Vol . No. November 2024 Efektivitas Bubuk Kayu Manis. Efektivitas Bubuk Kayu Manis (Cinnamomum burmanni. sebagai Gel Air Freshener Pengusir Lalat Effectiveness of Cinnamon Powder (Cinnamomum burmanni. as a Fly Repellent Air Freshener Gel Puspita Galih Pramesthi1. Agus Kharmayana Rubaya1. Sarjito Eko Widarso1. Naris Dyah Prasetyawati1 Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Indonesia E-mail Korespondensi: puspitagalih0405@gmail. ABSTRACT The measurement of fly density in one of the restaurants in Depok Beach. Bantul, was 15 flies/blockgrill, which was included in the dense category based on Permenkes Number 2 of 2023. It is necessary to control the density of flies because the presence of flies in restaurants can contaminate the food served due to the habit of flies that like to land on food and dirt so that they can spread disease-causing Fly control can be done using plant-based materials, namely cinnamon powder air freshener gel. The aim of the study was to determine the repellency ability of cinnamon powder with a concentration of 60% in air freshener gel to reduce fly density in restaurants in the Depok Beach area. Bantul. The experimental study used a one-group pre-test and post-test design with one concentration, namely 60%. The number of restaurants used was 13, and cinnamon powder air freshener gel was exposed in each restaurant for 15x24 hours. Fly density measurements were taken every 3 days at 10:00 am, 12:00 pm, and 2:00 pm. In addition to measuring fly density, temperature, humidity, and light intensity were also measured to ensure that the three factors were by fly activity. The study's results, namely the average percentage reduction in peak fly density numbers achieved at 12. 00 WIB of 70. did not meet the criteria for repellent protection with an average range of repellency ability of 48. However, the study's results can be the basis for the development of similar research in the future or an alternative to solving the problem of preventing fly vectors in restaurants. Keywords: Cinnamon Powder. Fly Density. Gel Air Freshener. Plant-Based Repellent ABSTRAK Hasil pengukuran kepadatan lalat di salah satu rumah makan kawasan Pantai Depok. Bantul sebesar 15 ekor/blockgrill, yang termasuk dalam kategori padat berdasarkan Permenkes Nomor 2 tahun 2023. Perlu dilakukan pengendalian kepadatan lalat karena keberadaan lalat di rumah makan dapat mencemari makanan yang dihidangkan karena kebiasaan lalat yang suka hinggap pada makanan dan kotoran, sehingga dapat menyebarkan mikroorganisme penyebab penyakit. Pengendalian lalat dapat dilakukan dengan menggunakan bahan nabati, yaitu gel air freshener bubuk kayu manis. Tujuan penelitian adalah mengetahui kemampuan repelensi bubuk kayu manis konsentrasi 60% dalam gel air freshener terhadap penurunan kepadatan lalat di rumah makan kawasan Pantai Depok. Bantul. Penelitian eksperimen menggunakan one group pre-test and post-test design dengan satu konsentrasi, yaitu 60%. Jumlah rumah makan yang digunakan sebanyak 13 dengan memaparkan gel air freshener bubuk kayu manis di setiap rumah makan selama 15x24 jam. Pengukuran kepadatan lalat dilakukan setiap 3 hari sekali pada pukul 10. 00 WIB, 12. 00 WIB, dan 14. 00 WIB. Selain mengukur kepadatan lalat, dilakukan juga pengukuran suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya untuk memastikan bahwa ketiga faktor tersebut sesuai dengan aktivitas lalat. Hasil penelitian yaitu rata-rata persentase penurunan angka kepadatan lalat puncak yang dicapai pada pukul 12. 00 WIB sebesar 70,16% belum memenuhi kriteria proteksi repellent dengan rentang rata-rata kemampuan repelensi sebesar 48,95%-70,16%. Namun hasil penelitian bisa menjadi dasar untuk pengembangan riset sejenis kedepannya ataupun tambahan alternatif pemecahaan masalah pencegahan vektor lalat di rumah makan. Kata Kunci: Bubuk Kayu Manis. Kepadatan Lalat. Gel Air Freshener. Repellent Nabati Puspita Galih Pramesthi Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Terpadu (JITKT) PENDAHULUAN Lalat merupakan salah satu vektor penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Lalat memiliki kebiasaan hinggap pada makanan dan kotoran sehingga dapat menyebarkan mikroorganisme penyebab penyakit, terutama dalam infeksi saluran pencernaan. Rumah makan yang terletak di Pantai Depok. Kapanewon Kretek. Kabupaten Bantul. Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih sebagai lokasi penelitian karena rumah makan tersebut menjual seafood dan berada di dekat pelelangan ikan segar sehingga angin pantai dapat menyebarkan aroma makanan dari rumah makan dan menimbulkan rangsangan bagi lalat untuk terbang menuju sumber makanan tersebut. Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 24 Agustus 2023 di salah satu rumah makan di kawasan Pantai Depok. Bantul, angka kepadatan lalat yang diperoleh sebesar 15 ekor/blockgrill, populasi lalat tersebut termasuk dalam kategori padat sehingga perlu dikendalikan karena melebihi standar baku mutu. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 tahun 2023, menyebutkan bahwa standar baku mutu kepadatan vektor lalat, yaitu kurang dari 2 ekor/blockgrill. Upaya untuk mengendalikan populasi lalat dapat dilakukan dengan cara fisika, kimiawi, dan biologis. Salah satu pengendalian lalat dengan cara kimiawi adalah menggunakan Pemakaian insektisida dalam pengendalian lalat, terutama yang menggunakan bahan kimia sintetik, dapat diminimalkan dengan melakukan pengendalian secara alami. Pengendalian lalat secara alami adalah pengendalian lalat dengan menggunakan bahan baku yang berasal dari tumbuhan dan memiliki kandungan senyawa aktif untuk mengusir dan membasmi lalat. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk pengendalian lalat secara alami adalah kayu manis (Cinnamomum burmanni. Kandungan terbesar dari kayu manis adalah minyak asiri yang mempunyai kandungan utama senyawa sinamaldehid . ,72%), eugenol . ,62%), dan kumarin . ,39%). Kandungan senyawa aktif sinameldehid dan eugenol pada minyak asiri kayu manis memiliki kemampuan dalam menolak lalat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Syahrizal . tentang pemanfaatan bubuk kayu manis sebagai bionsektisida pengusir lalat rumah didapatkan hasil konsentrasi paling efektif adalah 10% dengan hasil penurunan sebesar 77,78%. Penelitian tersebut dilakukan dengan pemberian bubuk kayu manis pada 500 gram ikan yang sudah tidak segar. Penggunaan bubuk kayu manis sebagai repellent lalat diaplikasikan dalam bentuk produk siap pakai, yaitu gel air freshener. Gel air freshener adalah pengharum ruangan yang memiliki beberapa kelebihan, seperti tahan lama, tidak mudah tumpah, praktis, lebih lama mengikat wangi dan mudah dalam penyimpanannya. Gel air freshener di pasaran memiliki ketahanan wangi berkisar antara 15-30 hari. Gel air freshener memiliki peluang dari sisi ekonomi karena berdasarkan analisis ukuran dan pangsa pasar penyegar udara, prakiraan pertumbuhan produk gel air freshener dari tahun 2023-2028 adalah 4,2%. Berdasarkan hasil uji pendahuluan yang dilakukan, yaitu dengan mengaplikasikan gel air freshener bubuk kayu manis dengan konsentrasi 10% di salah satu rumah makan kawasan Pantai Depok. Bantul diperoleh hasil konsentrasi tersebut dapat menurunkan kepadatan lalat sebesar 44%. Konsentrasi tersebut sudah dapat menurunkan kepadatan lalat namun belum maksimal, oleh karena itu peneliti melakukan uji pendahuluan dengan mengaplikasikan gel air freshener bubuk kayu manis dengan konsentrasi 20%, 40%, dan 60% di salah satu rumah makan kawasan Pantai Depok. Bantul. Hasil yang didapatkan adalah konsentrasi 20% dapat menurunkan 57,3% kepadatan lalat, konsentrasi 40% dapat menurunkan 74,67% kepadatan lalat, dan konsentrasi 60% dapat menurunkan 90% kepadatan lalat. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 396/KPTS/SR. 330/M/6/2020 tentang Kriteria Teknis Pendaftaran Pestisida, repellent harus memiliki indeks proteksi Ou90%. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menggunakan bubuk kayu manis (Cinnamomum burmanni. dalam bentuk gel air freshener dengan konsentrasi 60% sebagai repellent alami untuk mengusir lalat di rumah makan kawasan Pantai Depok. Bantul. Vol . No. November 2024 Efektivitas Bubuk Kayu Manis. Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengetahui kemampuan repelensi bubuk kayu manis (Cinnamomum burmanni. dengan konsentrasi 60% dalam gel air freshener terhadap penurunan kepadatan lalat selama 15 hari pemaparan di rumah makan kawasan Pantai Depok. Bantul. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah Pre-experiment dengan one-group pre-test and post-test design. Sampel penelitian ini adalah semua lalat yang hinggap di fly grill saat dilakukan pemasangan gel air air freshener bubuk kayu manis dengan konsentrasi 60% di tengah fly grill. Penelitian ini dilaksanakan pada 21 Februari-6 Maret 2024 di 13 rumah makan kawasan Pantai Depok. Bantul. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengukuran kepadatan lalat, kelembapan, intensitas cahaya, dan suhu. Penelitian ini diawali dengan meletakkan satu gel air freshener bubuk kayu manis di setiap rumah makan selama 15x24 jam tanpa dilakukan penggantian. Lokasi pengukuran kepadatan lalat adalah di dapur rumah makan dan dilakukan setiap 3 hari sekali baik pre-test maupun post-test dengan 3 waktu yang berbeda, yaitu pukul 10. 00 WIB, 12. 00 WIB, dan 14. 00 WIB. Hal ini karena mempertimbangkan jam operasional buka rumah makan yaitu, pukul 09. WIB-16. 00 WIB serta waktu aktif lalat yaitu, pukul 06. 00 WIB-14. 00 WIB. Jumlah lalat yang hinggap pada fly grill dihitung selama 30 detik menggunkaan counter dan diulangi sebanyak 10 kali pengukuran. Selain itu, dilakukan juga pengukuran terhadap faktor-faktor lingkungan yang dapat memengaruhi aktivitas lalat, yaitu suhu dan kelembapan menggunakan alat thermohygrometer serta intensitas cahaya menggunakan alat lux meter. Pengukuran faktorfaktor lingkungan tersebut dilakukan sebelum melakukan pre test pengukuran kepadatan Analisis data menggunakan tabel dan perhitungan rerata persentase untuk mengetahui perbedaan angka kepadatan lalat kelompok sebelum perlakuan dan setelah perlakuan serta menggunakan grafik untuk menggambarkan data persentase penurunan kepadatan lalat selama 15 hari pemaparan gel air freshener bubuk kayu manis. Persentase penurunan kepadatan lalat dibandingkan dengan kemampuan repelensi yang baik Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 396/KPTS/SR. 330/M/6/2020 tentang Kriteria Teknis Pendaftaran Pestisida, yaitu Ou90%. HASIL Berdasarkan Tabel 1, terlihat bahwa rata-rata tertinggi angka kepadatan lalat pada 00 WIB, yaitu sebesar 25 ekor/blockgrill dan rata-rata terendah angka kepadatan lalat pada pukul 14. 00 WIB, yaitu sebesar 21 ekor/blockgrill. Hasil persentase penurunan angka kepadatan lalat dari 13 rumah makan semakin menurun selama 15 hari pemaparan gel air freshener bubuk kayu manis pada pengukuran pertama hingga kelima. Pukul 10. 00 WIB, rata-rata persentase penurunan angka kepadatan lalat sebesar 68,05% menjadi 50,18%, pada 00 WIB rata-rata persentase penurunan angka kepadatan lalat sebesar 70,16% menjadi 53,9%, dan pada pukul 14. 00 WIB rata-rata persentase penurunan angka kepadatan lalat sebesar 67,31% menjadi 48,95%. Rata-rata persentase penurunan angka kepadatan lalat puncak yang dicapai pada pukul 12. 00 WIB sebesar 70,16% yang didapatkan dari pengukuran di hari ketiga belum memenuhi kriteria proteksi repellent (Tabel . Puspita Galih Pramesthi Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Terpadu (JITKT) Tabel 1. Rerata Angka Kepadatan Lalat di 13 Rumah Makan Rumah Makan Ratarata Angka Kepadatan Lalat . kor/blockgril. Pukul 10. 00 WIB Pukul 12. 00 WIB Pukul 14. 00 WIB PrePostSelisih PrePostSelisih PrePostSelisih Tabel 2. Persentase Penurunan Angka Kepadatan Lalat di 13 Rumah Makan Lokasi Penelitian Waktu Pengukuran 00 WIB 00 WIB 00 WIB Persentase Penurunan Angka Kepadatan Lalat (%) (Pengukuran setiap 3 hari sekal. Hari Hari Hari Hari Hari 68,05 64,57 58,55 57,12 50,81 70,16 66,17 63,74 67,31 64,18 56,55 48,95 Rata-rata 59,82 62,45 59,45 Vol . No. November 2024 Efektivitas Bubuk Kayu Manis. Tabel 3. Hasil Pengukuran Faktor Lingkungan (Kelembapan. Suhu dan Intensitas Pencahayaa. di 13 Rumah Makan Lokasi Penelitian Pengukuran Kelembapan (%RH) (Pengukuran setiap 3 hari sekal. Waktu Pengukuran Hari ke-3 Hari ke-6 Hari ke-9 Hari ke-12 Hari ke-15 Kelembapan 00 WIB 00 WIB 00 WIB Suhu 00 WIB 00 WIB 00 WIB Intensitas Cahaya 00 WIB 00 WIB 00 WIB Maks Min Maks Min Maks Min Maks Min Maks Min Berdasarkan Tabel 3, terlihat bahwa kelembapan tertinggi di 13 rumah makan pada 00 WIB sebesar 81% dan kelembapan terendah sebesar 50%. Pada pukul 12. 00 WIB, kelembapan tertinggi sebesar 77% dan kelembapan terendah sebesar 50%. Pada pukul 14. WIB, kelembapan tertinggi sebesar 79% dan kelembapan terendah sebesar 49%. Hasil pengukuran kelembapan dari ketiga waktu tersebut sesuai dengan aktivitas lalat, yaitu kelembapan optimum bagi lalat adalah 45%-90%. Pada Tabel 3 terlihat suhu tertinggi di 13 rumah makan pada pukul 10. 00 WIB sebesar 34,6AC dan suhu terendah sebesar 30,2AC. Pada pukul 12. 00 WIB, suhu tertinggi sebesar 34,6AC dan suhu terendah sebesar 30,0AC. Pada pukul 14. 00 WIB, suhu tertinggi sebesar 34,8AC dan suhu terendah sebesar 30,0AC. Hasil pengukuran suhu dari ketiga waktu tersebut sesuai dengan aktivitas lalat, yaitu lalat aktif mencari makan pada suhu di bawah 35AC. Rata-rata intensitas cahaya tertinggi di 13 rumah makan pada pukul 10. 00 WIB sebesar 992 lux dan intensitas cahaya terendah sebesar 49 lux. Pada pukul 12. 00 WIB, intensitas cahaya tertinggi sebesar 1631 lux dan intensitas cahaya terendah sebesar 38 lux. Pada pukul 14. 00 WIB, intensitas cahaya tertinggi sebesar 1098 lux dan intensitas cahaya terendah sebesar 37 lux (Tabel . Hasil pengukuran intensitas cahaya dari ketiga waktu tersebut tidak sesuai dengan aktivitas lalat, yaitu intensitas cahaya yang disukai lalat berkisar antara 85 lux-190 lux. PEMBAHASAN Lalat memiliki sensilia olfaktori . yang dapat mendeteksi aroma yang tidak disukainya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, aroma eugenol dari repellent lalat dalam bentuk gel air freshener bubuk kayu manis yang memengaruhi saraf sensoris lalat. Saraf sensoris yang dipengaruhi adalah indra penciuman lalat sehingga lalat akan menjauh ketika mencium gel air freshener bubuk kayu manis karena kandungan eugenol di bubuk kayu manis, yang merupakan zat pengusir serangga. Eugenol mempunyai sifat neurotoksik yang dapat menyebabkan serangga menjadi tidak aktif bergerak dan memberikan bau yang khas serta mudah menguap jika dibiarkan di udara terbuka. Berdasarkan ketiga waktu pengukuran tersebut, didapatkan hasil urutan pengukuran angka kepadatan lalat tertinggi terletak pada pukul 12. 00 WIB, kemudian pukul 10. 00 WIB, Puspita Galih Pramesthi Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Terpadu (JITKT) lalu pukul 14. 00 WIB. Hal ini dapat disebabkan karena waktu aktif lalat adalah pukul 06. WIB-14. 00 WIB. Pukul 10. 00 WIB-12. 00 WIB, lalat sedang aktif mencari makan, sedangkan pada pukul 14. 00 WIB lalat mulai beristirahat. Persentase penurunan kepadatan lalat dari masing-masing waktu pengukuran yang mengalami nilai fluktuatif, yang disebabkan karena perbedaan kondisi ketika pengukuran angka kepadatan lalat. Perbedaan kondisi tersebut antara lain ketika jumlah lalat banyak, terdapat aktivitas memasak dan kehadiran pengunjung di rumah makan sehingga lalat lebih banyak datang ketika pengukuran dilakukan dan ketika jumlah lalat sedikit, biasanya tidak ada aktivitas memasak dan rumah makan tersebut sedang sepi pengunjung. Berdasarkan ketiga waktu pengukuran tersebut, didapatkan hasil bahwa persentase penurunan angka kepadatan lalat yang paling efektif adalah pada pukul 12. 00 WIB. Hal ini dapat terlihat dari rata-rata jumlah angka kepadatan lalat saat pre-test sebesar 25 ekor/blockgrill, jumlah tersebut adalah jumlah lalat tertinggi dari ketiga waktu pengukuran. Selain itu, rata-rata persentase penurunan angka kepadatan lalat tertinggi juga terdapat pada 00 WIB, yaitu sebesar 62,45%. Rata-rata persentase penurunan angka kepadatan lalat puncak yang dicapai pada 00 WIB sebesar 70,16% yang didapatkan dari pengukuran di hari ketiga belum memenuhi kriteria proteksi repellent. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 396/KPTS/SR. 330/M/6/2020 tentang Kriteria Teknis Pendaftaran Pestisida, repellent harus memiliki indeks proteksi Ou90%. Hal ini dapat disebabkan karena penelitian ini dilakukan selama 15 hari tanpa dilakukan penggantian gel air freshener bubuk kayu manis sehingga persentase penurunan kepadatan lalat dari hari pertama hingga hari kelima belas pemaparan memiliki selisih yang cukup signifikan dan diperoleh rata-rata penurunan persentase kepadatan lalat yang belum memenuhi kriteria proteksi repellent. Oleh karena itu, perlu dilakukan penambahan konsentrasi bubuk kayu manis dalam gel air freshener agar dapat memenuhi kriteria proteksi repellent. Berdasarkan hasil dari pengukuran kelembapan, suhu, dan intensitas cahaya, terlihat bahwa rentang nilai kelembapan dan suhu sesuai dengan aktivitas lalat sehingga tidak memengaruhi hasil penelitian yang dilakukan. Semakin tinggi suhu, maka kelembapan akan makin menurun sehingga aktivitas lalat akan berkurang. Hal ini dapat disebabkan karena kondisi pencahayaan di setiap rumah makan yang berbeda, ada rumah makan yang lokasi dapurnya di depan rumah makan dan ada rumah makan yang lokasi dapurnya di dalam rumah makan sehingga hasil pengukuran intensitas cahaya cukup variatif dan berbeda setiap harinya. Hasil yang diperoleh di masing-masing rumah makan baik yang memiliki intensitas cahaya yang tinggi maupun rendah sebenarnya tidak menunjukkan perbedaan jumlah kepadatan lalat yang cukup signifikan sehingga penelitian ini tetap dilanjutkan hingga hari kelima belas meskipun intensitas cahaya tidak sesuai dengan aktivitas lalat. Gel air freshener bubuk kayu manis memiliki volume 100 ml dan terdapat perbedaan fisik dari gel air freshener tersebut saat hari pertama hingga hari kelima belas pemaparan, seperti bau gel air freshener bubuk kayu manis yang makin tidak tercium, volume gel air freshener bubuk kayu manis yang semakin berkurang, dan isi dari gel tersebut makin Penggunaan gel air freshener bubuk kayu manis (Cinnamomum burmanni. dapat dipakai dan dipasang pada tempat yang memiliki kepadatan lalat tinggi, dengan indeks kepadatan lalat sebesar 6-20 ekor/blockgrill. Gel air freshener ini juga mudah dalam penerapannya karena hanya diletakkan dan dibuka tutup gel-nya, serta dapat digunakan di berbagai tempat, seperti di lingkungan tempat tinggal atau pemukiman. Bubuk kayu manis juga dapat diaplikasikan dalam bentuk sediaan lainnya dan dapat dikombinasikan dengan bahan alami lain yang berpotensi sebagai repellent lalat. Vol . No. November 2024 Efektivitas Bubuk Kayu Manis. KESIMPULAN Rentang rata-rata persentase penurunan angka kepadatan lalat puncak yang dicapai pada pukul 12. 00 WIB sebesar 70,16% belum memenuhi kriteria proteksi repelen dengan rentang rata-rata kemampuan repelensi sebesar 48,95%-70,16%. Namun, hasil penelitian bisa menjadi dasar untuk pengembangan riset sejenis kedepannya ataupun tambahan alternatif pemecahaan masalah pencegahan vektor lalat di rumah makan. SARAN Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjut terkait gel air freshener bubuk kayu manis dengan menambahkan konsentrasi di atas 60% agar dapat memenuhi kriteria proteksi repellent, yaitu Ou90% dan dapat menggunakan bubuk kayu manis dalam bentuk sediaan lainnya yang dapat dikombinasikan dengan bahan alami lain yang berpotensi sebagai repellent lalat. DAFTAR PUSTAKA