Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 ANALISIS BELAJAR BERWIRAUSAHA BUKU BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V BERDASARKAN KELAYAKAN BUKU BSNP Gita Ramadhani1. Panca Dewi Purwati2. Ashilutfiyah Majid3. Dinda Susilowati4 . Mutia Zahra Fatikha Junaedi5 . Gesit Prasojo6 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi. Universitas Negeri Semarang. Indonesia Email: gtrdhniuu@students. ABSTRAK: Penelitian ini dilatarbelakangi untuk menggali secara lengkap isi buku Bahasa Indonesia kelas V SD pada Bab IV berjudul AuBelajar BerwirausahaAy. Bab ini memuat materi kewirausahaan dalam bentuk bacaan, latihan kebahasaan, dan kegiatan literasi. Karena pentingnya peran bab ini dalam membentuk karakter dan keterampilan siswa, diperlukan analisis mendalam berdasarkan standar kelayakan buku teks menurut BSNP. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan pada subbab tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami makna secara mendalam dalam konteks Data diperoleh melalui studi dokumen menggunakan instrumen penilaian BSNP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subbab AuBelajar BerwirausahaAy tergolong cukup layak digunakan dalam Dari segi isi, materi sesuai dengan kompetensi dasar dan relevan dengan kehidupan siswa, namun penguatan nilai kewirausahaan masih diperlukan. Bahasa yang digunakan komunikatif dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa, walau terdapat beberapa istilah yang sebaiknya Penyajian materi cukup sistematis, tetapi belum sepenuhnya mendorong partisipasi aktif siswa dalam kegiatan belajar. Dari aspek kegrafikaan, ilustrasi dan tampilan visual cukup menarik, namun kontras dan tata letak perlu ditingkatkan agar lebih nyaman dibaca. Simpulannya, subbab AuBelajar BerwirausahaAy secara umum layak digunakan dalam pembelajaran, namun revisi pada aspek isi dan penyajian masih diperlukan agar nilai-nilai kewirausahaan dapat disampaikan secara lebih kontekstual dan bermakna. KATA KUNCI: Analisis buku. belajar berwirausaha. buku bahasa Indonesia. kelayakan BSNP. ABSTRACT: This study was motivated to explore the complete content of the Indonesian language book for grade V elementary school in Chapter IV entitled AuBelajar BerwirausahaAy. This chapter contains entrepreneurship material in the form of readings, language exercises, and literacy activities. Because of the important role of this chapter in shaping students' character and skills, an in-depth analysis is needed based on the textbook eligibility standards according to BSNP. The purpose of the research is to describe the feasibility of content, language, presentation, and graphics in the subchapter. The method used is descriptive qualitative. Qualitative approach is used to understand the meaning deeply in its natural Data were obtained through document study using BSNP assessment instruments. The results showed that the subchapter AuLearning to be an EntrepreneurAy was considered quite feasible to use in In terms of content, the material is in accordance with the basic competencies and relevant to students' lives, but strengthening the value of entrepreneurship is still needed. The language used is communicative and in accordance with the level of student development, although there are some terms that should be simplified. The presentation of the material is quite systematic, but has not fully encouraged active participation of students in learning activities. From the aspect of graphics, the illustrations and visual appearance are quite attractive, but the contrast and layout need to be improved to make it more comfortable to read. In conclusion, the AuLearning to be an EntrepreneurAy subchapter is generally suitable for use in learning, but revisions to the content and presentation aspects are still needed so that entrepreneurial values can be conveyed in a more contextual and meaningful way. KEY WORDS: Book analysis. learning entrepreneurship. Indonesian language book. BSNP eligibility Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 PENDAHULUAN Pendidikan kewirausahaan pada jenjang sekolah dasar merupakan bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik sejak dini. Tujuan utamanya adalah menanamkan nilai-nilai positif seperti kemandirian, daya cipta, serta semangat pantang Karakter-karakter ini dibutuhkan tidak hanya dalam dunia usaha, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari siswa. Salah satu bentuk upaya pembelajaran kewirausahaan tercermin dalam Bab IV buku Bahasa Indonesia kelas V SD yang berjudul AuBelajar BerwirausahaAy. Bab ini tidak hanya menyampaikan materi dalam bentuk bacaan, tetapi juga dilengkapi dengan wawancara dan kegiatan praktik yang menghadirkan figur inspiratif, yakni Nadya Hersa Ursulla Permana. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami secara teori, melainkan juga bisa menerapkan nilai-nilai kewirausahaan secara konkret dalam konteks kehidupan mereka sendiri (Wardani dan Rahmawati, 2. Selain itu, pendekatan tematik dalam pembelajaran kewirausahaan terbukti mampu mendorong pengembangan keterampilan penting abad ke-21, seperti berpikir kritis dan kemampuan bekerja sama dalam tim (Yusuf. Nurul Huda, dan Sari. Di tengah tantangan zaman yang terus berkembang, pendidikan kewirausahaan menjadi salah satu kebutuhan utama dalam dunia pendidikan nasional. Hal ini berkaitan dengan pentingnya menumbuhkan jiwa kerja keras, inovatif, dan siap menghadapi Meski demikian, penerapannya dalam buku ajar masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam hal penyajian bahasa dan ilustrasi. Bahasa yang kurang sesuai dengan usia kognitif siswa serta ilustrasi yang tidak mendukung konteks dapat menjadi hambatan dalam proses belajar mengajar (Fitriani. Lestari, dan Wibowo, 2. Ilustrasi yang bersifat tidak kontekstual, misalnya, dapat membuat siswa sulit memahami pesan yang disampaikan dalam materi kewirausahaan (Rahmawati. Prasetyo, dan Maulana. Meskipun pendekatan naratif dan praktik dianggap tepat dan relevan dalam membangun pengalaman belajar siswa, masih ditemukan penggunaan kosakata dan bentuk kegiatan yang belum sejalan dengan kemampuan berpikir anak usia sekolah dasar. Hal ini berpotensi menimbulkan kebingungan dalam memahami isi materi (Siregar. Hidayat, dan Nuraini, 2. Oleh karena itu, penyesuaian isi dengan pengalaman konkret siswa sangat dianjurkan agar proses belajar menjadi lebih efektif. Penekanan pada kesesuaian konteks pembelajaran dengan kehidupan nyata siswa juga disampaikan oleh Santoso. Wahyuni, dan Kurniawan . , yang menilai bahwa pemahaman siswa akan lebih maksimal apabila materi pembelajaran dekat dengan keseharian mereka. Terkait dengan mutu buku ajar. BSNP . telah menetapkan bahwa buku pelajaran harus memenuhi beberapa standar penting, seperti isi, proses, dan evaluasi. Standar ini tidak hanya memastikan buku mengikuti kurikulum, tetapi juga mendukung terciptanya pembelajaran yang bermakna dan efektif. Evaluasi terhadap buku ajar pun perlu dilakukan secara menyeluruh dan sistematis agar fungsi buku sebagai sumber belajar benar-benar optimal. Aje. Fathurrahman, dan Malik . menyebutkan bahwa materi kewirausahaan pada tingkat sekolah dasar sering kali masih kurang menyentuh aspek praktik langsung yang aplikatif. Sementara itu. Suherman . menekankan pentingnya pendekatan berbasis pengalaman dalam proses pembelajaran kewirausahaan, karena melalui pengalaman langsung siswa lebih mudah menyerap dan menginternalisasi nilai-nilai yang ingin disampaikan. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan salah satu bab dalam buku Bahasa Indonesia kelas V SD. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 tepatnya Bab IV yang bertajuk AuBelajar BerwirausahaAy. Penelitian ini tidak hanya menggambarkan kondisi objek studi secara sistematis dan faktual, tetapi juga menganalisis secara mendalam berbagai komponen penting dalam buku ajar tersebut berdasarkan pedoman yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Penilaian dilakukan untuk memastikan bahwa materi yang disajikan dapat mendukung proses pembelajaran secara maksimal dan sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik peserta didik. Terdapat empat fokus utama dalam penelitian ini, yang masing-masing dijelaskan berikut. Menilai kelayakan isi materi Fokus pertama berkaitan dengan kualitas konten yang ditampilkan dalam Bab IV. Penelitian ini berusaha menilai apakah isi materi sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Selain itu, dievaluasi juga tingkat keterkaitan materi dengan pengalaman sehari-hari siswa, karena materi yang kontekstual akan lebih mudah dipahami dan diterapkan. Isi yang baik tidak hanya mencerminkan aspek pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap dan keterampilan siswa dalam kehidupan nyata. Menilai kelayakan bahasa yang digunakan Pada aspek kedua ini, penelitian memusatkan perhatian pada kecocokan bahasa yang digunakan dalam buku, terutama dalam hal pemilihan kosakata dan struktur Buku ajar untuk sekolah dasar seharusnya menggunakan bahasa yang mudah dipahami, tidak terlalu teknis, serta selaras dengan perkembangan berpikir anak usia SD. Bahasa yang komunikatif dan efektif sangat menentukan tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Menilai kelayakan penyajian materi Komponen ini meliputi cara penyusunan dan pengorganisasian materi, kejelasan alur informasi, serta keterpaduan antara teks dengan kegiatan pembelajaran yang Buku yang disusun secara sistematis dan dilengkapi dengan aktivitas interaktif seperti diskusi, latihan soal, dan kegiatan reflektif cenderung lebih efektif dalam meningkatkan keaktifan dan partisipasi siswa. Penyajian yang logis dan menarik mampu membantu siswa mengikuti alur pembelajaran dengan lebih Menilai aspek kegrafikaan dan visualisasi Terakhir, penelitian menyoroti kualitas tampilan visual buku, termasuk pemilihan jenis huruf, ukuran tulisan, tata letak, dan penggunaan ilustrasi. Unsur visual memegang peran penting dalam mendukung keterbacaan dan ketertarikan siswa. Ilustrasi yang relevan tidak hanya mempercantik halaman, tetapi juga dapat memperkuat pemahaman konsep secara visual. Tampilan yang ramah anak akan mendorong minat baca dan kenyamanan belajar. Analisis dari keempat aspek tersebut dilakukan dengan merujuk pada standar BSNP, yang memberikan acuan objektif dalam mengevaluasi buku ajar. Melalui pendekatan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai kekuatan buku sekaligus mengidentifikasi bagian-bagian yang perlu diperbaiki. Dengan begitu, hasil penelitian ini bisa menjadi bahan pertimbangan yang berharga bagi pengembang kurikulum, penulis buku ajar, maupun pendidik dalam rangka meningkatkan kualitas bahan ajar di tingkat sekolah dasar. Buku Bahasa Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam dunia pendidikan di Indonesia, terutama dalam konteks pembelajaran formal di sekolah. Buku ini tidak hanya menjadi sumber utama materi ajar, tetapi juga berfungsi sebagai media Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 utama dalam menyampaikan isi kurikulum yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Materi yang terdapat dalam buku dirancang agar sesuai dengan standar kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik pada jenjang tertentu. Keberadaan buku ini menjadi penentu arah pembelajaran karena di dalamnya termuat pengetahuan dasar, keterampilan berbahasa, serta nilai-nilai yang perlu ditanamkan kepada siswa. Menurut Gultom . , buku teks, khususnya dalam pelajaran Bahasa Indonesia, masih dianggap sebagai elemen yang sangat fundamental dalam proses belajar-mengajar, terlebih lagi di tingkat pendidikan menengah. Buku tersebut menyajikan informasi penting berupa konsep-konsep inti, fakta, hingga teori yang harus dikuasai siswa sebagai bagian dari pencapaian kurikulum nasional. Tanpa adanya buku teks yang baik, proses pembelajaran bisa kehilangan arah dan tujuan karena tidak ada acuan yang jelas dalam penyampaian materi. Selain menjadi acuan bagi siswa, buku Bahasa Indonesia juga memiliki fungsi penting sebagai panduan bagi guru. Guru dapat menggunakannya sebagai dasar dalam menyusun rencana pembelajaran, menentukan metode pengajaran yang sesuai, dan memilih strategi evaluasi yang tepat. Buku ini membantu memastikan bahwa proses pengajaran tetap berada dalam koridor standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh Lebih jauh lagi, buku Bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu pengajaran semata, melainkan juga sebagai media yang mendukung pengembangan kemampuan berbahasa siswa secara menyeluruh. Melalui kegiatan membaca, menulis, berbicara, dan menyimak yang disajikan dalam buku, siswa dapat membangun keterampilan berbahasa yang tidak hanya berguna dalam konteks akademik, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari. Dengan demikian, peran buku Bahasa Indonesia sangat luas dan esensial, baik dalam membantu pencapaian kompetensi akademik maupun dalam membentuk kemampuan literasi siswa. Dalam konteks pendidikan nasional, kelayakan buku ajar di Indonesia diatur melalui standar-standar yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Lembaga ini menetapkan delapan standar pendidikan yang menjadi acuan dalam proses penyusunan, pengembangan, serta evaluasi buku pelajaran. Salah satu standar utama adalah standar isi, yang berfokus pada ketepatan dan kelengkapan materi yang Materi dalam buku ajar harus sesuai dengan kurikulum nasional serta relevan dengan kebutuhan dan perkembangan peserta didik. Standar ini memastikan bahwa apa yang dipelajari siswa memiliki keterkaitan langsung dengan tujuan pendidikan nasional, serta bermanfaat dalam kehidupan nyata mereka. Selain isi, standar proses juga menjadi perhatian penting. Standar ini menggarisbawahi perlunya metode pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan berbasis pengalaman, agar siswa tidak hanya menjadi penerima informasi pasif, tetapi turut aktif dalam membangun pemahamannya sendiri (BSNP, 2. Proses pembelajaran yang demikian dapat memperkuat pemahaman siswa dan menumbuhkan keterampilan berpikir kritis serta kreativitas yang sangat dibutuhkan di era modern. Selanjutnya. Kementerian Pendidikan . menekankan bahwa buku ajar yang ideal tidak hanya menyajikan informasi semata, tetapi juga harus dirancang agar tampil menarik, mudah dipahami, serta dilengkapi dengan ilustrasi yang mendukung isi materi. Ilustrasi yang tepat mampu membantu siswa memahami konsep abstrak, meningkatkan daya tarik visual, dan mendorong minat baca. Dengan demikian, desain visual buku tidak bisa diabaikan, melainkan menjadi bagian integral dari penyusunan buku ajar yang Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Lebih lanjut. Santoso . menegaskan bahwa evaluasi kelayakan sebuah buku ajar harus dilakukan secara menyeluruh dengan mencakup empat aspek penting, yaitu kelayakan isi, bahasa, penyajian, dan tampilan grafis. Keempat komponen ini saling melengkapi satu sama lain. Buku yang hanya baik dari sisi isi tetapi lemah dalam penyajian visual, misalnya, berpotensi menurunkan efektivitas dalam proses belajarmengajar. Oleh sebab itu, buku ajar harus dikembangkan secara menyeluruh agar tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga menyenangkan, fungsional, dan mudah digunakan baik oleh guru maupun siswa. Berdasarkan berbagai standar dan pandangan tersebut, maka analisis terhadap kelayakan Bab IV buku Bahasa Indonesia kelas V SD yang mengangkat tema AuBelajar BerwirausahaAy menjadi sangat relevan dan penting. Analisis ini dilakukan untuk memastikan bahwa materi kewirausahaan yang disajikan tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga mampu memberikan manfaat maksimal bagi siswa, baik dari sisi akademik maupun pembentukan karakter dan keterampilan hidup. Penilaian ini juga berguna untuk memberikan masukan terhadap pengembangan buku ajar di masa mendatang, agar lebih selaras dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah metode deskriptif Metode ini dipilih karena memberikan fleksibilitas dan kedalaman dalam memahami suatu fenomena secara menyeluruh dalam konteks kehidupan nyata. Pendekatan ini tidak bertujuan untuk mengukur atau menguji hipotesis seperti dalam metode kuantitatif, tetapi lebih fokus pada eksplorasi dan pemaknaan terhadap suatu peristiwa atau fenomena yang terjadi. Sebagaimana dijelaskan oleh Creswell dan Poth . , pendekatan kualitatif berupaya untuk memahami makna yang dikonstruksi oleh individu berdasarkan pengalaman hidup mereka, serta bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungan sosial dan budaya tempat mereka berada. Dalam konteks penelitian pendidikan, pendekatan ini sangat relevan karena pendidikan merupakan proses yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor subjektif, seperti pengalaman pribadi, nilai, keyakinan, dan budaya lokal. Lebih lanjut, metode deskriptif kualitatif memiliki tujuan utama untuk menggambarkan, menganalisis, dan menginterpretasi fenomena secara utuh dan Menurut Sugiyono . , metode ini didasarkan pada filosofi postpositivisme yang mengakui bahwa realitas sosial tidak bersifat tunggal dan objektif, melainkan terdiri dari berbagai perspektif yang saling berkaitan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap realitas sosial harus dilakukan secara mendalam dan kontekstual. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk menggali berbagai informasi terkait dengan subjek yang diteliti secara mendalam, dengan fokus pada proses dan makna yang terkandung di dalamnya, bukan sekadar angka atau data statistik. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik studi dokumen, dengan menggunakan instrumen penilaian dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) sebagai acuan utama. Studi dokumen merupakan salah satu teknik yang umum digunakan dalam penelitian kualitatif karena dapat memberikan gambaran yang kaya mengenai objek atau fenomena yang sedang dikaji. Sejalan dengan pendapat Sugiyono . , dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri berperan sebagai instrumen utama. Artinya, peneliti secara aktif terlibat dalam proses pengumpulan dan analisis data, baik melalui pengamatan, wawancara mendalam, maupun analisis dokumen. Kemampuan peneliti dalam memahami konteks dan membangun interpretasi yang bermakna menjadi Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 kunci dalam memperoleh hasil yang valid dan dapat dipercaya. Dengan memilih metode deskriptif kualitatif, penelitian ini diharapkan mampu menyajikan informasi yang tidak hanya bersifat deskriptif, tetapi juga interpretatif. Artinya, penelitian ini tidak hanya sekadar mendeskripsikan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, melainkan juga menggali makna yang lebih dalam dari fakta-fakta tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan, baik dalam pengembangan teori maupun dalam praktik pendidikan di lapangan. Selain itu, melalui pemahaman yang komprehensif terhadap fenomena yang diteliti, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang relevan dan aplikatif bagi para praktisi, pembuat kebijakan, dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam dunia HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penilaian terhadap kelayakan buku ajar Bahasa Indonesia untuk siswa kelas V SD dilakukan melalui analisis empat komponen utama yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), yaitu kelayakan isi, kelayakan bahasa, kelayakan penyajian, dan kelayakan Keempat aspek ini dinilai untuk memastikan bahwa buku ajar yang digunakan sesuai dengan standar mutu pendidikan yang berlaku dan relevan dengan kebutuhan serta kemampuan siswa pada jenjang sekolah dasar. Proses penilaian dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai bagian dari kegiatan akademik yang berkaitan dengan evaluasi buku teks pelajaran. Mahasiswa menggunakan instrumen penilaian yang telah disusun dan dikembangkan berdasarkan indikator-indikator yang ditentukan oleh BSNP, sehingga penilaian bersifat sistematis dan terukur. Instrumen tersebut berbentuk tabel yang memuat sejumlah kriteria evaluasi yang harus diisi oleh penilai untuk menggambarkan tingkat kelayakan dari masingmasing aspek yang dianalisis. Adapun hasil dari analisis buku kelas V bab IV menurut buku BSNP adalah sebagai berikut. Kualitas Isi Aspek pertama yang menjadi fokus analisis adalah kualitas isi buku, terutama terkait elemen-elemen dan capaian pembelajaran (CP) yang ada di dalamnya. Berdasarkan hasil evaluasi, isi buku tersebut masuk dalam kategori Sesuai (S). Artinya, materi yang disajikan dalam bab tersebut mencakup antara 80 hingga 100 persen dari materi yang telah ditetapkan dalam kurikulum resmi. Dalam bab ini, materi yang diajarkan meliputi nilai-nilai kewirausahaan, teknik wawancara, serta pemahaman ide pokok, yang semuanya sejalan dengan prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Prinsip ini merupakan landasan utama dalam Kurikulum Merdeka yang diterbitkan oleh Kemendikbudristek pada tahun 2022. Kesesuaian materi ini menunjukkan bahwa buku tersebut tidak hanya memuat konten yang relevan secara akademik, tetapi juga mendukung pembentukan profil pelajar Pancasila yang menjadi sasaran pemerintah. Profil ini menekankan pengembangan karakter siswa agar menjadi pribadi yang mandiri, mampu bernalar secara kritis, dan kreatif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan (Kemendikbudristek, 2. Dengan demikian, isi buku ini bukan sekadar memenuhi standar kurikulum, melainkan juga membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai yang diharapkan dalam pendidikan karakter. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Selanjutnya, aspek keaktualan materi juga menjadi pertimbangan penting. Materi dalam buku ini mendapatkan kualifikasi Aktual (A), yang berarti materi yang disampaikan masih relevan dan mengikuti perkembangan terkini di bidang pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Contohnya, pembahasan mengenai kewirausahaan dalam buku ini dirancang untuk mendukung pembelajaran Pendekatan kontekstual ini mendorong siswa untuk memahami dan memecahkan masalah yang nyata dan dekat dengan pengalaman mereka seharihari, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan aplikatif (BSNP, 2020. Kemendikbudristek, 2. Dengan mempertimbangkan kedua aspek utama ini, yakni kesesuaian isi dengan elemen dan capaian pembelajaran serta keaktualan materi, dapat disimpulkan bahwa buku ini sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas V SD. Buku ini tidak hanya memenuhi standar kurikulum yang berlaku, tetapi juga menghadirkan materi yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21, yang menuntut pendidikan yang relevan, aplikatif, dan mampu mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan. Kualitas Bahasa Aspek kedua yang dikaji dalam penilaian ini berkaitan dengan kualitas bahasa, yang mencakup ketepatan ejaan serta kelugasan penyampaian. Berdasarkan hasil analisis, dokumen memperoleh penilaian AuTepatAy (T) dengan skor 3 dalam hal ejaan. Penilaian ini didukung oleh temuan bahwa AuEjaan sesuai dengan EYD dan PUEBIAy. Ketepatan dalam penggunaan ejaan memiliki peranan penting dalam menjaga kejelasan makna serta memudahkan pemahaman bagi Hal ini selaras dengan panduan dari Kemendikbud . yang menegaskan bahwa penggunaan ejaan yang benar akan meningkatkan mutu bahasa dalam suatu teks. Penyampaian istilah kewirausahaan menggunakan makna denotatif atau makna langsung, tanpa nuansa figuratif atau konotatif, sehingga lebih mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Penggunaan makna denotatif sangat penting dalam buku ajar karena membantu siswa membangun pemahaman yang akurat terhadap konsep baru (Hermawan et al. , 2. Selanjutnya, kelugasan bahasa juga menjadi fokus dalam penilaian ini. Dokumen mendapat skor 3 dengan kualifikasi AuLugasAy (L), didasarkan pada uraian bahwa AuBahasa sederhana, jelas, dan mudah dipahami oleh siswa SDAy. Kelugasan dalam konteks ini merujuk pada penyampaian pesan yang efektif, langsung, dan tidak berbelit-belit, sehingga menghindari terjadinya makna ganda. Dalam ranah pendidikan dasar, penggunaan bahasa yang lugas dan komunikatif sangat penting agar peserta didik dapat memahami materi pembelajaran secara menyeluruh (Kemendikbudristek, 2. Secara lebih rinci, analisis linguistik terhadap teks menunjukkan bahwa kelima aspek utama kebahasaan yakni fonologi, morfologi, sintaksis, wacana, dan semantik telah terpenuhi secara baik. Aspek fonologi menunjukkan bahwa seluruh kata dalam teks telah ditulis mengikuti kaidah ejaan yang berlaku sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Tidak ditemukan kesalahan dalam penggunaan bunyi bahasa . , yang mengindikasikan kesesuaian dengan pedoman resmi yang telah ditetapkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Kemendikbud, 2. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Dari sudut morfologi, penggunaan afiksasi seperti prefiks, sufiks, dan konfiks dilakukan secara tepat. Tidak ditemukan bentuk kata yang menyimpang dari kaidah bahasa baku. Struktur morfologis yang akurat akan membantu pembaca dalam menangkap makna kata secara tepat dan tidak menimbulkan kebingungan (Kemendikbudristek, 2. Pada tataran sintaksis, struktur kalimat dalam teks secara umum mengikuti pola Subjek-Predikat-Objek-Keterangan (SPOK) dengan konsisten. Kalimat-kalimat tersusun secara efektif dan tidak membingungkan, bahkan ketika menggunakan kalimat yang cukup panjang. Konjungsi digunakan secara benar dan tidak terdapat kalimat yang tidak efektif, sehingga memudahkan pemahaman bagi siswa SD. Wacana adalah studi mengenai satuan bahasa yang lebih besar dari kalimat, seperti paragraf atau teks utuh, dan bagaimana unsur-unsur di dalamnya saling berkaitan (Trogea & Hafid, 2. Wacana memiliki kajian tersendiri dalam ilmu linguistik, yaitu analisis. Analisis wacana memperhatikan konteks untuk menafsirkan makna suatu ujaran,karena konteks yang menentukan makna suatu ujaran (Aini, dkk, 2. Konteks adalah situasi ataulatar terjadinya komunikasi (Suryawin, 2021. Rahman & Markhamah, 2. Dalam aspek wacana, kesinambungan antar paragraf . dan keterkaitan antarbagian dalam teks . telah terjaga dengan baik. Kata hubung seperti AudanAy. AutetapiAy. AukarenaAy, dan AusehinggaAy digunakan sesuai fungsinya. Ide-ide disampaikan secara sistematis tanpa adanya lompatan topik, menunjukkan bahwa teks disusun mengikuti prinsip kesatuan dan kepaduan yang dianjurkan dalam penulisan edukatif maupun ilmiah (Nurhadi, 2. Semantik merupakan salah satu bidang linguistik yang membahas dan menelaah makna dari kata, kelompok kata, kalimat, hingga keseluruhan teks (Susiati, 2. Dari sisi semantik, tidak dijumpai adanya makna yang Istilah-istilah khusus dalam bidang kewirausahaan dijelaskan secara eksplisit, bahkan diberi penjabaran tambahan jika dianggap perlu. Ini penting untuk memastikan bahwa istilah-istilah tersebut dapat dipahami dengan mudah oleh siswa SD sebagai target pembaca utama. Secara keseluruhan, teks yang dianalisis telah memenuhi kaidah kebahasaan yang baik sesuai standar linguistik dan telah disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik peserta didik di jenjang pendidikan dasar. Kualitas Penyajian Aspek ketiga yang dianalisis berkaitan dengan kualitas penyajian materi dalam buku ajar. Berdasarkan hasil penilaian, buku ini memperoleh predikat AuMenarikAy (M). Penilaian ini diperoleh karena dalam buku tersebut disajikan berbagai kegiatan pembelajaran yang mendorong partisipasi aktif siswa, seperti kegiatan diskusi kelompok, wawancara, dan latihan-latihan pemahaman. Kehadiran aktivitas-aktivitas semacam ini sangat penting karena dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Dalam hal ini. Suryani dan Handayani . menekankan bahwa Aumotivasi belajar siswa dapat tumbuh melalui kegiatan yang aktif dan bermakna, seperti diskusi kelompok dan pembelajaran berbasis tugasAy . Oleh karena itu, penyajian materi yang melibatkan siswa secara aktif mampu menciptakan suasana belajar yang Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 lebih dinamis dan tidak monoton, menjadikan siswa sebagai subjek yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran, bukan hanya sebagai penerima informasi. Selanjutnya, aspek ketersediaan soal latihan di akhir setiap bab juga menjadi bagian dari analisis kualitas penyajian. Dalam hal ini, buku tersebut mendapat kualifikasi AuLengkapAy (L) karena menyediakan latihan soal secara konsisten dan terstruktur pada setiap akhir bab. Soal-soal ini tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai sarana evaluasi untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Menurut Siregar dan Marpaung . Aulatihan soal dalam buku ajar harus disusun untuk mendukung evaluasi formatif, agar siswa dan guru dapat mengetahui capaian belajar dan kekurangan yang masih perlu diperbaikiAy . Oleh karena itu, latihan soal yang dirancang dengan sistematis dapat membantu guru dalam memantau perkembangan belajar siswa dan menjadi bahan refleksi untuk perbaikan proses pembelajaran selanjutnya. Dengan terpenuhinya kedua komponen penting tersebut yaitu penyajian materi yang menarik dan penyediaan soal latihan yang lengkap buku ajar ini dapat disimpulkan telah menyajikan pembelajaran secara menyeluruh dan efektif. Materi tidak hanya disusun secara sistematis, tetapi juga didesain agar mampu mendorong pembelajaran yang aktif, reflektif, dan bermakna, terutama bagi siswa di jenjang pendidikan dasar. Kualitas Kegrafikaan Pertama, dari segi ukuran buku, jenis huruf, serta format penulisan, buku ini memperoleh penilaian AuTepatAy (T). Hal ini menunjukkan bahwa desain visual buku telah disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan keterbacaan bagi siswa sekolah dasar. Buku menggunakan ukuran huruf yang cukup besar, jenis huruf yang sederhana dan mudah dibaca, serta format teks yang tidak terlalu padat, sehingga memudahkan siswa dalam membaca dan memahami isi materi. Penataan ini sangat penting untuk menghindari kelelahan mata, terutama karena siswa SD masih berada pada tahap perkembangan awal dalam hal literasi. Sejalan dengan hal ini. Fitriani dan Aisyah . menyatakan bahwa Auformat teks dan jenis huruf dalam buku ajar harus mempertimbangkan keterbacaan siswa sekolah dasar, mengingat usia mereka masih dalam tahap awal literasiAy . Oleh karena itu, keterbacaan yang baik melalui format huruf yang tepat akan memberikan dampak positif terhadap kemampuan siswa dalam memahami teks secara efisien dan nyaman. Kedua, penggunaan ilustrasi dalam buku dinilai AuSesuaiAy (S). Ilustrasi yang ditampilkan bukan hanya menarik dari segi visual, tetapi juga berfungsi secara edukatif dalam membantu menjelaskan isi materi. Gambar-gambar yang dimasukkan ke dalam buku mendukung isi teks, memperjelas konsep-konsep abstrak, serta membantu siswa dalam mengaitkan materi dengan pengalaman nyata mereka. Ilustrasi juga memiliki peran dalam meningkatkan daya tarik serta memperkuat konsentrasi belajar siswa. Menurut Sari dan Nugroho . Auilustrasi yang relevan dalam buku teks sangat membantu siswa memahami informasi abstrak dan menjadikan pembelajaran lebih kontekstualAy . Hal ini sangat penting karena siswa sekolah dasar masih berada pada tahap operasional konkret dalam perkembangan kognitif, di mana visualisasi konsep sangat membantu dalam pemahaman. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Dengan terpenuhinya kedua komponen tersebut yakni format teks yang sesuai dan ilustrasi yang relevan dapat disimpulkan bahwa aspek kegrafikaan dalam buku ini telah dirancang secara ramah anak, mendukung proses pembelajaran yang komunikatif, serta selaras dengan karakteristik perkembangan peserta didik sekolah dasar. Desain grafis yang efektif menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis terhadap buku ajar Bahasa Indonesia kelas V SD yang ditinjau dari empat aspek kelayakan menurut kriteria Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dapat disimpulkan bahwa buku tersebut memiliki mutu yang tinggi dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Setiap aspek isi, bahasa, penyajian, dan kegrafikaan telah dinilai menggunakan instrumen evaluatif yang Pertama, berdasarkan hasil analisis terhadap kelayakan isi buku ajar Bahasa Indonesia kelas V SD, dapat disimpulkan bahwa materi dalam buku telah memenuhi kriteria kesesuaian dengan elemen dan capaian pembelajaran. Buku mencakup lebih dari 80% isi yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka, terutama dalam penguatan nilai kewirausahaan, kemampuan berwawancara, dan pemahaman ide pokok. Kedua, isi buku tidak hanya mendukung pencapaian akademik, tetapi juga penguatan karakter melalui integrasi nilai-nilai dalam Profil Pelajar Pancasila. Hal ini menunjukkan bahwa buku mampu mendukung pendidikan karakter yang sejalan dengan arah kebijakan Ketiga, aspek keaktualan materi pun terpenuhi dengan baik. Buku mengangkat tema-tema kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti praktik kewirausahaan, sehingga pembelajaran terasa lebih bermakna dan Keempat, berdasarkan analisis tersebut, buku ajar ini layak digunakan karena tidak hanya memuat materi yang relevan dan aktual, tetapi juga mendukung pembelajaran abad ke-21 yang menuntut pengembangan karakter, kreativitas, dan pemecahan masalah. Pertama, dalam aspek kebahasaan, buku ini dinilai AuTepatAy karena penggunaan ejaan telah mengikuti kaidah PUEBI dengan konsisten, sehingga mampu menunjang kejelasan makna dan mempermudah pemahaman siswa. Kedua, bahasa yang digunakan juga AuLugasAy dan komunikatif, dengan struktur kalimat yang sederhana serta kosakata yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa sekolah dasar, menjadikan penyampaian materi lebih efektif. Ketiga, analisis linguistik menunjukkan bahwa seluruh unsur kebahasaan dari fonologi hingga semantik telah diterapkan dengan baik. Hal ini menjadi indikator penting bahwa buku ajar ini tidak hanya benar secara gramatikal, tetapi juga sesuai secara pedagogis. Keempat, dengan terpenuhinya standar kebahasaan tersebut, buku ini sangat layak dijadikan sebagai sumber belajar utama yang dapat membantu siswa memahami materi secara tepat dan tidak menimbulkan ambiguitas dalam pembelajaran. Pertama, penyajian buku ini dinilai AuMenarikAy karena memuat berbagai aktivitas pembelajaran seperti diskusi, wawancara, dan latihan yang mampu meningkatkan keterlibatan serta motivasi belajar siswa. Kedua, penyajian aktivitas-aktivitas tersebut sejalan dengan prinsip pembelajaran aktif yang mendorong siswa untuk menjadi subjek pembelajaran, bukan hanya penerima informasi. Hal ini mendukung pendekatan konstruktivistik dalam pembelajaran. Ketiga, buku juga mendapat kualifikasi Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 AuLengkapAy dalam hal penyediaan latihan soal yang terstruktur pada akhir bab. Soalsoal tersebut berperan penting dalam mendukung proses evaluasi formatif dan refleksi Keempat, dari segi penyajian, buku ini telah memenuhi harapan terhadap sumber belajar yang mampu mengintegrasikan aktivitas yang bermakna dengan evaluasi yang mendalam, menjadikannya layak digunakan dalam proses pembelajaran di kelas. Pertama, aspek kegrafikaan buku ini memperoleh kualifikasi AuTepatAy karena penggunaan ukuran huruf, jenis huruf, dan format penulisan yang disesuaikan dengan tingkat keterbacaan siswa SD. Kedua, desain grafis yang ergonomis dan tidak padat mendukung kenyamanan visual dan konsentrasi siswa, yang sangat penting dalam tahap awal perkembangan literasi mereka. Ketiga, penggunaan ilustrasi mendapat penilaian AuSesuaiAy karena gambar-gambar yang disajikan tidak hanya menarik secara visual tetapi juga fungsional dalam menjelaskan konsep, menghubungkan materi dengan konteks nyata siswa. Keempat, secara keseluruhan, buku ini menunjukkan kualitas kegrafikaan yang ramah anak dan komunikatif, sehingga dapat memperkuat pengalaman belajar siswa yang menyenangkan sekaligus bermakna sesuai dengan karakteristik kognitif mereka. DAFTAR PUSTAKA