JURNAL HERITAGE Webesite: https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE Terakreditasi Nomor: 10/C/C3/DT. 00/2025 Volume 13. N0,1. Halaman 51 Ae 61 https://doi. org/10. 35891/heritage. Peran Public Relations dalam Transaparansi dan Jangkauan Layanan Imigrasi Tangerang Nanda Fitrah Juliana. Lathifa Prima Ghanistyana. Andini. Rahmawati, dan Siti Alya Bibih Program Studi Ilmu Komunikasi. Universitas Muhammadiyah Tangerang Jl. Perintis Kemerdekaan I No. 33,Babakan. Cikokol. Kec. Tangerang. Kota Tangerang. Banten 15118 *Corresponding Author Email: nandajuliana91@gmail. Article History. Submitted: 07 Mei2025 Accepted: 23 Juni 2025 Published: 27 Juni 2025 Kata-kata Kunci: Cyber Public Relations. Imigrasi. Jangkauan Layanan. Media Digital. Transparansi ABSTRAK Transformasi digital menuntut instansi pemerintah, termasuk Kantor Imigrasi, untuk meningkatkan transparansi dan jangkauan layanan publik secara Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Cyber Public Relations (CPR) dalam mendukung keterbukaan informasi dan perluasan akses layanan di Kantor Imigrasi Tangerang. Sebagai landasan teoritis, digunakan model CPR dari Philips and Young . yang terdiri dari transparansi, porositas internet, internet sebagai agen, jangkauan layanan, dan kekayaan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi konten digital milik instansi. Hasil penelitian menunjukan penerapan strategi CPR, seperti pemanfaatan Instagram, situs resmi, aplikasi MPaspor, chatbot WhattsApp, mampu meningkatkan interaksi dua arah antara institusi dan publik. The Role of Public Relations in Transparency and the Scope of Tangerang Immigration Services ABSTRACT Keywords: Cyber Public Relations. Immgration. Service Reach. Digital Media. Transparency This is an open access article under the CCAeBY-SA Digital transformation requires government agencies, including the Immigration Office, to improve transparency and the reach of public services in an adaptive manner. This study aims to analyze the role of Cyber Public Relations (CPR) in supporting information transparency and expanding service access at the Tangerang Immigration Office. As a theoretical foundation, the CPR model from Philips and Young . is used, which consists of transparency, internet porosity, the internet as an agent, service reach, and information richness. This study employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques through in-depth interviews and observation of the agency's digital content. The results of the study show that the implementation of CPR strategies, such as the use of Instagram, the official website, the M-Passport app, and the WhatsApp chatbot, can enhance twoway interaction between the institution and the ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . untuk mengomunikasikan kebijakan publik serta PENDAHULUAN Pertumbuhan eksplosif teknologi informasi menerima umpan balik dari masyarakat. Sebagai media interaksi antara pemerintah dan masyarakat, substansial dalam perkembangan Cyber Public konsep Cyber Public Relations pun berkembang Relations (CPR) di era digital (Khofifa et al. (Syafina Nur Inayah, 2. Pada umumnya, cyber public relations Cyber Public Relations (CPR) merujuk pada adalah perubahan dalam hubungan masyarakat penerapan strategi dan teknik Public Relations yang memanfaatkan alat komunikasi online untuk melibatkan individu dari berbagai latar belakang penggunan Platform digital, laman internet, dengan lebih baik tanpa memperhatikan batas konten blog, dan forum diskusi dunia maya dan geografis (Sakinah, 2. berbagai alat komunikasi digital lainnya untuk Setiap instansi pemerintah di era digital Ini reputasi serta hubungan antara publik dan instansi. reputasi lembaga. Agar tetap relevan di tengah Cyber Public Relations (CPR) memungkinkan masyarakat, instansi pemerintah perlu mengikuti organisasi guna merespon isu-isu secara cepat dan menjaga reputasi ditengah tantangan disinformasi peningkatan interaksi publik dengan instansi atau serangan cyber (Yananingtyas & Irwansyah. Hasilnya, membantu meningkatkan reputasi setiap instansi Dengan demikian. CPR menjadi elemen Di era digitalisasi, media sosial dan internet akan menawarkan berbagai informasi merupakan salah satu faktor utama dalam instansi tersebut. Menurut Ardianto . , tugas Pemanfaatan membangun hubungan yang lebih efektif dengan publiknya (Kusuma & Umami, 2. Citra Komunikasi menjadi aspek penting dalam masyarakat umum dan menjalankan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Setiap kebijakan yang telah ditetapkan. Untuk menciptakan kesan yang baik, humas di instansi pemerintah juga disampaikan kepada publik untuk mendapatkan harus mampu memberikan informasi terkini dukungan serta partisipasi masyarakat dalam kepada publik tentang kejadian-kejadian terkini Saat ini, kebutuhan akan layanan (Rahmawati & Utari, 2. meningkat, karena lembaga pemerintahan dituntut Pemerintah informasi sesuai dengan ketentuan dalam UU No. ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . 14 Tahun 2008 mengenai keterbukaan informasi pembuatan paspor, izin tinggal, serta izin masuk. Imigrasi akuntabel, sukses, dan efisien. Setiap warga kelancaran, keamanan, dan transparansi dalam negara memiliki hak asasi atas transparansi Oleh karena itu, transparansi dan publik, yang mencakup akses terhadap informasi jangkauan layanan Imigrasi menjadi aspek yang sangat penting dalam mendukung interaksi sosial, pengawasan, serta evaluasi kinerja pemerintah (Syahrin M. Alvi, 2. Permatasari, 2. (Sartika Transparansi publik memiliki dampak besar Imigrasi Tangerang, sebagai bagian dari dalam mencapai pemerintahan yang efektif. lembaga imigrasi nasional, memiliki kewajiban Sebagai contoh, pemerintah dapat melibatkan untuk memastikan kebijakan dan prosedurnya masyarakat dalam pengawasan penyelenggaraan berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku serta pemerintahan dengan mengomunikasikan standar mudah diakses oleh masyarakat. Dalam konteks dan prosedur layanan secara jelas. Transparansi ini. Model Komunikasi Philips and Young . pelayanan publik memastikan bahwa proses diterapkan untuk meningkatkan transparansi dan administrasi dapat diakses dengan mudah dan jangkauan layanan melalui media digital. Model dipahami oleh masyarakat luas (Maya Septiani, ini menekankan pentingnya teknologi digital dalam memperbaiki komunikasi antara Imigrasi Dalam mengukur transparansi pelayanan publik, terdapat tiga indikator utama. Pertama, transparansi, porositas internet, internet sebagai Kedua, keterbukaan dalam aturan dan (Yananingtyas & Irwansyah, 2. Selain transparansi, bidang porositas internet Ketiga, aksesibilitas informasi tentang berbagai aspek pelayanan publik. Transparansi tidak hanya tradisional, seperti geografis dan institusional, bertujuan untuk memberikan informasi kepada sehingga memungkinkan komunikasi yang lebih khalayak yang lebih luas dan meningkatkan cepat dan bebas. Dalam hal ini. Imigrasi pengetahuan dan keterlibatan penyelenggaraan Tangerang dapat memanfaatkan teknologi digital negara, khususnya dalam sektor pelayanan publik. guna mengatasi hambatan fisik yang sering kali Imigrasi adalah salah satu instansi pemerintah membatasi akses masyarakat terhadap layanan yang memiliki rencana strategis dalam mengatur mobilitas warga negara maupun warga asing. Sebagai institusi yang mengelola administrasi Internet juga berfungsi sebagai agen yang ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . penerimaan permohonan, serta pemberian respons layanan imigrasi (Fauzan & Putri, 2. Namun, secara cepat dan terkoordinasi dengan baik. belum ada studi yang secara spesifik menganalisis Dengan penerapan lima aspek Imigrasi CPR dalam konteks Tangerang dapat memperbarui informasi secara instansi pemerintah, khususnya pada sektor real-time, memfasilitasi aplikasi daring, serta Imigrasi Tangerang. menyediakan layanan pengaduan dan bantuan secara online. Penelitian ini mengisi kekosongan tersebut dengan menggunakan model komunikasi Philips Selanjutnya, bidang jangkauan berfokus pada and Young . sebagai kerangka analisis, serta seberapa luas pesan atau informasi dapat tersebar, mengkaji secara rinci implementasi CPR dalam mencakup berbagai kelompok audiens yang meningkatkan komunikasi dua arah dan kualitas pelayanan publik di sektor Imigrasi. Transparansi Dalam hal ini. Imigrasi Tangerang dan partisipasi publik masih menjadi tantangan berupaya memperluas akses layanan imigrasi bagi utama dalam pelayanan publik. Studi ini penting masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang karena memberikan gambaran aplikatif mengenai berada di luar Tangerang atau di daerah terpencil. strategi komunikasi yang dapat meningkatkan Terakhir, konteks digitalisasi pelayanan publik. membantu menyebarkan pengetahuan, tetapi juga Dengan mengedukasi dan memberikan pemahaman yang diberikan, topik utama studi ini menyoroti fungsi lebih mendalam kepada publik. Dalam kasus CPR Imigrasi Tangerang, hal ini mencakup penyediaan panduan prosedural serta penjelasan mendalam Penelitian ini menganalisis bagaimana Imigrasi mengenai regulasi imigrasi, hak dan kewajiban Tangerang menerapkan lima bidang utama dari warga negara maupun warga asing, serta prosedur teori Philips & Young . , yaitu transparansi administratif yang harus diikuti. dalam penyampaian informasi kepada publik. Beberapa Imigrasi Tangerang. porositas internet dalam mempermudah akses menunjukkan bahwa CPR mampu meningkatkan informasi, serta bagaimana internet sebagai agen digunakan untuk mempercepat interaksi antara pengawasan serta perbaikan layanan. Misalnya, lembaga dan masyarakat. Selain itu, penelitian ini penelitian Muhammad Fauzan dan Citra Lestari Putri . menemukan bahwa sistem pengaduan Tangerang online yang terintegrasi dengan media sosial kekayaan informasi yang disampaikan untuk efektif dalam meningkatkan partisipasi publik dan memastikan kualitas komunikasi yang lebih mengatasi ketidakpuasan masyarakat terhadap mendalam dan informatif. Penelitian ini dirancang Imigrasi ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . untuk mendapatkan wawasan yang lebih jelas mengeksplorasi aspek kontekstual dan simbolik tentang bagaimana kelima bidang ini bisa yang belum tergali dalam studi-studi sebelumnya. Public Untuk memperoleh data yang mendalam Relations guna memperkuat hubungan antara dan sistematis, penelitian ini diperoleh melalui Imigrasi wawancara mendalam sebagai sumber data utama. Wawancara Tangerang Cyber transparan dan efisien (Saputra et al. , 2. mendapatkan jawaban atau informasi dari dua METODE PENELITIAN . (Jasmine. Dengan demikian, agar wawancara berlangsung Untuk memahami fenomena manusia atau tertib dan memperoleh informasi atau data yang akurat (Jasmine, 2. deskriptif kualitatif. mengharuskan pengumpulan Melalui wawancara, dilakukan dengan sudut pandang yang mendalam dari sumber- narasumber utama, yaitu dengan pihak Seksi sumber informan dan melakukan penelitian dalam Humas terkait di Kantor Imigrasi Tangerang untuk latar yang alami, dan menghasilkan gambaran mendapatkan pandangan mengenai penerapan menyeluruh dan rumit yang dapat diekspresikan CPR dengan kata-kata. (Jasmine, 2. Menurut jangkauan layanan, serta pengamatan langsung Denzin & Lincoln . , penelitian kualitatif terhadap praktik CPR yang dilakukan oleh dilakukan dalam situasi yang alamiah dengan instansi tersebut. Penelitian ini menggunakan menggunakan berbagai pendekatan terkini untuk observasi sebagai tambahan dari wawancara (Bahiyah & Gumiandari, 2. disampaikan melalui media sosial dan platform Berbeda dengan penelitian sebelumnya digital lainnya (Syahrizal & Jailani, 2. yang lebih banyak menggunakan pendekatan Observasi bertujuan untuk memahami bagaimana kuantitatif atau terbatas pada pengukuran tingkat Imigrasi menggunakan platform online . eperti partisipasi publik, studi ini menggabungkan media sosial, situs web resmi, dan aplikasi lainny. untuk menyampaikan informasi kepada wawancara mendalam, observasi konten digital, publik, serta bagaimana publik meresponsnya dan analisis wacana untuk menggali secara (Lilyn Indriyawati, 2. holistik proses komunikasi yang dilakukan oleh Untuk mengoptimalkan analisis, penelitian Imigrasi Tangerang dalam strategi CPR-nya. ini menggunakan teknik analisis wacana kritis Pendekatan model Teun A. Van Dijk, karena pendekatan ini menekankan pada struktur teks, konteks sosial. ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . dan relasi kekuasaan dalam komunikasi publik. berdasarkan lima aspek dalam teori Philips and Van Dijk membagi analisis wacana dalam tiga Young struktur utama, yaitu struktur teks . ext structur. , bagaimana strategi CPR diterapkan secara nyata struktur kognisi sosial . ocial cognitio. , dan oleh Imigrasi Tangerang. struktur konteks sosial . ocial contex. (Harisanty Model Komunikasi Philips and Young et al. , 2. Model ini dipilih karena mampu . menjadi kerangka utama dalam analisis ini. Tangerang Pada bidang Transparansi, penelitian akan melihat menyampaikan pesan publik melalui media digital bagaimana Imigrasi membagikan informasi terkait serta bagaimana makna dan kekuasaan dibentuk pengumuman penting kepada publik melalui teks. Imigrasi komunikasi online (Lestari & Mualifah, 2. gambar, dan video. Pada bidang Porositas Keterkaitan antara wawancara mendalam. Internet, penelitian akan mengacu pada bagaimana analisis wacana, dan, teori Philips and Young akun ini menggunakan berbagai fitur digital untuk . sangat erat hubungannya dalam penelitian berinteraksi dengan publik, sehingga batas antara Sumber utama yang memperkuat penelitian ini komunikasi formal dan informal menjadi lebih adalah wawancara mendalam dalam memahami bagaimana kelima bidang teori Philips and Young penelitian mencerminkan peran media sosial Imigrasi Pada Internet Agen. Tangerang. Dengan menggunakan analisis wacana masyarakat terhadap layanan imigrasi. Pada kritis Teun A. Van Dijk, dilakukan melalui tiga tahapan utama. Pertama, analisis struktur teks, mengevaluasi upaya akun Imigrasi Tangerang yaitu melihat bagaimana informasi disusun dalam dalam memperluas keterlibatan audiens. Ini konten digital seperti kata, kalimat, judul, dan meliputi strategi peningkatan engagement dan gambar pada media sosial atau website Imigrasi respons audiens terhadap konten yang dibagikan. Tangerang. Terakhir. Kedua. Jangkauan (Reac. Kekayaan Informasi mengevaluasi pada kedalaman dan kualitas konten memahami bagaimana pihak Imigrasi membentuk yang disajikan, seperti edukasi keimigrasian, cara pandang atau persepsi publik melalui konten- prosedur layanan, dan klarifikasi kebijakan. konten tersebut. Ketiga, analisis konteks sosial. Diharapkan temuan studi ini akan memberi yaitu menelaah bagaimana komunikasi digital ikhtisar menyeluruh tentang bagaimana Cyber tersebut berkaitan dengan kekuasaan, tujuan Public Relations di Imigrasi Tangerang berperan lembaga, serta hubungan antara pemerintah dan Semua data yang diperoleh dari transparansi, dan mengelola hubungan dengan publik melalui media sosial. Penelitian ini juga ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . akan mengungkap bagaimana instansi pemerintah menciptakan komunikasi yang lebih transparan, meningkatkan keterlibatan dengan masyarakat, memperbaiki komunikasi publik dan membangun serta memperkuat reputasi institusi dalam ranah kepercayaan dengan masyarakat. Penelitian ini berfokus pada peran cyber HASIL DAN PEMBAHASAN public relations dalam transparansi dan jangkauan Imigrasi Tangerang layanan imigrasi Tangerang. Lokasi penelitian Imigrasi Tangerang adalah salah satu lembaga berada di kawasan Jalan Taman Makam Pahlawan pemerintahan yang bertugas melaksanakan fungsi Taruna. No. Sukasari. Kec. Tangerang. Kota Tangerang. Banten. Kantor Imigrasi Kelas I Imigrasi Tangerang saat ini dipimpin Tangerang. Tujuan dari riset ini adalah untuk oleh Kepala Kantor Hasanin. Seksi memperdalam pemahaman mengenai bagaimana Humas Imigrasi Tangerang berperan penting peran CPR berkontribusi dalam meningkatkan transparansi dan jangkauan layanan keimigrasian Tangerang terhadap peraturan keimigrasian. Dengan edukasi di era digital. dan penyuluhan, masyarakat dapat mematuhi Teori Philips and Young . peraturan imigrasi sebagai baik individu dari luar Penelitian mengenai peran Cyber Public negeri maupun dari Indonesia (Ryanindityo et al. Relations (CPR) dalam pelayanan publik, seperti pada kasus Imigrasi Tangerang, menggabungkan Imigrasi Tangerang menggunakan strategi dua pendekatan teoritik utama: model CPR dari komunikasi digital dalam upaya meningkatkan Phillips dan Young serta Analisis Wacana Kritis kepercayaan publik. Pengelolaan akun media (AWK) dari Teun A. van Dijk. Teori Phillips dan sosial dilakukan dengan memperhatikan lima Young memberikan kerangka normatif yang bidang utama dalam teori Philips & Young . , yaitu Transparansi dalam penyampaian komunikasi digital, yaitu transparansi, porositas informasi layanan keimigrasian. Porositas Internet internet, internet sebagai agen, jangkauan layanan, yang memungkinkan komunikasi lebih terbuka dan kekayaan informasi. antara instansi dan masyarakat. Internet sebagai menjadi indikator utama dalam menilai efektivitas Agen dalam membentuk opini publik yang positif, strategi komunikasi digital instansi pemerintah. Jangkauan Sementara (Reac. Kelima aspek ini Dijk pemanfaatan berbagai fitur digital, serta Kekayaan pendekatan tersebut dengan cara melihat lebih Informasi yang disajikan dalam berbagai format agar lebih mudah diakses dan dipahami. Melalui dikonstruksi melalui tiga struktur utama: struktur pendekatan ini. Imigrasi Tangerang berupaya ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . teks, kognisi sosial, dan konteks sosial (Maulida et seperti Instagram dan Twitter (Dekker et al. , 2. Berdasarkan hasil wawancara dengan Dalam praktiknya, transparansi dalam model narasumber internal, akun Instagram resmi kantor Phillips dan Young dikaitkan dengan struktur teks Van Dijk, yang menganalisis bagaimana informasi disusun melalui bahasa, visual, dan media digital perubahan jam operasional, prosedur permohonan agar mudah dipahami publik. Porositas internet paspor, dan himbauan publik. Selain itu, aplikasi mencerminkan keterbukaan komunikasi yang M-Paspor memudahkan pelacakan status layanan secara real-time, sehingga mengurangi praktik perantara. keterbukaan dan fleksibilitas lembaga. Internet Strategi komunikasi ini memperkuat persepsi sebagai agen dipandang sebagai kekuatan aktif publik akan keterbukaan dan kemudahan akses dalam membentuk makna dan opini publik, yang dianalisis melalui kognisi dan konteks sosial, (Danandewa et al. , 2. untuk melihat bagaimana lembaga mengontrol Porositas Internet narasi dan relasi kuasa dalam komunikasi digital. layanan keimigrasian Dalam konteks Porositas Internet. Imigrasi Aspek jangkauan dalam teori Phillips dan Young Tangerang bersinggungan dengan konteks sosial, di mana transparansi dan keamanan informasi dengan perluasan akses informasi seperti melalui program mempublikasikan data yang bersifat edukatif dan AuDesa BinaanAy diinterpretasikan sebagai bentuk sudah dirangkum dari undang-undang, tanpa distribusi ulang kekuasaan informasi kepada menyertakan informasi sensitif. Mereka juga kelompok yang terpinggirkan secara digital. menerapkan kebijakan ketat dalam pengelolaan Terakhir, kekayaan informasi dipahami melalui data internal, sejalan dengan UU No. 6 Tahun keseluruhan struktur Van Dijk untuk melihat 2011 & Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 bagaimana variasi konten mendukung pemahaman mengenai perlindungan informasi pribadi. yang lebih dalam, memperkuat kepercayaan Ini menunjukkan bahwa meskipun internet publik, dan membentuk konstruksi sosial yang digunakan secara luas, prinsip kehati-hatian tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat. diterapkan untuk menjaga privasi dan keamanan Transparansi Hal ini sejalan dengan temuan Yananingtyas Dalam era digital saat ini. Kantor Imigrasi dan Irwansyah . yang menekankan bahwa Tangerang memanfaatkan peran Cyber Public lembaga publik wajib menerapkan kebijakan Relations layanan publik melalui pemanfaatan situs web kebocoran informasi dalam pelayanan publik resmi, aplikasi M-Paspor, serta media sosial ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . berbasis teknologi (Yananingtyas & Irwansyah, dengan masyarakat melalui kolom komentar dan pesan langsung. Bagi masyarakat yang belum terbiasa dengan Internet sebagai Agen Sebagai agen dalam penyebaran informasi. Kantor teknologi digital atau tinggal di daerah terpencil. Imigrasi Tangerang Imigrasi AuDesa BinaanAy. Tangerang Program ini dilakukan di kecamatan-kecamatan memanfaatkan berbagai platform digital, termasuk seperti Kelapa Dua dan Teluk Naga untuk WhatsApp, komunikasi dua arah dengan masyarakat. pendekatan edukatif dan interaktif, seperti dalam bentuk infografis atau video pendek. Efektivitas keimigrasian dan mencegah potensi pelanggaran Informasi yang disebarkan dikemas dengan seperti TPPO. Kekayaan Informasi (Richness of Informatio. Dari Tangerang Imigrasi meningkatnya pemahaman masyarakat sebelum berbagai bentuk konten digital, seperti infografis, mereka datang ke kantor, karena mereka telah melalui proses registrasi daring terlebih dahulu. penjelasan prosedur dalam format tanya-jawab. Dalam menghadapi perbedaan interpretasi Berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber internal, penggunaan infografis terbukti mampu pendekatan edukatif melalui kanal digital, serta menurunkan jumlah pertanyaan berulang dari memberikan opsi konsultasi langsung di kantor. masyarakat hingga 30% dalam kurun waktu tiga Ketika opini publik di media sosial berkembang bulan terakhir. secara negatif, mereka segera menanggapi dengan Selain itu, konten berbasis video mendapat klarifikasi dalam bentuk konten yang informatif respons tinggi di platform Instagram, ditunjukkan dan solutif agar citra instansi tetap terjaga. Jangkauan (Reac. Hal Dalam aspek jangkauan, penggunaan media digital oleh Imigrasi Tangerang cukup luas. secara variatif dan visual berkontribusi positif Instagram menjadi platform paling efektif karena menjangkau usia produktif, yaitu 20Ae 40 tahun, kebijakan Imigrasi. yang merupakan mayoritas pemohon layanan Platform SIMPULAN menyampaikan informasi dalam bentuk visual dan Penelitian ini menunjukkan bahwa Cyber interaktif, tetapi juga membuka ruang dialog Public Relations (CPR) memiliki peran strategis ISSN: 2088-0626 . E-ISSN: 2442-7365 . dalam meningkatkan transparansi dan memperluas dan refleksi terhadap efektivitas strategi CPR yang jangkauan layanan di Kantor Imigrasi Tangerang. Perlu ada forum atau mekanisme Pemanfaatan media digital seperti Instagram, situs umpan balik dari masyarakat secara berkala, baik web resmi, dan chatbot WhatsApp memungkinkan secara daring maupun luring, hal ini untuk institusi menyampaikan informasi publik dengan mengidentifikasi kendala dan memperbaiki pola cepat, terbuka, dan mudah diakses. Temuan utama Penelitian selanjutnya disarankan mengungkap bahwa CPR tidak hanya berfungsi untuk melakukan eksplorasi lebih dalam terhadap sebagai media penyebaran informasi, tetapi juga respon masyarakat sebagai penerima pesan, sebagai sarana membangun komunikasi dua arah harapan mereka terhadap layanan keimigrasian pemerintah dan masyarakat. Dari berbasis digital. CPR DAFTAR PUSTAKA