849 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 DAMPAK PEMBANGUNAN TAMAN WISATA LOANG BALOQ TERHADAP EKSISTENSI WISATA RELIGI DI LOANG BALOQ Sainul Ali Abidin1. I Putu Gede2. Uwi Martayadi3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata E-mail: 1sainulabidinali@gmail. com 2putualamanda@gmail. uwimartayadi@gmail. Article History: Received: 12-08-2025 Revised: 13-09-2025 Accepted: 16-09-2025 Keywords: Community Participation. Village Development. CultureBased Tourism Abstract: Pengkelak Mas Village is a culture-based tourist village located in West Sakra sub-district with natural potential and cultural historical background. The obstacle facing the Pengekelak Mas tourist village in this development is the lack of community participation in developing a culture-based tourist Currently, participation is an obstacle in development efforts, until now participation is still The aim of the research is to describe forms of community participation in the development of tourist villages and analyze the factors that hinder the community from participating in the development of tourist villages. This research uses a qualitative method using a phenomenological approach. The results of this research show that the forms of community participation in Pengkelak Mas Village are more involved in activities such as annual cultural events rather than being directly involved in decision making, such as training or workshops and community meetings. Factors Inhibiting Community Participation such as lack of awareness about tourism potential, lack of training and education, and limited information about economic benefits are the main obstacles. The conclusion of this research is that the form of participation of the Pengkelak Mas village community is more involved in activities such as cultural events rather than being involved in decision making. PENDAHULUAN Desa Pengkelak Mas merupakan desa wisata berbasis budaya yang terletak di kecamatan Sakra Barat. Lombok Timur. Nusa Tenggara Barat. Desa ini memiliki jumlah penduduk sebagian besar bersuku daerah sasak, desa Pengkelak Mas terbagi menjadi 3 . kepala wilayah . yakni dusun Pengkelak Mas, dusun Tanjah-Anjah dan dusun Penandak yang rata-rata pekerjaan masyarakat di desa ini adalah petani dan buruh. desa Pengkelak Mas adalah desa wisata berbasi budaya dengan memiliki pontensi alam dan latar belakang sejarah kebudayaan. Selain itu desa pengkelak mas memiliki tradisi kebudayaan, antara lain ritual batu nine dan batu mame, pengobatan tradisional bebubus yang dimana masing-masing ritual ini harus dilaksanakan dengan upacara tertentu karena, memiliki nilai sejarah kebudayaan secara turun-temurun. Kendala yang dihadapi desa wisata Pengekelak Mas dalam penegembangan ini adalah kurangnya keikutsertaan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 masyarakat dalam pengembangan desa wisata berbasis budaya. Saat ini, partisipasi masyarakat dalam penegembangan desa wisata budaya di desa Pengekelak Mas belum diketahui dengan pasti. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di desa wisata Pengkelak Mas karena melihat situasi dan kondisi desa Pengkelak Mas memiliki potensi alam, budaya dan latar belakang sejarah yang menjadi daya tarik wisatawan untuk datang berkunjung ke desa wisata Pengkelak Mas. Sementara itu, berdasarkan data dari ketua pokdarwis muh. Nurji dari tahun 2022 hingga tahun 2024 desa wisata pengkelak mas yang sudah disahkan menjadi desa wisata sudah dikunjungi oleh 150 wisatawan macanegara yang datang untuk mengikuti ritual kebudayaan yang ada di desa wisata Pengkelak Mas. LANDASAN TEORI Partisipasi Teori irridex . rritation inde. yang dicetuskan oleh Doxey . menggambarkan tahapan-tahapan perubahan sikap masyarakat lokal terhadap wisatawan. Tahapan-tahapan tersebut yang dimulai dari Euphoria. Apathy. Annoyance, dan Antagonism menggambarkan bagaimana perubahan sikap masyarakat lokal terhadap wisatawan yang pada awalnya positif kemudian berubah menjadi semakin negatif. Hal ini berkaitan dengan penelitian yang ada di desa Pengkelak Mas, dikembangkan di wilayah desa sebagai sarana bagi wisatawan untuk mengunjungi dan merasakan lokal. Untuk mengetahui posisi tahapan persepsi yang dialami masyarakat saat ini terhadap pengembangan Desa Wisata berbasis budaya. Bentuk-Bentuk Partisipasi Partisipasi dapat dibagi dalam beberapa bentuk. Partisipasi menurut Davis . alam Ibori 2. mengemukakan bahwa partisipasi masyarakat terbagi menjadi beberapa jenis atau bentuk, . Partisipasi . Partisipasi . Partisipasi dalam bentuk pikiran dan tenaga . sychological and physical . Partisipasi dalam bentuk keahlian . articipation with skil. Partisipasi dalam bentuk barang . aterial participatio. Partisipasi dalam bentuk uang . oney participatio. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Pada kenyataanya, tidak semua anggota masyarakat mau berpartisipasi, dengan berbagai macam alasan yang ada. Hal ini terjadi karena adanya beberapa faktor yang mungkin membuat mereka terdorong maupun tidak terdorong untuk berpartisipasi. Dalam hal ini Adisasmita . menjelaskan faktor yang dapat menghambat atau menjadi ancaman terhadap partisipasi masyarakat antara lain:. Sifat malas, apatis, masa bodoh dan tidak mau melakukan perubahan ditingkat anggota masyarakat. Geografis . ulau-pulau kecil yang tersebar letakny. Demografis . umlah pendudu. Ekonomi . esa miskin/tertingga. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Menurut Creswell. penelitian kualitatif adalah penelitian yang dirancang untuk mempelajari masalah manusia dan sosial. Dimana peneliti melaporkan hasil studi berdasarkan laporan visualisasi data dan analisis informasi yang terkumpul di lapangan kemudian dijabarkan dalam laporan studi secara detail. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini dilaksanakan di desa wisata Pengkelak Mas. Kecamatan Sakra Barat. Lombok Timur. Alasan peneliti memilih lokasi ini didasarkan pada ketertarikan peneliti untuk mengkaji secara mendalam mengenai partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wiasata berbasis a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024. Selain itu juga, peneliti tertarik untuk meneliti masalah tersebut karena peneliti ingin mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata berabasis budaya di desa Pengkelak Mas kecamatan Sakra Barat. Jenis data dalam penelitian ini berupa data kualitatif adalah data yang berupa keteranganketengan, definisi dan gambaran dari objek penelitian yang disusun dalam bentuk kalimat-kalimat deskriptif untuk melengkapi bhasan penelitian. Data kualitatif dalam penelitian ini merupakan data yang diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan narasumber berupa tuturan lisan, pendapat masyarakat dalam bentuk kalimat mengenai partisipasi masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif, menurut Cornwall. Andrea . Indeks Partisipasi Analisis (IPA) menggabungkan elemen-elemen dari analisis kualitatif untuk memahami dan menggambarkan tingkat partisipasi atau keterlibatan dalam suatu fenomena atau konteks. Indeks Partisipasi Analisis (IPA) adalah alat atau metode yang digunakan untuk mengukur tingkat partisipasi atau keterlibatan suatu kelompok atau individu dalam suatu aktivitas, proses, atau fenomena tertentu dan dalam penyajian data dapat berupa bagan, diagram, dan grafik agar memberikan gambaran visual yang jelas tentang data kualitatif yang sedang dianalisis. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran umum lokasi penelitian Desa Pengkelak Mas merupakan salah satu desa tertua dari 18 desa yang didirikan sejak tahun 1964, sebelum berdirinya desa Pengkelak Mas, pada tahun sebelumnya masih bergabung dengan desa Bungtiang/termasuk wilayah desa Bungtiang. Oleh karena terlalu luasnya desa Bungtiang, maka pada tahun 1964 diadakan pemecahan sehingga desa Pengkelak Mas memiliki 3 . buah kekeliangan antara lain: . Kekeliangan Pengkelak Mas . Kekeliangan Gawah Gadung . Kekeliangan Gerisak. Penyajian Data Dan Hasil Penelitian Hasil observasi . Potensi atraksi wisata budaya Ritual batu nine dan batu mame Batu nine dan batu mame tersebut merupakan batu yang terdapat di dusun Penandak Desa Pengkelak Mas, konon ceritanya pada jaman dahulu ada seorang Waliyullah bernama Ahmad dan istrinya Siti Fatimah yang pergi mandi di mata air yang terdapat di dekat sungai tersebut, suaminya Ahmad yang sudah selesai mandi menunggu istrinya disebuah pohon jaraknya kurang-lebih 200m dari mata air tersebut, ketika istrinya sudah selesai mandi dicarilah suaminya tapi tidak ditemukan dan akhirnya terpisah disebuah hutan, sudah beberapa jam saling mencari tidak kunjung saling menemukan, singkat cerita sepasang kekasih tersebut sudah tidak berdaya lagi untuk saling mencari, laki-laki dan perempuan tersebut berkata. Aujika hari ini saya tidak menemukan kekasihku maka jadikanlah saya menjadi batu, dan jadilah sepasang kekasih tersebut menjadi batu. Dari cerita tersebutlah diberi nama batu nine dan batu mame. Ritual Pengobatan Tradisonal Bebubus Ritual pengobatan tradisonal bebubus merupakan salah satu ritual yang sangat dikeramatkan oleh masyarkat Lombok Timur khususnya di Desa Pengkelak Mas. Bebubus tidak hanya di yakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit, tetapi dalam konteks keyakinan budaya, bebubus hanya dapat di lakukan oleh pengantung . Hanya keturunan dari pengantung terdahaulu yang bisa mewariskan pengobatan bebubus tersebut. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Hasil Analisis Data Tabel 1. Data Indeks Partisipasi Analisis (IPA) Indeks Jumlah Partisipasi Masyarakat % Jumlah RataJenis Partisipasi masyarakat Partisipasi Rata Bentuk Tenaga ( Event Budaya,Pengembangan Buday. Bentuk Tenaga Dan Pikiran (Pelatihan Dan Workhso. 0,67% Bentuk Pikiran ( Rapat Komunita. Bentuk Keahlian Bentuk Barang Bentuk Uang (Iuran Perayaan Event Buday. 10,00% Total Jumlah 43,67% Sumber: Hasil Perhitungan Indeks Partisipasi Analisis (IPA) Dari data tabel di atas dapat diketahui tingkat partisipasi tertinggi terlihat pada partisipasi dalam bentuk tenaga . vent budaya,pengembangan buday. dengan indeks partisipasi . %), menunjukkan bahwa masyarakat sangat terlibat dalam kegiatan sosial dan budaya. Namun, keterlibatan dalam pelatihan atau workshop masih rendah . ,67%), yang menunjukkan perlunya peningkatan program pemberdayaan dan pendidikan bagi penduduk lokal. Untuk memvisualisasikan data ini, kita dapat menggunakan sebuah grafik batang . ar char. yang menggambarkan Indeks Partisipasi untuk setiap indikator. Gambar 1. Grafik Indeks Partisipasi Analisis ( IPA) Berikut adalah grafik yang menunjukan indeks partisipasi di desa wisata pengkelak mas sebagai berikut :. Partisipasi dalam bentuk tenaga( event budaya,pengembangan buday. : 32%. Partisipasi dalam bentuk tenaga dan pikiran ( pelatihan atau workshop ):0,67% . Partisipasi dalam bentuk pikiran . apatan komunita. : 1 %. Partisipasi dalam bentuk uang . uran perayaan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 event budaya ) : 10 %. Grafik ini menvisualisasikan bagaimana aspek partisipasi masyarakat di desa wisata pengkelak mas dapat di ukur dari dan di bandingkan. Partisipasi tertinggi dalam event budaya tahunan ( 20%), sementara yang terendah adalah keterlibatan dalam pelatihan atau workshop . 64%). Data ini dapat membantu dalam merencanakan strategi untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam aspek-aspek tertentu yang masih rendah. Pembahasan Partisipasi masyarakat desa pengkelak mas Partisipasi yang terjadi di Desa Pengkelak Mas Kecamatan Sakra Barat adalah suatu kegiatan partisipasi yang dilakukan dalam pengembangan desa wisata lebih banyak pada aspek fisik, karena dalam pengembangannya lebih berkontribusi untuk memberikan sumbangan pembangunan secara fisik seperti pelestarian adat dan kebudayaan dan penataan objek wisata. Sedangkan aspek non fisik seperti sumbangan pemikiran terkait perencaan pengembangan wisata belum terlihat. Bentuk-Bentuk Partisipasi Masyarakat Desa Pengkelak Mas Partisipasi Masyarakat Dalam Bentuk Pikiran Buah pikiran dari masyarakat merupakan salah satu hal yang dapat menunjang keberhasilan suatu rencana pengembangan desa wisata. Buah pikiran dapat berupa ide gagasan atau saran untuk mencapai perbaikan program-program yang telah ditetapkan agar mengahasilkan pencapaian yang maksimal. Partisipasi dalam bentuk pikiran masih belum terlihat di masyarakat Desa Pengkelak Mas. Partisipasi masyarakat dalam bentuk pikiran masih belum terlihat hanya ada beberapa masyarakat saja yang ikut menyumbangkan pikiran. Partisipasi Masyarakat Dalam Bentuk Tenaga Tenaga merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat yang berpotensial untuk diarahkan dalam proses pengembangan desa wisata. Dana yang terbatas dalam melakukan pembangunan dapat diselesaikan dengan adanya partisipasi tenaga dari masyarakat atas dasar gotong-royong dan swadaya. Pelestarian Tradisi Ritual Batu Nine Dan Batu Mame Tradisi ritual batu nine dan batu yang ada di Desa Pengkelak Mas adalah tradisi yang di laksanakan pada tahun dan bulan tertentu saja khususnya apabila di desa Pengkelak Mas tidak pernah turun hujan dan yang memiliki hajat tertentu. Tradisi tersebut dilestarikan oleh masyarakat Desa Pengkelak Mas setiap tahunnya dengan momen dan waktu yang berbeda-beda. Tradisi tahunan yang dilaksanakan di Desa Pengkelak Mas terjadi karena adanya faktor pendorong internal masyarakat berupa latar belakang agama dan kesadaran masyarakat dalam melakukan tradisi Swadaya Pembangunan Fasilitas di desa wisata Pembangunan fasilitas di Desa Pengkelak Mas adalah hasil dari swadaya Berdasar latar belakang agar bisa dimanfaatkan oleh wisatawan maupun masyarakat yang ada di sekitaran desa wisata, masyarakat Desa Pengkelak Mas bergotong royong dalam membangun fasilitas tersebut. Fasilitas seperti gazebo yang berada di sungai Tenten dan membuatkan petunjuk arah hingga gapura desa Partisipasi dalam bentuk tenaga dan pikiran Merrupakan jenis partisipasi pada level ketiga dimana tingkat partisipasi tersebut dilakukan bersama-sama dalam suatu kelompok dalam mencapai tujuan yang sama. Partisipasi dalam bentuk tenaga dan pikiran yang terjadi didesa Pengkelak Mas a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 bermacam-macam antara lain, masyarakat lebih sedikit yang hadir di dalam pelatihan atau workshop daripada berpasrtisipasi dalam pengembangan budaya dan infrastruktur. Partisipasi masyarakat dalam bentuk keahlian Dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang berkualitas dapat ditentukan oleh keahlian yang dimiliki oleh pekerjanya. Keahlian seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan dapat menghasilkan pekerjaan yang tepat, efektif, dan efisien. desa Pengkelak Mas masih di kelola oleh pokdarwis dan beberapa masyarakat, belum sepenuhnya masyarakat desa Pengkelak Mas berkontribusi, masyarakat berpartisipasi dalam bentuk keahlian sampai saat ini masih belum terlihat. Partisipasi masyarakat dalam bentuk barang Partisipasi masyarakat dalam bentuk barang adalah segala barang yang dimiliki oleh masyarakat yang dapat digunakan oleh wisatawan baik dalam sistem sewa maupun beli ataupun secara sukarela. Akan tetapi partisipasi dalam bentuk barang didesa Pengkelak Mas untuk saat ini tidak ada, di karemakan belum ada atraksi wisata yang mengharuskan masyarakat untuk berpartisipasi dalam bentuk barang. Partisipasi masyarakat dalam bentuk uang Selain bentuk partisipasi yang telah dibebutkan diatas, masyarakat Desa Wisata pengkelak mas juga berpartisipasi dalam bentuk uang. Sumbangan uang yang diberikan oleh masyarakat merupakan Iuran Perayaan Tradisi Tradisi tahunan yang ada di desa wisata Pengkelak Mas yang menggunakan dana dari masyarakat sebagai salah satu sumber dana yatitu tradisi ritual batu nine dan batu mame. masyarakat desa Pengkelak Mas memiliki kesadaran untuk melakukan perayaan tradisi tahunan di desanya. Disisi lain, faktor latar belakang agama juga mempengaruhi masyarakata dalam berpartisipasi dalam bentuk uang. Partisipasi masyarakat dalam bentuk uang adalah untuk merayakan perayaan tradisi. Jika dilihat dari latar belakang sebelumnya sebagaimana telah peneliti paparkan pada BAB I bahwa masyarakat Desa Pengkelak Mas mayoritas adalah seorang petani. Sehingga tidak semua masyarakat dapat berpartisipasi secara maksimal, akan tetapi masyarakat desa pengkelak mas lebih aktif untuk berpartisipasi secara fisik daripada berpartisipasi dalam bentuk pikiran maupun ikut dalam pengambilan keputusan. Melihat kembali kepada teori BAB II mengenai macam-macam partisipasi masyarakat dari segi keterlibatannya disebutkan adanya partisipasi langsung dimana partisipasi terjadi apabila individu menampilkan kegiatan tertentu dalam proses Dalam hal ini masyarakat pengkelak mas menerapkan partisipasi langsung dalam kegiatan pengembangan Desa Wisata seperti dalam kegiatan budaya tahunan yang seperti roah batu nine dan batu mame, pengobatan tradisional bebubus. Yang mana menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang hadir sehingga menjadi wisata budaya Desa Pengkelak Mas. Dalam pengembangan Desa Wisata pengkelak mas tidak akan maksimal apabila bentuk-bentuk partisipasi diatas dijalankan dengan optimal, dalam hal ini partisipasi mayarakat Desa Pengkelak Mas masih tergolong kurang maksimal dan jika melihat kembali kepada teori partisipasi BAB II, partisipasi yang terjadi di Desa Pengkelak Mas belum sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat apabila mengacu pada teori partisipasi, masyarakat hanya aktif berpartsipasi dalam aspek fisik saja. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Desa Pengkelak Mas Dalam proses pengembangan Desa Wisata pengkelak mas terdapat beberapa faktor internal a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 dan ekstenal yang memepengaruhi partisipasi masyarakat. Faktor internal menjadi salah satu terkendalanya partisipasi masyarakat di Desa Wisata Pengkelak Mas Kecamatan Sakra Barat Sumber Daya Manusia yang rendah merupakan kendala karena pengetahuan masyarakat masih kurang dalam pengembangan desa wisata, seperti kurangnya penguasaan bahasa asing untuk berkomunikasi dengan wisatawan manca negara. Sedangkan secara kuantitas, jumlah masyarakat yang terlibat dalam pengembangan pariwisata masih sedikit. Keterlibatan hanya kepada masyarakat yang berusia bukan produktif. Hal ini dikarenakan masyarakat usia produktif . nak mud. lebih memilih untuk meninggalkan desa dan merantau untuk mencari pekerjaan ataupun melanjutkan pendidikan. Masih belum ada pemetaan produk unggulan desa wisata sehingga potensi lokal tidak terangkat, menjadikan masyarakat tidak menguasai daya tarik yang ditawarkan selama ini. Idealnya, apa yang dimiliki masyarakat sebagai potensi lokal dikembangkan menjadi desa wisata kemudian dipetakan produk unggulannya sehingga berbeda dari desa wisata lainnya. Faktor eksternal yaitu hal-hal yang berada di luar kemampuan desa wisata pengkelak mas antara lain: Rendahnya sumber dana dari pemerintah untuk pengembangan desa wisata yang menyebabkan partisipasi masyarakat menjadi kurang serta mengalami kendala dalam akses permodalan untuk setiap kegiatan yang akan dirancanangkan. Belum adanya program pemberdayaan sumber daya manusia untuk pengembangan desa wisata oleh lembaga profesional untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menangani wisatawan. KESIMPULAN Bentuk-Bentuk Partisipasi Masyarakat Desa Pengkelak Mas lebih banyak berpartisipasi dalam bentuk tenaga seperti terlibat langsung dalam kegiatan event budaya dan pengembangan budaya, sementara partisipasi terendah adalah partisipasi dalam bentuk tenaga dan pemikiran seperti pelatihan dan workshop,sedangkan partisipasi dalam bentuk pikiran seperti rapat komunitas masih . %) dikarenakan hanya beberapa masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam bentuk pemikiran, sementara itu bentuk partisipasi dalam bentuk barang dan keahlian masih belum ada. Faktor-Faktor Penghambat Partisipasi Masyarakat seperti Sumber Daya Manusia yang rendah merupakan kendala karena pengetahuan masyarakat masih kurang dalam pengembangan desa wisata dan masih belum ada pemetaan produk unggulan desa wisata sehingga potensi lokal tidak terangkat, menjadikan masyarakat tidak menguasai daya tarik yang ditawarkan selama ini. Terkait dengan simpulan di atas dan paparan sebelumnya peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut. Masyarkat desa Pengkelak Mas harus ikut berpartisipasi dalam pengembangan desa wisata, sehingga masyarakat tidak hanya berpartisipasi dalam bentuk tenaga seperti event budaya dan pengembangan budaya, selain itu masyarakat harus lebih aktif berpartisipasi dalam bentuk pikiran seperti pengambilan keputusan dan rapat komunitas agar pengembangan desa wisata berjalan dengan baik. Faktor-Faltor Penghambat Partisipasi Masyarakat. Agar masyarakat ikut serta berpartispasi dalam pengembangan desa wisata, adakan program sosialisi tentang pengembangan desa wisata untuk meningkatkan kesadaran pemahaman masyarakat tentang manfaat dan cara berpartisipasi dalam pengembangan desa wisata, dan perlu adanya pemetaan produk unggulan untuk pemberdayaan masyarakat agar berperan sebagai pelaku langsung upaya meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pengembangan desa wisata. Fasilitasi mediasi dan membangun kepercayaan, seperti kerja sama dalam proyek komunitas musyawarah desa yang a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 transparan agar mau datang untuk mengikuti rapat-rapat yang diadakan oleh pemerintah dan pokdarwis mengenai pengembangan desa wista. DAFTAR PUSTAKA