Vol. No. 2 Juli 2025. Hal. Pengaruh Penggunaan Artificial Intelligence Terhadap Minat Membaca Siswa di SMAN 5 Berau Dewi Sartika 1. Rismawati Yusran 2* 1 Universitas Nggusuwaru. Indonesia 2 FKIP Universitas Terbuka. Indonesia *Corresponding Author e-mail: Rismawatiyusran10@gmail. Abstrak Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang mulai menjangkau ke sektor pendidikan merupakan sebuah fenomena yang perlu diperhatikan. Kehadiran AI dalam bentuk chatbot yang dirancang untuk menawarkan kemudahan dan memberi informasi secara responsif dalam bentuk yang ringkas dikhawatirkan dapat menurunkan minat membaca Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pengaruh penggunaan AI terhadap minat membaca siswa di SMAN 5 Berau. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan teknik skala Likert. Skala Likert merupakan teknik pengumpulan data yang pada penelitian ini diambil dari kuesioner yang berisi pertanyaan dan pernyataan sebanyak 15 dengan kolom jawaban antara AuyaAy dan AutidakAy, kemudian disebarkan kepada 39 responden secara daring untuk dimintai agreement . atau sikapnya atas pertanyaan dan pernyataan tersebut. Masing-masing jawaban akan dikelompokkan dan dianalisis agar hasil penelitian dapat diketahui. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa minat membaca siswa menjadi naik secara signifikan akibat adanya AI. Hal ini dikarenakan kehadiran AI yang memberi kemudahan akses dalam menggali informasi. Model informasi yang disajikan secara ringkas oleh AI serta dengan bahasa yang sederhana sangat sesuai dengan gaya belajar siswa zaman sekarang. Namun bagi beberapa siswa, adanya AI tidak berdampak signifikan terhadap minat membaca Implikasi penelitian ini adalah agar kemajuan teknologi dapat berintegrasi dengan lingkungan pendidikan secara baik. Kata Kunci: Artificial Intelligence (AI). Minat Membaca PENDAHULUAN Munculnya Artificial Intelligence (AI) sebagai buah dari perkembangan teknologi yang diciptakan untuk menawarkan kemudahan berdampak signifikan terhadap berbagai aspek dalam kehidupan manusia, termasuk aspek pendidikan. Salah satu tujuan diciptakannya AI adalah untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang bersifat repetitif dan mekanis (Rifkky, 2. Otomatisasi ini berperan melakukan berbagai pekerjaan seperti pengolahan data, pengenalan pola, pemrograman bahasa P-ISSN 2775-3. E-ISSN 2775-3026 secara otomatis, dan membebaskan manusia dari pekerjaan rutin tersebut. Kehebatan otomatisasi AI juga pernah disinggung oleh Santoso. AuAI hebat dalam otomatisasi. Selagi prosedur awal dilakukan dengan benar AI tidak akan menyimpang dari prosedur dan tidak akan melakukan kesalahan. Kinerja otomatisasi AI tidak dipengaruhi oleh faktor emosional seperti manusia yang dapat mempengaruhi tingkat akurasi dari hasil kinerjanyaAy(Santoso, 2. Data-data yang diolah dan diotomatisasikan sehingga membentuk sebuah algoritma menghasilkan . alah satuny. layanan chatbot yang dapat berinteraksi dengan pengguna secara responsif, cepat, dan akurat. (Rifkky, 2. Ada beberapa layanan chatbot yang bisa digunakan seperti ChatGPT. Perplexity. Gemini, dan Quillbot. Penggunaan layanan chatbot di bidang pendidikan barangkali menjadi solusi bagi siswa yang memiliki keterbatasan akses buku-buku untuk mencari sebuah Ketersediaan akses bahan bacaan . dapat mempengaruhi kegiatan membaca anak dan remaja (Bangsawan, 2. , (Faradila et al. Menurut muslimin, rendahnya minat baca siswa dikarenakan tidak tersedianya sumber bacaan (Muslimin, 2. Keterbatasan sumber bacaan di lingkungan keluarga biasanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Keluarga dengan ekonomi ke bawah biasanya tidak mempunyai dana khusus untuk membeli buku-buku berkualitas sebagai sarana belajar anak di rumah. Alih-alih uang untuk membeli buku, untuk makan saja susah. (Muslimin, 2. Karena itu, menurut Hanifah, peran sekolah sangat diperlukan untuk menyediakan akses buku yang lengkap sebagai sumber bacaan siswa. Selain itu, kegiatan wajib membaca selama 15 menit yang diterapkan untuk seluruh warga sekolah akan menciptakan sebuah lingkungan sekolah yang literatif (Hanifah, 2. , (Rahayu and Jamilah 2. Akses sumber bacaan memang menjadi sarana utama kegiatan membaca, namun ketersediaan waktu untuk membaca juga harus ada. Kehadiran AI atau chatbot setidaknya berpengaruh dalam memangkas satu dari sekian problem yang membatasi minat membaca siswa. Sejauh ini ada banyak penelitian yang membahas tentang pengaruh penggunaan AI dalam minat membaca. Dari lima artikel yang penulis kumpulkan, empat di antaranya memilih mahasiswa sebagai objek penelitian, sisanya adalah siswa SMK seperti yang diteliti oleh Mulyadi, dkk (Mulyadi, 2. menunjukkan bahwa AI berpengaruh positif dalam menunjang minat baca mahasiswa. Dengan adanya AI, mahasiswa dapat dengan mudah mencari informasi. Penelitian oleh Muchminiin juga menunjukkan dampak positif dari penggunaan AI bagi mahasiswa. Muchminiin juga menilai bahwa AI menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas belajar di Indonesia (Muchminiin et al. , 2. Dalam kasus lain yang ditulis oleh Aulia, penggunaan AI menurunkan minat membaca mahasiswa tetapi tidak signifikan, hanya menurun sekitar 3% (Dwi Aulia et al. , 2. Hal yang sama dengan yang terjadi di SMKN 1 Medan yang tidak mendapatkan penurunan minat baca secara signifikan (Al Mas, 2. Berbeda dengan penelitian oleh Nasution yang menunjukkan adanya dampak negatif P-ISSN 2775-3. E-ISSN 2775-3026 penggunaan AI bagi mahasiswa. Penggunaan AI, menurut Nasution, dapat mengakibatkan efek ketergantungan sehingga bisa menurunkan nalar kritis mahasiswa (Nasution et al. , 2. Penelitian terdahulu kurang berfokus di ranah siswa SMA-sederajat. Upaya meneliti pengaruh AI di ranah siswa SMA-sederajat tidak hanya mengukur sejauh mana AI dapat mempengaruhi minat bacanya, tetapi juga sekaligus mensosialisasikan kepada siswa bahwa adanya AI dapat mempermudah proses belajar Keterbatasan akses bacaan bukan lagi menjadi penghambat siswa dalam mencari informasi. Kemudahan mencari informasi melalui AI tentu harus disertai dengan bimbingan yang terarah dari guru. Karena meskipun akses bacaan sudah tersedia tetap percuma jika tidak ada kecakapan dalam membaca (Hanifah, 2. Penulis memilih SMAN 5 Berau sebagai objek penelitian karena akses yang mudah dijangkau dan untuk mengetahui apakah AI berdampak positif atau justru negatif terhadap minat membaca siswa. Penelitian ini juga bertujuan agar pembaca atau siswa dalam objek penelitian tidak membenturkan antara kemajuan teknologi dengan proses belajar/membaca siswa. Karena dengan adanya AI menjadi solusi bagi siswa atas keterbatasan bahan bacaan yang dikarenakan faktor ekonomi keluarga. METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar AI mempengaruhi minat membaca siswa. Penulis memilih siswa SMAN 5 Berau sebagai objek penelitian karena akses yang mudah dijangkau. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif secara sistematis menggunakan teknik skala Likert. Skala Likert merupakan teknik pengumpulan data yang dihasilkan dari beberapa pernyataan dan pertanyaan yang diajukan kepada responden untuk dimintai persetujuan . atau sikapnya atas pernyataan dan pertanyaan tersebut (Simamora, 2. Dengan menggunakan teknik tersebut akan memudahkan penulis dalam mengumpulkan data secara efisien dan sistematis. Berikutnya, penulis akan menyebarkan kuesioner berupa 15 pernyataan dan/atau pertanyaan penting seputar AI dan relevansinya dengan minat membaca dengan disertai dua bentuk jawaban: ya dan tidak. Dua bentuk jawaban ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan responden terhadap sebuah pertanyaan dan/atau pernyataan. Penyebaran kuesioner dilakukan secara acak dan tidak langsung . dan akan diberhentikan apabila telah memenuhi 10% dari 390 jumlah siswa SMAN 5 Berau secara keseluruhan sebagai sampel. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Responden kuesioner dalam penelitian ini berjumlah 39 orang atau 10% dari total keseluruhan siswa SMAN 5 Berau yang berjumlah 390 siswa. Kuesioner disebarkan secara acak dan tidak langsung . kemudian diberhentikan setelah memenuhi syarat untuk dijadikan sampel . %). Besar persentase pengambilan sampel P-ISSN 2775-3. E-ISSN 2775-3026 dalam berbagai penelitian relatif berbeda, ini mengacu kepada rujukan dari berbagai ahli yang menghasilkan pendapat yang bergam. Dalam hal ini, penulis mengacu kepada pendapat Hajar yang dikutip oleh Alwi bahwa penelitian di bidang pendidikan tidak selalu memerlukan persentase sampling. Biasanya hanya menggunakan sampling tersedia . vailability samplin. atau memanfaatkan subjek yang terjangkau, seperti sekelompok siswa dalam satu kelas (Idris, 2. Namun, penulis lebih memilih standar minimum persentase sampling yang dikemukakan oleh para ahli yakni 10%. Meskipun demikian, apabila persentase tersebut dikalikan dengan total keseluruhan siswa hasilnya berjumlah 39. Jumlah ini tentu sedikit lebih banyak dari jumlah siswa satu Masing-masing siswa diberi pertanyaan yang sama kemudian diarahkan untuk memilih antara AuyaAy atau AutidakAy terhadap setiap pertanyaan. Dalam kuesioner ini terdapat 15 buah pertanyaan yang terbagi menjadi lima parameter sebagai berikut. Tabel 1. Hasil Pernyataan. Skor, dan Parameter. Skor No. Pernyataan Tidak Saya Kecenderungan Memahami Materi. Penggunaan Penggunaan dan belajar sehari-hari. Parameter memudahkan saya untuk Saya menggunakan AI. Saya mencari informasi terkait Urgensi Mencari Informasi. pelajaran sekolah melalui AI. Saya AI untuk mencari informasi Saya didapatkan dari AI. P-ISSN 2775-3. E-ISSN 2775-3026 Adanya memudahkan saya Faktor Menjadikan Minat. lebih meningkat. Saya membaca menggunakan AI sebagai referensi digital daripada membaca di buku fisik. Perpustakaan sekolah perlu menyediakan mempunyai fitur AI demi Dari tabel di atas diketahui bahwa jawaban AuyaAy lebih mendominasi data Total jawaban antara AuyaAy dan AutidakAy pada tabel di atas merupakan akumulasi skor yang berasal dari 15 pertanyaan yang dijawab oleh 39 siswa. Apabila data di atas dikonversikan ke bentuk persentase, maka dapat dihitung dengan cara: ycEyceycycyceycuycycaycyce = . cycycoycoycaEa ycaycayciycnycaycu y ycycycoycoycaEa ycycuycycayc. y 100% Dalam kasus ini, jumlah bagian dari jawaban AuyaAy adalah 446 dan jumlah totalnya adalah 585. Maka persentase jawaban AuyaAy adalah 76,12% . ibulatkan menjadi 76,1%). Sedangkan sisanya, yakni 23,9%, adalah persentase dari jawaban AutidakAy. Skor Jawaban Seluruh Pertanyaan 23,9% 76,1% Tidak Gambar 1. Persentase Jawaban Responden antara AuyaAy dan AutidakAy dari Seluruh Pertanyaan P-ISSN 2775-3. E-ISSN 2775-3026 Dari data ini, secara garis besar dapat disimpulkan bahwa mayoritas siswa merasakan adanya pengaruh AI dalam dunia pendidikan. Keseluruhan data di atas dapat diperinci melalui beberapa parameter yang telah tersedia. Pada parameter A, diketahui bahwa masing-masing dari tiga pertanyaan mendapatkan jumlah jawaban sebagai berikut. Tabel 2. Jumlah Jawaban Parameter A Tidak 31 Total = 117 Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa terdapat tiga pertanyaan pada parameter A. Dari 39 siswa yang menjawab pertanyaan dengan jawaban AuyaAy sebanyak 86, yang berarti apabila dikonversikan ke bentuk persentase dari jumlah total 117 menjadi 73,5%. Maka sisanya sebanyak 26,5% adalah persentase dari jawaban AutidakAy. Kecenderungan Penggunaan dan Memahami Materi. 26,5% 73,5% Tidak Gambar 2. Jumlah Responden Parameter A Tiga pertanyaan pada parameter A mengacu kepada penggunaan AI di kalangan siswa serta bagaimana AI dapat membantu siswa dalam memahami materi dengan lebih mudah. Dari data yang diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 39 siswa terdapat sebanyak 73,5% atau 86 jumlah jawaban AuyaAy dan 26,5% atau 31 jumlah jawaban AutidakAy. Data ini juga menunjukkan bahwa para siswa telah mengenal AI dengan baik kemudian memanfaatkannya untuk kegiatan belajar sehari-hari. Mayoritas siswa merasa terbantu dengan adanya AI yang dapat memberi pemahaman yang lebih diterima oleh kalangan siswa. Beberapa dari siswa masih terbiasa dengan metode belajar klasik atau belum terbiasa menerapkan AI ke P-ISSN 2775-3. E-ISSN 2775-3026 fungsi pembelajaran. Pada parameter B, diketahui bahwa masing-masing dari tiga pertanyaan mendapatkan jumlah jawaban sebagai berikut. Tabel 3. Jumlah Jawaban Parameter B Tidak 38 Total = 117 Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa terdapat tiga pertanyaan pada parameter B. Dari 39 siswa yang menjawab pertanyaan dengan jawaban AuyaAy sebanyak 79, yang berarti apabila dikonversikan ke bentuk persentase dari jumlah total 117 menjadi 67,5%. Maka sisanya sebanyak 32,5% adalah persentase dari jawaban AutidakAy. Urgensi dalam Mencari Informasi. 32,5% 67,5% Tidak Gambar 3. Jumlah Responden Parameter B Tiga pertanyaan pada parameter B mengacu kepada urgensi AI yang dirasakan oleh para siswa dalam mencari informasi yang berkaitan dengan pelajaran sekolah maupun informasi di luar pelajaran. Dari data yang diperoleh melalui kuisioner yang disebarkan kepada 39 responden ditemukan sebanyak 67,5 % atau 79 jawaban AuyaAy dan 32,5% atau 38 jawaban AutidakAy. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa telah beralih ke teknologi AI dalam mencari informasi. Mereka mempercayai keakuratan data dan informasi yang diperoleh dari AI. Data ini juga menunjukkan bahwa mayoritas siswa telah menganggap AI sebagai literatur sekunder mereka yang berwujud digital. Sementara sebagian kecil siswa masih meragukan informasi yang didapat dari AI. Pada parameter C, diketahui bahwa masing-masing dari tiga pertanyaan mendapatkan jumlah jawaban sebagai berikut. P-ISSN 2775-3. E-ISSN 2775-3026 Tabel 4. Jumlah Jawaban Parameter C Tidak 21 Total = 117 Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa terdapat tiga pertanyaan pada parameter C. Dari 39 siswa yang menjawab pertanyaan dengan jawaban AuyaAy sebanyak 96, yang berarti apabila dikonversikan ke bentuk persentase dari jumlah total 117 menjadi 82%. Maka sisanya sebanyak 18% adalah persentase dari jawaban AutidakAy. Faktor yang Menjadikan Minat. Tidak Gambar 4. Jumlah Responden Parameter C Tiga pertanyaan pada parameter C mengacu kepada fitur kemudahan AI yang dirasakan oleh para siswa. Adanya AI seakan membangunkan pertanyaan-pertanyaan siswa yang selama ini terpendam karena akses buku yang kurang memadai, kurangnya figur seorang guru, atau faktor internal dari siswa sendiri . emalu, misalny. Dari data yang diperoleh melalui kuisioner yang disebarkan kepada 39 responden ditemukan sebanyak 82 % atau 96 jawaban AuyaAy dan 18% atau 21 jawaban AutidakAy. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa bukan seorang yang pemalas dalam membaca. Pasalnya, kehadiran AI mampu meningkatkan minat membaca siswa. Hal ini menunjukkan bahwa kemalasan siswa dalam membaca selama ini dipengaruhi oleh faktor akses buku bacaan yang kurang memadai. Model informasi yang sederhana dan ringkas dari AI menjadi relevan dengan gaya generasi muda zaman sekarang Sehingga beberapa di antara mereka menekankan agar perpustakaan di dalam sekolah juga menyediakan pelayanan yang memakai teknologi AI. Beberapa dari siswa P-ISSN 2775-3. E-ISSN 2775-3026 menganggap AI sebagai distraksi pengetahuan dan lebih suka membaca buku model Pada parameter D, diketahui bahwa masing-masing dari tiga pertanyaan mendapatkan jumlah jawaban sebagai berikut. Tabel 5. Jumlah Jawaban Parameter D Tidak 33 Total = 117 Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa terdapat tiga pertanyaan pada parameter D. Dari 39 siswa yang menjawab pertanyaan dengan jawaban AuyaAy sebanyak 84, yang berarti apabila dikonversikan ke bentuk persentase dari jumlah total 117 menjadi 72%. Maka sisanya sebanyak 28% adalah persentase dari jawaban AutidakAy. Partisipasi pada Aktivitas dan Arahan dari Guru. Tidak Gambar 5. Jumlah Responden Parameter D Tiga pertanyaan pada parameter D didasari oleh keaktifan siswa dengan adanya AI. Dari data yang diperoleh melalui kuisioner yang disebarkan kepada 39 responden ditemukan sebanyak 72% atau 84 jawaban AuyaAy dan 28% atau 33 jawaban AutidakAy. Data ini menunjukkan bahwa teknologi AI yang dihadirkan di ruang kelas oleh guru mampu meningkatkan antusias siswa, sehingga mereka dapat lebih aktif di kelas. Mayoritas dari siswa juga menyadari bahwa informasi yang ringkas dari AI merupakan sebuah kekurangan yang harus dilengkapi oleh seorang guru. Beberapa dari siswa kurang menyukai belajar menggunakan AI di kelas karena akan merubah suasana belajar yang kompetitif. Adanya AI bagi beberapa siswa juga dianggap bisa menurunkan nalar kritis siswa. P-ISSN 2775-3. E-ISSN 2775-3026 Pada parameter E, diketahui bahwa masing-masing dari tiga pertanyaan mendapatkan jumlah jawaban sebagai berikut. Tabel 6. Jumlah Jawaban Parameter E Tidak 16 Total = 117 Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa terdapat tiga pertanyaan pada parameter E. Dari 39 siswa yang menjawab pertanyaan dengan jawaban AuyaAy sebanyak 101, yang berarti apabila dikonversikan ke bentuk persentase dari jumlah total 117 menjadi 86%. Maka sisanya sebanyak 14% adalah persentase dari jawaban AutidakAy. Opini terkait Kemajuan Teknologi. Tidak Gambar 6. Jumlah Responden Parameter E Pada parameter terakhir ini, penulis menyajikan tiga pertanyaan yang sedikit terkesan interaktif untuk mengungkap opini siswa terkait hadirnya AI di dunia Dari data yang diperoleh melalui kuisioner yang disebarkan kepada 39 responden ditemukan sebanyak 86% atau 101 jawaban AuyaAy dan 14% atau 16 jawaban AutidakAy. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa menerima dengan baik sarana AI dalam dunia pendidikan. Bagi sebagian besar siswa, adanya AI merupakan kemudahan untuk mengakses ke berbagai literasi yang sesuai dengan minat masingmasing, sehingga dapat memicu naiknya minat membaca siswa. Sedangkan beberapa siswa percaya bahwa teknologi AI dapat menyebabkan kebiasaan yang buruk seperti ketergantungan kepada sesuatu yang instan dan praktis, sehingga membuat pelajar kurang terbiasa memahami sesuatu secara mendalam. P-ISSN 2775-3. E-ISSN 2775-3026 KESIMPULAN Penelitian yang dilakukan di SMAN 5 Berau yang bertujuan untuk mengungkap pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap minat membaca siswa menunjukkan bahwa kehadiran AI dapat meningkatkan minat membaca siswa secara Dari data yang diperoleh melalui kuisioner yang disebarkan kepada 39 responden pada parameter poin C ditemukan sebanyak 82 % atau 96 jawaban AuyaAy dan 18% atau 21 jawaban AutidakAy. Parameter C berisikan tentang tiga pertanyaan terkait seberapa pengaruh AI terhadap minat membaca siswa. Hasilnya ditemukan bahwa teknologi AI dapat memberi siswa kemudahan akses terkait informasi atau literasi yang diminati oleh mereka. Model informasi yang ringkas dan sederhana juga sesuai dengan kultur generasi siswa zaman ini. Hemat penulis, keberhasilan menyertakan teknologi AI dalam bidang pendidikan yang mampu meningkatkan minat membaca siswa harus diimbangi dengan peran guru yang kompeten, agar tidak justru menurunkan nalar kritis siswa. Beberapa sekolah juga harus mulai menyediakan fasilitas yang menyediakan fitur AI agar mempermudah akses siswa. DAFTAR PUSTAKA Al Mas. Digital Terhadap Minat Belajar Jurusan Perkantoran Di Smkn 1 Medan. 7, 7907Ae7913. Bangsawan. Minat Baca Siswa. Dinas Pendidikan. Pemuda. Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Banyuasin. Dwi Aulia. Quinn Firdaus. Naura. Aini Rakhmawati. Teknik Kimia. Sukolilo. , & Timur. Analisis Pengaruh Penggunaan AI ChatGPT Terhadap Minat Baca Mahasiswa Sistem Informasi ITS. JPBB: Jurnal Pendidikan, 3. https://doi. org/10. 55606/jpbb. Hanifah. Gebyar Literasi untuk Menumbuhkan Minat Baca Siswa. Pustaka