Vol. 6, No. 1, Juni 2025, pp 90-100 https://doi.org/10.36590/jagri.v6i1.1235 http://salnesia.id/index.php/jagri jagri@salnesia.id, e-ISSN: 2746-802X Penerbit: Sarana Ilmu Indonesia (salnesia) ARTIKEL PENGABDIAN Pencegahan Stunting melalui Pelatihan Ibu Balita dalam Pengolahan Ikan Patin Menjadi Dimsum di Desa Ranah Singkuang Stunting Prevention through Training of Mothers in Processing Catfish into Dim Sum in Ranah Singkuang Village Irma Susan Paramita1, Hesti Atasasih1*, Findy Hindratni2 1 2 Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Riau, Pekanbaru, Indonesia Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Riau, Pekanbaru, Indonesia Abstract Ranah Singkuang Village in Kampar Regency continues to face cases of stunting among toddlers, despite the local stunting prevalence rate being below the national target. One of the mitigation efforts involves utilizing local food sources, specifically catfish (Pangasius), as an accessible and affordable source of animal protein for the community. This Community Service Program aimed to improve the knowledge of mothers with toddlers through nutrition education and training in processing catfish into supplementary food in the form of dim sum. Evaluation through pre-test and post-test assessments indicated a significant improvement in mothers’ knowledge regarding stunting and nutrition. Additionally, training participants demonstrated adequate skills in preparing catfish-based dim sum. These findings suggest that educational activities and cooking demonstrations are effective in enhancing mothers’ knowledge and skills in utilizing catfish as supplementary food for toddlers. Keywords: dim sum, catfish, stunting Article history: PUBLISHED BY: Sarana Ilmu Indonesia (salnesia) Address: Jl. Dr. Ratulangi No. 75A, Baju Bodoa, Maros Baru, Kab. Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Submitted 12 September 2024 Revised 22 Juni 2025 Accepted 25 Juni 2025 Email: info@salnesia.id, jagri@salnesia.id Phone: +62 85255155883 90 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Abstrak Desa Ranah Singkuang di Kabupaten Kampar masih menghadapi permasalahan stunting pada balita, meskipun angka prevalensi stunting di wilayah ini telah berada di bawah target nasional. Salah satu upaya penanggulangan yang dilakukan adalah melalui pemanfaatan sumber pangan lokal, yaitu ikan patin, sebagai sumber protein hewani yang mudah diakses dan terjangkau oleh masyarakat. Program Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita melalui kegiatan edukasi gizi dan pelatihan pengolahan ikan patin menjadi makanan tambahan berupa dimsum. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan ibu balita mengenai stunting dan gizi. Selain itu, peserta pelatihan menunjukkan keterampilan yang memadai dalam mengolah ikan patin menjadi dimsum. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan demonstrasi memasak efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan ibu dalam memanfaatkan ikan patin sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita. Kata Kunci: dimsum, ikan patin, stunting *Penulis Korespondensi: Irma Susan Paramita, email: nimasusanparamita@gmail.com This is an open access article under the CC–BY license Highlight: • • Program edukasi gizi dan pelatihan pengolahan ikan patin menjadi dimsum secara signifikan meningkatkan pemahaman ibu balita tentang stunting dan pentingnya pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi, sebagaimana dibuktikan oleh peningkatan skor dari pre-test ke post-test (rata-rata naik dari 88,8 menjadi 93,3). Demonstrasi memasak dan praktik langsung membuat dimsum ikan patin berhasil meningkatkan keterampilan ibu balita dalam mengolah pangan lokal menjadi PMT, yang dinilai melalui observasi langsung dalam sesi monitoring dan evaluasi. PENDAHULUAN Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang memerlukan perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi stunting nasional mencapai 21,5%, mengalami penurunan yang sangat kecil sebesar 0,1% dibandingkan tahun sebelumnya (Kemenkes, 2023). Di tingkat provinsi, Riau menunjukkan penurunan dari 17,0% pada tahun 2022 menjadi 13,6% pada tahun 2023, meskipun prevalensi wasting balita masih cukup tinggi, yaitu sebesar 8,1%. Di Kabupaten Kampar, prevalensi stunting berhasil ditekan dari 14,5% menjadi 7,6%, melampaui target nasional. Meskipun demikian, capaian ini tidak boleh menjadi alasan untuk lengah, sebab pemantauan status gizi dan tumbuh kembang balita tetap harus dilakukan secara berkesinambungan guna mencegah munculnya kembali kasus stunting. Desa Ranah Singkuang adalah salah satu desa yang ada di Kabupaten Kampar. Walaupun angka prevalensi stunting di Kabupaten Kampar sudah dibawah target nasional, namun permasalahan yang ditemukan pada mitra Desa Ranah Singkuang yaitu 91 Paramita1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 masih adanya balita stunting di daerah tersebut dan masih dalam penanganan hingga saat ini. Salah satu penyebab stunting pada balita adalah tidak cukup mendapat makanan bergizi seimbang yang disebabkan rendahnya pengetahuan keluarga tentang gizi dan cara pengolahannya (Munadi et al., 2022). Mengatasi masalah tersebut diperlukan usaha yang cepat untuk memperbaiki makanan anak agar bisa mendapatkan sumber protein yang baik dengan harga yang terjangkau dan mudah diperoleh. Sebagai bahan pangan, ikan merupakan sumber asupan nutrisi yang esensial yang dapat membentuk kecerdasan karena adanya kandungan Omega-3, Omega-6, dan DHA (Calder, 2015). Dipilihnya ikan patin sebagai alternatif pemberian makanan tambahan karena ikan tersebut adalah bahan pangan yang banyak dibudidayakan, biasa dikonsumsi dan harganya cukup terjangkau di masyarakat Desa Ranah Singkuang, Kabupaten Kampar. Oleh karena itu, dalam usaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat utamanya tentang pentingnya pengetahuan gizi dan keterampilan pengolahan pangan maka tindakan yang akan dilakukan adalah melakukan edukasi gizi dan pelatihan pengolahan ikan patin (pembuatan dimsum ikan patin) pada ibu yang memiliki balita. Tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dan memberikan pelatihan pengolahan ikan patin menjadi PMT dimsum ikan patin untuk menambah keterampilan ibu balita dalam pengolahan ikan patin. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Ranah Singkuang, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, pada periode Februari hingga September 2024. Rangkaian kegiatan dirancang secara sistematis untuk mencapai tujuan peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pemanfaatan pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan dijabarkan sebagai berikut. Tahap pertama adalah survey pendahuluan yang dilakukan sebelum kegiatan utama dimulai. Tujuan dari survei ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi lokasi pelaksanaan serta memperoleh data awal terkait karakteristik sasaran kegiatan, yaitu ibu yang memiliki balita. Tahap kedua adalah persiapan, yang mencakup penyusunan dan pengadaan seluruh bahan dan media yang akan digunakan. Persiapan meliputi penyusunan kuesioner identitas subjek dan kuesioner pengetahuan, penyediaan media edukasi berupa leaflet dan presentasi PowerPoint, serta media demonstrasi berupa video. Selain itu, dipersiapkan pula peralatan dan bahan untuk pembuatan dimsum ikan patin. Tahap ketiga adalah penyuluhan gizi, yang dilaksanakan dalam bentuk pemaparan materi mengenai stunting dan pentingnya pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Materi disampaikan kepada ibu balita melalui metode ceramah dan diskusi, didukung oleh media visual dan leaflet sebagai bahan pendukung informasi. Tahap keempat merupakan demonstrasi masak, di mana tim pelaksana melakukan praktik langsung cara mengolah ikan patin menjadi dimsum. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan contoh konkret yang dapat diterapkan oleh ibu balita di rumah sebagai bentuk PMT yang bergizi dan terjangkau. Tahap terakhir adalah monitoring dan evaluasi, yang dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, evaluasi pengetahuan ibu balita dilakukan melalui pemberian soal post-test berbentuk pilihan ganda sebanyak 10 butir, dengan sistem penilaian 10 poin 92 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 untuk setiap jawaban benar. Kedua, dilakukan evaluasi keterampilan melalui praktik ulang pembuatan dimsum oleh peserta, untuk menilai sejauh mana pemahaman dan kemampuan teknis telah dikuasai. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran umum lokasi pengabdian masyarakat Secara geografis Desa Ranah Singkuang sebelum pemekaran termasuk ke dalam wilayah pemerintahan Desa Penyasawan Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar. Karena luasnya wilayah pemerintahan Desa Penyasawan, maka masyarakat dusun I Desa Penyasawan ingin memisahkan diri dari desa induk (pemekaran). Namun hal itu baru terlaksana pada tahun 2007, adapun tujuan pemekaran wilayah adalah untuk meratakan pembangunan dan memudahkan urusan administrasi pemerintahan, maka diberilah nama Desa Ranah Singkuang. Alasan masyarakat memberikan nama Desa Ranah Singkuang, karena di desa tersebut dialiri oleh sebuah sungai yang bernama sungai Singkuang, maka diberilah nama Desa Ranah Singkuang. Penduduk Desa Ranah Singkuang dapat dikatakan sebagai komunitas yang heterogen dari berbagai sisi. Adapun jarak Desa Ranah Singkuang dengan Kecamatan sebagai pusat pemerintahan ± 5 Km, Ibukota Kabupaten ± 25 Km, sedangkan dengan Ibukota Provinsi ± 30 Km, secara georafis Desa Ranah Singkuang sebelah utara berbatasan dengan Desa Penyasawan, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Ranah, sebelah timur berbatasan dengan Desa Tanjung Berulak, dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Simpang Kubu. Karakteristik subjek Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada ibu balita di Desa Ranah Singkuang Kabupaten Kampar. Kegiatan ini juga melibatkan kader Desa Ranah Singkuang untuk menyambungkan informasi kegiatan pengabdian masyarakat kepada ibu balita. Jumlah ibu balita yang mengikuti pengabdian masyarakat sebanyak 18 orang. Karakteristik subjek berdasarkan usia dapat dilihat pada Tabel 1. Karakteristik Usia 20-29 tahun 30-39 tahun Total Tabel 1. Karakteristik subjek n 5 13 18 % 27,8 72,2 100 Hasil dari Tabel 1 menunjukkan, bahwa mayoritas ibu balita yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat atau yang mengikuti pre-test dan post-test adalah ibu balita yang berusia 30-39 tahun dengan persentase 72,2%. Survey pendahuluan dan pengurusan administrasi perizinan Kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan melakukan survey pendahuluan ke Desa Ranah Singkuang untuk mengetahui dan melihat wilayah, posyandu, dan bertemu dengan ibu kader Desa Ranah Singkuang. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan kegiatan perizinan kegiatan pengabdian masyarakat kepada kepala Desa Ranah Singkuang. 93 Paramita1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Pre-test Sebelum kegiatan penyuluhan dilaksanakan, para ibu balita menjawab 10 soal pre-test tentang balita stunting dan PMT dimsum ikan patin. Pelaksanaan pre-test dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Kasih Ibu Desa Ranah Singkuang pada tanggal 21 Mei 2024. Metode pre-test dan post-test sering digunakan sebagai cara untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Naelasari dan Nurmaningsih (2022), menyatakan bahwa pelaksanaan pre-test sebelum pelatihan PMT bermanfaat dalam mengetahui sejauh mana pemahaman awal ibu balita. Metode ini efektif dalam mengevaluasi peningkatan pengetahuan setelah peserta menerima edukasi. Hal yang sama diungkapkan oleh Nurpratama et al. (2025), yang menekankan bahwa pre-test penting sebagai acuan dalam merancang materi edukasi yang sesuai. Sementara itu, Lubis et al. (2024) membuktikan bahwa pendekatan pre-test dan post-test dapat secara kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta setelah mengikuti penyuluhan kesehatan. Berikut merupakan skor yang diperoleh dari hasil pre-test ibu balita. Skor 70 80 90 100 Total Tabel 2. Hasil pre-test Jumlah Soal Benar 7/10 8/10 9/10 10/10 n 2 3 8 5 18 % 11,1 16,7 44,4 27,8 100 Berdasarkan hasil pre-test pada Tabel 2, sebagian besar ibu balita memperoleh skor 90 dengan persentase 44,4% dan jumlah soal yang berhasil dijawab dengan benar yaitu 9 soal. Adapun skor terendah yang diperoleh oleh ibu balita yaitu 70 dengan persentase 11,1% dan jumlah soal yang berhasil dijawab dengan benar yaitu 7 soal. Sebagian besar ibu balita kesulitan atau salah menjawab pada soal nomor 7 tentang zat gizi yang dibutuhkan oleh ibu hamil untuk mencegah stunting pada anak. Berdasarkan hasil pre-test, dapat dilihat bahwa pengetahuan ibu balita mengenai stunting dan PMT dimsum ikan patin untuk balita sudah cukup bagus, karena ibu balita di Desa Ranah Singkuang sudah pernah mendapatkan atau terpapar informasi mengenai stunting dan PMT oleh tenaga kesehatan yang bertugas di Desa Ranah Singkuang. Berikut ini dokumentasi pengisian soal pre-test oleh ibu balita. Gambar 1. Pengisian soal pre-test 94 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Penyuluhan gizi dan demonstrasi pembuatan pmt dimsum patin Setelah ibu balita menjawab soal pre-test, kegiatan selanjutnya adalah memberikan penyuluhan kepada ibu balita tentang stunting dan PMT dimsum ikan patin untuk balita. Pendampingan ini dilakukan dengan metode ceramah atau penyampaian secara langsung atau tatap muka yang dihadiri oleh ibu balita yang berjumlah 18 orang, ibu kader, dan ibu bidan desa. Selama dilakukannya kegiatan penyuluhan, ibu balita yang hadir memberikan respon yang cukup baik. Berikut dokumentasi saat penyuluhan gizi oleh tim pengabdian masyarakat. Gambar 2. Penyuluhan gizi Media merupakan salah satu hal penting dalam efektifitas pembelajaran. Dengan adanya media, proses edukasi dan pembelajaran diharapakan dapat meningkatkan daya terima yang dicapai oleh sasaran edukasi (Parnabhakti dan Puspaningtyas, 2020). Media yang digunakan saat penyuluhan adalah PowerPoint dan leaflet yang dibagikan kepada seluruh ibu balita dan ibu kader. PowerPoint PowerPoint adalah aplikasi presentasi yang digunakan untuk merancang tampilan slide berisi elemen seperti teks, gambar, grafik, video, serta animasi. Pemanfaatannya dalam konteks edukasi bertujuan untuk mempermudah penyampaian materi secara visual dan atraktif, sehingga pesan yang disampaikan selama presentasi lebih mudah dipahami oleh audien (Firmansyah et al., 2019). Dengan cara ini, informasi menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh audiens. Materi pada PowerPoint menjelaskan tentang pengertian stunting, penyebab terjadinya stunting, dampak stunting, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari pangan lokal, cara membuat dimsum ikan patin, dan manfaat ikan patin bagi balita. Leaflet Media kedua yang digunakan dalam penyampaian materi selanjutnya ialah leaflet yang berisi mengenai pengertian stunting, cara mencegah stunting dengan PMT berbasis pangan lokal, dan manfaat dimsum ikan patin yang disusun secara ringkas berdasar pada PowerPoint. Ibu balita dibekali leaflet karena leaflet lebih mudah dibawa ke manamana dan memudahkan ibu balita untuk selalu mengingat dan mempelajari materi yang telah diberikan. 95 Paramita1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Demonstrasi pembuatan dimsum ikan patin Setelah melakukan penyuluhan, kegiatan pengabdian masyarakat dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan dimsum ikan patin. Sebelum demonstrasi dimulai, tim pengabdian masyarakat menampilkan video pembuatan dimsum ikan patin terlebih dahulu. Aditya et al. (2023) menyatakan bahwa setelah penyuluhan dan demo masak, 80% ibu hamil mencapai kategori baik pada penilaian post-test, menunjukkan efektivitas metode kombinasi teori dan praktik. Selama dilakukan kegiatan demonstrasi memasak, ibu balita tampak aktif dan antusias. Demonstrasi memasak sebagai metode edukasi gizi telah banyak digunakan di posyandu dan puskesmas untuk meningkatkan keterlibatan ibu balita. Biasanya kegiatan ini diawali dengan penayangan video atau langsung diaplikasikan, diikuti dengan sesi praktik nyata oleh peserta, yang membuat mereka lebih antusias dan termotivasi (Amrinanto et al., 2023). Berikut dokumentasi saat demonstrasi pembuatan PMT dimsum ikan patin. Gambar 3. Demonstrasi pembuatan dimsum ikan patin Post-test Post-test dilakukan pada tanggal 2 Agustus 2024 dengan mengumpulkan ibu balita di Posyandu Kasih Ibu Desa Ranah Singkuang. Pelaksanaan post-test bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan dari tingkat pengetahuan ibu balita setelah dilakukan penyuluhan tentang stunting dan PMT dimsum ikan patin. Berikut merupakan skor yang diperoleh dari hasil post-test ibu balita. Skor 80 90 100 Total Tabel 3. Hasil post-test Jumlah Soal Benar n 8/10 1 9/10 10 10/10 7 18 % 5,6 55,6 38,8 100 Berdasarkan hasil post-test pada Tabel 3, sebagian besar ibu balita memperoleh skor 90 dengan persentase 55,6% dan jumlah soal yang berhasil dijawab dengan benar yaitu 9 soal. Adapun skor terendah yang diperoleh oleh ibu balita yaitu 80 dengan persentase 5,6% dan jumlah soal yang berhasil dijawab dengan benar yaitu 8 soal. Berikut merupakan hasil evaluasi pre-test dan post-test ibu balita. 96 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Variabel Pre-test Post-test Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Tabel 4. Evaluasi hasil pre-test dan post-test Nilai Rata-Rata Nilai Min-Max Peningkatan Poin 88,8 70-100 4,5 93,3 80-100 Berdasarkan hasil evaluasi pre-test dan post-test, dapat dilihat bahwa pengetahuan ibu balita mengenai stunting dan PMT dimsum ikan patin mengalami peningkatan. Pada saat pre-test, nilai rata-rata ibu balita adalah 88,8, kemudian meningkat menjadi 93,3 pada saat post-test, dengan peningkatan sebesar 4.5 poin. Sebelum penyuluhan nilai minimum yang diperoleh ibu balita adalah 70 dan setelah penyuluhan meningkat menjadi 80. Penggunaan evaluasi pre-test dan post-test merupakan metode umum dalam mengukur efektivitas penyuluhan gizi. Studi oleh Utami et al. (2024) menunjukkan peningkatan skor pengetahuan ibu balita sebesar 2,05 poin setelah intervensi. Hasil intervensi oleh Prastia et al. (2023) menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan kader setelah mendapatkan penyuluhan. Sedikitnya terdapat 75 % kader yang dapat menjawab benar dari seluruh pertanyaan posttest. Hasil-hasil tersebut sejalan dengan temuan di Desa Ranah Singkuang, di mana terjadi peningkatan skor rata-rata pre-test dari 88,8 menjadi 93,3 pada post-test, serta peningkatan nilai minimum dari 70 menjadi 80. Hal ini memperkuat bahwa kombinasi metode penyuluhan dan demonstrasi memasak efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu balita terhadap isu stunting dan pemanfaatan pangan lokal, sehingga diharapkan dapat memotivasi ibu balita untuk memberikan PMT yang tinggi protein sebagai bentuk upaya pencegahan stunting untuk balita di Desa Ranah Singkuang. Monitoring dan evaluasi Kegiatan terakhir dalam rangkaian pengabdian masyarakat ini adalah monitoring dan evaluasi, yang dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2024 dengan melibatkan ibu balita di salah satu rumah kader Posyandu Desa Ranah Singkuang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menilai keterampilan ibu balita dalam mengolah pangan lokal, khususnya ikan patin, menjadi PMT berupa dimsum. Tim pengabdian masyarakat melakukan observasi langsung terhadap proses pembuatan dimsum ikan patin oleh para ibu, mulai dari tahap persiapan bahan, pengolahan, hingga penyajian. Monitoring dan evaluasi merupakan tahapan penting dalam program edukasi gizi karena dapat digunakan untuk mengukur perubahan perilaku dan keterampilan peserta. Gambar 4. Pembuatan dimsum ikan patin oleh ibu balita 97 Paramita1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Menurut Listyowati (2021), pengamatan langsung selama proses praktik memasak menjadi alat ukur yang tepat untuk mengevaluasi sejauh mana pengetahuan dan keterampilan peserta berhasil ditransfer dalam program berbasis masyarakat. Hal ini sejalan dengan temuan Khasanah dan Priyadi (2021), yang menyatakan bahwa evaluasi dengan pendekatan praktik langsung memberikan kesempatan bagi tim pelaksana pengabdian masyarakat untuk menilai tingkat kemampuan peserta dalam menerapkan keterampilan yang telah diperoleh selama proses pelatihan. Proses pembuatan dimsum ikan patin dilakukan oleh para ibu balita yang telah dilatih. Kegiatan dimulai dari mempersiapkan alat dan bahan, pengolahan dimsum, dan yang terakhir proses pengukusan dimsum. Tim pengabdian masyarakat melakukan observasi atau pendampingan selama proses pembuatan dimsum ikan patin berlangsung. Dari hasil pengamatan tim pengabdian masyarakat, ibu balita tampak telaten dalam membuat dimsum ikan patin. Ibu balita berhasil mengolah ikan patin menjadi dimsum sesuai dengan yang diajarkan saat demonstrasi masak. Rasa dan tampilan dimsum ikan patin sangat sesuai dengan dimsum yang telah didemonstrasikan. Hal ini menunjukkan bahwa setelah demonstrasi masak PMT dimsum ikan patin oleh tim pengabdian masyarakat, keterampilan ibu balita dalam membuat PMT untuk balita bertambah. Sejalan dengan temuan Fajri dan Normalia (2023), yang menjelaskan bahwa observasi langsung selama praktik dijadikan sebagai alat evaluasi, yang menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti instruksi demonstrasi dengan baik dan berhasil mengolah menu sesuai yang diajarkan. KESIMPULAN Kegiatan penyuluhan gizi dan pelatihan pembuatan dimsum ikan patin terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita terkait pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal. Peningkatan skor hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya perbaikan pemahaman mengenai stunting dan pentingnya pemberian makanan tambahan (PMT) yang bergizi. Selain itu, keterampilan ibu dalam mengolah ikan patin sebagai PMT turut mengalami peningkatan setelah sesi demonstrasi memasak. Diharapkan setelah kegiatan ini, ibu balita memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya nilai gizi dalam pemberian makanan tambahan kepada anak. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Riau yang telah menyetujui pengabdian masyarakat ini dilakukan, dan terimakasih kepada Kepala Desa Ranah Singkuang serta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA Aditya, R., Tobing, S. L., Armanza, F., Halimah, H., Unsandy, B. T., Ariyani, N. A., 2023. Upaya Pencegahan Stunting Ibu Hamil melalui Kelas Ibu Hamil dan Demo Masak di PKM Alalak Selatan. Jurnal Pengabdian Inovasi Lahan Basah Unggul 3(1), 120-129. https://doi.org/10.20527/ilung.v3i1.9492 Amrinanto, A.H., Anggiruling, D.O., Putra, M.G.S., Gusthira, A., Oktaviani, D.A., 2023. Demonstrasi Modifikasi PMT Pangan Lokal pada Kader di Posyandu Melati, Kelurahan Bubulak, Dramaga. Jurnal Pengabdian dan Pengembangan 98 Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Masyarakat Indonesia 2(2), 88-91. https://www.journalmpci.com/index.php/jppmi/article/view/151 Calder, P.C., 2015. Marine Omega-3 Fatty Acids and Inflammatory Processes: Effects, Mechanisms, and Clinical Relevance. Biochimica et Biophysica Acta (BBA) Molecular and Cell Biology of Lipids 1851(4), 469-484. https://doi.org/10.1016/j.bbalip.2014.08.010 Fajri, F., Normalia, N., 2023. Pendampingan Kader Pokja II melalui Pelatihan Menyiapkan MP-ASI Adekuat Berbahan Lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari 1(1), 16-22. https://ojs.stikes.gunungsari.id/index.php/jpmgs/article/view/238 Firmansyah, A.W., Sumartini, S., Kurniawati, S., 2019. Pengaruh Penggunaan Media PowerPoint dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Siswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi Indonesia 1(1), 28-34. https://doi.org/10.17509/jpei.v1i1.23152 (Kemenkes) Kementerian Kesehatan., 2023. Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes RI, Jakarta. Khasanah, L., Priyadi, G., 2021. Evaluasi Pelatihan Peningkatan Kompetensi Petugas Rekam Medis di Puskesmas Cangkol. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes 12(4), 511-515. https://forikes-ejournal.com/index.php/SF/article/view/sf12429 Listyowati, T., 2021. Metode Hands on Cooking untuk Meningkatkan Keterampilan Praktik Pengolahan Makanan Indonesia di SMK Budi Mulia Dua Yogyakarta. Jurnal Keluarga 7(1), 28-40. Lubis, M.S., Simamora, A.D., Batubara, R.A., 2024. The Effect of Health Education through Peer Group Education on Increasing Adolescent Knowledge About Stunting. Science Midwifery 12(3), 1051-1055. https://midwifery.iocspublisher.org/index.php/midwifery/article/view/1612/1317 Munadi, A., Abdurrachim, R., Hariati, N.W., 2022. Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Pendapatan Keluarga, dan Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Riset Pangan dan Gizi 4(1), 1-8. https://doi.org/10.31964/jr-panzi.v4i1.153 Naelasari, D.N., Nurmaningsih, N., 2022. Efektivitas Pelatihan Pembuatan PMT Berbasis Pangan Lokal dalam Meningkatkan Pengetahuan Ibu Balita dalam Mencegah Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang. Jambura Journal 4(3), 921-928. https://ejurnal.ung.ac.id/index.php/jjhsr/article/view/15851 Nurpratama, W.L., Kinayungan, U.P., Asmi, N.F., Sanjaya, D., 2025. Edukasi Ibu Balita dan Kader Posyandu tentang Stunting di Puskesmas Mekarmukti. Jurnal Medika Mengabdi 1(2), 73-78. https://publikasi.medikasuherman.ac.id/index.php/jmm/article/view/82 Parnabhakti, L., Puspaningtyas, N.D., 2020. Penerapan Media Pembelajaran Powerpoint melalui Google Classroom untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Ilmiah Matematika Realistik 1(2), 8-12. Prastia, T.N., Listyandini, R., Nuryana, H., Setiadi, M.A., Sintani, R.D., 2023. Pemanfaatan Pangan Lokal sebagai Upaya Pencegahan Balita Stunting di Desa Ciaruteun Udik. Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat 8(5), 736-742. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v8i5.4286 Utami, N.K.A.D.S., Agustini, N.R.S., Agustina, K.S., 2024. Peningkatan Pengetahuan Ibu Balita tentang Status Gizi Balita di Desa Poh Santen, Kabupaten Jembrana. 99 Paramita1 et al. Vol. 6, No. 1, Juni 2025 Jurnal Abdimas Itekes Bali 3(2), 92-97. https://doi.org/10.37294/jai.v3i2.569 100