MERPATI 6 . JURNAL MERPATI Media Publikasi Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Logistik dan Bisnis Internasional https://ejurnal. id/index. php/merpati SOSIALISASI APLIKASI MONITORING PRESTASI DAN PELANGGARAN SISWA Roni Habibi1. Darfial Guslan2. Amri Yanuar 3. Virdiandry Putratama4 D4 Teknik Informatika. Sekolah Vokasi Universitas Logistik dan Bisnis Internasional habibi@ulbi. D4 Logistik Bisnis. Sekolah Vokasi Universitas Logistik dan Bisnis Internasional darfialguslan@ulbi. D4 Logistik Bisnis. Sekolah Vokasi Universitas Logistik dan Bisnis Internasional amriyanuar@ulbi. D3 Manajemen Informatika. Sekolah Vokasi Universitas Logistik dan Bisnis Internasional virdiandry@ulbi. ABSTRAK Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan aplikasi di sekolah. Permasalahan utama yang dihadapi adalah pencatatan prestasi dan pelanggaran siswa yang masih dilakukan secara manual, menyebabkan ketidakefisienan, risiko kehilangan data, serta keterlambatan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, diperlukan solusi berbasis teknologi untuk mendukung pengelolaan data secara lebih efektif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan sosialisasi dan pelatihan, yang mencakup pre-survey, workshop interaktif, diskusi, serta praktik penggunaan aplikasi. Pelatihan ini melibatkan guru-guru dan tenaga pendidik, dengan tujuan membekali mereka keterampilan dalam mengoperasikan aplikasi, memahami fitur-fitur utama, serta menerapkan data yang dihasilkan untuk mendukung proses pembelajaran dan pengambilan keputusan. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap aplikasi monitoring ini. Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat peningkatan dengan nilai pemahaman 7% setelah pelatihan dibandingkan dengan sebelum pelatihan, yang diukur melalui pre-test dan post-test yang diberikan kepada peserta. Selain itu, tingkat kepuasan peserta terhadap kemudahan penggunaan aplikasi mencapai 84,2%, hal ini menunjukkan penerimaan positif terhadap implementasi teknologi ini di lingkungan sekolah. Keberhasilan program ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan dalam mendukung efisiensi pencatatan prestasi dan pelanggaran siswa, serta meningkatkan kualitas pendidikan. Kata Kunci: Aplikasi monitoring, prestasi siswa, pelanggaran siswa, pendidikan, teknologi informasi. ABSTRACT This Community Service Program (PKM) aims to enhance the understanding and use of applications in schools. The main issue is the manual recording of student achievements and violations, which leads to inefficiency, data loss, and delays in decision-making. Therefore, a technology-based solution is needed to support more effective data management. MERPATI 6 . C Hal. The approach used in this program includes socialization and training, which involves pre-surveys, interactive workshops, discussions, and practical sessions on using the application. Teachers and educational staff are trained to operate the application, understand its key features, and apply the data to support the learning process and decision-making. The training results show a significant improvement in participantsAo understanding of the monitoring application, with a 73. 7% increase in understanding post-training compared to pre-training, based on pre- and post-tests. Additionally, 84. 2% of participants expressed satisfaction with the application's ease of use, indicating a positive reception of this technology in the school environment. The success of this program is expected to have a lasting impact on the efficiency of recording student achievements and violations, as well as improving the quality of education. Keywords: Monitoring application, student achievements, student violations, education, information PENDAHULUAN Untuk menyiapkan generasi terbaik yang mandiri disekolah menerapkan aturan-aturan yang ketat dalam kedisiplinan dan keteraturan dalam bersikap (Anderson & Ritter, 2020. Aningsih et al. , 2. Sesuai dengan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 39 tahun 2008 tentang pembinaan kesiswaan pasal 1 yang berisi AuMemantapkan kepribadian siswa untuk mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan sehingga terhindar dari usaha dan pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan pendidikan (Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Kesiswaan, n. Dalam Situasi saat ini sekolah menerapkan sistem Reward and Punisment terhadap siswa-siswi-nya dengan mencatat segala pelanggaran yang dilakukan oleh siswa/i (Hildesheim & Sonntag, 2. Hal ini akan dicatat oleh tim ketertiban yang merupakan bagian dari guru BK ke dalam buku pelanggaran. Buku pelanggaran adalah kumpulan historis segala bentuk pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh siswa/i dalam mewujudkan generasi terbaik di sekolah tersebut (Sikap et al. , n. Pelanggaran yang dilakukan oleh siswa/i tersebut akan dicatat berupa poin sesuai dengan tingkat pelanggaran yang Tindak lanjut dari poin pelanggaran tersebut adalah dapat dikeluarkannya surat peringatan 1, surat peringatan 2, dan surat peringatan 3 bahkan tindak lanjut dikembalikan ke orang tua. Pencatatan prestasi dan pelanggaran siswa di sekolah merupakan bagian penting dalam proses pembinaan karakter dan evaluasi akademik (Khikmiah & Fitriatin, 2025. Laily Kusuma Wati, 2. Sistem ini bertujuan untuk memastikan bahwa siswa memperoleh apresiasi yang layak atas pencapaiannya serta mendapatkan tindak lanjut yang sesuai jika melakukan pelanggaran. Namun, banyak sekolah masih menggunakan metode pencatatan manual yang berbasis buku atau dokumen tertulis, yang memiliki sejumlah kelemahan signifikan (Kedisiplinan Siswa et al. , 2024. Sulaeman & Inayatuloh, n. Sistem pencatatan konvensional ini rentan terhadap kesalahan, tidak efisien, serta menyulitkan akses data untuk pemantauan dan evaluasi secara real-time (Hadi Pratama, 2022. Pertama et al. , 2. Selain itu, manualisasi proses pencatatan menyebabkan kesulitan dalam analisis data, sehingga pengambilan keputusan terkait pembinaan siswa menjadi kurang optimal (Khikmiah & Fitriatin, 2025. Uriawan & Faisal, n. Ketidaktersediaan sistem digital yang terintegrasi juga berdampak pada akurasi informasi, meningkatkan risiko hilangnya data, serta memperlambat penyampaian laporan kepada pihak terkait, termasuk orang tua siswa (Atsfa Sari et al. , 2024. sulaiman, 2012. Suswani, 2. Permasalahan ini semakin diperparah dengan meningkatnya jumlah siswa setiap tahunnya yang harus dipantau oleh pihak sekolah, sehingga metode pencatatan manual tidak lagi efektif dalam skala besar. Guru dan tenaga kependidikan menghadapi tantangan dalam (Kefen Abdi Dharma, 2023. Philio Simandjuntak, 2009. Sikap et al. , n. ) serta dapat digunakan untuk mendukung kebijakan pendidikan yang berbasis data . Dalam menghadapi tantangan ini, adopsi teknologi informasi menjadi solusi yang mendesak untuk meningkatkan efisiensi administrasi sekolah (Atsfa Sari et al. , 2. Sosialisasi penggunaan aplikasi monitoring prestasi dan pelanggaran siswa menjadi langkah strategis untuk MERPATI 6 . C Hal. menggantikan metode manual dengan sistem yang lebih akurat, cepat, dan transparan (Kefen Abdi Dharma, 2023. Mayer et al. , n. ) (Nuraini et al. , 2. Urgensi dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah untuk menjawab permasalahan tersebut dengan memperkenalkan dan memberikan pelatihan kepada guru serta tenaga kependidikan dalam penggunaan aplikasi monitoring. Melalui aplikasi ini, sekolah dapat lebih mudah mencatat, mengelola, dan menganalisis data prestasi serta pelanggaran siswa secara sistematis dan real-time. Implementasi aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja guru, mempercepat penyajian data, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat berdasarkan informasi yang terdokumentasi dengan baik. Selain itu, aplikasi ini juga berkontribusi terhadap peningkatan transparansi dalam sistem pembinaan siswa, memungkinkan komunikasi yang lebih efektif antara sekolah, siswa, dan orang tua. Oleh karena itu, kegiatan PKM ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan, khususnya dalam pengelolaan prestasi dan pelanggaran siswa, guna menciptakan sistem pembinaan yang lebih efektif dan berkelanjutan. METODE PELAKSANAAN Tempat dan waktu. Tempat : Sekolah XYZ Alamat : Kota Cimahi. Jawa Barat 40513. Waktu : Pelatihan ini dilaksanakan pada Hari Sabtu, 14 September 2024 pukul 09:00 WIB hingga 13:00 WIB. Khalayak Sasaran Khalayak sasaran dari pelatihan ini secara khusus ditujukan kepada guru-guru di sekolah. Pemilihan guru sebagai sasaran ini didasarkan pada beberapa pertimbangan ilmiah sebagai berikut: Peran Sentral Guru: Guru memegang peran krusial dalam pendidikan sebagai mediator antara siswa dan aktifitas siswa (Salsabilah et al. , n. Peningkatan kapasitas guru dalam memahami dan memanfaatkan teknologi, khususnya aplikasi pemantauan pelanggaran siswa, dapat berdampak signifikan pada kualitas monitoring dan treatment yang diterima oleh siswa (Yahya et al. , 2. Optimalisasi Sumber Daya: Dengan memahami dan memanfaatkan aplikasi, guru dapat efisiensi terkait penilaian terhadap pelanggaran siswa untuk mencapai hasil yang optimal (Bahri. Meningkatkan Daya Saing Lembaga : Lembaga pendidikan yang memiliki guru-guru yang terlatih dalam teknologi dan pemanfaatan aplikasi akan memiliki keunggulan kompetitif (Magalhyes et al. , 2. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga reputasi dan daya tarik lembaga kepada calon siswa dan orangtua (RifaAoi & Hamida, 2. Dengan mempertimbangkan alasan-alasan di atas, jelas bahwa pemberdayaan guru dalam aplikasi pemantauan pelanggaran siswa tidak hanya menguntungkan bagi guru itu sendiri, tetapi juga bagi siswa, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas. Metode Pengabdian Menggunakan metode pendekatan sosialisasi dengan tujuan untuk memberikan gambaran mengenai aplikasi yang akan digunakan oleh pihak sekolah dan memudahkan mereka dalam memahami cara kerja atau alur dari aplikasi. Sosialisasi ini merupakan proses belajar bagi para staf dan guru agar dapat memahami dan terbiasa dalam menggunakan aplikasi dan teknologi yang baru dan asing bagi mereka. Mengadakan sosialisasi atau penyuluhan mengenai cara penggunaan aplikasi dan mensimulasikan aplikasi secara langsung bersama user. Sosialisasi ini dimulai dengan simulasi aplikasi yang MERPATI 6 . C Hal. menginputkan data dan melakukan pelaporan pelanggaran siswa, kemudian laporan tersebut dapat dilihat oleh user. 1 Tahapan Pelaksanaan: Pre-survey: Sebelum sosialisasi dimulai, akan dilakukan survei kepada guru-guru untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan pengalaman mereka mengenai aplikasi monitoring. Menggunakan metode pre-assessment atau survei awal adalah salah satu pendekatan yang bertujuan untuk memahami basis pengetahuan awal peserta. Hal ini membantu pelatih dalam menyesuaikan materi sosialisasi agar sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman peserta. Dengan demikian, sosialisasi yang disediakan akan lebih efektif dan relevan. Workshop Interaktif: Selama sosialisasi, para guru akan diberikan materi melalui workshop interaktif yang meliputi pengenalan aplikasi monitoring, fitur-fitur utama, serta praktik langsung dalam menggunakan aplikasi tersebut. Dengan pendekatan interaktif, peserta diberi kesempatan untuk terlibat langsung, yang dapat meningkatkan pemahaman dan retensi materi. Diskusi: Untuk memperdalam pemahaman, setiap sesi akan diakhiri dengan diskusi kelompok di mana guru-guru dapat bertanya dan berbagi pengalaman. Melalui diskusi, guru dapat mengartikulasikan pemahaman mereka, mengklarifikasi keraguan, dan mendapatkan berbagai perspektif yang mungkin tidak mereka pertimbangkan sebelumnya. Praktik Lapangan: Pada hari terakhir, guru-guru akan diberi kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan aplikasi monitoring dalam pengelolaan prestasi dan pelanggaran siswa. Dengan mempraktikkan apa yang telah dipelajari, guru dapat menginternalisasi konsep, menemukan hambatan atau tantangan, dan menyesuaikan pendekatan mereka sesuai kebutuhan nyata di kelas. Indikator Keberhasilan Dalam upaya membantu dalam pencatatan pelanggaran dan prestasi siswa, ada 2 . indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Pertama, diharapkan akan ada peningkatan substansial dalam pengetahuan guru dan tenaga pendidik tentang aplikasi monitoring prestasi dan pelanggaran siswa, dengan target sebesar 80% dari responden menunjukkan kemajuan berdasarkan hasil post-survey. Oleh karena itu, setidaknya 90% dari guru dan tenaga pendidik yang hadir dalam pelatihan diharapkan dapat menunjukkan penerapan pengetahuan yang diperoleh ke dalam praktek nyata. Selain itu, kepuasan peserta terhadap materi dan pelaksanaan pelatihan menjadi pertimbangan penting, setidaknya 85% peserta memberikan feedback positif. 5 Metode Evaluasi Setelah pelaksanaan pelatihan pemanfaatan aplikasi monitoring prestasi dan pelanggaran siswa bagi guru-guru dan tenaga pendidik, beberapa metode evaluasi telah diterapkan untuk mengukur efektivitas program. Post-survey : Setelah pelatihan, survei dilakukan untuk menilai kenaikan pengetahuan dan keterampilan guru. Ini membandingkan hasil sebelum dan sesudah pelatihan untuk mengetahui efektivitasnya Observasi Kelas : Sebuah tim akan memeriksa kelas-kelas tertentu untuk melihat pemahaman penggunaan aplikasi. Ini memberikan gambaran praktik nyata dari apa yang telah diajarkan. Evaluasi Feedback : Peserta memberikan tanggapan tentang pelatihan, termasuk materi, cara pengajaran, dan penerapan konsep. Feedback ini akan menyoroti kekuatan dan kelemahan pelatihan. Evaluasi dan Indeks Metrik Keberhasilan Pelatihan Untuk mengukur efektivitas kegiatan pelatihan ini, digunakan indeks metrik keberhasilan, yang mencakup beberapa indikator evaluasi: MERPATI 6 . C Hal. Tingkat peningkatan pemahaman peserta: Diukur berdasarkan perbedaan skor pre-test dan post-test. Peningkatan pemahaman dihitung dalam bentuk persentase peningkatan nilai ratarata peserta setelah pelatihan. Tingkat kepuasan peserta: Diukur melalui angket evaluasi dengan skala . , yang mencakup aspek kemudahan penggunaan aplikasi, keterjangkauan materi, serta manfaat aplikasi dalam mendukung tugas guru. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), kami berhasil mencapai peningkatan pemahaman yang signifikan di antara guru dan staf pendidikan. Peningkatan ini meliputi pemahaman yang mendalam tentang penggunaan aplikasi monitoring prestasi dan pelanggaran siswa. Peningkatan pemahaman ini tidak sekadar perubahan sekilas, melainkan perubahan yang mendalam dalam pandangan mereka terhadap teknologi dan pentingnya data. Gambar 1. Dokumentasi Pelatihan kepada Guru dan Staff Aplikasi monitoring pelanggaran dan prestasi siswa ini dirancang untuk membantu institusi pendidikan, khususnya guru dan staf pendidikan, dalam mengelola dan memantau kinerja serta perilaku siswa secara efektif dan efisien. Dalam konteks pendidikan modern, pencatatan prestasi dan pelanggaran siswa menjadi semakin penting untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan perhatian yang tepat sesuai dengan perkembangan akademik dan perilaku mereka. Aplikasi ini memungkinkan pencatatan data prestasi dan pelanggaran siswa secara digital, menggantikan metode manual yang seringkali memakan waktu dan rentan terhadap kesalahan. Dengan aplikasi ini, semua informasi terkait prestasi dan pelanggaran siswa dapat diakses secara real-time, memudahkan guru dalam melakukan pemantauan, evaluasi, serta mengambil tindakan yang diperlukan dengan lebih cepat dan tepat. Selain itu, aplikasi ini mendukung transparansi dalam proses pendidikan, di mana data yang terstruktur dan terdokumentasi dengan baik dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan oleh pihak sekolah. Misalnya, dalam menentukan penghargaan bagi siswa berprestasi atau memberikan pembinaan bagi siswa yang melakukan pelanggaran. Aplikasi ini juga memudahkan komunikasi antara sekolah dengan orang tua, karena data prestasi dan pelanggaran siswa dapat dilaporkan secara lebih teratur dan akurat. Aplikasi monitoring pelanggaran dan prestasi siswa ini dilengkapi dengan berbagai fitur yang dirancang untuk memudahkan guru dan staf pendidikan dalam mengelola data siswa secara MERPATI 6 . C Hal. Gambar 2. Input Data Prestasi Siswa Salah satu fitur utamanya adalah AoForm Tambah Data PrestasiAo, yang memungkinkan pengguna untuk memasukkan informasi terkait prestasi. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang fitur-fitur yang Form Tambah Data Prestasi: Input Informasi: Form ini memungkinkan pengguna untuk memasukkan informasi terkait prestasi siswa, seperti tahun ajaran, tanggal. NIS/Nama, prestasi yang dicapai, dan keterangan Form ini dirancang agar mudah digunakan, dengan setiap kolom isian yang jelas dan C Tombol Aksi: Terdapat tombol "Submit" berwarna hijau untuk menyimpan data yang telah diisi dan tombol "Cancel" berwarna biru untuk membatalkan entri yang sedang dilakukan. Tabel Data Prestasi Siswa: Visualisasi Data: Bagian bawah form menampilkan tabel yang berisi daftar prestasi siswa yang telah dimasukkan ke dalam sistem. Setiap entri di dalam tabel menunjukkan informasi tentang tanggal prestasi. NIS, nama siswa, jenis prestasi, dan opsi aksi. C Fitur Pengelolaan: Tabel dilengkapi dengan fitur pengelolaan data, seperti: C Kolom Aksi: Pada kolom aksi, terdapat ikon pensil untuk mengedit entri dan ikon tempat sampah untuk menghapus entri. C Fitur Pencarian: Pengguna dapat menggunakan kotak pencarian di bagian atas tabel untuk mencari data siswa tertentu dengan cepat. C Paginated Table: Tabel prestasi siswa mendukung fitur pagination, memungkinkan pengguna untuk melihat sejumlah entri tertentu per halaman, dan dengan mudah berpindah ke halaman berikutnya jika ada lebih banyak data yang ditampilkan. Navigasi dan Tampilan: MERPATI 6 . C Hal. Navigasi Samping: Menu navigasi di sisi kiri layar memberikan akses cepat ke berbagai fitur aplikasi, seperti home, master data, input prestasi siswa, input pelanggaran siswa, laporan, dan opsi untuk logout. Tampilan Dashboard: Desain dashboard bersifat sederhana dan user-friendly, memudahkan pengguna untuk memahami dan mengakses fitur yang tersedia dengan cepat. Fitur-fitur ini dirancang untuk membantu guru dan staf pendidikan dalam memantau dan mencatat prestasi siswa secara lebih efisien, memungkinkan pengelolaan data yang lebih terorganisir dan akses informasi yang cepat. Ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan efektivitas manajemen siswa dan mendukung pembinaan karakter melalui pemantauan yang lebih baik atas prestasi dan pelanggaran Gambar 3. Input Data Pelanggaran Siswa Salah satu fitur lainnya adalah AoForm Tambah Data PelanggaranAo, yang memungkinkan pengguna untuk memasukkan informasi terkait pelanggaran siswa. Berikut adalah penjelasan lebih rinci tentang fitur-fitur yang ada: Form Tambah Data Pelanggaran: C Input Informasi: Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mencatat pelanggaran siswa dengan memasukkan informasi seperti tahun ajaran, tanggal pelanggaran. NIS (Nomor Induk Sisw. , nama siswa, jenis pelanggaran yang dilakukan, dan keterangan tambahan. C Tombol Aksi: Setelah data diisi, pengguna dapat menyimpan informasi tersebut dengan mengklik tombol "Submit" berwarna hijau, atau membatalkan entri dengan tombol "Cancel" berwarna biru. Tabel Data Pelanggaran Siswa: MERPATI 6 . C Hal. Visualisasi Data: Tabel di bawah form menampilkan daftar pelanggaran yang telah dicatat dalam sistem. Setiap entri menampilkan informasi terkait seperti tanggal. NIS, nama siswa, jenis pelanggaran, dan opsi aksi. Pengelolaan Data: Pengguna dapat mengedit atau menghapus data yang sudah dicatat melalui tombol aksi yang tersedia di tabel, dengan ikon pensil untuk mengedit dan ikon tempat sampah untuk menghapus entri. Gambar 4. Laporan Pelanggaran Siswa Aplikasi ini memiliki fitur lainnya yaitu Laporan Pelanggaran Siswa yang memberikan tampilan menyeluruh terkait pelanggaran yang dilakukan oleh siswa dalam periode tertentu. Laporan ini membantu guru dan staf pendidikan dalam memantau, mengevaluasi, dan menindaklanjuti perilaku siswa secara lebih efisien. Fitur ini dilengkapi dengan beberapa elemen penting : Poin Terbanyak Pelanggaran: Bagian atas tampilan menunjukkan siswa-siswa yang memiliki poin pelanggaran tertinggi. Ini membantu guru dengan cepat mengidentifikasi siswa yang memerlukan perhatian khusus. Poin pelanggaran dihitung berdasarkan pelanggaran yang telah dilakukan, dan siswa yang tercatat memiliki poin tertinggi ditampilkan secara urutan. Dalam contoh gambar, beberapa siswa seperti Bayu Wijayanto. Ahmad Umar Said, dan Cahyo Budi Utomo memiliki poin pelanggaran yang sama, dan masing-masing siswa ditampilkan dengan peringkat mereka. Tabel Laporan Pelanggaran Siswa: Detail Pelanggaran: Tabel ini memuat daftar lengkap pelanggaran yang dilakukan oleh siswa, menampilkan informasi seperti tanggal pelanggaran. NIS, nama siswa, dan deskripsi Informasi ini disajikan secara kronologis berdasarkan tanggal pelanggaran, memudahkan pengguna untuk melacak dan memantau perilaku siswa. Filter Laporan: Tabel dilengkapi dengan opsi filter yang memungkinkan pengguna untuk melihat laporan berdasarkan kriteria tertentu, seperti "Terbaru," "Berdasarkan Kelas," "Berdasarkan Jurusan," dan "Berdasarkan Kategori. " Ini memudahkan pengguna dalam menyesuaikan tampilan laporan sesuai kebutuhan spesifik, misalnya, melihat pelanggaran yang terjadi di kelas atau jurusan tertentu. MERPATI 6 . C Hal. Fitur Laporan Pelanggaran Siswa ini memberikan manfaat signifikan bagi sekolah dalam pengelolaan disiplin siswa. Dengan adanya laporan yang terstruktur dan mudah diakses, sekolah dapat melakukan evaluasi yang lebih mendalam terhadap perilaku siswa. Data ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengambil tindakan preventif dan korektif, serta sebagai bahan komunikasi dengan orang tua mengenai perkembangan anak mereka di sekolah. Laporan ini juga mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan disiplin, memungkinkan sekolah untuk mendokumentasikan setiap tindakan pelanggaran secara terperinci. Dengan fitur ini, sekolah dapat memastikan bahwa setiap pelanggaran tercatat dan ditangani dengan sesuai, mendukung upaya pembinaan karakter dan pengembangan moral siswa di lingkungan Pendidikan. Gambar 5. Laporan Prestasi Siswa Fitur Prestasi Siswa dalam aplikasi ini dirancang untuk memudahkan sekolah dalam mencatat, memantau, dan melaporkan berbagai prestasi yang diraih oleh siswa. Fitur ini memberikan gambaran yang jelas tentang pencapaian akademik maupun non-akademik siswa, serta membantu sekolah dalam memberikan penghargaan yang layak kepada siswa yang berprestasi Pada bagian atas layar, terdapat tampilan siswa-siswa yang memperoleh poin prestasi tertinggi. Poin ini dihitung berdasarkan berbagai prestasi yang telah dicatat dalam sistem. Tabel Laporan Prestasi Siswa Di bawah tampilan poin terbanyak, terdapat Tabel Laporan Prestasi Siswa yang merangkum semua prestasi yang telah dicatat. Tabel ini menyajikan informasi yang komprehensif, termasuk: Tanggal: Tanggal ketika prestasi dicatat. NIS: Nomor Induk Siswa, yang berfungsi sebagai pengenal unik setiap siswa. Nama Siswa: Nama siswa yang meraih prestasi. Prestasi: Deskripsi prestasi yang diraih oleh siswa, seperti "Mendapat nilai tertinggi ulangan harian" atau "Juara lomba tingkat Kabupaten/Kota. Tabel ini juga dilengkapi dengan fitur filter yang memungkinkan pengguna untuk melihat laporan prestasi berdasarkan kriteria tertentu seperti "Terbaru," "Berdasarkan Kelas," "Berdasarkan Jurusan," dan "Berdasarkan Kategori. " Fitur ini sangat membantu dalam mengorganisir dan mengakses data prestasi sesuai kebutuhan MERPATI 6 . C Hal. Fitur ini memberikan manfaat yang signifikan bagi sekolah, terutama dalam hal: Penghargaan dan Pengakuan: Sekolah dapat dengan mudah mengidentifikasi siswa-siswa yang layak menerima penghargaan berdasarkan prestasi mereka yang tercatat dalam sistem. Evaluasi dan Perencanaan: Data prestasi siswa yang tersusun dengan baik membantu guru dan staf dalam melakukan evaluasi terhadap perkembangan siswa, serta dalam merencanakan program pembelajaran yang lebih baik. Transparansi dan Akuntabilitas: Dengan data yang tercatat secara digital, sekolah dapat memastikan transparansi dalam proses penilaian prestasi dan memberikan akuntabilitas dalam pemberian penghargaan. Fitur ini mendukung tujuan pendidikan dalam mengembangkan potensi siswa secara maksimal, serta memberikan apresiasi yang tepat bagi usaha dan pencapaian mereka di berbagai bidang. Secara keseluruhan, aplikasi monitoring pelanggaran dan prestasi siswa ini merupakan alat yang vital dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, mendukung pembinaan karakter siswa, serta mengoptimalkan proses pembelajaran dan pengawasan di lingkungan sekolah. KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan Aplikasi Monitoring Prestasi dan Pelanggaran Siswa sebagai solusi digital dalam pencatatan dan pemantauan data siswa. Permasalahan utama yang dihadapi sekolah, yaitu pencatatan manual yang tidak efisien, rentan terhadap kehilangan data, serta kurang mendukung pengambilan keputusan berbasis data, dapat diatasi melalui pelatihan yang diselenggarakan dalam kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta mengalami peningkatan signifikan, di mana hasil pre-test sebesar 73,7% meningkat setelah pelatihan, dengan tingkat kepuasan peserta terhadap kemudahan penggunaan aplikasi mencapai 84,2%. Hal ini mencerminkan bahwa peserta mampu memahami konsep dan penggunaan aplikasi secara lebih baik serta merasa lebih percaya diri dalam menggunakannya di lingkungan sekolah. Selain itu, implementasi aplikasi ini juga berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi kerja guru dalam pencatatan data prestasi dan pelanggaran siswa, serta mendukung transparansi dalam pembinaan siswa dengan akses data yang lebih cepat dan akurat. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa transformasi digital dalam dunia pendidikan sangat diperlukan guna mendukung tata kelola yang lebih baik dan berbasis data. Dengan adanya aplikasi ini, sekolah dapat lebih efektif dalam mengelola informasi akademik dan kedisiplinan siswa, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta pembinaan karakter siswa secara lebih sistematis. Diharapkan keberlanjutan penggunaan aplikasi ini dapat terus dipantau dan dikembangkan agar manfaatnya semakin optimal dalam mendukung sistem pendidikan yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. REFERENSI