SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Sosialisasi Literasi Keuangan Digital Melalui Webinar untuk Meningkatkan Pemahaman Mahasiswa Terhadap Pinjaman Online Yahya Agung Kuntadi1*. Endang Satyawati2. Sandra Galuh Asmarawati3 1Program Studi Manajemen. Universitas Kristen Teknologi Solo. Surakarta. Indonesia 2,3Program Studi Akuntansi. Universitas Kristen Teknologi Solo. Surakarta. Indonesia e-mail: yahya. ukts@gmail. com1*,endsatya123@gmail. com2, sandragaluh25@gmail. Informasi Artikel Article History: Received : 5 Juni 2025 Revised : 10 September 2025 Accepted : 21 Oktober 2025 Published : 30 Oktober 2025 *Korespondensi: ukts@gmail. Keywords: Digital financial literacy. Educational webinars. Fintech. Online loans. Students. Hak Cipta A2025 pada Penulis. Dipublikasikan oleh Universitas Dinamika Artikel ini open access di bawah lisensi CC BY-SA. 37802/society. Society : Journal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat 2745-4525 (Onlin. 2745-4568 (Prin. Abstract The development of financial technology . , especially online loans . , has provided easy access to financial services, but also poses risks, especially for students who are vulnerable to the trap of illegal pinjol. This study aims to analyze the effectiveness of digital financial literacy socialization activities through the "Pinjol Goes to Campus" webinar in increasing students' understanding and critical attitudes towards online loans. The activity was carried out online on May 21, 2024, presenting experienced speakers from the banking industry and academics. A total of 93 students from Universitas Kristen Teknologi Solo and other universities participated in the The research method used a quantitative approach with a pre-test and post-test design, as well as qualitative analysis of participant feedback. Data were analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon signed-rank test. The results showed a significant increase in participants' understanding of 14 of the 15 statements analyzed . -value <0. , with an average increase in scores ranging from 0. 14 to Qualitative analysis showed a positive response from participants to the quality of the material, the professionalism of the speakers, and the relevance of the content. The webinar was proven to be effective in increasing students' digital financial This activity can be a model of educational intervention to prevent students from getting caught up in detrimental online loan practices. https://ejournals. id/index. php/society PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah membawa kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal akses terhadap layanan keuangan. Salah satu inovasi yang muncul adalah financial technology . , yaitu penggunaan teknologi untuk meningkatkan pelayanan jasa keuangan yang memungkinkan masyarakat melakukan berbagai transaksi dan mengakses produk keuangan hanya melalui perangkat digital (Arner et al. , 2. Salah satu produk fintech yang sangat populer di Indonesia adalah layanan pinjaman online . yang menawarkan kemudahan memperoleh dana dalam waktu singkat, tanpa jaminan dan dengan proses administrasi minimal. Namun, di balik manfaat tersebut, menjamur pula pinjol ilegal yang beroperasi tanpa pengawasan otoritas keuangan (Lusardi & Mitchell, 2. Pinjol ilegal kerap DOI : doi. org/10. 37802/society. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. menetapkan bunga mencekik, melakukan penagihan dengan cara mengintimidasi, dan menyalahgunakan data pribadi pengguna. Fenomena ini menimbulkan keresahan publik dan menjadi tantangan baru dalam perlindungan konsumen. Mahasiswa merupakan kelompok yang cukup rentan terhadap jeratan pinjol ilegal. Di satu sisi, mereka akrab dengan teknologi dan media sosial, namun di sisi lain, banyak mahasiswa yang belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai literasi keuangan dan risiko dari penggunaan pinjaman berbasis digital. Kemudahan akses dan promosi agresif platform pinjol terbukti memengaruhi perilaku konsumtif generasi muda (Xing, 2. Tekanan ekonomi dan kebutuhan gaya hidup turut mendorong penggunaan pinjol tanpa pertimbangan matang (Putra et al. , 2. Dampak negatif pinjaman digital bahkan dapat menurunkan kesejahteraan finansial dan akademik mahasiswa (Raibagi & Ranjithkumar. Sebaliknya, literasi keuangan digital berperan penting meningkatkan kesejahteraan mahasiswa melalui perilaku finansial yang sehat (Indra Putri & Sumiari, 2. Rendahnya literasi keuangan digital juga disebabkan oleh kesulitan mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan keuangan dalam praktik sehari-hari (Abdurrahman & Nugroho, 2. Media sosial turut membentuk perilaku keuangan mahasiswa karena menjadi sumber informasi utama (Adnan et al. , 2. Zhang et al. menyoroti pentingnya faktor pendidikan formal, pengalaman keuangan, dan pengaruh sosial dalam membentuk literasi keuangan digital, sementara Rajdev et al. menemukan bahwa tingginya literasi digital belum tentu diikuti penggunaan layanan keuangan yang bijak. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa kelompok usia 19-34 tahun merupakan pengguna terbesar layanan pinjaman online, dengan nilai outstanding pinjaman sebesar Rp26,8 triliun dari total Rp50,12 triliun pada Juli 2023 (Tempo, 2. Kondisi nyata di lapangan menunjukkan urgensi tinggi untuk segera melakukan intervensi edukatif. Di lingkungan Universitas Kristen Teknologi Solo, ditemukan kasus mahasiswa yang terjerat pinjol hingga mendapat gangguan penagih pinjaman . ebt collecto. baik melalui telepon maupun sampai langsung menemui yang bersangkutan. Staf pengajar juga menerima keluhan dari mahasiswa untuk mendapat konseling akibat stres terlibat pinjol. Dampaknya tidak hanya pada kesejahteraan finansial, tetapi juga mengganggu konsentrasi akademik dan kesehatan mental mahasiswa. Situasi ini diperparah oleh praktik promosi pinjol yang masuk ke dalam aktivitas kampus tanpa disertai edukasi yang memadai. Contohnya, pada kegiatan Festival Budaya UIN Raden Mas Said Surakarta tahun 2023, terjadi praktik promosi registrasi pinjol yang menimbulkan kekhawatiran dan perhatian OJK karena tidak didahului dengan literasi finansial kepada peserta (CNBC Indonesia, 2. Bahkan beberapa platform pinjol legal telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dalam penyediaan pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), seperti startup Danacita yang telah menyalurkan pembiayaan pendidikan sebesar Rp450 miliar. Walaupun sah secara hukum, praktik ini memicu perdebatan mengenai risiko utang pendidikan yang menumpuk sejak dini. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa literasi keuangan digital belum menjadi bagian integral dari kehidupan kampus. Padahal, mahasiswa membutuhkan bekal untuk memahami tidak hanya manfaat produk keuangan digital, tetapi juga risikonya. Literasi ini mencakup kemampuan untuk mengenali legalitas penyedia layanan, membaca informasi biaya secara transparan, serta memiliki kontrol diri dalam pengambilan keputusan finansial (OECD, 2. Rendahnya literasi keuangan mahasiswa juga disebabkan oleh absennya ruang dialog antara mahasiswa dan pihak yang memiliki otoritas di bidang keuangan. Akibatnya, banyak mahasiswa yang mencari informasi keuangan dari sumber tidak kredibel atau berdasarkan testimoni media sosial yang bias. Merespons urgensi kondisi tersebut. Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Teknologi Solo (FE UKTS) menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat DOI : doi. org/10. 37802/society. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. dalam bentuk webinar edukatif bertajuk "Pinjol Goes to Campus". Webinar ini dirancang sebagai solusi nyata mengatasi rendahnya literasi keuangan digital mahasiswa melalui platform dialog terbuka antara mahasiswa dan narasumber dari praktisi berpengalaman di industri keuangan sekaligus akademisi yang memahami situasi lingkungan mahasiswa di perguruan tinggi. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membekali mahasiswa dengan informasi, wawasan, dan alat analitis yang diperlukan untuk memahami praktik pinjaman online dari berbagai aspek, mulai dari legalitas, manfaat, risiko, hingga etika. Secara spesifik, kegiatan ini bertujuan untuk: . memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa tentang konsep, praktik, dan regulasi pinjaman online di Indonesia. menjelaskan manfaat dan risiko pinjaman online agar mendorong mahasiswa memiliki perilaku finansial sehat dan bertanggungjawab. memberikan panduan praktis dan etis bagi mahasiswa dalam menyikapi tawaran pinjaman online agar tidak terjebak dalam praktik yang merugikan. Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan awal untuk menciptakan ekosistem kampus yang lebih sehat secara financial. Lebih dari sekadar transfer informasi, webinar ini merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan mahasiswa dalam menghadapi gempuran informasi keuangan digital. Dengan memperkuat literasi keuangan digital, diharapkan mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi agen literasi yang menyebarkanluaskan pengetahuan kepada lingkungan sekitarnya, baik di kampus maupun di masyarakat. METODE PELAKSANAAN Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dalam bentuk webinar edukatif yang mengangkat tema "Pinjol Goes to Campus". Webinar ini dirancang sebagai media pembelajaran interaktif bagi mahasiswa untuk meningkatkan literasi keuangan digital, khususnya terkait fenomena pinjaman online. Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang memiliki latar belakang dan kompetensi di bidang keuangan khususnya industri jasa keuangan yaitu perbankan serta sebagai akademisi yang memahami situasi lingkungan para mahasiswa di kampus perguruan tinggi. Bapak Adrian Eka Dharma Serang. yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di industri jasa keuangan antara lain di Bank BNI hingga posisi Senior Vice President, kemudian sebagai akademisi salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Perbanas Institute. Webinar dilaksanakan secara daring pada hari Rabu, tanggal 21 Mei 2024, pukul 00 hingga 12. 00 WIB. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui platform Zoom Meeting dengan pertimbangan dapat menjangkau peserta dari berbagai wilayah dan perguruan tinggi yang berbeda tanpa hambatan geografis, serta memberikan fleksibilitas tinggi bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dari lokasi masing-masing. Pemilihan media daring juga memungkinkan terciptanya ruang diskusi yang lebih luas dan inklusif. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan tercatat sebanyak 93 orang mahasiswa dari Universitas Kristen Teknologi Solo dan perguruan tinggi lainnya. Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan pemberdayaan mahasiswa melalui beberapa mekanisme partisipatif. Pertama, mahasiswa diberikan kesempatan untuk terlibat aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi interaktif, sehingga mereka tidak hanya menjadi penerima informasi pasif tetapi juga dapat mengeksplorasi kasus-kasus nyata yang relevan dengan pengalaman mereka. Kedua, peserta didorong berbagi pengalaman terkait penggunaan layanan pinjaman digital, dan menciptakan ruang belajar kolektif yang saling Ketiga, sebagai tindak lanjut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen literasi keuangan di lingkungan mereka baik di kampus maupun komunitas sosial dengan DOI : doi. org/10. 37802/society. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh ke teman sebaya dan keluarga. Hal ini memperkuat community engagement dan keberlanjutan dampak kegiatan webinar. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengumpulan data kuesioner pre-test dan posttest untuk mengukur perubahan tingkat pemahaman peserta mengenai pinjaman online, termasuk aspek legalitas, risiko, serta sikap bijak dalam merespons tawaran pinjaman Hasil pre-test dan post-test kemudian dibandingkan untuk melihat peningkatan pemahaman peserta sebelum dan sesudah mengikuti webinar. Data disajikan dalam bentuk tabel yang menampilkan rata-rata skor dan perubahan pemahaman pada setiap aspek yang Sebagai pelengkap, dilakukan pula analisis terhadap komentar terbuka yang diberikan oleh peserta dalam sesi umpan balik. Analisis ini difokuskan pada penguatan narasi dampak kegiatan dengan mengidentifikasi tema-tema utama dalam persepsi mahasiswa, memahami konteks pengalaman belajar mereka, serta mengeksplorasi perubahan sikap dan kesadaran yang muncul setelah kegiatan. Kutipan representatif dari peserta digunakan untuk memberikan gambaran naratif yang mendalam tentang persepsi mahasiswa terhadap kegiatan webinar, termasuk aspek-aspek yang paling berkesan dan relevan bagi kehidupan mereka. Dengan kombinasi evaluasi kuantitatif dan kualitatif ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang utuh mengenai efektivitas kegiatan "Pinjol Goes to Campus" dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait literasi keuangan digital dan risiko pinjaman HASIL dan PEMBAHASAN Kegiatan webinar sosialisasi pinjaman online pada generasi muda khususnya mahasiswa di lingkungan Universitas Kristen Teknologi Solo telah dilaksanakan lancar sesuai rencana pada Rabu, 21 Mei 2024 mulai jam 09. 15 hingga 12. 10 WIB, melalui Zoom dan diikuti oleh 93 mahasiswa sebagaimana tersaji pada Gambar 1. Kegiatan webinar sosialisasi pinjaman online ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Teknologi Solo. Ibu Endang Satyawati. Si. Ak. , dengan pembawa acara Sdri. Elsa Wahyu yang dilanjutkan penyampaian materi oleh narasumber Bapak Adrian Eka Dharma Serang. , dengan moderator Sdri. Caristi Nova. Di awal dan di akhir webinar, para mahasiswa diminta mengisi kuesioner terkait sosialisasi pinjaman online ini. Pada kesempatan itu dibuka ruang diskusi di mana karena waktu yang terbatas hanya tiga penanya yang diberi kesempatan yaitu Sdr. Aditya Galuh Dimas. Sdr. Theophilus Adi dan Sdr. Nathanael Nugraha. Karakteristik peserta webinar tersaji pada Tabel 1, yang menunjukkan mayoritas peserta berasal dari Departemen Manajemen . %) dan Akuntansi . %), dengan sebagian besar berada di semester 6 . %). Keberagaman tingkat semester ini menjadi penting karena menunjukkan bahwa kebutuhan literasi keuangan digital relevan bagi mahasiswa di berbagai tahap pendidikan. Karakteristik peserta webinar tersaji di Tabel 1. Tabel 1. Karakteristik Peserta Webinar Sosialisasi Pinjaman Online Departemen Jumlah Persentase Manajemen Total Peserta Akuntansi Semester (Sumber: Penulis, 2. DOI : doi. org/10. 37802/society. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Gambar 1. Peserta Webinar Sosialisasi Pinjaman Online via Zoom (Sumber : Penulis, 2. Gambar 2. Penanya Webinar Sosialisasi Pinjaman Online (Sumber : Penulis, 2. Gambar 3. Narasumber Webinar Sosialisasi Pinjaman Online (Sumber : Penulis, 2. Materi yang disampaikan oleh narasumber mencakup beberapa aspek penting terkait pinjaman online. Pertama, dipaparkan fenomena perkembangan fintech P2P lending di kalangan mahasiswa, termasuk kerja sama 85 kampus dengan platform seperti Danacita untuk pembayaran UKT dengan total baki debet hampir Rp 400 miliar per 29 Januari 2024. Narasumber menjelaskan berbagai skema pembiayaan seperti Cicilan Kuliah dengan tenor DOI : doi. org/10. 37802/society. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. 6-24 bulan . unga 1,3% per bula. Cicilan Kursus dengan bunga 0%, dan Study Now Pay Later (SNPL). Kedua, dijelaskan konsep P2P lending atau Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) sebagai inovasi jasa keuangan yang memungkinkan transaksi pinjaman tanpa pertemuan langsung. Narasumber menekankan perbedaan mendasar antara P2P lending dengan bank konvensional, terutama dalam hal transparansi informasi lender dan borrower serta persyaratan regulasi dari OJK. Ketiga, dibahas permasalahan yang dihadapi industri P2P lending, seperti rendahnya literasi masyarakat, risiko investasi yang tinggi, dan kasus gagal bayar di beberapa platform. Narasumber juga menjelaskan upaya mitigasi risiko melalui regulasi OJK, termasuk penurunan suku bunga maksimum dari 12% menjadi 9% per bulan. Terakhir, narasumber memaparkan alternatif pembayaran kuliah non-pinjol, seperti sistem cicilan langsung dari kampus, pembayaran fleksibel, dan integrasi dengan layanan perbankan. Materi ini sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa untuk memahami berbagai opsi pembiayaan pendidikan yang lebih aman dan terjangkau. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui kuesioner pre-test dan post-test yang diisi oleh 93 mahasiswa peserta webinar. Kuesioner terdiri dari 15 pernyataan yang mengukur pemahaman dan sikap mahasiswa terkait pinjaman online (Tabel . Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan pada hampir seluruh aspek yang Tabel 2. Perbandingan Skor Pre-test dan Post-test Pernyataan P-1 P-2 P-3 P-4 P-5 P-6 P-7 P-8 P-9 P-10 P-11 P-12 P-13 P-14 P-15 Pre (Rata-rat. Post (Rata-rat. Peningkatan (Sumber: Penulis, 2. Tabel 3. Pernyataan Kuesioner Webinar Sosialisasi Pinjaman Online Kode P-1 P-2 P-3 P-4 P-5 P-6 Pernyataan Saya mengetahui perbedaan antara pinjol legal dan ilegal. Saya memahami risiko menggunakan pinjaman online ilegal. Saya tahu cara mengecek legalitas platform pinjaman online. Saya mengetahui perbedaan antara platform pinjol dan bank konvensional. Saya memahami istilah TWP90 dan risikonya terhadap pengguna pinjol. Saya tahu bahwa platform pinjol yang hanya "terdaftar" belum tentu sudah memiliki DOI : doi. org/10. 37802/society. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Kode P-7 P-8 P-9 P-10 P-11 P-12 P-13 P-14 P-15 Pernyataan izin resmi dari OJK. Saya memahami bahwa penyelenggara pinjol wajib memberikan informasi kepada lender dan borrower. Saya mengetahui alternatif pembayaran UKT tanpa menggunakan pinjol. Saya mengenal prinsip 5C dalam menilai kelayakan kredit. Saya percaya bahwa pinjol ilegal dapat merugikan secara finansial dan psikologis. Saya akan mempertimbangkan menggunakan pinjol untuk kebutuhan pribadi. Saya merasa mampu mengambil keputusan keuangan yang bijak. Edukasi tentang pinjol sebaiknya diberikan secara rutin kepada mahasiswa. Saya akan memperingatkan teman yang berencana menggunakan pinjol ilegal. Saya bersedia mencari informasi terlebih dahulu sebelum memutuskan mengambil pinjaman online. (Sumber: Penulis, 2. Dari Tabel 2 terlihat bahwa seluruh pernyataan menunjukkan peningkatan skor setelah webinar. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek pengetahuan dasar tentang pinjol, yaitu: P-1 . erbedaan pinjol legal dan ilega. 11 poin dari 2. 72 menjadi 3. P-3 . ara mengecek legalita. 93 poin dari 2. 51 menjadi 3. P-2 . emahami risiko pinjol ilega. 81 poin dari 3. 47 menjadi 4. Peningkatan signifikan ini menunjukkan bahwa sebelum webinar, mahasiswa memiliki pengetahuan yang sangat terbatas tentang legalitas dan risiko pinjol. Webinar berhasil mengisi kesenjangan pengetahuan tersebut, yang sangat penting untuk melindungi mahasiswa dari jeratan pinjol ilegal. Sementara itu, pernyataan P-13. P-14, dan P-15 yang terkait dengan sikap dan kesadaran mahasiswa menunjukkan peningkatan yang lebih kecil . 18 poi. , namun dengan skor awal yang sudah tinggi . 15 poi. Hal ini mengindikasikan bahwa mahasiswa sejak awal sudah memiliki kesadaran yang baik tentang pentingnya edukasi keuangan dan sikap kritis terhadap pinjol. Fakta ini memperkuat urgensi kegiatan sosialisasi seperti ini, karena mahasiswa sendiri menyadari kebutuhan mereka akan literasi keuangan digital. Analisis terhadap komentar terbuka peserta memberikan gambaran mendalam tentang dampak praktis kegiatan. Sebagian besar peserta memberikan respon positif terhadap berbagai aspek webinar yaitu narasumber, materi, dan sikap. Peserta menilai materi sangat informatif dan relevan dengan kebutuhan mereka sebagai mahasiswa. Narasumber dinilai profesional dan mampu menjelaskan konsepkonsep yang kompleks dengan bahasa yang mudah dipahami. Kombinasi pengalaman praktis di industri perbankan dan pemahaman terhadap situasi mahasiswa membuat penyampaian materi menjadi sangat kontekstual. Mahasiswa merasa topik yang dibahas sangat dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari, terutama terkait pembayaran UKT, pengelolaan keuangan pribadi, dan tekanan untuk menggunakan pinjaman instan. Banyak peserta mengakui bahwa sebelumnya mereka tidak menyadari risiko pinjol ilegal dan pentingnya mengecek legalitas platform Peserta menyatakan akan lebih berhati-hati dalam mempertimbangkan penggunaan pinjol dan akan memperingatkan teman-teman mereka tentang bahaya pinjol Beberapa peserta juga menyampaikan bahwa mereka merasa lebih percaya diri untuk mengambil keputusan keuangan yang bijak setelah memahami alternatif pembiayaan yang tersedia. DOI : doi. org/10. 37802/society. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Namun, peserta juga memberikan catatan untuk perbaikan, terutama terkait kendala teknis . oneksi dan audi. , durasi yang terbatas, dan keterbatasan sesi interaktif. Beberapa peserta mengharapkan waktu diskusi yang lebih panjang agar dapat mengeksplorasi lebih dalam tentang kasus-kasus spesifik yang mereka hadapi. Pelaksanaan kegiatan ini memberikan beberapa pembelajaran penting bagi penyelenggara. Pertama, antusiasme mahasiswa terhadap topik literasi keuangan digital sangat tinggi, terlihat dari jumlah peserta yang melampaui target awal dan kualitas pertanyaan yang Hal ini mengkonfirmasi bahwa mahasiswa memang membutuhkan edukasi semacam ini. Kedua, keterbatasan waktu menjadi tantangan utama. Dengan durasi 3 jam, sesi diskusi hanya dapat mengakomodasi tiga penanya, padahal masih banyak mahasiswa yang ingin bertanya. Ke depan, perlu dialokasikan waktu yang lebih panjang atau format tambahan seperti sesi tanya jawab tertulis melalui platform digital. Ketiga, kendala teknis seperti koneksi internet yang tidak stabil dan kualitas audio yang bermasalah pada beberapa peserta mengganggu kelancaran kegiatan. Perlu ada persiapan teknis yang lebih matang, termasuk panduan teknis bagi peserta sebelum acara Keempat, metode daring terbukti efektif untuk menjangkau peserta dari berbagai wilayah, namun mengurangi intensitas interaksi. Format hibrida atau kombinasi dengan pertemuan tatap muka dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan keterlibatan peserta. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi keuangan berbasis webinar dapat menjadi model pemberdayaan mahasiswa yang efektif. Selain memberikan pemahaman konseptual, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran praktis mahasiswa terhadap manajemen risiko finansial. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya (Indra Putri & Sumiari, 2021. Zhang et al. , 2023. Nopriansyah & Wafi, 2. yang menekankan pentingnya literasi keuangan digital dalam membangun perilaku finansial yang sehat. Dengan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan literasi keuangan digital, mereka tidak hanya terlindungi dari risiko pinjol ilegal, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka. Beberapa peserta menyatakan komitmen untuk membagikan pengetahuan yang mereka peroleh kepada teman, keluarga, dan komunitas. Ini sejalan dengan konsep community engagement di mana dampak kegiatan tidak terbatas pada peserta langsung, tetapi dapat menyebar lebih luas melalui komunikasi dari mulut ke mulut . ord of mout. Model kegiatan ini dapat diadopsi oleh perguruan tinggi lain dengan penyesuaian sesuai konteks lokal. Kunci keberhasilannya terletak pada pemilihan narasumber yang kompeten dan memahami situasi mahasiswa, materi yang relevan dan praktis, serta desain kegiatan yang partisipatif. Berdasarkan hasil dan pembelajaran dari kegiatan ini, beberapa rekomendasi dapat diajukan yaitu: Pertama, untuk perguruan tinggi yaitu: mengintegrasikan literasi keuangan digital ke program orientasi mahasiswa baru atau mata kuliah kewirausahaan atau manajemen keuangan pribadi. menyelenggarakan kegiatan sosialisasi serupa secara berkelanjutan, minimal setiap semester, dengan topik yang bervariasi misalnya: investasi, asuransi, atau pengelolaan utang. menyediakan layanan konseling keuangan bagi para mahasiswa yang mengalami masalah terkait pinjaman online atau utang. alternatif pembiayaan pendidikan yang lebih ramah mahasiswa, seperti sistem cicilan tanpa bunga atau beasiswa berbasis kebutuhan. Kedua, untuk penyelenggara kegiatan serupa yaitu: meningkatkan kualitas teknis dengan melakukan uji coba platform sebelum acara dan menyediakan dukungan teknis selama kegiatan. memperpanjang durasi atau menambah sesi tambahan untuk akomodasi DOI : doi. org/10. 37802/society. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. diskusi yang lebih intensif. menggunakan format yang lebih interaktif, seperti studi kasus, simulasi, atau workshop praktis. menyediakan materi pendukung yang dapat diakses peserta setelah kegiatan, seperti modul, video rekaman, atau infografis. Ketiga, untuk kolaborasi multipihak selanjutnya, yaitu: membangun kemitraan strategis dengan OJK, perbankan, dan lembaga keuangan lain untuk menghadirkan narasumber yang kompeten dan update dengan regulasi terbaru. melibatkan mahasiswa senior atau alumni yang telah memiliki pengalaman dalam pengelolaan keuangan sebagai peer educator. mengembangkan kampanye literasi keuangan digital yang lebih luas melalui media sosial kampus dan platform digital lainnya . Keempat, untuk keberlanjutan program ini disarankan agar: kegiatan serupa sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan dan diperluas ke lebih banyak kampus untuk melihat dampak jangka panjang terhadap perilaku keuangan mahasiswa. membentuk komunitas atau klub literasi keuangan di kampus yang dapat menjadi wadah pembelajaran dan diskusi mengintegrasikan evaluasi dampak jangka panjang untuk melihat bagaimana pengetahuan yang diperoleh dalam webinar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa. KESIMPULAN Webinar "Pinjol Goes to Campus" telah berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan literasi keuangan digital mahasiswa, khususnya terkait pemahaman tentang pinjaman online. Kegiatan yang diikuti oleh 93 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini terbukti efektif memberikan dampak positif yang signifikan. Peningkatan pemahaman mahasiswa terlihat jelas dari hasil perbandingan pre-test dan post-test yang menunjukkan kenaikan skor pada seluruh aspek yang diukur. Peningkatan paling menonjol terjadi pada aspek-aspek krusial seperti kemampuan membedakan pinjol legal dan ilegal, memahami risiko pinjol ilegal, serta mengetahui cara mengecek legalitas platform pinjaman. Hal ini menunjukkan bahwa webinar berhasil mengisi kesenjangan pengetahuan yang sangat penting untuk melindungi mahasiswa dari jeratan pinjol ilegal. Respon peserta sangat positif terhadap kualitas materi, profesionalisme narasumber, dan relevansi konten dengan kebutuhan mereka. Mahasiswa merasa mendapatkan wawasan baru yang langsung dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam membuat keputusan keuangan yang lebih bijak. Banyak peserta menyatakan komitmen untuk menyebarkan pengetahuan ini kepada teman dan lingkungan mereka, menunjukkan potensi dampak yang lebih luas dari kegiatan ini. Kegiatan ini berkontribusi nyata dalam meningkatkan literasi keuangan digital mahasiswa dan memberikan perlindungan dari risiko pinjol ilegal melalui edukasi yang komprehensif tentang legalitas, risiko, dan alternatif pembiayaan yang lebih aman. Dengan memahami cara mengecek legalitas platform, mengenali praktik-praktik yang merugikan, dan mengetahui alternatif pembiayaan pendidikan, mahasiswa menjadi lebih berdaya dalam menghadapi tawaran pinjaman yang tidak bertanggung jawab. Model kegiatan ini dapat menjadi rujukan bagi perguruan tinggi lain dalam upaya pemberdayaan mahasiswa di bidang literasi keuangan digital. Kombinasi antara narasumber yang kompeten . raktisi dan akademis. , materi yang relevan dan praktis, serta pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna. Untuk keberlanjutan dampak, diperlukan upaya yang lebih sistematis dan Perguruan tinggi perlu mengintegrasikan literasi keuangan digital dalam ekosistem pendidikan kampus, menyelenggarakan kegiatan edukasi secara rutin, mengembangkan alternatif pembiayaan yang ramah mahasiswa, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak seperti OJK, lembaga keuangan, dan praktisi industri. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya terlindungi dari risiko pinjol ilegal, tetapi juga DOI : doi. org/10. 37802/society. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. mampu membangun budaya finansial yang sehat sejak dini, suatu bekal yang sangat berharga untuk masa depan mereka. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih penulis ucapkan kepada pimpinan Fakultas Ekonomi. Universitas Kristen Teknologi Solo yang telah memberi ijin kepada penulis menyelenggarakan webinar Sosialisasi Pinjaman Online untuk para mahasiswa Universitas Kristen Teknologi Solo sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Terima kasih disampaikan kepada narasumber dan panitia kegiatan webinar Sosialisasi Pinjaman Online atas dukungannya sehingga acara berjalan lancar. DAFTAR PUSTAKA