Jurnal Islamika Granada, 1 . September . ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 51849/ig. Jurnal Islamika Granada Available online https://penelitimuda. com/index. php/IG/index Metode Token Economy untuk Memodifikasi Perilaku Anak Oppositional Defiant Disorders Token Economy Method for Modifying Child Behavior of Oppositional Defiant Disorders Faadhil* Fakultas Psikologi. Universitas Medan Area. Indonesia *Corresponding author: faadhil. zein@gmail. Abstrak Anak-anak dengan oppositional defiant disorders (ODD) memiliki kecenderungan untuk melawan figur otoritas, yang ditunjukkan oleh kecenderungan untuk berdebat dengan orang tua dan guru, menolak untuk mengikuti perintah dari orang tua dan guru, dan dengan sengaja mengganggu orang lain. Kondisi ini tentunya dapat menghambat potensi optimal anak dan dapat mengganggu kenyamanan anak lain ketika anak dengan ODD berada di tempat umum seperti sekolah, sehingga diperlukan penanganan yang efektif untuk mengurangi perilaku yang tidak diinginkan tersebut. Fokus perilaku yang ingin dimodifikasi dalam penelitian ini adalah perilaku teman yang mengganggu selama jam Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas metode token economy dalam memodifikasi perilaku disruptif pada anak dengan ODD. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen kasus tunggal, dan proses analisis data adalah dengan membandingkan jumlah rata-rata perilaku mengganggu dengan teman sebelum diberikan perlakuan dan setelah memberikan pengobatan. Peserta dalam penelitian ini adalah anak dengan ODD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekonomi token dapat mengurangi perilaku disruptif pada anak dengan ODD. Kata Kunci: Modifikasi Perilaku. Oppositional Defiant Disorder. Metode Token Ekonomi. Abstract Children with oppositional defiant disorders (ODD) have a tendency to against authority figures, which is shown by a tendency to argue with parents and teachers, refuse to follow orders from parents and teachers, and intentionally disturb others. This condition of course can hinder the optimal potential of the child and can interfere with the comfort of other children when children with ODD are in public places such as schools, so that effective handling is needed to reduce these unwanted behaviors. The focus of the behavior that wants to be modified in this study is the behavior of annoying friends during learning hours. This study aims to see the effectiveness of the token economy method in modifying disruptive behavior in children with ODD. This study used a single-case experimental design, and the process of analyzing the data was by comparing the average number of annoying behavior to friends before being given treatment and after giving treatment. Participant in this study was a child with ODD. The results of this study indicate that token economy can reduce disruptive behavior in children with ODD. Keywords: Behavior Modification. Oppositional Defiant Disorder. Token Economy Method. How to Cite: Faadhil. Faadhil. Metode Token Economy untuk Memodifikasi Perilaku Anak Oppositional Defiant Disorders. Jurnal Islamika Granada, 1 . : 29-36. ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. PENDAHULUAN Oppositional defiant disorder (ODD) merupakan gangguan perilaku pada anak yang ditandai dengan adanya kecenderungan bersikap melawan tokoh otoritas, yang ditunjukkan dengan kecenderungan untuk berargumentasi dengan orangtua dan guru, serta menolak mengikuti perintah dari orang dewasa, secara sengaja mengganggu orang lain, mudah marah, sensitif atau mudah tersinggung, menyalahkan orang lain sebagai penyebab kesalahan atau perilaku buruknya, benci kepada orang lain, atau dengki dan dendam pada orang lain (American Psychiatric Association, 2. Anak dengan ODD tentunya sulit untuk berperilaku sesuai dengan yang diharapkan lingkungan sekitarnya dan dapat mengganggu orang-orang yang ada di sekitarnya, sehingga perilaku mengganggu pada anak dengan ODD perlu diatasi. Selain itu, penanganan perilaku anak dengan ODD juga perlu diselaraskan dengan memberikan Behavioral Parent Training (BPT) untuk para orangtua, dan memberikan terapi perilaku pada anak. Salah satu terapi perilaku yang dapat diberikan adalah program token economy. Istilah token economy mengacu pada program penguatan yang direncakan, dimana individu mendapatkan token setelah melakukan perilaku yang diharapkan. Individu dapat menukarkan token yang berhasil ia kumpulkan dengan beberapa benda atau hadiah yang disediakan sebagai backup reinforcers untuk token tersebut (Sundel dan Sundel, 2. Token economy bertujuan untuk menigkatkan perilaku yang diharapkan dari individu, dan menurunkan perilaku yang tidak diharapkan (Spiegler & Guevremont, 2010. dan Miltenberger, 2. Prinsip penerapan token economy didasarkan pada teori operant conditioning Skinner. Perilaku operan dipengaruhi oleh apa yang terjadi sesudahnya, dan operant conditioning melibatkan pengendalian konsekuensi. Konsekuensi dalam program intervensi ini adalah reinforcer . yang dibuat atas persetujuan partisipan, sehingga ketika partisipan menunjukkan respon perilaku yang diinginkan maka ia berhak mendapatkan reinforcer sekunder berupa token yang dapat ditukar dengan reinforcer primer berupa hadiah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh token econony dalam memodiviakasi prilaku anak dengan ODD. METODE Variabel dependen dalam penelitian ini adalah perilaku mengganggu teman saat partispan mengikuti kegiatan belajar bersama teman-temannya. Bentuk perilku mengganggu teman yang dimaksud adalah perilaku mengganggu teman secara fisik, seperti mencolek, mencubit, dan memukul, serta perilaku mengganggu teman secara verbal seperti mengejek dan mengajak teman mengobrol saat carpet time. Variabel independen dalam penelitian ini adalah program token economy. Penelitian ini melibatkan satu orang partisipan, yaitu seorang anak berusia 5 tahun 6 bulan yang memiliki permasalahan gangguan perilaku oppositional defiant disorder (ODD). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi perilaku partisipan, wawancara dengan partisipan, orangtua, dan guru Selain itu, sebagai data pendukung dalam penelitian ini, partisipan juga https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. diberikan tes Stanford-Binet Intelligence Scale untuk mengetahui kapasitas kecerdasan partisipan, dan menggunakan Vineland Social Maturity Scale (VSMS) untuk mengetahui gambaran kematangan sosial partisipan. Penelitian ini menggunakan pendekatan singgle-case experimental design. Prosedur penelitian ini terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama merupakan tahap persiapan, dalam tahap ini peneliti melakukan building rapport kepada partisipan dan melakukan asesmen untuk mengetahui baseline perilaku partisipan. Tahap kedua memberikan intervensi atau perlakuan kepada partisipan, perlakuan yang diberikan berupa pemberian program token economy. Tahap ketiga pasca penelitian, melakukan analisis data dan menyusun laporan penelitian. Analisis data dilakukan dengan cara membandingkan jumlah rata-rata perilaku mengganggu teman antara seblum dan sesudah pemberian program token economy pada partisipan HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada saat sebelum pemberian perlakuan diketahui bahwa partisipan memenuhi seluruh kriteria penegakan diagnosis oppositional defiant disorder (ODD). Keterpenuhan diagnosis ODD berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders Fourth Edition Text Revision (DSM-IV-TR), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa partispan mengalami gangguan perilaku menentang atau oppositional defiant disorder (ODD). Keterpenuhan diagnosisis ODD partisipan dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Kriteria diagnosis oppositional defiant disorder (ODD) berdasarkan DSM-IV-TR Kriteria ODD Keterpenuhan Kondisi Partispan Pola Oo Perilaku menentang, dan bermusuhan pada bermusuhan, dan menentang partisipan telah tampak sejak 1 tahun terakhir. yang muncul setidaknya selama enam bulan terakhir, dan empat . tau lebi. dari perilaku berikut Sering kehilangan kesabaran. Oo Partisipan sering marah terhadap teman-temannya ketika teman-temanya tidak mengikuti instruksi yang ia berikan, partisipan marah kepada guru dan orangtua ketika diminta untuk mengikuti peraturan yang ada. Sering berargumentasi degan Oo Partisipan sering memberi alasan ketika diperintah orang dewasa, seperti orangtua, oleh orangtua dan guru, seperti ketika diminta dan guru. untuk berhenti bermain atau menonton televisi. Serig Oo Partisipan sering menolak untuk mengikuti perintah perintah atau peraturan dari guru ketika di sekolah, sperti menolak untuk orang dewasa. mengikuti aturan sekolah. Sengaja mengganggu orang lain. Oo Partisipan sering mengaggu teman-temanya saat carpet time, aktivitas sentra, latihan solat, dan saat istirahat siang. Perilaku mengganggu teman muncul setiap hari. Sering menyalahakan orang lain Oo Partisipan sering menyalahkan orang-orang di sebagai penyebab kesalahan atau sekitarnya atas perbuatannya, seperti menyalahan perilaku buruknya. teman-teman, guru-guru. Sensitif atau mudah tersinggung. Oo Partisipan mudah tersinggung, ketika diberi peringatan oleh guru, dan ketika temannya tidak mau bermain dengannya. https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. Sering marah dan membanci orang lain. Oo Sering dengki atau dendam pada orang lain. Oo Gangguan perilaku tersebut memberikan dampak negatif atau mengganngu dalam fungsi sosial, akademik, atau pekerjaan. Oo Perilaku terjadi tidak bersmaan dengan gangguan psikotik atau gangguan mood. Kriteria diagnosis conduct disorder. Oo Oo Partisipan membenci guru yang pernah memberi peringatan dan memarahinya, dan memarahi temannya yang tidak mau mengikuti kehendaknya. Partisipan iri dengan keberhasilan temanya, partisipan biasanya akan merusak karya temannya jika partisipan merasa tersaingi atau dikalahkan, dan partisipan mengatakan karya temannya atau mainan temannya AuelekAy. Perilaku partisipan saat ini memberi dampak negatif terhadap fungsi sosial partisipan, beberapa teman partisipan menjauh atau tidak mau bermain dengan Dalam hal aka-demik, pengetahuan partisipan tertinggal dibandingkan dengan temanteman satu kelasnya. Dalam hal pekerjaan, seperti mewarnai dan aktivitas sentra lainya tidak sebaik hasil kerja teman-temannya. Partisipan tidak sedang mengalami gangguan psikotik dan gangguan mood. Partisipan Hasil penetapan baseline yang dilakukan dengan cara observasi non-partispan, dan dilakukan selama tiga hari pada saat carpet time . 00 hingga 8. 30 WIB, dan 00 hingga 9. 30 WIB) menunjukkan bahwa perilaku mengganggu teman yang dilakukan partispan adalah dalam waktu 10 menit, frekuensi partisipan mengganggu teman-temannya sebanyak 14 hingga 16 kali, dengan rata-rata perilaku mengganggu teman sebanyak 15 kali di setiap sesi . kali mengganggu teman dibagi 10 sesi, setiap sesi 10 meni. Bentuk perilaku mengganggu teman yang paling sering muncul adalah mencolek teman yang duduk di sebelahnya saat temannya memperhatikan penjelasan guru, kemudian mengajak teman mengobrol saat guru menjelaskan atau bercerita di depan kelas, kemudian perilaku mencubit, mengejek, dan memukul teman. Berikut merupakan grafik gambaran kondisi partisipan sebelum diberi perlakuan: Gambar 1. Baseline perilaku mengganggu teman Keterangan: II, dan i. = Kode untuk hari (I = hari pertema. II = hari kedua, dst. 1, 2, 3 dst. = Kode untuk sesi . = sesi satu, 2 = sesi dua, dst. https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. Analisis fungsi perilaku mengganggu teman pada partisipan disajikan dalam bentuk tabel RACS (Response. Antecedents. Consequences, dan Strengh. Sundel dan Sundel . Tabel 2. Analisis fungsi perilaku mengganggu teman yang dilakukan partisipan Seting: Dalam kelas saat carpet time Response Antecedents Consequences Strength Partisipan Guru menjelaskan Guru menegur partisipan (-). Perilaku menggangu teman pelajaran. Teman partisipan tidak mau teman muncul setiap secara fisik dengan Teman di sebelah duduk di dekat partisipan (-). Rata-rata perilkau memukul, partisipan Teman partisipan melaporkan mengganggu teman pada dan memperhati-kan partisipan ke guru (-). atau guru. Teman partisipan mengabaikan dalam setiap sesi . mengganggu teman Teman di sebelah partisipan (-). secara verbal, dengan partisipan ikut Teman cara mengajak teman bernyanyi. terganggu ( ). untuk mengobrol dan Teman di sebelah Teman partisipan menjadi mengejek teman. ikut bermain/mengobrol berdoAoa. partisipan ( ). Teman di sebelah Guru tidak konsisten dalam partisipan duduk memberikan punishment ( ). Excessive: Mengganggu teman secara fisik dan verbal Defisit: Memperhatikan penjelasan guru Sebelum program token economy diimplementasikan, peneliti menentukan jenis token yang akan diberikan dan mengatur teknis penukaran token. Token yang akan diberikan berupa stiker bintang. Dengan ketentuan partisipan akan mendapatkan 1 stiker bintang ketika partisipan mampu untuk tidak mengganggu teman atau mengganggu teman tidak lebi dari 5 kali dalam waktu 10 menit . Penetapan jumlah maksimal perilaku mengganggu dan durasi dalam satu sesi berdasarkan baseline perilaku mengganggu teman yang tergolong cukup tinggi dalam waktu 10 Partispan dapat menukarkan stiker bintang dengan backup reinforcers ketika partispan mampu mengumpulkan 15 stiker, dan 30 stiker. Backup reinforcers ditentukan berdasarkan keinginan partispan agar partispan memiliki motivasi untuk Backup reinforcers yang akan diberikan ketika partisipan mampu mengumpulkan 15 stiker adalah buku belajar menulis dan berhitung yang bergambar mobil filim animasi AuCarsAy, dan 30 stiker dapat ditukar dengan mainan robot-robotan. Penerapan program token economy di lakukan selama 12 hari sekoloh. Hari pertama menunjukkan bahwa pada sesi pertema partispan melakukan 8 kali mengganggu teman, sesi kedua melakukan 3 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi ketiga melakukan 5 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , dan partispan memperoleh 2 stiker. Hari kedua menunjukkan bahwa pada sesi pertama partipan melakukan 3 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi kedua partispan tidak mengganggu teman sama sekali . apat 1 stike. , sesi ketiga melakukan 7 kali mengganggu teman, sesi keempat melakukan 14 kali mengganggu teman, sesi kelima melakukan 4 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi keenam melakukan 11 kali mengganggu teman, dan https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. partisipan mendapatkan 3 stiker . umlah stiker partisipan pada hari kedua sebanyak 5 Hari ketiga menunjukkan bahwa pada sesi pertama partipan melakukan 7 kali mengganggu teman, sesi kedua melakukan 3 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi ketiga melakukan 9 kali mengganggu teman, dan partisipan memperoleh 1 stiker . umlah stiker partisipan untuk sementara 6 stike. Hari keempat menunjukkan bahwa pada sesi pertama partisipan melakukan 3 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi kedua melakukan 2 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi ketiga melakukan 6 kali mengganggu teman, sesi keempat melakukan 8 kali mengganggu teman, sesi lima melakukan 4 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , dan sesi keenam melakukan 4 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , dan partispan mendapatkan 4 stiker . umlah stiker partisipan untuk sementara 10 Hari kelima pada sesi pertama dan sesi kedua tidak dapat dioberservasi, karena partisipan mulai mengikuti carpet time pukul 9. 19, pada sesi ketiga partisipan mengganggu teman sebanyak 11 kali, sehinnga partisipan tidak memperoleh stiker pada hari kelima. Hari keenam sesi pertama partisipan melakukan 2 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi kedua tidak mengganggu teman sama sekali . apat 1 stike. , sesi ketiga melakukan 4 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , dan partisipan memperoleh 3 stiker . umlah stiker partisipan untuk sementara 13 stike. Hari ketujuh sesi pertama partispan melakukan 9 kali perilaku mengganggu teman, sesi kedua malakukan 5 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi ketiga melakukan 4 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi keempat melakukan 4 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi kelima melakukan 11 kali mengganggu teman, sesi keenam melakukan 3 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , dan partisipan mendapatkan 4 stiker . umlah stiker partisipan untuk sementara 17 stike. Pada hari ketujuh ini partisipan mulai dapat menukarkan token yang ia kumpulkan untuk memperoleh backup reinforcement yang pertama, yaitu berupa buku belajar menulis dan berhitung yang bergambar mobil filim animasi AuCarsAy. Hari kedelapan sesi pertama partisipan melakukan 11 kali mengganggu teman, sesi kedua melakukan 4 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi ketiga melakukan 2 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi keempat melakukan 2 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi kelima melakukan 3 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi keenam melakukan 6 kali mengganggu teman, dan partisipan mendapatkan 4 stiker . umlah stiker partisipan untuk sementara . Hari kesembilan partisipan mengikuti carpet time setelah pukul 9. 14, sehingga observasi langusng ke sesi kedua, pada sesi kedua partisipan melakukan 5 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi ketiga melakukan 10 kali mengganggu teman, dan partisipan memperoleh 1 stiker . umlah stiker partisipan untuk sementara . Hari kesepuluh menunjukkan bahwa pada sesi pertama partipan melakukan 8 kali mengganggu teman, sesi kedua melakukan 9 kali mengganggu teman, sesi ketiga melakukan 4 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , partisipan memperoleh 1 stiker . umlah stiker partisipan untuk sementara . https://penelitimuda. com/index. php/IG/index ISSN 2723-4142 (Prin. ISSN 2723-4150 (Onlin. Hari kesebelas sesi pertama dan kedua partisipan tidak mengganggu teman . apat 2 stike. , sesi ketiga melakukan 5 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi keempat melakukan 10 kali mengganggu teman, sesi kelima tidak mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi keenam melakukan 4 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , dan partisipan mendapatkan 5 stiker . umlah stiker partispan untuk sementara . Hari kedua belas sesi pertama partisipan melakukan 3 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi kedua melakukan 2 kali mengganggu teman . apat 1 stike. , sesi ketiga melakukan 7 kali mengganggu teman, dan partisipan mendapatkan 2 stiker . umlah stiker partisipan sementara 30 stike. Pada hari kedua belas ini partisipan menukarkan token yang ia miliki dengan backup reinforcement yang kedua berupa mainan robot-robotan. Setelah 12 hari, penerapan program token economy dihentikan, dan 2 mingu kemudian dilakukan follow up untuk melihat seberapa lama efek penerapan program token untuk menurunkan perilaku mengganggu teman pada partisipan. Follow up dilakukan dengan cara mengamati kembali perilaku partisipan selama tiga hari, seperti pada saat penerapan baseline perilaku. Hasil follow up menunjukkan bahwa hari pertama follow up sesi pertama partipan melakukan 11 kali mengganggu teman, sesi kedua melakukan 5 kali mengganggu teman, dan sesi ketiga melakukan 3 kali mengganggu teman. Hari kedua sesi pertama partisipan melakukan 1 kali mengganggu teman, sesi kedua tidak mengganggu teman sama sekali, sesi ketiga melakukan 3 mengganggu teman, sesi keempat melakukan 7 kali mengganggu teman, sesi kelima melakukan 10 kali mengganggu teman, dan sesi keenam melakukan 8 kali mengganggu Hari tetakhir follow up diketahui bahwa pada sesi pertama partisipan tidak mengganggu teman sama sekali, sesi kedua melakukan 7 kali mengganggu teman, sesi keempat melakukan 4 mengganggu teman, sesi keenam melakukan 4 kali mengganggu teman, sesi kelima melakukan 9 kali mengganggu teman, dan sesi keenam melakukan 11 kali mengganggu teman. Berdasarkan data base line dan data follow up tersebut diketahui bahwa perilaku mengganggu teman pada partisipan belum hilang sepenuhnya, namun secara frekuensi sudah terjadi penurunan. Perilaku mengganggu teman yang partisipan lakukan ratarata 5 kali dalam waktu 10 menit. Perilaku mengganggu teman pada partisipan masih Terkadang partisipan mampu tidak mengganggu teman, namun terkadang frekuensi mengganggu teman pada partisipan masih tinggi. SIMPULAN Program token economy dapat menurunkan perilaku mengganggu teman pada anak saat di sekolah. Untuk mengatasi ODD pada partisipan juga diperlukan psikoedukasi pada orangtua dan juga guru partisipan di sekolah maupun di tempat les. DAFTAR PUSTAKA