JIPD: Jurnal Induksi Pendidikan Dasar Vol 1. No 1, . 2023 p-ISSN: e-ISSN: Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Ambon KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SELAMA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS (PTMT) PESERTA DIDIK KELAS V DI MIT AL-ANSHOR AMBON Nur Indah Sari1. Anasufi Banawi2, dan Eman Wahyudi Kasim3 PGMI IAIN AMBON Email: indahsari4404@gmail. PGMI IAIN AMBON Email: anasufibanawi@gmail. PGMI IAIN AMBON Email: eman. wahyudi@iainambon. Abstract. In this study, students of Class V MIT Al-Anshor Ambon will be assessed for numeracy literacy skills during limited face-to-face learning (PTMT), as well as the factors that influence these One-group quantitative pretest-posttest paired sample design was used for this study. students enrolled in Class V at MIT Al-Anshor Ambon during the 2021-2022 academic year became the research subjects . boys and 12 girl. How to collect data with test-based and non-test methods . nterviews and documentatio. In this study, descriptive and inferential statistical analysis . aired sample t-tes. and N-Gain analysis were used to analyze the data. Based on research findings, the N-gain value of 0. 4 is in the medium category. The application of limited face-to-face learning (PTMT) improves students' numeracy literacy skills, according to the significance of the paired sample t-test (A <0. Both internal and external factors may have an impact on students' numeracy literacy skills during limited face-to-face learning (PTMT). Interest, motivation, and understanding of students are internal factors. External factors include the amount of material that must be mastered by students and the amount of time allocated to study in class. Another factor is parents who are still not active in helping their children do homework outside the home. The N-gain category recently determined that additional study is needed to advance students' numeracy literacy Through modification programs, including procedures and parental support for children while they are studying at home, as well as the impact carried out with further research. Keywords: Numerical Literacy Ability. Limited Face-to-Face Learning Abstrak. Pada studi ini, peserta didik Kelas V MIT Al-Anshor Ambon akan dinilai kemampuan literasi numerasi selama pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT), serta faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan tersebut. Desain sampel berpasangan pretest-posttest kuantitatif satu kelompok digunakan untuk penelitian ini. 28 peserta didik yang terdaftar di Kelas V di MIT Al-Anshor Ambon selama tahun ajaran 2021-2022 menjadi subjek penelitian . laki-laki dan 12 perempua. Cara mengumpulkan data dengan metode berbasis tes dan non-tes . awancara dan dokumentas. Pada studi ini, analisis statistik deskriptif dan inferensial . ji-t sampel berpasanga. dan analisis N-Gain digunakan untuk menganalisis data. Berdasarkan temuan penelitian, nilai N-gain 0,4 berada pada kategori sedang. Penerapan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik, menurut signifikansi uji paired sample t-test (A < 0. Baik faktor internal maupun eksternal mungkin berdampak pada kemampuan literasi numerasi peserta didik selama pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Minat, motivasi, dan pemahaman peserta didik merupakan faktor internal. Vol, 1. No, 1. Juni 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: Faktor eksternal meliputi jumlah materi yang harus dikuasai peserta didik dan jumlah waktu yang dialokasikan untuk belajar di kelas. Faktor eksternal lainnya adalah orang tua masih belum aktif membantu anak-anak mereka mengerjakan pekerjaan rumah di rumah. Kategori N-gain baru-baru ini menentukan bahwa studi tambahan diperlukan untuk memajukan kemampuan literasi numerasi peserta didik. Melalui modifikasi program, termasuk prosedur dan dukungan orang tua terhadap anak selama mereka belajar di rumah, serta dampak yang dilakukan dengan sebuah penelitian lanjutan. Kata Kunci: Kemampuan Literasi Numerasi. Pembelajaran Tatap Muka Terbatas PENDAHULUAN World Economic Forum 2015 menetapkan bahwa enam keterampilan dasar literasi merupakan pengetahuan esensial yang harus dikuasai. Berhitung . adalah salah satu dari enam keterampilan literasi dasar. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyebut literasi matematika sebagai numerasi (Ayuningtyas dan Sukriyah, 2020. Mahmud & Pratiwi, 2. Peserta didik Indonesia masih memiliki tingkat membaca yang rendah, khususnya dalam matematika. Nilai tes PISA . dan TIMSS . mendukung hal ini. Dalam tes matematika TIMSS. Indonesia mendapat nilai 395 dari 500, sedangkan nilai matematikanya 387 dari 490. Indonesia jadi yang terakhir (Kemendikbud, 2017. Selain itu, menurut temuan PISA 2018, dengan skor 379, kemampuan literasi numerasi peserta didik Indonesia berada di peringkat ketujuh dari bawah, jauh di bawah rata-rata OECD sebesar 489. Penelitian ini menunjukkan bagaimana peserta didik di Indonesia belum maju, terutama dalam hal keterampilan literasi dan numerasi peserta didik. Pendidikan diperlukan untuk menumbuhkembangkan perasaan, hati, dan olahraga serta melatih berpikir melalui kegiatan literasi (Kemendikbud, 2017. Masalah ini sejalan dengan program Penilaian Kompetensi Minimum (AKM) yang menilai peserta didik menggunakan survei karakter, literasi, dan numerasi (Rohim, 2. Agar pendidikan Indonesia dapat mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan, arus pengetahuan global, dan komunikasi di abad ke-21. AKM merupakan metode evaluasi yang sangat penting (Hidayah et al. , 2. Tujuan dari program pendidikan adalah untuk menghasilkan generasi yang berkarakter moral, keterampilan literasi yang kuat, dan kemampuan kompetitif untuk abad kedua puluh satu. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendidikan di sekolah memegang peranan Observasi dan wawancara dilakukan di MIT Al-Anshor Ambon untuk mengetahui fungsi sekolah dalam membantu masalah ini, utamanya dalam hal literasi numerasi. Penelitian ini menemukan bahwa pengembangan numerasi dan literasi belum dilaksanakan dengan cara Kondisi epidemi tidak kondusif untuk pembelajaran yang efektif. Sejak awal tahun 2020, wabah COVID-19 yang melanda Indonesia mengganggu sejumlah praktik pendidikan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengambil kebijakan untuk mengalihkan proses pendidikan ke pembelajaran jarak jauh dengan mengikuti persyaratan tertentu pasca pandemi Covid-19 (Kemendikbud, 2. Pembelajaran jarak jauh Vol, 1. No, 1. Juni 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: mengalami sejumlah hambatan selama setahun. Hambatan ini, yang meliputi fasilitas pembelajaran jarak jauh yang buruk, paket data yang mahal, dan sinyal yang lemah, diciptakan oleh guru dan orang tua. Ada kebijakan baru tentang pembatasan penggunaan pembelajaran tatap muka, dengan persyaratan bahwa semua anggota staf pendidikan diimunisasi, pembelajaran dilakukan dengan jam pertemuan terbatas, dan kepatuhan yang ketat terhadap peraturan kesehatan (Kompas, 2. Penting untuk membangun sistem pembelajaran yang dapat menggabungkan pembelajaran online dan offline dengan tetap berpegang pada pedoman kesehatan karena pembelajaran di sekolah dasar memasuki pembelajaran normal pada fase pembelajaran tatap muka yang singkat (Setiawan & Iasha, 2. Observasi awal di MIT Al-Anshor Ambon menunjukkan bahwa kemampuan literasi numerasi peserta didik rendah. Ini karena tidak ada cukup waktu untuk pengajaran langsung dan mayoritas peserta didik merasa matematika menjadi mata pelajaran yang menantang. Selain itu, kurangnya pemahaman dan motivasi dalam menginterpretasikan prinsip-prinsip dasar matematika yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Mengingat budaya membaca belum menjadi kebiasaan positif di generasi kita, terutama di kalangan peserta didik, urgensi literasi sebagai keterampilan dasar untuk anak-anak di tingkat dasar dan menengah menjadi masalah tersendiri. Pengembangan kemampuan seperti kemampuan berpikir kritis/pemecahan masalah, kreativitas, komunikasi, dan kerjasama tim harus diimbangi dengan pengembangan keterampilan literasi (Rachman, dkk, 2021. Nyoman Dantes, 2. Lingkungan terdekat seperti sekolah yang merupakan sumber utama pengetahuan anak, dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan literasi. Pengaturan pendidikan harus mendorong pertumbuhan dan perkembangan keterampilan membaca dan berhitung. Selain mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan Berdasarkan informasi tersebut. Peneliti di MIT Al-Anshor Ambon melakukan penelitian untuk memastikan peningkatan kemampuan literasi numerasi peserta didik selama pelaksanaan PTMT serta mengidentifikasi karakteristik yang mempengaruhi kemampuan literasi numerasi peserta didik Kelas V selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana keterampilan literasi numerasi peserta didik merupakan komponen dari keterampilan literasi dasar yang harus mereka Keterampilan ini juga akan menjadi acuan pada proses pembelajaran matematika selanjutnya dan digunakan untuk membuat strategi pembelajaran bagi peserta didik untuk meningkatkan keterampilan literasi numerasi mereka. Di sini, peningkatan kemampuan mengacu pada lebih dari sekadar mencapai kapasitas atau nilai kognitif yang lebih tinggi dalam mata pelajaran yang baik, itu juga mengacu pada pengembangan kebiasaan positif yang akan melekat pada peserta didik lama setelah mereka lulus tingkat dasar di satuan pendidikan. Kemampuan yang unggul hasilnya akan muncul dari praktik literasi numerasi. Peserta didik yang memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang solid akan menambah energi di dalam Pengembangan strategi pembelajaran harus mempertimbangkan tuntutan peserta didik. Sebab, seperti kita ketahui, zaman terus berubah, lebih banyak upaya akan dilakukan untuk menciptakan teknik pembelajaran yang mendorong minat dan bakat peserta didik. (Putri. Dalam rangka mengimplementasikan kreativitas dan inovasi pembelajaran, peserta didik hadir sebagai mitra guru. METODE Vol, 1. No, 1. Juni 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: One group pretest-posttest quasi-experimental design adalah metode kuantitatif yang digunakan dalam penelitian ini (Sugiyono, 2013. Creswell, 2016. Perlakuan penelitian ini melibatkan penerapan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) dalam jumlah Berikut ini diuraikan strategi penelitian untuk pretest dan posttest satu kelompok. Pretest Perlakuan Posttest Gambar 1. Rancangan one group pretest-posttest design Keterangan: : Nila tes awal : Perlakuan : Nilai tes akhir Studi ini melibatkan 28 peserta didik Kelas V MIT Al-Anshor Ambon yang merupakan semester genap Tahun Ajaran 2021/2022 . laki-laki dan 12 perempua. Soal tes pilihan ganda dan wawancara dijadikan sebagai instrumen penelitian. Untuk mendapatkan gambaran umum tentang kemampuan literasi numerasi peserta didik, rata-rata dan persentase masing-masing item ditentukan dengan menggunakan metode pengolahan data deskriptif. Setelah itu, data dianalisis secara inferensial menggunakan software SPSS 20 untuk mengetahui tingkat/kategori kemampuan literasi numerasi peserta didik dan untuk mengetahui peningkatan literasi numerasi sebelum dan sesudah pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Kategori yang digunakan untuk menentukan nilai n-gain berdasarkan tabel Tabel 1. Kategori Pembagian Skor Gain Nilai N-Gain Kategori g > 0,7 Tinggi 0,3 O g O 0,7 Sedang g < 0,3 Rendah Sumber: Pratiwi, . Banawi. et al, . HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel berikut menunjukkan hasil analisis deskriptif data rerata kemampuan literasi numerasi peserta didik pretest dan posttest pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT): Tabel 2. Data Statistik Deskriptif Minimum Maximum Mean Std. Deviation Vol, 1. No, 1. Juni 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: Pretest Posttest Valid N . Tabel di atas menggambarkan perkembangan kemampuan literasi numerasi peserta didik sebelum dan sesudah pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Kemampuan literasi numerasi meningkat dari rata-rata 51,07 menjadi 70,71. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas telah meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik, baik sebelum dan sesudah (PTMT). Untuk mengetahui apakah ada peningkatan yang signifikan dalam literasi numerasi baik sebelum dan sesudah pembelajaran tatap muka (PTMT) dalam waktu singkat, data dinilai menggunakan uji-t sampel berpasangan dengan perangkat lunak SPSS 20 pada . , dan hasilnya pada tabel dibawah: Tabel 3. Hasil Uji-t Pared Sample T-Test Mean Pair 1 Std. Deviation Std. Error Mean Pretest Posttest Paired Samples Test Paired Differences Mean Pair 1 Pretest-Po st test Std. Deviation Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Sig. -taile Nilai probabilitas . ialah 0,000 < . ketika Ho ditolak dan Ha diterima, menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan literasi numerasi peserta didik antara pretest dan posttest. Berdasarkan nilai rata-rata tes, skor posttest lebih tinggi dari skor pretest. Temuan ini menunjukkan bahwa setelah intervensi pembelajaran tatap muka singkat, kemampuan berhitung dan membaca siswa telah meningkat (PTMT). Selain itu, tes n-gain digunakan untuk mengukur tingkat literasi numeasi peserta didik. Perhitungan gain ternormalisasi untuk hasil pretest dan posttest menghasilkan nilai gain 0,4. Peningkatan skor tersebut menunjukkan kemampuan literasi numerasi peserta didik dalam kategori sedang. Hasil ini sesuai dengan penelitian Tina yang menunjukkan kemampuan Vol, 1. No, 1. Juni 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: peserta didik dalam memecahkan teka-teki matematika berada pada level rata-rata. Hal ini diakibatkan oleh kelalaian atau kurang presisi, kesalahan yang dibuat saat mentransformasikan informasi, kesalahan yang dibuat saat menggunakan keterampilan proses, dan salah interpretasi pertanyaan (Tina, 2. Belajar dengan menonjolkan konsep, membiasakan peserta didik menyelesaikan soal aritmatika, dan menginspirasi peserta didik untuk giat belajar adalah semua tindakan yang bisa dilakukan dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik (Kartikasari. Kusmayadi, & Usodo dalam Fiangga et al. , 2. Setelah penerapan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT), hasil pengolahan data menunjukkan kemampuan literasi numerasi peserta didik meningkat secara signifikan. Hal ini disebabkan karena waktu pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka tetapi hanya untuk waktu yang singkat. Hasil ini sejalan dengan penelitian Ucup Supriatna yang menemukan bahwa pembelajaran tatap muka yang terbatas mampu meningkatkan hasil belajar kelompok Secara khusus, kelompok yang melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas mengungguli kelompok kontrol yang hanya melakukan pembelajaran online (Ucup Supriatna, 2021. Septianingsih, 2. Membandingkan PJJ dengan pembelajaran di kelas. Sri Wahyuni AUmenegaskan bahwa yang terakhir menghasilkan prestasi akademik yang lebih tinggi (Hendriyanto, 2. Langkah penting dalam menjaga standar pendidikan anak-anak Indonesia dan keinginan mereka untuk terus melaksanakan pembelajaran di kelas tradisional adalah penggunaan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Menurut informasi yang dikumpulkan dari wawancara guru, orang tua, dan peserta didik, hanya ada beberapa faktor internal dan eksternal yang berdampak pada kemampuan literasi numerasi peserta didik ketika pembelajaran tatap muka terbatas digunakan. Minat, motivasi, dan tingkat pemahaman peserta didik merupakan faktor internal, dan mereka memandang matematika sebagai mata pelajaran yang sulit. Menurut hasil penelitian Sartika, prediktor internal keberhasilan peserta didik meliputi motivasi, minat, kesehatan, dan IQ (Sartika, 2. Faktor eksternal antara lain kurangnya sosialisasi dan pelatihan literasi numerasi sehingga pemahaman guru tentang literasi numerasi masih rendah, keterbatasan waktu untuk pembelajaran tatap muka dan padatnya materi yang harus diselesaikan, kurangnya keakraban peserta didik dalam mengerjakan soal/menyelesaikan pertanyaan terkait literasi numerasi, ketersediaan buku literasi numerasi, dan tingkat kepedulian dan perhatian orang tua peserta didik dalam mendampingi anak di rumah. Kemampuan literasi matematika peserta didik dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengetahuan konten yang buruk, konteks sosial, pemahaman, pemikiran mendalam, studi terdahulu, rumus, perbuatan . uka dan tidak suk. , suasana hati, motivasi, perhatian, dan kemalasan. Diskusi dan aktivitas menjadi faktor lanjutan (Siti Mila. Eka & Hamida, 2017. Yunua, 2. Partisipasi kepala sekolah dalam menawarkan pelatihan literasi numerasi bagi guru mata pelajaran matematika diperlukan untuk mengatasi hal ini. Dorong anak-anak untuk melatih keterampilan berhitung dan membaca mereka. Latihan soal mampu memotivasi peserta didik akan berpikir matematis serta membantu mereka untuk mengembangkan kemampuan mereka . erumuskan, menerapkan, dan memaham. matematika dalam berbagai Untuk menggambarkan, menjelaskan, dan mengantisipasi fenomena dan kejadian, keterampilan penalaran matematis peserta didik harus dikembangkan, serta kemampuannya menggunakan konsep, proses, dan fakta. Keterlibatan aktif guru juga memiliki dampak yang Vol, 1. No, 1. Juni 2023 p-ISSN: dan e-ISSN: signifikan terhadap bagaimana keterampilan membaca dan berhitung peserta didik Guru harus dapat memilih taktik pengajaran, model, metode, dan pendekatan pembelajaran yang menarik bagi peserta didik dan dapat memajukan kemampuan berhitung dan literasi mereka. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Menurut penelitian. PTMT atau pengajaran tatap muka terbatas mampu meningkatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik. Hasil uji-t dan nilai rerata kemampuan literasi numerasi peserta didik setelah perlakuan menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan literasi numerasi peserta didik setelah perlakuan . Peserta didik Kelas V MIT Al-Anshor Ambon termasuk dalam kategori sedang, yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi numerasi peserta didik selama pembelajaran tatap muka (PTMT) masih cukup terbatas. Baik faktor internal maupun eksternal dapat mempengaruhi kemampuan literasi numerasi peserta didik selama pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT). Minat, dorongan, dan pemahaman peserta didik adalah contoh efek internal. Faktor eksternal meliputi jumlah materi yang harus dikuasai peserta didik dan alokasi waktu untuk belajar di kelas. Masalah eksternal lainnya adalah orang tua masih belum aktif membantu anak-anak mereka mengerjakan pekerjaan rumah di rumah. Saran