Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (JIFFK) Suppl. No. Agustus 2024 Hal. ISSN: 1693-7899 e-ISSN: 2716-3814 AKTIVITAS ANTIASMA NIGELLA SATIVA L. DAN AMOMUM CARDAMOMUM TERHADAP OTOT POLOS BRONKUS, EPITEL BRONKIOLUS. JUMLAH SEL MAST, EOSINOPHIL MENCIT ASMA Gunawan Firmansyah*. Gunawan Pamudji Widodo. Tri Wijayanti Fakultas Farmasi. Universitas Setia Budi Surakarta *E-mail : gunawanfirmansyah17@gmail. Received: 18-08-2023 Accepted: 11-08-2024 Published: 20-08-2024 INTISARI Asma merupakan peradangan nafas kronis keterbatasan aliran udara ekspirasi. Jinten hitam menurunkan infiltrasi sel radang saluran pernafasan sebanding antihistamin golongan i, kapulaga menekan pembentukan respon imun Th2 berpotensi terapeutik asma alergi. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil minyak atsiri jinten hitam & kapulaga menggunakan GC-MS, pengaruh kombinasi jinten hitam & kapulaga dalam menurunkan ketebalan otot polos bronkus, epitel bronkiolus, jumlah sel mast, eosinofil mencit asma. Penelitian ini merupakan eksperimental Post-test Only Control Group Design, pembuatan model hewan uji asma diinduksi OVA sebanyak 30 mencit Balb/C dibagi 6 kelompok normal(N), kontrol asma(N-), kontrol positif(P ) dan 3 kelompok perlakuan dengan variasi dosis(K1. K2,K. Hari ke-7 desensitisasi OVA 10g 1 mg Al(OH)3 0,5mL NaCl secara intraperitoneal, hari ke-14 desensitisasi ulang OVA 20g 2 mg Al(OH)3 1 mL NaCl. Hari ke-21,ke23,ke-25 diinhalasi OVA 1%. Hari ke-26 sampai ke-39 (K. ,(K. ,(K. diberi kombinasi minyak jinten hitam & kapulaga. Hari ke-40 diterminasi histopatologi. Hasil penelitian menunjukkan 3 kelompok variasi dosis dengan (P ) diperoleh ketebalan otot polos bronkus, epitel bronkiolus, sel mast dan eosinofil signifikan lebih besar . >0,. artinya tidak ada perbedaan bermakna secara statistik sebagai antiasma, kombinasi jinten hitam & kapulaga terbukti menurunkan ketebalan otot polos bronkus, epitel bronkiolus, jumlah sel mast dan eosinofil mencit asma dengan dosis optimal kombinasi minyak jinten hitam dan minyak kapulaga perbandingan 75:25 (K. menunjukkan potensi antiasma lebih baik, dibandingkan K1 . dan K3 . Kata kunci: asma, jinten hitam, kapulaga ABSTRACT Asthma is a chronic respiratory inflammation that limits expiratory air flow. Black cumin reduces the infiltration of inflammatory cells in the respiratory tract comparable to class i antihistamines, cardamom suppresses the formation of a Th2 immune response and has the potential to be therapeutic for allergic asthma. This study aims to determine the profile of black cumin & cardamom essential oils using GC-MS, the effect of the combination of black cumin & cardamom in reducing the thickness of bronchial smooth muscle, bronchiolar epithelium, number of mast cells, and eosinophils in asthmatic mice. This research is an experimental Post-test Only Control Group Design, creating an OVA-induced asthma test animal model of 30 Balb/C mice divided into 6 normal groups (N), asthma control (N-), positive control (P ) and 3 treatment groups with dose variations (K1. K2. Day 7 desensitization OVA 10g 1 mg Al(OH)3 0. 5mL NaCl intraperitoneally, day 14 re-desensitization OVA 20g 2 mg Al(OH)3 1 mL NaCl. On the 21st, 23rd and 25th days, 1% OVA was inhaled. Days 26 to 39 (K. , (K. , (K. were given a combination of black cumin oil & Journal homepage:http:/w. id/publikasiilmiah/index. php/ilmufarmasidanfarmasiklinik ISSN: 1693-7899 On the 40th day, histopathology was terminated. The results of the study showed that in 3 groups of dose variations with (P ) the thickness of bronchial smooth muscle, bronchiolar epithelium, mast cells and eosinophils was significantly greater . >0. , meaning that there was no statistically significant difference as an anti-asthma, the combination of black cumin & cardamom was proven. reducing the thickness of bronchial smooth muscle, bronchiolar epithelium, number of mast cells and eosinophils in asthmatic mice with optimal doses of a combination of black cumin oil and cardamom oil in a ratio of 75:25 (K. showed better antiasthmatic potential, compared to K1 . and K3 . Keywords: Asthma, black cumin, cardamom Corresponding author: Nama : Gunawan Firmansyah Institusi : Universitas Setia Budi Alamat institusi : Jl. Letjen Sutoyo. Mojosongo. Kec. Jebres. Kota Surakarta. Jawa Tengah 57127 E-mail : gunawanfirmansyah17@gmail. PENDAHULUAN Asma adalah 8 penyakit pernapasan kronis yang umum menyerang 1-29% populasi di berbagai negara. Asma ditandai dengan gejala yang bervariasi seperti mengi, sesak nafas, dada sesak atau batuk. Baik gejala maupun karakteristik aliran udara bervariasi dari waktu ke waktu dan Variasi ini sering kali dipicu oleh faktor-faktor seperti seperti olahraga, paparan alergen atau iritan, perubahan cuaca, atau infeksi pernafasan (GINA, 2. Alergi merupakan keadaan hipersensitivitas akibat pajanan antigen tertentu yang menimbulkan reaksi imunologi, salah satu manifestasinya adalah asma alergi (Yudhawati and Krisdanti, 2. Prevalensi asma di Indonesia diantaranya Sumatera 20,3%. Jawa 16,8%. Bali 3,9%. NTT dan NTB 4,6%. Kalimantan 16,7%. Sulawesi 14,3%. Maluku 3,7%. Papua 4,2%. Prevalensi asma pada perempuan cenderung lebih tinggi dari pada laki-laki dan total persentase prevalensi asma di Indonesia sebanyak 2,4% (Kemenkes RI, 2. Terjadinya infeksi saluran pernapasan menimbulkan respon inflamasi berupa produksi sputum yang meningkat ditandai dengan dilatasi bronkus yang bersifat menetap dan penebalan dinding bronkus, sel imun yang berperan penting dalam respon inflamasi alergi antara lain limfosit T-helper, sel plasma, sel mast dan eosinofil (Johnson and Haworth, 2. Penelitian kandungan metabolit sekunder yang pernah dilakukan sebelumnya pada biji jinten hitam menunjukkan terdapat berbagai metabolit sekunder salah satunya thymoquinone dan A-Cymene memiliki efek menghentikan proliferasi sel dan sebagai antiinflamasi (Koyuncu. Ku and Turan. Minyak jintan hitam mampu menurunkan jumlah total leukosit, makrofag, eosinofil, kadar IL-4. IL-5. IL-13 di BALF kadar serum total IgE pemulihan keseimbangan Th1/Th2 (Balaha et al. Kandungan biji kapulaga pada penelitian sebelumnya menunjukkan terdapat senyawa cineol, terpineol, borneol dan kamfer yang berkhasiat mengencerkan dahak, menghangatkan yang memiliki manfaat sebagai antiinflamasi (Tamb and Gotmare, 2. Menghambat NF-B faktor transkripsi yang berperan penting dalam inflamasi karena kemampuannya untuk menginduksi transkripsi berbagai gen pro-inflamasi (Qiblawi et al. , 2. Menurunkan sitokin Th2 termasuk interleukin IL4 dan IL-5 yang efektif menurunkan tingkat imunoglobulin total IgE dalam serum dan mampu menurunkan jumlah eosinofil dan hipersekresi mukus pada tikus. Ovalbumin (OVA) merupakan alergen spesifik dari protein putih telur yang digunakan sebagai peradangan paru alergi yang kuat pada hewan percobaan (Zemmouri et al. , 2. Mekanisme sensitisasi ovalbumin yaitu pergeseran respon imun ke arah Th2 dominan meningkatkan produksi IgE spesifik dan degranulasi sel mast sehingga dilepaskan berbagai mediator inflamasi berupa IL-4. IL-13. IL-5 dan eosinofil sebagai reaksi alergi (Cahiadewi A. Santosa YI and Suprihati S, 2. Berdasarkan latar belakang di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian pengaruh kombinasi minyak biji jinten hitam dan minyak biji kapulaga terhadap ketebalan epitel bronkus, otot polos bronkiolus, jumlah sel mast dan jumlah eosinofil mencit asma yang diinduksi ovalbumin. Aktivitas Antiasma NigellaA(Firmansyah dkk. , 2. ISSN: 1693-7899 METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan setelah mendapat persetujuan dari komisi biotek penelitian kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang dengan Izin Etik No. 65/i/2021/Komisi Bioetik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian Post-test Only Control Group Design. Kelompok uji dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok normal (N), kontrol asma (N-), kontrol positif (P ), kelompok perlakuan dengan variasi dosis kombinasi minyak biji jinten hitam dan minyak biji kapulaga 50:50 (K. , 75:12 (K. , 25:75 (K. Alat dan bahan Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah nebulizer elektronik. Gas ChromatographyMass Spectroscopy (GC-MS) merk ShimadzuAeGCMS, penganalisis hematologi otomatis XS1000i/800i (Sysmex Jepan. , mikroskop digital Olympus OptiLab pro 6. 1 dan perangkat lunak untuk analisis data Statistical Package for the Sosial Sciences (SPSS). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ovalbumin (OVA) sebagai kontrol asma, telfast OD . sebagai kontrol positif, alumunium hidroksida Al(OH)3. CMC Na 0,5 %Phosphat Buffer Saline (PBS) formalin 10%. NaCl 0,9%, aquadest steril, sampel biji jinten hitam dan biji kapulaga yang digunakan untuk penelitian ini adalah bahan yang tidak bermerk berasal dari pedagang di pasar tradisional dikabupaten kudus. Hematoxylin-Eosin. Toluidine blue, pakan dan minum mencit, blok paraffin, bahan pembuatan preparat paru-paru. Prosedur kerja Hewan uji yang digunakan adalah mencit betina galur Balb/C dengan berat A A 20-30 gram yang sudah diaklimatisasi selama 0-7 hari. Pada hari ke-7 dilakukan sensitisasi ke-1 dengan ovalbumin secara intraperitoneal 10g ovalbumin 1mg Al(OH) 3 dilarutkan 0,5mL (NaCl 0,9%). Pada hari ke-14 dilakukan sensitisasi ke-2 secara intraperitoneal 20g ovalbumin 2 mg Al(OH) 3 dilarutkan 1mL (NaCl 0,9%). Pada hari ke-21, ke-23 dan ke-25 dilakukan sensitisasi ulang secara inhalasi dengan memberikan ovalbumin 1% dalam (NaCl 0,9%) sebanyak 8 mL dengan menggunakan nebulizer philips selama 20 menit. Pada hari ke-26 sampai ke-39 kelompok kontrol positif diberikan perlakuan dengan telfast OD sedangkan K1,K2,K3 diberikan perlakuan kombinasi minyak jinten hitam dengan kapulaga secara peroral. Pada hari ke-40 determinasi diambil organ paru-parunya dan direndam dalam PBS Formalin 10%. Kemudian dibuat preparat dengan pengecatan hematoksilin eosin (HE) untuk observasi uji histopatologi ketebalan otot polos bronkus, epitel bronkiolus dan pengecatan toluidine blue (TB) untuk observasi uji histopatologi jumlah sel mast. Data dianalisis dengan One Way ANOVA menggunakan program SPSS. Sebelum melakukan analisis data terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan homogenitas. Uji normalitas dari semua kelompok perlakuan menunjukkan signifikan lebih besar dari 0,05 . >0,. yang berarti data tersebut berdistribusi normal. Uji homogenitas menunjukkan nilai signifikan lebih besar dari 0,05 . >0,. sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut homogen. Uji One Way ANOVA menunjukkan nilai signifikan 0,000 . >0,. yang artinya tidak ada perbedaan yang bermakna atau signifikan. Uji lanjut Post Hoc menggunakan metode Tukey bertujuan untuk membandingkan kelompok rata-rata setiap Analisis Data Data diolah dengan perangkat statistik yaitu Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Pengambilan data diperoleh dari hasil pembacaan histopatologi rata-rata ketebalan otot polos bronkus, epitel bronkiolus dan jumlah sel mast dengan dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk membandingkan hasil gambaran histopatologi, setiap preparat masing-masing diamati sebanyak 3 kali lapang pandang kemudian diamati dengan mikroskop cahaya dengan perbesaran 400 kali. Pemeriksaan hitung jumlah eosinofil menggunakan hematology analyzer, kemudian data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. JIFFK Suppl. No. Agustus 2024 Hal. ISSN: 1693-7899 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis profil minyak atsiri biji jinten hitam menggunakan GC-MS menunjukkan terdapat 7 senyawa komponen penyusun diantaranya: -Thjuene sebanyak 27,79%, -pinene 5,15%, -Phellandrene 2,13%. Limonene 2,77%. A-Cymene 49,13%. Caranol 7,80% dan Junipene 3,23% dan senyawa dengan komposisi terbesar pada minyak atsiri jinten hitam yaitu A-Cymene sebanyak 49,13% dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Hasil Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS) Minyak biji jinten hitam Hasil analisis profil minyak atsiri biji kapulaga menggunakan GC-MS menunjukkan terdapat 9 senyawa komponen penyusun diantaranya: -Pinene sebanyak 2,59%, -Pinene 12,90%, 1,8-Cineole 72,97%, -Terpinene 0,53%. Sabinene 0,76%. Linalool 0,66%, -Terpineol 0,86%. Terpineol 1,04%. Cyclohexene 7,69% dan senyawa dengan komposisi terbesar pada minyak biji kapulaga yaitu 1,8-Cineol sebanyak 72,97% dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2. Hasil Gas Chromatography-Mass Spectroscopy (GC-MS) Minyak biji kapulaga Aktivitas Antiasma NigellaA(Firmansyah dkk. , 2. ISSN: 1693-7899 Senyawa A-Cymene dalam biji jinten hitam merupakan senyawa aromatik monoterpen dengan rumus empiris C10H14 senyawa tersebut dapat menghambat inflamasi pada saluran pernafasan dan mempunyai aktivitas farmakologi yang efektif dalam efek anti-inflamasi perifer dan sentral (Bonjardim et al. , 2. Sedangkan, senyawa 1,8-Cineol dalam biji kapulaga merupakan kandungan utama eter siklik dengan rumus empiris C 10H18O yang termasuk dalam komponen hidrokarbon monoterpen oksida memiliki manfaat aktif biologis pada penyakit inflamasi saluran nafas seperti penyakit paru obstruktif kronik, asma bronkial berhubungan dengan hipersekresi mukus pada permukaan epitel saluran nafas, menurunkan jumlah mukus dalam sel goblet dan mengurangi ekspresi gen yang berkaitan dengan aktivitas NF- B (Tambunan, 2. NF-B merupakan faktor transkripsi yang berperan penting dalam inflamasi karena kemampuannya untuk menginduksi transkripsi berbagai gen pro-inflamasi (Qiblawi et al. , 2. Hasil pengukuran rerata ketebalan otot polos bronkus dan epitel bronkiolus dilakukan menggunakan mikroskop perbesaran 400 kali setiap preparat masing-masing diamati sebanyak 3 kali lapang pandang dengan pewarnaan hematoksilin-eosin pada semua kelompok perlakuan dapat dilihat pada gambar 3 dan 4. Gambar 3. Ketebalan otot polos bronkhus pewarnaan hematoxylin eosin perbesaran 400 kali Kelompok normal (N) menunjukkan rerata ketebalan otot polos bronkhus 12,53 m. Kelompok negatif (N-) ditemukan kerusakan terjadinya penebalan otot polos bronkus 26,23 m. Kelompok positif (P ) menunjukkan perbaikan menurunnya rerata ketebalan otot polos bronkus 15,76 m. Kelompok kombinasi minyak biji jinten hitam dengan minyak biji kapulaga perbandingan 50:50 (K. menunjukkan penurunan rerata ketebalan otot polos bronkus 17,82 m. Kelompok kombinasi perbandingan 75:25 (K. menunjukkan penurunan rerata ketebalan otot polos bronkus 16,51 m Kelompok kombinasi perbandingan 25:75 (K. menunjukkan penurunan rerata ketebalan otot polos bronkus 17,92 m. Kelompok normal (N) menunjukkan rerata ketebalan epitel bronkhiolus 10,1 m. Kelompok negatif (N-) ditemukan kerusakan terjadinya penebalan epitel bronkiolus 24,91 m. Kelompok positif (P ) menunjukkan perbaikan menurunnya rerata ketebalan epitel bronkiolus 14,05 m. Kelompok kombinasi minyak biji jinten hitam dengan minyak biji kapulaga perbandingan 50:50 (K. menunjukkan penurunan rerata ketebalan epitel bronkiolus 17,78 m. Kelompok kombinasi perbandingan 75:25 (K. menunjukkan penurunan rerata ketebalan epitel bronkiolus 15,67 m. Kelompok kombinasi perbandingan 25:75 (K. menunjukkan penurunan rerata ketebalan epitel bronkiolus 18,08 m. Keterangan grafik rerata ketebalan otot polos bronkus dan ketebalan epitel bronkiolus pada semua kelompok perlakuan dapat dilihat pada gambar 5. JIFFK Suppl. No. Agustus 2024 Hal. ISSN: 1693-7899 Gambar 4. Ketebalan epitel bronkiolus pewarnaan hematoxylin eosin perbesaran 400 kali Gambar 5. Grafik rerata persentase ketebalan otot polos bronkus . arna kunin. dan epitel bronkiolus . arna hija. Tabel I. Rerata persentase ketebalan otot polos bronkus dan epitel bronkiolus tanda bintang (*) menunjukan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antar perlakuan NP Tukey HSDa Otot polos bronkhus 5300* 26. 2300* 15. 7333* 17. Epitel bronkiolus 1067* 24. 9100* 14. 0667* 17. Hasil nilai rerata dari 3 kali replikasi sampel ketebalan otot polos bronkus dan epitel bronkiolus semua kelompok perlakuan didapatkan kelompok normal (N) menunjukkan rerata ketebalan epitel bronkhiolus paling rendah dibandingkan kelompok perlakuan lain dikarenakan hewan coba mencit tidak terpapar ovalbumin, hanya diberi makan dan minum sehingga kondisi mencit dalam keadaan sehat. Kelompok negatif (N-) ditemukan kerusakan terjadinya penebalan otot polos bronkus dan epitel bronkiolus, rerata tersebut paling tinggi dikarenakan hewan coba mencit diberikan ovalbumin tetapi tanpa diberi perlakuan atau pengobatan. Ovalbumin bertindak untuk merangsang sel dendrite yang berakibat meningkatkan produksi imunoglobulin E dan menghasilkan sel Th2 yang akan merangsang terjadinya inflamasi (Palupi et al. Paparan kronik ovalbumin mengakibatkan saluran nafas mengalami perubahan struktur berupa penebalan epitel, penebalan otot polos dan peningkatan sel goblet (Barlianto et al. , 2. Kelompok positif (P ) menunjukkan terjadi perbaikan dengan menurunnya rata-rata ketebalan otot polos bronkus dan epitel bronkiolus. Kandungan dari telfast OD adalah fexofenadine HCL merupakan antihistamin golongan i dipilih sebagai pembanding kelompok negatif karena mempunyai efek sebagai anti-inflamasi (Meileandani et al. , 2. Mekanisme aksi fexofenadine digunakan sebagai antihistamin yang memiliki reseptor Aktivitas Antiasma NigellaA(Firmansyah dkk. , 2. ISSN: 1693-7899 H1 selektif aktivitas antagonis (Zafar, 2. Kelompok kombinasi minyak biji jinten hitam dengan minyak biji kapulaga perbandingan 50:50 (K. , 75:25 (K. , 25:75 (K. menunjukkan terjadi penurunan hasil rerata ketebalan otot polos bronkus, epitel bronkiolus. Hasil Uji Post Hoc Metode Tukey terdapat tanda bintang (*) jika ada tanda bintang berarti terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antar perlakuan. Jika tidak ada maka tidak terjadi perbedaan signifikan antar perlakuan. Hasil hitung rerata jumlah sel mast menggunakan mikroskop perbesaran 400 kali, setiap preparat masing-masing diamati sebanyak 3 kali lapang pandang dengan pewarnaan toluidine blue. Sedangkan, pemeriksaan hitung jumlah eosinofil menggunakan sampel darah yang ditampung pada tabung hematokrit dengan antikoagulan Ethylene diamine tetraacetic acid (EDTA) volume minimal 1 mL. Kemudian diperiksa menggunakan hematology analyzer. Gambar 7. Grafik rerata persentase jumlah sel mast . arna bir. dan eosinofil . arna mera. Tabel II. Rerata persentase jumlah sel mast dan eosinofil tanda bintang (*) menunjukan terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antar perlakuan Tukey HSDa Sel mast Eosinofil Kelompok normal (N) menunjukkan rerata 3 kali repilkasi jumlah sel mat 6,66 dan esosinofil 1,03. Kelompok negatif (N-) ditemukan meningkatnya jumlah sel mast 21,88 dan eosinofil 4,43. Kelompok positif (P ) menunjukkan menurunnya jumlah sel mast 14,66 dan eosinofil 2,46. Kelompok kombinasi minyak biji jinten hitam dengan minyak biji kapulaga perbandingan 50:50 (K. menunjukkan penurunan jumlah sel mast 17,88 dan eosinofil 3,36. Kelompok kombinasi perbandingan 75:25 (K. menunjukkan penurunan jumlah sel mast 16,22 dan eosinofil 3,06. Kelompok kombinasi perbandingan 25:75 (K. menunjukkan penurunan jumlah sel mast 18,1 dan eosinofil 3,43. Keterangan grafik jumlah sel mast dan eosinofil pada semua kelompok perlakuan dapat dilihat pada gambar 7. Kelompok normal (N) menunjukkan rerata jumlah sel mast dan eosinofil paling rendah dibandingkan kelompok perlakuan yang lain dikarenakan hewan coba mencit tidak terpapar Kelompok negatif (N-) terjadinya peningkatan jumlah sel mast dan eosinofil menunjukkan hasil yang paling tinggi dikarenakan hewan coba mencit diberikan ovalbumin. Ovalbumin bertindak untuk merangsang sel dendrite yang berakibat meningkatkan produksi imunoglobulin E dan menghasilkan sel Th2 yang akan merangsang terjadinya inflamasi (Palupi et Kelompok positif (P ) terjadi perbaikan menurunnya jumlah sel mast dan eosinofil. Kandungan dari telfast OD adalah fexofenadine HCL merupakan antihistamin golongan i dipilih sebagai pembanding kelompok negatif karena mekanisme kerjanya dapat memblokir reseptor H1 JIFFK Suppl. No. Agustus 2024 Hal. ISSN: 1693-7899 pada permukaan sel diberbagai organ, sehigga mempengaruhi mediator inflamasi (Meileandani et , 2. Mekanisme aksi fexofenadine digunakan sebagai antihistamin yang memiliki reseptor H1 selektif aktivitas antagonis (Zafar, 2. Kelompok kombinasi minyak biji jinten hitam dengan minyak biji kapulaga perbandingan 50:50 (K. , 75:25 (K. , 25:75 (K. menunjukkan terjadi penurunan hasil rerata jumlah sel mast dan eosinofil. Hasil Uji Post Hoc Metode Tukey terdapat tanda bintang (*) jika ada tanda bintang berarti terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antar Jika tidak ada maka tidak terjadi perbedaan signifikan antar perlakuan. Senyawa A-Cymene mampu menyeimbangkan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh memungkinkan untuk mencegah infeksi, alergi dan mengendalikan penyakit kronis (Balaha et al. Senyawa 1,8-Cineole aktif biologis pada inflamasi yang berpotensi sebagai terapeutik pada asma alergi atau penyakit inflamasi (Tambunan, 2. 1,8-Cineol memiliki aktivitas biologis sebagai penghambat spesifik terhadap aktivasi Nuclear Factor - (NF-B) berperan penting dalam inflamasi karena kemampuannya untuk menginduksi transkripsi berbagai gen pro-inflamasi (Qiblawi et al. , 2. Kombinasi A-Cymene dan 1,8-Cineol mengurangi pemasukan ion kalsium sehingga mampu mengurangi degranulasi sel mast dan imunomodulator yang menekan reaksi inflamasi (Amanulloh and Krisdayanti, 2. Dari uji statistik yang diperoleh kombinasi jinten hitam & kapulaga terbukti menurunkan ketebalan otot polos bronkus, epitel bronkiolus, jumlah sel mast dan eosinofil mencit asma dengan dosis optimal kombinasi minyak jinten hitam dan minyak kapulaga perbandingan 75:25 (K. menunjukkan potensi antiasma lebih baik, dibandingkan K1 . dan K3 . Hal ini sesuai dengan hipotesis bahwa pemberian kombinasi minyak biji jinten hitam dan minyak biji kapulaga mampu menurunkan ketebalan otot polos bronkus, epitel bronkiolus dan jumlah sel mast pada mencit asma. KESIMPULAN Berdasarkan hasil statistik kombinasi minyak biji jinten hitam dan minyak biji kapulaga telah terbukti mampu menurunkan ketebalan epitel bronkus, otot polos bronkiolus, jumlah sel mast dan jumlah Pada semua variasi dosis pemberian pada model mencit asma didapatkan nilai . >0,. pada masing-masing variasi dosis, dibandingkan dengan kontrol positif . , kombinasi minyak tersebut memiliki aktivitas antiasma yang berbeda tidak signifikan, meskipun pada dosis tertinggi menunjukkan aktivitas yang paling tinggi. Dosis optimal perbandingan 75:25 (K. menunjukkan potensi sebagai antiasma yang lebih lebih baik, dibandingkan dengan K1 . dan K3 . UCAPAN TERIMA KASIH Segenap pihak Staff Integrated Biomedical Laboratories (IBL) Universitas Islam Sultan Agung Semarang dan Staff Laboratorium Patologi Anatomik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang telah memberikan izin melaksanakan penelitian dan membantu peneliti selama proses penelitian. DAFTAR PUSTAKA