Jurnal Teknologi Dirgantara Vol. 8 No. 1 Juni 2010:20-28 SIMULASI KINERJA SKEA DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN MENGGUNAKAN WAsP Malik Ibrochim Peneliti PUSTERAPAN. LAPAN e-mail: rajaibrahim2003@yahoo. ABSTRACT The analysis towards the performance of wind turbin simulation has been done in the District of Timor Tengah Selatan. Nusa Tenggara Timur Province by using the method of WAsP simulation. The data used as the simulation input are the wind speed and direction observed in Oelbukbuk vector map of TTS District and 3 . brands of 600kW wind turbin. The result shows that the performance of NEG-MICON wind turbine type NM 600-48 brand is better than 2 other brands (Vestas type V44 and Bonus type MKIV) that were simulated based on the wind climate and topography condition at TTS District NTT Province. Based on CF value. NEG-MICON type NM 60048 wind turbine is 44,27 %, bigger than 2 other brands. Key words: WAsP. Wind Turbine. ABSTRAK Telah dilakukan analisa terhadap simulasi kinerja SKEA di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Provinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan metode simulasi WAsP. Data yang digunakan sebagai masukan simulasi ini adalah data kecepatan dan arah angin hasil pengamatan langsung di Oelbukbuk, peta vektor Kabupaten TTS dan spesifikasi 3 merek SKEA kapasitas 600 kW. Kinerja SKEA merek NEG-Micon tipe NM 600-48 adalah yang terbaik diantara 2 merek lainnya yaitu Vestas tipe V44 dan Bonus tipe MKIV yang disimulasikan di wilayah Kabupaten TTS Provinsi NTT. Hal tersebut berdasarkan nilai CF yang dimiliki SKEA merek NEG-Micon tipe NM 600-48 yaitu 44,27 %. Kata kunci: WAsP. Turbin Angin. PENDAHULUAN 1 Latar Belakang Potensi kecepatan angin pada suatu wilayah sangat tergantung pada kondisi dan letak geografisnya. Karena itu, perubahan kecepatan angin dan mempunyai sifat yang tidak tetap dan tidak sama antara satu lokasi dengan yang lainnya. Hal ini juga menyebabkan tingkat kinerja antara Sistem Konversi Energi Angin (SKEA) yang satu dan yang lainnya berbeda meskipun mempunyai kapasitas yang sama. Oleh karena itu, perlu kiranya dilakukan simulasi untuk mengetahui kinerja satu atau beberapa SKEA yang mana hasilnya dapat menjadi spesifikasi SKEA yang akan digunakan pada lokasi tersebut. Saat ini, telah lunak (Softwar. untuk SKEA karakteristik potensi kecepatan angin pada suatu lokasi, salah satunya adalah Wind Atlas Analysis Program (WAsP). 2 Tujuan Tujuan penulisan ini adalah SKEA berdasarkan nilai faktor kapasitas (Capacity Factor atau CF) dengan masukan berupa karakteristik geografis dan potensi kecepatan angin di sekitar Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Simulasi Kerja SKEA di Kabupaten Timor . (Malik Ibrochi. 3 Metodologi dan Batasan Studi Metode yang digunakan adalah simulasi menggunakan software WAsP dengan menggunakan data spesifikasi 3 merek SKEA yang berbeda, data kecepatan dan arah angin hasil pengamatan langsung serta peta vektor. Batasan studinya yaitu SKEA yang mempunyai kapasitas sebesar 600 kW, lokasi serta data kecepatan dan arah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 4 Permasalahan Implementasi SKEA bersifat Site Specific. Artinya adalah bahwa kinerja suatu SKEA sangat tergantung kondisi geografis . ontur dataran, kekasaran permukaan dataran, dan sebagainy. dan potensi kecepatan angin di lokasi. Mengingat hal tersebut, maka penentuan SKEA yang tepat atau cocok dengan kondisi suatu lokasi menjadi suatu hal yang sangat penting. TINJAUAN TEORI 1 Penilaian Potensi Kecepatan Angin Sebelum melakukan implementasi SKEA, hal pertama yang dilakukan analisa potensi kecepatan angin di lokasi yang akan digunakan. Data masukkan dalam melakukan penilaian atau analisa potensi kecepatan angin adalah data kecepatan dan arah angin hasil dari pengamatan langsung menggunakan alat atau sensor ukur kecepatan dan arah angin yang dipasang pada lokasi tersebut, peta kontur di mana mengandung nilai kekasaran, ketinggian permukaan dataran suatu yakni metode distribusi Weibull dan metode distribusi Rayleigh. Pada metode distribusi Rayleigh hanya satu parameter saja, yakni parameter skala c. Dengan nilai parameter bentuk k = 2 . iasa disebut distribusi norma. Pada metode distribusi Weibull terdapat 2 parameter yakni parameter bentuk k . anpa dimens. dan parameter skala c. Nilai parameter k diperoleh dengan nilai yang berdasarkan data-data kecepatan angin aktual di lapangan sehingga cukup representatif dan dapat diandalkan dan cocok untuk mengetahui distribusi dari sejumlah data kecepatan angin yang Fungsi distribusi dari probabilitas distribusi Weibull f. dapat didefinisikan dengan persamaan . :(Dr. Gary L. Johnson, 2. k A1 E A EE vc EE ) A EE k EE v EE Ee E E EE c E c E 3 Kekasaran Permukaan (Roughnes. Dataran Kecepatan Sedangkan tingkat kekasaran permukaan tergantung pada jenis tutupan lahannya. Klasifikasi kekasaran permukaan dataran dapat Tabel (Thomas Ackermann, 2. Tabel 2-1: PANJANG PERMUKAAN KEKASARAN