Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 34 - 44 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/635 Efek Latihan Yoga pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Kronis: Tinjauan Sistematis Uji Coba Kontrol Acak Effects Of Yoga Exercise On Patients With Chronic Lower Back Pain: A Systematic Review Of Randomized Control Trial Farrah Rizky Mutiara1, *Dwi Rosella Komalasari2. Yuli Kusumawati3 1, 2 Program Studi Fisioterapi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia Program Studi Kesehatan Masyarakat. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Indonesia j128240003@student. id , drks133@ums. id , yuli. kusumawati@ums. Email Korespondensi : drks133@ums. Diterima : 17 Sept 2025 | Ditinjau: 24 Sept 2025 | Disetujui: 27 Sept 2025 | Publikasi Online: 14 Jan 2026 ABSTRAK Low back pain merupakan permasalahan yang banyak terjadi pada kalangan masyarakat, hal tersebut dapat mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyakarat sehingga dapat mempengaruhi kualitas dalam kehidupan. LBP menjadi permasalahan dengan tingkat prevalensi paling tinggi di kalangan pekerja, hal tersebut dapat dipengaruhi karena postur yang buruk, cidera, mengangkat beban berat serta faktor psikososial seperti stress dan cemas. Penelitian ini merupakan tinjauan sistematik uji coba kontrol acak dengan menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) dengan hasil penyaringan . Pengaruh Yoga dan Fisioterapi memiliki efek yang sama pada kasus chronic low back pain di bandingkan hanya edukasi dan pemberian buku ajar tentang penanganan chronic low back pain. Pada beberapa aspek penelitian memiliki hasil yang efektif untuk menurunkan tingkat nyeri seorang individu dimana sering dilakukan dengan NRS (Numeric Rating Scal. dan pengukuran kualitas hidup menggunakan Roland-Morris Disability Questionnaire dan juga pengukuran tingkat stres menggunakan Generalized Anxiety Disorder 7-item Scale (GAD-. Yoga efektif dalam menurunkan nyeri, meningkatkan kualitas hidup, mengurangi tingkat depresi, stress dan anxiety. Kata kunci : Chronic. Yoga Exercise. Physiotherapy ABSTRACT Low back pain is a common problem in society, it can affect the social and economic life of the community so that it can affect the quality of life. LBP is a problem with the highest prevalence rate among workers, it can be influenced by poor posture, injury, lifting heavy loads and psychosocial factors such as stress and anxiety. This study uses a systematic review of randomized control trial method using the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines with filtering results . = . The effect of Yoga and Physiotherapy has the same effect on cases of chronic low back pain compared to only education and providing an open book on the management of chronic low back pain. In several aspects of the study, it has effective results in reducing an individual's pain level which is often done with the NRS (Numeric Rating Scal. and measuring quality of life using the Roland-Morris Disability Questionnaire and also measuring stress levels using the Generalized Anxiety Disorder 7-item Scale (GAD. Yoga is effective in reducing pain, improving quality of life, reducing levels of depression, stress and anxiety. Keyword : Chronic. Yoga Exercise. Physiotherapy PENDAHULUAN Low back pain banyak terjadi pada kalangan masyarakat, yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyakarat sehingga berdampak pada kualitas hidup . LBP menjadi permasalahan dengan tingkat prevalensi paling tinggi di kalangan pekerja, hal tersebut dipengaruhi karena postur yang buruk, cidera, mengangkat beban berat serta faktor psikososial seperti strees dan cemas . Prevalensi low back pain Secara global, prevalensi CLBP cukup tinggi dengan estimasi sekitar 20,6% dari populasi dewasa . , bahkan mencapai lebih dari 619 juta kasus pada tahun 2020 . Di Indonesia sendiri, prevalensi LBP dilaporkan bervariasi antara 24Ae37% tergantung populasi dan faktor risiko . Efek Latihan Yoga pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Kronis. | Farrah Rizky Mutiara dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 34 - 44 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/635 Chronic low back pain (CLBP) merupakan nyeri yang di rasakan pada punggung bagian bawah yang berkaitan dengan waktu terjadinya nyeri, chronic terjadi apabila nyeri dialami lebih dari 12 minggu (Ou3 bula. CLBP menyebabkan beberapa permasalahan, yaitu nyeri dan fleksibilitas lumbal yang menurun sehingga mempengaruhi kualitas hidup pada pekerja. Nyeri dan penurunan fleksibilitas lumbal apabila tidak segera di perhatikan maka akan menyebabkan keluhan yang semakin fatal . Yoga dapat digunakan untuk mengatasi CLBP, yoga merupakan perpaduan dari beberapa teknik yaitu latihan, mental dan spiritual yang memiliki manfaat dalam beberapa aspek latihan berupa latihan postur . , latihan pernafasan . , teknik relaksasi dan meditasi . Latihan Yoga dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup pekerja dengan CLBP, apabila kualitas hidup pekerja baik maka performa bekerja akan membaik seiring dengan waktu Penelitian ini dilakukan guna untuk menunjang kesehatan pekerja yang bersifat duduk yang terlalu lama, angkat beban berat yang dilakukan secara berulang agar para pekerja memiliki kualitas kerja yang baik dan maksimal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematis dengan menggunakan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Tujuannya untuk menganalisis secara mendalam peran yoga dalam mengelola nyeri dan meningkatkan kualitas hidup pada pasien dengan low back pain (LBP) melalui analisis data sekunder. Data sekunder diperoleh dari analisis data sekunder yang telah melaui pre review. Data relevan diperoleh dari berbagai sumber terpercay, termasuk artikel jurnal terindeks, laporan penelitian, dan publikasi ilmiah yang berfokus pada intervensi yoga untuk nyeri punggung bawah (LBP). Sumber data meliputi laporan, artikel jurnal yang telah melalui peer Ae review dan terindeks, serta publikasi ilmiah lain yang membahas intervensi yoga untuk pasien LBP. Kriteria inklusi untuk artikel yang direview meliputi: . artikel yang terbit sejak tahun 2020 dan seterusnya, . ditulis dalam Bahasa Inggris, . terindeks dalam database PubMed dan Scopus, dan . studi eksperimental. Kriteria eksklusi meliputi: . artikel yang tidak tersedia dalam teks lengkap, . artikel dengan desain penelitian selain eksperimental . isal studi observasional, deskriptif, case report, atau case serie. , . artikel yang tidak terindeks di PubMed dan Scopus, . artikel dalam bahasa selain bahasa Inggris, . studi yang melibatkan populasi non-LBP, . artikel dengan metodologi yang tidak jelas atau kualitas metodologi yang rendah berdasarkan penilaian risiko bias, dan . yang tidak memfokuskan intervensi pada yoga sebagai modalitas utama dalam manajemen LBP. Pencarian literatur menggunakan operator Boolean dan kosakata terkontrol . stilah MeSH dan Emtree, jika berlak. , dengan string pencarian termasuk kombinasi seperti ("yoga" ATAU "yogic practice") DAN ("chronic low back pain" ATAU "CLBP"). Filter ini diterapkan untuk mengambil studi eksperimental peer-review yang diterbitkan dalam jangka waktu yang ditentukan dan dalam bahasa Inggris. Pencarian dilakukan dengan menggunakan basis data PubMed dan Scopus. Proses pemilihan artikel mengikuti kerangka kerja PRISMA, yang melibatkan fase identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi. Diagram alir PRISMA dibangun untuk memvisualisasikan proses pemilihan dari jumlah total catatan yang diambil hingga jumlah akhir studi yang termasuk dalam tinjauan. Efek Latihan Yoga pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Kronis. | Farrah Rizky Mutiara dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 34 - 44 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/635 Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengidentifikasi temuan dan pola umum terkait efektifitas yoga dalam manajemen nyeri dan peningkatan kualitas hidup pada pasien LBP dengan langkah sebagai berikut: . Peneliti melakukan ekstraksi data dengan membaca secara menyeluruh setiap studi untuk mengidentifikasi informasi relevan. Data tersebut diberi kode, dengan cara memberi label pada tema, pola, atau kategori yang muncul dari teks. Kode yang serupa dikelompokkan menjadi tema besar yang mewakili gambaran umum dari seluruh studi. Dilakukan sintesis tematik atau naratif dengan menghubungkan tema-tema yang ditemukan untuk melihat kesamaan, perbedaan, serta keterkaitan antar-studi. Peneliti menarik kesimpulan keseluruhan berdasarkan tema-tema utama yang konsisten di berbagai studi, dengan mempertimbangkan konteks, kualitas metodologi, dan relevansi temuan. Tinjauan ini bertujuan untuk menyajikan sistesis komprehensif dari bukti Ae bukti terkini dan memberikan landasan ilmiah yang kuat untuk mengintegrasikan yoga sebagai terapi komplemententer dalam praktik fisioterapi dan manajemen nyeri. Figure 1. PRISMA Flowchart of the article selection process Efek Latihan Yoga pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Kronis. | Farrah Rizky Mutiara dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 34 - 44 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/635 HASIL Number Tittle Population Intervent Comparator Outcome Identical movement control exercises with and without synchronized breathing for chronic non-specific low back pain: A randomized pilot trial Dewasa dengan CLBP >12 minggu, usia 18Ae Movem Movement Can Yoga or Physical Therapy Chronic Improve Depression Anxiety Among Adults from a Racially Diverse. Low-Income Community? A Secondary Analysis of a Randomized Controlled Trial. Yoga / Physical Therapy Edukasi elf-care Yoga Versus Education for Veterans with Chronic Low back pain: a Randomized Controlled Trial Yoga Edukasi Nyeri (NRS), fungsi (RMDQ), kualitas hidup (SF. Dewasa dengan CLBP Ou3 bulan, berusia 18Ae64 tahun, berasal dari komunitas ras/ekonomi Veteran dengan CLBP >12 18Ae70 tahun, yoga/edukasi Dewasa dengan CLBP Ou3 bulan, 18Ae64 Nyeri (VAS), (Oswestry Disability Index/ODI), fungsi (RolandMorris Disability Questionnaire/R MDQ) Depresi (PHQ-. , kecemasan (GAD. Do Physical Therapy and Yoga Improve Pain and Disability Psychological Mechanisms? A Causal Mediation Analysis of Adults with Chronic Low back Yoga. Eurythmy Therapy and Pasien CLBP Standard Physiotherapy (YES- non-spesifik Ou12 Tria. for Patients With Chronic Non-specific Low back pain: A Three-Armed 18Ae65 tahun Randomized Controlled Trial Changes in Perceived Stress Dewasa CLBP After Yoga. Physical Therapy. Ou12 and Education Interventions for Chronic Low back pain: A Secondary Analysis of a mengikuti Randomized Controlled Trial yoga/PT/edukas Yoga / Physical Therapy Edukasi Yoga / Eurythm / PT Perbanding Nyeri (NRS), disabilitas (ODI), psikologis (Pain Self-Efficacy Questionnaire. PCS. FABQ) Nyeri (VAS), kualitas hidup (SF. , fungsi (ODI) Yoga / Physical Therapy Edukasi Stres (Perceived Stress Scale / PSS) Efek Latihan Yoga pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Kronis. | Farrah Rizky Mutiara dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman 34 - 44 e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/635 Which Chronic Patients Respond Favorably to Yoga. Physical Therapy, and a Selfcare Book? Responder Analyses from a Randomized Controlled Trial Changes in Pain Self-Efficacy. Coping Skills, and FearAvoidance Beliefs in a Randomized Controlled Trial of Yoga. Physical Therapy, and Education for Chronic Low back pain Effectiveness of Virtual Yoga for Chronic Lowback pain: A Randomized Clinical Trial Dewasa CLBP >3 bulan, usia 18Ae 64 tahun Yoga / Physical Therapy Edukasi Responder Ou30% (ODI. NRS) Dewasa dengan Yoga / CLBP Ou3 bulan. Physical 18Ae64 Therapy Edukasi Self-efficacy (PSEQ), skills (CSQ), fearavoidance (FABQ) Dewasa CLBP Virtual Ou12 Yoga memiliki akses internet untuk yoga virtual Control aitlist Nyeri (NRS), / kualitas (PROMIS-. , fungsi (ODI), tidur (PSQI) Tabel 1 Tabel PICO Efek Latihan Yoga pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Kronis. | Farrah Rizky Mutiara dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 Halaman xx - xx DOI: 10. 33660/jfrwhs. p-ISSN 2548-8716 e-ISSN 2599-2791 https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/635 HASIL Penulis (Tahu. Desain Studi Usia Durasi nyeri Intervensi Perbandingan Outcome Utama Hasil Utama Kedua kelompok Nyeri, fungsi Yoga & PT sama Depresi, efektif turunkan 12 minggu minggu kecemasan depresi Nyeri, fungsi Yoga lebih baik 12 minggu daripada edukasi Nyeri. Self-efficacy mediasi perbaikan 12 minggu minggu mekanisme nyeri & disabilitas Semua kelompok Nyeri, membaik, tanpa 8 minggu minggu kualitas hidup perbedaan . RCTpilot CLBP Ou12 Movement Secondary RCT 46 th CLBP Ou12 Yoga / PT Edukasi RCT 50 th CLBP Ou12 Yoga Edukasi RCT 46 th CLBP Ou12 Yoga / PT Edukasi RCT (YESTria. 48 th CLBP Ou12 Yoga / Eurythmy Fisioterapi . Secondary RCT 46 th CLBP Ou12 Yoga / PT Edukasi RCT, 47 th CLBP Ou12 42% respon pada Edukasi Respon klinis Yoga / PT 12 minggu Yoga/PT vs 23% mandiri . minggu fungsi fisik Durasi FollowIntervensi Movement control tanpa 12 minggu 12 minggu Perceived minggu Stress Scale Yoga & PT lebih baik dari edukasi Efek Latihan Yoga pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Kronis. | Farrah Rizky Mutiara dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 Halaman xx - xx DOI: 10. 33660/jfrwhs. Penulis (Tahu. Desain Studi RCT Usia . Durasi nyeri Intervensi Perbandingan 46 th CLBP Ou12 Yoga / PT 8 th Nyeri intensitas Ou4 . kala 0-. RCT p-ISSN 2548-8716 e-ISSN 2599-2791 https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/635 Virtual Edukasi Edukasi Durasi FollowIntervensi Outcome Hasil Utama Utama Self-efficacy. Semua intervensi 12 minggu coping, fear- efektif, berbeda signifikan Yoga Nyeri, 12 minggu menurunkan nyeri & meningkatkan kualitas hidup Tabel 2 Charateristics of included studies Efek Latihan Yoga pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Kronis. | Farrah Rizky Mutiara dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman xx - xx e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/635 PEMBAHASAN Beberapa studi dengan metode PRISMA menunjukkan bahwa yoga exercise memberikan manfaat signifikan bagi individu dengan CLBP. Intervensi yoga, termasuk yang dilakukan secara virtual, terbukti menurunkan intensitas nyeri, meningkatkan kualitas hidup, memperbaiki kualitas tidur, serta mengurangi penggunaan obat pereda nyeri. Efek positif ini dapat bertahan hingga 24 minggu tanpa efek samping yang serius, sehingga yoga virtual dinilai aman dan layak sebagai terapi nonfarmakologis untuk CLBP . Temuan ini sejalan dengan literatur yang menyebutkan aktivitas kerja dengan intensitas duduk tinggi meningkatkan risiko CLBP, yang jika dibiarkan dapat menimbulkan masalah serius jangka panjang . Beberapa penelitian dengan RCT mengevaluasi efektivitas yoga, fisioterapi, dan edukasi pada pasien CLBP. Penelitian Mikkonen et al. menunjukkan bahwa movement control exercise dengan atau tanpa sinkronisasi pernapasan dapat menurunkan nyeri meskipun ukuran sampelnya kecil . Pada komunitas berpenghasilan rendah, yoga dan fisioterapi terbukti bermanfaat terhadap gejala psikologis meski hasilnya bervariasi . Pada penelitian Roseen et al. mendapati yoga lebih baik dibanding edukasi pada veteran dalam meningkatkan fungsi . , sementara penelitian Joyce et al. menegaskan mekanisme psikologis seperti self-efficacy dan fear-avoidance sebagai mediator pengurangan nyeri . Konsistensi penelitian ini diperkuat oleh penelitian Marshall et al. yang menunjukkan yoga dan fisioterapi lebih unggul daripada edukasi pasif dalam strategi koping . Sementara itu. YES-Trial menyimpulkan bahwa yoga, eurythmy therapy, dan fisioterapi sama-sama efektif tanpa perbedaan signifikan . Faktor internal seperti tingkat pendidikan, pendapatan, pola hidup sehat, dan keyakinan diri berpengaruh terhadap respons terapi. Dalam penelitian Roseen et al. melaporkan bahwa dari 299 peserta, 39% mengalami perbaikan signifikan, terutama pada kelompok yoga dan fisioterapi . %) dibanding edukasi mandiri . %) . Yoga juga dilaporkan menurunkan depresi, stres, dan anxiety, sehingga meningkatkan kualitas hidup dan rasa percaya diri pasien CLBP. ,12,. Dengan demikian, yoga tidak hanya berperan dalam penurunan nyeri, tetapi juga mendukung pemulihan psikososial pasien CLBP secara komprehensif. Analisis sekunder medapatkan hasil bahwa yoga dan fisioterapi dapat menurunkan stres . Serta menunjukkan bahwa respons pasien bergantung pada faktor nyeri awal dan status psikososial . Intervensi virtual yoga terbukti signifikan mengurangi nyeri dan disabilitas hingga 24 minggu . Secara keseluruhan, yoga dan fisioterapi memberikan manfaat lebih besar dibanding edukasi pasif, terutama pada aspek biopsikososial, meski terdapat heterogenitas tinggi dalam desain, populasi, serta jenis intervensi. Hasil kajian menunjukkan adanya heterogenitas yang cukup tinggi pada penelitian terkait intervensi yoga, fisioterapi, dan edukasi terhadap pasien CLBP. Heterogenitas ini tampak pada variasi desain studi, mulai dari pilot trial . RCT primer berskala besar . ,13,. , hingga analisis sekunder . ,14,. Karakteristik populasi juga berbeda, misalnya veteran . , komunitas berpenghasilan rendah . , maupun populasi umum. Selain itu, bentuk intervensi beragam, mulai dari yoga tatap muka, yoga virtual, fisioterapi standar, edukasi mandiri, hingga terapi alternatif seperti eurythmy . Variasi durasi intervensi, frekuensi latihan, serta jenis outcome . yeri, disabilitas, stres, self-efficacy, atau fear-avoidance belief. semakin memperkuat adanya ketidakseragaman metodologis, sehingga generalisasi hasil penelitian perlu dilakukan dengan hatihati. Efek Latihan Yoga pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Kronis. | Farrah Rizky Mutiara dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman xx - xx e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/635 Data 9 penelitian dengan desain randomized controlled trial (RCT) menunjukkan intervensi nonfarmakologis seperti yoga, fisioterapi, edukasi, terapi eurythmy, atau latihan kontrol gerakan memiliki efektivitas dalam menurunkan intensitas nyeri, memperbaiki fungsi fisik, serta meningkatkan aspek psikologis pada pasien dengan CLBP. Kekuatan dari kajian ini yaitu penggunaan desain RCT yang merupakan gold standard penelitian klinis, keragaman populasi yang mencakup pasien umum, veteran, hingga komunitas berpenghasilan rendah, serta keluaran yang komprehensif meliputi domain fisik dan psikologis. Hasil penelitian banyak mendukung yoga dan fisioterapi sebagai intervensi yang aman, efektif, dan mampu menurunkan penggunaan analgesik, sehingga berpotensi menjadi pilihan terapi nonfarmakologis yang relevan dalam praktik Tetapi ada beberapa keterbatasan yaitu, ukuran sampel yang relatif kecil pada sebagian besar studi, adanya analisis sekunder, serta heterogenitas protokol intervensi baik dari segi durasi, intensitas, maupun metode pelaksanaan . atap muka dibandingkan virtua. , membatasi validitas internal maupun eksternal. Selain itu, keterbatasan dalam blinding pada intervensi berbasis latihan menimbulkan potensi bias. Oleh karena itu, meskipun bukti yang ada mendukung penggunaan yoga, fisioterapi, dan edukasi sebagai bagian dari tata laksana CLBP, penelitian lanjutan dengan desain kriteria yang lebih lebih spesifik, sampel lebih besar, serta protokol intervensi yang berstandar sangat diperlukan untuk menghasilkan rekomendasi klinis yang lebih kuat dan dapat diimplementasikan secara luas. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penelitian 9 RCT menunjukkan bahwa yoga dan fisioterapi berpotensi memberikan manfaat yang signifikan bagi pasien dengan CLBP. Intervensi ini tidak hanya mampu menurunkan intensitas nyeri dan meningkatkan fungsi fisik, tetapi juga berdampak positif terhadap aspek psikologis seperti stres, kecemasan, depresi, keyakinan diri, serta keterampilan koping. Berdasarkan hasil, yoga berpotensi memiliki efek yang baik secara tatap muka maupun virtual, memiliki efek dan memberikan manfaat jangka menengah, meskipun hasilnya tidak selalu lebih unggul dibandingkan dengan fisioterapi atau terapi aktif lain. Perbedaan respons pasien terhadap intervensi menunjukkan adanya heterogenitas yang dipengaruhi oleh faktor individu seperti kondisi psikologis dan karakteristik sosial. Penelitian lanjutan dengan rancangan uji klinis acak yang lebih terstandar perlu dilakukan untuk memperkuat bukti mengenai efektivitas yoga dan fisioterapi pada kasus CLBP. Standardisasi protokol intervensi, baik dalam jenis, frekuensi, maupun durasi, perlu dikembangkan agar hasil antar studi dapat lebih mudah dibandingkan. Selain itu, penelitian ke depan sebaiknya mengeksplorasi faktor prediktor yang memengaruhi keberhasilan terapi, sehingga intervensi dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik pasien. Dari sisi praktik klinis, yoga dapat dipertimbangkan sebagai salah satu terapi komplementer nonfarmakologis yang bermanfaat untuk mengurangi nyeri sekaligus meningkatkan kesejahteraan psikososial pasien. Efek Latihan Yoga pada Pasien Nyeri Punggung Bawah Kronis. | Farrah Rizky Mutiara dkk Jurnal Fisioterapi dan Rehabilitasi Vol. 10 No. 01 Januari 2026 p-ISSN 2548-8716 Halaman xx - xx e-ISSN 2599-2791 DOI: 10. 33660/jfrwhs. https://jurnal-d3fis. id/index. php/akfis/article/view/635 DAFTAR PUSTAKA