Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 ISSN : 1693 - 6876 ANGGARAN KAS SEBAGAI ALAT UNTUK MENJAGA LIKUIDITAS DAN MENINGKATKAN RENTABILITAS PADA PT. PEMBANGUNAN PERUMAHAN (PERSERO) TBK PERIODE TAHUN 2009-2013 Djaja Sampoerna. SE. MM. Intan Nurul Azizah. Dosen Pembimbing Fakultas Ekonomi . Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Respati Indonesia Jakarta Jl. BambuApus I No. 3 Cipayung Jakarta Timur 13890 Email : urindo@indo. ABSTRAK Dengan adanya anggaran kas perusahaan dapat mengetahui keadaan keuangan surplus atau deficit sehingga perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan aktiva lancer dan dapat menghasilkan keuntungan yang diharapkan dengan modal sendiri maupun modal pinjaman. Peranan anggaran kas sebagai alat untuk menjaga likuiditas dan meningkatkan rentabilitas pada PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk sangat Dapat dilihat dari hubungan anggaran kas dengan likuiditas bersifat positif. Analisa menggunakan analisis rasio keuangan dengan factor hasil analisis rasio likuiditas yang dicapai. Quick Ratio,Cash Ratio. Net working Capital. Hubungan anggaran kas dan rentabilitas terdapat hubungan negative dan pengaruhnya kecil. Tapi perusahaan dapat menunjukkan kemampuan meningkatkan laba sangat baik. Dilihat dari hasil rentabilitas ekonomi untuk mengasilkan laba dan dinyatakan dalam persentase paling tinggi pada tahun 2011 yaitu 35,64%, sedangkan rentabilitas modal sendiri menunjukkan peningkatan laba meskipun pada tahun 2010 mengalami penurunan 15,98% tapi di tahun berikutnya dari tahun 2011 sampai 2013 terus mengalami kenaikan menjadi sebesar 21,19%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggaran kas tahun 2014 yaitu anggaran penerimaan kas sebesar Rp 45. dan pengeluaran kas sebesar Rp 17. 339,4 dengan demikian anggaran kas surplus dapat memanfaatkan dana semaksimal mungkin. Setelah penyusunan anggaran kas rasio likuiditas dalam kategori likuid dan rasio rentabilitas dalam kategori rentabel. Peranan anggaran kas sebagai alat untuk menjaga likuiditas dan rentabilitas sangat tepat untuk menentukan kelancaran dan kelangsungan hidup perusahaan. Baik rasio likuiditas yang telah dicapai harus mampu menempatkan aktiva dan pasivanya tidak berlebihan, meningkatkan rasio rentabilitas dengan meningkatkan profit margin,menekan biaya operasi yang tidak efektif serta mempertinggi asset turn over. Kata Kunci : Anggaran Kas. Likuiditas. Rentabilitas PENDAHULUAN Persaingan di dunia usaha cukup ketat, baik di bidang industri . , jasa konstruksi, perdagangan dan usaha lainnya. dan semakin banyak pula masalah-masalah yang harus dihadapi oleh perusahaan tersebut. usaha jasa konstruksi mempunyai potensi besar dan sangat berperan dalam kegiatan perekonomian, khususnya dalam kegiatan Baik pembangunan gedung maupun pembangunan Dengan adanya jasa konstruksi akan memberikan peluang besar pada perusahaan di lihat dari banyaknya pembangunan gedung, jalan, jembatan dan yang lain, mengingat perannya cukup besar dan menyangkut banyaknya tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan pelaksanaan proyek yang dikerjakan dalam kegiatannya. Setiap perusahaan dalam kegiatan usahanya akan menghadapi hambatan dan masalah, baik dari dalam maupun dari luar Untuk itu dalam usaha mencapai tujuan perusahaan perlu dibuat suatu perencanaan yang baik karena dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan kegiatan pencapaian tujuan perusahaan dan kegiatan perusahaan dapat diawasi sehingga memungkinkan manajemen bekerja lebih efektif dan efisien. Karena salah satu faktor penentu berhasil tidaknya suatu perusahaan adalah dinilai dari baik tidaknya pengelolaan manajemen keuangan perusahaan itu sendiri. Anggaran kas merupakan bagian dari Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 manajemen keuangan yang memerlukan pengelolaan yang baik agar tercapai tujuan Dalam operasinya, kas merupakan aktiva lancar yang paling likuid bagi perusahaan atau salah satu modal kerja yang paling tinggi tingkat Artinya semakin besar jumlah kas yang dimiliki perusahaan semakin tinggi tingkat likuiditas perusahaan. Tetapi tidak selalu dengan jumlah kas yang besar, perputaran lambat atau sebaliknya, karena perputaran kas dipengaruhi oleh penjualan. Perusahaan juga memerlukan kas untuk menghadapi masalah pembelian barang, perawatan, pembayaran upah tenaga kerja, pembayaran pajak dan sebagainya, jadi kas sangat diperlukan dan bersifat multifungsi bagi Dalam pengadaan kas harus selalu diperhatikan dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, kegiatan itu dilakukan agar menjaga perusahaan tidak mengalami ilikuid. Karena alasan tersebut masalah kas merupakan komponen aktiva lancar paling likuid yang perlu mendapat perhatian dan penanganan yang profesional dan secara terperinci. TUJUAN Tujuan mendapatkan keuntungan maksimal walaupun di sisi lain ada misi tertentu yang hendak Untuk mencapai misi tersebut dan menghasilkan laba yang diinginkan maka penyusunan laporan keuangan yang baik. Dalam sebuah usaha akan selalu memerlukan perencanaan keuangan dan membuat proyeksi keuangan untuk tahun yang akan datang, meningkatkan rentabilitas perusahaan, tidak terselenggaranya perencanaan anggaran kas merupakan cermin dari manajemen kas yang kurang sempurna dimana perusahaan tidak ISSN : 1693 - 6876 mengetahui kapan mengalami kekurangan atau kelebihan uang tunai . Dapat disimpulkan bahwa kas sangat berperan penting dalam menentukan kelancaran dan kelangsungan hidup perusahaan. Oleh karena itu kas harus direncanakan dan diawasi dengan baik, baik aliran kas masuk . ash in flo. maupun kas keluar . ash out flo. karena aliran kas masuk ataupun aliran kas keluar akan terjadi secara terus menerus selama perusahaan itu masih ada. Penelitian ini membahas anggaran kas pada PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk. sejauh mana laporan keuangan PT. Pembangunan Perumahan dapat diketahui meningkatkan rentabilitasnya. Karena PT. (Perser. Tbk merupakan BUMN tertua yang berdiri sejak 1953, bergerak dalam bidang industri jasa konstruksi di Indonesia. Dan mendapat penghargaan yang di raih seperti sertifikat ISO 9001:2000 pada bulan Juli 1994. PT. PP Persero Tbk juga menjadi perusahaan kontraktor pertama di Indonesia yang meraih sertifikat tersebut. Lonjakan laba didapat dari pendapatan usaha proyek-proyek baru maupun kontrak bawaan . arry ove. Kenaikan laba bersih tersebut diperoleh dari pendapatan 5 pilar bisnis yang digeluti Perusahaan yakni Konstruksi. Properti. EPC (Engineering. Procurement, & Constructio. Investasi dan Pracetak. Dengan demikian, dalam 10 tahun ke depan, kontribusi laba yang dikontribusi ke PT. PP akan sangat signifikan karena laba di sektor properti berkisar 20-25%. umber: detik. Perseroan melalui Initial Public Offering (IPO). Dengan menjadi Perseroan Terbuka, proyek-proyek yang dijalankan selain jasa konstruksi, property juga usaha investasi yang memerlukan dana yang cukup tinggi dan jangka waktu relatif lama. Maka diperlukanlah penyusunan anggaran kas Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 untuk menjaga likuiditas dan meningkatkan Penyusunan anggaran kas sangat penting bagi penjagaan likuiditas PT. PP Artinya dengan menyusun anggaran kas akan dapat diketahui kapan perusahaan dalam keadaan defisit atau surplus karena operasi perusahaan. Dengan adanya defisit kas jauh direncanakanpenentuan sumber dana yang akan digunakan untuk menutupi defisit Karena masih cukupnya waktu maka terdapat lebih banyak alternatif sumber dana, dan makin banyaknya alternatif sumber dana berarti, dapat mengadakan pemilihan sumber dana yang biayanya paling rendah. Sebaliknya dengan mengetahui jauh sebelumnya bahwa akan terdapat surplus kas yang besar, maka jauh sebelumnya sudah dapat direncanakan bagaimana menggunakan kelebihan dana secara efisien. Maka dari itu menjaga likuiditas dan meningkatkan rentabilitas sangatlah penting. Rasio Rentabilitas disebut juga Profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya. Rasioyang menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba di sebut juga Operating Ratio. Berdasarkan latar belakang diatas,Maka diambil judul penelitian: AuAnggaran Kas Sebagai Alat Untuk Menjaga Likuiditas Dan Meningkatkan Rentabilitas PadaPT. PEMBANGUNAN PERUMAHAN (Perser. Tbk Periode Tahun 2009-2013Ay (Studi Kasu. 1 Rumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian Perusahaan berkeinginan untuk tetap menjaga tingkat likuiditas dan meningkatkan rentabilitas perusahaan. Dalam menghadapi masalah tersebut perlu mengambil langkah ISSN : 1693 - 6876 untuk mengidentifikasikan masalah-masalah yang timbul pada PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk. Dari latar belakang masalah diatas, maka dapat diidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut : PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk mengalami kenaikan laba bersih setiap PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk memiliki anggaran kas. Anggaran Kas PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk periode tahun 2009-2013 dapat menjaga likuiditas dan menentukan kelancaran dan kelangsungan pada perusahaan. Dari latar belakang permasalahan dapat dirumuskan sebagai berikut : Apakah rasio likuiditas pada PT. Pembangunan Perumahan. Tbk dapat memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar setiap Apakah rasio rentabilitas PT. Pembangunan Perumahan. Tbk dapat menghasilkan laba yang diharapkan dengan menggunakan modal sendiri maupun modal pinjaman selama periode tahun 2009-2013 ? Apakah anggaran kas PT. Pembangunan Perumahan Tbk periode tahun 2009-2013 menentukan kelancaran dan kelangsungan pada perusahaan ? 2 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : Mengetahui kemampuan likuiditas selama tahun 2009 Ae 2013 dalam memenuhi menggunakan aktiva lancar. Mengetahui selama tahun 2009 Ae 2013 dalam menganalisis keuntungan yang diharapkan. Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 ISSN : 1693 - 6876 menggunakan modal sendiri maupun modal pinjaman. Mengetahui peran anggaran kas sebagai alat untuk menjaga meningkatkan rentabilitas periode 2009 Ae dijadikan suatu hal yang bersifat umum. Metode penelitiannya adalah metode tidak untuk menguji hipotesis, tetapi hanya menggambarkan sesuatu variabel, gejala / keadaan tanpa menggunakan statistik. METODOLOGI PENELITIAN 1 Pendekatan Penelitian Penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus, menggunakan data yang telah ada, berupa laporan keuangan periode tahun 2009 Ae 2013. Tujuan studi kasus adalah memberikan gambaran detail latar belakang, sifat-sifat serta karakter khas dari kasus ataupun status dari individu, 2 Tempat dan Waktu Penelitian 1 Tempat Penelitian : PT. Pembangunan Perumahan. Jl. Letjend TB. Simatupang No. 57 Pasar Rebo. Jakarta 2 Waktu Penelitian : JanuariJuli Mencakup penulisan, laporan penelitian. PEMBAHASAN 1 Analisis Rasio Keuangan Membahas mengenai hasil analisis perhitungan rasio keuangan dan anggaran perusahaan sebagai Rasio Likuiditas Current Ratio (Rasio Lanca. Aktiva Lancar Current Ratio = x 100% Utang Lancar Tabel 1. 1Current RatioTahun 2009 Ae 2013 Uraian Aktiva Lancar (R. Hutang Lancar (R. Current Ratio Tahun 130,49% 140,25% 130,24% 135,75% 135,61% 1. Current Ratio. Kemampuan perusahaan membayar hutang lancar dengan aktiva lancar yang tersedia. Quick Ratio (Rasio Cepa. Quick Ratio = Aktiva Lancar Ae Persediaan x 100% Hutang Lancar Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 ISSN : 1693 - 6876 Tabel1. 2Quick RatioTahun 2009 Ae 2013 Tahun Uraian Aktiva Lancar (R. Persediaan (R. Hutang Lancar (R. Quick Ratio 88,20% 99,77% 99,11% 109,8% 115,4% Sumber : data laporan keuangan PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk yang telah diolah Dari tabel 6. Quick Ratio menunjukkan kemampuan perusahaan membayar hutang lancar dengan aktiva yang lebih likuid. pada tahun 2009 menunjukkan 88,20%, berarti setiap Rp 100 aktiva lancar menjamin Rp 88,20 hutang lancar ini menunjukkan kemampuan perusahaan yang cukup baik untuk melunasi hutang lancarnya apabila sudah jatuh tempo. Cash Ratio (Rasio Ka. Kas Cash Ratio = Hutang Lancar x 100% Table 1. 3Cash RatioTahun 2009 Ae 2013 Uraian Kas (R. Hutang Lancar (R. Cash Ratio Tahun 14,80% 25,73% 25,63% 21,60% 27,31% Sumber : data laporan keuangan PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk yang telah diolah Dari tabel 6. 3 di atas. Cash Ratio menunjukkan membayar hutang lancar yang segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam Pada tahun 2009, rasio kas atas hutang lancar sebesar 14,80%, artinya setiap Rp 100 hutang lancar perusahaan dijamin Rp 14,8kasnya. Pada tahun 2010 rasio kas menunjukkan peningkatan 10,93% menjadi sebesar 25,73% dari tahun sebelumnya, artinya setiap Rp 100 hutang lancar perusahaan dijamin Rp 25,73 Kemudian pada tahun 2011 rasio kas mengalami penurunan sebesar 1% menjadi 25,63% dari tahun sebelumnya, artinya setiap Rp 100 hutang lancar perusahaan dijamin Rp 25,63 kasnya. Sedangkan tahun 2012 rasio kas mengalami penurunan kembali sebesar 4,03% dari tahun sebelumnya menjadi 21,60%, artinya setiap Rp 100 hutang lancar perusahaan dijamin Rp 21,6 kas PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk ini Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 disebabkan karena adanya kenaikan kewajiban pembayaran yang sudah jatuh tempomengenai pinjaman bank, pembayaran pajak dan beban lain yang masih harus dibayar pada tahun 2012. Untuk ISSN : 1693 - 6876 tahun 2013 rasio kas mengalami kenaikan kembali 5,71% menjadi sebesar 27,31% dari tahun sebelumnya, artinya setiap Rp 100 hutang lancar dijamin Rp 27,31 kas. Net Working Capital Net Working Capital = Aktiva Lancar Ae Hutang Lancar Tabel 1. 4 Net Working Capital Tahun 2009 Ae 2013 Tahun Uraian Aktiva Lancar (R. Hutang Lancar (R. NWC R. Sumber : data laporan keuangan PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk yang telah diolah Tabel 6. Net Working Capital menunjukkan berapa kelebihan aktiva lancar diatas hutang Dengan demikian semakin tinggi Net Working Capital, semakin tinggi pula tingkat likuiditas perusahaan. Rasio Rentabilitas Rentabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan semua modal yang bekerja di dalamnya Rentabilitas perusahaan dapat dibedakan Rentabilitas Ekonomi Laba Usaha Rentabilitas Ekonomi = (Modal Asing Modal Sendir. Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 ISSN : 1693 - 6876 Tabel 1. 5 Rentabilitas Ekonomi Tahun 2009 Ae 2013 Uraian Laba Usaha (R. Modal Asing (R. Modal Sendiri (R. Rentabilitas Ekonomi Tahun 33,14% 22,86% 35,64% 28,22% 29,49% Sumber : data laporan keuangan PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk yang telah diolah Rentabilitas PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk pada tahun 2009 sebesar 33,14%, pada tahun 2010 Rentabilitas ekonomi mengalami penurunan 10,28% menjadi sebesar 22,86% dari tahun sebelumnya 2009, kemudian tahun 2011 mengalami kenaikan 12,78 menjadi sebesar 35,64% dari tahun sebelumnya, sedangkan tahun 2012 penurunan sebesar 7,42% menjadi 28,22% dari tahun sebelumnya dan untuk tahun 2013 Rentabilitas ekonomi sedikit naik 1,27% menjadi29,49%. Rentabilitas Modal Sendiri Laba Bersih Rentabilitas Modal Sendiri= Modal Sendiri Tabel1. 6Rentabilitas Modal SendiriTahun 2009 Ae 2013 Tahun Uraian Laba Bersih (R. Modal Sendiri (R. Rentabilitas Modal Sendiri 29,79% 15,98% 16,85 18,52 21,19 Sumber : data laporan keuangan PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk yang telah diolah Berdasarkan tabel 6. 6 di atas menunjukkan Rentabilitas modal sendiri PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk pada tahun 2009 sebesar 29,79%, pada tahun 2010 Rentabilitas modal sendiri mengalami penurunan 13,81% menjadi sebesar 15,98% dibandingkan tahun sebelumnya 2009, ini disebabkan karena adanya peningkatan ekuitas perusahaan. Kemudian tahun 2011-2013 Rentabilitas modal sendiri mengalami kenaikan perusahaan mampu menghasilkan kembali keuntungan bagi para pemegang saham. Dari hasil analisis rasio keuangan PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk tahun 2009 Ae 2013 di atas, dapat diketahui perkembangan rasio Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 keuangan meliputi rasio likuiditas, solvabilitas, rasio profitabilitas dan ISSN : 1693 - 6876 rentabilitas disusun dalam bentuk tabel sebagai Tabel1. 7Analisis Rasio Laporan KeuanganTahun 2009 Ae 2013 Rasio Keuangan Rasio Likuiditas Current Ratio Quick Ratio Cash Ratio NWC Rasio Rentabilitas Rentabilitas Ekonomi Rentabilitas Modal Sendiri 130,49% 140,25% 130,24% 135,75% 135,61% 88,20% 14,80% 99,77% 25,73% 99,11% 25,63% 109,8% 21,60% 115,4% 27,31% 33,14% 22,86% 35,64% 28,22% 29,49% 29,79% 15,98% 16,85% 18,52% 21,19% Sumber : data laporan keuangan PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk yang telah diolah Dari hasil analisis rasio laporan keuangan dapat dilihat tingkat rentabilitas yang telah dicapai oleh perusahaan secara umum sudah dapat dianggap cukup baik, itu dapat dilihat dengan meningkatnya tingkat angka rentabilitas dari tahun 2009 sampai 2013, meskipun pada tahun 2010 mengalami KESIMPULAN DAN SARAN 1 KESIMPULAN Melalui perusahaan dapat dilihat tingkat likuiditas dari tahun 2009 Ae 2013 PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk cukup baik. Semakin besar rasio kas, maka kemampuan membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi semakin besar. Pada rasio rentabilitas, dilihat dari tahun 2009 Ae 2013 secara umum kondisi keuangan PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk dapat dikatakan dalam keadaan meningkat karena mampu perusahaan, meskipun adanya penurunan 13,81% pada tahun 2010. Walaupun demikian, perusahaan masih mampu meningkatkan modal untuk menghasilkan laba bersih. Berdasarkan keuangan tahun 2009 Ae 2013 kondisi keuangan PT. Pembangunan Perumahan (Perser. secara keseluruhan dalam kondisi cukup baik, mengalami kenaikan setiap tahunnya pada proyeksi tahun 2014 juga mengalami kenaikan dapat dilihat dari PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk. Sehubungan dengan uraian diatas, maka dapat ditarik perusahaan PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk pada periode tahun 2009 Ae 2013 dapat menjaga likuiditas dan menetukan kelancaran dan kelangsungan hidup perusahaan. 2 SARAN Rasio Likuiditas perusahaan yang telah dicapai harus dapat dikendalikan. PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk harus mampu menempatkan aktiva dan pasivanya dengan tepat sehingga dapat terwujud struktur finansial yang baik dan Jurnal Administrasi dan Manajemen Vol. No. Juni 2015 likuiditas perusahaan terjaga. Persedian harus dapat dikendalikan sebaik mungkin agar tidak berlebihan, sehingga sebagian peningkatan laba. Rasio Rentabilitas PT. Pembangunan Perumahan (Perser. Tbk ditingkatkan dengan cara meningkatkan profit margin dengan menekan biaya-biaya mempertinggi asset turnover yaitu dengan meningkatkan penjualan sehingga aktiva ISSN : 1693 - 6876 dimanfaatkan semaksimal mungkin. Tujuan dari Anggaran Kas yaitu ingin mengetahui saat-saat peneriman dan pengeluaran uang serta saat-saat adanya surplus atau defisit kas saat itu juga bagaimana dana digunakan dan bagaimana kebutuhan dana tersebut dibelanjai atau dipenuhi dengan demikian dapat diketahui bagaimana perusahaan itu mengelola dana yang dimiliki. DAFTAR PUSTAKA