Volume 8 | Nomor 2 | Tahun 2025 | Halaman 559Ai572 E-ISSN 2615-8655 | P-ISSN 2615-725X http://diglosiaunmul. com/index. php/diglosia/article/view/1253 Kesulitan guru bahasa Inggris dalam mengajar siswa sekolah dasar English teacherAos difficulties in teaching elementary school students Ulfah Khoirotunnisa1,* & Heri Retnawati2 Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang. Yogyakarta. Indonesia Email: ulfahkhoirotunnisa. 2021@student. Orcid: https://orcid. org/0000-0002-8765-6365 Email: heri_retnawati@uny. Orcid: https://orcid. org/0000-0002-1792-5873 Article History Received 15 April 2025 Revised 9 May 2025 Accepted 14 May 2025 Published 17 June 2025 Keywords English teaching difficulties. English teaching strategies. elementary students. Kata Kunci kesulitan mengajar bahasa inggris. strategi mengajar bahasa inggris. siswa sekolah dasar. Read online Scan this QR code with your smart phone or mobile device to read online. Abstract This study investigates the challenges and issues encountered by English language teachers in teaching elementary school students. The aims of this study is to explore the difficulties face by teacher in teaching English to young learners and to identify potential strategies to accomplish these challenges. The research approach that used was a qualitative research design, with in-depth interviews as data collecting method. The participants consisted of ten English teachers. The findings show that teachers face significant obstacles, including difficulties in identifying appropriate teaching materials, methods, strategies, and media that compatible with elementary studentsAo level. English also frequently perceived by students as a difficult subject, which decrease their learning motivation. Furthermore, inadequate access to teaching resources and limited institutional support are cited as additional barriers. Notably, the study also highlights that the teachers own limited teaching skill and pedagogical competence in English contribute to the overall challenges. In order to overcome these issues, teachers reported engaging in self-directed by joining any professional development activities, such as reading academic journals, attending workshops, and participating in training sessions focused on English language teaching strategies for young learners. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggali permasalahan dan tantangan guru Bahasa Inggris dalam mengajar siswa sekolah dasar. Peneliti melakukan pendalaman mengenai kesulitan guru dalam mengajar Bahasa Inggris juga bertujuan untuk mencari solusi dari permasalahan Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif menggunakan wawancara sebagai metode pengumpulan data. Responden pada penelitian ini adalah 10 guru Bahasa Inggris yang telah mengajar di sekolah dasar minimal dua tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai kesulitan dan tantangan yang dihadapi guru dalam mengajar Bahasa Inggris di sekolah dasar di antaranya adalah sulitnya menemukan materi, metode, strategi serta media belajar yang sesuai dengan siswa sekolah dasar. Pelajaran Bahasa Inggris menjadi salah satu pelajaran yang sulit bagi siswa sehingga guru mengalami kesulitan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu, terbatasnya fasilitas pendukung pembelajaran juga menjadi salah satu kendala guru. Pada hal lain para guru juga mengatakan bahwa masih rendahnya kompetensi guru dalam mengajar juga menjadi salah satu kendala dalam mengajar Bahasa Inggris. Strategi guru dalam menghadapi permasalahan tersebut salah satunya adalah dengan membaca jurnal, mengikuti pelatihan dan sosialisasi mengenai cara terbaik dalam mengajar Bahasa Inggris kepada siswa sekolah dasar. A 2025 The Author. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya by Universitas Mulawarman How to cite this article with APA style 7th ed. Khoirotunnisa. , & Retnawati. Kesulitan guru bahasa Inggris dalam mengajar siswa sekolah dasar. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya, 8. , 559Ai572. https://doi. org/10. 30872/diglosia. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya is an open access article under the terms of the Creative Commons Attribution-Share Alike 0 International License (CC BY-SA 4. Ulfah Khoirotunnisa & Heri Retnawati Pendahuluan Bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa Internasional yang sudah digunakan di seluruh belahan dunia. Bahasa yang digunakan untuk memahami informasi dalam berbagai kegiatan seperti pada kegiatan politik, konferensi ilmiah, kegiatan penelitian terutama pada bidang pendidikan dan kedokteran (Khasawenah, 2. Manusia perlu untuk menguasai Bahasa Inggris agar dapat dengan mudah mengikuti perkembangan jaman dan teknologi. Hal ini juga didukung oleh Hosan et al. bahwa bahasa Inggris pada era digital ini menjadi bahasa yang penting untuk memaksimalkan kesempatan terutama pada organisasi internasional. Kesuksesan kegiatan pembelajaran diukur dari tiga aspek yaitu sumber belajar, strategi belajar, serta peserta didik yang belajar (Kusuma, 2. Bahasa Inggris merupakan sebuah pelajaran yang membutuhkan kemampuan berpikir kritis yang kompleks dalam proses pemahamannya. Untuk meningkatkan motivasi belajar dalam diri siswa sekolah dasar, pembelajaran harus dilaksanakan dengan menarik. Seperti yang disampaikan oleh Syed & Wahas . salah satu kendala yang sering ditemui guru dalam mengajar Bahasa Inggris untuk anak-anak ialah meningkatkan suasana belajar yang menyenangkan. Membentuk suasana belajar yang efektif dan bernilai dengan materi dan metode yang menyenangkan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa (Matyakhan et al. , 2. Hal ini juga didukung oleh Ali et al. bahwa suatu hal yang penting bagi guru untuk menciptakan strategi belajar yang lebih inovatif dan baru guna meminimalisir kesulitan siswa dalam memahami dan mendalami materi belajar yang diberikan. Hosan et al. mengatakan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris siswa termasuk speaking dan writing dapat dilakukan dengan mudah dengan cara mengadaptasikan metode belajar yang sesuai. Namun demikian hasil penelitian ini tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Berbagai metode belajar yang digunakan guru tidak berfungsi dengan efektif dalam mengajar Bahasa Inggris kepada siswa SD. Tantangan mengajar Bahasa Inggris tidak selalu datang dari rendahnya kualitas model, metode, maupun strategi mengajar tetapi juga datang dari kemampuan guru dalam menerapkan metode belajar tersebut. kompetensi utama yang harus ditingkatkan untuk mewujudkan kesuksesan pembelajaran Bahasa Inggris adalah kemampuan dan kecakapan Bahasa Inggris guru itu sendiri (Kusuma, 2. Hal ini juga didukung oleh Ali et al. bahwa terbatasnya pengetahuan dan kemampuan guru mengenai topik tertentu seperti grammar dan tenses menjadi salah satu penyebab rendahnya prestasi belajar Bahasa Inggris siswa. Pada Kurikulum Merdeka ditegaskan bahwa dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris guru memegang kendali untuk menerapkan pembelajaran dengan bebas sesuai standar yang ditentukan pemerintah. Namun demikian penentuan materi belajar juga harus tetap bersumber pada kerangka yang ditentukan oleh pemerintah. Terdapat perbedaan pola pembelajaran Bahasa Inggris antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka. Pada Kurikulum 2013 kegiatan pembelajaran mengedepankan strategi tematik-integratif, mengutamakan keterampilan literasi, berpikir kritis, dan komunikasi. Pada Kurikulum Merdeka guru mengedepankan pembelajaran berbasis proyek yang berfokus pada keterampilan abad 21. Kebebasan pada hal ini berarti para guru dituntut untuk lebih kreatif dalam mengembangkan materi dan strategi belajar Bahasa Inggris. Namun pada kenyataannya kebebasan tersebut membuat para guru kerap menjadi pusat dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini disampaikan oleh Derakhshan . bahwa kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris didominasi oleh guru, siswa hanya perlu untuk mendengarkan dan menyerap informasi dari guru. Kebiasaan belajar teacher center ini harus diminimalisir untuk mencegah terjadinya ketidakefektifan serta kegagalan dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran yang menarik dapat diciptakan dengan menerapkan metode yang menyenangkan, serta materi yang ringan namun bermakna. Pada kenyataannya masih banyak guru yang melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan metode tradisional seperti ceramah, membaca buku teks, serta metode belajar mandiri. Meskipun masih bisa digunakan, metode seperti ini dipercaya dapat menurunkan semangat dan motivasi belajar siswa. Penerapan metode belajar yang lebih modern dengan melibatkan siswa dalam setiap aktifitas menjadi salah satu upaya untuk Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 559Ai572 Kesulitan guru bahasa Inggris dalam mengajar siswa sekolah dasar mencegah terjadinya permasalahan dalam pembelajaran. Hal tersebut dipercaya karena metode belajar tradisional sudah tidak bisa memberikan dampak yang positif terhadap kesuksesan belajar bahasa Inggris (Ali et al. , 2. Penerapan metode belajar yang lebih modern dengan melibatkan siswa dalam setiap aktivitas menjadi salah satu upaya untuk mencegah terjadinya permasalahan dalam pembelajaran. Penelitian ini belum banyak dilakukan oleh peneliti-peneliti terdahulu terutama pada era penerapan Kurikulum Merdeka saat ini yang mana pelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar hanya terbatas pada pelajaran muatan lokal. Dengan diberlakukannya mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pilihan menyebabkan waktu yang dimiliki guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran menjadi terbatas. Hal ini menimbulkan berbagai permasalahan dan tantangan yang lebih besar kepada guru dalam menciptakan pembelajaran yang efektif dan Oleh karena itu melalui penelitian ini digali berbagai kendala, permasalahan, dan tantangan yang dihadapi guru Bahasa Inggris dalam mengajar siswa sekolah dasar. Metode Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan wawancara semi-structured sebagai metode pengumpulan data. Hal ini bertujuan agar proses wawancara bersama responden lebih fleksibel dan santai namun tetap mengikuti pedoman wawancara yang telah dibuat sebelumnya. Pada penelitian ini, peneliti ingin mengulik secara mendalam mengenai kesulitan yang dihadapi oleh guru Bahasa Inggris dalam mengajar siswa sekolah dasar serta strategi yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini melibatkan 10 orang guru Bahasa Inggris dari berbagai sekolah yang telah berpengalaman mengajar Bahasa Inggris di SD minimal dua tahun yang mana semua responden telah mengajar di sekolah paling sedikit adalah tiga tahun. Peneliti percaya bahwa guru-guru yang telah mengajar Bahasa Inggris lebih dari dua tahun memiliki pengalaman dan cerita yang cukup banyak mengenai kendala dan tantangan yang mereka temui dalam mengajar Bahasa Inggris kepada siswa sekolah dasar sehingga data yang diperoleh menjadi lebih kredibel dan terpercaya. Proses analisis data dilakukan melalui beberapa tahap diantaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada proses reduksi data, hasil wawancara yang masih dalam bentuk rekaman di transkrip ke dalam bentuk tertulis dengan mendengarkan rekaman secara keseluruhan dari masing-masing responden. Setelah itu peneliti melakukan klarifikasi terkait dengan data yang diperoleh kepada responden. Hal ini dilakukan agar data yang ditulis oleh peneliti sama persis dengan informasi yang diberikan oleh responden. Tahap selanjutnya peneliti melakukan coding yaitu proses memberikan label kepada masing-masing informasi untuk selanjutnya dikelompokkan ke dalam jenis yang sama. Hal ini bertujuan untuk mempermudah peneliti untuk mengumpulkan informasi yang sejenis untuk nantinya dapat dianalisis dan diperoleh hasil dari penelitian ini. Pembahasan Terdapat tujuh kategori kesulitan, kendala, dan tantangan yang sering dihadapi guru Bahasa Inggris, ketika mengajar siswa SD. Kesulitan terkait dengan materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, motivasi belajar siswa, fasilitas belajar, kemampuan guru, serta kemampuan siswa. Kurniawati . mengatakan kesulitan guru dan siswa dalam melaksanakan proses belajar Bahasa Inggris itu dapat disebabkan oleh faktor eksternal dan faktor Faktor eksternal dapat berupa kesulitan yang berasal dari hal-hal di luar guru dan siswa, seperti fasilitas, media, metode, dan materi pembelajaran. Faktor internal dapat berasal dari diri guru maupun siswanya, seperti kemampuan guru, kemampuan siswa, dan motivasi belajar siswa. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 559Ai572 Ulfah Khoirotunnisa & Heri Retnawati Kesulitan Guru Bahasa Inggris Mengajar Siswa Sekolah Dasar Sekolah Dasar (SD) merupakan tingkat pendidikan formal paling pertama dalam sistem pendidikan di Indonesia. Anak-anak yang dapat menduduki tingkat sekolah dasar berkisar pada usia 6 hingga 12 tahun. Usia-usia ini merupakan usia paling baik untuk mulai mempelajari ilmu baru termasuk Bahasa Inggris. Namun Bahasa Inggris di Indonesia merupakan bahasa asing sehingga mempelajari Bahasa Inggris merupakan suatu hal yang sulit untuk dilakukan termasuk bagi siswa sekolah dasar. Maka dari itu terdapat berbagai tantangan bagi guru Bahasa Inggris dalam mengajar siswa sekolah dasar. Berikut adalah penjabaran mengenai permasalahan dan tantangan tersebut. Materi Belajar Beberapa guru yang merupakan responden dari penelitian ini mengatakan, mereka sulit untuk mencari dan menentukan materi yang sesuai untuk siswa SD. Di Indonesia, pelajaran Bahasa Inggris sudah tidak diwajibkan di SD, sehingga tidak cukup banyak kurikulum yang menentukan materi seperti apa yang sesuai untuk diterapkan untuk siswa. Mengacu pada Permendiknas No. Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan, mengatur bahwa mata pelajaran Bahasa Inggris beralih menjadi mata pelajaran muatan lokal di sekolah dasar. Hal ini membuat Bahasa Inggris, bukan lagi merupakan pelajaran wajib di SD dan menyebabkan minimnya kurikulum yang mengatur tentang materi pembelajaran. Hal ini disampaikan oleh Bapak FA: AuKesulitannya sebenarnya lebih kepada mencari materi yang sesuai dengan kondisi anaknya gitu, yang mudah dipahami, yang sekiranya mereka juga lebih mudah mengerti, nah itu tantangannya di situ. Ay Tidak hanya itu, berdasarkan hasil wawancara, beberapa guru melaporkan bahwa beberapa materi masih terlalu sulit untuk diberikan kepada siswa sekolah dasar. Materi pelajaran tersebut salah satunya adalah materi pronounciation dan listening. Pada materi pembelajaran ini siswa diminta untuk mampu menyebut dan melafalkan bunyi dari suatu kata dalam Bahasa Inggris. Tidak jauh berbeda dengan pronounciation, mengajar materi listening kepada siswa SD juga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh guru. Materi ini terasa sulit bagi siswa sekolah dasar yang masih asing dengan Bahasa Inggris. Hal ini menjadi lebih sulit apabila siswa belum mahir dalam membaca dalam Bahasa Inggris. Seperti yang disampaikan oleh Bapak AJ dan Bapak FA. AuMateri yang sulit diajarkan itu materi pronounciation, siswa sulit untuk menyebutkan kata yang lebih kompleks seperti thirteen, fourteen, dan sebagainya. Ay AuSejauh ini yang paling sulit adalah mencari dan mengajar materi listening ya dibanding dengan yang lain-lain, karena ya kita masih harus menyesuaikan dengan kemampuan siswanya apalagi ya listening itu lebih lebih sulit dipahami. Ay Pronounciation merupakan salah satu topik pembelajaran pada aspek speaking. Speaking menjadi salah satu hal yang sulit dipraktikkan oleh siswa terutama siswa sekolah dasar yang masih asing dengan Bahasa Inggris. Andriani et al. mengatakan beberapa hal yang menyebabkan sulitnya siswa untuk berbicara dalam bahasa Inggris di antaranya adalah terbatasnya kosa kata yang dimiliki, cemas dan gugup dalam berbicara Bahasa Inggris, serta terbatasnya waktu yang dimiliki untuk belajar di dalam kelas. Begitu juga dengan aspek listening, kemampuan listening merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa dengan tujuan agar mampu memahami makna yang disampaikan melalui suara. Kemampuan listening menjadi salah satu kemampuan utama karena selain berguna untuk mempermudah proses pembelajaran aspek lain juga mempermudah interaksi sosial dengan penutur lain (Rahman et al. , 2. Mengajar materi listening merupakan suatu hal yang penting dilakukan oleh guru Bahasa Inggris. Menurut Datta & Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 559Ai572 Kesulitan guru bahasa Inggris dalam mengajar siswa sekolah dasar Roy . tidak baiknya kualitas mengajar guru pada aspek listening dapat menyebabkan siswa tidak mahir pada aspek speaking juga. Listening dan speaking merupakan dua aspek bahasa yang saling berkaitan satu sama lain. Jika ingin meningkatkan prestasi siswa dalam berbicara maka guru harus menciptakan pembelajaran yang berkualitas pada aspek listening. Metode Belajar Berdasarkan hasil wawancara, beberapa guru melaporkan bahwa salah satu tantangan dalam mengajar Bahasa Inggris adalah dalam menentukan metode belajar yang menarik yang dapat meningkatkan minat belajar siswa. hal ini disampaikan oleh Bapak HR. Aumetode pembelajarannya hanya itu, terus juga bosen, jadi tantangan salah satunya ya bagaimana saya harus membuat metode pembelajaran itu menarik, interaktif terhadap anak. Jadi, setiap pertemuannya anak tidak bosan. Ay Metode belajar ialah suatu cara dan teknik pembelajaran yang dapat diterapkan guru untuk menyampaikan materi pembelajaran Bahasa Inggris. Pada penelitian ini sebagian guru menyebutkan beberapa metode belajar yang sering mereka gunakan dalam proses belajar Bahasa Inggris, di antaranya. Cooperative Learning. Problem Based Learning (PBL), dan Jigsaw. Menurut Kaltsum . dalam proses pembelajaran guru dituntut untuk menerapkan strategi saintifik 5M, dan menerapkan metode belajar interaktif seperti Jigsaw dan role play Namun beberapa metode pembelajaran tersebut terkadang tidak efektif untuk diterapkan kepada siswa sekolah dasar. Hal ini disampaikan oleh Ibu LS AuMenurut saya PBL itu tidak cocok digunakan untuk anak sd karena sudah terlalu sulit, sulit untuk anak SD diminta untuk memecahkan suatu permasalahan walaupun materinya kita sesuaikan dengan usia mereka. Ay Problem based learning (PBL) merupakan suatu model atau metode pembelajaran yang berfokus pada pemecahan masalah. Pada kegiatan pembelajaran, guru dituntut untuk dapat mengajak siswa untuk berkontribusi secara penuh dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran dapat dilakukan secara mandiri maupun berkelompok. Pembelajaran dengan PBL memerlukan tingkat berpikir kritis yang tinggi bagi siswa. Jika seorang guru berhasil melaksanakan pembelajaran dengan PBL maka hal tersebut dapat membentuk kemampuan berpikir kritis siswa (Riyadi et al. , 2. Pembelajaran dengan model PBL dirasa bagi sebagian guru tidak cocok digunakan untuk mengajar siswa sekolah dasar yang belum memiliki kemampuan untuk berpikir kritis dengan baik. Hidayat et al. mengatakan dalam proses pembelajaran dengan PBL siswa diminta untuk dapat mengidentifikasi, menganalisis, mengomunikasikan serta memikirkan suatu topik pembelajaran yang diberikan guru. Beberapa guru juga menyatakan hal yang sama. Melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan metode yang sudah disebutkan tadi, tidak selamanya berjalan dengan lancar dan Ada beberapa kendala yang mereka hadapi ketika menggunakan metode-metode belajar Pada pembelajaran Cooperative Learning, termasuk Jigsaw siswa akan dibagi ke dalam beberapa kelompok, dan mereka akan bekerja sama dengan teman sekelompoknya. Dalam kegiatan ini, siswa akan saling berkomunikasi dan berbicara dengan satu sama lain, untuk mengerjakan perintah dari guru. Hal ini didukung oleh Abulhassan & Hamid . dan Afdal et . bahwa pengimplementasian pembelajaran dengan menggunakan metode cooperative learning dan ceramah sangat banyak manfaatnya, seperti meningkatkan kepercayaan diri siswa, meningkatkan kemampuan belajar, dan melatih rasa tanggung jawab, namun demikian apabila metode ini tidak direncanakan dengan matang maka akan menimbulkan kegaduhan pada kegiatan Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 559Ai572 Ulfah Khoirotunnisa & Heri Retnawati Namun demikian pembelajaran dengan metode cooperative learning dapat memberikan manfaat yang besar terhadap kesuksesan belajar. Dalam hal ini guru memegang peranan yang penting dalam mengelola kegiatan pembelajaran dengan metode ini. Guru harus mempertimbangkan dengan bijak dalam membuat kelompok belajar. Untuk mewujudkan pembelajaran yang kondusif guru harus membuat peraturan yang harus dipatuhi oleh siswa. selanjutnya dalam proses belajar guru harus melakukan pengawasan dan penilaian terhadap performa masing-masing siswa. Penilaian dapat dilakukan berdasarkan performa individu dan performa kelompok pada keterampilan sosial dan komunikasi, serta penyelesaian masalah. Media Belajar Media pembelajaran juga sama pentingnya dengan metode pembelajaran. Media dapat juga dikatakan sebagai alat dan perantara untuk melaksanakan pembelajaran. Pada pembelajaran Bahasa Inggris, media belajar seharusnya menjadi alat untuk mempermudah guru dalam menyampaikan materi dan memudahkan siswa untuk memahami materi dari guru. Media belajar dapat berupa alat, materi, dan strategi yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran sebagai sarana untuk menyalurkan ilmu pengetahuan dan pengalaman kepada siswa (Seechaliao, 2. Guru-guru juga menyebutkan banyak sekali media belajar yang sering mereka manfaatkan dalam menyampaikan materi, seperti textbook, video audio, lagu, game, dan flashcard. Namun seringkali media yang digunakan guru tersebut ternyata tidak menumbuhkan gairah dan semangat siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan Ridwan et al. bahwa media belajar seperti video, buku pelajaran, foto, dan power point dapat menyebabkan siswa tidak berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran karena media tersebut tidak dapat secara langsung memberi feedback kepada siswa. Seperti yang dikatakan oleh Ibu FN. AuTapi kalo dari saya sendiri saya pribadi dari guru, itu mungkin lebih ke media pembelajarannya sih, karena kan kalau anak SD, anak SD itu kan mereka butuh sesuatu yang bisa terlihat dengan jelas agar lebih menarik minat mereka. Ay Hal ini menjadi pertanyaan besar penyebab media-media yang menarik tersebut tidak dapat membangkitkan semangat belajar siswa. Pada kenyataannya media belajar yang menyenangkan seperti bermain game dapat menjadi satu solusi untuk menghilangkan kejenuhan siswa dalam Hal ini juga didukung oleh Andriani et al. bahwa menerapkan metode game dalam pembelajaran Bahasa Inggris memiliki banyak manfaat salah satunya dapat meningkatkan kemampuan vocabulary siswa. Para guru juga mengatakan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan audio membuat siswa menjadi bosan karena mereka hanya diminta untuk mendengarkan materi yang disampaikan dalam audio tersebut, tanpa adanya aktivitas menarik lain. Hal semacam ini semakin mambuat siswa menganggap Bahasa Inggris merupakan aspek pelajaran yang sulit untuk dipelajari, sehingga menyebabkan hilangnya motivasi mereka untuk terus belajar Bahasa Inggris. Hal ini diperjelas oleh pendapat dari Dewi & Sadjiarto . untuk menciptakan hasil pembelajaran yang maksimal guru harus dapat menciptakan media, dan materi pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan. Hal ini juga didukung oleh Pahlevi et al. bahwa penggunaan media belajar yang menarik seperti storybook yang sesuai dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar bahasa Inggris siswa. Selain itu. Augmented Reality (AR) dapat menjadi salah satu media belajar inovatif yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mendukung kesuksesan pembelajaran. AR merupakan sebuah media yang dapat membangkitkan semangat belajar siswa karena media ini mengajak siswa untuk mempelajari suatu topik dengan menggabungkan realita dan objek virtual. Soltani & Morice . mengatakan AR dapat memproduksi media belajar dalam bentuk teks, gambar, audio, serta objek 3D secara menarik kepada siswa. Maka dari itu untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar di kelas guru dapat memanfaatkan media belajar yang efektif dan inovatif seperti media belajar Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 559Ai572 Kesulitan guru bahasa Inggris dalam mengajar siswa sekolah dasar Augmented Reality ini. Dari permasalahan-permasalahan yang terjadi tersebut dapat diketahui bahwa guru memegang peranan penting dalam mewujudkan kesuksesan pembelajaran. Semua media belajar dapat menjadi menarik apabila guru dapat memanfaatkan hal tersebut dengan baik. Sebaliknya, sebaik apa pun manfaat yang dapat diberikan oleh sebuah media belajar, apabila guru tidak dapat menerapkannya dengan baik maka hal tersebut menjadi tidak efektif dalam kegiatan Motivasi Belajar Siswa Menurut sebagian besar siswa. Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang sangat sulit untuk dipelajari. Hal ini membuat mereka tidak tertarik untuk mempelajarinya dengan serius. Seperti yang disampaikan oleh Bapak HR. AuJadi kadang e namanya masih SMP ya, anak itu kadang kurang fokus terhadap pelajaran yang ee sedang dilakukan, jadi kadang anak itu ketika diajak diskusi diskusinya ke mana-mana tidak fokus dengan pembelajarannya. Itu salah satu kendalanya sih. Ay Motivasi belajar ialah suatu aspek internal yang berasal dari diri siswa serta dapat naik dan turun, karena disebabkan oleh berbagai faktor. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, motivasi belajar yang tinggi sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan proses pembelajaran yang berkualitas dan bermanfaat. Kaltsum . berpendapat bahwa merupakan hal yang wajar jika siswa hilang motivasi untuk belajar Bahasa Inggris, masalah ini tergantung dengan bagaimana cara guru dalam mengontrol kegiatan pembelajaran. Tidak hanya itu, dampak dari kurangnya motivasi belajar sebagian kecil siswa sering kali mempengaruhi motivasi belajar seluruh siswa. Hal ini didukung oleh Islamuddin & Widyartono . bahwa siswa yang memiliki semangat belajar yang rendah cenderung akan mempengaruhi performa belajar siswa lain. Fasilitas Kendala lain yang dihadapi guru Bahasa Inggris dalam mengajar siswa sekolah dasar adalah minimnya dukungan fasilitas yang disediakan oleh sekolah. Beberapa guru menyampaikan, pihak sekolah tidak menyediakan fasilitas belajar seperti laptop, proyektor, speaker, dan fasilitas belajar lain yang mana hal-hal tersebut sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran. Hal ini disampaikan oleh Ibu LS. AuBanyak kendalanya itu lebih ke fasilitas sih, misalkan kita ngajar mau pake media video, otomatis kan tentu kita sudah menyiapkan laptopnya ni, namun beberapa kelas di sekolah kami yang tidak ada fasilitas proyektornya. Ay Selain fasilitas seperti proyektor, laptop, speaker dan sebagainya, tidak adanya laboratorium bahasa di sekolah juga menjadi salah satu kendala guru Bahasa Inggris. Laboratorium bahasa merupakan sebuah sarana yang sangat dibutuhkan untuk mendukung kesuksesan pembelajaran bahasa termasuk Bahasa Inggris. Zaydan et al. mengatakan bahwa untuk meningkatkan motivasi belajar serta mendukung terwujudnya kesuksesan pembelajaran dapat dimulai dengan memenuhi kebutuhan siswa dalam aspek sarana dan prasarana. Fasilitas belajar seperti laboratorium bahasa sangat penting untuk disediakan karena hal tersebut dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Hal ini disampaikan oleh Bapak FA. AuKebetulan di sekolah kami tidak ada lab bahasa jadi kalau mau mengajar listening itu lebih sulit, walaupun bisa menggunakan speaker di kelas namun mungkin jika ada lab bahasa pembelajaran bisa menjadi lebih kondusif. Ay Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 559Ai572 Ulfah Khoirotunnisa & Heri Retnawati Kemampuan Guru Guru yang profesional ialah guru yang memiliki tiga aspek, salah satunya ialah kesadaran akan keterbatasan kemampuannya (Sudrajat, 2. Setiap guru pasti memiliki kekurangannya masing-masing, tidak terkecuali guru Bahasa Inggris. Beberapa guru tidak percaya diri ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran. Mereka merasa masih banyak aspek-aspek pada Bahasa Inggris yang belum mereka kuasai. Munculnya rasa tidak percaya diri ini, karena banyak guru yang mengatakan bahwa mereka tidak menguasai vocabulary dengan maksimal. Hal ini disampaikan oleh Ibu LS. AuWaktu pertama kali mengajar Bahasa Inggris juga pada saat itu pengalaman mengajar, pengalaman menentukan media belajar masih sangat minim, maka dari itu saya merasa dari kemampuan saya sendiri baik kemampuan mengajar maupun kemampuan Bahasa Inggris harus banyak ditingkatkan lagi. Ay Selain itu, guru juga merasa tidak percaya diri untuk dapat menyampaikan materi dengan baik, karena kurangnya pengetahuan mereka mengenai metode belajar yang efektif dan sesuai untuk siswa. Kostoulas . mengatakan kepercayaan diri guru dalam mengajar bahasa akan mengarah kepada hasil belajar yang maksimal. Permasalahan tersebut seharusnya menjadi motivasi guru untuk terus mengeksplor diri, dan menggali ilmu baru mengenai metode belajar dari sumber-sumber yang terpercaya, seperti jurnal. Menurut Wijaya . guru yang kompeten ialah guru yang dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif, sehingga dapat meningkatkan kesuksesan pembelajaran siswa. Selain itu, pengelolaan kelas juga menjadi salah satu tantangan yang sering dihadapi. Hal ini disampaikan oleh Bapak AJ. AuKemampuan saya mengelola kelas juga masih rendah, karena terlalu aktif seringkali saya kewalahan dalam menghadapi anak-anak sd ini. Ay Gaias et al. mengatakan upaya guru dalam menerapkan pembelajaran yang unik, menyenangkan, terstruktur, menarik, serta produktif merupakan bentuk dari pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru. Pengelolaan kelas dapat berupa kemampuan guru mengelola kondisi kelas serta kemampuan guru mengelola kegiatan pembelajaran. Kemampuan guru dalam mengelola kelas menjadi salah satu hal yang dapat mempengaruhi kesuksesan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Guru memiliki tanggung jawab dan kewenangan penuh untuk mendisiplinkan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Pengelolaan kelas yang baik dapat berupa selalu mengemukakan pandangan yang positif dan pernyataan yang baik, serta memperlakukan siswa dengan baik dan terpuji (Bojos, 2. Maka dari itu guru diharapkan dapat mempelajari lebih dalam mengenai aspek pengelolaan kelas dan pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap terpuji dalam diri siswa dapat menjadi faktor kesuksesan pembelajaran. Kemampuan Siswa Melalui wawancara beberapa guru mengatakan bahwa dalam pembelajaran Bahasa Inggris salah satu tantangan yang dihadapi adalah terkait dengan kemampuan siswa. Sebagian besar siswa menganggap pelajaran Bahasa Inggris adalah pelajaran yang sulit dan membosankan. Hal ini membuat mereka bermalas-malasan dan tidak berperan aktif dalam pembelajaran. Beberapa permasalahan yang sering terjadi pada siswa menurut pandangan guru Bahasa Inggris diantaranya adalah kurangnya penguasaan kosa-kata . , rendahnya pengetahuan mereka terhadap struktur kalimat . , serta rendahnya kemampuan membaca dan menulis siswa sekolah Hal ini disampaikan oleh Bapak HR, dan Bapak AJ. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 559Ai572 Kesulitan guru bahasa Inggris dalam mengajar siswa sekolah dasar AuAnak itu masih banyak vocab atau kata kerja yang anak itu belum paham atau belum tau. Itu juga salah satu kendala ketika saya mengajar di kelas, jadi anak butuh pemahaman arti dalam bahasa Inggris, kemudian misalnya ketika saya mengajarkan listening, kurangnya vocab anak juga menjadi kendala belajar. Ay AuKesulitan yang sama temui itu ketika mengajar kelas 1,2,3 karena mereka untuk membaca dan menulis saja masih belum pandai, jadi untuk belajar Bahasa Inggris menjadi lebih sulit. Ay Penguasaan kosa-kata menjadi pilar utama agar siswa dapat memahami intisari yang terkandung dalam kalimat Bahasa Inggris yang mereka baca atau dengar. Menurut Kurniawati . kurangnya penguasaan vocabulary pada diri siswa ditandai dengan kurang pahamnya mereka terhadap kata dan kalimat yang disampaikan oleh pembicara baik secara langsung maupun tidak langsung. Pada umunya penguasaan struktur kalimat, memang masih menjadi permasalahan untuk siswa, baik tingkat SD. SMP. SMA, bahkan perguruan tinggi. Untuk dapat mempelajari dan memahami struktur kalimat Bahasa Inggris harus dilakukan secara berulang-ulang serta dengan praktik membuat kalimat secara terus menerus. Kendala seperti ini sering kali menghambat kesuksesan pembelajaran Bahasa Inggris. Namun, hal ini sangat wajar terjadi, karena untuk siswa sekolah dasar kelas 1,2,3, banyak dari mereka memang belum terlalu lancar untuk menulis dan membaca, bahkan dalam bahasa Indonesia. Bahasa Inggris merupakan bahasa asing bagi mereka, maka dari itu butuh proses yang cukup panjang untuk membuat siswa lancar dalam menulis dan membaca kalimat dalam Bahasa Inggris. Maka dari itu para guru dituntut untuk tetap kreatif dan inovatif dalam upaya mendesain strategi belajar yang berkualitas. Namun demikian, kemampuan siswa tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal. Faktor eksternal tersebut dapat berupa kemampuan serta peran guru dalam menyampaikan materi belajar serta peran orang tua dalam mengajak anak untuk mengulang pembelajaran kembali di rumah. Kemampuan kosa kata merupakan kemampuan yang dapat dilatih dengan cara memperbanyak latihan kosa kata setiap Siswa sekolah dasar belum memiliki inisiatif sendiri untuk melakukan penghafalan Maka dari itu peran guru dan orang tua sangat berpengaruh dalam hal tersebut. Guru dapat menerapkan metode belajar yang dapat membuat siswa memperkaya kosa kata mereka seperti metode setoran kosakata atau vocabulary pada setiap pertemuan. Selain itu guru juga dapat menggunakan media yang dapat membuat siswa mudah mengingat kosakata seperti media Selain itu, untuk kembali memperkuat ingatan siswa mengenai kosakata atau materi lainnya juga dapat dibantu oleh orang tua di rumah. Orang tua dapat membantu anak untuk mengingat kosakata dengan membuat catatan serta menyediakan media belajar seperti gambar dan video di rumah. Strategi Guru dalam Mengajar Bahasa Inggris kepada Siswa Sekolah Dasar Dalam proses pembelajaran, guru sebagai perantara dalam menyampaikan materi tidak bisa menghindari permasalahan pembelajaran yang terjadi. Namun demikian sebagai guru yang kompeten harus mampu menjadikan permasalahan sebagai pacuan untuk dapat menggali ilmu lebih dalam lagi. Permasalahan dalam mengajar Bahasa Inggris di antaranya adalah sulitnya membangun dan mempertahankan motivasi belajar dalam diri siswa. Oleh karena itu guru dituntut untuk menemukan solusi terhadap permasalahan tersebut. Melalui wawancara, salah satu guru yaitu Ibu LS menyampaikan salah satu cara yang sering digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah dengan melakukan analisis terhadap sikap, perilaku, dan tingkah laku siswa itu sendiri. AuKalau kita tahu siswa ini tidak termotivasi untuk belajar bahasa inggris dan biar ke depannya pelajaran Bahasa Inggris tidak dianggap susah oleh siswa, sebelum menyusun RPP saya harus ngelakuin analisis instruksional dulu atau saya harus tau kelemahan siswa ini di mana, melalui Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 559Ai572 Ulfah Khoirotunnisa & Heri Retnawati analisis instruksional itu kita tau ini karakteristik siswanya bagaimana karena tidak semua siswa di dalam kelas itu sama. Ay Menurut guru, dengan melakukan analisis karakteristik serta evaluasi pembelajaran dapat menjadi salah satu cara untuk mengetahui kebutuhan siswa. Analisis karakteristik dilakukan oleh guru untuk mendalami karakter-karakter yang ditunjukkan oleh siswa selama pembelajaran Hal ini didukung oleh Megawati & Reahmawati . setiap siswa memiliki sifat yang berbeda, maka penting bagi guru untuk mengetahui karakteristik setiap siswa untuk mengetahui teknik dan porsi belajar seperti apa yang sesuai agar tujuan pembelajaran dapat Permasalahan lain yang terjadi adalah sebagian besar guru mengatakan siswa tidak memiliki semangat yang tinggi untuk belajar Bahasa Inggris karena disebabkan karena aktivitas yang monoton, serta materi belajar yang sulit. Materi belajar merupakan suatu aspek yang telah ditentukan oleh kurikulum yang diterapkan di sekolah. Sulit atau tidaknya suatu materi pembelajaran ditentukan oleh kreativitas guru dalam menyampaikan materi tersebut. penyampaian materi dapat dilakukan secara efektif dengan menggunakan model belajar yang Menurut Malysheva et al. penggunaan model belajar yang sesuai dapat meningkatkan antusiasme belajar siswa sehingga pembelajaran menjadi lebih kondusif dan tujuan pembelajaran dapat tercapai. Selain itu guru juga mengatakan bahwa dengan menerapkan metode dan media pembelajaran yang beragam pada setiap pertemuan juga menjadi solusi untuk menumbuhkan semangat belajar hal ini disampaikan oleh Bapak HR. AuStrategi belajar yang menurut saya efektif itu, saya akan mengusahakan untuk menggunakan metode dan media belajar yang berbeda pada setiap pembelajaran. Ay Tidak jauh berbeda dengan Bapak HR. Ibu AI juga mengatakan bahwa untuk meningkatkan kesenangan dan motivasi belajar siswa sekolah dasar dapat dilakukan dengan mengikutsertakan siswa secara aktif dalam pembelajaran yang menyenangkan. AuYang paling penting guru harus melaksanakan aktivitas yang menyenangkan dan tidak monoton lalu bagaimana kita mentransfer materi belajarnya dengan mengajak siswa secara langsung seperti mencium baunya, memegang tekstur dan sebagainya. Ay Selain itu, untuk membangun gairah dan semangat belajar Bahasa Inggris siswa juga dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran dengan menggunakan media yang menarik. Mediamedia yang menarik tersebut dapat berupa video, lagu, flashcard, game dan sebagainya. Hal ini disampaikan oleh Bapak FA dan Ibu LS. AuAnak jauh lebih aktif dan antusias dalam belajar apabila saya menggunakan video dalam proses mengajarnya. Ay AuSiswa menjadi sangat semangat dan antusias apabila diajak bermain sebagai media belajar sehingga saya menjadi kewalahan mengatur kelas. Ay Guru dituntut untuk memiliki kreativitas tinggi dalam menentukan materi, metode, dan model belajar yang dapat menarik perhatian serta minta belajar siswa. menurut Rahmawati & Wulandari . lembar kerja siswa (LKPD) merupakan salah satu media belajar yang terbukti efektif karena secara tidak langsung dapat membuat siswa ikut serta aktif dalam kegiatan Kemudian, terdapat satu model pembelajaran yang baik namun jarang diketahui dan diterapkan oleh guru yaitu model ARCS. ARCS atau Attention. Relevance. Confidence, and Satisfaction. ARCS merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan kebermaknaan kegiatan pembelajaran, mendukung siswa untuk tetap fokus, percaya diri untuk menyampaikan Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 559Ai572 Kesulitan guru bahasa Inggris dalam mengajar siswa sekolah dasar ide, serta yakin bahwa mereka memperoleh manfaat dari pembelajaran yang dilakukan. Selain itu, pemberian reward berupa nilai tambahan kepada siswa juga dapat menjadi satu cari yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan antusiasme belajar siswa. Hal ini didukung oleh Riyanto & Aryulina . bahwa umpan balik secara langsung serta tambahan poin penilaian yang diberikan oleh guru dapat membangkitkan motivasi serta prestasi belajar siswa. Permasalahan lain yang dihadapi guru adalah masih terbatasnya kemampuan guru dalam mengelola kelas dan kemampuan Bahasa Inggris guru. Salah satu hal yang sering dilakukan oleh guru untuk meningkatkan pengetahuan tentang ilmu Bahasa Inggris itu sendiri adalah dengan cara terus menerus menggali ilmu baru dari berbagai sumber seperti internet dan jurnal, serta mengikuti sosialisasi dan pelatihan berkaitan dengan mata pelajaran yang diampu. Bland . dengan mengikut pelatihan pendidikan berkaitan dengan metode dan media belajar Bahasa Inggris, guru dapat mengimplementasikan banyak aksi dalam proses pembelajaran. Hal ini disampaikan oleh Ibu LS. AuSaya sadar kemampuan mengajar saya masih minim, maka dari itu saya terus menerus memperkaya ilmu saya baik ilmu mengajar maupun kemampuan Bahasa Inggris saya dengan banyak membaca jurnal dan ikut pelatihan. Ay Salah satu strategi yang diterapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar bahasa Inggris adalah dengan melakukan brainstorming mengenai suatu topik yang akan Brainstorming merupakan salah satu strategi belajar yang memiliki peran untuk memicu kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. Hal ini didukung oleh Kongkhen & Chatwattana . bahwa brainstorming merupakan suatu proses menggunakan kemampuan berpikir untuk memecahkan sebuah masalah serta mencari solusi dari permasalahan tersebut. Maka dari itu melakukan brainstorming mengenai suatu topik yang akan dipelajari merupakan suatu kebiasaan baik yang dapat diterapkan oleh guru dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir kritis Penutup Dari informasi dan data yang digali secara mendalam dari ke 10 responden pada penelitian ini mengenai Kesulitan yang dihadapi Guru Bahasa Inggris Mengajar Siswa Sekolah Dasar (SD), diperoleh tujuh kategori kesulitan, yakni kesulitan berkaitan dengan materi, metode, dan media pembelajaran, motivasi belajar siswa, fasilitas pendukung proses pembelajaran, serta kemampuan mengajar guru. Terdapat banyak kendala yang sering kali dihadapi guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran Bahasa Inggris. Guru sering menghadapi siswa yang malas-malasan untuk belajar, siswa yang tidak semangat, yang nakal, dan tidak sopan. Hal-hal tersebut dapat menjadi penghambat pembelajaran baik untuk guru maupun siswa lain. Selain itu, guru juga mengalami banyak kendala dalam menentukan materi, metode, dan media pembelajaran Bahasa Inggris yang sesuai yang dapat membuat siswa memahami materi yang Fasilitas belajar yang kurang mendukung juga menjadi salah satu kendala terbesar guru dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris. Kurangnya dukungan fasilitas, membuat guru kewalahan untuk menyampaikan materi pembelajaran dengan baik. Selain itu, masih terbatasnya kemampuan guru dalam mengelola kelas dan mengelola pembelajaran serta kemampuan kognitif guru terkait dengan Bahasa Inggris juga menjadi tantangan dalam mengajar. Dari semua permasalahan dan kesulitan tersebut, para guru telah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran Bahasa Inggris. Hal-hal yang biasa guru lakukan untuk meningkatkan kemampuan guru itu sendiri baik adalah hal menyusun materi, metode, dan media belajar serta kemampuan untuk mengelola pembelajaran adalah dengan terus menerus memperkaya pengetahuan dan kemampuan guru melalui pelatihan, jurnal, dan sosialisasi terkait dengan pelaksanaan pembelajaran. Guru juga sering mengikuti pelatihan pendidikan, guna menambah wawasan baru untuk dapat menciptakan inovasi baru dalam mengajar. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Vol. 8 No. 559Ai572 Ulfah Khoirotunnisa & Heri Retnawati Maka dari itu penelitian ini dipercaya dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap aspek pembelajaran terutama pada mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar (SD). Penelitian ini berhasil mengungkap berbagai kendala, permasalahan, serta tantangan yang dihadapi guru Bahasa Inggris dalam mengajar siswa sekolah dasar. Dengan ditemukannya permasalahan tersebut maka dapat diketahui bahwa tidak mudah untuk memegang peranan sebagai guru Bahasa Inggris di Penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan yang dihadapi guru tersebut mempengaruhi performa belajar mengajar di sekolah. Selain itu, dengan hasil penelitian ini juga mengungkapkan alasan rendahnya kemampuan bahasa Inggris pada siswa sekolah dasar. Dengan terungkapnya kendala serta tantangan guru dalam mengajar Bahasa Inggris, maka melalui penelitian ini juga ditemukan berbagai solusi yang dapat diterapkan oleh guru Bahasa Inggris di Indonesia yang mengajar siswa sekolah dasar. Terdapat berbagai media dan model pembelajaran inovatif yang diungkapkan melalui penelitian ini seperti model pembelajaran ARCS, dan media belajar yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Selain itu, guru juga dapat membiasakan melakukan brainstorming terkait dengan topik yang akan dipelajari karena hal tersebut dapat memberikan manfaat yang besar terhadap prestasi belajar siswa. Daftar Pustaka