Jurnal Laboratorium Prima (JLP) Vol. 1 No. November 2023 Doi: https://doi. org/10. 32524/jlp. Perbedaan Hasil Pemeriksaan LED Secara Manual dan Menggunakan Alat Automatic Differences in LED Inspection Results Manually and Using Automatic Tools Arip Wahyudi1. Maria Nuraeni2. Margareta Haiti3 Mahasiswa Program Studi DIV Teknonologi Laboratorium Medis. Universitas Katolik Musi Charitas Dosen. Program Studi DIV Teknologi Laboratorium Meids. Universitas Katolik Musi Charitas Corresponding author: arifw269@gmail. ABSTRAK Tahun 1973 dinyatakan dan di publikasikan metode Westergren merupakan metode yang disarankan oleh ICSH (International Commitee for Standardization in Hematology. Pemeriksaan LED manual metode Westergren dilakukan pada sampel darah dengan antikoagulan EDTA dengan membutuhkan waktu selama 60 menit, akan tetapi saat ini sudah dikembangkan pemeriksaan LED dengan metode automatic salah satunya adalah menggunakan alat HumaSRate. Alat HumaSRate hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk pemeriksaan sampel. Pada penelitian ini peneliti meneliti tentang perbedaan Hasil Pemeriksaan LED Secara Manual dan Menggunakan Alat Automatic. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil pemeriksaan LED antara metode manual dan automatic. Mengetahui perbedaan Hasil Pemeriksaan LED Secara Manual dan Menggunakan Alat Automatic. Penelitian ini bersifat observasi analitik dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan teknik total Subjek penelitian berjumlah 33 orang mahasiswa/i yang telah memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil pemeriksaan LED menggunakan metode manual dan automatic di uji menggunakan uji wilcoxon. Rata-rata pemeriksaan LED metode manual sebesar 18,5 mm/jam. Rata-rata pemeriksaan LED metode automatic sebesar 19,0 mm/jam dengan hasil uji statistik pvalue = 0,167 (>0,. Tidak terdapat perbedaan hasil pemeriksaan LED antara metode manual dan automatic. Untuk peneliti selanjutnya apabila ingin melakukan penelitian yang serupa dengan penelitian ini disarankan untuk melakukan penelitian dengan menggunakan dua alat automatic yang berbeda dan dengan waktu pengerjaan sampel yang berbeda. Kata Kunci : LED. Westergren. LED metode automatic. 24 | J L P ABSTRACK In 1973 it was stated and published that the Westergren method was the method recommended by the ICSH (International Committee for Standardization in Hematolog. The manual LED examination of the Westergren method was carried out on blood samples with EDTA anticoagulant and took 60 minutes, but now an LED examination with One of the automatic methods is using the HumaSRate tool. The HumaSRate tool only takes 20 minutes to examine In this study the researchers examined the differences in LED inspection results manually and using automatic tools. The results of this study found that there were no differences in LED inspection results between methods manual and automatic. Know the differences in LED Inspection Results Manually and Using Automatic Tools This research is an analytic observation with a cross sectional approach using total sampling technique. The research subjects were 33 students who met the inclusion and exclusion criteria. The results of LED inspection using manual and automatic methods were tested using the Wilcoxon test. The average manual method of LED inspection is 18. 5 mm/hour. The average LED inspection by the automatic method is 19. 0 mm/hour with a statistical test result of p-value = 167 (> 0. There is no difference in the results of the LED inspection between the manual and automatic methods. For future researchers, if they want to conduct research similar to this study, it is advisable to conduct research using two different automatic tools and with different sample processing times. Keywords : LED. Westergren. LED automatic method. PENDAHULUAN Laboratorium medik adalah unit pelayanan penunjang medis, yang bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat tentang aspek laboratorium dari sampel yang Masyarakat menginginkan kualitas hasil tes terus ditingkatkan sejalan dengan kemajuan ilmu perkembangan wabah penyakit, maka laboratorium pemerintah dan swasta harus pemeriksaan laboratorium (Dekayana, 2019. Pemeriksaan hematologi merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium yang dapat dipakai sebagai penunjang diagnosis yang terdiri dari beberapa macam pemeriksaan yang secara umum dibagi menjadi dua yaitu pemeriksaan darah rutin dan darah lengkap. Pemeriksaan hematologi dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap praanalitik, analitik dan pasca analitik. Tingkat kesalahan dalam pemeriksaan hematologi berkisar 60-70% pada tahap pra-analitik, 1015% pada tahap analitik, dan 15-20% pada tahap pasca analitik. (Siregar M. T, et al, 2018, p. Riswanto. , . 3, p. menjelaskan pemeriksaan hematologi adalah salah satu pemeriksaan cairan yang berhubungan dengan sel darah, digunakan untuk membantu diagnosis terkait pengobatan dan prognosis penyakit untuk mendapatkan diagnosa pemeriksaan yang tepat maka diperlukan hasil yang teliti dan cepat. Dalam berbagai pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium untuk diagnosis, banyak perbaikan dan kemajuan yang telah dilakukan untuk mendukung pelayanan 25 | J L P medis yang efisien, komprehensif dan tepat Salah satunya adalah pemeriksaan laju sedimentasi. LED dalam bahasa inggris disebut ESR (Erytrocyte Sedimentation Rat. atau BSR (Blood Sedimentation Rat. adalah tes yang digunakan untuk mengetahui laju sedimentasi eritrosit pada darah yang tidak menggumpal . arah yang mengandung antikoagula. pada tabung vertikal dalam suatu waktu. Umumnya LED digunakan untuk mendeteksi dan memantau kerusakan jaringan, peradangan, dan men unjukkan adanya penyakit akut dan kronis, sehingga pengujian LED tidak spesifik akan tetapi beberapa dokter masih menggunakan tes LED untuk perhitungan awal proses penyakit seperti tes skrining . dan memantau penyakit menular, penyakit autoimun, melanoma . dan lainnya yang dapat mempengaruhi protein plasma (Nugraha, 2015, p. Tahun 1973 dinyatakan dan di publikasikan metode Westergren merupakan metode yang disarankan oleh ICSH (International Commitee Standardization Hematolog. (Yayuningsih et al, 2017, p. Pemeriksaan LED manual metode Westergren dilakukan pada sampel darah dengan antikoagulan EDTA. Darah suhu kamar dalam jumlah tertentu yang telah tercampur dengan baik setelah dilakukan pengenceran dan dimasukkan dalam pipet yang ditandai dengan ukuran milimeter dalam mempermudah proses pembacaan Bagian sampel harus berada di tanda Au0Ay diletakkan pada rak sehingga benarbenar rata dan dijauhkan dari pancaran sinar matahari langsung selama 1 jam baru dilakukan pembacaan hasil. Seiring dengan pemeriksaan LED, maka waktu yang diperlukan akan semakin banyak (Lieseke L, 2017. Metode westergreen manual tetap digunakan sebagai metode gold standar, akan tetapi saat ini sudah dikembangkan pemeriksaan LED dengan alat automatic salah satunya adalah HumaSRate. Laboratorium pemeriksaan LED dalam jumlah besar sekarang ini tersedia alat otomatic. Instrumen secara otomatic memiliki alat pembaca internal yang dapat mendeteksi perubahan warna yang terjadi pada bagian atas sel darah merah pada saat waktu yang telah di tetapkan (Lieseke L, 2017. Alat HumaSRate hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk pemeriksaan sampel dengan menggunakan metode otomatis menggunakan sampel darah EDTA dan dapat sekaligus memeriksa untuk 8 sampel pemeriksaan. Pemeriksaan LED metode automatic menggunakan alat HumaSRate adalah temuan terbaru yang bertujuan untuk menghindari atau menurunkan resiko petugas laboratorium terhadap cemaran yang infeksius mempercepat dalam proses pelaporan hasil (HumaSRate 24pt manual boo. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 07 Juni 2023. Pengambilan sampel dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa/I tingkat 2 dan 4 DIV Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas tingkat I dan II yang berjumlah 34 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel berupa darah vena yang di tampung pada dua tabung K2EDTA yang dimana 1 tabung untuk pemeriksaan LED manual dan 1 tabung lagi untuk pemeriksaan 26 | J L P LED automatic. Sampel darah ditampung pada dua tabung K2EDTA untuk masingmasing subjek, tabung pertama di beri kode A1 untuk pemeriksaan LED metode manual, dan tabung kedua diberi kode B1 untuk pemeriksaan LED metode automatic. pemeriksaan secara automatic menggunakan alat HumaSRate dan di awali pemeriksaan verifikasi metode dan PMI. HASIL PENELITIAN Hasil Penelitian Berdasarkan tabel diatas hasil pemeriksaan LED secara manual memiliki rata-rata 18,5 mm/jam dan standar deviasi 10,96 mm/jam. Sedangkan menggunakan alat automatic memiliki rata-rata 19,0 mm/jam dan standar deviasi 11,32 mm/jam. Nilai rujukan pemeriksaan LED yaitu untuk laki-laki 0-15 mm/jam dan perempuan 0-20 mm/jam. Analisis Data Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test Berdasarkan tabel uji wilcoxon didapatkan hasil p-value sebesar 0,167, diketahui p-value>0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan pada pemeriksaan LED metode manual dan metode automatic. PEMBAHASAN Pemeriksaan LED dilakukan setelah tahapan Uji verifikasi dan PMI. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adakah perbedaan hasil pemeriksaan LED secara manual dan menggunakan alat automatic. metode yang digunakan yaitu metode westergren secara manual dan metode automatic menggunakan alat HumaSRate. Hasil penelitian ini diperoleh dari pemeriksaan LED menggunakan sampel darah vena yang ditampung dengan tabung antikoagilan K2EDTA. Uji Normalitas menggunakan Shapiro-Wilk didapatkan data tidak terdistribusi normal. Maka dilanjutkan dengan uji statistik non parametrik Wilcoxon. Hasil yang didapat dari uji Wilcoxon p-value >0,05 yang artinya hasil pemeriksaan LED secara manual dan menggunakan alat automatic tidak terdapat Tidak adanya perbedaan hasil LED dikarenakan metode automatic yang digunakan memiliki tingkat keakuratan yang tinggi dan lebih efisien dalam melakukan pemeriksaan sehingga hasil yang diperoleh tidak terdapat perbedaan dibandingkan metode manual yang menjadi gold standar pada pemeriksaan LED. Kelebihan dari metode automatic adalah dikarenakan proses kerjanya lebih praktis, tingkat resiko terkena 27 | J L P infeksi akibat cemaran bahan yang infeksius lebih rendah dibandingkan metode manual, dan waktu yang di perlukan dalam melakukan pemeriksaan dapat lebih cepat membutuhkan waktu 60 menit. Berdasarkan pemeriksaan LED metode automatic HumaSRate digunakan sehingga dapat mempersingkat memerlukan waktu 60 menit dapat dipercepat dengan hanya memerlukan waktu 20 menit. Akan tetapi pemeriksaan LED secara manual masih bisa dilakukan apabila pada laboratorium yang tidak memiliki alat Pemeriksaan LED untuk sekarang ini sudah banyak menggunakan alat automatic antara lain Caretium XC-A30. Convergys ESR 10s. Ves-matic cube 200. Starrsed interliner dan lainnya. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan mengenai perbedaan hasil pemeriksaan LED secara manual dan Jumlah rata-rata LED pada pemeriksaan menggunakan metode manual adalah 18,5 mm/jam, nilai median sebesar 15 mm/jam, nilai minimum 3 mm/jam, dan nilai maksimum sebesar 49 mm/jam. Jumlah rata-rata LED pada pemeriksaan menggunakan metode automatic adalah 19,0 mm/jam, nilai median sebesar 18 mm/jam, nilai minimum 3 mm/jam, dan nilai maksimum sebesar 49 mm/jam. Tidak pemeriksaan LED secara manual dan automatic p-value = 0,167 (>0,. SARAN Pemeriksaan LED menggunakan metode manual masih dapat digunakan apabila pada laboratorium yang tidak memiliki alat automatic. Untuk peneliti selanjutnya apabila ingin melakukan penelitian yang serupa dengan penelitian ini disarankan untuk menggunakan dua alat automatic yang berbeda dan dengan waktu pengerjaan sampel yang berbeda. UCAPAN TERIMAKASIH Saya terimakasi kepada seluruh dosen di program studi DIV Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas Palembang atas bimbingan dan masukkan yang diberikan. DAFTAR PUSTAKA