PENELITIAN ASLI PERAN KOMUNIKASI DIGITAL BAGI INDIVIDU INTROVERT DALAM MEMBANGUN RELASI SOSIAL Salman Hasibuan1. Defhany1. Rachel Mia Lbn. Toruan . Open Berkat1 Ilmu Komunikasi. Fakultas Komunikasi dan Perpustakaan. Universitas Sari Mutiara Indonesia. Medan. Sumatera Utara, 20123. Indonesia PJJ Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Pelita Harapan. Tangerang. Banten, 15811. Indonesia Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Komunikasi digital merupakan proses penyampaian Tanggal Dikirim: 14 November 2025 pesan atau informasi melalui media berbasis teknologi Tanggal Diterima: 12 Desember 2025 digital, seperti internet, media sosial, aplikasi pesan Tanggal Dipublish: 15 Desember 2025 instan, email, dan platform digital lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran komunikasi digital bagi individu introvert dalam Kata kunci: Komunikasi membangun relasi sosial serta untuk mengetahui strategi Digital. Individu Intovert. dan tantangan individu introvert dalam menggunakan Relasi Sosial komunikasi digital dalam membangun relasi sosial. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif Penulis Korespondensi:: dengan metode pendekatan fenomenologi. Teknik Salman Hasibuan pengumpulan data yang digunakan adalah teknik Email: salmanhasibuan@gmail. wawancara dan dokumentasi, dimana informan dalam penelitian ini terdiri dari dua mahasiswa introvert, satu karyawan individu introvert dan satu orang psikologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi digital memiliki peran yang signifikan dalam membantu individu dengan kepribadian introvert membangun dan mempertahankan relasi sosial. Komunikasi digital memberikan ruang yang lebih aman, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan psikologis introvert dalam mengekspresikan diri, terutama karena dapat mengurangi tekanan sosial yang biasanya muncul dalam komunikasi langsung. Dari sisi strategi, individu introvert cenderung menggunakan pendekatan tidak langsung, seperti membalas story, menyapa melalui teks, atau membahas topik yang ringan. Namun, mereka juga menyadari adanya tantangan, seperti risiko miskomunikasi, keterbatasan ekspresi non-verbal, kelelahan digital, hingga ketergantungan pada media Meski begitu, para informan menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi dan mengembangkan strategi pengelolaan diri, seperti menggunakan emoji, melakukan klarifikasi, memilih platform yang nyaman, dan memberi jeda dalam penggunaan media sosial. Jurnal Psychomutiara e-ISSN: 2615-5281 Vol. 8 No. 2 Desember, 2025 (Hal 148-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/Psikologi DOI: https://doi. org/10. 51544/psikologi. How To Cite: asibuan. Salman. Defhany. Rachel Mia Lbn. Toruan, and Open Berkat. AuPeran Komunikasi Digital Bagi Individu Introvert Dalam Membangun Relasi Sosial. Ay Jurnal Psychomutiara 8 . : 148Ae157. https://doi. org/https://doi. org/10. 51544/psikologi. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Psikologi Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International Licens. Pendahuluan Setiap individu dilahirkan dengan ciri khas yang unik. Ini tidak hanya mencakup fisik, tetapi juga kepribadian setiap orang berbeda-beda Di tempat umum, kita bisa melihat beragam karakter dari orang-orang. Ada yang terbuka, mudah menjalin persahabatan, dan senang berbagi cerita, sementara yang lain cenderung tertutup, lebih suka menyendiri, dan tidak berinteraksi. Menurut Winarso . , kepribadian adalah sifat mendasar dari individu yang terlihat dalam sikap dan tindakan mereka yang khas, membedakan mereka dari yang lain. Karakteristik unik ini ditentukan oleh jenis kepribadian . alam Nugraha & Zuhriah 2023:. Orang yang berkarakter introvert umumnya lebih menyukai kegiatan yang tidak terlalu menarik dan bisa terasa membosankan, mereka lebih nyaman dengan rutinitas yang melibatkan individu yang sama. Individu introvert cenderung menjauh dan menghindari lingkungan yang bisa membuat mereka merasa tidak nyaman. Menurut Sakinah . karakter introvert memiliki sembilan ciri khas, yaitu: tidak terlalu sosial, pendiam, tidak aktif, sering ragu, berpikir terlalu dalam, merasa sedih, taat, cenderung pesimis, dan takut . alam Nisa & Mirawati 2022: . Menurut data yang dilaporkan dari Website Huffington Post, diperkirakan bahwa sekitar 25 % hingga 40 % dari total populasi penduduk di dunia tergolong sebagai individu Meskipun angka ini menunjukkan bahwa hampir seperempat hingga hampir setengah dari seluruh manusia memiliki kecenderungan introvert, jumlah pastinya masih belum dapat diketahui secara pasti. Meskipun demikian, angka yang cukup signifikan ini menegaskan bahwa menjadi seorang introvert bukanlah sesuatu yang langka, melainkan bagian alami dari keragaman karakter manusia yang ada di seluruh dunia. Individu introvert tidak terbiasa langsung membuka diri kepada orang lain, jadi relasi dengan mereka sering kali berkembang secara perlahan. Mereka lebih nyaman membangun hubungan dengan sedikitnya orang, tetapi ketika sudah merasa nyaman, mereka bisa sangat mendalam dan setia dalam hubungan tersebut. Menurut Prasanti dan Dewi . alam Afiah & Nengsi 2022:. relasi adalah interaksi dengan individu lain dan hubungan bisa diartikan sebagai persahabatan. Menurut Afiah & Nengsi . Relasi dengan introvert bisa sangat dalam dan penuh makna, asalkan ada saling pengertian tentang batasan dan kebutuhan masing-masing. Dengan menghargai cara mereka berinteraksi dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang dalam hubungan, ikatan yang terjalin bisa sangat kuat. Dengan semakin berkembangnya teknologi, terutama internet dan media sosial, telah banyak mempengaruhi serta mengubah cara orang berinteraksi satu sama lain. Perangkat elektronik, serta aplikasi berbasis digital, cara-cara tradisional dalam berkomunikasi semakin digantikan dengan metode yang lebih cepat, efisien, dan fleksibel (Boestam & Derivant, 2022:2. Menurut Boestam & Derivant . 2:2. , perkembangan ini membawa angin segar bagi banyak individu introvert, karena mereka tidak lagi terhambat oleh keterbatasan sosial tradisional. Internet memungkinkan mereka untuk membangun jaringan sosial, berinteraksi dengan teman atau keluarga, serta memperluas hubungan sosial dalam ruang yang lebih terkendali. Dalam beberapa kasus, komunikasi digital bahkan dapat membantu mereka membuka diri lebih banyak dibandingkan dengan komunikasi langsung. Dalam konteks ini, individu introvert, yang cenderung merasa lebih nyaman dengan interaksi yang lebih intim dan terbatas, sering kali menghadapi tantangan dalam membangun hubungan sosial secara langsung. Berbeda dengan ekstrovert yang lebih mudah beradaptasi dalam situasi sosial yang ramai dan terbuka, introvert biasanya lebih memilih suasana yang tenang dan tidak terlalu banyak melibatkan interaksi dengan orang banyak. Hal ini terkadang membuat mereka merasa kesulitan dalam membangun hubungan sosial, terutama dalam situasi-situasi sosial yang menuntut komunikasi tatap muka yang intens (Boestam & Derivant 2022:2. Menurut Aslan . , setiap peran yang ada dalam komunikasi digital memiliki pengaruh besar terhadap cara informasi diproses dan diterima. Peranan dipengaruhi oleh faktor sosial, baik yang datang dari dalam diri maupun dari lingkungan sekitar, dan memiliki sifat yang konsisten. Peran adalah wujud tingkah laku yang diantisipasi seseorang dalam konteks sosial tertentu. Sebenarnya. Dilansir dari komdigi, pada awal tahun 2024 jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 79. 5% atau 221,6 juta penduduk. Penggunaan jumlah mobile connection meningkat sebesar 3. 6% sejak terjadi pandemi Covid-19 . https://w. Hampir semua masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang dan usia memiliki dan menggunakan media sosial sebagai sarana untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi dengan publik. Hal ini sejalan dengan hasil survei yang dilakukan oleh We Are Social . , waktu rata- rata setiap hari dalam penggunaan internet: 7 jam, 38 menit dan Rata-rata setiap hari waktu menggunakan media sosial melalui perangkat apa pun: 3 jam, 11 menit . umber: https://wearesocial. Menurut Boestam & Azizah . 2:2. , tingginya penggunaan serta banyaknya waktu yang dihabiskan untuk media sosial menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki ketertarikan yang besar terhadap komunikasi digital. Hal ini jelas berdampak pada cara komunikasi yang ada saat ini dan pada akhirnya mengubah perilaku komunikasi masyarakat. Dengan semakin populernya media sosial, cara berkomunikasi masyarakat Indonesia pun mengalami perubahan yang Sebelumnya, komunikasi lebih dominan dilakukan secara tatap muka atau melalui telepon. Namun kini, sebagian besar komunikasi dilakukan secara digital, baik melalui pesan teks, video call, atau berbagi konten di media sosial. Hal ini mengubah dinamika interaksi sosial, di mana masyarakat lebih memilih untuk berkomunikasi melalui platform online, terutama dengan teman atau keluarga yang jauh secara geografis. Selain itu, penggunaan media sosial memfasilitasi bentuk komunikasi yang lebih cepat dan mudah. Informasi yang dulu membutuhkan waktu untuk disebarkan kini dapat langsung diterima dalam hitungan detik. Ini mempercepat pertukaran ide dan memungkinkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam percakapan global (Boestam & Azizah 2022:2. Jika dilihat dari data Huffington Post, populasi orang-orang yang menganggap dirinya introvert serta data dari komdigi. id mengenai tingginya penggunaan internet diindonesia ini menunjukan bahwa beberapa invidu introvert ini menjadikan komunikasi digital sebagai wadah mereka dalam mengekpresikan diri. Menurut Muhammad et al . , seseorang dengan kepribadian Introvert di dunia nyata memiliki kemungkinan untuk menjadi seseorang yang ekstrovert di dunia maya karena kurangnya pengungkapan diri sehingga mereka menjadikan media sosialnya sebagai pengalihan . alam Alfiah, 2023:. Banyak fenomena-fenomena mengenai individu introvert ini yang dapat kita amati dan sering terjadi di lingkungan sekitar kita, banyak mereka yang introvert sangat tertutup dan kurang bersosial serta berkomunikasi saat bertemu langsung ataupun secara bertatapan muka tetapi sangat aktif bersosialisasi, beradu argumen, serta berkomunikasi di media sosial ataupun di platform-platform media digital lainnya yang tanpa bertatapan secara langsung. Hal ini menunjukan bahwa komunikasi digital sangat berperan dalam pengungkapan diri mereka. Komunikasi digital juga memberikan introvert platform untuk mengekspresikan diri melalui cara lain yang mungkin lebih nyaman bagi mereka, seperti berbagi tulisan, gambar, atau bahkan video yang mencerminkan pemikiran dan perasaan mereka. Hal ini bisa membantu mereka untuk menghubungkan diri dengan orang lain yang memiliki minat serupa, membangun rasa keterhubungan yang lebih dalam, meskipun secara fisik mereka mungkin lebih suka untuk menjaga jarak atau menghindari keramaian. Penelitian ini menggunakan teori psikologi komunikasi, dimana psikologi komunikasi disiplin ilmu yang berusaha menjelaskan, meramalkan, dan mengatur peristiwa mental serta perilaku dalam proses komunikasi. Fisher berpendapat bahwa peristiwa mental adalah mediasi internal dari rangsangan yang terjadi sebagai hasil dari komunikasi. Sementara itu, peristiwa perilaku mencakup semua yang terlihat saat seseorang terlibat dalam komunikasi. Metode Metode harus disusun sebagai berikut: Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan secara sistematis dan mendalam mengenai fakta atau karakteristik fenomena yang diteliti (Zaini et al. , 2. Maksud dari penelitian ini untuk memahami fenomena tentang bagaimana seseorang mengalami, merasakan, serta memberikan makna terhadap peristiwa atau kejadian dalam kehidupannya, tanpa adanya intervensi atau asumsi dari peneliti. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu selama enam bulan mulai dari Januari hingga Juni 2025 dan Penelitian ini akan dilakukan dengan dua cara. Untuk informan yang berada di Kota Kendari dan Kota Ternate, wawancara akan dilakukan secara virtual melalui Zoom Meeting dan WhatsApp. Sementara itu, bagi informan yang berada di Kota Medan, wawancara akan dilakukan secara langsung. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data utama yang dilakukan ialah dengan wawancara semistruktur yang tergolong dalam kategori wawancara mendalam dan studi Teknik pengambilan sampel berupa non probability sampling secara purposive sampling. Purposive sampling dipilih dengan alasan pengambilan sampel didasarkan atas pertimbangan serta kriteria tertentu, yakni pertimbangan orang atau informan yang dianggap paling mengetahui tentang informasi yang diharapkan oleh peneliti dan menguasai keterampilan sehingga kompeten dalam bidangnya. Teknik Analisis data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah model analisis data Miles dan Huberman yang terdiri dari 3 tahapan, yakni data, reduksi data, penyajian data, dan serta triangulasi data. Hasil Individu dengan kepribadian introvert memiliki kecenderungan untuk menghindari situasi sosial yang bersifat ramai dan melelahkan secara emosional. Mereka merasa lebih nyaman dalam interaksi yang bersifat personal, tenang, dan terbatas, misalnya hanya dengan satu atau dua orang. Seperti yang diungkapkan oleh Agnes Apriliani dan Muhammad Suarya Sani, interaksi dengan banyak orang sering kali membuat energi mereka terkuras sehingga membutuhkan waktu untuk menyendiri sebagai bentuk pemulihan diri. Hal ini juga diperkuat oleh Afrizal, yang menyatakan bahwa dirinya lebih menyukai percakapan mendalam daripada basa-basi dan cenderung lebih sering menjadi pendengar daripada pembicara. Dari sisi psikologis, menurut Inggrit Puspita Sari. Psi. Kaprodi USM Indonesia, dasar terbentuknya kepribadian introvert sangat dipengaruhi oleh pola asuh dalam keluarga sejak masa kanak-kanak. Lingkungan keluarga yang kaku, kurang memberikan ruang eksplorasi, atau tidak terbuka secara emosional dapat membentuk individu menjadi lebih tertutup dan tidak nyaman dalam berelasi sosial secara langsung. Selain itu, faktor lingkungan sosial seperti pertemanan, sekolah, dan media sosial juga turut memperkuat kecenderungan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadian introvert tidak hanya muncul sebagai sifat bawaan, tetapi juga merupakan hasil dari proses interaksi jangka panjang antara individu dengan lingkungannya. Pembahasan Komunikasi digital hadir sebagai alternatif yang efektif, karena memungkinkan individu untuk berkomunikasi dalam suasana yang lebih tenang, terkendali, dan tidak mengancam. Melalui platform seperti WhatsApp. Instagram, maupun aplikasi rapat daring, informan merasa memiliki kendali atas waktu, bentuk pesan, serta intensitas interaksi. Komunikasi digital memungkinkan mereka untuk menunda respons, memikirkan terlebih dahulu isi pesan . roses intrapersona. , serta memilih media yang paling sesuai dengan kenyamanan pribadi mereka. Komunikasi digital memungkinkan individu introvert untuk mengekspresikan diri secara lebih leluasa. Seperti diungkapkan oleh salah satu informan mahasiswa, ia merasa lebih bisa menjadi dirinya sendiri saat berkomunikasi melalui media sosial. Dengan demikian, temuan umum dalam penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi digital tidak sekadar menjadi alat bantu teknis, tetapi juga menjadi Auruang amanAy bagi individu introvert untuk menjalin hubungan sosial secara bertahap, selektif, dan penuh Peran komunikasi digital tidak hanya bersifat praktis, tetapi juga berdampak pada peningkatan rasa percaya diri, kontrol emosi, dan pengelolaan relasi sosial yang sehat. Komunikasi digital menjadi sarana yang ideal bagi individu introvert karena memberi mereka ruang waktu untuk merenung, mengevaluasi pesan, dan menentukan respons secara hati-hati. Hal ini sangat berbeda dengan komunikasi tatap muka yang sering kali menuntut respons cepat dan spontan, yang justru menjadi hambatan bagi introvert yang membutuhkan waktu untuk berpikir dan merumuskan pesan secara Oleh karena itu, komunikasi digital bukan hanya alat teknis, tetapi juga menjadi perpanjangan alami dari komunikasi intrapersonal yang telah berlangsung dalam diri seorang introvert. Salah satu informan dalam penelitian ini, seorang customer service dengan kepribadian introvert, menyatakan bahwa dirinya kerap menulis pesan, menghapusnya, kemudian menulis ulang hingga merasa yakin dan nyaman dengan pesan yang akan dikirim. Individu introvert secara aktif menafsirkan makna pesan . , mengaitkan pengalaman pribadi dan situasi saat itu . , lalu mengevaluasi kembali . eedback dir. sebelum akhirnya mengirim pesan tersebut sebagai encoding dalam komunikasi digital. Ini semua merupakan aktivitas komunikasi intrapersonal yang bekerja sangat kuat sebelum terjadi komunikasi eksternal. Komunikasi digital memungkinkan introvert untuk menyesuaikan waktu komunikasi dengan kondisi mental dan emosional mereka. Ketika merasa tidak nyaman atau lelah secara sosial, mereka dapat memilih untuk menunda respons tanpa harus berhadapan langsung dengan tekanan sosial. Hal ini memberikan kontrol emosional yang sangat penting bagi individu yang cenderung mudah overstimulated oleh lingkungan sosial. Dalam komunikasi intrapersonal, terdapat juga proses persepsi dan memori. Introvert akan mengingat pengalaman komunikasi sebelumnya misalnya, bagaimana respons orang terhadap pesan mereka dan menggunakan informasi tersebut sebagai dasar untuk merancang strategi komunikasi berikutnya. Dengan kata lain, pengalaman masa lalu menjadi acuan dalam komunikasi digital saat ini, karena mereka akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan isi pesan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau penolakan Bagi introvert, komunikasi bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi juga soal melindungi privasi diri dan mengontrol intensitas interaksi. Komunikasi digital memungkinkan mereka untuk tetap terkoneksi secara sosial tanpa harus mengalami kelelahan emosional seperti yang sering terjadi dalam komunikasi langsung. Dalam konteks ini, komunikasi digital menciptakan lingkungan yang aman dan terkendali, di mana individu introvert dapat mengekspresikan dirinya sesuai dengan kapasitas dan kenyamanannya. Lebih dari itu, aspek emosional dari komunikasi intrapersonal sangat kentara dalam interaksi digital yang dilakukan oleh introvert. Mereka menggunakan waktu untuk menyelaraskan isi pesan dengan suasana hati mereka. Hal ini sangat penting karena pesan yang tidak selaras dengan perasaan bisa menyebabkan stres atau bahkan penyesalan setelah dikirim. Maka dari itu, kemampuan untuk menunda pengiriman pesan, mengeditnya, atau memilih medium tertentu . eperti teks, emoji, atau gamba. memberikan fleksibilitas emosional yang tidak dimungkinkan dalam komunikasi lisan tatap muka. introvert juga menghindari komunikasi berbasis suara atau panggilan video. Mereka lebih memilih teks karena sifatnya yang bisa diedit, dibaca ulang, dan dikendalikan. Informan customer service bahkan mengungkapkan bahwa ia jarang menjawab telepon langsung kecuali urgen, dan lebih nyaman menyampaikan pesan melalui teks. Tindakan ini mencerminkan kebutuhan akan kontrol terhadap kecepatan dan arah komunikasi, yang penting bagi individu introvert yang tidak nyaman dengan tekanan untuk merespons secara Kemudian, strategi lainnya adalah memanfaatkan fitur-fitur teknologi secara selektif, seperti menyembunyikan status online, mematikan centang biru di WhatsApp, menyaring audiens melalui fitur close friends di Instagram, hingga membuat akun alternatif untuk berbagi pikiran tanpa merasa diawasi secara sosial. Semua ini adalah bentuk perlindungan diri digital . igital self-protectio. yang memungkinkan individu introvert tetap mengekspresikan diri dalam batas kenyamanan yang mereka tetapkan sendiri. Strategi semacam ini juga berkaitan dengan konsep boundary management dalam psikologi komunikasi, yaitu upaya untuk mengatur batas antara ruang pribadi dan sosial dalam konteks digital. Selanjutnya, strategi komunikasi digital juga mencakup penggunaan ekspresi nonverbal digital, seperti emoji, stiker. GIF, dan bahkan caption kreatif yang dirancang untuk menyampaikan emosi atau pesan sosial tanpa harus mengungkapkannya secara verbal. Bagi introvert, bentuk-bentuk ekspresi ini memberi jalan alternatif untuk menunjukkan keterlibatan emosional atau empati tanpa harus mengutarakannya secara langsung. Ini merupakan bagian dari apa yang oleh para ahli disebut sebagai subtle digital cues isyarat digital yang halus namun bermakna dalam menjalin koneksi sosial. Informan mahasiswa lain menyatakan bahwa komunikasi digital memungkinkannya menjalin pertemanan lintas kota dan bahkan lintas negara, karena ia merasa lebih percaya diri untuk membuka diri melalui tulisan ketimbang berbicara secara langsung. Ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi digital juga memperluas jangkauan sosial individu introvert secara signifikan, melampaui keterbatasan geografis maupun psikologis. Dengan kata lain, komunikasi digital bukan hanya bentuk adaptasi, tetapi juga ekspansi sosial. Kesimpulan Komunikasi digital berperan penting bagi individu introvert dalam membangun relasi sosial karena memberikan ruang yang aman, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan Melalui media sosial, mereka dapat mengekspresikan diri dengan nyaman dan memilih cara serta waktu berinteraksi yang sesuai. Meskipun menghadapi tantangan seperti miskomunikasi dan kelelahan digital, para introvert mampu mengembangkan strategi seperti menggunakan emoji, klarifikasi, dan mengatur waktu penggunaan media. Dengan pemahaman yang tepat, komunikasi digital menjadi sarana efektif untuk memperkuat relasi sosial tanpa mengorbankan kenyamanan psikologis mereka. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh Pihak yang berkontribusi dalam penyelesaian penelitian ini khususnya Bagi Informan yang saya wawancarai secara online dan diluar dari Kota Medan dan informan yang secara langsung terlibat dalam proses wawancara secara tatap muka terkhusus kepada Kaprodi Psikologi di Universitas Sari Mutiara Indonesia (USM-Indonesi. yang telah memberikan membantu saya dalam proses penyelesaian skripsi ini. Referensi