JURNAL MASTER PENJAS & OLAHRAGA Volume 2 iC Nomor 1 iC April 2021 Dampak Pandemic Covid-19 Terhadap Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan Sekolah Dasar Kepulauan Bangka Belitung 1Muhammad Eka Mardyansyah SimbolonA, 2Arif Rakhman, 3 Nurhalimah 123Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung 1simbolon@unmuhbabel. id, 2arifkobum5@gmail. 3nurhalimahterap270201@gmail. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak covid-19 terhadap pembelajaran penjas di satuan sekolah dasar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survei menggunakan Angket terdiri dari 15 butir pertanyaan yang bertujuan mengungkapkan ada atau tidaknya dampak covid 19 terhadap pembelajaran penjas di sekolah dasar. Responden penelitian ini sebanyak 500 Orang, yang terdiri dari guru sebanyak 26 orang, peserta didik sebanyak 423 orang, dan orang tua sebanyak 51 orang. Berdasarkan hasil temuan penelitian ini, bahwa di kepulauan Bangka Belitung 60,2% dari 500 sample mengatakan pembelajaran yang di lakukan selama masa pandemic covid 19 ini dengan cara daring, 13,6% mengatakan luring dan 26,2 % mengatakan gabungan dari luring dan Pembelajaran daring ini dirasa sudah baik. Mereka juga sudah memiliki media . yag mendukung kegiatan pembelajaran, materi pembelajaran juga disesuaikan dengan kondisi pandemic. Kata Kunci: covid-19, pembelajaran. Bangka Belitung ABSTRAC The purpose of this study was to determine the impact of Covid-19 on Physical Education learning in elementary school units in the Province of Bangka Belitung Islands. The method used in this research is descriptive quantitative with a survey method using a questionnaire. The questionnaire consists of 15 questions that aim to reveal whether or not there is an impact of Covid 19 on Physical Education learning in elementary schools. Respondents of this study were 500 people, consisting of 26 teachers, 423 students, and 51 parents. Based on the findings of this study, that in the Bangka Belitung islands 60. of the 500 samples said the learning that was carried out during the Covid 19 pandemic was online, 6% said it was offline and 26. 2% said it was a combination of offline and online. This online learning is good. They also have media . that support learning activities, learning materials are also adapted to pandemic conditions Keyword: covid-19, learning. Bangka Belitung Alamat Korespondensi: Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung A Email: simblon@unmuhbabel. A 2021 STKIP Pasundan ISSN 2721-5660 (Ceta. ISSN 2722-1202 (Onlin. Muhammad Eka Mardyansyah Simbolon. Arif Rakhman. Nurhalimah PENDAHULUAN Pendidikan dalam bahasa yunani berasal dari kata padegogik yaitu ilmu menuntun anak. Orang romawi melihat pendidikan sebagai educare, yaitu mengeluarkan dan menuntun, tindakan merealisasikan poyensi anak yang dibawa waktu dilahirkan di dunia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pendidikan berasal dari kata didik . , yaitu memelihara dan memberi latihan . jaran, pimpina. mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan mempunyai pengertian : proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik (Nurkholis, 2. Dalam kehidupan kata pendidikan merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat umum dengan konteks pemahaman yang bervariasi, dari yang abstrak sampai dengan yang kongkrit praktis. Pendidikan berasal dari kata AudidikAy, lalu kata ini mendapat awalan AumeAy sehingga menjadi AumendidikAy artinya, memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntunan, dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran (Setiyawan. Kresnapati, & Setiawan, 2. Pendidikan merupakan salah satu motor untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, baik melalui pendidikan formal, informal maupun non-formal. Dalam meningkatkan sistem pendidikan, ada empat hal yang mesti dipenuhi sebelumnya yaitu sistem pendidikan yang komprehensif, guru yang berkarakter, peran pemerintah, dan kesadaran masyarakat. Mengacu pada pasal 3 UU No. 20 Tahun 2003, bahwa AuPendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat (Puspitorini. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap, dan kepercayaan pada peserta didik (Suardi, 2. Siedentop seorang pakar pendidikan jasmani di amerika serikat, mengatakan bahwa dewasa ini pendidikan jasmani dapat diterima secara luas sebagai model Aupendidikan melalui aktivitas jasmaniAy, yang berkembang sebagai akibat dari merebaknya telaahan pendidikan gerak pada akhir abad ke-20 ini dan menekankan pada kebugaran jasmani, penguasaan keterampilan, pengetahuan dan perkembangan social. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa : Aupendidikan jasmani adalah pendidikan dari,tentang dan melalui aktivitas jasmani (Abduljabar, 2. Pendidikan jasmani merupakan sekumpulan aktivitas psikomotorik yang dilaksanakan atas dasar pengetahuan . , dan pada saat pelaksanaanya akan terjadi perubahan perilaku pribadi yang terkait dengan sikap/afektif . eperti kedisiplinan, kejujuran, percaya diri, sportivita. serta perilaku sosial . eperti kerjasama, dan peduli sesam. (Arifianto & Raibowo, 2. Pembelajaran sejatinya dilakukan melalui interaksi guru dengan siswa dalam suasana lingkungan belajar. Esensi pembelajaran ini merupakan pendampingan yang dilakukan pendidik untuk mentransmisikan ilmu kepada peserta didik. Oleh karena itu, secara sederhana pembelajaran dapat dimaknai sebagai suatu proses pencerahan yang dilakukan guru untuk membantu siswa mendapatkan pembelajaran dan mampu memahami bahan pembelajaran yang diberikan (Mansyur, 2. Model pembelajaran dapat ditentukan oleh guru atau dosen dengan memperhatikan tujuan dan materi pembelajaran yang akan diajarkan merujuk pada situasi dan kondisi yang terjadi di sekolah. Model pembelajaran yang terbaik adalah yang paling sesuai dengan karakteristik peserta didik, tujuan, materi ajar, alat/media, waktu yang tersedia, situasi dan kondisi (Jayul & Irwanto, 2. Hal itu semua pada hakekatnya agar siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal, karena keberhasilan hasil belajar ditentukan oleh dua faktor, yaitu internal maupun eksternal. Faktor internal meliputi kondisi fisiologis, psikologis dan juga intelegensinya, sedangkan faktor eksternal adalah seperti keluarga, masyarakat dan sekolah (Sobarna. Hambali, & Koswara, 2. Awal tahun 2020 merupakan periode yang sangat berat bukan hanya bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia tapi juga bagi negara-negara lain di seluruh dunia. Sejak diumumkan Muhammad Eka Mardyansyah Simbolon. Arif Rakhman. Nurhalimah oleh pemerintah Cina mengenai kasus Covid-19 pertama yang lebih terkenal dengan nama virus Corona akhir tahun 2019. Dampak virus ini semakin meluas tidak hanya di Cina namun sudah menjangkau lebih dari 180 negara tersebar di semua benua (Wati, 2. Dunia seperti tergoncang dengan adanya virus yang mewabah, yang merambah seluruh aspek kehidupan (Engko & Usmany, 2. Total jumlah pelajar yang berpotensi berisiko dari pendidikan prasekolah dasar hingga menengah atas adalah 577. Sedangkan jumlah pelajar yang berpotensi berisiko dari pendidikan tinggi sebanyak 86. 287 orang. Saat ini di Indonesia, beberapa kampus dan sekolah mulai menerapkan kebijakan kegiatan belajar mengajar dari jarak jauh atau kuliah online. Semua orang lantas mengambil jarak demi memutus rantai penularan COVID-19(Kahar, 2. Virus corona juga memberikan dampak serius di sektor pendidikan, baik di Indonesia maupun secara global. pemerintah mengumumkan Ujian Nasional (UN) di tahun ini resmi ditiadakan. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)(Yolanda. Purwanto. Pramono. Asbari, & Santoso, 2. Menurut Isman pembelajaran daring merupakan pemanfaatan jaringan internet dalam proses pembelajaran. Dengan pembelajaran daring siswa memiliki keleluasaan waktu belajar, dapat belajar kapanpun dan dimanapun. Siswa dapat berinteraksi dengan guru menggunakan beberapa aplikasi seperti classroom, video converence, telepon atau live chat, zoom maupun melalui whatsapp group (Aji & Dewi, 2. Meski diistilahkan penutupan, tetapi tidak berartri bahwa aktivitas di institusi pendidikan juga dihentikan. Penutupan perguruan tinggi maupun sekolah hanya dilakukan secara fisik, dalam artian bahwa gedung sekolah dan kampus ditutup tetapi kegiatan pembelajaran dan kegiatan yang bersifat administratif lainnya tetap dikerjakan secara jarak Guru dan dosen tetap melaksanakan pembelajaran secara daring, sementara siswa atau mahasiswa dapat belajar secara online dari rumah masing-masing (Firman, 2. COVID-19 telah mengubah gaya hidup orang di seluruh dunia, orang-orang disarankan untuk menjaga jarak dan membatasi perjalanan sesering mungkin. dan langkah-langkah keamanan ini juga berlaku untuk dunia pendidikan (Handayani, 2. Salah satu dampak social distancing juga terjadi pada sistem pembelajaran di sekolah. Berdasarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran virus. Mendikbud menghimbau agar semua lembaga pendidikan tidak melakukan proses belajar mengajar secara langsung atau tatap muka, melainkan harus dilakukan secara tidak langsung atau jarak jauh (Cahyani. Listiana, & Larasati, 2. Korban akibat wabah covid-19, tidak hanya pendidikan di tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Stanawiyah, dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, tetapi juga perguruan tinggi. Seluruh jenjang pendidikan dari sekolah dasar/ibtidaiyah sampai perguruan tinggi . baik yang berada dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI maupun yang berada dibawah Kementerian Agama RI semuanya memperoleh dampak negatif karena pelajar, siswa dan mahasiswa AudipaksaAy belajar dari rumah karena pembelajaran tatap muka ditiadakan untuk mencegah penularan covid-19(Purwanto et al. , 2. Corona virus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. ada setidaknya dua jenis corona virus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti middle east respiratory syndrome (MERS) dan severe acute respiratory syndrome (SARS). Coronavirus disease 2019 (COVID-. adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID 19 ini dinamakan sars coV-2. Virus corona adalah zoonosis . itularkan antara hewan dan manusi. (Rochman. Indahwati, & . , 2. Masa pandemic covid-19 membawa hambatan yang kompleks pada penyelenggara pendidikan dan pembelajaran di sekolah. Hambatan yang sangat berat di alami oleh sekolah yang berada jauh dari perkotaan dengan akses jaringan internet dan sarana prasarana pendukung yang sangat terbatas. Hambatan yang di hadapi pada saat ini adalah . kurangnya memadainnya sarana dan prasarana pendukung. kurangnya kecakapan penguasaan teknologi oleh guru. terbatasnya jaringan internet (Arifianto & Raibowo, 2. Dunia pendidikan Indonesia saat ini sedang mengalami tantangan luar biasa selain perkembangan teknologi, yaitu adanya pandemi Covid-19. Akibat pandemi ini, seluruh kegiatan kependidikan Muhammad Eka Mardyansyah Simbolon. Arif Rakhman. Nurhalimah di Indonesia di hentikan sementara waktu atau lebih tepatnya belajar dari rumah. Tentu hal ini berdampak bagi pendidik dan peserta didik (Hermawan, 2. Kebijakan pendidikan nasional untuk me-lockdown kegiatan tenaga pendidik dan peserta didik di sekolah-sekolah guna usaha penanggulangan penyebaran virus covid-19. Walaupun sistem belajar mengajar diubah dengan belajar jarak jauh atau belajar online. Namun hal itu mempunyai dampak positif dan negatif pada sistem kinerja pendidikan (Almunawaroh. Dahlan. Sosial, & Islam, 2. Selanjutnya yang menjadi dampak negatif dari penyebaran covid 19 atau biasa disebut dengan virus corona ini ialah sebagai berikut: sistim pendidikan menjadi terganggu, merosotnya perekonomian yang terjadi secara global diseluruh Indonesia dan hubungan sosial dibatasi antara satu dengan yang lainnya(Emiyati, 2. Dunia pendidikan tidak akan pernah terlepas proses pembelajaran. Pembelajaran dengan kata dasar belajar sebenarnya merupakan proses yang mencakup dua hal yaitu belajar itu sendiri dan mengajar. Kegiatan belajar biasanya di fokuskan pada kegiatan guru dalam pembelajaran. Meski dewasa ini, kegiatan belajar dan mengajar dapat dilakukan oleh semua pelaku pendidikan tidak hanya guru dan siswa. Pelaksanaan pemebalajaran sebagai situasi dimana setiap pelajar atau guru harus bisa membuat strategi pengajaran dan menyediakan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan belajar secara aktif dan professional. Pendapat uno mengungkapkan bahwa pembelajaran memiliki hakekat sebagai strategi perencanaan dan perancangan sebagai upaya membelajarkan siswa. Hal tersebut di artikan pembelajaran sebagai sebuah metode untuk membuat siswa belajar (Rochman et al. , 2. Kementerian Pendidikan memberikan sejumlah acuan untuk pelaksanaan belajar dari rumah selama masa pandemi ini. Tidak ada batasan spesifik materi belajar apa saja yang harus dilakukan oleh siswa di rumah. Hal ini karena akses atau fasilitas belajar yang dimiliki masing-masing siswa di rumah tidaklah sama(Wijaya. Lukman. Yadewani. Manajemen, & Padang, 2. METODE Penelitian deskriptif kuantitatif adalah Metode penelitian merupakan prosedur atau cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu, penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggunakan observasi, wawancara atau angket mengenai keadaan sekarang ini, mengenai subjek yang sedang kita teliti. Melalui angket dan sebagainya kita mengumpulkan data untuk menguji hipotensis atau menjawab suatu pertanyaan. Melalui penelitian deskriptif ini peneliti akan memaparkan yang sebenarnya terjadi mengenai keadaan sekarang ini yang sedang diteliti (Resseffendi, 2. Tabel. 1 Sebaran Responden Laki Perempuan Bangka Bangka Tengah Bangka Barat Bangka Selatan Pangkal Pinang Guru Orang tua Siswa Keseluruhan Penelitian ini dilakukan kepada seluruh siswa/siswi,orang tua dan guru pjok di sekolah dasar di kepulauan Bangka Belitung. Teknik pengambilan data atau sample adalah menggunakan penilaian data angket. Dapat dilihat pada table 1. 1 sebaran responden yang terdiri dari 10 guru laki laki 16 guru perempuan, 26 orang tua laki laki 25 orang tua perempuan, 337 siswa laki laki dan 86 siswi perempuan. Kabupaten Bangka total keseluruhan 149 orang, yang terdiri dari 8 guru, 2 orang tua, 139 siswa. Kabupaten Bangka tengah total keseluruhan ada 8 orang, yang terdiri dari 0 guru, 0 orang tua dan 8 siswa. Kabupaten Bangka barat total keseluruhan 153 orang, yang terdiri dari 13 guru, 45 orang tua, 95 siswa. Kabupaten Bangka selatan total keseluruhan 52 orang, yang terdiri dari 0 guru, 0 orang tua, dan 52 siswa. Sedangkan pangkal pinang total Muhammad Eka Mardyansyah Simbolon. Arif Rakhman. Nurhalimah keseluruhan ada 138 orang, yang terdiri dari 5 orang guru, 4 orang tua, dan 129 siswa. Prosedur Penelitian Agar proses penelitian pada metode penelitian deskriptif kuantitatif lebih terarah,sehingga di buat desain penelitian, untuk dessain penelitian yang diterapkan dalam penelitian yaitu menggunakan penilaian data angket. Dimana setiap siswa/siswi,orang tua, guru pjok mengisi setiap butir soal yang berada di dalam angket tersebut. Desain penelitiannya dapat dilihat sebagai berikut : C Menyebarkan angket kepada siswa/siswi C Menyebarkan angket kepada orang tua murid C Menyebarkan angket kepada guru pjok Untuk prosedur ini dilakukan sebanyak satu kali dan wajib mengisi semua butir soal yang berada dalam angket. Instrumen Penelitian Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket yang terdiri dari 15 butir pertanyaan yang bertujuan mengungkapkan apakah ada dampak dari pandemic covid 19 teradap pembelajaran penjas di sekolah dasar. Angket yang digunakan berupa angket tertutup, berikut 15 butir pertanyaan tersebut. Selama masa pandemi covid-19, kegiatan belajar mengajar secara : Apakah ada kesulitan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selama masa Apakah ada bantuan khusus dari sekolah selama pembelajaran dimasa pandemi ? Apakah ada media seperti gadget yang mendukung kegiatan pembelajaran dimasa Apakah materi pembelajaran disesuaikan dengan kondisi pandemi ? Apakah terdapat kesulitan dalam pengumpulan tugas yang diberikan saat masa Apakah terdapat kesesuaian dalam pemberian nilai pada masa pandemi? Bagaimana kesiapan saat menghadapi pembelajaran di masa pandemi? Apakah media yang digunakan sudah efektif selama pembelajaran berlangsung? Apakah materi yang disampaikan bisa di pahami dengan mudah? Apakah proses pembelajaran dapat dilaksanakan sesuai tujuan? Apakah terdapat perubahan jadwal pembelajaran selama masa pandemi ? Apakah ekonomi berpengaruh pada pembelajaran saat pandemi? Apakah ada pemantauan terhadap pelaksanaan pembelajaran selama pandemi covid Bagaimana persepsi saudara terhadap kegiatan belajar-mengajar selama pandemi? Ini adalah butir-butir yang berada dalam angket dan setiap butir soalnya wajib di isi oleh siswa/siswi, orang tua dan guru pjok. Disitu juga sudah tertera bagaimana cara pengisiannya dan penilaian angket ini tidak mempengaruhi kinerja responden. Analisi Data teknik analisis data pada penelitian ini di lakukan dengan menggunakan Microsoft excel 2016, dengan tahap perhitungan sebagai berikut : . melakukan penjumlahan selutuh data yang sudah di isi oleh responden . melakukan perhitungan presentase HASIL PENELITIAN Deskripsi Data Penyebaran angket penelitian ini dilaksanakan dalam kurun waktu selama 1 bulan yaitu pada bulan desember 2020. Hasil penyebarannya mengumpulkan sebanyak 500 sample. Muhammad Eka Mardyansyah Simbolon. Arif Rakhman. Nurhalimah Respondennya yaitu terdiri dari peserta didik sekolah dasar, orang tua dan guru di kepulauan Bangka Belitung Table. 2 Data Setiap Butir Angket Data angket Butir 1 Daring Luring Gabungan Butir 2 Butir 3 Butir 4 Butir 5 Butir 6 Tidak Butir 7 Butir 8 Sangat baik Baik Kurang baik Butir 9 Tidak Butir 10 Tidak Butir 11 Tidak Butir 12 Tidak Butir 13 Tidak Butir 14 Tidak Butir 15 Sangat baik Baik Kurang baik Keseuruhan Guru 25 96,15 3,85 0,00 26,92 19 73,08 17 65,38 34,62 19 73,08 26,92 21 80,77 19,23 10 38,46 16 61,54 22 84,62 15,38 15,38 21 80,77 3,85 19 73,08 26,92 23 88,46 11,54 21 80,77 19,23 19 73,08 26,92 17 65,38 34,62 20 76,92 23,08 15,38 21 80,77 3,85 Siswa 58,63 11,11 30,26 68,56 31,44 46,57 53,43 68,32 31,68 76,12 23,88 64,30 35,70 76,83 23,17 14,42 45,63 39,95 69,74 30,26 58,87 41,13 62,88 37,12 79,43 20,57 84,87 15,13 71,39 28,61 13,48 50,35 36,17 54,90 39,22 5,88 70,59 29,41 33,33 66,67 21,57 78,43 84,31 15,69 50,98 49,02 80,39 19,61 11,76 41,18 47,06 33,33 66,67 74,51 25,49 68,63 31,37 56,86 43,14 72,55 27,45 74,51 25,49 33,33 43,14 23,53 Berdasarkan hasil penelitian yang kami lakukan dampak covid 19 terhadap pembelajaran PJOK sekolah dasar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yaitu pembelajaran yang awalnya dilakukan secara tatap muka, saat pandemic covid 19 sebanyak 60,2% sekolah dasar di Bangka Belitung melakukan pembelajaran secara daring/online, sebanyak 13,6% melakukan Muhammad Eka Mardyansyah Simbolon. Arif Rakhman. Nurhalimah pembelajaran secara luring, dan 26,2% melakukan pembelajaran secara gabungan. Selama pembelajaran dimasa pandemic covid 19 sebanyak 66,6% mengalami kesulitan saat kegiatan belajar mengajar dan 33,4% tidak mengalami kesulitan saat melaksanakn kegiatan belajar mengajar di kepulauan Bangka Belitung. Selama pandemic covid 19 46,2% siswa mendapatkan bantuan dari sekolahan masing masing dan 53,8% tidak mendapat bantuan, sebanyak 63,8% sudah memiliki media . yang mendukung kegiatan pembelajaran dan sebanyak 36,2% belum memiliki media yang mendukung kegiatan pembelajaran, sebanyak 77,2% mengungkapkan materi pembelajaran juga di sesuaikan dengan kondisi pandemic dan sebanyak 22,8% tidak menyesuaikan materi selama pandemic mereka tetap menggunakan materi yang lama dan sudah ada. Terdapat sebanyak 61,6% mengaku ada kesulitan saat mengumpulkan tugas pada masa pandemic covid 19 dan 38,4% tidak merasakan adanya kesulitan saat mengumpul tugas, untuk kesesuaian dalam pemberian nilai sebanyak 77,6% mengatakan ada kesesuaian dalam pemberian nilai dan sebanyak 22,4% mengatakan tidak ada kesesuaian dalam pemberian Sebanyak 14,2% mengungkapkan sangat baik dalam kesiapan menghadapi pembelajaran di masa pandemic covid 19, sebanyak 47% mengatakan baik dalam kesiapan menghadapi pembelajaran dan 38,8 mengatakan kurang baik dalam menghadapi pembelajaran di masa Sebanyak 66,2% mengatakan media yang digunakan sudah sangat baik, sebanyak 33,8 mengatakan media yang digunakan tidak efektif dalam pembelajaran pada masa pandemic. Selama pembelajaran pada masa pandemic, sebanyak 61,6% mengatakan materi yang disampaikan bisa dipahami dengan mudah dan 38,2% mengatakan materi yang dipahami tidak mudah/sulit. Sebanyak 64,4% mengatakan iya pembelajaran sudah sesuai tujuan dan 35,6% mengatakan pelajaran yang disampaikan tidak sesuai tujuan. Untuk jadwal pelajaran 76,8% mengatakan AuiyaAy ada perubahan jadawal saat pandemic dan 23,2% mengatakan tidak ada perubahan jadwal pembelajaran pada masa pandemic ini. Sebanyak 82,6% mengungkapkan ekonomi berpengaruh pada pembelajaran selama pandemic covid 19 ini dan 17,4% mengatakan ekonomi tidak berpengaruh terhadap pembelajaran pada masa pandemic. Sebanyak 72% mengatakan ada pemantauan terhadap pelaksanaan pembelajaran selama masa pandemic ini dan 28% lainnya mengatakan tidak ada pemantauan terhadap pembelajaran selama masa pandemic. Sebanyak 15,6% mengatakan kegiatan belajar mengajar selama masa pandemic sudah sangat baik, sebanyak 51,2% mengatakan sudah baik terhadap kegiatan belajar mengajar selama masa pandemic ini dan 33,2% mengatakan kurang baik terhadap kegiatan belajar mengajar selama masa pandemic covid PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan pada awal bulan desember sampai akhir desember 2020, dengan jumlah keseluruhan responden sebanyak 500 responden yang terdiri dari peserta didik, guru olahraga dan orang tua, penelitian ini dilakukan di lima kabupaten kepulauan Bangka Belitung yang terdiri dari pangkal pinang, kabupaten Bangka barat, kabupaten Bangka tengah, kabupaten Bangka sekatan dan kabupaten Bangka. Berdasarkan penelitian pada table 1. 2 menunjukan bahwa di kepulauan Bangka Belitung 60,2% dari 500 sample mengatakan pembelajaran yang dilakukan selama masa pandemic covid 19 ini dengan cara daring, 13,6% mengatakan luring dan 26,2 % mengatakan gabungan dari luring dan daring. Inovasi yang dilakukan SMP Negeri 2 Kerambitan Bali adalah dengan pendekatan dan strategi pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan siswa agar siap menghadapi era revolusi industri 4. Salah satu nya adalah menyiapkan sarana teknologi informasi dan komunikasi yang disiapkan Sekolah untuk menciptakan atmosfir akademik yang positif yaitu: tersedianya informasi SMP Negeri 2 Kerambitan melalui website, media social selain itu proses belajar daring . dapat menggunakan teknologi digital seperti geogle classroom, zoom, geogle meet, whatshapp dan lainnya (Wati, 2. Berdasarkan hasil survei yang menyatakan bahwa siswa merasa nyaman menggunakan pembelajaran daring yaitu 65,78 %, sedangkan sisanya yang merasa kesulitan sekitar 34,22 %, hal ini sudah dapat diduga dikarena siswa sekarang sudah banyak yang melek teknologi (Bash, 2. Muhammad Eka Mardyansyah Simbolon. Arif Rakhman. Nurhalimah Penggunaan smartphone dan laptop dalam pembelajaran daring dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Banyak kelebihan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan pembelajaran daring diantaranya adalah tidak terikat ruang dan waktu. Penelitian telah banyak dilakukan yang meneliti tentang penggunaan gawai seperti smartphone dan laptop dalam pembelajaran. Kemampuan smartphone dan laptop dalam mengakses internet membantu mahasiswa untuk mengikuti pembelajaran daring. Penggunaan pembelajaran daring menggunakan zoom cloud meeting memiliki kelebihan dapat berinteraksi langsung antara mahasiswa dan dosen serta bahan ajar tetapi memiliki kelemahan boros kuata dan kurang efektif apabila lebih dari 20 peserta didik. Walaupun penggunaan gawai dapat mendukung pembelajaran daring, tetapi ada dampak negatif yang perlu mendapat perhatian dan diantisipasi yaitu penggunaan gawai yang berlebihan. Mereka mengakui bahwa selain untuk pembelajaran, mahasiswa juga menggunakan gawai untuk media sosial dan menonton youtube. Media sosial telah memasuki ranah kehidupan golongnan dewasa awal. Mahasiswa mengakses media sosial dalam rangka ekspresi diri, membangun jejaring pertemanan dan opini. Sangat disayangkan, banyak orang kecanduang gawai akibat menggunakannya secara berlebihan. Perlu dikhawatirkan masuknya informasi yang menyesatkan dan tidak perhatian selama belajar akibat bermain media sosial. Selain itu, peserta didik yang kecanduan gawai memiliki masalah akademik dan sosial. Peserta didik yang memiliki kecanduan gadget memiliki masalah emosional dan perilaku (Sadikin & Hamidah, 2. Menurut Agus, dkk dalam penelitiannya yang berjudul AuStudi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah DasarAy dampak COVID-19 terhadap proses pembelajaran online di sekolah dasar berdampak terhadap siswa, orang tua dan guru itu sendiri. Beberapa dampak yang dirasakan murid yaitu murid belum ada budaya belajar jarak jauh karena selama ini sistem belajar dilaksanakan adalah melalui tatap muka, murid terbiasa berada di sekolah untuk berinteraksi dengan temantemannya, bermain dan bercanda gurau dengan teman-temannya serta bertatap muka dengan para gurunya, dengan adanya metode pembelajaran jarah jauh membuat para murid perlu waktu untuk beradaptasi dan mereka menghadapi perubahan baru yang secara tidak langsung akan mempengaruhi daya serap belajar mereka (Aji & Dewi, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil temuan penelitian ini selama masa pandemic covid 19 pembelajaran PJOK di kepulauan Bangka Belitung dilaksanakan secara daring/online. Pembelajaran daring ini dirasa sudah baik. Mereka juga sudah memiliki media . yag mendukung kegiatan pembelajaran, materi pembelajaran juga disesuaikan dengan kondisi pandemic. Guru, siswa, maupun orangtua memiliki kesiapan yang baik saat menghadapi pembelajaran dimasa pandemic, mereka menganggap media yang digunakan sudah efektif selama pembelajaran berlangsung dan pembelajaran selama pandemic sudah dilaksanakan sesuai tujuan, sehingga adanya pemantauan terhadap pelaksanaan pembelajaran selama pandemic covid 19. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa dampak selama pandemic covid 19 in merubah pelaksanaan pembelajaran PJOK sekolah dasar di provinsi kepulauan Bangka Belitung menjadi pembelajaran daring. DAFTAR PUSTAKA