MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Sumber Daya Manusia (Fitrah. Akal. Qalb, dan Naf. dalam Filsafat Pendidikan Islam MutiAoah Fadillah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 23204011035@student. uin-suka. Maragustam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta uin-suka. Abstract: Human resources are an important aspect of exploring the philosophy of Islamic Human potential can be synthesized in the world of education, and its development leads to the realm of contemporary education. This makes human resources something that must be examined. To produce novelty in contemporary Islamic education. The data analysis technique uses a deductive descriptive method by examining various sources by synthesizing from general to specific. The results of this study are fitrah innate from birth in a holy manner, reason is a process of critical thinking power, qalb the last filter process of the thinking process in other words self-purity, nafs tendency to positive morals with proper and accurate control. Its development is through education, teaching, and ta'dib. While the relevance of human potential is to produce integrated scientific curriculum Keywords: Human Resources. Philosophy. Islamic Education. Relevance, and Contemporary Abstrak: Sumber daya manusia merupakan aspek penting untuk mendalami filsafat pendidikan Islam. Potensi manusia dapat disintesiskan dalam dunia pendidikan, dan pengembangannya yang mengarahkan pada ranah pendidikan kontemporer. Hal ini menjadikan sumber daya manusia menjadi hal yang harus ditelaah. Agar menghasilkan kebaharuan dalam pendidikan Islam Kontemporer. Teknik analisis datanya dengan menggunakan metode deskriptif deduktif dengan menelaah berbagai sumber dengan melakukan sintesis dari umum ke khusus. Hasil penelitian ini adalah fitrah pembawaan sejak lahir secara suci, akal merupakan proses daya berfikir kritis, qalb proses penyaring terakhir dari proses berfikir dengan kata lain kemurnian diri, nafs kecenderungan pada moral yang positif dengan dilakukan pengendalian secara tepat dan akurat. Pengembangannya melalui Pendidikan, pengajaran, dan taAodib. Sedangkan relevansinya potensi manusia adalah menghasilkan produk kurikulum keilmuan terintegrasi. Kata kunci: Sumber Daya Manusia. Filsafat. Pendidikan Islam. Relevansi. Kontemporer PENDAHULUAN Manusia makhluk yang paling sempurna dan memiliki keistimewaan. Keistimewaan manusia dipaparkan dengan jelas dalam al-QurAoan yakni menjadi khalifatullah di muka bumi. Manusia sebagai khalifah Allah tentu harus memiliki potensi agar bisa menjalankan amanah MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. yang Allah titipkan yakni menjadi seorang khalifah. Allah memberikan potensi yang unik kepada manusia untuk mengemban tanggungjawab sebagai khalifah. Berbicara mengenai potensi manusia memiliki makna yang sama dengan sumber daya yaitu fitrah, akal, qalb, dan nafs manusia. Potensi ini menjadikan manusia satu-satunya makhluk yang paling unik dan spesial dibandingkan mahkluk lainnya. Potensi manusia . itrah, akal, qalb dan naf. memiliki tujuan untuk memudahkan menghindari hawa nafsu Dapat dipahami bahwa eksistensi kebaikan dapat dicapai oleh potensi manusia namun, dapat menjatuhkan manusia dalam kesesatan. Berbeda dengan makhluk ciptaanNya yang lain hanya atau sekedar diberikan insting dan hawa nafsu. Pada hakikatnya manusia memiliki potensi unik. Potensi yang dimiliki seluruh lapisan yang tidak memiliki cacat untuk memungkinkan dalam meningkatkan keahliannya menjadi insan kamil. Manusia memiliki kemampuan untuk menelaah berbagai masalah yang bersifat abstrak menjadi kongkrit seperti simbol-simbol, perkataan, dan perasaan hingga pengenalan terhadap pencipta-Nya. Dalam prosesnya manusia harus melatih, memelihara dan mengembangkan potensinya agar potensi yang dimiliki dapat terwujud. Potensi manusia mempunyai peran penting menunjang kualitas pendidikan saat ini. Potensi manusia harus dikembangkan dan diarahkan kepada pendidikan yang baik sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. Kualitas potensi ini dapat dilihat dari hasil dari tercapai atau tidaknya tujuan pendidikan. Pengembangan potensi manusia dapat diaplikasikan dalam bentuk tarbiyah, taAolim dan taAodib. Seiringan dengan kegiatan tersebut potensi manusia dapat merumuskan komponen penting pendidikan berupa visi, misi, tujuan, dan kurikulum yang Pendapat lain melatarbelakangi pentingnya mengkaji filsafat manusia dan relevansinya dengan pendidikan yaitu manusia merupakan motor penggerak dari pendidikan itu sendiri. Penyelenggara, objek, subjek pendidikan adalah manusia. Selain itu, manusia merupakan pencipta atau perumus dari komponen pendidikan yang dimulai dari visi, misi, tujuan, kurikulum dan komponen lain yang berkaitan dengan pendidikan itu sendiri. Maka dari itu dapat terlihat bahwa hubungan manusia itu sangat erat yang tidak bisa dipisahkan. Sahbana. Hakikat Sumber Daya (Fitrah. Akal. Qalb, dan Naf. Manusia dalam Pendidikan Islam. Journal of Counseling. Education and Society, 3. , 1. https://doi. org/10. 29210/08jces155000 Munajat. , & Achmad. Sumber Daya Manusia dan Kebijakan Profesional Pengembangan Guru Pendidikan Agama Islam di Departemen Agama Yogyakarta. 7(Decembe. Rahman. Falsafah Insaniyah Dalam Pemikiran Pendidikan Islam. Islamuna: Jurnal Studi Islam, 1. https://doi. org/10. 19105/islamuna. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Dengan demikian rumusan masalah penelitian ini adalah. pertama bagaimana hakikat sumber daya manusia dan karakteristiknya? Kedua bagaimana pengembangan potensi manusia dalam Filsafat Pendidikan Islam? Ketiga bagaimana relevansi potensi manusia dengan Pendidikan Islam kontemporer? METODE PENELITIAN Peneliti menggunakan jenis penelitian studi kepustakaan yang sumber kajiannya buku-buku dan jurnal-jurnal ilmiah sebagai sumber data yang diambil. Teknik pengumpulan datanya dengan metode literature review dengan mengumpulkan secara sistematis, eksplisit, dan reprodusibel untuk mengidentifikasi, evaluasi dan sintesis. Teknik analisisnya dengan pola analisis deskripsi deduktif dengan merinci, menelaah dan menganalisis hakikat potensi manusia dan relevansinya dalam Pendidikan Islam kontemporer dengan menarik kesimpulan dari data umum kekhusus. Sumber data utama dari penelitian ini adalah buku Filsafat Pendidikan Islam. Ilmu Pendidikan Islam. Sedangkan sumber pelengkap berasal dari artikel jurnal yang berkaitan dengan judul ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Hakikat Sumber Daya Manusia dan Karakteristik Fitrah Fitrah menurut etimologis berasal dari kata fathara artinya menciptakan. Fitrah bermakna sesuatu yang pertama kali diciptakan Allah, keadaan awal, keadaan asal. Kata fitrah sepadan dengan kata khalaqa yang digunakan untuk menyatakan Allah menciptakan sesuatu. Kata fitrah dalam al-QurAoan dikenal dengan kata fatharuhu yang berarti Dia yang menciptakannya. Dia yang menyebabkan sesuatu ada. Senada dengan itu, asal kata dari fitrah yaitu kata al-fatr bentuk jamaknya fitar yang artinya cara penciptaan, sifat pembawaan sejak lahir. Menurut Hasan dikutip Maragustam fitrah artinya terbelah, dalam bentuk kata yatafatharna (Qs. Al-Muzammil . : . dan mufantir bih (Qs. Al-syura . atau diartikan Islam kalau bentuk katanya fitrah (Qs. Al-Rum . dan dapat juga diartikan seimbang kalau bentuk al- Septemiarti. Konsep Fitrah dalam Perspektif Al-QurAoan dan Pendidikan Islam. Edukasia : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 14. http://w. id/index. ihya/article/view/1734 MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. futur (Qs. Al-Mulk . Secara umum ftrah diartikan sebagai cara penciptaan Menurut Abudin Nata berdasarkan interpretasi dari hadist Nabi dikutip oleh Arham Junaidi Firman bahwa makna kata "fitrah" mengacu pada kecenderungan Dalam situasi ini, agama Islam adalah yang diridhoi Allah SWT. Sesungguhnya, agama yang dianut oleh orang tua memiliki pengaruh terhadap agama seorang anak. 6 Menurut Ali Mahmud fitrah merupakan keistimewaan yang berpangkal dari keimanan yang didorong dari dalam diri manusia. Iman menjadi sikap dasar dan perilaku yang benar, memiliki rasa ingin tahu pada kebenaran melalui ayat al-QurAoan. Karakteristik Fitrah, dalam pandangan Al Ghazali dikutip Ali Mahmud Ashshiddiqi, adalah sifat dasar yang dimiliki manusia, memiliki keistimewaan sejak lahir sebagai bentuk beriman kepada Allah, kemampuan menerima baik dan buruk, rasa ingin tahu terhadap kebenaran, dorongan syahwat dan insting, serta kemampuan yang bisa dilatih dan dikembangkan. Fitrah dapat diiterpretasikan sebagai sesuatu yang suci, beragama, bertauhid, murni atau ikhlas mengerjakan sesuatu, kecenderungan menerima kebenaran, alat maAorifat, tabiat alami, wahyu Allah dan ketetapan atau kejadian asal manusia. Hal ini menunjukkan bahwa fitrah sesuatu yang sudah ditetapkan Allah sejak lahir. Tujuannya untuk melaksanakan perintah agama atau beribadah kepada Allah, sebagaimana Allah berfirman AuDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mengabdi kepada-KuAy(Qs. Al-Dzariyat : . Konsep fitrah dalam pendidikan Islam diarahkan untuk bertauhid atau mengesakan Allah. Hal ini berarti memperkuat hubungan manusia dengan Allah. Materi yang dipelajari peserta didik harus mengacu kepada prinsip tauhid. Konsep tauhid sangat penting ditekankan dalam kurikulum Pendidikan Islam agar pendidik dapat menanamkan prinsip ketauhidan dalam diri peserta didik. 8 Dari sini dapat terlihat bahwa Pendidikan Islam berperan memberikan terobosan berupa fasilitas yang lengkap dengan mengakomodasi ilmu pengetahuan lainnya sebagai eksistensi fitrah untuk (Maragustam, 2. Junaidi Firman. Paradigma Hasan Langgulung Tentang Konsep Fitrah Dalam Pendidikan Islam. Journal Uhamka, 8. , 123Ae143. Ashshiddiqi. Telaah Filosofis Fitrah Manusia Dan Ilmu Pengetahuan Dalam Islam: Karakteristik. Hubungan Organik. Dan Implikasi Kependidikan. Ta Dib : Jurnal Pendidikan Islam, 10. , 143Ae https://doi. org/10. 29313/tjpi. (Harisah, 2. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. menciptakan nilai keimanan yang diperkuat dengan dalil aqli dan empirik untuk menciptakan konsep fitrah yang utuh. Dengan demikian ada dua implikasi utama yang terkait Pendidikan Islam,9 yaitu: Pertama, manusia berasal dari komponen materi dan komponen immateri, maka sangat dibutuhkan proses pelatihan terkait penerapan dan pengembangan lebih lanjut. Artinya, pendidikan Islam harus berpedoman pada konsep integrasi pembentukan qalbiyah dan aqliah agar bisa melahirkan umat muslim yang cerdas terpuji secara intelektual dan akhlak. Kedua. Al-QurAoan menjelaskan tentang fungsi penciptaan khalifah di muka bumi. Akal Aql berasal dari bahasa Arab yakni al-aql yang dalam bentuk kata benda berlainan dengan kata al-wahyy yang tidak terdapat dalam al-Quran. Menurut Harun Nasution yang dikutip Margustam dalam al-QurAoan terdeteksi satu ayat dengan bentuk kata kerja aqalahu memiliki makna paham dan mengerti. Manusia pada hakikatnya memiliki perbedaan dari makhluk lainnya. Manusia diberikan potensi akal sehingga bisa membedakan antara hak dan batil, melangkah kepada kebaikan dan menghindari yang buruk. 11 Jadi, akal adalah alat untuk berpikir dalam memahami sesuatu objek dan peristiwa, baik yang bersifat intuitif maupun realita melalui metodologi, yang diharapkan terhindar dari segala bentuk keburukan. Implementasi bahwa manusia memiliki akal untuk berpikir, bersikap dan berbuat kearah yang benar dan memiliki prioritas saat mengamalkan suatu perbuatan. Rahmatiah mengungkapkan bahwa ciri-ciri akal: Aupertama. Secara Jasmaniyyah berkedudukan di otak . l-dimag. Daya yang dominan adalah kognisi . sehingga adanya intelektual ketiga. Mengikuti antara natur roh dan jasad. Potensinya bersifat istidhlaliyyah . dan aqliyah . yang bersifat Kelima. Berkedudukan pada alam kesadaran manusia. Keenam, hasil Pransiska. Konsepsi Fitrah Manusia Dalam Perspektif Islam Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Islam Kontemporer. Jurnal Ilmiah Didaktika, 17. , 1. https://doi. org/10. 22373/jid. (Maragustam, 2. Filsafat Pendidikan Islam. Dian Iskandar. AuPendidikan Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber daya Manusia: Konsep dan Strategi ImplementatifAy. Jurnal edukasi (Vol. 3 No. 2 tahun 2. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. pemikiran terkait humanisme, kapitalisme, dan lain-lain. Ketujuh. Apabila mendominasi jiwa maka akan terwujud jiwa yang labil . afs allawwama. Ay. Dikutip dalam buku Maragustam dijelaskan bahwa fungsi akal melalui hasil analisis ayat-ayat yang dipahami maknanya sebagai berikut:13 Akal sebagai alat untuk menganalisis dan mengetahui hakikat sesuatu, sehingga menjadikan manusia beriman kepada Allah. (Qs. Al-baqarah 2:. Akal berfungsi sebagai dorongan moral. (Qs. Al-anAoam 6: . Akal sebagai alat untuk mengambil hikmah dan kesimpulan dari suatu peristiwa. Sedangkan alat untuk berpikir digunakan kata Rusyd. Artinya memiliki penalaran yang kuat dan dorongan moral yang tinggi. (Qs. al-Baqarah 2:. Akal berfungsi sebagai alat dzikrullah dan alat memikirkan ciptaannya. Seperti pengertiannya diatas bahwa kata lubb bentuk pluralnya al-bab digunakan untuk pengertian akal. (QS. Ali-Imran 3:190-. Akal dalam proses Pendidikan sebagai sarana berfikir dalam menyelesaikan suatu problem. Benyamin Bloom, dikutip Muhammad Amin, dalam bukunya tujuan pendidikan terdiri dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. 14 Setiap aspek memiliki tujuan yang lebih spesifik. Akal sangat berkaitan dengan ranah kognitif karena melibatkan aspek berpikir. Begitu juga dengan ranah afektif yang fungsinya berkaitan dengan akal seperti merespon, menghargai, memperhatikan dan berkarakterisasi. Manusia yang menggunakan kemampuan akal untuk mengembangkan potensinya akan terlihat dari sikap afektif dalam sarana mendekatkan diri kepada Allah. Qalb Pendapat Imam al-Ghazali dikutip Dian Iskandar Jaelani bahwa qalb immateri yang dianugerakan oleh Allah kepada manusia dan masih menjadi rahasia. 15 Dalam buku Maragustam dijelaskan qalbu adalah perangkat hakikat dasar manusia karena iman bersemayan di qalbu (Qs. Al-hajj 22:. termasuk alat maAorifah . emperoleh ilm. (Qs. Al-Hajj 22:. l- anAoam 6:. Qalb yang sehat dapat membedakan Rahmatiah. Konsep Manusia Menurut Islam. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 2. , 93Ae116. Maragustam. Filsafat Pendidikan Islam, hal. Amin. Kedudukan Akal dalam Islam. TARBAWI : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3. , 79Ae92. https://doi. org/10. 26618/jtw. Dian Iskandar. AuPendidikan Islam Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber daya Manusia: Konsep dan Strategi ImplementatifAy. Jurnal edukasi (Vol. 3 No. 2 tahun 2. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. baik dan buruk. Artinya, hati mampu memberikan dorongan untuk memilih sesuatu yang baik. Qalb merupakan alat untuk menalar, berpikir dan berkehendak yang berfungsi untuk memahami sesuatu. Al-Qolb dikategorikan sebagai pandangan yang dalam atau intuisi yang memiliki rasa keindahan, dan sebagai alat pengenal kebenaran. 17 Artinya, tanpa peran qalb manusia tidak dapat memahami suatu keadaan. Peran qalb sangat penting bagi manusia. Sejalan dengan pendapat Muhamaad Izzudin Taufiq dikutip oleh Nurjannah dan Suyadi menerangkan bahwa qalb dalam al-QurAoan diartikan dengan Tanpa Dalam buku Ahmad Ali Riyadi dijelaskan bahwa Qalb memiliki tiga jenis potensi yakni, pertama, al-Qudrah (Kemampua. adalah kemampuan yang berguna untuk menggerakkan seluruh anggota tubuh untuk mencapai tujuan. Kedua, al-Aoilm . nstrumen pengetahua. berfungsi sebagai alat untuk menerima dorongan dari luar. Ketiga, iradah (Kehenda. berfungsi sebagai pendorong dan pembangkit sesuatu yang baik atau menolak sesuatu yang buruk. Selain itu qalb atau hati ini memiliki sifat bawaan atau karakter dasar yang bisa dipengaruhi oleh interaksi sosial dan lingkungan. Kondisi hati dapat mempengaruhi sifat dan perilaku manusia. Ketika hati manusia masih labil maka sangat mudah kondisi hatinya berubah-ubah. Sedangkan kondisi hatinya baik maka kondisi manusia juga Nafs Nafs berasal dari bahasa Arab yang berarti jiwa. Kata nafs telah dijelaskan dalam al-QurAoan sebanyak 298 kali. Nafs dapat diartikan dengan sebutan diri manusia yang memperoleh konsekuensi dari perbuatannya. 20 Secara umum berkaitan dengan sisi dalam manusia yang berpotensi baik dan buruk. Manusia harus selalu menjaga kesucian hatinya dengan beribadah kepada Allah. Maragustam. Filsafat Pendidikan Islam Menuju Pembentukan Karakter menghadapi Arus Global cet. Kurnia Kalam Semesta. (Aziz, 2. , hal. NurJannah. , & Suyadi. Akal dan Qalb dalam Perspektif Al Quran dan Neurosains. Manazhim, 4. , 53Ae65. https://doi. org/10. 36088/manazhim. Riyadi Ahmad Ali. Filsafat Pendidikan Islam (Gusmian Islah . )). Teras. Sahbana. Hakikat Sumber Daya (Fitrah. Akal. Qalb, dan Naf. Manusia dalam Pendidikan Islam. Journal of Counseling. Education and Society, 3. , 1. https://doi. org/10. 29210/08jces155000 MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Dal-QurAoan menyatakan bahwa Allah tidak akan membebani manusia sesuai dengan kesanggupannya. Terdapat pada kata laha maktasabat menunjukkan kepada perbuatan baik dan alaiha maktasabat menunjukkan untuk keadaan darurat dari kejahatan nafs. Kecenderungan manusia berbuat baik adalah bawaan dasar manusia. Sedangkan perbuatan buruk akan berlawan dengan bawaan dasar nafs. Sehingga manusia akan merasakan ketenangan jika berbuat baik dan merasa gelisah jika berbuat Dalam konteks lain kata nafs merupakan keadaan jiwa manusia yang mempunyai kemampuan untuk melakukan perbuatan baik maupun buruk. Senada dengan itu, nafs dalam hadis digunakan dalam makna zat atau esensi manusia yang memiliki wujud tersendiri. Dengan zat inilah manusia mampu menilai, memberikan respon, atau tanggapan terhadap sesuatu. Manusia juga dapat memiliki perasaan dan emosi yang diterjemakan dalam tingkah laku. (Alim, 2014, p. Menurut Al-Ghazali membagi nafs kepada tiga tingkatan yaitu : . Nafs Muthmainnah, yakni nafs yang cenderung melakukan perbuatan baik untuk memperoleh ridho Allah. Nafs Lawwamah, yaitu nafs bersifat insaniyah. Nafs Amarah, yaitu nafs yang mencerminkan sifat hewani. Dari tingkatan tersebut manusia dapat menjaga nafs ditingkat muthmainnah atau selalu melakukan perbuatan yang baik. Cara menjaga hawa nafsu dengan mendekatkan diri kepada Allah seperti baca alQurAoan, berzikir dan mempelajari ilmu agama. Menurut Ibnu Jauzi yang dikutip Akmal Alim bahwa nafs memiliki tiga unsur yang saling mempengaruhi yaitu unsur akal, unsur amarah, dan unsur hawa nafsu. Ketiga unsur ini memiliki keterkaitan untuk membentuk psikologis yang berbeda. Interaksi dari ketiga unsur ini menghasilkan kepribadian yang sesungguhnya. Apabila jiwa memiliki interaksi potensi baik maka akan menghasilkan kebaikan dan sebaliknya. Baik buruknya sangat tergantung pada interaksi dari ketiga unsur. Pengembangan Potensi Manusia dalam Filsafat Pendidikan Islam Pendidikan Islam merupakan jembatan untuk mengembangkan potensi manusia. Mengembangkan potensi manusia menjadi tujuan dari pendidikan Islam. Cara yang bisa Maragustam. Filsafat Pendidikan Islam, hal. Alim. Tafsir Pendidikan islam. AMP Press. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. dilakukan adalah melatih diri untuk mengembangkan potensi intelektual, keterampilan, spritual, perasaan, kepekaan dan lainnya. Ketika potensi diri sudah berkembang, apapun tujuan hidup akan tercapai dengan baik. Dalam mengembangkan potensi manusia sangat diperhatikan dalam pendidikan. Manusia sebagai makhluk jasmani tidak terlepas dari dorongan naluriahnya. Akan tetapi manusia merupakan makhluk ruhaniah yang bisa mengontrol jiwanya. Oleh karena itu, sangat penting menanamkan kedisiplinan dalam pendidikan untuk memberikan bimbingan akal Pengembangan potensi manusia erat kaitannya dengan membentuk kepribadian agar menjadi manusia yang kamil. Dalam istilah pendidikan Islam pengembangan potensi manusia mengacu kepada term tarbiyah, taAolim dan taAodib. Ketiga istilah ini yang sering digunakan dalam pendidikan Islam adalah tarbiyah. Penjelasan tiga istilah tersebut: Tarbiyah Dalam kamus bahasa arab, kata tarbiyah memiliki tiga akar kebahasaan. Aupertama, rabba yurabbi, tarbiyah yang memiliki makna AutambahAy . dan AuberkembangAy nama. Pengertian ini juga didasarkan (Qs. Al-rum :. yang pada intinya Pendidikan merupakan proses menumbuhkan dan mengembangkan apa yang ada pada peserta didik, baik secara fisik, psikis, sosial, maupun spiritual. Kedua, rabba, yurabbi, tarbiyah, memiliki makna tumbuh . dan menjadi besar atau dewasa . araAoraAo. Pendidikan . mendewasakan peserta didik baik secara fisik sosial maupun spiritual. Ketiga, rabba, yurabbi, tarbiyah memiliki makna memperbaiki . , menguasai urusan, memelihara dan merawat. Dalam Pendidikan adalah usaha untuk memelihara, mengasuh dan merawat memperbaiki dan mengatur peserta didik agar dapat survive lebih baik dalam kehidupan. Ay24 Lafadz AutarbiyahAy dalam al-QurAoan bermakna sebagai proses pendidikan. Maksud sebagai proses pendidikan adalah pendidikan tidak hanya berkaitan dengan aspek kognitif tentang pengetahuan berbuat kebaikan akan tetapi meliputi aspek afektif yang direalisasikan sebagai bentuk karakter yang tertanam pada diri manusia. Lebih dari itu konsep tarbiyah adalah membangun pribadi yang dekat kepada Allah. (Suharto, 2. , hal. Harisah. Filsafat Pendidikan Islam Prinsip dan Dasar Pengembangan. Deepublish. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Pendapat lain mengatakan bahwa Tarbiyah adalah proses mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik, yang bertujuan untuk memiliki kepribadian yang 25 Dalam prosesnya tarbiyah memiliki tingkatan dari ilmu pengetahuan yang dasar ke tingkat sulit. Hal ini membuat peserta didik terus mengalami kemajuan sehingga mampu berada ditingkat yang sulit atau atas. Berkenaan dengan hal itu, tentu ada tahapan yang harus dilalui oleh peserta didik, karena tidak ada yang instan. Talim TaAolim secara bahasa berasal dari kata dasar Aoallama yuAoallimu taAoliman yang makna berarti mengeja atau memberi tanda, dan kata dasar Aoallama yaAomalu yang berarti mengerti, mengetahui sesuatu atau memberi tanda. Para ahli membedakan bahwa tarbiyah lebih ke Pendidikan sedangkan taAolim menekankan pada TaAolim berpusat pada aspek kognitif sedangkan tarbiyah pada aspek afektif, kognitif,dan psikomotorik. Sejalan dengan pendapat tersebut. Muhammad Rasyid Ridha memaknai taAolim dengan proses transmisi berbagai ilmu pengetahuan pada jiwa individu tanpa adanya batasan dan ketentuan. Penjelasan tersebut diperkuat dalam al-QurAoan surat al-Baqarah 31 terkait proses pengajaran asma Allah kepada Nabi Adam. 27 Dari sini dapat disimpulkan bahwa taAolim merupakan proses mentransfer ilmu kepada peserta didik, untuk mengetahui sesuatu. Pengetahuan ini menjadikan peserta didik mengalami proses TaAodib TaAodib biasanya dipahami dengan makna pendidikan akhlak. Menurut Naquib al-attas dikutip toto Suharto bahwa taAodib berarti pengenalan secara bertahap yang ditanamkan kepada peserta didik. 28 Pengenalan tersebut berkaitan dengan pengakuan terhadap keesaan Tuhan. Sehingga terjadinya tindakan dan tingkah laku kepada sang Hal ini tercermin dalam perbuatan beribadah kepada Allah. Pembinaan akhlak dan tingkah laku dapat dibiasakan sejak dari mumayyiz dan sudah mampu membedakan baik dan buruk. Metode taAodib mengarah kepada NurAoAini. Sugiati. Dana. Wahyudi, & Ramadhani. At-Tarbiyah Sebagai Konsep Pendidikan Dalam Islam. INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan. Agama Dan Kebudayaan, 6. , 88Ae104. Suharto. Filsafat Pendidikan Islam Menguatkan Epistemologi Islam Dalam Pendidikan. Ar-Ruzz Media. Suharto. Suharto. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. membiasakan diri dengan menyandarkan segala sesuatu kepada Allah dan merasa takut kepadaNya. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesucian fitrah manusia dari perbuatan 29 Menjaga kesucian fitrah manusia tidak terlepas dari mendekatkan diri kepada Allah dan menghindari seluruh larangNya. Pengembangan potensi manusia merupakan salah satu komponen dari tujuan pendidikan Hal ini disebabkan bahwa manusia yang dapat merumuskan tujuan, visi, misi dari suatu pendidikan. Berkaitan dengan itu fungsi tujuan pendidikan adalah untuk menentukan arah atau pedoman pendidikan, memberikan apresiasi setelah mencapai cita-cita pendidikan. Penerapan itu berkenaan dengan penanaman nilai-nilai yang hidup sebagai pandangan atau falsafah agama. Pondasi pendidikan Islam bersumber kepada al-QurAoan dan sunnah. al-QurAoan sebagai pedoman hidup manusia yang memuat pendidikan yang lengkap, baik itu pendidikan moral, pendidikan sosial, pendidikan akhlak, pendidikan jasmani maupun al-QurAoan berfungai sebagai pedoman hidup merupakan sebagai petunjuk tentang ketauhidan dan akidah, pedoman pengenalan akhlak, dan petunjuk mengenai syariat yang menghuungkan manusia dengan Tuhannya. Adapun prinsip pendidikan Islam dilandaskan kepada agama dan ideologi negara. Prinsip pendidikan haruslah sesuai dengan fitrah manusia. Sehingga tidak terjadi keterpaksaan dalam melaksanakan Menurut Noeng Muhadjir dikutip dari Toto Suharto ada empat faktor ilmu pendidikan yaitu, pertama, subjek didik adalah seseorang yang memerlukan bantuan ke arah yang lebih baik. Kedua, pendidik adalah orang yang memiliki kelebihan dan mampu membantu yang kekurangan pengetahuan. Ketiga, tujuan dan program pendidikan, adalah pedoman dalam belajar dan mengajar. Keempat, upaya untuk membangun masa depan. 31 Dari sini dapat terlihat bahwa potensi manusia dapat berkembang sehingga menjadi satu kesatuan dalam dunia pendidikan. Relevansi Potensi Manusia dalam Pendidikan Islam Kontemporer Relevansi potensi manusia dalam reformasi pendidikan Islam kontemporer berfokus pada aspek ideal dan kelembagaan. Keduanya beroperasi secara terintegrasi dan saling bahu Hatta. 293591-Konsep-Dan-Teori-Belajar-Dalam-Perspekti-Ebd40D0B. , 98Ae105. Husni Hamim. Pengembangan Potensi Manusia Dalam Perspektif Pendidikan Islam. HAWARI : Jurnal Pendidikan Agama Dan Keagamaan Islam, 2. https://doi. org/10. 35706/hw. Suharto A MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Pembaharuan sistem pendidikan Islam dapat dimulai dari pembaharuan sistem Tujuannya untuk membentuk suatu lembaga yang terorganisir dan terstruktur. Hal ini dapat mengintegrasikan potensi manusia dengan pendidikan kontemporer. Dalam proses pembaharuan, potensi manusia menciptakan suatu sistem yang terstruktur sebagai hasil produk institusi yaitu kurikulum. Adian Hosseini berpendapat bahwa kurikulum pendidikan Islam harus diarahkan pada tujuan yang telah ditetapkan. Kurikulum pada dasarnya menggunakan pendidikan Akhlak sebagai landasan pendidikan. Sedangkan bidang keilmuan lain adalah serangkaian ilmu yang diajakan dengan kemampuan peserta Kurikulum Pendidikan Islam, memiliki prinsip yang harus ditegakkan. Menurut AlSyaibany, dikutip abudin Nata menyebutkan tujuh prinsip kurikulum Pendidikan Islam yaitu: Au. prinsip peraturan yang sempurna dengan agama, . prinsip menyeluruh pada tujuantujuan dan kandungan-kandungan kurikulum yakni mencakup akidah, akal dan jasmani, . prinsip keseimbangan yang relatife antara tujuan dan kandungan kurikulum, . prinsip keterkaitan bakat, minat, kemampuan-kemampuan keterampilan dan kebutuhan pelajar, . prinsip memelihara perbedaan individual anatara para pelajar, . prinsip menerima perkembangan dan perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan tempat, . prinsip keterkaitan anatara berbagai mata pelajaran dengan pengalaman-pengalaman dan aktivitas yang terkandung dalam kurikulum. Ay33 Dari prinsip diatas yang diperlukan dalam Pendidikan Islam kontemporer adalah integrasi keilmuan yang mengarah kebenaran dan pengetahuan. Sumber kebenaran dari kajian yang mendalam terhadap sunatullah dan berasal dari Allah. Pemahaman ini mengantarkan pada kesadaran penting bahwa kebenaran berasal dari Allah yang disebut dengan wahyu. Wahyu Allah yang disebut al-QurAoan menjadi pedoman bagi manusia untuk mengetahui, memahami dan menyikapi peristiwa yang muncul. Menurut pemahaman penulis keterpaduan ilmu sangat erat kaitannya dengan keterpaduan antara akal, fitrah, qalb, dan nafs. Adapun relevansi potensi manusia terhadap pendidikan Islam kontemporer yaitu : pertama. Sebagai pendidik yang mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Pendidik mampu mengajarkan ilmu dengan metode dan Muvid. Studi Pemikiran Pendidikan Islam Kontemporer (K. Engkut . )). Remaja Rosda Karya. Muvid. Hilmi. Islamisasi Ilmu Pengetahuan: Pergulatan Pemikiran Cendekiawan Kontemporer. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan, 15. , 251Ae269. https://doi. org/10. 37680/adabiya. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. model pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan sesuai dengan tuntutan zaman. Kedua, sebagai peserta didik yang menerima ilmu pengetahuan. Peserta didik mampu memahami dan mengaplikasikan ilmu dalam bentuk perubahan tingkah laku. Ketiga, hasil dari keterpaduan potensi manusia dapat melahirkan visi, misi dan tujuan pendidikan yang berkhualitas sesuai dengan syariat dan tuntutan zaman yang serba canggih teknologi. Dengan potensi yang dimiliki sebagai pengemban amanah untuk memajukan pendidikan harus mampu mewujudkan cita-cita yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. KESIMPULAN Hakikat sumber daya manusia erat kaitannya dengan potensi manusia yakni: pertama. Fitrah merupakan pembawaan dari lahir berupa kesucian diri dan tertanam nilai keesaan Tuhan. Kedua, aql merupakan daya berkir kritis dan argumentatif dengan melahirkan objek ilmiah melalui metodologi rasionalitas yang terdapat pada jism yaitu otak. Ketiga, qalb merupakan pusat kesadaran moral pada yang baik. Keempat, nafs kecenderungan moral pada yang negatife mengarah yang posotif jika dikontekskan pada pengendalian yang tepat. Dalam pengembangan potensi manusia . kal, fitrah, qalb dan naf. dalam filsafat Pendidikan Islam dengan menggunakan tiga teknik yaitu pertama. Pendidikan yang bersifat menyeluruh baik pengembangan ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik. Kedua, taAolim proses transfer ilmu yang bertumpu pada kognitif yang bertumpu pada teori atau doktrin agama dengan mengintegrasi ilmu lainnya. Ketiga, proses taAodib proses penanaman moral dengan metode berangsur-angsur atau bertahap. Potensi manusia . kal, fitrah, qalb dan naf. relevansinya dalam Pendidikan kontemporer mengalami proses pembaharuan dalam Lembaga Pendidikan khususnya Pada Pendidikan kontemporer fokus implementasinya harus melakukan integrasi keilmuan dan menghilangkan dikotomi ilmu. Sehingga terlaksananya peradaban keilmuan yang bersifat totalitas rasional. DAFTAR PUSTAKA