LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 3 No. 3 September 2023 PENGARUH AUDITOR SWITCHING. FINANCIAL DISTRESS. DAN LABA PERUSAHAAN TERHADAP AUDIT REPORT LAG (Studi Empiris pada Perusahaan Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2017-2. Syfa Fauziah Universitas Pamulang Email: syfafauziah65@gmail. ABSTRACT Purpose: This study aims to determine the effect of auditor switching. Financial Distress, and company profits simultaneously on Audit Report Lag and the partial effect of auditor switching. Financial Distress, and company profits on Audit Report Lag . Method: This type of research is quantitative in nature, and the data used is secondary data with the media in the form of financial company financial reports taken from IDX. The population used in this study are financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2017-2021 Data management uses eviews 9. Finding: Based on the results of the tests conducted, it can be seen that auditor switching. Financial Distress, and company profits simultaneously have an influence on Audit Report Lag with a probability value (F-Statisti. 010215 <0. Auditor switching has no effect on Audit Report Lag with a probability value of 0. 5297 > 0. Financial Distress has no effect on Audit Report Lag with a probability value of 0. 6731 > 0. 05, corporate profits affect Audit Report Lag with a probability value of 0. 0009 < 0. Keywords: Auditor Switching. Financial Distress. and Financial Distress PENDAHULUAN Salah satu langkah yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh sumber pendanaan dari investor adalah dengan listed di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi perusahan go public. Sebagai sebuah perusahaan go public, perusahaan yang listed di BEI memiliki kewajiban untuk mempublikasikan laporan keuangan yang sebelumnya sudah di audit akuntan publik. Penyampaian laporan keuangan ke publik memiliki tujuan untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi dan kinerja perusahaan kepada pengguna laporan keuangan yang membutuhkan informasi tersebut yang salah satunya untuk pengambilan keputusan. Untuk kebutuhan pengambilan keputusan, laporan keuangan yang baik hendaknya memenuhi kriteria relevan, sehingga penyampaian laporan keuangan harus tepat waktu (Dewi & Saputra, 2. Tersedianya informasi yang berguna untuk sebagian besar kalangan pengguna laporan seperti posisi keuangan, kinerja,dan arus kas merupakan tujuan dari laporan keuangan (Diastiningsih & Tenaya. Laporan keuangan harus dipublikasikan secara tepat waktu kepada pengguna ketika mereka membutuhkannya untuk membuat keputusan, karena informasi kehilangan manfaatnya jika tidak tersedia saat dibutuhkan. Terprediksinya performa perusahaan di masa mendatang dapat ditentukan oleh penyampaian Pentingnya penyampaian informasi yang efektif dalam memperkuat pelaporan perusahaan melalui pengiriman informasi keuangan yang tepat waktu ke pasar modal (Oussii & Boulila Taktak. Pada dasarnya, ketepatan waktu penyelesaian tugas audit menunjukkan bahwa auditor harus bekerja secara efisien tanpa mengabaikan keandalan informasi yang dihasilkan dalam laporan keuangan (Abdillah dkk, 2. Baatwah et al, . menyatakan bahwa ketepatan waktu informasi keuangan dianggap sebagai elemen penting bagi pengambil keputusan, dan satu-satunya penentu paling penting oleh perusahaan dalam pelaporan keuangan adalah panjangnya proses audit. Penyebab lamanya pelaporan laporan keuangan berdasarkan faktor eksternal adalah ukuran kantor akuntan publik, yang mengaudit laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Audit Report Lag erat kaitannya dengan ketepatan waktu dalam menerbitkan laporan keuangan. Menurut Ihasul Fakri . menyatakan bahwa Audit Report Lag dapat juga diartikan sebagai lamanya waktu 132 | e-ISSN: 2810-0921 | DOI: 10. 55587/jla. LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 3 No. 3 September 2023 penyelesaian audit yang diukur dari tanggal penutupan buku tahunan hingga tanggal diterbitkannya laporan audit. Menurut Abdillah dkk . , ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan kepada publik sangat penting untuk menjaga relevansi informasi dalam keuangan. Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan, terdapat 32 perusahaan tercatat atau emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan yang berakhir per September 2022. Ini sebagaimana disampaikan dalam dokumen pengumuman yang dibuat BEI. Atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan tersebut, 32 emiten itu dikenakan peringatan tertulis i serta denda masing-masing sebesar Rp 150 juta. Pengenaan sanksi ini sesuai dengan Ketentuan II. 3 Peraturan Bursa No. I-H tentang Sanksi. Penelitian ini mengambil beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya Audit Report Lag salah satunya auditor switching. Menurut Dewi & Saputra . menyatakan bahwa pergantian auditor dapat menyebabkan audit report lag karena terdapat kemungkinan bahwa auditor yang baru belum dapat menyelesaikan tugas audit dengan tepat waktu yang dapat disebabkan karena beberapa Auditor yang baru cenderung akan butuh waktu untuk mengidentifikasi karakteristik bisnis dan sistem yang digunakan oleh perusahaan, hal ini dapat menyita waktu auditor selama proses pengauditan yang dapat berdampak pada penyampaian laporan keuangan auditan menjadi terlambat. Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka masalah yang akan dijawab melalui penelitian ini adalah: 1. Apakah Auditor Switching. Financial Distress, dan Laba Perusahaan Berpengaruh Terhadap Audit Report Lag ? 2. Apakah Auditor Swithing Berpengaruh Terhadap Audit Report Lag? 3. Apakah Financial Distress Berpengaruh Terhadap Audit Report Lag ? dan 4. Apakah pengaruh Laba Perusahaan Berpengaruh Terhadap Audit Report Lag? METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan metode asosiatif. Penelitian kuantitatif dapat diartikan menurut (Tukiran, 2016: . metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang data-datanya dinyatakan dalam bentuk angka. Sedangkan metode asosiatif adalah dimana, menurut (Sugiyono, 2019: . penelitian asosiatif adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih, mencari peranan, pengaruh, dan hubungan yang bersifat sebab-akibat, yaitu antara variabel bebas . dan variabel terikat . Adapun variabel yang dihubungkan dalam penelitian ini adalah variabel yang terdiri dari variabel Auditor Switching (X. Financial Distress (X. Laba Perusahaan (X. , terhadap Audit Report Lag (Y). Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan (Sugiyono, 2019:. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan melalui: 1. Studi kepustakaan digunakan untuk mengumpulkan data mengenai penelitian dan untuk menemukan penelitian terdahulu, teori-teori yang mendukung dan data pendukung lainnya seperti buku-buku, jurnal, masalah, literatur dan lainnya. Metode dokumen ini merupakan catatan peristiwa yang sudah Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya momumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, ceritera, biografi, kebijakan (Sugiyono, 2019:. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan uji Chow dan uji Hausman maka model terbaik yang digunakan adalah Random Effect Model. Maka selanjtnya hasil uji persamaan regresi data panel dianalisis yang bertujuan menguji pengaruh variabel Auditor Switching. Fianancial Distress, dan Laba Perusahaan terhadap Audit Report Lag . Analisis data pada table berikut: DOI: 10. 55587/jla. 96 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 3 No. 3 September 2023 Tabel 1 Hasil Uji Regresi Data Panel Dengan Random Effect Model Variable Coefficient Std. Error X1_AS X2_FD X3_LP Effects Specification t-Statistic Prob. Cross-section random Idiosyncratic random Weighted Statistics R-squared 069654 Mean dependent var Adjusted R-squared 0. 051763 S. dependent var of regression 15. 85712 Sum squared resid F-statistic 893173 Durbin-Watson stat Prob(F-statisti. Unweighted Statistics R-squared 093529 Mean dependent var Sum squared resid 183646. 8 Durbin-Watson stat Sumber : Data di olah penulis, 2023 Rho Berdasarkan tabel diatas, model estimasi yang terpilih adalah Random Effect Model. Maka diperoleh persamaan sebagai berikut: ARLit = 1X it 2X it 3X it Cit ARLit = 33. 38002 Ae 1. 697322 Ae 0. 0065 Cit Dari persamaan tersebut dapat dijelaskan: Konstanta sebesar 33. 38002 yang menyatakan jika variabel Auditor Switching. Financial Distress, dan Laba Perusahaan bernilai 0 maka variabel Auditor Report Lag bernilai 33. Nilai koefisien variabel Auditor Switching -1. 697322 menyatakan bahwa setiap peningkatan 1 poin nilai Auditor Switching, maka akan menurunkan nilai Audit Report Lag sebesar -1. demikian juga dengan sebaliknya asumsi variabel lain dianggap tetap. Nilai koefisien variabel Financial Distress sebesar -0. 752040 menyatakan bahwa setiap penambahan Financial Distress 1% akan menurunkan variabel Audit Report Lag sebesar 0. 752040 dengan asumsi variabel bebas lain besarnya konstan. Nilai koefisien variabel Laba Perusahaan 269. 0065 menyatakan setiap penambahan Laba Perusahaan 1% akan menaikan variabel Audit Report Lag sebesar 269. 0065 dengan asumsi variabel bebas lain besarnya kosntan. Uji Koefisien Determinasi (R. Menjelaskan seberapa kemampuan model regresi dalam menerangkan variasi variabel bebas mempengaruhi variabel terkait. Semakin besar haril S- square akan semakin baik karena hal ini mengidentifikasi semakin baik variabel independen dalam menjelaskan variabel independen. Nilai Ssquare harus berkisar 0-1. Jika nilai R-square = 1 berarti naik turunnya variabel terkait 100% dipengaruhi oleh variabel bebas. Jika nilai R-square = 0 berarti tidak ada hubungan sama sekali antara variabel independen terhadap variabel dependen. Berdasarkan tabel 4. 15 menunjukan bahwa nilai adjusted R-square sebesar 0. 051763 memiliki makna bahwa 5,1% Audit Report Lag dapat dijelaskan oleh Auditor Switching. Financial Distress, dana Laba Perusahaan sementara 94,9% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. 134 | e-ISSN: 2810-0921 | DOI: 10. 55587/jla. LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 3 No. 3 September 2023 Uji Simultan (Uji Statistik F) Uji simultan ini digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen . ariabel terika. Berdasarkan tabel 4. 15 diatas menunjukan bahwa nilai probability (F-Statisti. 010215 < 0,05 dengan taraf signifikan 0,05 . %) maka H1 diterima. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari Auditor Switching. Financial Distress. Laba Perusahaan secara simultan terhadap Audit Report Lag . Uji T-Statistik Berdasarkan hasil tabel 4. 15 diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Variabel Auditor Switching (X. menghasilkan nilai probability 0. 5297 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel Auditor Switching tidak berpengaruh terhadap Audit Report Lag . Variabel Financial Distress (X. menghasilkan nilai probability sebesar 0. 6731 > 0,05 dengan taraf signifikan maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel Financial Distress tidak berpengaruh terhadap Audit Report Lag . Variabel Laba Perusahaan (X. menghasilkan nilai probability sebesar 0. 0009 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel Laba Perusahaan berpengaruh terhadap Audit Report Lag . Pengaruh Auditor Switching. Financial Distress, dan Laba Perusahaan terhadap Audit Report Lag . Berdasarkan hasil uji simultan (Uji-F) pada table 4. 15 diatas dapat dilihat nilai probability (FStatisti. 010215 < 0,05 dapat disimpulkan bahwa Auditor Switching. Financial Distress, dan Laba Perusahaan secara simultan berpengaruh terhadap Audit Report Lag . Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Intan, dkk . yang menyatakan bahwa Auditor Switching. Financial Distress, dan Laba Perusahaan secara simultan berpengaruh terhadap Audit Report Lag . Hal ini berkaitan erat dengan teori agensi dimana Audit Report Lag yang merupakan dalam proses penyelesaian laporan keuangan. Yang berdasarkan pada peraturan Bapepam peyelesaian audit laporan keuangan nya selambat-lambatnya 90 hari sedangkan kondisi perusahaan yang di audit dan di KAP tidak selalu berjalan dengan semesti nya. Faktor-faktor yang mengahambat penyelesaian audit bisa menyebabkan terlambat nya penyampaian laporan keuangan yang di sebut dengan Audit Report Lag . Faktor pertama di sebabkan oleh auditor switching, proses pergantian auditor memerlukan beberapa waktu untuk mendapatkan auditor yang baru. Faktor kedua di sebabkan oleh Financial Distress dimana kondisi perusahaan tidak mampu membayar kewajiban nya. Dan faktor yang ke tiga disebabkan laba perusahaan, karena laba dapat menjadi acuan jika perusahaan mengalami kerugian maka kemungkinan besar keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan lebih panjang dibandingkan ketika perusahaan memperoleh laba. Pengaruh Auditor Switching terhadap Audit Report Lag . Berdasarkan hasil uji parsial . pada tabel 4. 15 diatas dapat dilihat bahwa nilai dari probability sebesar 0. 5297 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa Auditor Switching tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Audit Report Lag . Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Annisa, dkk . dan Eriana, dkk . yang menyatakan bahwa Auditor Switching tidak berpengaruh terhadap Audit Report Lag . Hal ini dikarenakan pergantian auditor dapat dilakukan jauh sebelum hubungan perusahaan berakhir dengan auditor sebelum nya. Sehingga auditor baru dapat mengatur waktu untuk memahami lingkungan bisnis klien dan risiko dari awal sehingga tidak dapat mempengaruhi proses audit. Pengaruh Financial Distress terhadap Audit Report Lag . Berdasarkan hasil uji parsial . pada tabel 4. 14 diatas dapat dilihat bahwa nilai probability 6731 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa Financial Distress tidak bepengaruh secara DOI: 10. 55587/jla. 96 | e-ISSN: 2810-0921 . LITERA: Jurnal Literasi Akuntansi Vol. 3 No. 3 September 2023 signifikan terhadap Audit Report Lag . Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan Sari, dkk . Menunjukan bahwa Financial Distress tidak berpengaruh terhadap Audit Report Lag . Hal ini disebabkan karena tidak semua perusahaan yang mengalami Financial Distress akan mengalami Audit Report Lag , sebab auditor yang bekerja secara profesional akan bekerja sesuai jadwal penyelesaian laporan audit yang disepakati sebelumnya. Sehingga auditor dapat meminimalisir resiko audit yang akan mempengaruhi Audit Report Lag . Pengaruh Laba Perusahaan terhadap Audit Report Lag . Berdasarkan hasil uji parsial . pada tabel 4. 14 dapat dilihat bahwa nilai probability sebesar 0009 < 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa Laba Perusahaan berpengaruh terhadap Audit Report Lag . Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Nada, dkk . Menunjukan bahwa Laba Perusahaan berpengaruh terhadap Audit Report Lag . Hal tersebut mengindikasikan bahwa semakin besar laba maka semakin pendek Audit Report Lag nya. Ini berarti perusahaan yang memiliki laba cenderung tepat waktu dalam penyampaian laporan keuangan dan tidak melebihi batas waktu yang telah ditentukan OJK. Dengan ketepatan waktu, perusahaan yang memiliki laba besar dapat menyajikan suatu informasi yang relevan. Perusahaan yang memiliki laba dipandang sebagai sinyal dan berita baik serta memberikan kesan positif terhadap kinerja manajemen sehingga perusahaan cenderung menyampaikan laporan keuangannya lebih cepat dan dapat semakin pendek Audit Report Lag nya. KESIMPULAN Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan mendapatkan bukti empiris mengenai pengaruh Auditor Switching. Financial Distress, dan Laba Perusahaan. Sampel penelitian ini adalah perusahaan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama priode 2017-2021. Berdasarkan hasil analisis dan uji hipotesis yang telah dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan Auditor Switching. Financial Distress, dan Laba Perusahaan berpengaruh secara simultan terhadap Audit Report Lag pada perusahaan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun Auditor Switching secara parsial tidak berpengaruh terhadap Audit Report Lag pada perusahaan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2017-2021. Financial Distress secara parsial tidak berpengaruh terhadap Audit Report Lag pada perusahaan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2017-2021. Laba Perusahaan berpengaruh terhadap Audit Report Lag pada perusahaan keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2017- 2021. REFERENSI