Jurnal Akuntansi Manajemen Madani Vol. No. Oktober 2025 PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP PROFITABILITAS PT BANK NEGARA INDONESIA (Perser. Tbk 1,2,. Salsabila B1. Asri Jaya2. Muhammad Khaedar Sahib3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Makassar e-mail: milasalsabila896@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh CAR. FAT, dan FDR terhadap profitabilitas PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. yang diukur dengan Return On Assets (ROA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data sekunder berupa laporan keuangan PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. selama periode tertentu dianalisis menggunakan teknik regresi linear Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ROA. FAT dan FDR keduanya memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Uji simultan . ji F) menunjukkan bahwa secara bersama-sama. CAR. FAT, dan FDR berpengaruh signifikan terhadap ROA. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efisiensi aset tetap dan efektivitas penyaluran kredit berperan penting dalam profitabilitas PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. Bank perlu menyeimbangkan keduanya serta menjaga kecukupan modal untuk mencapai kinerja keuangan optimal. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas cakupan variabel dengan memasukkan faktor-faktor lain yang berpotensi mempengaruhi profitabilitas, seperti Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Non-Performing Loan (NPL), atau Net Interest Margin (NIM). Kata Kunci: Kinerja keuangan, profitabilitas, return on assets. Artikel Info Sejarah Artikel: Diterima: 13 Mei 2025 Selesai Revisi: 27 Mei 2025 Dipublikasi: Oktober 2025 Kata Kunci: Kinerja keuangan, profitabilitas, return on assets. Abstract This study aims to analyze the effect of CAR. FAT, and FDR on the profitability of PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. as measured by Return on Assets (ROA). This study uses a quantitative approach with an associative research type. Secondary data in the form of financial statements of PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. for a certain period were analyzed using multiple linear regression techniques. The results of the study indicate that CAR has a positive but insignificant effect on ROA. FAT and FDR both have a positive and significant effect on ROA. The simultaneous test (F tes. shows that together. CAR. FAT, and FDR have a significant effect on ROA. This study concludes that fixed asset efficiency and credit distribution effectiveness play an important role in the profitability of PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. Banks need to balance both and maintain capital adequacy to achieve optimal financial performance. Future researchers are expected to expand the scope of variables by including other factors that could potentially influence profitability, such as Operating Costs to Operating Income (BOPO). Non-Performing Loans (NPL), or Net Interest Margin (NIM). Keywords: Financial performance, profitability, return on assets. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 PENDAHULUAN Perbankan merupakan sektor penting dalam pertumbuhan perekonomian nasional karena berperan sebagai lembaga intermediasi keuangan, yaitu menyalurkan dana dari pihak yang surplus kepada pihak yang defisit (Kasir, 2. Dalam era globalisasi, peran ini semakin krusial, seiring meningkatnya kebutuhan pembiayaan untuk mendukung Pemerintah pun mendorong optimalisasi fungsi perbankan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Untuk menghadapi persaingan yang ketat, bank dituntut memiliki kinerja yang optimal agar mampu membangun kepercayaan nasabah. Oleh karena itu, pengukuran tingkat kesehatan bank menjadi penting untuk menilai stabilitas keuangan dan daya saingnya. Penilaian ini dilakukan untuk memastikan bank dapat beroperasi dengan lancar untuk memenuhi kewajiban, melindungi dana nasabah, dan menjaga stabilitas, serta menghadapi berbagai jenis risiko seperti kredit, pasar, likuiditas, operasional, hukum, reputasi, strategis, dan kepatuhan. Pengukuran tingkat kesehatan bank telah diatur dalam Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 30/11/KEP/DIR dan SE BI Nomor 30/2/UPPB, yang mencakup aspek permodalan, kualitas aset, manajemen, rentabilitas, dan likuiditas. Selain itu. Pasal 29 UU No. 7 Tahun 1992 juga menegaskan bahwa stabilitas perbankan ditinjau dari aspek-aspek Kinerja keuangan menjadi indikator penting yang diperhatikan oleh berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, dan masyarakat. Persaingan yang semakin ketat di industri perbankan menuntut pengelolaan manajemen yang kompeten, salah satunya melalui evaluasi terhadap kinerja keuangan perusahaan. Laporan keuangan berperan penting dalam menilai perkembangan, kelebihan, kelemahan, dan pencapaian tujuan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Rasio profitabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan mencerminkan efisiensi serta efektivitas operasionalnya. Dalam teori merepresentasikan kinerja manajemen (Miftahuddin & Mahardhika, 2. Evaluasi kinerja keuangan menjadi dasar dalam menilai profitabilitas perusahaan, di mana laba digunakan sebagai indikator untuk menilai efektivitas pengelolaan perusahaan. Tingkat profitabilitas yang tinggi menunjukkan kinerja yang optimal, sedangkan profitabilitas rendah mencerminkan kinerja yang kurang maksimal (Raharjo et al. , 2. Kinerja perusahaan sendiri merupakan gambaran posisi keuangan yang dianalisis melalui alat analisis keuangan untuk mengetahui sejauh mana sumber daya telah digunakan secara efektif dalam menghadapi dinamika lingkungan bisnis (Nisa & Riyadi, 2. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Profitabilitas PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk (Salsabila B. Asri Jaya. Muhammad Khaedar Sahi. Kinerja keuangan bank merupakan gambaran kondisi keuangan bank pada periode tertentu, yang mencakup dua aspek utama: penghimpunan dana dan penyaluran dana. Penilaian terhadap kinerja keuangan bank dapat dilakukan melalui laporan keuangan yang tersedia, yang mencakup sejumlah rasio keuangan. Rasio-rasio tersebut berperan penting dalam mengevaluasi kinerja keuangan bank serta memprediksi kelangsungan usaha, baik bagi bank yang sehat maupun yang tidak sehat. Salah satu rasio yang digunakan untuk menilai kinerja bank adalah Return on Assets (ROA), yang mengukur seberapa efisien manajemen bank dalam menghasilkan laba dari total aset yang dimiliki. Semakin tinggi nilai ROA, semakin baik kinerja bank, karena menunjukkan bahwa bank mampu menghasilkan laba yang lebih besar dengan menggunakan aset yang dimilikinya secara efisien (Noviana, 2. KERANGKA TEORI Kinerja Keuangan Kinerja keuangan merupakan gambaran kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu yang mencakup aspek penghimpunan dan penyaluran dana, serta biasanya diukur melalui indikator kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas (Mernaung et al. Kinerja keuangan adalah ukuran keberhasilan atau pencapaian tujuan suatu perusahaan atau organisasi dalam periode tertentu, yang dianalisis menggunakan berbagai rasio keuangan seperti profitabilitas dan likuiditas. Analisis ini penting untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, mengelola sumber daya, serta melihat prospek pertumbuhan di masa depan. Penilaian kinerja keuangan dilakukan untuk melihat sejauh mana perusahaan telah menjalankan fungsinya secara baik dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku. Setiap perusahaan memiliki karakteristik lingkungan bisnis yang berbeda-beda, sehingga tolok ukur kinerja keuangan pun dapat berbeda antara perusahaan satu dengan perusahaan lain. Pada sektor perbankan, lingkungan bisnisnya memiliki keunikan tersendiri karena bank berperan sebagai lembaga intermediasi yang menghubungkan pihak yang memiliki kelebihan dana . urplus finansia. dengan pihak yang kekurangan dana . efisit finansia. (Fahmi dalam Noviana, 2. Oleh karena itu, penilaian terhadap kinerja keuangan bank menjadi penting guna mengetahui sejauh mana manajemen mampu mengelola aset secara efektif dan efisien dalam menghasilkan laba. Kinerja keuangan mencerminkan hasil atau prestasi yang dicapai oleh manajemen dalam mengelola sumber daya keuangan perusahaan, serta menjadi dasar untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan perusahaan selama periode tertentu (Rummerung & Alexander, 2. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Analisis Laporan Keuangan Analisis laporan keuangan merupakan proses evaluasi untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan dalam periode tertentu. Laporan ini biasanya disusun secara berkala, baik triwulanan, semesteran, maupun tahunan, untuk kepentingan internal maupun eksternal Tujuan dari analisis ini adalah untuk menilai posisi keuangan saat ini dan masa lalu guna memprediksi kondisi keuangan perusahaan di masa mendatang. Laporan keuangan menjadi alat penting dalam menggambarkan kinerja perusahaan karena memuat informasi tentang berbagai transaksi yang terjadi selama periode tertentu. Selain itu, laporan ini juga menjadi hasil dari proses akuntansi yang menyajikan data secara sistematis, sehingga dapat digunakan untuk mengkomunikasikan kondisi dan kinerja perusahaan secara menyeluruh (Kasmir, 2. Jenis laporan keuangan mencakup neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Neraca menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu yang mencakup aset, kewajiban, dan ekuitas. Laporan laba rugi menyajikan informasi mengenai pendapatan dan beban perusahaan selama periode tertentu untuk mengetahui laba atau rugi yang diperoleh. Laporan arus kas mencatat penerimaan dan pengeluaran kas selama periode berjalan. Laporan perubahan ekuitas menunjukkan perubahan modal pemilik selama satu periode. Sementara itu, catatan atas laporan keuangan berisi informasi tambahan yang menjelaskan pos-pos dalam laporan utama serta memberikan konteks terhadap kondisi dan kinerja suatu perusahaan dalam beropersi (Paserki et al. , 2. Profitabilitas Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang mencerminkan seberapa efektif manajemen mengelola sumber daya yang dimiliki melalui kegiatan operasional maupun investasi. Profitabilitas tidak hanya menunjukkan efisiensi perusahaan dalam memperoleh laba dari penjualan, tetapi juga menggambarkan kinerja fundamental perusahaan yang dapat memengaruhi keputusan para pemangku kepentingan, seperti investor dan kreditur, dalam menilai kelayakan dan prospek usaha di masa mendatang (Nisa & Riyadi, 2. Penggunaan rasio profitabilitas dapat dilakukan dengan membandingkan berbagai komponen yang terdapat dalam laporan keuangan, terutama neraca dan laporan laba rugi. Perhitungan rasio ini sebaiknya dilakukan untuk beberapa periode operasional guna melihat perkembangan kinerja perusahaan dalam rentang waktu tertentu, baik berupa penurunan maupun peningkatan, sekaligus untuk mengidentifikasi penyebab dari perubahan tersebut. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Profitabilitas PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk (Salsabila B. Asri Jaya. Muhammad Khaedar Sahi. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, di mana metode penelitian ini menerapkan teknik pengambilan sampel, instrumen penelitian, serta analisis data yang bersifat statistik atau kuantitatif dalam bentuk angka dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif berupa laporan keuangan yang diperoleh dari PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk untuk periode 2020-2024. Data yang digunakan merupakan data sekunder, yaitu data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung dan mengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber-sumber yang telah tersedia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh laporan keuangan tahunan PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk yang memuat informasi mengenai kondisi keuangan Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan tahunan PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk selama periode tahun 2020 hingga 2024 yang dipilih secara purposive berdasarkan ketersediaan data dan relevansi dengan variabel dalam penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskripsi Data Return On Assets (ROA) Tabel 1. Hasil Analilis Deskripsi Data Return On Assets (ROA) ROA Tahun Net Income Total Asset IDR 3,321. 00 IDR 891,337 Roa IDR 10,898. 00 IDR 964,838 IDR 18,312. 00 IDR IDR 28,253. 00 IDR 1,029,837 1,086,664 IDR 28,833. 00 IDR 1,108,000 Sumber: Data Diolah Peneliti Berdasarkan data yang diperoleh, perkembangan Return On Assets (ROA) PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk selama periode 2020 hingga 2024 menunjukkan tren peningkatan yang positif. ROA sebagai indikator efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan laba, mengalami kenaikan signifikan dari 0,37% pada tahun 2020 menjadi 2,60% pada tahun 2023 dan stabil di angka tersebut hingga 2024. Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan laba bersih dari Rp 3. 321 miliar menjadi Rp 28. 833 miliar dan peningkatan total aset dari Rp 891. 337 miliar menjadi Rp 1. 000 miliar. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Peningkatan ROA mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam memulihkan dan mengoptimalkan kinerja keuangan pasca-pandemi serta menjaga efektivitas manajemen ROA mengindikasikan bahwa perusahaan semakin baik dalam mengkonversi asetnya menjadi keuntungan, yang menarik minat investor dan cenderung meningkatkan nilai perusahaan. Capital Aderquracy Rasio (CAR) Tabel 2. Hasil Analisis Deskripsi Data Capital Aderquracy Rasio (CAR) CAR Tahun Total Modal IDR IDR IDR IDR IDR 103,152 IDR 125,624 IDR 131,342 IDR 142,020 IDR 152,311 IDR ATMR 614,633 636,220 681,381 646,940 711,774 CAR Sumber: Data Diolah Peneliti Berdasarkan data yang diperoleh. Capital Adequacy Ratio (CAR) PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk selama periode 2020 hingga 2024 menunjukkan tren positif dengan stabilitas yang kuat dalam mendukung pertumbuhan dan ketahanan perbankan. Pada tahun 2020. CAR tercatat sebesar 19,75% dan meskipun sempat mengalami penurunan menjadi 19,28% pada 2021 akibat ekspansi kredit yang cukup agresif, rasio ini tetap jauh berada di atas ketentuan minimum Bank Indonesia sebesar 8%, mencerminkan kondisi permodalan yang sangat sehat. Pada 2022. CAR meningkat signifikan menjadi 21,95% yang mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam memperkuat manajemen risiko serta meningkatkan efisiensi permodalan. Tahun 2023 mencatat sedikit koreksi ke angka 21,40%, namun tetap menunjukkan posisi yang kuat dan kompetitif di industri perbankan. Pada 2024. CAR tetap terjaga di atas 21% yang mengindikasikan kemampuan BNI dalam menjaga kecukupan modal secara konsistenSecara keseluruhan, tren CAR ini menegaskan bahwa BNI tidak hanya memiliki ketahanan permodalan yang baik, tetapi juga mampu menyeimbangkan antara ekspansi usaha dan pengendalian risiko secara berkelanjutan, sehingga mendukung pencapaian profitabilitas yang stabil dalam jangka panjang. Stabilitas CAR yang konsisten ini juga menjadi sinyal positif bagi investor dan regulator, karena menunjukkan kemampuan bank dalam menghadapi tekanan ekonomi dan menjaga kepercayaan pemangku kepentingan. Dengan struktur permodalan yang kuat. BNI memiliki fleksibilitas lebih dalam menghadapi tantangan industri perbankan dan memanfaatkan peluang pertumbuhan yang ada. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Profitabilitas PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk (Salsabila B. Asri Jaya. Muhammad Khaedar Sahi. Fixed Assets Turnover (FAT) Tabel 3. Hasil Analisis Deskripsi Data Fixed Assets Turnover (FAT) FAT . FAT Aset Tetap Bersih (Rp Penjuan (Rp Milia. Milia. IDR 56,173. 00 IDR 27,400. IDR 50,026. 00 IDR 26,900. IDR 54,659. 00 IDR 28,224. IDR 61,472. 00 IDR 27,765. IDR 66,583. 00 IDR 30,408. Tahun Sumber: Data Diolah Peneliti Berdasarkan data yang diperoleh, rasio Fixed Asset Turnover (FAT) PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk periode 2020 hingga 2024 menunjukkan fluktuasi dengan kecenderungan positif. Pada 2020, rasio FAT tercatat 2,05 kali, mencerminkan efektivitas awal penggunaan aset tetap dalam menghasilkan pendapatan. Meski sempat menurun menjadi 1,86 kali pada 2021 akibat tantangan operasional pasca-pandemi, perusahaan mampu meningkatkan efisiensi di tahun-tahun berikutnya. FAT naik menjadi 1,937 kali pada 2022 dan mencapai puncaknya di 2023 sebesar 2,214 kali, mencerminkan peningkatan produktivitas aset tetap. Pada 2024, meskipun sedikit menurun menjadi 2,19 kali, kinerja perusahaan tetap menunjukkan efektivitas yang tinggi. Secara keseluruhan, tren FAT mencerminkan kemampuan PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk dalam mengelola aset tetap secara efisien untuk mendukung pertumbuhan pendapatan selama lima tahun terakhir yang meliputi meliputi perencanaan yang matang, pemantauan dan pemeliharaan rutin, optimasi penggunaan aset, serta pemanfaatan teknologi. Financing to Derposit Rasio (FDR) Tabel 4. Financing to Derposit Rasio (FDR) FDR Tahun Total Piutang DPK FDR IDR 582,400,000 IDR 667,100,000 IDR 646,200,000 IDR 837,600,000 IDR 646,200,000 IDR 767,600,000 IDR 695,100,000 IDR 827,400,000 IDR 775,900,000 IDR 877,400,000 Sumber: Data Diolah Peneliti Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Berdasarkan data yang diperoleh, perkembangan Financing to Deposit Ratio (FDR) PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk selama periode 2020 hingga 2024 menunjukkan fluktuasi dengan kecenderungan peningkatan di akhir periode. Pada 2020. FDR tercatat sebesar 87,30%, mencerminkan kemampuan bank dalam menyalurkan dana pihak ketiga ke sektor pembiayaan. Meskipun sempat turun menjadi 77,15% pada 2021 akibat kehati-hatian dalam pemberian kredit, rasio ini kembali meningkat pada tahun-tahun berikutnya. FDR naik menjadi 84,18% pada 2022, sedikit menurun menjadi 84,01% pada 2023, dan mencapai puncaknya di 2024 sebesar 88,43%. Secara keseluruhan, tren ini mencerminkan efektivitas intermediasi PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk yang semakin baik dalam menyalurkan dana untuk mendukung pertumbuhan sektor produktif. Uji Normalitas Data Tabel 5. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Uns tandardized Res idual Norm al Param eters a,b Mean Std. Deviation Mos t Extrem e Differences Abs olute Pos itive Negative Tes t Statis tic As ym p. Sig. -taile. 200 c,d Tes t dis tribution is Norm al. Calculated from data. Sumber: Data Diolah Peneliti Lilliefors Significance Correction. is a lower bound of the true s ignificance. Dari Tabel d. This uji normalitas data yang menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,200, yang mana nilai ini lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data tersebut berdistribusi normal dan model regresi tersebut layak digunakan dalam penelitian ini karena memenuhi asumsi normalitas. Uji Multikolinearitas Tabel 6. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficients Collinearity Statistics Model Tolerance Capital Adequacy Rasio Fixed Assets Turnover Financing to Deposit Ratio Dependent Variable: Return On Assets Sumber: Data Diolah Peneliti VIF Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Profitabilitas PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk (Salsabila B. Asri Jaya. Muhammad Khaedar Sahi. Pengujian multikolinearitas dalam penelitian ini dilakukan dengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF), di mana model dinyatakan bebas dari multikolinearitas jika Tolerance > 0,10 dan VIF < 10. Hasil analisis menunjukkan bahwa CAR memiliki Tolerance sebesar 0,362 dan VIF sebesar 2,761. FAT memiliki Tolerance 0,186 dan VIF 5,385, sedangkan FDR memiliki Tolerance 0,255 dan VIF 3,923. Meskipun nilai VIF FAT cukup tinggi, namun masih dalam batas toleransi. Dengan demikian, ketiga variabel independen tidak menunjukkan adanya gejala multikolinearitas dan dapat digunakan dalam model regresi secara layak. Uji Autokorelasi Tabel 7. Hasil Uji Autokorelasi Model Summary Model Durbin-Wats on Predictors : (Cons tan. Financing to Depos it Ratio. Capital Adequacy Ras io. Fixed As s ets Turnover Dependent Variable: Return On As s ets Sumber: Data Diolah Peneliti Berdasarkan Tabel 4. 7 dapat dijelaskan bahwa nilai Durbin Watson menunjukan angka sebesar 2,055 yang berarti nilai tersebut berada di kisaran angka 1,6889 s/d 2,3111. Hal ini dapat disimpulkan bahwa data tersebut tidak ada masalah autokorelasi dan layak untuk Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 8. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Model 1 (Constan. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Beta Error Capital Adequacy Rasio Fixed Assets Turnover Financing to Deposit Ratio Dependent Variable: Return On Assets Sumber: Data Diolah Peneliti Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Pada tabel 4. 10 peneliti dapat menginterpretasikan nilai dari kolom B, dari baris pertama menunjukkan nilai kostanta () dan untuk baris selanjutynya menunjukan nilai variabel independen yang digunakan peneliti dalam penelitian ini. Dengan melihat tabel tersebut, peneliti dapat menyusun persamaan regresi linear berganda sebagai berikut: Maka hasil regresi linear berganda dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai konstanta (Intercep. sebesar 2,346 menunjukkan bahwa apabila seluruh variabel independen, yaitu Capital Adequacy Ratio (CAR). Fixed Assets Turnover (FAT), dan Financing to Deposit Ratio (FDR), dianggap bernilai nol, maka nilai Return On Assets (ROA) diprediksi sebesar 2,346. Nilai ini memrepresentasikan ROA dasar tanpa adanya pengaruh dari ketiga variabel tersebut. Koefisien regresi variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 0,545 dengan arah positif menunjukkan bahwa setiap kenaikan CAR sebesar satu satuan akan meningkatkan ROA sebesar 0,545 satuan, dengan asumsi variabel independen lainnya tetap. Besarnya koefisien ini juga memperlihatkan bahwa CAR memiliki kontribusi yang kuat terhadap perubahan ROA, dari nilai standardized coefficient (Bet. sebesar 1,159. Koefisien regresi variabel Fixed Assets Turnover (FAT) sebesar 0,241 dengan arah positif mengindikasikan bahwa setiap peningkatan FAT sebesar satu satuan akan meningkatkan ROA sebesar 0,241 satuan, dengan asumsi faktor lain tidak berubah. Nilai standardized coefficient (Bet. untuk variabel ini sebesar 0,244, yang menunjukkan pengaruh positif namun relatif lebih kecil dibandingkan variabel lainnya. Koefisien regresi variabel Financing to Deposit Ratio (FDR) sebesar 0,524 dengan arah positif menandakan bahwa setiap peningkatan FDR sebesar satu satuan akan meningkatkan ROA sebesar 0,524 satuan, dengan asumsi variabel lain konstan. Nilai standardized coefficient (Bet. sebesar 0,581 mengindikasikan bahwa FDR memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap ROA dibandingkan FAT, namun masih lebih rendah dibandingkan CAR. Secara keseluruhan, hasil regresi menunjukkan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR). Fixed Assets Turnover (FAT), dan Financing to Deposit Ratio (FDR) berpengaruh positif terhadap Return On Assets (ROA). Namun, untuk memastikan sejauh mana pengaruh tersebut signifikan secara statistik, diperlukan analisis lebih lanjut terhadap nilai signifikansi dari masing-masing variabel melalui uji t . ji parsia. , yang pada tabel ini belum ditampilkan. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Profitabilitas PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk (Salsabila B. Asri Jaya. Muhammad Khaedar Sahi. Uji Parsial . Tabel 9. Hasil Uji Uji Parsial . Model 1 (Constan. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Beta Error Capital Adequacy Rasio Fixed Assets Turnover Financing to Deposit Ratio Dependent Variable: Return On Assets Sig. Berdasarkan hasil uji parsial . -tes. , dapat disimpulkan sebagai berikut: Capital Adequacy Ratio (CAR) menunjukkan nilai signifikansi 0,117 (> 0,. dan thitung 5,357 (> t-tabel 2,. Meskipun t-hitung menunjukkan pengaruh positif terhadap Return On Assets (ROA), nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 menunjukkan bahwa pengaruh CAR tidak signifikan secara statistik. Koefisien regresi sebesar 0,545 berarti setiap peningkatan CAR sebesar 1 unit akan meningkatkan ROA sebesar 0,545, namun hipotesis tentang pengaruh CAR terhadap ROA tidak dapat Fixed Assets Turnover (FAT) menunjukkan nilai signifikansi 0,007 (< 0,. dan t-hitung 2,765 (> t-tabel 2,. , yang menunjukkan pengaruh signifikan terhadap ROA. Koefisien regresi sebesar 0,241 berarti setiap peningkatan FAT sebesar 1 unit akan meningkatkan ROA sebesar 0,241. Dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 dan t-hitung lebih besar dari t-tabel, hipotesis tentang pengaruh FAT terhadap ROA diterima. Financing to Deposit Ratio (FDR) menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,. dan thitung 6,572 (> t-tabel 2,. , yang menunjukkan pengaruh signifikan terhadap ROA. Koefisien regresi sebesar 0,524 berarti setiap peningkatan FDR sebesar 1 unit akan meningkatkan ROA sebesar 0,524. Dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 dan thitung lebih besar dari t-tabel, hipotesis tentang pengaruh FDR terhadap ROA diterima. Secara keseluruhan. FAT dan FDR berpengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan CAR tidak memiliki pengaruh signifikan. Ini menunjukkan bahwa faktor pengelolaan aset tetap dan kemampuan penyaluran pembiayaan lebih dominan dalam memengaruhi profitabilitas (ROA) pada PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Uji Simultan (F) Tabel 10. Hasil Uji Uji Simultan (F) ANOVAa Model 1 Regression Sum of Squares Residual Total Mean Square Sig. Dependent Variable: Return On Assets Predictors: (Constan. Financing to Deposit Ratio. Capital Adequacy Rasio. Fixed Assets Turnover Sumber: Data Diolah Peneliti Berdasarkan kriteria pengukuran yang digunakan: Jika nilai signifikansi (Sig. ) > 0,05, maka HCA diterima dan HCA ditolak, yang berarti variabel independen tidak berpengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel Jika nilai signifikansi (Sig. ) O 0,05, maka HCA ditolak dan HCA diterima, yang berarti variabel independen berpengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil uji simultan . ji F) yang diperoleh dari tabel ANOVA, nilai F-hitung sebesar 17,303 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,027. Karena nilai signifikansi 0,027 lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi yang terdiri dari variabel Capital Adequacy Ratio (CAR). Fixed Assets Turnover (FAT), dan Financing to Deposit Ratio (FDR) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Return On Assets (ROA) pada PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan bahwa variabel independen berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen dapat diterima. Hasil ini menunjukkan bahwa variasi dalam ROA dapat dijelaskan secara signifikan oleh variasi dalam CAR. FAT, dan FDR. Hasil Koefisien Determinasi (R. Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Std. Error Model Adjusted of the Durbin- R Square R Square Estimate Watson Sumber: Data Diolah Peneliti Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Profitabilitas PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk (Salsabila B. Asri Jaya. Muhammad Khaedar Sahi. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi yang diperoleh dari tabel Model Summary, nilai R Square sebesar 0,983 menunjukkan bahwa 98,3% variasi perubahan Return On Assets (ROA) dapat dijelaskan oleh variabel Capital Adequacy Ratio (CAR). Fixed Assets Turnover (FAT), dan Financing to Deposit Ratio (FDR) secara bersama-sama. Sisa 1,7% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini. Hal ini sesuai dengan pendapat Ghozali . yang menyatakan bahwa nilai R Square menggambarkan sejauh mana variabel independen dapat menjelaskan variasi variabel dependen. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,932 menunjukkan bahwa setelah memperhitungkan jumlah variabel independen dalam model, sebesar 93,2% variasi ROA dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Adjusted R Square ini penting karena dalam model regresi berganda, nilai R Square cenderung meningkat dengan penambahan jumlah variabel, meskipun variabel tersebut tidak selalu berkontribusi signifikan (Ghozali, 2. Selain itu, nilai Durbin-Watson sebesar 2,055 menunjukkan bahwa tidak terjadi autokorelasi dalam model regresi, karena nilai tersebut mendekati angka 2, sesuai dengan kriteria dalam uji asumsi klasik (Gujarati & Porter, 2. Secara keseluruhan, model regresi yang dibangun dalam penelitian ini dapat dikatakan sangat baik dalam menjelaskan pengaruh variabel independen terhadap Return On Assets (ROA) pada PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk Kantor Wilayah Makassar. PEMBAHASAN Pengaruh Capital Aderquracy Ratio (CAR) terhadap profitabilitas PT. Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. Capital Adequacy Ratio (CAR) merupakan indikator penting dalam menilai kesehatan keuangan bank, yang mengukur seberapa besar modal bank dapat menutupi potensi kerugian dari kegiatan operasionalnya (Kasmir, 2. Semakin tinggi CAR, semakin kuat permodalan bank dalam menghadapi risiko dan semakin stabil operasionalnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun CAR memiliki pengaruh positif terhadap Return On Assets (ROA), pengaruh ini tidak signifikan. Berdasarkan hasil regresi, koefisien CAR adalah 0,545 dengan nilai signifikansi 0,117 (> 0,. , yang mengindikasikan bahwa pengaruhnya tidak signifikan secara statistik. Meskipun t-hitung . lebih besar dari t-tabel . , nilai signifikansi tetap lebih besar dari 0,05, yang berarti pengaruh CAR terhadap ROA tidak dapat diterima secara statistik pada tingkat kepercayaan 95%. Dengan kata lain, meskipun setiap peningkatan CAR sebesar 1% dapat meningkatkan ROA sebesar 0,545, pengaruh tersebut tidak terbukti signifikan. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Penelitian ini mengambil data dari laporan keuangan PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. Secara umum, bank ini menunjukkan peningkatan CAR yang menunjukkan kestabilan modal yang baik, namun hal ini tidak serta-merta meningkatkan laba bersih. Hal ini sejalan dengan penjelasan Kasmir . bahwa CAR berfungsi sebagai indikator kesehatan permodalan dan proteksi risiko, bukan sebagai instrumen untuk meningkatkan laba jangka pendek. Penelitian ini didukung oleh temuan Rivai dan Veithzal . yang menyatakan bahwa meskipun permodalan yang tinggi mampu mengurangi risiko kerugian, hal tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan laba apabila modal tersebut tidak digunakan untuk ekspansi kredit atau pembiayaan yang produktif. Pendekatan dari teori Risk Management in Banking, menurut Saunders & Allen . , menunjukkan bahwa penguatan permodalan bertujuan untuk mengurangi potensi kerugian. Beberapa faktor yang memperkuat hasil temuan ini adalah: Alokasi Modal yang Kurang Efisien-Sartono . menjelaskan bahwa meskipun CAR tinggi, jika modal tidak dialokasikan untuk kegiatan produktif seperti pembiayaan kredit yang sehat, maka tidak akan berdampak signifikan pada laba. Faktor Eksternal dan Kondisi Makroekonomi-Raharjo et al. menyatakan bahwa faktor-faktor eksternal seperti suku bunga, inflasi, dan kondisi ekonomi nasional mempengaruhi profitabilitas bank. Kondisi ekonomi yang buruk dapat membuat bank kesulitan memperoleh laba optimal meskipun CAR tinggi. Efisiensi Operasional yang Rendah-Kuncoro dan Suhardjono . menegaskan pentingnya efisiensi operasional dalam meningkatkan laba. Bank yang tidak dapat mengelola biaya operasional dengan baik, meskipun memiliki modal kuat, tetap akan kesulitan mencapai profitabilitas tinggi. Penurunan Financing to Deposit Ratio (FDR) data menunjukkan adanya penurunan FDR di PT Bank Negara Indonesia, yang mencerminkan kehati-hatian berlebih dalam penyaluran pembiayaan dan berkurangnya potensi pendapatan bunga serta laba bersih. Beberapa literatur lain, seperti penelitian oleh Hidayat . , menyebutkan bahwa dalam pasar yang sangat stabil dan dengan pertumbuhan kredit yang agresif. CAR dapat berkontribusi positif terhadap ROA. Namun, kondisi tersebut tidak tercermin dalam penelitian ini pada PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. Dengan demikian, meskipun CAR memiliki hubungan positif terhadap ROA, pengaruhnya tidak signifikan. Ini menunjukkan bahwa permodalan memang penting untuk keberlangsungan bank, tetapi faktor-faktor manajerial, efisiensi internal, dan kondisi makroekonomi memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan profitabilitas bank. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Profitabilitas PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk (Salsabila B. Asri Jaya. Muhammad Khaedar Sahi. Pengaruh Fixed Assets Turnover (FAT) terhadap profitabilitas PT. Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. Fixed Assets Turnover (FAT) adalah rasio yang menggambarkan efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan aset tetap untuk menghasilkan pendapatan. Kasmir . menyatakan bahwa FAT yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan menggunakan aset tetap secara efisien untuk menghasilkan pendapatan operasional, yang berpotensi meningkatkan profitabilitas perusahaan. Dalam konteks PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk, temuan ini mencerminkan upaya optimalisasi pemanfaatan aset tetap dalam kegiatan operasional untuk mencapai keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fixed Assets Turnover (FAT) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas yang diukur melalui Return On Assets (ROA). Berdasarkan hasil regresi, diperoleh nilai koefisien sebesar 0,241 dengan nilai signifikansi 0,007 (< 0,. , yang menunjukkan pengaruhnya signifikan secara Nilai t-hitung untuk variabel FAT adalah 2,765, sedangkan t-tabel pada tingkat signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan df OO n - k - 1 sebesar 2,00. Karena t-hitung . lebih besar dari t-tabel . dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, dapat disimpulkan bahwa FAT berpengaruh signifikan terhadap ROA. Dengan demikian, setiap peningkatan FAT sebesar 1 kali secara teoritis dapat meningkatkan ROA sebesar 0,241 atau 24,1%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin efektif penggunaan aset tetap bank, semakin besar kemampuannya dalam menghasilkan laba bersih. Temuan ini sejalan dengan penelitian Sudarsono . yang menyatakan bahwa efektivitas penggunaan aset tetap berkontribusi positif terhadap peningkatan profitabilitas perbankan di Indonesia. Semakin tinggi tingkat perputaran aset tetap, semakin besar peluang bank untuk meningkatkan pendapatan dari aset yang dimilikinya. Beberapa Efisiensi Pengelolaan Aset Tetap Bank yang dapat mengelola dan memanfaatkan aset tetap secara efisien akan memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Harahap . menjelaskan bahwa aset tetap yang produktif akan meningkatkan pendapatan operasional dan berdampak positif terhadap laba bersih perusahaan. Strategi Investasi Aset Tetap yang Tepat Ae Investasi yang bijaksana dalam aset tetap, seperti teknologi informasi, peralatan perbankan, dan properti, dapat meningkatkan efektivitas pelayanan serta mempercepat pertumbuhan pendapatan bank. Kuncoro dan Suhardjono . menyatakan bahwa investasi yang terarah pada aset yang mendukung operasional akan mendorong peningkatan kinerja keuangan. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Kondisi Eksternal yang Mendukung yaitu artikel Raharjo et al. menjelaskan bahwa kondisi makroekonomi, seperti pertumbuhan ekonomi yang stabil dan tingkat suku bunga yang kondusif, dapat memperkuat pengaruh positif FAT terhadap Lingkungan eksternal yang mendukung memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk memaksimalkan penggunaan aset tetap. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Fixed Assets Turnover (FAT) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. Oleh karena itu, manajemen bank perlu menjaga dan meningkatkan efisiensi penggunaan aset tetap melalui inovasi, peremajaan aset, serta penerapan strategi operasional yang lebih efektif guna mendukung pencapaian tingkat profitabilitas yang lebih optimal. Pengaruh Financing to Derposit Ratio (FDR) terhadap profitabilitas PT. Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. Penelitian ini menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR). Fixed Assets Turnover (FAT), dan Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap profitabilitas yang diukur melalui Return on Assets (ROA) pada PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. Hasil regresi menunjukkan bahwa ketiga rasio ini secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan nilai signifikansi uji F sebesar 0,000 (< 0,. Secara parsial. FDR berpengaruh positif signifikan terhadap ROA dengan koefisien 0,524 dan nilai signifikansi 0,000 (< 0,. , yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan FDR sebesar 1% dapat meningkatkan ROA sebesar 52,4%. Demikian pula. FAT berpengaruh positif terhadap ROA, mengindikasikan bahwa semakin efisien penggunaan aset tetap bank, semakin besar kemampuan bank menghasilkan laba. Namun. CAR juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan modal bank, yang berfungsi untuk menutupi potensi kerugian, meskipun pengaruhnya terhadap ROA lebih kecil dibandingkan FDR dan FAT. Secara keseluruhan, ketiga rasio ini memberikan kontribusi terhadap profitabilitas, namun bank perlu mengelola risiko dengan hati-hati, terutama dalam hal penyaluran kredit (FDR) untuk menjaga kestabilan keuangan. Penelitian ini mendukung temuan sebelumnya bahwa pengelolaan rasio CAR. FAT, dan FDR yang tepat dapat mempertimbangkan faktor eksternal seperti kondisi ekonomi dan kebijakan moneter dalam mengoptimalkan kinerja keuangan bank. Kondisi ekonomi global yang memburuk dapat memicu krisis moneter, sementara kebijakan moneter negara lain . isalnya kenaikan suku bung. dapat berdampak pada aliran modal masuk atau keluar dari suatu negara. Pengaruh Kinerja Keuangan terhadap Profitabilitas PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk (Salsabila B. Asri Jaya. Muhammad Khaedar Sahi. Pengaruh Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap profitabilitas dapat bersifat positif atau negatif, tergantung pada kondisi operasional bank. Jika dana yang disalurkan efektif dan nasabah mampu mengembalikan pinjaman, peningkatan FDR akan meningkatkan profitabilitas (ROA). Namun, peningkatan FDR yang terlalu tinggi dan tidak terkontrol dapat menurunkan profitabilitas karena tingginya potensi kredit bermasalah (Non-Performing Financin. , seperti ditemukan dalam beberapa penelitian. Dampak kenaikan suku bunga meliputi meningkatnya biaya pinjaman, seperti KPR dan cicilan, yang membuat daya beli masyarakat menurun karena pengeluaran untuk utang lebih besar dan kenaikan suku bunga juga menekan inflasi. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR). Fixed Assets Turnover (FAT), dan Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap profitabilitas PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. , dapat disimpulkan bahwa CAR berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Return on Assets (ROA), yang menunjukkan bahwa kecukupan modal tidak menjadi faktor dominan dalam menentukan profitabilitas. Sementara itu. FAT berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, yang mengindikasikan pentingnya efisiensi penggunaan aset tetap dalam meningkatkan profitabilitas. FDR juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, menunjukkan bahwa penyaluran dana kepada debitur berkontribusi pada profitabilitas, meskipun bank perlu berhati-hati dalam mengelola risiko likuiditas. Secara simultan, ketiga variabel ini berpengaruh signifikan terhadap ROA, yang menunjukkan bahwa kombinasi kecukupan modal, efisiensi aset, dan aktivitas intermediasi berperan penting dalam menentukan tingkat profitabilitas bank. Bagi Perusahaan. PT Bank Negara Indonesia (Perser. Tbk. disarankan untuk mengoptimalkan pengelolaan modal (CAR) dengan menempatkan dana pada aset yang lebih produktif guna meningkatkan profitabilitas. Selain itu, peningkatan efisiensi penggunaan aset tetap (FAT) harus menjadi prioritas, yang dapat dicapai melalui adopsi teknologi terbaru dan peningkatan efektivitas operasional. Pengelolaan penyaluran kredit (FDR) juga perlu dijaga agar seimbang, menjaga likuiditas yang memadai sambil meminimalkan risiko kredit, serta memperkuat manajemen risiko untuk memastikan kualitas kredit dan mengurangi risiko NonPerforming Loan (NPL). Inovasi produk dan layanan, terutama dalam hal perbankan digital, juga penting untuk meningkatkan daya saing dan menarik lebih banyak nasabah. Evaluasi kinerja keuangan secara berkala diperlukan agar strategi bisnis perusahaan dapat disesuaikan dengan kondisi pasar yang terus berubah. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani. Vol. No. Oktober 2025 Bagi Peneliti Selanjutnya, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan variabel dengan memasukkan faktor-faktor lain yang berpotensi mempengaruhi profitabilitas, seperti Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Non-Performing Loan (NPL), atau Net Interest Margin (NIM). Penggunaan indikator profitabilitas lainnya, seperti Return on Equity (ROE) atau Net Profit Margin (NPM), dapat memberikan perspektif yang lebih Selain itu, penelitian dengan periode yang lebih panjang akan memberikan gambaran yang lebih stabil mengenai dinamika profitabilitas. Studi komparatif dengan bank lain, baik yang sejenis maupun yang berbeda karakteristik, dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan. Penggunaan metode analisis yang beragam, seperti Structural Equation Modeling (SEM). DAFTAR PUSTAKA