STRATEGI PEMBERITAAN DI MEDIA ONLINE MELALUI ANALISIS TEORI VAN LEEUWEN TENTANG KASUS DIKENAKAN DENDA AKIBAT KABUR DARI PESANTREN *Yulia Zani1. Elza Rahila Alhadjrath2. Priyanto3 Universitas Jambi123 *Corresponding author Email: Yuliazani9@gmail. Abstrak Analisis Wacana Kritis merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis wacana baik lisan maupun tulisan. Dalam analisis wacana kritis, tidak hanya aspek bahasa saja yang diteliti namun juga termasuk konteks yang Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan sudut pandang dari berbagai media online di antaranya Tribun Jambi. com, kuatbaca. PikiranRakyat. com, dan Kompas. com dalam mengonstruksikan kasus anak 12 tahun kabur dari pesantren dan dikenakan denda 37 juta. Model analisis wacana yang digunakan adalah model Theo Van Leuween dengan tujuan untuk mendeteksi dan meneliti bagaimana pihak yang dimarginalkan dalam suatu wacana. Data penelitian ini didapatkan dari pemberitaan media online dalam rentang waktu 5-12 November Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif Analisis Van Leeuwen secara umum menampilkan bagaimana pihak-pihak dan actor . isa seseorang atau kelompo. ditampilkan dalam pemberitan. Perbedaan dalam penulisan di berbagai media online yang menimbulkan berbagai persepsi dari pembacanya. Kata kunci: wacana kritis. Theo Van Leuween, media online Abstract Critical Discourse Analysis is a method that can be used to analyze both spoken and written discourse. In critical discourse analysis, not only the language aspect is studied but also the context that accompanies it. This study aims to look at the different points of view from various online media including Tribun Jambi. PikiranRakyat. com, and Kompas. com in constructing the case of a 12-year-old child running away from an Islamic boarding school and being fined 37 The discourse analysis model used is Theo Van LeuweenAos model with the aim of detecting and researching how parties are marginalized in a discourse. The data for this research were obtained from online media coverage in the period 5-12 November 2022. The method used in this research is descriptive qualitative. Van LeeuwenAos analysis in general shows how parties and actors . an be a person or grou. are presented in the news. Differences in writing in various online media give rise to various perceptions from readers. Keywords: critical discourse. Theo Van Leuween, online media PENDAHULUAN Analisis Wacana Kritis merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menganalisis wacana baik lisan maupun tulisan. Dalam analisis wacana kritis, tidak hanya aspek bahasa saja yang diteliti namun juga termasuk konteks yang Berikut ini adalah beberapa pengertian kata wacana yang dikutip dari buku Analisis Wacana (Eriyanto: 2006, hal . Dalam Collins Concise English Dictionary . disebutkan bahwa wacana adalah . komunikasi verbal, ucapan, percakapan. sebuah perlakuan formal dari subjek dalam ucapan atau tulisan. satu unit teks yang digunakan oleh linguis untuk menganalisis satuan lebih dari kalimat. Sedangkan J. Badudu menyatakan wacana adalah . rentetan kalimat yang berkaitan, yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lainnya, membentuk satu kesatuan, sehingga terbentuklah makna yang serasi diantara kalimat-kalimat itu. kesatuan bahasa terlengkap dan tertinggi atau terbesar di atas kalimat atau klausa dengan koherensi dan kohesi yang tinggi yang irasional, yang mampu mempunyai awal dan akhir yang nyata, disampaikan secara lisan dan Dalam analisis wacana dikenal adanya tiga sudut pandang mengenai bahasa. Pandangan pertama, bahasa dilihat sebagai jembatan antara manusia dengan objek diluar dirinya. Jadi analisis wacana digunakan untuk menggambarkan tata aturan kalimat, bahasa, dan pengertian bersama. Wacana diukur dengan pertimbangan kebenaran/ketidakbenaran menurut sintaksis dan semantik (Eriyanto,2006:. Pandangan kedua, subjek sebagai faktor sentral dalam kegiatan wacana serta hubungan-hubungan sosialnya. Jadi analisis wacana dimaksudkan sebagai suatu analisis untuk pengurai maksud-maksud dan makna-makna tertentu (Eriyanto,2006:. Pandangan ketiga, bahasa dipahami sebagai representasi yang berperan dalam membentuk subjek tertentu, tema-tema wacana tertentu, maupun strategi-strategi di dalamnya. Jadi analisis wacana dipakai untuk membongkar yang ada di dalam setiap proses bahasa. Analisis wacana ini dikenal dengan nama analisis wacana kritis karena menggunakan perspektif kritis (Eriyanto,2006:. Analisis Van Leeuwen secara umum menampilkan bagaimana pihak-pihak dan actor . isa seseorang atau kelompo. ditampilkan dalam pemberitan. Van Leeuwen menggunakan pendekatan eksklusi dan inklusi untuk menganalisis bagaimana aktor-aktor dalam wacana tersebut ditampilkan. Teori ini bertujuan untuk mendeteksi dan meneliti pemarginalan posisi suatu kelompok atau seseorang dalam suatu wacana. Theo Van Leuween membuat suatu model analisis yang bisa digunakan untuk melihat bagaimana peristiwa dan aktor-aktor sosial tersebut digambarkan di dalam media, dan bagaimana suatu kelompok yang tidak mempunyai akses menjadi pihak yang terus-menerus dimarginalkan. Menurut Van Leuween, pemarginalan kelompok sosial tertentu dapat dilihat berdasarkan kehadiran kelompok tersebut dalam sebuah wacana. Ada yang dikeluarkan dalam pembicaraan . dan ada yang dihadirkan dalam pembicaraan . (Eriyanto, 2009:172-. Ada 3 strategi cara merealisasikan proses ekslusi yaitu, . enghilangan aktor dalam wacana yang paling umum dilakukan dengan menggunakan kalimat pasif untuk menjabarkan suatu peristiw. , . roses mengubah verba menjadi nomin. penggantian anak kalimat. Adapun proses inklusi merupakan penghadiran atau dimasukkannya actor dalam Proses inklusi ini direalisasikan melalui 7 strategi, yakni diferensiasiindiferensiasi . enghadirkan aktor atau peristiwa lain sebagai pembandin. , objektivasi-abstraksi, nominasi- kategorisasi, nominasi-identifikasi, determinasiindeterminasi, asimilasi-individualisasi, dan asosiasi-disosiasi. Dalam proses pembuatan berita, media massa sering mengonstruksikan realitas politik. Karena sifat pekerjaan media massa adalah menceritakan peristiwaperistiwa, maka seluruh isi media tiada lain adalah realitas yang telah dikonstruksikan . onstructed realit. sedemikian rupa susunannya sehingga membentuk sebuah cerita atau wacana yang bermakna (Hamad, 2004: . Savitri . dalam penelitiannya mengemukakan bahwa narasumber juga menentukan pemarginalan atau penyudutan suatu kelompok/pihak tertentu. Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis wacana berita dengan melihat perbedaan antara media Tribun Jambi. com, kuatbaca. PikiranRakyat. com, dan Kompas. com dalam menampilkan teks berita. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Bogdan dan Taylor . alam Basrowi dan Suwandi, 2008:. mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menganalisis data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. Objek penelitian ini adalah media online seperti Tribun Jambi. com, kuatbaca. PikiranRakyat. dan Kompas. com dalam rentang waktu 5-12 November 2022. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini, penulis menganalisis representasi aktor sosial dalam berita online terkait kasus seorang anak yang didenda oleh pihak pondok pesantren. Analisis menggunakan model Theo van Leeuwen dengan empat kategori utama yaitu Diferensiasi-Indiferensiasi. Objektivasi-Abstraksi. Determinasi-Indeterminasi, dan Nominasi-Kategorisasi. HASIL Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi representasi aktor sosial dalam pemberitaan dari beberapa media online. Data dikumpulkan dari sumber berita seperti TribunJambi. com, kuatbaca. PikiranRakyat. com, dan Kompas. Diferensiasi-Indiferensiasi Diferensiasi adalah suatu peristiwa atau seorang aktor sosial bisa ditampilkan dalam teks secara mandiri, sebagai suatu peristiwa yang unik atau khas tetapi juga bisa dibuat kontras dengan menampilkan peristiwa atau aktor lain. Indiferensiasi adalah suatu peristiwa atau seorang aktor sosial bisa ditampilkan dalam teks secara mandiri, sebagai suatu peristiwa yang unik atau khas. Perhatikan contoh yang diambil dari TribunJambi. com dan kuatbaca. com ini: JUDUL BERITA 1 INDIFERENSIASI Tak Betah dan Kabur dari Ponpes. Bocah 12 Tahun di Tasikmalaya Didenda Rp 37 Juta (Tribun Jambi. JUDUL BERITA 2 Seorang anak berusia 12 tahun, asal Rajapolah Tasikmalaya. Jawa Barat, dikabarkan didenda Rp37 juta oleh yayasan pondok pesantren di Kecamatan Cilengkrang. Kabupaten Bandung, tempatnya menimba ilmu. DIFERENSIASI KPAID Tasikmalaya Kawal Kasus Anak 12 Tahun Didenda Pesantren di Bandung Rp 37 Juta karena Nekat Kabur Saat Mondok. Sumber: kuatbaca. Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya. Jawa Barat, tengah mendampingi kasus anak 12 tahun asal Rajapolah. Tasikmalaya yang harus bayar denda oleh yayasan pondok pesantren tempat menimba ilmunya di Cilengkrang. Kabupaten Bandung. Pada berita 1 menunjukkan bahwa pihak pesantren telah melakukan kebijakan yang salah dengan memberikan denda yang tidak sewajarnya. Kemudian pada berita 2 pihak pesantren semakin dimarginalkan dengan memunculkan actor lain yaitu Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) yang mengawal atau mendampingi kasus tersebut. Objektivasi-Abstraksi Objektivasi adalah pelaku sosial ditampilkan dengan diberi petunjuk yang konkret, sedangkan abstraksi adalah pelaku sosial ditampilkan dengan diberi petunjuk yang abstrak. JUDUL BERITA 1 OBJEKTIVASI Tak Betah dan Kabur dari Ponpes. Bocah 12 Tahun di Tasikmalaya Didenda Rp 37 Juta (Tribun Jambi. Orangtua anak tersebut kaget karena jumlah denda yang harus dibayar ke pesantren itu sangat besar, mencapai Rp Sang anak selama ini nekat kabur dari pesantren itu dengan alasan tidak betah belajar, dan menjadi pemicu munculnya jumlah tagihan uang denda ke ABSTRAKSI JUDUL BERITA 2 KPAID Tasikmalaya Kawal Kasus Anak 12 Tahun Didenda Pesantren di Bandung Rp 37 Juta karena Nekat Kabur Saat Mondok. (Sumber: kuatbaca. Denda tersebut harus dibayar karena sang anak tidak betah dan kabur dari Pada berita 1 jumlah nominal denda yang harus dibayarkan oleh anak 12 tahun itu disebutkan secara rinci yaitu sebesar Rp 37. 000 sedangkan pada berita 2 nominal denda yang harus dibayar tidak disebutkan secara jelas. Determinasi-Indeterminasi Indeterminasi adalah aktor atau peristiwa disebutkan secara jelas, sedangkan determinasi adalah aktor yang tidak disebutkan secara jelas. JUDUL BERITA 1 Kabur dari Pesantren. Santri Asal Tasikmalaya Harus Bayar Denda Hingga Puluhan Juta Rupiah (Sumber: PikiranRakyat. JUDUL BERITA 2 INDETERMINASI Denda disiplin ini dikeluarkan yayasan setelah Ikhwan kabur dari pondok untuk yang ketiga kalinya. DETERMINASI Kabur Saat Mondok. Santri Usia 12 Tahun di Tasikmalaya Didenda Rp 37 Juta oleh Yayasan Pesantren. (Kompas. Denda orangtuanya setelah sang anak kabur ketiga kalinya karena tak betah belajar di pesantren. Pada berita 1 nama actor dimunculkan secara jelas yakni Ikhwan seorang anak 12 tahun yang kabur dari pondok dan dikenakan denda 37 juta. Sedangkan pada berita 2 tidak disebutkan identitasnya melainkan hanya menggunakan sebutan sang Nominasi-Kategorisasi Dalam suatu pemberitaan mengenai aktor atau mengenai suatu permasalahan, seringkali terjadi pilihan apakah aktor tersebut ditampilkan apa adanya, atau yang disebut adalah kategori dari aktor sosial tersebut. Kategori apa yang ingin disampaikan dalam pemberitaan, menurut Van Leeuwen, seringkali menjadi informasi yang berharga untuk mengetahui lebih dalam ideologi dari media Kategori ini bisa bermacam-macam yang menunjukkan ciri penting dari seseorang seperti agama, status, bentuk fisik, dan sebagainya. JUDUL BERITA 1 Kabur Saat Mondok. Santri Usia 12 Tahun di Tasikmalaya Didenda Rp 37 Juta oleh Yayasan Pesantren. (Kompas. NOMINASI Jumlah denda Rp 37. 000 yang ditagihkan ke orangtua korban adalah perhitungan dari denda Rp 50. 000 per hari yang dikalikan 745 hari selama anak itu mondok di pesantren itu. JUDUL BERITA 2 KATEGORISASI KPAID Tasikmalaya Kawal Kasus Anak Saat ini, lanjut Ato, anak seusianya itu 12 Tahun Didenda Pesantren di sedang Bandung Rp 37 Juta karena Nekat pesantren setara dengan kelas VI Kabur Saat Mondok. sekolah dasar. Jumlah denda yang (Sumber: kuatbaca. ditagihkan ke orangtua korban, dengan alasan denda Rp 50. 000 per hari, dikalikan 745 hari selama anak itu mondok di pesantren itu. Berita 1 tidak menyebutkan informasi lebih terkait identitas dari anak tersebut. Namun pada berita 2 disebutkan bahwa Auanak seusianya itu sedang menempuh pendidikan pesantren setara dengan kelas VI sekolah dasarAy. Pada kalimat ini memberikan penjelasan yang lebih mendetail mengenai anak tersebut. PEMBAHASAN Bagian ini membahas makna dari temuan hasil analisis yang telah dijabarkan Strategi representasi aktor sosial yang diterapkan oleh media daring mencerminkan adanya konstruksi ideologis tertentu. Diferensiasi dalam pemberitaan mengindikasikan bahwa media dapat secara halus menunjukkan keberpihakan maupun penentangan terhadap suatu pihak. Sebagai contoh, kehadiran Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) dalam pemberitaan oleh kuatbaca. com memperkuat wacana perlindungan anak sekaligus melemahkan posisi pesantren sebagai institusi pendidikan. Strategi objektivasi melalui penyebutan nominal denda secara rinci menciptakan efek kejut bagi pembaca, sehingga memperkuat ketidaksetujuan terhadap pihak Sebaliknya, penggunaan strategi abstraksi oleh media lain cenderung menetralkan opini pembaca terhadap kasus yang dimaksud. Penggunaan strategi determinasi dan indeterminasi memiliki keterkaitan erat dengan aspek tanggung jawab dan transparansi dalam pelaporan. Penyebutan nama individu tertentu dapat memperjelas tanggung jawab personal, namun di sisi lain dapat menimbulkan risiko terhadap privasi, terutama bila menyangkut anak di bawah umur. Sebaliknya, strategi indeterminasi dapat melindungi identitas individu, tetapi berpotensi mengurangi kekuatan informasi yang disampaikan. Akhirnya, perbedaan antara strategi nominasi dan kategorisasi menunjukkan bagaimana media memilih untuk menonjolkan aspek identitas tertentu dari seorang Kategorisasi cenderung menghasilkan efek stereotipikal atau generalisasi, yang pada akhirnya dapat membentuk citra sosial tertentu di tengah masyarakat. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dalam penulisan di berbagai media online yang menimbulkan berbagai persepsi dari pembacanya. Terdapat data yang menunjukkan strategi wacana Diferensiasi-Indiferensiasi. Objektivasi-Abstraksi. Determinasi-Indeterminasi. Nominasi-Kategorisasi. Di dalam wacana dapat dibuat untuk memarginalkan sesuatu atau pula untuk membela sesuatu. Pemberitaan yang terus-menerus berkembang dan menyebar luas dapat memberikan perspektif bagi banyak orang yang membacanya. DAFTAR RUJUKAN Ismail. Analisis wacana kritis: Alternatif menganalisis wacana. Jurnal Bahas Unimed, . TH), 74626. Rilma. Syahrul. , & Gani. Strategi Pemberitaan di Media Online Nasional tentang Kasus Tercecernya KTP Elektronik (Analisis Teori Van Leeuwe. Lingua: Jurnal Bahasa dan Sastra, 15. , 85-93. Nailati. Analisis Wacana Theo Van Leeuwen Dalam Berita Politik Surat Kabar Haluan Riau. Skripsi. Pekanbaru: Universitan Islam Riau. Nita et al. Metadata, citation and similar papers at core. iE, 5(Decembe. , 118Ae138.