahan desa Hasil penelitian (Sidiq & Suwitri, 2. tentang Implementasi Kebijakan Sistem Informasi Desa Di kabupaten kebumen", tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas SID di kabupaten kebumen dan pengaruhnya terhadap Masyarakat Desa. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi dengan up validitas data dengan cara triangulasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa untuk sumberdaya di Tingkat kabupaten itu sendiri Sudah memadai dan setiap staff sudah memiliki wawasan yang mempuni dalam memngoperasikan Aplikasi SIMDES itu sendiri di tampah dengan support pemerintah dalam hal infrastruktur seperti komputre dan akses jarinagn yang cepat, serta Masyarakat Masyarakat yang kurang memehami cara akses aplikasi tersebut dapat tau informasi dan cara penggunaan dari aplikasi tersebut, dan Masyarakat menjelaskan bahwa sangat terbantu dengan adanya aplikasi SIMDES JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Hasil penelitian (Hutagalung. Utoyo, & Mulyana, 2. tentang "Penguatan promosi Desa melalui pengembangan kapasitas aparatur dalam pengelolaan system informasi desa di Kecamatan Buay bahuga Kabupaten Way KananAy tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektivitasan SID di Kecamatan Buay bahuga Kabupaten Way. Dalam penelitian ini memakai metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) di Kecamatan Buay bahuga Kabupaten Way Kanan dilihat dari aspek sumber daya sudah efektif karena memiliki sarana dan prasarana yang cukup memadai seperti adanya. laptop inventaris Desa, operator SID yang cukup mampu dan kompeten serta jaringan internet yang cukup Hasil penelitian (Sindiana & Rodiyah, 2. tentang "Implementasi Sistem Informasi Desa Berbasis Wibsite Pada Pemerintah Desa Dukuhsari Kecamatan JambonAy tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi SID berbasis wibesite pada pemerintah Desa Berbasis Wibsite Pada Pemerintah Desa Dukuhsari Kecamatan Jambon dalam memberikan layanan informasi dengan memanfaatkan media elektronik . Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan. Teknik dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ada permaslahan yang terletak pada indicator sumberdaya yang kurang maksimas yang mana banyak diantara staff yang bahkan belum tau cara pengoperasian aplikasi SID tersebut serta kurangnya penyampaian kepada Masyarakat tentang cara mengakses aplikasi tersebut dan halt er sebut membuat Masyarakat kurang memahami tata cara pengunaan dan bahkan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB tidak tau kalau aplikasi tersebut di miliki oleh desa meraka. Pengertian Implementasi Implementasi menurut (Meter & Vanhor. dalam buku The Policy Implementation Process: A Conceptual Framework, menjelaskan bahwa: AuImplementasi adalah tindakan-tindakan yang dilakukan baik oleh individu-individu/ pejabatpejabat atau kelompok-kelompok pemerintah atau swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuantujuan yang telah digariskan dalam keputusan kebijakanAy (Meter dan Vanhorn, 1975:. Menurut (Mazmanian. Sabatier. Mazmanian, & Sabatie. dalam bukunya Implementation and Publik Policy . kebijakan sebagai : AuPelaksanaan keputusan kebijakan dasar, biasanya dalam bentuk undangundang, namun dapat pula berbentuk perintahperintah atau keputusan- keputusan eksekutif yang penting atau keputusan badan peradilan. Lazimnya, keputusan tersebut mengidentifikasikan masalah yang ingin diatasi, menyebutkan secara tegas tujuan atau sasaran yang ingin dicapai, dan berbagai cara untuk menstrukturkan atau mengatur proses implementasinyaAy. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Implementasi adalah bentuk dari pelaksanaan atau penerapan suatu tujuan. Sedangkan, pengertian umum dari implementasi adalah suatu tindakan atau pelaksana rencana yang telah disusun secara cermat dan rinci . Pengertian Kebijakan Publik Menurut Thomas R. Dye (Edi Suharto, 2005: Kebijakan Publik adalah apapun yang dipilih oleh pemerintah untuk dilakukan atau tidak Dan apabila pemerintah memilih untuk melakukan sesuatu makan harus ada tujuannya . karena kebijakan publik itu meliputi semua tindakan pemerintah, jadi bukan sematamata merupakan pernyataan keinginan pemerintah atau pejabat kebijaksanaan negara. Hal ini disebabkan karena "sesuatu yang tidak dilakukan oleh pemerintah akan mempunyai pengaruh . yang sama JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 besarnya dengan "sesuatu yang dilakukan oleh Pengertian Sumber Daya Dalam pengertian umum, sumber daya didefinisikan sebagai sesuatu yang dipandang memiliki nilai ekonomi. Dapat juga dikatakan bahwa sumber daya adalah komponen dari ekosistem yang menyediakan barang dan jasa yang bermanfaat bagi kebuluhan manusia. Dalam buku "Wealth of Nation" nya pada tahun 1776, konsep sumber daya sudah digunakan dalam kaitannya dengan proses produksi. Dalam pandangan Adam Smith, sumber daya diartikan sebagai seluruh faktor faktor produksi yang diperlukan untuk menghasilkan output. Dengan demikian dalam pengertian ini definisi . , baik untuk masa kini maupun mendatang bagi umat manusia. Selain dua kriteria di atas, definisi sumber daya juga terkait pada dua aspek yakni aspek teknis yang memungkinkan bagaimana sumber daya dimanfaatkan, dan aspek kelembagaan yang menentukan siapa yang mengendalikan sumber daya dan bagaimana teknologi digunakan. Model Implementasi Kebijakan Model berperspektif top down dikembangan oleh George Edward i menambahkan model implementasi kebijakan publiknya dengan Direct an Inderect Impact on Implementation. Dalam pendekatan yang diteorikan oleh (George C. & Edward i, 2. terdapat empat ariabel yang sangat menentukan keberhasilan implementasi suatu kebijakan, yaitu : Komunikasi Sumber Daya Disposisi Struktur Birokrasi Model Van Meter dan Van Horn mengatakan bahwa implementasi kebijakan berjalan secara linier dari kebijakan publik implementor dan kinerja kebijakan publik. Menurut (Meter & Vanhor. beberapa variabel yang dimasukkan sebagai variabel yang memengaruhi kebijakan publik adalah sebagai berikut : ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Aktivitas implementasi dan komunikasi antar Karakteristik Kondisi ekonomi, sosial dan politik Kecenderungan . pelaksanaan dan Tinjauan Aplikasi System Informasi Manajemen Desa (SIMDES) Pengertian Aplikasi Aplikasi diartikan sebagai penerapan atau penggunaan konsep yang menjadi pokok pembahasan atau sebagai program komputer yang dibuat untuk membantu manusia dalam melaksanakan tugas tertentu. Aplikasi software yang dirancang untuk penggunaan praktisi khusus, klasifikasi luas ini dapat dibagi menjadi 2 . Aplikasi software spesialis, program dengan dokumentasi tergabung yang dirancang untuk menjalankan tugas Aplikasi paket, suatu program dengan dokumentasi tergabung yang dirancang untuk jenis masalah tertentu. Pengertian Sistem Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sistem adalah perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Sistem juga diartikan sebagai susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas, dan sebagainya. KBBI juga mendefinisikan pengertian sistem sebagai sebuah metode. sistem memiliki batasan yang jelas yang membedakannya dengan lingkungannya, dan terdiri dari bagian-bagian yang saling terkait dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah Sistem dapat diterapkan pada berbagai bidang, seperti teknologi, bisnis, ilmu alam, dan lainnya. Pengertian Sistem Informasi Menurut (Sutabri, 2. , sistem informasi adalah suatu sistem di dalarn suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 organisasi yang bersifat manajerial dalam kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan informasi kepada pihak luar tertentu dengan laporan- laporan yang Dengan demikian sistem informasi dapat perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan pengambilan keputusan dalam suatu Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) Menurut Peraturan Menteri dalam negeri Nomor 62 Tahun 2008 tentang Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) adalah sebuah platform teknologi yang dirancang khusus untuk mendukung pengelolaan administrasi dan manajemen di tingkat desa. SIMDES berbagai data terkait desa, termasuk penduduk, keuangan, infrastruktur, dan program pembangunan. Dengan SIMDES, desa dapat memanfaatkan teknologi informasi pengelolaan sumber daya dan pelayanan SIMDES menyediakan modul-modul seperti pemetaan geografis, catatan penduduk, keuangan desa, dan pelaporan kinerja pemerintahan desa. Melalui aplikasi ini, pemerintah desa dapat mengoptimalkan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan pembangunan. Selain itu. SIMDES masyarakat dalam proses pengambilan keputusan lokal. Tujuan Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) Tujuan utama Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) adalah meningkatkan efisiensi, administrasi serta manajemen di tingkat desa. Beberapa tujuan khusus dari implementasi SIMDES meliputi : Optimalisasi Pengelolaan Data : SIMDES bertujuan untuk menyediakan platform terintegrasi yang memungkinkan desa ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB mengelola data dengan lebih efisien. Ini mencakup data penduduk, keuangan desa, infrastruktur, dan berbagai informasi terkait Peningkatan Transparansi SIMDES membantu meningkatkan transparansi dalam memberikan akses yang lebih mudah kepada warga desa terhadap informasi yang berkaitan dengan pembangunan, keuangan, dan kebijakan desa. Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik : Dengan menyediakan data yang akurat dan terkini. SIMDES membantu pemimpin desa dalam pengambilan keputusan yang lebih Informasi yang mudah diakses membantu dalam perencanaan dan evaluasi program pembangunan desa. Meningkatkan Efisiensi Pelayanan Publik : SIMDES memberikan pelayanan publik yang lebih efisien dengan memantau dan mengevaluasi kinerja berbagai layanan, termasuk kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Pemberdayaan Masyarakat : SIMDES dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dengan memberikan akses informasi yang lebih mudah dan memfasilitasi keterlibatan warga dalam pembangunan desa. Peningkatan Akuntabilitas : Dengan mencatat secara rinci kegiatan dan keuangan desa. SIMDES akuntabilitas pemerintah desa. Hal ini dapat membantu mengurangi risiko korupsi dan penyalahgunaan keuangan desa. Penerapan SIMDES pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa dengan memanfaatkan teknologi informasi secara efektif. Manfaat Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) memberikan berbagai manfaat signifikan bagi pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 pemangku kepentingan. Beberapa manfaat utama dari implementasi SIMDES meliputi : SIMDES membantu dalam otomatisasi proses desa, seperti penduduk, keuangan, dan perizinan. Hal ini meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan tugas-tugas rutin, mengurangi potensi kesalahan manusiawi, dan mempercepat pemrosesan data. Dengan SIMDES, informasi terkait keuangan desa, program pembangunan, dan kebijakan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat. Ini menciptakan tingkat transparansi yang lebih tinggi dalam pengelolaan sumber daya dan meningkatkan akuntabilitas pemerintah SIMDES memfasilitasi partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan Warga dapat mengakses informasi, memberikan masukan, dan berkolaborasi dalam perencanaan pembangunan desa, meningkatkan rasa memiliki dan keterlibatan Informasi yang terintegrasi dalam SIMDES memungkinkan pemantauan dan evaluasi kinerja desa secara lebih efektif. Ini membantu pemerintah desa dalam mengelola sumber daya manusia, keuangan, dan infrastruktur dengan lebih baik. SIMDES dapat meningkatkan kualitas pendidikan, dan layanan dasar lainnya. Dengan informasi yang akurat dan mudah diakses, pemerintah desa dapat merancang program-program yang lebih tepat sasaran. SIMDES merencanakan dan melaksanakan program pembangunan yang berkelanjutan. Data yang terkumpul memungkinkan analisis kebutuhan masyarakat dan identifikasi potensi serta tantangan lokal. Melalui SIMDES, pemerintah dapat secara efektif memantau kemajuan pembangunan desa dari waktu ke waktu. Ini membantu program-program ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB pembangunan dan pengambilan keputusan yang lebih berbasis data. Dengan akses cepat ke informasi aktual, pemerintah desa dapat merespons perubahan sosial, ekonomi, atau lingkungan dengan lebih cepat dan lebih tepat. Proses Pengolahan Data Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) Proses pengolahan data dalam Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) melibatkan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, menganalisis, dan memanfaatkan data terkait Proses ini memainkan peran penting dalam mendukung pengambilan keputusan, perencanaan pembangunan, serta pelaksanaan programprogram di tingkat desa. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang proses pengolahan data SIMDES : Proses ini dikakukan dengan pengumpulan data dari berbagai sumber di desa. Data dapat mencakup informasi demografis penduduk, kondisi ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan Sumber data dapat berasal dari sensus penduduk, formulir pendaftaran, lembaga pemerintah, dan survei masyarakat. Pengumpulan data yang akurat dan komprehensif merupakan langkah kritis untuk memastikan keberlanjutan sistem. Data yang dikumpulkan kemudian diolah secara awal untuk memastikan kebenaran dan Proses ini termasuk verifikasi data, validasi, dan pemastian bahwa informasi yang masuk ke sistem sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Data primer mencakup data mentah yang diperoleh langsung dari Data sekunder melibatkan informasi yang berasal dari sumber luar atau hasil dari pengolahan data primer. Contohnya termasuk data yang diperoleh dari lembaga pemerintah pusat atau provinsi, data penelitian, atau informasi lain yang relevan dengan desa. Integrasi data sekunder dapat memberikan konteks yang lebih luas untuk pengambilan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Setelah data diolah, langkah selanjutnya adalah penyimpanan yang aman dan Sistem penyimpanan data SIMDES biasanya menggunakan basis data terpusat yang dapat diakses oleh pengguna Data harus diorganisir dengan baik untuk mempermudah pencarian dan analisis di masa depan. Proses analisis data melibatkan evaluasi dan interpretasi informasi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi Analisis statistik dan visualisasi data dapat digunakan untuk mengidentifikasi tren, pola, dan hubungan antarvariabel. Hasil analisis membantu pemerintah desa dalam pengambilan keputusan yang lebih baik. Data yang telah diolah dan dianalisis kemudian digunakan untuk membuat laporan yang informatif. Laporan ini dapat mencakup berbagai aspek, seperti kondisi keuangan desa, progres pembangunan, atau hasil survei Pelaporan yang teratur membantu pemangku kepentingan untuk memahami kondisi desa dan mengevaluasi keberhasilan program-program yang dilaksanakan. Informasi yang dihasilkan dari SIMDES digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan. Pemerintah desa dapat merespons kebutuhan mengalokasikan sumber daya secara bijak, dan mengarahkan kebijakan pembangunan yang sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Keamanan data merupakan aspek penting dalam proses pengolahan data SIMDES. Sistem harus dilengkapi dengan kontrol akses yang ketat untuk mencegah akses yang tidak Selain itu, langkah-langkah keamanan teknis dan fisik perlu diterapkan untuk melindungi integritas dan kerahasiaan data. Sistem perlu dipelihara secara teratur untuk memastikan ketersediaan, keandalan, dan Pembaruan perangkat lunak, penambahan fitur, dan perbaikan bug adalah bagian dari proses pemeliharaan rutin untuk ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB memastikan SIMDES tetap relevan dan Proses pengolahan data SIMDES harus diintegrasikan dengan baik dalam sistem informasi yang mencakup semua langkah dari pengumpulan hingga pemanfaatan informasi. Dengan demikian. SIMDES dapat berperan sebagai alat yang efektif dalam mendukung tata kelola desa yang lebih baik dan pembangunan yang berkelanjutan. Mekanisme Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) Mekanisme Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) di desa melibatkan serangkaian langkah dan prosedur yang dirancang untuk mengintegrasikan pengelolaan data dan informasi, memfasilitasi pengambilan keputusan, dan meningkatkan efisiensi tata kelola pemerintahan di tingkat desa. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang mekanisme SIMDES di desa : Pendahuluan dan Perencanaan Pengembangan Infrastruktur Teknologi Pelatihan dan Kapasitasi Pengumpulan Data Awal Pengolahan dan Integrasi Data Pemanfaatan Modul SIMDES Pengelolaan Keamanan Data Pelaporan dan Analisis Pemanfaatan Informasi untuk Pengambilan Keputusan Dengan mengimplementasikan mekanisme SIMDES yang baik, desa dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan, pelayanan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan. Mekanisme ini memberikan fondasi yang kuat bagi desa untuk merespons dinamika perubahan dan kebutuhan masyarakat dengan lebih efektif. Faktor Pendukung Penghambat Implementasi SIMDES Faktor Pendukung Kesadaran dan Keterlibatan Aktif Ketersediaan Infrastruktur Teknologi Pendidikan dan Pelatihan Dukungan Finansial Ketersediaan Sumber Daya Manusia JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Faktor Penghambat Infrastruktur Teknologi yang Terbatas Kurangnya Anggaran dan Sumber Daya Ketidaksesuaian Sistem Kebutuhan Lokal Tidak Adanya Dukungan Pemimpin Lokal Resistensi terhadap Perubahan Kurangnya Keterlibatan Masyarakat Dampak Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) Penggunaan Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) di desa memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai aspek, mulai dari tata kelola pemerintahan, efisiensi layanan publik, hingga pembangunan berkelanjutan. Berikut adalah penjelasan mengenai dampak positif yang dapat dicapai melalui implementasi SIMDES di Peningkatan Efisiensi Administratif Partisipasi Masyarakat yang Lebih Aktif Pengelolaan Sumber Daya yang Lebih Efektif Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Dengan menggabungkan teknologi informasi dan manajemen desa. SIMDES membawa dampak positif yang signifikan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan pelayanan publik yang berkualitas di tingkat desa. Implementasi yang baik dan dukungan yang berkelanjutan dapat meningkatkan efektivitas SIMDES sebagai alat transformasional bagi pemerintah desa dan masyarakatnya. Sumber Hukum Pada tingkat hukum di Indonesia. Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) mungkin tidak memiliki sumber hukum yang khusus dan terpisah secara eksplisit. Namun, implementasi dan penggunaan SIMDES dapat terkait dengan beberapa peraturan hukum dan kebijakan pemerintah yang lebih umum terkait dengan pelayanan publik, administrasi desa, dan pengelolaan data. Beberapa sumber hukum yang relevan antara lain : Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan dasar hukum untuk ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB pemerintahan desa, termasuk dalam hal pengelolaan administrasi desa. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Peraturan Menteri Desa. Pembangunan Daerah Tertinggal. Transmigrasi Republik Indonesia. Beberapa daerah mungkin memiliki Perda yang mengatur tentang penerapan teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan Meskipun cakupannya mungkin bervariasi antar daerah, namun Perda ini dapat memberikan dasar hukum dan arahan terkait penggunaan SIMDES. Aplikasi Sistem Teknologi Informasi Desa pada perkembangannya bukan hanya alat sebagaimana namanya di UU Desa yaitu Informasi Pembangunan Desa Pembangunan Kawasan Perdesaan, namun juga sebagai pustaka desa yang berisi data untuk merencanakan pembangunan desa, dan kawasan perdesaan tentunya. KERANGKA KONSEPTUAL Gambar 1 Kerangka Konseptual Sumber : Peneliti, 2024 METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan dan Jenis Penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif Pendekatan kualitatif. Berdasarkan motode penelitian diatas, diharapkan dapat memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi dengan menggambarkan mengenai Sistem Informasi Manajemen Desa (SIMDES) dilihat JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 dari aspek sumber daya manusia pada Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. Sumber Data Data merupakan sekumpulan informasi yang berupa informasi atau hasil pencatatan suatu kejadian dilapangan atau informasi yang digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian yang sedang terjadi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Sumber Informasi Sumber informasi dalam penelitian ini adalah dari para responden yang sekaligus berperan sebagai key informan sebanyak 5 orang. Metode Pengumpulan Data Agar data yang diperoleh valid dan mampu menjawab pertanyaan- pertanyaan maupun permasalahan-permasalahan mampu mencapai tujuan penelitian, maka ditentukan teknik pengumpulan data. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan prosedur pengumpulan data sebagai berikut : Observasi Wawancara Dokumentasi Analisis Data Penelitian kualitatif menghasilkan data dalam bentuk rekaman wawancara, transkip wawancara, catatan hasil-hasil pengamatan, dokumen dokumen tertulis, serta catatan-catatan lainnya yang tidak terekam selama pengumpulan data. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Data Kualitatif Mles and Huberman. Miles dan Huberman . secara umum menjelaskan proses analisis data kualitatif melibatkan empat proses penting. Tiga diantaranya dapat dilakukan secara berulang karena proses analisis data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan kapan saja, dalam arti proses ini tidak harus ketika peneliti telah seluruh proses penelitian. Keempat proses penting dalam teknik analisis data Miles and Huberman tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 2 Komponen-komponen Analisis Data Model Kualitatif ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Sumber : Miles dan Humberman (Miles. Humberman dan Saldana . Tahapan paling pertama yang dilakukan dalam sebuah penelitian adalah tahapan pengumpulan data dari lapangan. Setelah data-data dikumpulkan maka dilakukan reduksi data. Data reduction atau reduksi data yaitu proses pemfokusan, pemilahan, penyederhanaan, pengabstrakan, dan perubahan data kasar yang muncul dari catatan tertulis yang dihasilkan ketika berada di lapangan dimana proses ini berlangsung secara terus-menerus. Reduksi data bertujuan untuk mempermudah analisis date dan membuat prosesnya lebih efisien. Reduksi data juga bisa membantu mengurangi risiko kesalahan dalam analisis data karena kurangnya informasi yang tidak relevan. Data display atau penyajian data adalah proses mengolah dan menampilkan data dalam bentuk yang mudah dibaca dan dipahami oleh orang lain. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai macam teknik seperti tabel, grafik, atau diagram untuk menampilkan data secara visual, atau dengan menggunakan teks untuk menjelaskan data secara lebih terperinci. Penyajian data bertujuan untuk mempermudah interpretasi data Sehingga memungkinkan peneliti mengambil kesimpulan sementara dan dapat merencanakan tindakan Penarikan mengambil kesimpulan berdasarkan fakta atau informasi yang telah dikumpulkan. Ini bisa dilakukan dengan menganalisis informasi yang tersedia dan menggunakan logika untuk menyimpulkan sesuatu tentang masalah atau pertanyaan yang sedang dibahas. Penarikan kesimpulan merupakan bagian penting dari proses JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 berpikir kritis dan bisa membantu kita membuat keputusan yang tepat dan informasi yang tepat. Penarikan kesimpulan ini berupa kesimpulan sementara ataupun kesimpulan akhir. Data-data yang telah disimpulkan melalui proses wawancara mendalam terhadap informan-informan yang ada kemudian dilakukan proses reduks, yaitu pemilihan data-data yang sesuai untuk dapat menjawab permasalahan penelitian. Tahapan selanjutnya yaitu data yang telah dipilih dalam reduksi data, dipaparkan sehingga dihasilkan kesimpulan sementara, apabila data yang diperoleh lengkap maka dijadikan kesimpulan akhir, namun apabila yang diperoleh dirasa belum lengkap maka akan dilakukan pengumpulan data yang dapat melengkapi data-data yang sudah dikumpulkan sebelumnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Untuk mendapatkan hasil informasi dan keterangan mengenai Implementasi Aplikasi Simdes Pada Kantor Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong, maka peneliti melaksanakan penelitian dengan cara mewawancarai 5 . orang Responden, dan kelima Responden tersebut menurut peneliti mampu mewakili dan memberikan keterangan atau informasi tentang bagaimana Implementasi Aplikasi SIMDES (Sistem Informasi Manajemen Des. Pada Kantor Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. Berikut mewawancarai setiap responden yaitu dari Kepala Desa. Simdes, dan Staf Kantor Desa Tanta untuk mengetahui Implementasi Aplikasi Simdes Pada Kantor Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. Dari hasil wawancara mengenai Dimensi Komunikasi peneliti dapat menyimpulkan bahwa informasi yang di sampaikan oleh apparat desa masih belum ada sehingga banyak masyarakat yang tidak tahu akan adanya apliasi simdes ini namun sebagian kecil masyarakat milenial tau akan adanya adanya aplikasi SIMDES, dan akan menjadi ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB perhatian lebih bagi apparat agar informasi ni dapat di ketahui oleh semua lapiasn masyarakatdapat terbantu dengan adanya aplikasi simdes, selebihnya bisa kita simpul Implementasi Aplikasi SIMDES (Sistem Informasi Manajemen Des. Pada Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong Masih Belum Terimplementasi. Dari hasil wawancara mengenai Dimensi Sumber Daya peneliti dapat menyimpulkan bahwa Aspek Sumber Daya yang di kelola masing banyak yang belum berjalan dengan baik dan perlu adanya banyak perbaikan biasa kita simpul kan bahwa dari Aspek Sumber Daya Implementasi Aplikasi SIMDES (Sistem Informasi Manajemen Des. Pada Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong Masih Belum Terimplementasi. Dari Hasil wawancara tersebut maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa dari Dimensi Disposisi yang di kelola masing banyak yang belum berjalan dengan baik dan berlu adanya banyak perbaikan biasa kita simpul kan bahwa dari Aspek Disposisi Implementasi Aplikasi SIMDES (Sistem Informasi Manajemen Des. Pada Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong Masih Belum Terimplementasi. Dari hasil wawancara tersebut maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa Dimensi Sistem Birokrasi yang di kelola masing banyak yang belum berjalan dengan baik dan berlu adanya banyak perbaikan biasa kita simpul kan bahwa dari aspek Implementasi Aplikasi SIMDES (Sistem Informasi Manajemen Des. Pada Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong Sudah Terimplementasi. Tabel 1 Rekapitulasi Implementasi Aplikasi SIMDES Pada Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong Variabel Implementasi Aplikasi Dimensi Indikator Kategori Komunikasi Transmisi Kejelasan Belum Terimpleme JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Variabel Simdes Pada Kantor Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong Dimensi Sumber Daya Disposisi Indikator Kategori Konsistensi Staf Informasi Wewenang Fasilitas Apakah aparat dan staf operator yang baik ada adakah apparat lain untuk ikut SIMDES Belum Terimpleme Belum Terimpleme Prosedur Sistem Birokrasi Pembagian Tanggung Terimpleme Jawab Sumber : Dioleh Peneliti, 2024 Pembahasan Komunikasi Komunikasi penyampaian informasi dari komunikator Sementara komunikasi kebijakan merupakan proses penyampaian informasi kebijakan dari pembuat kebijakan . olicy maker. kepada pelaksana kebijakan . olicy implementor. (Widodo, 2011:. Berdasarkan hasil wawancara obeservasi dilapangan selama ini sudah terimplementai ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dalam transmisi atau sosialisasi sudah sangat jelas disampaikan, kejelasan komunikasi juga jelas disampaikan dengan baik, serta konsistensi juga sudah dilakukan oleh Kepala desa dan diterima oleh para aparat. Peran kepala desa dalam melakukan komunikasi dengan para aparat dan masyarakat Belum terimplementasi, dalam implementasi Tentang Standar Pelayanan Minimal Desa, yang mana Kepala Desa dan Aprat Belum melaksanakan tugas dengan baik, maka komunikasi yang dilakukan Belum Sumber Daya Dalam implementasi kebijakan sumber daya mempunyai peranan yang sangat Edward i dalam Widodo . mengemukakan bagaimanapun jelas dan konsistensinya ketentuan- ketentuan dan aturan-aturan serta bagaimana pelaksana kebijakan yang bertanggung jawab untuk melaksanakan kebijakan kurang mempunyai sumber-sumber daya untuk melaksanakan kebijakan secara efektif maka implementasi kebijakan tersebut tidak akan efektif. Sumber daya disini sangat berkaitan dengan segala sumber yang lain dimana dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan implementasi kebijakan, sumber daya tersebut diantaranya staf, informasi, wewenang dan fasilitas. Sumber Daya Manusia (Staf. yang di maksud dalam penelitian ini adalah bahwa implementasi kebijakan tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan dari sumber daya manusia yang berkualitas dan kuantitasnya. Sumber daya yang berkualitas seperti keterampilan, dedikasi, profesionalitas dan kompetensi di bidangnya, sedangkan sumber daya yang kuantitas seperti jumlah sumber daya manusia apakah sudah cukup untuk melingkupi seluruh kelompok sasaran. Sumber daya sangat berpengaruh pada keberhasilan implementasi karena apabila tanpa sumber daya manusia yang handal maka implementasi kebijakan akan lambat berjalan. Sumber daya dari segi staf selama ini Belum JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 mencukupi dan hanya mengandalkan staf operasional saja Disposisi Perilaku atau bisa saja disebut karakteristik itu sangat beperan penting dan harus juga dimiliki oleh pelaksana kebijakan seperti komitmen dalam pelaksana kebijakan sehingga membuat mereka selalu antusias dalam melaksanakan tupoksi yang ada dan kejujuran merupakan juga sikap yang harus dimiliki oleh implementor agar berada dalam harapan program yang telah dibuat. Oleh sebab itu implementor harus memiliki sikap yang baik untuk menjalankan kebijakan apabila implementor tidak menjalankan dengan baik kebijakan yang sudah ada maka tidak akan berjalan sesuai yang diinginkan Dalam penelitian ini peneliti menemukan bahwa dalam pengangkatan birokrasi belum sesuai dengan harapan dilihat dari tugas dan fungsi aparat yang keahliannya sesuai dengan jabatan yang di emban. Namun Insentif yang diberikan kepada aparat kantor desa selama ini sudah belum sesuai dngan beban kerja yang diemban. Sehingga dalam pelaksanaan kebijakan belum terlaksana secara efektif dan membuat staf kewalahan meskipun terimplementasi dengan baik disebabkan insentif yang tidak diterima. Maka dapat dikatakan bahwa disposisi kebijakan permendagri tentang SIMDES pada Desa Tanta belum terimplementasi. Sistem Birokrasi Sistem birokrasi menpunyai peran yang sangat penting dimana Sistem birokrasi ini mempunyai dua aspek yaitu pertama adalah mekanisme, dimana implementasi kebijakan biasanya sudah dibuat standart operation procedur (SOP). SOP ini merupakan pedoman bagi setiap implementator dalam bertindak agar dalam pelaksanaan kebijakan tidak melenceng dari tujuan dan sasaran kebijakan yang ada, dan kedua adalah apakah sistem birokrasi sudah melakukan fragmentasi atau ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB melaksanakan tugas kebijakan Untuk Standar Opersional Pelaksana (SOP) selama ini aparat pelaksana kebijakan sudah memiliki SOP, maka dari segi SOP sudah terimplementasi Dalam fragmentasi atau pembagian tanggung jawab selama ini sudah dilakukan aparat pelaksana berdasarkan kebijakan tersebut tentang standar pelayanan minimal desa dari segi fragmentasi sudah terimplementasi. Dari kedua indikator tersebut diatas, maka implementasi kebijakan dari Sistem birokrasi sudah terimplementasi. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Implementasi Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Desa Pada Desa Tanta Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong Masih Belum Terimplementasi. SARAN