Volume . Issue . September / 2024 JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS https://journal. id/index. php/jpeb Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI di SMA Negeri 1 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Sudirman 1*. Heti Setia Ningsih Rubama 2 1-2 Universitas Negeri Gorontalo sudirman@ung. ABSTRACT This research aims to determine "The Effect of Learning Discipline on Students' Learning Outcomes in Economics Subject at Grade XI of Senior High School SMA Negeri 1 Telaga Biru. Gorontalo Regency". It employed a quantitative method, involving 85 students as the population and total sample. in addition, the instrument used in this study was a questionnaire. The results show that learning discipline does significantly affect students' leaming outcomes by arriving at the percentage of 75. the rest 24,8% is influenced by other variables. Keyboards: Learning Discipline and Student's Learning Outcomes ABSTRAK Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana AuPengaruh Disiplin Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas XI di SMA Negeri 1 Telaga Biru Kabupaten GorontaloAy. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan instrumen angket dan jumlah populasi 85 orang siswa, dengan sampel totalitas. Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari kedisiplinan belajar terhadap hasil belajar siswa. Adapun besar pengaruh dari kedisiplinan belajar terhadap hasil belajar siswa sebesar 75,2 % dan sisanya sebesar 24,8 % dipengaruhi oleh variabel lain. Kata Kunci: Disiplin Belajar. Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 Pendahuluan Pendidikan merupakan suatu hal yang penting dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan seseorang baik itu dalam keluarga, masyarakat, dan bangsa. Pendidikan adalah salah satu hal yang menentukan kemajuan suatu bangsa dan merupakan suatu usaha dalam meningkatkan potensi sumber daya manusia (SDM) yang ada dalam sebuah negara. Keberhasilan pendidikan tentunya dapat dicapai dengan usaha meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan dari bangsa itu sendiri. Peningkatan mutu pendidikan di sekolah berkaitan langsung dengan proses belajar mengajar. Dalam proses belajar mengajar ada suatu keterkaitan yang erat antara guru yang mengajar dan siswa yang belajar sehingga terhubung suatu koneksi saling menunjang. Interaksi yang dibangun antara siswa dan guru merupakan tujuan dari pembelajaran, salah satunya yaitu meningkatkan kemampuan internal siswa. Hal ini senada dengan Dimyati dan Mudjiono dalam Supardi . 4: . AuDalam belajar tersebut individu menggunakan ranah-ranah kognitif, afektif dan psikomotorik sehingga makin bertambah baikAy. Siswa sebagai peserta didik merupakan sasaran utama dari kegiatan pendidikan, dimana mereka diharapkan dapat mencapai keberhasilan dalam Keberhasilan belajar siswa dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran, keterampilan dan kebenaran dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru, serta prestasi belajar yang dicapai siswa dan lain- lain. Senada dengan Slameto . 0: . mengemukakan prestasi belajar adalah hasil belajar yang dicapai siswa dalam suatu mata pelajaran tertentu dengan menggunakan tes standar sebagai alat pengukur keberhasilan Hasil belajar dapat dijadikan tolak ukur yang utama untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa. Asri . 5: . Hasil belajar yang baik biasanya ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon, perubahan tingkah laku yang dimaksud adalah perubahan kearah yang positif misalnya siswa yang belum bisa memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), setelah belajar siswa tersebut dapat memperoleh nilai di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Inilah yang dimaksud hasil belajar atau perubahan perilaku ke arah positif. Hasil belajar adalah suatu kemampuan siswa dalam menguasai pengetahuan, sikap, keterampilan, memahami dan mampu mengerjakan. Hasil belajar yang diperoleh siswa dapat diukur secara langsung melalui tes dan dapat dihitung hasilnya. Hasil belajar tidak hanya memberikan informasi mengenai kemajuan juga tentang kemajuan kegiatan pendidikan di sekolah dalam mata pelajaran tertentu. Hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor internal atau berasal dari dalam diri siswa dan faktor eksternal yang berasal dari luar diri siswa, salah satu faktor internal adalah kedisiplinan. Disiplin merupakan suatu masalah yang penting, tanpa adanya kesadaran dan keharusan dalam melaksanakan aturan yang sudah ditentukan sebelumnya proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan baik. Disiplin belajar pada siswa ikut memberikan pengaruh terhadap hasil belajar yang Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 Siswa yang memiliki disiplin belajar yang tinggi akan dapat belajar dengan baik, terarah dan teratur. Sehingga dimungkinkan akan mendapatkan hasil belajar yang baik pula. Hasil belajar siswa akan meningkat jika siswa dapat disiplin dalam sekolah dan dalam belajarnya. Karena, disiplin dalam pendidikan berperan dalam mempengaruhi, mendorong, mengendalikan, mengubah, membina dan membentuk perilaku- perilaku tertentu sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan, diajarkan dan diteladankan. Disiplin dalam belajar merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh siswa agar dapat tercapai tujuan belajar di sekolah. Akan tetapi, pelanggaran yang berupa tata tertib sekolah masih sering ditemukan seperti membolos pada saat jam belajar, datang terlambat yang akhirnya hal ini dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, karena ketika siswa tersebut datang terlambat maka secara otomatis siswa tersebut ketinggalan materi pelajaran dan ketika sudah tertinggal hal ini akan mempengaruhi materi yang ia terima dan dapat membuat siswa tersebut kurang bersemangat dalam belajar. Tidak hanya itu saja ketika hal ini sering terulang maka tentu dapat mempengaruhi konsentrasi siswa tersebut maupun siswa yang lain yang akhirnya dapat berpengaruh pada hasil belajar siswa. Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMA Negeri 1 Telaga Biru kelas XI IPS pada mata pelajaran Ekonomi masih banyak ditemukan siswa yang memiliki nilai rendah. Kenyataan di lapangan pada semester ganjil di kelas XI IPS 1 dari 28 siswa hanya 1 orang yang tuntas, kelas IPS 2 dari 27 siswa hanya 2 orang yang tuntas yakni yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan yaitu 70. Rendahnya hasil belajar di atas menunjukan bahwa disiplin belajar siswa sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa sesuai KKM yang telah Ini terjadi karena kurangnya perhatian siswa terhadap materi yang diajarkan oleh guru dan siswa malas mencatat terlebih lagi yang paling sering terjadi adalah siswa selalu datang terlambat sehingga akan ketinggalan materi dan ini akan berpengaruh terhadap pemahaman materi yang diajarkan oleh guru yang akhirnya hal tersebut juga berdampak pada hasil dan prestasi belajar siswa di sekolah. Kajian Teori Belajar merupakan kegiatan sehari-hari bagi siswa sekolah. Kegiatan belajar tersebut ada yang dilakukan di sekolah, di rumah, dan tempat lain seperti di museum, perpustakaan, kebun binatang, sawah, sungai dan hutan. Belajar juga merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Proses belajar terjadi berkat siswa memperoleh sesuatu yang ada di lingkungan sekitar. Hasil belajar seringkali digunakan sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa jauh seseorang menguasai bahan yang diajarkan. Hasil belajar berasal dari dua kata yaitu AuhasilAy dan AubelajarAy. Hasil . merupakan suatu perolehan akibat dilakukannya suatu aktivitas atau proses yang mengakibatkan berubahnya input secara fungsional. Sedangkan belajar adalah tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses Perubahan tingkah laku dalam hal ini seperti tingkah laku yang diakibatkan oleh proses kematangan fisik, keadaan mabuk, lelah, dan jenuh tidak dipandang sebagai proses belajar. Hasil belajar merupakan tujuan akhir dilaksanakannya kegiatan pembelajaran di sekolah. Hasil belajar dapat ditingkatkan melalui usaha sadar yang dilakukan secara sistematis mengarah kepada perubahan yang positif yang kemudian disebut dengan proses belajar. Akhir dari proses belajar adalah perolehan suatu hasil belajar siswa. Hasil belajar siswa di kelas terkumpul dalam himpunan hasil belajar kelas. Semua hasil belajar tersebut merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar di akhiri dengan proses evaluasi hasil belajar, sedangkan dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar (Dimyati dan Mudjiono, 2009: . Hasil belajar biasanya ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon Asri . 5: . Perubahan tingkah laku yang dimaksud adalah perubahan kearah yang positif misalnya anak yang belum bisa bersepeda, setelah belajar anak tersebut dapat Inilah yang dimaksud hasil belajar atau perubahan perilaku ke arah Menurut Nana Sudjana . 9: . hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar dan merupakan ukuran dari keberhasilan dari suatu proses belajar mengajar, yang berupa penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap di sekolah berwujud prestasi belajar yang dinyatakan dalam tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Sudjana . 8: . juga mengatakan hasil belajar terbagi atas tiga ranah yaitu: Ranah kognitif. Hasil belajar kognitif meliputi kemampuan menyatakan kembali suatu konsep atau prinsip yang telah dipelajari dan kemampuan intelektual. Ranah kognitif terdiri atas enam tingkatan yaitu: Pengetahuan Pengetahuan adalah kemampuan yang paling rendah tetapi paling dasar dalam kawasan kognitif. Pengetahuan untuk mengetahui adalah kemampuan untuk mengenal atau mengingat kembali suatu obyek, ide, prosedur, dan lain-lain. Adapun contoh rumusan dalam indikator seperti: menceritakan apa yang terjadi, mengemukakan arti, menentukan lokasi, mendeskripsikan sesuatu, dan menguraikan apa yang terjadi. Pemahaman Pemahaman adalah pengetahuan terhadap hubungan antar faktor- faktor, antar konsep, hubungan sebab akibat, dan penarikan kesimpulan. Adapun rumusan dalam indikator seperti: mengungkapkan gagasan dengan kata-kata sendiri, menjelaskan gagasan pokok, menceritakan kembali dengan katakata sendiri, dan menjelaskan gagasan pokok. Penerapan Penerapan adalah pengetahuan untuk menyelesaikan masalah dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun rumusan dalam indikator seperti: melakukan percobaan, menghitung kebutuhan, dan Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 membuat peta. Analisis Analisis adalah penyelesaian atau gagasan dan menunjukkan hubungan antar bagian-bagian tersebut. Adapun rumusan dalam indikator seperti: merumuskan masalah, mengajukan pertanyaan untuk memperoleh Sintesis Sintesis adalah kemampuan untuk menggabungkan berbagai informasi menjadi kesimpulan atau konsep. Adapun rumusan dalam indikator seperti: menentukan solusi masalah, menciptakan produk baru dan merancang model mobil mainan. Evaluasi Evaluasi merupakan kemampuan tertinggi dari ranah kognitif, yaitu mempertimbangkan dan menilai benar salah, baik dan buruk. Adapun rumusan dalam indikator seperti: memilih solusi yang terbaik, menulis laporan, dan mempertahankan pendapat. Ranah Afektif Ranah afektif ialah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Adapun ranah efektif dibagi menjadi lima tingkat yaitu: Receiving atau attending . enerima atau memperhatika. Receiving yaitu kepekaan seseorang dalam menerima rangsangan dari luar yang datang kepadanya dalam bentuk masalah, gejala, situasi, dan lain lain. Responding . Responding yaitu kesediaan memberikan respons berpartisipasi. Valuing . enilai atau mengharga. Valuing yaitu kesediaan untuk menentukan pilihan sebuah nilai dari rangsangan tersebut. Organization . engatur atau mengorganisasika. Organization yaitu merupakan pengembangan dari nilai ke dalam satu sistem organisasi, termasuk di dalam hubungan satu dengan nilai lain. Characterization . Characterization yaitu keterpaduan sistem nilai yang telah dimiliki oleh seseorang, yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. Ranah Psikomotorik Ranah psikomotor ialah ranah yang berkaitan dengan keterampilan atau keterampilan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar. Ranah psikomotor terdiri atas enam tingkatan yaitu: Perception (Perseps. Perception kemampuan membedakan suatu gejala dengan gejala Set (Kesiapa. Set contoh mengetik, kesiapan sebelum lari, dan gerakan sholat dan yang Guided response (Gerakan terbimbin. Guided response kemampuan melakukan sesuatu yang dicontohkan Mechanism (Gerakan terbias. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 Mechanism kemampuan yang dicapai karena latihan berulang- ulang sehingga menjadi terbiasa. Adaptation (Gerakan komplek. Adaptation kemampuan melakukan serangkaian gerakan dengan cara dan urutan yang tepat. Origination . Origination kemampuan menciptakan gerakan-gerakan baru yang tidak ada dari yang sebelumnya. Diantara ketiga ranah tersebut, ranah kognitiflah yang paling banyak dinilai oleh para guru di sekolah karena berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menguasai isi dalam pengajaran. Selain itu pula juga memberi pengaruh yang positif terhadap belajarnya. Banyak sekolah yang dalam pelaksanaan disiplin kurang, sehingga mempengaruhi siswa dalam belajar, kurang bertanggung jawab, karena bila tidak melaksanakan tugas tidak dikenakan sanksi. Maka dengan adanya hal ini perlu adanya disiplin untuk mengembangkan hasil belajar. Belajar merupakan salah satu faktor penting dari keseluruhan proses pendidikan karena belajar merupakan kegiatan pokok dalam proses tersebut. Ini berarti berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan tergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami siswa. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu factor intern yang berasal dari siswa tersebut, dan factor ekstern yang berasal dari luar diri siswa tersebut. Faktor dari diri siswa terutama adalah kemampuan yang dimilikinya. Faktor kemampuan siswa besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai siswa. Seperti yang telah dikemukakan oleh Clark . 0: . , bahwa hasil belajar siswa di sekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30% dipengaruhi oleh lingkungan. Selain faktor kemampuan siswa, juga ada faktor lain seperti motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, serta masih banyak faktor lainnya. Adanya pengaruh dari dalam diri siswa, merupakan hal yang logis dan wajar, sebab hakikat perbuatan belajar adalah perubahan tingkah laku yang diniati dan disadarinya. Siswa harus merasakan adanya kebutuhan untuk belajar dan Belajar sebagai proses atau aktifitas yang banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor. Belajar merupakan proses yang terjadi pada siswa baik individu maupun kelompok yang mengalami satu bentuk perubahan atau pembaharuan dalam tingkah laku dan kecakapan proses belajar dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang akan berdampak pada hasil belajar Para ahli berpendapat bahwa hasil capaian belajar siswa akan sesuai dengan tujuan belajar apabila faktor-faktor yang mempengaruhinya dapat diolah dengan sebaik-baiknya. Adapun faktor-faktor tersebut menurut Mulhibbin . 7: . faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa dapat dibedakan manjadi 3 golongan yaitu: Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 Faktor Internal . aktor dari dalam diri sisw. , yakni kondisi jasmani dan rohani siswa Faktor eksternal . aktor dari luar diri sisw. , yakni kondisi lingkungan di sekitar siswa. Faktor pendekatan belajar, yakni jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan untuk melakukan kegiatan pembelajaran serta materi-materi yang akan dibelajarkan. Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal. Diantara faktor tersebut keduanya saling berkaitan dan saling mempengaruhi, seorang siswa apabila kondisi jasmani dan rohaninya . aktor interna. baik maka akan berpengaruh baik juga terhadap hasil Begitupun ketika kondisi lingkungannya mendukung dan mendorongnya untuk belajar seperti teman-teman yang baik serta masyarakat yang bisa membuat diri dari siswa itu berkembang maka ini juga dapat membawa pengaruh yang baik terhadap hasil belajarnya. Disiplin Belajar Masykur Arif Rahman . 1: . mengatakan bahwa disiplin berasal dari bahasa Inggris AudisciplineAy yang mengandung beberapa arti. Diantaranya adalah pengendalian diri, membentuk karakter yang bermoral, memperbaiki dengan sanksi, serta kumpulan beberapa tata tertib untuk mengatur tingkah Disiplin juga merupakan upaya untuk membentuk tingkah laku sesuai dengan yang sudah ditetapkan untuk mencapai sesuatu yang lebih baik dan Terkait itu, sekolah yang punya tata tertib jelas bermaksud mendisiplinkan guru dan murid untuk mencapai tingkat tertinggi dalam prestasi belajar mengajar (Masykur Arif Rahman, 2011: . Menurut A. Moenir . 0: . disiplin adalah suatu bentuk ketaatan terhadap aturan, baik tertulis maupun tidak tertulis yang telah ditetapkan. Disiplin merupakan salah satu syarat mutlak menggapai kesuksesan dalam mencapai cita-cita besar di dunia pendidikan. Dalam kamus besar bahasa indonesia, istilah disiplin mengandung beberapa arti yaitu, tata tertib, ketaatan . kepada peraturan tata tertib di bidang studi yang dimiliki objek, sistem dan metode tertentu. Slameto . 0: . mengemukakan bahwa AuAgar siswa belajar lebih maju, siswa harus disiplin di dalam belajar baik di sekolah, di rumah dan di perpustakaanAy. Dari pendapat tersebut, dapat diartikan disiplin dapat membuat siswa belajar lebih maju dan dengan kemajuan yang diperoleh tersebut maka akan meningkatkan hasil belajar siswa. Penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan siswa tidak dapat diterima. Oleh karena itulah, maka dalam proses pendidikan dan pembelajaran dikenal adanya reward dan punishment. Kedua hal tersebut merupakan konsekuensi yang harus diterima oleh siswa hal tersebut perlu dilakukan sebab pengaruh disiplin terhadap prestasi belajar sangatlah besar. Hal tersebut bukanlah ancaman melainkan sekedar pengkondisian agar tumbuh dan berkembang sikap disiplin pada pola kehidupan siswa. Dari berbagai uraian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin belajar merupakan setiap macam pengaruh yang ditunjukan untuk membantu peserta didik agar dia dapat memahami dan menyesuaikan diri Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 dengan tuntutan lingkungannya dan juga penting tentang cara menyelesaikan tuntutan yang mungkin ingin ditunjukkan peserta didik terhadap Dikemukakan beberapa pendapat dari para ahli. Suharsimi Arikunto . 5: . menyebutkan bahwa Audisiplin adalah kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena didorong oleh adanya kesadaran yang ada pada hatinyaAy. Meichati . 3: . mengemukakan bahwa Audisiplin yang baik mengandung ketundukan anak didik terhadap peraturan-peraturan yang tanpa menyukarkan proses belajarAy. Dari beberapa pendapat tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa adanya beberapa unsur yang terdapat dalam pengertian disiplin, bahwa disiplin adalah ketaatan atau kepatuhan seseorang terhadap peraturan. Ketaatan ini dilandasi oleh suatu kesadaran, ketaatan ini timbul untuk mencapai suatu tujuan. Berdasarkan pendapat Abdul Majid dan Dian Andayani . 1: . disiplin yaitu bila mengerjakan sesuatu dengan tertib, memanfaatkan waktu untuk kegiatan positif, belajar secara teratur dan mengerjakan sesuatu dengan penuh tanggung jawab. Menurut Slameto . 0: . kedisiplinan sekolah berhubungan erat dengan siswa dalam sekolah dan juga dalam belajar. Kedisiplinan sekolah mencakup kedisiplinan guru dalam mengajar dengan melaksanakan tata tertib. Seluruh staf sekolah yang mengikuti tata tertib dan bekerja dengan disiplin membuat siswa menjadi disiplin pula. Disiplin adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, dan ketertiban. Nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian perilaku dalam kehidupanya. Perilaku itu tercipta melalui proses binaan melalui keluarga, pendidikan dan pengalaman. Disiplin merupakan upaya untuk membuat orang berada pada jalur sikap dan perilaku yang sudah ditetapkan pada individu oleh orang tua. Pendidikan disiplin merupakan suatu proses bimbingan yang bertujuan menanamkan pola perilaku tertentu, kebiasaan-kebiasaan tertentu, atau membentuk manusia dengan ciri-ciri tertentu, terutama untuk meningkatkan kualitas mental dan moral . ukadji, 2002: . Menurut Arikunto . 2: . , di dalam pembicaraan kedisiplinan dikenal dua istilah yang pengertiannya hampir sama tetapi pembentukannya secara Universitas Sumatera Utara kedua istilah itu adalah disiplin dan ketertiban, ada juga yang menggunakan istilah siasat dan ketertiban. Ketertiban menunjuk pada kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan dan tata tertib karena didorong oleh sesuatu dari luar misalnya karena ingin mendapat pujian dari atasan. Selanjutnya pengertian disiplin atau siasat menunjuk pada kepatuhan seseorang dalam mengikuti tata tertib karena didorong kesadaran yang ada pada kata hatinya (Arikunto, 2012: . Kedisiplinan dapat diartikan sebagai serangkaian aktivitas/ latihan yang dirancang karena dianggap perlu dilaksanakan untuk dapat mencapai sasaran tertentu (Sukadji, 2. 000: . Kedisiplinan merupakan sikap atau perilaku yang menggambarkan kepatuhan kepada suatu aturan atau ketentuan. Kedisiplinan juga berarti suatu tuntutan bagi berlangsungnya kehidupan yang sama, teratur dan Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 tertib,yang dijadikan syarat mutlak bagi berlangsungnya suatu kemajuan dan perubahan- perubahan ke arah yang lebih baik. Santoso . 4: . menyatakan bahwa kedisiplinan adalah sesuatu yang teratur, misalnya disiplin dalam menyelesaikan pekerjaan berarti bekerja secara teratur. Kedisiplinan berkenaan dengan kepatuhan dan ketaatan seseorang atau kelompok orang terhadap norma-norma dan peraturan-peraturan yang berlaku, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis. Kedisiplinan dibentuk serta berkembang melalui latihan dan pendidikan sehingga terbentuk kesadaran dan keyakinan dalam dirinya untuk berbuat tanpa paksaan. Kedisiplinan adalah suatu sikap yang mencerminkan ketaatan dan ketepatan terhadap aturan (Moenir, 1999: . Kedisiplinan yaitu suatu sikap, perilaku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan organisasi baik tertulis maupun tidak tertulis (Nitisemito, 1999: . Berdasarkan berbagai pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan adalah suatu sikap dan perilaku yang mencerminkan ketaatan dan ketepatan terhadap peraturan, tata tertib, normanorma yang berlaku, baik tertulis maupun yang tidak tertulis. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Disiplin Belajar Faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin belajar dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri siswa yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar. Adapun faktor internal ini terdiri dari beberapa faktor yaitu sebagai berikut: Faktor fisiologis Faktor fisiologis antara lain kesegaran jasmani, keletihan, kekurangan gizi, kurang tidur, sakit yang diderita termasuk pendengaran dan penglihatan. Siswa yang kurang kesehatanya akan lebih cepat lelah, lesu, dan akhirnya malas dan enggan untuk belajar, hal ini akan berpengaruh terhadap disiplin . Faktor psikologis Faktor psikologis antara lain adalah kecerdasan, minat kemauan, perhatian, emosi dan motivasi. Faktor eksternal Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa yang dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar, faktor tersebut adalah faktor Faktor lingkungan dibedakan menjadi dua yaitu: Lingkungan alami, yaitu kondisi alami yang dapat berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar, termasuk dalam lingkungan alami yaitu suhu, cuaca, udara, pada waktu itu dan kejadian-kejadian yang sedang berlangsung. Lingkungan sosial, dapat berwujud manusia, wujud lain yang berpengaruh langsung terhadap proses dan hasil belajar. Misalnya hubungan murid dengan guru, orang tua dengan anak, dan lingkungan masyarakat di luar sosial yang baik, dapat membantu terciptanya prestasi belajar siswa. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah ketaatan dan ketepatan pada suatu aturan yang dilakukan secara sadar tanpa adanya dorongan atau paksan dari pihak lain atau suatu Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 keadaan dimana sesuatu itu berada dalam tertib, teratur dan semestinya serta tiada suatu pelanggaran-pelanggaran baik secara langsung maupun tidak langsung. Indikator Disiplin Belajar Hurlock . alam Yestin, 2016: . mengemukakan bahwa beberapa indikator disiplin belajar adalah sebagai berikut: Disiplin belajar di sekolah memiliki indikator sebagai berikut: Patuh dan taat terhadap tata tertib belajar di sekolah Persiapan belajar Perhatian terhadap kegiatan pembelajaran Menyelesaikan tugas pada waktunya Indikator disiplin belajar di rumah adalah sebagai berikut: Mempunyai rencana atau jadwal belajar Belajar dalam tempat dan suasana yang mendukung Ketaatan dan keteraturan dalam belajar Perhatian terhadap materi pelajaran Syafrudin . 5: . mengemukakan bahwa disiplin belajar terdiri atas dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal seperti berikut ini: Faktor internal: Ketaatan terhadap tata tertib di kelas Ketaatan terhadap kegiatan belajar di kelas Ketaatan dalam mengerjakan tugas-tugas pelajaran Faktor eksternal: Ketaatan terhadap kegiatan belajar di rumah. Mempunyai rencana atau jadwal belajar di rumah. Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan apabila siswa memiliki disiplin belajar yang tinggi maka siswa tersebut akan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap tugas dan tanggung jawab diantaranya disiplin dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah, disiplin dalam mengikuti ujian, disiplin dalam menepati jadwal belajar, ketepatan dalam melaksanakan dan mengumpulkan tugas-tugas. Oleh karena itu, dengan disiplin belajar yang tinggi akan mampu memberikan arah bagi siswa untuk mencapai hasil yang Pengaruh Kedisiplinan Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa yang disiplin dalam belajar akan lebih tertib dan kontinyu dalam belajar, sehingga memiliki intensitas belajar yang lebih banyak. Hal ini akan membantu siswa dalam memperkuat pemahamanya. Disiplin belajar tidak dapat dipisahkan dari siswa karena tanpa disiplin belajar yang kuat siswa tidak akan berhasil dalam studinya, atau dengan kata lain siswa yang memiliki disiplin belajar yang rendah maka hasil belajar akan rendah pula. Dalam menumbuhkan disiplin belajar bagi para siswanya, seorang guru dapat berpegang dari beberapa peraturan, antara lain bahwa untuk menumbuhkan disiplin pada individu, terlebih dahulu harus diketahui latar belakang Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 kehidupan dan kebiasaan individu. Dengan demikian diharapkan akan memberikan hasil yang maksimal. Dengan adanya disiplin yang tinggi dari setiap siswa, baik itu datangya dari luar maupun dari dalam siswa itu sendiri maka kemungkinan akan dapat meningkatkan hasil belajar. Metodologi Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, karena sasaran penelitian adalah menganalisis pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian menggunakan Ex Post Facto Teknik Pengumpulan Data Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan beberapa teknik sebagai berikut: Observasi Teknik awal yang digunakan untuk memperoleh data umum dari peneliti tentang pengaruh disiplin belajar dengan hasil belajar siswa. Wawancara Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal yang responden yang lebih mendalam dan jumlah respondenya sedikit/ kecil. Angket Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Dokumentasi Dokumentasi yaitu semua data yang bersumber dari lokasi penelitian dalam bentuk tertulis maupun tercetak, sebagai pelengkap data- data dalam penelitian ini. Teknik Analisis Data Teknik analisis data merupakan pengelolaan data dari data-data yang sudah terkumpul. Diharapkan dari pengelolaan tersebut dapat diperoleh gambaran yang akurat dan kongkrit dari subjek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dengan menggunakan teknik regresi sederhana untuk menguji hipotesis, karena hanya 2 variabel yang diuji. Satu variabel terikat . asil belajar sisw. dan satu variabel bebas . edisiplinan Pengujian hipotesis penelitian Adapun pengujian hipotesis pada penelitian ini adalah sebagai berikut: H0 : yu O 0 X kedisiplinan belajar tidak berpengaruh positif terhadap variable Y . asil belajar sisw. Ha : yu Ou 0 X kedisiplinan belajar berpengaruh positif terhadap variabel Y . ktivitas belajar sisw. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 Hasil Penelitian dan Pembahasan Uji Validitas dan Reliabilitas Hasil pengujian validitas dan reliabilitas untuk masing-masing variabel adalah sebagai berikut. Variabel X (Disiplin Belaja. Hasil pengujian validitas dan reliabilitas pertanyaan yang digunakan untuk mengukur variabel disiplin belajar adalah sebagai berikut: Tabel 4. 1 Variabel Disiplin Belajar (X) Variabel Nomor X_1 X_2 X_3 X_4 X_5 X_6 X_7 X_8 X_9 Disiplin Belajar X_10 X_11 X_12 X_13 X_14 X_15 X_16 X_17 X_18 X_19 X_20 Koefisien Reliabilitas Alpha CronbachAos r-hitung 0,459 0,314 0,534 0,483 0,283 0,587 0,399 0,416 0,400 0,579 0,493 0,560 0,473 0,518 0,397 0,523 0,575 0,485 0,493 0,560 0,810 r-tabel 0,2018 Kesimpulan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Reliabel Hasil pengujian di atas menunjukkan dari 20 pertanyaan yang digunakan untuk mengukur variabel disiplin belajar sebanyak 20 telah memenuhi syarat di Variabel Y (Hasil Belaja. Hasil pengujian validitas dan reliabilitas pertanyaan yang digunakan untuk mengukur variabel hasil belajar adalah sebagai berikut : Tabel 4. 2 Hasil Belajar (Y) No. Nama Nilai Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 Abdul Rahman Djumuli Abdullah Arifatur Rahman Rizaldi Y. Abdullah Alfian A. Husnan Alfrendy F. Kalalo Alim Rahman Moh. Zulkarnain Musa Valentino Saba Yusuf Abubakar Abdul Raahman Sulemn Goliawan Dwi Tinta Lii Gunawan Udin Hamid I. Kilo Rizal Koli Sahrudin Utia Indra Tuliabu Taufik Musa Moh. Firman Sulemn Maryam Alinti Aulia Hasan Nurul Fauziati Igirisa Ramla Rahman Salama Latif Zunaidi Isa Zuwanda Y. Latif Ruqiah Saleh Ifa Ifanza F. Hadi Salma Latif Nopita Harun Fatma D. Abas Febrianty Kilo Herliana Mustapa Aisa Adjira Febriyanto Badalu Elin E. Rajak Sitrian Rahmin Wirna Ali Nuryanti R. Nusi Fatma Suleman Nur'ain R. Kilinau Suci Halim Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 Frendy Ma'a Nigsih Abdullah Rizki Hasan Wulandari Guroi Syilvana Ayu Trisna Megawati Kadir Sofyan Pongoliu Firgilang Saputra Auzo Farhan Zulkarnain Dalango Herlinawati Nusi Sri Mulyani Harun Lahay Berlian Nusi Teti Abdullah Sulastri S. Aliwu Ransistawati Lisman Surya Ramadan Samsudin Riski Aditia Rahman Malik Dalanggo Nawir Ali Abdul Azis Hasan Alwian R. Mootalu Mohamad I. Abdullah Chandra S. Wijaya Rifal Buge Jefriyanto Idris Mawar Ismail Moh. Rivaldi Usman Ahmad M. Samsi Muh. Ismail Kau Mutiara Ibrahim Rahmatia Ramadhani Hasan Anti Devi P. R Hilala Sri Laisa Adam Sitriyanti Abdullah Zenab Djanuari Aisa Rasid Ali Juwita Pakaya Nurlela Mansur Misbahul Hikmah Talipu Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 Fita Panigoro Lian S. Ibrahim Novriandi Hasil Analisis Data Pengujian Normalitas Data Untuk mengetahui normal tidaknya distribusi variabel dalam penelitian ini dilakukan dengan uji statistik non-parametrik Kolmogorov- Smirnov (K-S tes. Jika nilai signifikan Kolmogorov-Smirnov lebih besar dari nilai alpha . , maka data mengikuti distribusi normal. Hasil uji one Sample KolmogorovSmirnov dapat dilihat pada tabel : Tabel 4. 3 Hasil Uji Normalitas Data OneSample KolmogorovSmirnov Test Unstandardize d Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Berdasarkan hasil pengujian normalitas pada tabel 4. 3 di atas, diperoleh nilai Kolmogorov-Smirnov Z sebesar 1,003 dengan nilai asymp. Sig. -taile. atau probabilitas sebesar 0,267 yang berada di atas 0,05 seperti yang telah Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal. Kesimpulan dari pengujian ini juga didukung dengan hasil plot data yang menunjukkan bahwa data dari variabel disiplin belajar menyebar disekitar garis lurus seperti yang tampak dalam grafik berikut ini. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 Hasil Analisis Regresi Setelah persyaratan normalitas data dipenuhi maka selanjutnya dilakukan analisis regresi antara disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik regresi linear sederhana. Model regresi yang akan dibangun dalam penelitian ini sebagai berikut: = a Bx (Sugiono, 2014: . Keterangan : : Hasil Belajar X : Disiplin Belajar A : Konstanta . ilai apabila X=. Hasil analisis regresi dengan menggunakan bantuaan SPSS adalah sebagai berikut : Tabel 4. 4 Uji Analisis Regresi Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. Std. Error Standardiz Coefficients Beta Sig. Disiplin Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 Belajar Dependent Variable: Hasil Belajar Dengan demikian model analisis regresi pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa adalah sebagai berikut : = 17,850 0,747x Berdasarkan hasil analisis di atas dapat ditafsirkan beberapa hal sebagai Disiplin belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Semakin baik disiplin belajar yang dimiliki maka hasil belajar siswa akan semakin meningkat. Koefisien regresi X sebesar 0,747 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai disiplin belajar, maka nilai partisipasi bertambah sebesar 0,747. Koefisien regresi tersebut bernilai positif sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap Y adalah positif. Pengujian Pengaruh Disiplin Belajar terhadap hasil Belajar Setelah diketahui bahwa secara model regresi diperoleh telah signifikan maka selanjutnya akan dilakukan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui secara lebih spesifik pengaruh variabel dukungan disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa. Untuk keperluan ini dilakukan pengujian koefisien regresi secara individual (Testing Individual Regression Coefficien. Adapun tahapan pengujian yang dilakukan adalah sebagai Penentuan Hipotesis H0 : yu1 = 0 (Tidak terdapat pengaruh Disiplin Belajar terhadap Hasil H1 : yu1 O 0 (Terdapat pengaruh Disiplin Belajar terhadap Hasil belaja. Penentuan Tingkat Signifikansi Tingkat Kepercayaan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 95 % atau dengan kata lain tingkat signifikansinya . sebesar 5 %. Penentuan Uji Statistika Dalam melakukan uji signifikansi pengaruh dalam model regresi akan digunakan uji t yang dirumuskan sebagai berikut: t = yu1 ycIyceyu Penentuan Kriteria Uji Penentuan kriteria uji didasarkan pada perbandingan antara nilai t- hitung yang diperoleh dengan t-tabel. Jika nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel maka H0 ditolak. Pengujian juga dapat didasarkan pada perbandingan nilai signifikansi yang diperoleh dengan nilai alpha yang digunakan. Jika nilai Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 signifikansi yang diperoleh lebih besar dari nilai alpha maka H0 diterima. Tabel 4. 6 Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardize Coefficients Std. Error (Constan. Disiplin Belajar Beta Sig. Dependent Variable: Hasil Belajar Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai t-hitung sebesar 15,844 yang berarti lebih besar dari t-tabel 1,98896 . Ae k Ae 1 = 85 Ae 1 Ae 1 = . dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari tingkat signifikansi alpa 0,05. Dengan demikian hipotesis H0 ditolak dan menerima HA yang berarti disiplin belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil Penafsiran Koefisien Determinasi Untuk mengetahui besar pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa digunakan analisis koefisien determinasi . Nilai koefisien determinasi mencerminkan besarnya pengaruh perubahan pada variabel bebas dalam menjalankan perubahan pada variabel tidak bebas secara bersama-sama, dengan tujuan untuk mengukur kebenaran dan kebaikan hubungan antar variabel dan model yang digunakan . Besarnya nilai R2 berkisar antara 0< R2<1, jika nilai R2 semakin mendekati satu maka model yang diusulkan dikatakan baik karena semakin tinggi variansi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen . Nilai koefisiensi determinasi untuk model regresi antara disiplin terhadap hasil belajar siswa adalah sebagai berikut: Hasil Uji Koefisiensien dan Determinasi Model Summaryb Model Square Adjusted Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Disiplin Belajar Dependent Variable: Hasil Belajar Berdasarkan hasil etimasi model persamaan regresi yang telah dilakukan Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 diatas diperoleh nilai koefisien determinasi R2 sebesar 0,752. Nilai ini berarti bahwa sebesar 75,2 % variasi Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh disiplin belajar yang baik, sedangkan sisanya sebesar 24,8 % dipengaruhi oleh variabel lain seperti faktor sosial dan faktor keluarga. Pembahasan Hasil belajar merupakan kemampuan yang didapatkan siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar dan hasilnya tersebut berupa tingkah laku positif yang direfleksikan dalam wujud nilai siswa. Menurut Nana Sudjana . 9: . hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar dan merupakan ukuran dari keberhasilan dari suatu proses belajar mengajar, yang berupa penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap di sekolah berwujud prestasi belajar yang dinyatakan dalam tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Dalam proses belajar mengajar banyak faktor yang ikut mempengaruhi berhasil tidaknya proses tersebut. Faktor tersebut ada yang berasal dari diri siswa dan ada juga yang berasal dari luar diri siswa. Salah satu faktor yang berperan dalam menentukan hasil belajar siswa adalah kedisiplinan yang dimiliki oleh siswa tersebut. Sikap disiplin siswa merupakan salah satu hal yang ikut memberikan pengaruh terhadap hasil belajar yang dicapainya. Berdasarkan pendapat Abdul Majid dan Dian Andayani . 1: . disiplin yaitu bila mengerjakan sesuatu dengan tertib, memanfaatkan waktu untuk kegiatan positif, belajar secara teratur dan mengerjakan sesuatu dengan penuh tanggung jawab. Siswa yang memiliki disiplin belajar yang tinggi akan dapat belajar dengan baik, terarah dan teratur. Sehingga dimungkinkan akan mendapatkan hasil belajar yang baik Hasil belajar siswa akan meningkat jika siswa dapat disiplin dalam sekolah dan dalam belajarnya. Karena, disiplin dalam pendidikan berperan dalam mempengaruhi, mendorong, mengendalikan, mengubah, membina dan membentuk perilaku-perilaku tertentu sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan, diajarkan dan diteladankan. Sebaliknya jika siswa tidak memiliki sikap disiplin dalam belajar maka kegiatan belajarnya tidak akan terencana dengan baik sehingga kegiatan belajarnya tidak teratur dan membuat hasil belajar menurun. Hasil analisis yang telah dilakukan menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan dari disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa. Ini didasarkan pada hasil pengujian nilai t-hitung untuk variabel disiplin belajar yang lebih besar dari nlai t-tabel sehingga H0 ditolak. Ini menunjukan bahwa baik buruknya disiplin belajar dikalangan siswa sangat menentukan hasil dalam belajar. Koefisien regresi yang bertanda positif dari variabel disiplin belajar menunjukan bahwa disiplin belajar yang baik akan meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor baik faktor individual maupun sosial. Salah satu faktor individual yang sangat berperan dalam menentukan hasil belajar siswa adalah disiplin belajar. Disiplin sangat penting dan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh siswa agar dapat Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 tercapai tujuan belajar di sekolah. Disiplin menjadi prasyarat bagi pembentukan sikap, perilaku dan tata kehidupan berdisiplin yang akan mengantar seorang siswa sukses dalam belajar. Disiplin dalam belajar bagi siswa merupakan keharusan bagi siswa yang ingin memperoleh hasil belajar yang memuaskan. Disiplin belajar kaitanya dengan ketertiban dalam melakukan aktivitas siswa dimana siswa diharapkan dapat mengerahkan energinya untuk belajar secara teratur dan kontinyu. Disiplin belajar tidak dapat dipisahkan dari siswa karena tanpa disiplin belajar yang kuat siswa tidak akan berhasil dalam studinya, atau dengan kata lain siswa yang memiliki disiplin belajar yang rendah maka hasil belajar akan rendah pula sebaliknya ketika siswa disiplin dalam belajarnya maka akan mendapatkan hasil belajar yang baik pula. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Shindy Ekawati . dengan judul Pengaruh Kedisiplinan dan Aktivitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Pesantren Modern Datok Sulaiman Palopo. Hasil dari penelitianya menemukan bahwa terdapat pengaruh secara bersama-sama antara disiplin dan aktivitas belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Pesantren Modern Datok Sulaiman Palopo karena berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS didapatkan nilai F-hitung yaitu 6,685 dengan nilai probabilitas 0,002 dimana 0,002 kurang dari 0,05. Sehingga dengan demikian hasil pengujian hipotesis ditemukan bahwa disiplin belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Telaga Biru. Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. // Volume 1 No. 2 September 2024 20 - 41 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dikemukakan kesimpulan penelitian sebagai berikut: Disiplin belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI di SMA Negeri 1 Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Kesimpulan tersebut didukung oleh hasil penelitian: . Koefisien regresi tersebut bernilai positif sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap Y adalah positif. koefisien determinasi sebesar 75,2 % dipengaruhi oleh disiplin belajar dan sisanya sebesar 24,8 % dipengaruhi oleh variabel lain seperti faktor sosial dan faktor Daftar Pustaka