2026 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Volume 1. Issue 8. June 2026. Licenced by CC BY-SA 4. e-ISSN: 2986-7002 DOI: https://doi. org/10. 5281/zenodo. Motivasi Orang Tua yang Bermata Pencaharian Nelayan dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X di SMK Negeri 1 Tanjung Raya Ivlah Maulana1 . Afrianaldi2 Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Indonesia Abstract This research is motivated by the finding that several students whose parents work as fishermen scored below the minimum passing grade (KKM) in Islamic Religious Education at SMK Negeri 1 Tanjung Raya, given that fishermen typically spend extensive time at sea, limiting their time to guide their children's learning. This study aims to identify and describe the motivation of parents working as fishermen in improving their children's learning achievement in Islamic Religious Education at the school. This is a qualitative descriptive field research, aimed at describing the phenomenon of parental motivation among fishermen without hypothesis testing. The subjects were parents of students working as fishermen and the class X Islamic Religious Education teacher. Data were collected through in-depth interviews and documentation, with validity established through prolonged observation, persistence, source and technique triangulation, and reference materials. Data were analyzed through data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The results show that fishermen parents still strive to fulfill their important role in improving their children's achievement, through encouragement, support, motivation, and exemplary religious practice, despite limited time together due to fishing activities. Parental support and motivation were found to influence children's learning achievement, and the home learning environment also contributed to this outcome. It is concluded that the active role of fishermen parents through supervision, instilling religious values, and creating a conducive learning environment significantly determines children's learning success, despite time constraints from their occupation. Keywords: Parental Motivation. Fisherman. Learning Achievement. Islamic Religious Education Article Info Received date: 15 June 2026 Revised date: 17 June 2026 Accepted date: 15 July 2026 PENDAHULUAN Di tengah masyarakat pesisir, pendidikan anak kerap harus bersaing dengan tuntutan ekonomi keluarga, terutama bagi anak-anak yang orang tuanya menggantungkan hidup dari hasil laut. Kondisi semacam inilah yang melatarbelakangi penelitian ini, sebab pendidikan pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari peran keluarga sebagai lingkungan belajar pertama bagi anak, di samping sekolah dan masyarakat (Rineka Cipta, 2. Al-Qur'an sendiri menempatkan aktivitas menuntut ilmu sebagai salah satu jalan utama menuju kemajuan sebuah peradaban, sebagaimana termaktub dalam surah al'Alaq ayat 1-5. Secara ringkas, ayat ini memuat perintah membaca dan menuntut ilmu atas nama Allah sebagai Pencipta, sekaligus penegasan bahwa Allah-lah yang mengajarkan manusia melalui perantaraan pena, termasuk pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahuinya (Panca Budi, 2025. Syukri & Rizalie. Pesan yang terkandung dalam ayat tersebut mengisyaratkan bahwa jalan menuju kesempurnaan derajat kemanusiaan seseorang sangat erat kaitannya dengan kebiasaan membaca dan menimba ilmu (Rineka Cipta, 2. Gagasan ini sejalan dengan semangat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang pada intinya memaknai pendidikan sebagai ikhtiar sadar dan terencana untuk mengembangkan seluruh potensi peserta didik secara utuh, baik dari sisi spiritual, kepribadian, kecerdasan, maupun keterampilan, sekaligus membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat demi mencerdaskan kehidupan bangsa (Direktorat Jenderal Vol. 4 No. Motivasi Orang Tua yang Bermata (Ivlah, et. , a. | 146-152 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Pendidikan Islam, 2006. Republik Indonesia, 2. Semangat inilah yang juga tecermin dalam ajaran Islam, sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam surah al-Mujadalah ayat 11 berikut: ca AacEEa Ea aE nI aO aua CaO aE I aaOe AaI aaOe aO Aa aA ca AA ca a aeaO a acO aN EacaOIa a aIIa eaOe aua CaO aE Ea aEI a AacEEa EacaOIa a aIIaOe Ia I aEIA a A aOe aO AA a A aOe AaO E aI a aE aa Aa AA a AA ca ca AaOEaOIa OaOe EaE aI aa a a on aOA AacEEa a aI a aIEaOIa a aOA Ayat ini pada intinya berisi janji Allah untuk melapangkan kedudukan orang-orang beriman yang bersedia memberi kelapangan kepada sesamanya, serta mengangkat derajat orang-orang yang berilmu beberapa tingkat lebih tinggi dibanding yang lain (Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifaqiah, 2. Ayat tersebut memberikan gambaran bahwa Allah SWT memberikan kedudukan yang lebih tinggi kepada hamba-Nya yang beriman sekaligus berilmu. Hal ini menegaskan betapa krusialnya peran pendidikan dalam membentuk kepribadian manusia secara utuh, baik sebagai individu, makhluk sosial, maupun sebagai hamba yang mengabdikan diri sepenuhnya kepada Allah. Salah satu wadah untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui Pendidikan Agama Islam. Dalam pandangan Pendidikan Agama Islam, belajar dipahami bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan juga bernilai ibadah. Tanggung jawab terhadap tumbuh kembang anak didik pun melekat pada setiap orang dewasa yang secara agama dibebani kewajiban mendidik dirinya sendiri maupun orang lain, dan pihak yang paling utama memikul tanggung jawab tersebut adalah kedua orang Setidaknya ada dua alasan mengapa demikian. Alasan pertama berkaitan dengan kodrat orang tua sebagai pihak yang dititipi seorang anak oleh Allah SWT, sehingga mereka wajib mengasuh dan mendidik anaknya agar tidak tersesat dalam menjalani kehidupan, sebagaimana firman-Nya dalam surah at-Tahrim ayat 6: ae ca aOIA acEEa aI ea a aI aNaI aO aO AaEaOIA a AEa O aN aI aEa a aEU aaE aa acacE aOA a a AA a A aEI aO a NEaO aEI I a aOCaOaNa E acIA a a aeaO a acO aN EacaOIa a aIIaOe Ca eaOe aIAA a A aO Ea aA aI O a aI aOIA Ayat ini memuat perintah kepada orang-orang beriman untuk menjaga diri dan keluarganya dari siksa neraka, yang dijaga oleh malaikat-malaikat yang tegas dan senantiasa patuh menjalankan perintah Allah (Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2. Alasan kedua bersumber dari kepentingan orang tua itu sendiri, sebab setiap orang tua tentu mendambakan anak-anaknya mampu menjalani kehidupan yang sukses serta membahagiakan, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karenanya, penanaman akhlakul karimah menjadi bekal penting bagi anak dalam menghadapi tantangan zaman, mengingat akhlak merupakan inti dari keberhasilan pendidikan Islam itu sendiri (Teras, 2011. Anshory. Azis. Chabib, & Sutrisno, 2. , sebagaimana termaktub dalam surah Luqman ayat 14: A aI O aI a aIA AOA ca AaO aOA a a a AO E aIA a AAEaNua AaOA a AIa a a aO aE aO aN a aIEa Na a acINua aO N UIA a a AEIA a a aAEa aO aO NI aOAA a AA OIaA ca aA aE EaO aOE a aaO aE aOEa uaEA Ayat ini berisi wasiat Allah agar manusia senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tuanya, mengingat beratnya pengorbanan seorang ibu selama mengandung dan menyusui, sekaligus perintah untuk bersyukur kepada Allah dan kepada orang tua. Firman Allah SWT selanjutnya dalam surah Luqman ayat 18: ca A aI a U n ua acIA AacEEa acE Oaa ac aE acE aI aE Aa aOA a A aOacE aI a AaO E a A a AA a aacEa EaE acIA a a AaOacE A Ayat berikutnya berisi larangan bersikap sombong dan angkuh terhadap sesama manusia, sebab Allah tidak menyukai sifat demikian. Kedua ayat di atas menegaskan bahwa setiap perbuatan manusia selama hidupnya pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal. Oleh sebab itu, orang tua yang bersungguh-sungguh membimbing anaknya menuju kesuksesan, dengan cara menanamkan pendidikan akhlakul karimah, pada dasarnya sedang membuka jalan kebahagiaan bagi anak tersebut, baik di dunia maupun di akhirat. Sejalan dengan pepatah lama yang menyebutkan bahwa banyak jalan menuju keberhasilan, artinya terdapat beragam cara untuk berbuat kebaikan, asalkan dilakukan secara konsisten dan istiqomah (Lanting Media Aksara Publishing House, 2. Namun demikian, dunia pendidikan formal masih dihadapkan pada persoalan klasik, yaitu variasi capaian prestasi belajar siswa, di mana sebagian siswa mampu meraih hasil belajar yang tinggi sementara sebagian lain justru rendah. Menurut hemat penulis, kesenjangan ini erat Vol. 4 No. Motivasi Orang Tua yang Bermata (Ivlah, et. , a. | 146-152 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) kaitannya dengan tingkat motivasi belajar, baik yang berasal dari orang tua maupun dari siswa itu Sejalan dengan pandangan tersebut, motivasi belajar dipahami sebagai daya penggerak, baik dari dalam maupun dari luar diri siswa, yang mendorong terjadinya perubahan tingkah laku dalam belajar demi mencapai tujuan tertentu (Sardiman, 2018. Uno, 2. Secara teoretis, motivasi belajar lazim dibedakan menjadi motivasi intrinsik, yang tumbuh dari kesadaran dan kebutuhan diri siswa akan ilmu pengetahuan, dan motivasi ekstrinsik, yang berasal dari dorongan pihak luar seperti keluarga, guru, maupun lingkungan sosial (Deci. Ryan, & Guay, 2020. Schwinger & Stiensmeier-Pelster, 2. Salah satu sumber motivasi eksternal yang paling dekat dengan siswa adalah dukungan dari orang tua, mengingat orang tualah yang pada akhirnya bertanggung jawab atas keberhasilan pendidikan anaknya (Harianto, 2. Karena itu, motivasi orang tua turut menjadi penentu penting dalam meningkatkan prestasi belajar anak, sebagaimana juga ditegaskan dalam berbagai kajian tentang hubungan gaya pengasuhan dan motivasi berprestasi dengan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (Prasetiya & Hidayah, 2. Penelitian ini secara khusus difokuskan pada orang tua yang berprofesi sebagai nelayan, mengingat profesi tersebut menuntut waktu yang panjang di laut dibandingkan di rumah, sehingga kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga, khususnya dalam mendampingi anak belajar, menjadi relatif terbatas. Data siswa yang orang tuanya berprofesi sebagai nelayan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Tanjung Raya pada Tahun Ajaran 2023/2024 disajikan pada tabel berikut. Tabel 1. Data Siswa dengan Pekerjaan Orang Tua Sebagai Nelayan Nama Orang No Nama Siswa Jk NISN Pekerjaan Tua Alex Abdullah 0072379160 Nelayan Yurniati Alsya Kaira Anindini 0077419655 Nelayan Sri Dewi Andika Irza Pratama 0081331730 Nelayan Irnawati Andini Amelia Putri 0087179159 Nelayan Warnida Diki Ramdhani 0055717298 Nelayan Zuli Efri Dody Saputra 0067568043 Nelayan Marni Fahrel Diki Pratama 0081936595 Nelayan Kiki Rahayu Fani Mardona 0066410267 Nelayan Samsidar Hindarto Rahmat Styono 0066455516 Nelayan Sulis Styowati Ibnu Muhammad Fajri 0062715024 Nelayan Baasnah Lisa Melvi Laura Saskia Nurhakim 0068948004 Nelayan Yanti Ati Astuti Muhamad Alfi Ansyah 0068422833 Nelayan Cania Ati Astuti Muhamad Ridho 0044605265 Nelayan Cania Muhammad Aldi 0058019545 Nelayan Yurniati Muhammad Farhan 0055127186 Nelayan Hamida Muhammad Raffli Andrial 0065854371 Nelayan Isna Dewita Muhammd Zahri Ahsan Nelayan Minar Fitrini Nabila Anryani 3066066421 Nelayan Lina Rafli 0043582043 Nelayan Ramadani Rahmat Fadillah 0082038637 Nelayan Etri Yeni Rangg Satria Prata 0054814971 Nelayan Nofrianti Reynald Zalbi Syahputra 0062456835 Nelayan Ezi Sumarni Vol. 4 No. Motivasi Orang Tua yang Bermata (Ivlah, et. , a. | 146-152 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Rido Rama Dani Nelayan Selvia Novita Sari Nelayan Isna Wati Witri Handayani Susila Yanti Epi Yulianti Silvita Zaimul 0056917372 Nelayan Zaki Pratama 0053535745 Nelayan Sumber data: Kantor Tata Usaha SMK 1 Negeri Tanjung Raya Selanjutnya, data nilai Ujian Akhir Semester (UAS) siswa yang berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ditampilkan pada tabel berikut. Tabel 1. data nilai UAS siswa yang berada di bawah KKM No Nama Kelas KKM Nilai Diki Ramadhani TM II 70 Fahrel Diki Pratama TKR 70 Muhammad Farhan TM I 70 Rahmad Fadhilah TITL 70 Reynald Zaldi X. TITL 70 Syahputra Sumber data: Bapak Masnur selaku guru PAI Kedua tabel di atas memperlihatkan bahwa terdapat sejumlah siswa dengan latar belakang orang tua nelayan yang nilainya masih berada di bawah KKM, sehingga penulis tertarik untuk mengkaji lebih jauh bagaimana motivasi yang diberikan orang tua berprofesi nelayan tersebut dalam mendukung prestasi belajar anaknya. Menariknya, secara umum capaian belajar anak pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam justru tergolong baik, sebagaimana informasi awal yang diperoleh penulis dari guru agama dan bagian tata usaha di SMK Negeri 1 Tanjung Raya, yang orang tua siswanya bekerja sebagai nelayan. Hasil wawancara awal dengan Bapak Masnur, selaku guru PAI, pada hari Kamis, 2 Mei 2024, mengungkapkan bahwa rendahnya nilai sebagian siswa yang berada di bawah KKM lebih disebabkan oleh faktor kehadiran, seperti seringnya siswa membolos pada jam pelajaran PAI serta kurangnya minat untuk datang ke sekolah. Berangkat dari fenomena tersebut, penulis tertarik untuk mengkaji lebih mendalam bagaimana motivasi orang tua nelayan diterapkan dalam mendukung prestasi belajar anak, melalui penelitian yang berjudul "Motivasi Orang Tua yang Bermata Pencaharian Nelayan dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Tanjung Raya". METODE Penelitian ini tergolong penelitian lapangan . ield researc. , yakni kajian yang dilaksanakan melalui pengamatan langsung terhadap lokasi penelitian guna menjawab persoalan praktis yang berkembang di tengah masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif, artinya penulis berupaya memotret realitas yang berlangsung apa adanya, tanpa bermaksud menguji hubungan antarvariabel maupun hipotesis tertentu. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yaitu suatu pendekatan yang berupaya menggambarkan fenomena, peristiwa, dan gejala yang dialami subjek penelitian, seperti perilaku, motivasi, maupun tindakan, melalui pengumpulan data secara kualitatif (Sugiyono, 2. Melalui pendekatan ini, penulis berupaya mendeskripsikan secara mendalam berbagai hal yang berkaitan dengan motivasi orang tua berprofesi nelayan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Tanjung Raya. Vol. 4 No. Motivasi Orang Tua yang Bermata (Ivlah, et. , a. | 146-152 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) HASIL Temuan penelitian memperlihatkan bahwa motivasi yang diberikan orang tua berprofesi nelayan memegang peran signifikan dalam mendongkrak prestasi belajar anak di SMK Negeri 1 Tanjung Raya. Kendati mayoritas orang tua menghadapi kondisi ekonomi yang serba terbatas, mengingat penghasilan mereka sangat bergantung pada musim dan hasil tangkapan laut, mereka tetap menempatkan pendidikan sebagai bentuk investasi utama demi masa depan anak-anaknya. Wawancara yang dilakukan dengan sejumlah informan, yakni Ibu Ezi Sumarni. Ibu Kiki Rahayu. Ibu Hamida, dan Ibu Etri Yeni, mengungkap bahwa keempatnya memiliki dorongan yang kuat untuk membantu anak meraih keberhasilan akademik. Wujud dorongan tersebut beragam, mulai dari pemberian semangat moral, pendampingan ketika anak belajar, membiasakan rutinitas belajar, memberikan perhatian serta kasih sayang, menyediakan fasilitas belajar sesuai kemampuan ekonomi keluarga, hingga menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi pembentukan karakter anak. Bagi para orang tua tersebut, keberhasilan belajar anak bukan sekadar capaian akademik semata, melainkan juga menjadi kebanggaan keluarga sekaligus harapan untuk memperbaiki kualitas hidup di masa depan. Selain motivasi orang tua, penelitian ini juga menemukan bahwa kondisi lingkungan keluarga turut menentukan keberhasilan belajar anak. Beberapa unsur seperti pola pengasuhan, tingkat keharmonisan keluarga, kualitas relasi antaranggota keluarga, curahan perhatian orang tua, kondisi perekonomian, hingga latar belakang pendidikan orang tua, secara bersama-sama berkontribusi dalam membentuk kedisiplinan dan semangat belajar anak. Keluarga yang harmonis serta penuh dukungan cenderung mampu membangun suasana belajar yang kondusif, sehingga berdampak positif pada peningkatan prestasi akademik anak, sebagaimana ditemukan pula pada dinamika keluarga nelayan di wilayah lain (Asmiati. Sumardi. Ismail, & Alqadri, 2. Di luar faktor keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat juga turut memengaruhi capaian belajar siswa. Dukungan dari guru, teman sebaya, serta iklim sosial yang positif memperkuat motivasi belajar yang sebelumnya telah ditanamkan dalam keluarga. Sebaliknya, minimnya perhatian orang tua, terbatasnya fasilitas belajar, dan suasana keluarga yang kurang harmonis berisiko menghambat perkembangan prestasi belajar siswa. Secara umum, temuan penelitian ini menegaskan bahwa motivasi orang tua nelayan tidak semata bertumpu pada dukungan finansial, melainkan lebih dominan diwujudkan melalui perhatian, bimbingan, pengawasan, komunikasi yang efektif, serta penanaman nilai-nilai positif di lingkungan Kombinasi bentuk motivasi tersebut menjadi penggerak utama bagi anak untuk memiliki semangat belajar yang tinggi sekaligus meraih prestasi akademik yang lebih baik di SMK Negeri 1 Tanjung Raya. PEMBAHASAN Pembahasan atas temuan di atas memperlihatkan bahwa motivasi orang tua berprofesi nelayan berperan penting dalam mendorong prestasi belajar anak di SMK Negeri 1 Tanjung Raya. Meski dibatasi oleh kondisi ekonomi dan waktu akibat tuntutan pekerjaan di laut, para orang tua tetap berusaha memberikan perhatian, bimbingan, dan pendampingan, serta memenuhi kebutuhan belajar anak sesuai kapasitas yang mereka miliki. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Sari . yang menunjukkan bahwa dukungan orang tua berkontribusi signifikan terhadap prestasi akademik siswa, meskipun bentuk dukungan tersebut bervariasi sesuai kondisi sosial-ekonomi keluarga. Bentuk motivasi yang diberikan orang tua tidak terbatas pada dukungan materi, tetapi juga mencakup dukungan moral berupa nasihat, pengawasan, penanaman nilai-nilai keagamaan, serta dorongan agar anak memiliki semangat belajar yang tinggi. Suasana keluarga yang harmonis dan penuh perhatian terbukti menciptakan iklim belajar yang kondusif, sehingga turut mendorong peningkatan prestasi belajar siswa (Umar, 2. Vol. 4 No. Motivasi Orang Tua yang Bermata (Ivlah, et. , a. | 146-152 Indonesian Journal of Educational Research (IJER) Di samping itu, keberhasilan belajar anak juga tidak lepas dari sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dukungan guru, pergaulan yang positif, serta pendidikan agama menjadi unsur pendukung dalam membentuk karakter sekaligus meningkatkan motivasi belajar siswa. Semakin besar keterlibatan dan motivasi yang diberikan orang tua dalam proses pendidikan anak, semakin terbuka pula peluang anak untuk meraih prestasi belajar yang optimal (Rumbewas. Laka, & Meokbun, 2. SIMPULAN Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sekaligus mendeskripsikan motivasi orang tua berprofesi nelayan dalam mendukung peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Negeri 1 Tanjung Raya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sekalipun dibayangi keterbatasan waktu dan ekonomi akibat tuntutan pekerjaan sebagai nelayan, orang tua tetap mampu menunjukkan motivasi yang kuat dan konsisten dalam menopang keberhasilan belajar Motivasi tersebut terwujud melalui pemberian dorongan moral, pendampingan saat anak belajar, pembiasaan rutinitas belajar, penyediaan fasilitas belajar sesuai kemampuan ekonomi keluarga, serta penanaman nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi pembentukan karakter anak. Temuan ini menegaskan bahwa motivasi orang tua nelayan bukan semata-mata ditentukan oleh kemampuan finansial keluarga, melainkan lebih ditentukan oleh kualitas perhatian, bimbingan, pengawasan, dan komunikasi yang terjalin dalam keluarga. Hal ini memperkuat pandangan bahwa keharmonisan keluarga, apabila didukung oleh peran aktif sekolah dan masyarakat, menjadi faktor yang saling melengkapi dalam membentuk kedisiplinan dan semangat belajar siswa. Secara praktis, temuan ini memberikan masukan bagi guru dan pihak sekolah agar lebih memperhatikan pola komunikasi dengan keluarga nelayan, sekaligus menegaskan bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang utama bagi orang tua dalam mendukung keberhasilan belajar anak, selama tetap disertai bimbingan dan penanaman nilai keagamaan yang konsisten. Penelitian ini masih memiliki keterbatasan, yakni hanya dilaksanakan pada satu lokasi dengan pendekatan deskriptif kualitatif, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara luas. Penelitian mendatang diharapkan mampu memperluas cakupan subjek maupun wilayah kajian, serta menelaah lebih jauh keterkaitan antara motivasi orang tua nelayan dan prestasi belajar pada mata pelajaran Pada akhirnya, penelitian ini menegaskan bahwa peran aktif orang tua nelayan, sekalipun dibatasi oleh waktu yang mereka miliki, tetap menjadi kunci penting dalam mengantarkan anak menuju keberhasilan belajar, khususnya dalam Pendidikan Agama Islam. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Program Studi Pendidikan Agama Islam. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, atas izin dan dukungan yang diberikan selama proses penelitian. REFERENSI