K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 PENGARUH CITRA MEREK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PARFUM ORIFLAME DI KOTA PALEMBANG Ellya Bunga Murni Br. Simanjuntak Univeritas Katolik Musi Charitas Email: ellyabungamurnibrsimanjuntak@gmail. ABSTRAK Keputusan pembelian merupakan pemikiran dimana individu mengevaluasi berbagai pilihan dan memutuskan pilihan pada suatu produk dari sekian banyak pilihan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah pengaruh Citra merek dan Harga terhadap Keputusan Pembelian Produk Merek Oriflame di Kota Palembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Citra Merek dan Harga terhadap Keputusan Pembelian Produk Merek Oriflame di Kota Palembang. Responden dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa: . Citra merek berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian . Harga berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian . Secara simultan citra merek dan harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Besarnya pengaruh variabel citra merek dan harga terhadap keputusan pembelian adalah 89,3%. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah tetap mempertahankan atau meningkatkan citra merek, mempertimbangkan produk dengan harga yang menarik, dan meningkatkan personal selling untuk dapat mempengaruhi konsumen dalam meningkatkan keputusan pembelian produk merek oriflame di Kota Palembang. Kata Kunci: Citra Merk. Harga. Keputusan Pembelian. ABSTRACT Purchasing decisions are thoughts in which individuals evaluate various things choice and deciding on a product from many choices. Formulation The problem in this research is how brand image and price influence the decision to purchase Oriflame brand products in Palembang City. The purpose of this research is to determine the influence of Brand Image and Price on Purchase Decisions for Oriflame Brand Products in Palembang City. Respondents in this study were 100 respondents. Based on the research results, it can be seen that: . Brand image has a significant positive effect on purchasing decisions . Price has a significant positive effect on purchasing decisions . Simultaneously brand image and price have a significant effect on purchasing decisions. The magnitude of the influence of brand image and price variables on purchasing decisions is 89. Suggestions that can be given by UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 researchers are to maintain or improve brand image, consider products with attractive prices, and increase personal selling to be able to influence consumers in increasing product purchasing decisions. Oriflame brand in Palembang City. Keywords: Brand Image. Price. Purchasing Decision PENDAHULUAN Di era modern ini perkembangan teknologi dan informasi semakin maju membawa perubahan besar di berbagai industri dunia, salah satu yang berkembang dengan baik yaitu industri kosmetik. Perkembangan industri kosmetik semakin berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memperhatikan penampilan bagi mereka (Nusaresearch, 2. Pertumbuhan yang semakin meningkat ini sejalan dengan permintaan produk kecantikan yang tinggi. Produk kosmetik/ kecantikan semata-mata tidak hanya sebagai pemenuhan keinginan . , namun telah menjadi kebutuhan . (Rahmawati and Ahsan, 2. Sebuah penelitian di Amerika menyebutkan bahwa 85% wanita menjadikan kosmetik sebagai kebutuhan hidup mereka (Hakim, 2. Segar dan wangi pada setiap kesempatan merupakan impian setiap orang dan merupakan salah satu cara menaikkan rasa percaya diri. Parfum sudah jadi bagian dari rutinitas seharihari setiap orang karena jika tidak menggunakan parfum maka timbul rasa tidak percaya diri. Tidak hanya soal wangi, memakai parfum juga merupa570 kan salah satu etika bersosialisasi saat bertemu dengan orang lain. Selain itu, menggunakan parfum juga dapat melengkapi penampilan dan terlihat lebih Oriflame merupakan perusahaan yang memiliki penetapan harga yang rendah sampai tinggi hal itu mencerminkan kualitas produk yang diproduksi Segmentasi pasar produk Oriflame adalah segmentasi berdasarkan ciri demografis dimana targetnya adalah untuk segmen usia, jenis kelamin, kelas sosial dan pekerjaan tertentu. Produk-produk oriflame mampu bersaing dengan produk-produk perusahaan lainnya. Selain itu Oriflame adalah salah satu program perkembangan zaman yang menyajikan produk-produk keluaran terkini yang memenuhi kebutuhan hidup dunia kecantikan terutama untuk kaum wanita. Oriflame merupakan katalog yang menyajikan berbagai bentuk kebutuhan mulai dari bedak, parfum, lipstik, shampo dan sebagainya. Katalog Oriflame merupakan salah satu media informasi yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan fisik terutama bagi kaum wanita Data dalam penelitian ini berbentuk media cetak yakni iklan dalam katalog Oriflame. Hal tersebut mengin- UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 dikasikan bahwa masyarakat memiliki persepsi yang baik terhadap merek oriflame . itra mere. , memiliki ketertarikan terhadap harga yang ditetapkan oriflame pada setiap produknya dan juga memiliki keyakinan yang tinggi kepada tenaga penjual yang secara langsung menginformasikan mengenai produk Berkaitan dengan hal tersebut, maka tantangan yang harus dihadapi oriflame adalah adanya kehadiran beberapa merek pesaing dengan produk yang sejenis, seperti merek Wardah. Maybelline. Revlon. Perusahaan dalam melihat fenomena bisnis seperti saat ini harus mampumempertahankan kualitas dan promosi untuk meningkatkan minat beli ulang konsumen untuk terus memberi pelayanan yang terbaik dan keinginan konsumen yang pada umumnya konsumen merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan seperti salah satu PT Orindo Alam Ayu. PT. Orindo Alam Ayu atau lebih dikenal dengan Oriflame adalah salah satu perusahaan kosmetik, perawatan tubuh, parfum, perawatan rambut, perlengkapan mandi, produk kesehatan, peralatan dan perlengkapan kecantikan lainnya yang berasal dari Swedia yang dipasarkan melalui sistem Multi Level Marketing (MLM), dengan menarik minat beli dan bergabung untuk menjadi muculnya perusahaan-perusahaan baru dibidang retail seperti ini P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 membuat konsumen menjadi lebih cermat dan pintar dalam memilih produk yang beredar di pasar. Oriflame beroperasi dalam industri pemasaran langsung dan didirikan tahun 1967 di Swedia oleh dua bersaudara Jonas af Jochnick. Robert af Jochnick dan rekan mereka. Bengt Hellsten. Kantor pusat Oriflame berlokasi di Schaffhausen. Swiss dengan kantor terdaftar di Stockholm. Swedia. Menurut Windy . salah satu cara perusahaan Oriflame dalam memasarkan produknya, menggunakan consultant dengan melakukan komunikasi word of mouth yang akan menawarkan produk dengan memberikan informasi tentang produk yang mereka tawarkan. Untuk itu Oriflame selalu mengembangkan semua produk-produk yang akan ditujukan agar dapat memuaskan semua konsumen dan dapat berhasil dalam persaingan pasar dalam merebut hati konsumen, perilaku konsumen menjadi tolak ukur dalam membangun keunggulan bersaing, salah satu aset perusahaan adalah merek. Citra merek pada suatu produk sangat menentukan terhadap persepsi tentang merek dan keyakinan terhadap suatu merek tersebut. Sehingga produk yang memiliki citra merek yang positif akan lebih memungkinkan untuk konsumen melakukan pembelian. Maka dari itu, perusahaan harus bisa menciptakan dan menggembangkan sebuah merek produk yang menarik bagi konsumen sehingga merk UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 tersebut dianggap dapat menjaga dan meninggkatkan percaya diri dan gengsi bagi penggunanya. Terdapat fenomena yang terjadi dilapangan terkait faktor yang mempengaruhi tingkat penjualan Oriflame, salah satu factor penyebabnya adalah karena banyak dari sebuah konsumen yang hanya tertarik membeli produk Oriflame disaat sedang diskon saja, hingga dapat menyebabkan turunnya volume penjualan. Diskon adalah potongan harga yag diberikan kepada konsumen, hal ini tentunya sangat menarik minat konsumen untuk mendapatkan Strategi pemasaran yang digunakan adalah penetapan harga diskon pada produk-produk yang telah dipasarkan. Adapun sistem penetapan diskon 20%-70% bahkan ada variasi beli 1 Namun jika produk yang sudah beberapa bulan tidak laku terjual, maka sistemnya pun berbeda ada yang dijual melalui bazar yaitu produk yang dijual sangat murah, ada juga sistem beli 2 gratis 1 dengan ketentuan pembelian produk mahal. Tujuan dilakukannya diskon tersebut untuk memperkenalkan produk baru dan membawa produk lama supaya laku terjual agar tidak terjadi penumpukan, tetapi yang paling utama tujuan diskon untuk menarik minat konsumen untuk membeli produk (Dewi and Kusuma 2019: P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Bahwa Oriflame masuk Top 10 dalam daftar Global 100 perusahaan penjualan langsung teratas di dunia tahun 2020 yaitu menduduki tempat ke9 dengan pencapaian pendapatan lebih dari $100 juta untuk tahun 2019 (Direct Selling News, 2. Oriflame telah menjadi pemimpin pasar perusahaan Tidak hanya itu perusahaan kecantikan ini mempersembahkan berbagai produk seperti perawatan kulit, tata rias, parfum, perawatan tubuh dan ambut,serta kesehatan terkait kecantikan itu sendiri, global dengan sistem penjualan langsung . irect sellin. yang memiliki sekitar 3 juta konsultan dan kantor penjualannya tersebar di lebih dari 60 Keberhasilan yang dicapai perusahaan Oriflame memang tidak lepas dari peran para tenaga penjual, yaitu distributor/konsultan aktif yang menjadi ujung tombak perusahaan dalam memasarkan dan mempromosikan produknya (Kamawo, 2. Berdasarkan studi Top Issue On Social Media yang dirilis Ivosight melalui penelusuran Ripple 10 Digital Listening Tools. Oriflame menjadi kosmetik yang paling banyak diperbincangkan di media sosial pada sepanjang Agustus dan September 2020. Dengan total 259 percakapan, lebih unggul dari Maybelline dan Nivea yang mendapatkan masing-masing 16. 769 dan 11. percakapan media sosial. Perbincangan Oriflame pada periode ini karena adanya UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 produk Tender Care yang banyak disebut-sebut oleh warganet. Tender Care merupakan produk dari Oriflame yaitu balm yang diciptakan khusus untuk kulit kering. Percakapan Oriflame pada periode ini didominasi oleh kiriman katalog online yang diposting para member Oriflame, peran aktif para member Oriflame di media sosial membuat percakapan Oriflame selalu tinggi pada setiap bulannya (Wulandari, 2. Pada tahun 2022 Oriflame berhasil meraih penghargaan LPPOM MUI Halal Award 2022 sebagai Favorite Halal Brand untuk subcategory Cosmetic mengalahkan beberapa brand antara lain Wardah. Pixy. Jafra, dan Mustika Ratu (LPPOM MUI, 2. Hal ini menunjukkan bahwa Oriflame hingga kini masih diminati dan dipercaya oleh masyarakat luas dan mampu bersaing dengan merek lain. Dengan didasarkan pada latar belakang di atas. Peneliti memiliki guna untuk melakukan penelitian yang berjudul AuPengaruh Citra Merek & Harga Terhadap Keputusan Pembelian Produk Parfum Oriflame di Kota PalembangAy. Rumusan Masalah Bagaimana pengaruh citra merek dan harga secara simultan terhadap keputusan pembelian parfum di Kota Palembang? P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 LANDASAN TEORI Keputusan Pembelian Pengambilan keputusan konsumen adalah proses integratif yang menggabungkan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif dan memutuskan salah satunya. Lebih lanjut, pengambilan keputusan merupakan suatu bentuk pemikirannyata yang muncul dari rencana pembeli untuk membeli produk atau jasa yang tersedia pada waktu tertentu (Sunarti. Pangestuti, & Wijaya, 2. Belanja merupakan suatu cara, tindakan atau perilaku untuk memuaskan kebutuhan (Khairani, 2. Salah satu dariperilaku konsumen adalah melakukan pembelian dengan menggunakan teknologi internet (Saputri, 2. dalam (Rahman. Ariani, & Hermina, 2. Hal ini menunjukkan bahwa tahapan-tahapan yang berbeda dalam proses pengambilan keputusan meliputi: Dalam hal identifikasi masalah, yaitu. fase memperkenalkan produk yang diinginkan. Setelah konsumen atau pembeli telah memilih produk yang tepat, dia mengambil keputusan pembelian dengan mendengarkan pendapat orang lain. Langkah terakhir adalah memahami dan mengevaluasi kembali manfaat dan penerapan produk yang dibeli untuk periode berikutnya. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 Indikator Keputusan Pembelian Selain itu, menurut Stie . dalam Kotler dan Armstrong . terdapat beberapa indikator dalam keputusan pembelian. Adapun indikator dari keputusan pembelian secara lebih rinci diantarinya: - Pengenalan Masalah. Tahap pertama dalam proses pengambilan keputusan konsumen ini adalah pengenalan masalah yang dapat terjadi pada waktu konsumen melihat suatu masalah yang menimbulkan suatu kebutuhan dan termotivasi untuk menyelesaikan masalah untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut. - Pencarian Informasi. Tahapan kedua dari proses pengambilan keputusan oleh konsumen adalah pencarian informasi, dimana pad saat konsumen melihat adanya suatu masalah atau kebutuhan yang hanya dapat dipuaskan dengan cara melakukan pembelian - Evaluasi Alternatif . Pada tahap ketiga dari proses pengambilan keputusan oleh konsumen adalah dengan melakukan evaluasi terhadap alternatif yang menjadi pilihannya. - Keputusan Pembelian. Pada tahap keempat dari proses pengambilan keputusan oleh konsumen adalah keputusan untuk Sebagai hasil dari selama kegiatan evaluasi altenative. P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 konsumen akan mengarah kepada rasa niat atau keinginan untuk melakukan pembelian dengan kecenderungan membeli merek Evaluasi Perilaku Pasca Pembelian. Pada tahap kelima merupakan tahan proses pengambilan keputusan konsumen adalah evaluasi pasca pembelian. Pada tahap ini konsumen tidak berakhir pada saat produk sudah dibei melainkan perusahaan harus dapat memantau tingkat keputusan pasca pembelian dan pemakain produk pasca pembelian. Citra Merek Citra merek merupakan keseluruhan ingatan positif dan negatif yang ada di benak konsumen terhadap suatu merek. Pencitraan merek yang positif menawarkan manfaat bagi produsen dalam bentuk pemahaman konsumen yang lebih baik, yaitu lebih meningkatkan kesadaran konsumen. Konsumen memilih untuk membeli produk dengan branding yang baik (Gifani, 2. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa gambar adalah suatu bentuk yang ditonjolkan atau diperkenalkan secara nyata berdasarkan pengetahuan atau pengalaman. Sedangkan merek dagang adalah suatu lambang atau lambang yang diperkenalkan untuk mengenali suatu produk yang diperjualbelikan agar sebagian besar masyarakat menjadi sadar dan UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 tertarik terhadap produk tersebut. Jadi branding adalah suatu bentuk persepsi atau penerimaan terhadap suatu produk atau merek barang tertentu yang dihadirkan kepada sebagian besar orang secara positif atau negatif sehingga citra merek mempunyai pengaruh yang besar terhadap merek yang cocok untuk orang tersebut. Hal ini akan mendorong sebagian penjual atau pengusaha untuk menjaga kualitas merek yang dijualnya agar konsumen puas terhadap produknya. Harga Harga merupakan komponen yang berpengaruh langsung terhadap laba perusahaan. Tingkat harga yang ditetapkan memperngaruhi kuantitas barang yang dijual. Selain itu secara tidak langsung harga juga mempengaruhi biaya, karena kuantitas yang terjual berpengaruh pada biaya yang ditimbulkan dalam kaitannya dengan efisiensi produksi. Oleh karena itu penetapan harga memegang peranan penting dalam setiap perusahaan (Setiawati, 2. Indikator Citra Merek - Mudah dikenali. Selain dengan logo, sebuah merek dikenal melalui pesan dan cara dimana produk dikemas dan disajikan kepada para konsumen yang disebut trade - Reputasi yang baik. Bagi perusahaan citra berarti persepsi masyarakat terhadap jati diri Persepsi ini didasarkan pada apa yang masyarakat ketahui atau kira tentang perusahaan yang bersangkutan. - Selalu diingat. Artinya elemen merek yang dipilih hendaknya yang mudah diingat dan disebut/ Simbol, logo, nama yang digunakan hendaknya menarik, unik sehingga menarik perhatian masyarakat untuk diingat dan Indikator Harga Menurut Setyo 2. Indikator Harga yaitu sebagai berikut: C Keterjangkauan Harga. Harga yang terjangkau merupakan konsumen yang bisa menjangkau harga yang telah ditetapkan oleh C KesesuaianHarga. Konsumen akan melihat harga yang ditawarkan dengan kualitas yang ditawarkan dengan produk yang ada sehingga konsmen akan lebih menginkan produk dengan harga murah dan kualitaasnya baik. C Daya saing harga. Konsumen ersebut akan melihat harga yang ditawarkan dan akan membandingkannya dengan produk yang dapat bersaing dipasaran. C Potongan harga. Potongan harga ini akan diberikan kepada penjual untuk konsumen disaat event UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Kerangka Teori Dalam konteks penelitian ini, maka aspek yang diukur dari penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut:: Citra Merk (X. Harga (X. Kerangka Pemikiran ini menyatakakan bahwa dalam sebuah rancangan penelitian, adanya sebuah kerangka Sebagaimana diketahui bahwa kerangka penelitian merupakan sebuah alur penelitian atau model yang digunakan dalam penelitian yang dirancang sebelum proses penelitian berlangsung. Kerangka penelitian tersebut didasarkan atas setiap variabel yang akan dilakukan sebuah penelitian, sehingga variabel dependen terdiri dari citra merek dan harga, akan tetapi variabel independen terdiri dari keputusan pembelian. Analisis dilakukan untuk mengetahui pengaruh citra merek dan harga terhadap keputusan pembelian konsumen terhadap produk yang diperjualbelikan berupa parfum oriflame yang ada di Kota Palembang. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kuantitatif, dimana pada penelitian ini dilakukan pendekatan pada konsumen Oriflame dengan cara penyebaran kuisioner. Keputusaan Pembelian (Y) Metode ini digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh promosi melalui media sosial dan citra merek oleh Oriflame terhadap keputusan Menurut Sugiyono . metode kuantitatif ini menggunakan data yang telah dikumpulkan yang selanjutnya digunakan sebagai alat penguji hipotesis yang telah ditetapkan oleh peneliti. Dalam penelitian ini sampel yang dipakai untuk penelitian ini sama dengan keseluruhan jumlah populasi yakni sebanyak 100 orang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Nonprobability Sampling yaitu sampel jenuh atau sering disebut dengan Total Sampling. Menurut Sugiyono . Sampling Jenuh adalah teknik pemilihan sampel apabila semua anggota populasi dijadikan sampel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Teknik Sampling Jenuh, dimana semua populasi dalam penelitian ini dijadikan sampel. Adapun metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 adalah analisis regresi linier berganda. Teknik analisis data ini digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara variabel Citra Merek (X. dan Harga (X. terhadap variabel Keputusan Pembelian (Y) produk Oriflame di Kota Palembang. Selanjutnya tujuan analisis ini adalah mengetahui kebenaran dari hipotesis yang telah dirumuskan oleh peneliti dalam penelitiannya. P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 kebenarannya dari permasalahan yang diteliti (Sudjana, 2002:. Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah: E H1 Citra Merek di duga berpengaruh terhadap keputusan pembelian parfum oriflame di Kota Palembang E H2 Harga di duga berpengaruh terhadap keputusan pembelian parfum oriflame di Kota Palembang E H3 Citra Merek. Harga dapat di duga bahwa berpengaruh terhadap keputusan pembelian parfum oriflame diKota Palembang. Hipotesis Hipotesis berperan sebagai jawaban sementara yang perlu dibuktikan HASIL DAN PEMBAHASAN UJI VALIDITAS Item-Total Statistics Corrected Item- Cronbach's Scale Mean if Scale Variance Total Alpha if Item Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted X01 71,8600 39,879 ,337 ,859 X02 71,7900 38,834 ,488 ,851 X03 71,8700 38,720 ,562 ,848 X04 71,7900 38,673 ,701 ,844 X05 71,7900 39,743 ,517 ,851 X06 71,7700 40,179 ,476 ,852 X07 72,2100 39,097 ,471 ,852 X08 72,1400 38,324 ,646 ,845 X09 72,1700 39,132 ,631 ,847 X10 72,1000 39,182 ,658 ,846 X11 72,1200 40,046 ,508 ,851 X12 72,0800 40,014 ,496 ,852 X13 72,7800 38,295 ,387 ,859 X14 72,7700 37,472 ,526 ,850 UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 X15 72,6700 39,456 ,348 ,859 X16 72,3400 39,863 ,467 ,852 X17 72,1900 41,246 ,296 ,859 X18 72,3600 40,213 ,267 ,863 Sumber : Hasil Pengolahan Data 2023 Berdasarkan hasil pengolahan data variabel dependen keputusan pembelian dan variabel independen citra merek dan harga menunjukan bahwa seluruh Corrected Item-Total Correlation memiliki nilai lebih besar dari rtabel 0,1966, artinya seluruh pernyataan tersebut bersifat valid, maka pernyataan tersebut dapat dijadikan alat ukur yang valid dalam analisis berikutnya. UJI RELIABILITAS No. Variabel Citra Merek (X. Item Variabel Nilai() 0,598227 Kehandalan Reabel Harga (X. 0,697671 Reabel Keputusan Pembelian (Y) 0,998907 Reabel Sumber : Hasil Pengolahan Data 2023 Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa seluruh nilai cronbach alpha lebih besar dari 0. maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa seluruh instrumen reliabel. Hal ini dapat dilihat bahwa pada variabel dependen yaitu keputusan pembelian nilai alpha 0,998. Selanjutnya pada variabel independen yaitu citra merek sebesar 0,598, dan harga sebesar 0,697. UJI NORMALITAS DATA One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean ,0000000 Std. Deviation ,67962389 Absolute ,331 Positive ,302 Negative -,331 UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Test Statistic ,331 Asymp. Sig. -taile. ,600c Sumber : Hasil Pengolahan Data 2023 Berdasarkan hasil uji normalitas data tersebut dapat diketahui bahwa nilai signifikan 0,600 > 0,05 sehingga nilai residual tersebut dapat berdistribusi normal. UJI MULTIKOLINEARITAS Runs Test Unstandardized Residual Test Valuea ,30753 Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs -3,216 Asymp. Sig. -taile. Berdasarkan hasil data dapat menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh nilai VIF (Variance Infletion Facto. pada variabel citra merek . dan variabel harga . < 10 maka tidak terjadi multikolinearitas dan sebaliknya nilai tolerance yaitu pada ,001 variabel citra merek . dan variabel harga . > dari 0,10 maka juga tidak terjadi multikolinearitas,sehingga data yang diperoleh ini dapat digunakan untuk UJI HETEROSKEDASTISITAS Variabel Independen Toleransi VIF Keterangan Citra merek 0,816 1,226 Non Multikolinieritas Harga 0,816 1,226 Non Multikolinieritas Sumber : Pengolahan Data 2023 Berdasrkan hasil pengolahan data, maka pada uji heteroskedastisitas menunjukkan bahwa nilai signifikansi variabel citra merek 0,816 > 0,05, sehingga terjadi heteroskedastisitas dan pada variabel harga terdapat nilai UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 signifikansi 0,004<0,05, maka variabel harga juga tidak terjadi heteroskedastisitas. UJI AUTOKORELASI Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model 1 (Constan. Citra Merk Harga -4,005 ,018 Std. Error 1,879 ,076 ,234 ,079 Beta ,027 -2,131 ,233 ,344 2,946 Sig. ,036 ,816 ,004 Sumber : Hasil Pengolahan Data 2023 Berdasarkan hasil data tersebut menunjukkan bahwa hasil uji autokeralisi membuktikan bahwa nilai Asymp. -taile. < 0,05, maka terdapat gelaja UJI F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression 107,073 53,536 5,423 ,006b Residual 957,517 9,871 Total 1064,590 Berdasarkan hasil pengolahan data tersebut, hasil analisis uji F didapatkan bahwa Fhitung = 5,423 dan Ftabel =3,09, sehingga menunjukkan Fhitung > Ftabel atau 5,423 > 3. Hal ini membuktikan bahwa variabel citra merek dan harga berpengaruh secara simultan terhadap keputusan konsumen produk oriflame. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi citra merk maka semakin tinggi ting keputusan konsu580 Citra merek . rand imag. merupakan representasi dari keselurahan presepsi terhadap merek dan dibentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merek itu. Citra terhadap merek berhubungan dengan sikap yang berupa keyakinan dan preferensi terhadap suatu merek. Konsumen akan merasa puas apabila membeli dan menggunakan produk yang memiliki kualitas baik. Seluruh kegiatan yang dilakukan perusahaan pada akhirnya UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 akan bermuara pada nilai yang akan diberikan oleh konsumen mengenai kepuasan yang dirasakan. Dalam era globalisasi ini, perusahaan akan selalu menyadari akan pentingnya faktor Oleh karena itu mengukur tingkat citra merk para konsumen sangatlah penting. Fenomena yang terjadi di daerah penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa seluruh responden berpendapat bahwa mereka merasa puas dengan produk jika citra merk yang mereka inginkan sesuai dengan harapan mereka. Temuan ini sesuai dengan hasil penelitian (Rufliansah et 2. yang menyatakan secara signifikan citra merk dan harga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian. Hal ini mendukung teori yang dikemukakan oleh Fandy Tjiptono . mengatakan bahwa AuCitra merek produk dan harga memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan pelanggan untuk menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan perusahaan, dalam jangka panjang, ikatan seperti ini memungkinkan perusahaan untuk memahami dengan seksama harapan pelanggan serta membutuhkan merekaAy. Citra Merk dan harga sangat berhubungan dengan kepuasan konsumen jika barang dan jasa dibeli cocok dengan apa yang diharapkan oleh konsumen, maka akan terdapat kepuasan konumen dan seba- P-ISSN 2808-4667 E-ISSN 2986-6626 Hubungan antara kualitas produk dan harga terhadap kepuasan konsumen terlihat pada penentu kebijakan yang dilakukan pihak produk oriflame dalam menghasilkan produk yang sesuai dengan keinginan dan penentu tingkat harga yang sesuai dengan harga dan tingkat kemampuan konsumen untuk membayar. PENUTUP Besarnya harga mempengaruhi keputusan pembelian konsumen parfum di Keta Palembang sebesar 2,849. Hal ini menunjukkan bahwa harga juga berpengaruh positif terhadap keputusan pmebelian konsumen. Artiinya semakin tinggi harga parfum, maka semakin rendahnya keputusan pembelian konsumen. Sebaliknya semakin rendah harga parfum, maka semakin tinggi keputusan pembelian konsumen. Adapun saran dalam penilitian ini ialah Untuk meningkatkan kepuasaan konsumen kaitannya dengan harga adalah perusahaan perlu mempertahankan haraga yang sudah cukup terjangkau oleh konsumen, jika perusahaan ingin menaikan atau menurunkan harga terlebih dulu melakukan survei pasar dan survei kepesaing agar mampu menetapkan harga yang bersaing dan tetap terjangkau oleh konsumen, karna oriflamme dikenal mempunyai harga yang cukup terjangkau. UNIVERSITAS KATOLIK MUSI CHARITAS K&K_JURNAL MANAJEMEN. VOL. NO. FEBRUARI 2024 DAFTAR PUSTAKA