Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 1. Nomor 1. Januari 2024 . Analisis Strategi Guru dalam Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar Arif Rahman1. Idhar2. Amin3. Fitasari4 1,2,3,4STKIP Yapis Dompu. Nusa Tenggara Barat. Indonesia Email: arif92asma@gmail. com, idhar154@gmail. aminntb24@gmail. com, fitasari123@gmail. Article Info Article History Received: 2024-01-20 Revised: 2024-01-23 Published: 2024-01-30 Keywords: Teacher. Strategy. Education. Character. Artikel Info Sejarah Artikel Diterima: 2024-01-20 Direvisi: 2024-01-23 Dipublikasi: 2024-01-30 Kata kunci: Strategi. Guru. Pendidikan. Karakter. Abstract This study aims to describe the teacher's strategy in strengthening the character education of third grade students of SD Negeri 25 Woja. The type of research used is descriptive qualitative. The data sources in this study are the principal, grade i teacher . rimary data sourc. , and written documents . econdary data sourc. Data collection techniques used structured interview observation and documentation. The data analysis technique consists of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion/verification. Based on the results of research, data analysis and discussion, it is concluded that at SD Negeri 25 Woja has implemented character education in students well, the strategy used by the third grade teacher is through the elements of exemplary and habit, while the character of teacher performance based on the results obtained is very effective, while social character, can be obtained in students, namely always being orderly in carrying out every activity in the school environment, working together in groups in class and doing assignments on time, while religious character can be obtained in students, namely saying greetings before starting learning, praying before learning, doing imtaq on Friday, and reading short letters. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam penguatan pendidikan karakter siswa kelas i SD Negeri 25 Woja. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas i . umber data prime. , serta dokumen-dokumen tertulis . umber data sekunde. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi wawancara terstruktur dan Teknik analisis data yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data dan pembahasan maka disimpulkan bahwa di SD Negeri 25 Woja sudah menerapkan pendidikan karakter pada siswa dengan baik, strategi yang digunakan oleh guru kelas i yakni melalui unsur keteladanan dan kebiasaan, sedangkan karakter kinerja guru berdasarkan hasil yang diperoleh sangat efektif, sedangkan karakter sosial, dapat diperoleh pada siswa yakni selalu tertib dalam melaksanakan setiap aktivitas di lingkungan sekolah, bekerja sama dalam kelompok di kelas maupun mengerjakan tugas tepat waktu, sedangkan karakter religius dapat diperoleh pada siswa yakni mengucapkan salam sebelum memulai pembelajaran, berdoa sebelum belajar, melakukan imtaq di hari jumAoat, dan membaca surat-surat pendek. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan tempat untuk saling bertukar ilmu pengetahuan serta pendapat. Pengembangan potensi siswa dapat dilakukan melalui proses pendidikan salah satunya dilakukan melalui sekolah. Sekolah adalah lembaga yang menjalankan proses pendidikan dengan memberikan pengajaran kepada peserta didiknya. Dalam pendidikan, maka pendidikan sangat dibutuhkan bagi peserta didik guna menjadi manusia yang berkualitas untuk menghadapi perkembangan tantangan zaman mendatang, karena pada zaman sekarang begitu cepat dalam perubahan, http://journal. org/index. php/jekas khususnya perubahan di dunia pendidikan Aprilia . Saat ini kita tengah berada di pusaran hegemoni media, revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), yang tidak hanya mampu kenyamanan hidup bagi manusia modern, tetapi juga mengundang serentetan persoalan dan Kemajuan zaman yang terjadi saat ini, yang semula dipandang akan memudahkan pekerjaan manusia, kenyataannya juga menimbulkan keresahan dan ketakutan baru bagi Barnawi . berpendapat bahwa terdapat beberapa gejala yang menandakan tergerusnya karakter bangsa ini. Tanda-tanda Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 1. Nomor 1. Januari 2024 . merosotnya karakter bangsa ini, senyampang dengan apa yang dinyatakan Thomas Lickona . alam Barnawi, 2. tentang sepuluh tanda zaman yang kini terjadi, yakni: . meningkatnya kekerasan dikalangan remaja. penggunaan bahasa atau kata-kata yang memburuk. pengaruh peergroup yang kuat dalam tindak . meningkatnya perilaku yang merusak diri, seperti penggunaan narkoba, alkohol, dan perilaku seks bebas. semakin kaburnya pedoman moral baik dan buruk. menurunnya etos kerja. semakin rendahnya rasa hormat pada orangtua dan guru. rendahnya rasa tanggung jawab individu dan warga Negara. membudayanya ketidak jujuran. adanya rasa saling curiga dan kebencian antar sesama. Pengalaman sejarah bangsa ini menunjukkan bahwa pendidikan merupakan benih harapan bagi kemajuan, sedangkan pembagunan karakter merupakan roh dari jiwa pendidikan dan majunya pembangunan kebangsaan. Dalam pembangunan pembangunan generasi muda sebagai prioritas utama dan dalam pembangunan generasi muda yang pertama-tama adalah pembangunan karakter kebangsaannya (Jiwandono & Khairunisa, 2. Diakui dan disadari atau tidak, perilaku masyarakat kita sekarang terutama remaja dan anak-anak menjadi sangat mengkhawatirkan karena mengarah kepada apa yang disebut oleh Lickona di atas, meningkatnya kasus penggunaan narkoba, pergaulan/seks bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, dan lain-lain menjadi masalah sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas. Berbagai kejadian dan fenomena yang terjadi di atas semakin membuka mata kita bahwa diperlukan AuobatAy yang mujarab dan ampuh untuk bisa menyelesaikan persoalan tersebut. Kata kunci dalam memecahkan persoalan tersebut terletak pada upaya penanaman dan pembinaan kepribadian dan karakter sejak dini. Seakan tidak mau kalah dengan orang dewasa, peserta didik di Indonesia pun kini tengah mengalami krisis karakter. Saat ini begitu mudah ditemukan kasus-kasus seperti pornoaksi, aborsi, penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, bullying, pembohongan terhadap orang tua dan guru, bolos sekolah, mencontek saat ujian dan ulangan, serta pencurian, suka menerabas aturan, dan lainnya. Fungsi Pendidikan Karakter dalam bukunya (Samani dan Hariyanto, 2013:. yang berjudul AuPendidikan KarakterAy pendidikan karakter berfungsi: . Mengembangkan potensi dasar agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik. Memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikutular . Meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia. Pendidikan karakter merupakan proses penularan nilai-nilai luhur bangsa yang dilakukan dengan cara membangun logika, akhlak dan keimanan. Dengan proses tersebut http://journal. org/index. php/jekas diharapkan terbentuknya jadi diri manusia yang berakhlak, berwatak, dan bermartabat yang dimulai dari pendidikan Sekolah Dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas sampai dengan jenjang pendidikan (Mulyasa, 2011:. Pendidikan karakter merupakan landasan bagi pendidikan kewarganegaraan yang dilakukan oleh guru untuk membentuk karakter kejujuran pada peserta didik yang diharapkan adalah konsisten, bersifat jelas memperhatikan harga diri, sebuah alasan yang bisa dipahami tentang peraturan tersebut, menghadiahkan pujian kepada siswa yang mematuhi tata tertib kedisiplinan yang ada di sekolah, memberikan hukuman yang bersifat mendidik, bersikap tegas dalam menerapkan peraturan kedisiplinan, dan jangan emosional yang (Isna, 2014: 56-. Pendidikan karakter berusaha menanamkan berbagai kebiasaan kebiasaan baik kepada siswa agar bersikap dan bertindak sesuai dengan nilai budaya dan karakter bangsa. Mengenai tindakan yang dianggap baik ataupun buruk, terdapat delapan belas nilai karakter yang dikembangkan dalam pendidikan karakter yang terdiri dari religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta anah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab (Kemendiknas, 2013: . Pendidikan meningkatkan kemampuan berinteraksi, meningkatkan rasa percaya diri, dan siswa akan lebih mudah melakukan adaptasi pada lingkungan yang (Muslich, 2013: . Kurikulum 2013 menjelaskan bahwa pembelajaran di sekolah dasar dilaksanakan menggunakan tematik, pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang menggabungkan lebih dari satu materi yang berbeda kemudian dikemas menjadi satu tema yang terdiri dari beberapa subtema dan pembelajaran dengan tujuan agar siswa lebih aktif dan kreatif dalam proses kegiatan pembelajaran berdasarkan strategi yang akan diterapkan guru. Abdul . Strategi mengatakan bahwa suatu rencana yang terdiri dari serangkaian tindakan yang dirancang untuk tujuan pendidikan tertentu dari beberapa definisi terkait strategi tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi merupakan suatu rencana yang disusun untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam UndangUndang No. 20 Tahun 2003 yang dimaksud dengan guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, dan menilai dan mengevaluasi siswa pada jalur pendidikan formal, serta pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah, termasuk pendidikan usia dini. Dinyatakan merupakan jabatan profesional yang dibuktikan dengan sertifikasi sebagai wujud pengakuan akan Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 1. Nomor 1. Januari 2024 . kualifikasi dan kompetensi. Sedangkan menurut Amir, . Dalam bukunya menyatakan bahwa guru adalah suatu profesi yang lekat dengan seorang pendidik, pembelajar, dan teladan yang baik untuk anak. Adapun peran guru menurut Mulyasa dalam (Arifin M. , 2. antara lain guru sebagai pendidik, pengajar, pengembang kurikulum, pembimbing, pembaharu, sebagai model dan teladan, serta sebagai peneliti. Kurniawan . mengungkapkan karakter seseorang terbentuk dari kebiasaan yang dia lakukan, baik sikap dan perkataan yang sering ia lakukan kepada orang Sedangkan menurut Wibowo . karakter merupakan sifat yang alami dari jiwa manusia yang menjadi ciri khas seseorang dalam bertindak dan berinteraksi dikeluarga dan dimasyarakat. Karakter yaitu cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggung jawabkan akibat dari keputusan yang ia buat (Suyanto, 2. Simon Philps dalam (Masnur, 2. menyatakan karakter adalah kumpulan tata nilai yang menuju pada suatu sistem, yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilaku yang Karakter Kinerja adalah sesuatu yang tumbuh dan berkembang sepanjang kehidupan individu sejak lahir sampai usia tua. Karakter kinerja berkembang melalui proses pendidikan yang diperoleh oleh individu dari keluarga, sekolah dan Kebiasaan orang tua mendidik anak untuk hadir tepat waktu di sekolah akan menumbuhkan karakter disiplin dalam diri anak. Kebiasaan berbagi yang ditumbuhkan oleh guru disekolah terhadap siswa, akan menumbuhkan sikap sosial yang baik pada siswa. Pembiasaan bersyukur untuk setiap rizki yang diperoleh akan menumbuhkan karakter religius dalam diri individu (Husin, 2018. Yudistira, 2. Karakter dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berarti watak, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa karakter merupakan sifat alami seseorang dalam merespon situasi secara bermoral, yang ditunjukkan dalam tindakan nyata melalui perilaku baik, jujur, bertanggung jawab, hormat terhadap orang lain, dan nilai-nilai karakter mulia lainnya. karakter religius diartikan sebagai sikap atau perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran pelaksanaan ibadah, dan hidup rukun dengan Karakter religius adalah berperilaku dan berakhlak sesuai dengan apa yang diajarkan dalam pendidikan (Agus Wibowo, 2. http://journal. org/index. php/jekas Penelitian yang dilakukan oleh Mellyana Saputri dengan judul Pelaksanaan Pendidikan Karakter di SD Kasihan Kabupaten Bantul. penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang perbedaan skripsi tersebut dengan penelitian sekarang bahwa penelitian dahulu membahas 18 karakter sedangkan penelitian sekarang membahas hanya beberapa saja yang dimana, karakter kinerja untuk guru sedangkan karakter sosial, karakter religius itu untuk siswasedangkan persamaanya sama-sama membahas tentang pendidikan karakter pada peserta didik. Penelitian yang telah dilakukan oleh Arni Puspa Harlena, 2014. judul Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membina Prilaku Siswa di Sekolah Dasar Negeri 02 Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur. Dalam skripsi ini membahas tentang peranan guru pendidikan agama islam dalam membina prilaku siswa, prilaku yang dimaksud disini, bukan hanya ahklak tetapi juga membahas etika berpakaian dan berbicara dengan teman, orang tua, dan guru. Perbedaan skripsi ini dengan penulis bahwa penulis karakter melalui strategi guru kelas. Sedangkan sama-sama membentuk peserta didik yang memiliki prilaku yang baik. Penelitian Yusnia Rahmawati dengan judul Strategi pendidikan karakter siswa disekolah Alam Bilingual SDI Surya Buana Malang tahun 2014. hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pendidikan karakter si sekolah alam SDI Surya Buana Malang ini tidak hanya diterapkan pada kegiatan pembelajaran di dalam kelas saja namun juga diluar kelas. Ada 3 strategi dalam menanamkan pendidikan karakter pada siswa di SDI Surya Buana Malang, yaitu: Sosialisasi pendidikan, karakter melalui budaya sekolah, mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam kegiatan ekstrakulikuler. Berdasarkan Hasil Observasi yang dilakukan oleh peneliti di SD Negeri 25 Woja pada tanggal 2 November AuSekolah menerapkan pendidikan karakter pada siswa mengatakan sangat susah untuk mendisiplinkan siswa siswinya. Didapatkan informasi bahwa siswa masih kurang dalam karakter peduli lingkungan yang dibuktikan dengan kurangnya kesadaran siswa untuk mengambil sampah yang dilihatnya dilapangan sekolah ataupun didepan kelasnya. Karakter lain yang masih kurang dimiliki adalah gemar membaca dikarenakan beberapa siswa tidak memiliki minat untuk membaca selain dua nilai karakter tersebut ada pula karakter mandiri, disiplin, dan rasa ingin tahu meski tidak keseluruhan siswa, tetapi ada beberapa siswa yang masih kurang dalam segi karakter tersebutAy. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam penguatan pendidikan karakter siswa kelas i SD Negeri 25 Woja Kabupaten Dompu. Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 1. Nomor 1. Januari 2024 . II. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata, gambar, bukan angka-angka. Selain itu, semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti (Moleong. Penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi guru dalam penguatan pendidikan karakter siswa kelas i SD Negeri 25 Woja dan untuk mendeskripsikan penguatan pendidikan karakter siswa kelas i SD Negeri 25 Woja. Data dari penelitian ini adalah keseluruhan data yang berhubungan dengan straegi guru dalam penguatan pendidikan karakter siswa kelas i SD Negeri 25 Woja, sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang peneliti peroleh dari kepala sekolah, guru kelas, dan siswa sedangkan data sekunder data yang peneliti peroleh dari tempat penelitian berupa profil sekolah, data siswa, rpp, foto dan dokumen-dokumen lain, data penelitian diperoleh melalui metode Teknik Pengumpulan Data yakni Observasi. Wawancara. Dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Strategi Guru Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Kelas i SD Negeri 25 Woja Strategi Keteladanan Salah satu kunci penting dalam penguatan pendidikan karakter pada siswa adalah melalui keteladanan karena keteladanan sangat erat hubungannya dengan sikap dan tindakan yang ditunjukkan guru terhadap siswanya. Berikut ini akan dipaparkan keteladanan yang telah dilakukan guru kelas i yaitu sebagai berikut: Selalu datang tepat waktu ke sekolah. Menggunakan seragam yang telah ditentukan oleh sekolah. Berdoa, bersolawat, dan membaca suratsurat pendek sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran di kelas. membuang sampah pada tempatnya. Berdasarkan hasil di atas, dapat dipahami bahwa keteladanan merupakan faktor terpenting dilakukan oleh guru dan sekolah dalam penguatan pendidikan karakter pada siswa, cara yang dilakukan oleh guru kelas i melalui keteladanan ditunjukkan guru tersebut dengan selalu datang lebih awal, berpakaian rapi, sesuai dengan ketentuan seragam guru, agar siswa juga berpakaian rapi dan sesuai dengan ketentuan seragam sekolah. Pemberian contoh tersebut berguna agar siswa juga mencontoh tindakan yang dilakukan oleh guru karena guru sebagai tauladan yang akan dicontoh oleh siswa. Strategi pembiasaan Guru mengajarkan pembiasaan di dalam kelas sebagai salah satu langkah http://journal. org/index. php/jekas untuk penguatan pendidikan karakter pada siswa. Pembiasaan yang dilakukan oleh guru terhadap siswa antara lain, sebelum masuk ke dalam kelas, berdoa sebelum proses belajar mengajar dimulai, melaksanakan piket kelas rutin setiap hari, membiasakan siswa untuk berkata sopan santun terhadap guru maupun teman bertemu guru, dan membiasakan siswa berpenampilan yang rapi . eperti, guru memeriksa kuku dan rambut siswa setiap satu minggu sekal. Dengan unsur keteladan yang diberikan guru kepada siswa diharapkan siswa dapat bersikap, bertuturkata, dan berprilaku yang baik sesuai dengan tata tertib yang beerlaku. Strategi Penguatan Pendidikan Karakter Karakter Kinerja Berdasarkan hasil peneliti peroleh bahwa, ketrampilan guru membuka pembelajaran, mengelola kelas maupun kemampuan guru menjelaskan materi pembelajaran oleh guru SD Negeri 25 Woja sangat baik sekali. Karakter Kinerja dapat didefinisikan sebagai pilihan yang baik dan sikap positif didasari oleh pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki individu dalam melaksanakan pekerjaan, sehingga memberi pengaruh kepada kualitas hasil pekerjaan dan memberi dampak kepada kesuksesan pribadi dan kesuksesan sosial (Kartika & Kaihatu, 2. Pengertian ini menjelaskan bahwa karakter kinerja akan sangat dipengaruhi oleh kualitas pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki Karakter sosial Berdasarkan hasil peneliti peroleh pada tanggal 5 mei 2023 bahwa karakter sosial dapat dilihat pada siswa yakni: Selalu tertib dalam melaksanakan setiap aktivitas di lingkungan sekolah. Mematuhi peraturan yang telah di tetapkan oleh sekolah. Bekerja sama dalam kelompok di kelas. serta mengerjakan tugas dengan baik pada waktu yang telah ditetapkan. Karakter Religius Berdasarkan hasil peneliti peroleh bahwa karakter sosial dapat dilihat pada siswa yakni: Mengucapkan salam sebelum memulai pembelajaran. Berdoa sebelum Membaca surat-surat pendek dan bersholawat sebelum belajar. serta melakukan imtaq di hari jumAoat. Berdasarkan hasil wawancara bersama dengan kepala sekolah pada tanggal 3 Mei 2023 didapatkan informasi bahwa karakter siswa di SDN 25 Woja sudah bisa dikatakan Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 1. Nomor 1. Januari 2024 . baik sesuai dengan visi sekolah yaitu AuTerwujudnya insan yang bertaqwa, cerdas, kreatif, inovatif, dan berkarakterAy. Data Hasil Wawancara dengan Kepala Sekolah SD Negeri 25 Woja Berdasarkan hasil wawancara dengan informan di atas, bahwa di SD Negeri 25 Woja menerapkan kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka belajar. AuSaya sebagai pemimpin dan di sekolah harus menjadi model bagi semua guru maupun peserta didik, selain memberikan mengambil keputusan, disekolah ini dalam penguatan pendidikan karakter menggunakan cara tersendiri yakni dengan cara pendekatan langsung dengan siswa, survei lapangan maupun melihat perkembangan siswa maupun menghimbau kepada guru yakni harus melakukan pengembangan keprovesian secara berkelanjutan supaya membantu guru agar mampu melaksanakan proses pengajaran secara optimalAy. AuPandangan saya terkait Penguatan Pendidikan karakter, guru harus bisa menjadi model bagi perilaku yang diharapkan dari perhatian siswa, terutama dalam kehidupan sehari-hari, sehingga siswa dengan sendirinya mampu mempraktikan kebiasaan baik disetiap harinya, disekolah maupun diluar jam Metode keteladanan dan pembiasaan dapat dipandang sebagai metode yang paling utama dalam penguatan pendidikan karakter siswa. Peran guru menjadi sangat penting dalam hal mendidik, memberi contoh yang baik bagi siswa itu sendiriAy. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan di atas, terkait pendidikan karakter, guru harus mempunyai strategi agar suatu rencana dapat di capai dan harus bisa diharapkan dari perhatian siswa. AuPendidikan karakter di nilai sangat penting untuk ditanamkan pada anak-anak usia sekolah dasar karena pendidikan karakter adalah proses pendidikan yang ditujukan untuk mengembangkan nilai, sikap dan perilakuAy. AuMetode yang digunakan yang pertama metode keteladanan, yang perlu di ketahui bahwa seorang anak lebih suka meniru apa yang dilihatnya, jadi guru harus memiliki karakter apa yang diajarkan maka pendidik harus mempunyai keteledanan yang baik seperti bertutur kata yang baik, disiplin waktu, sopan santun, bagaimana menghargai sesama dan lain sebagainya, kemudian metode pembiasaan yang dimana siswa di biasakan untuk senantiasa mengucapkan salam kepada guru, membiasakan anak bersikap sopan santun, berdoa sebelum http://journal. org/index. php/jekas belajar maupun bersholawat, pembiasaan menanamkan nilai-nilai efektif kedalam diri anak baik pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotoriknyaAy. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwasanya metode pembiasaan dan keteladanan adalah cara yang ditempuh oleh sekolah untuk membiasakan anak didiknya agar mem-bentuk sikap dan perilaku peserta didik. Hasil yang dicapai dalam penanaman pendidikan karakter pada siswa, dikatakan cukup maksimal, dengan adanya proses penilaian guru dapat mengetahui sejauh mana kemampuan maupun sikap siswa dalam proses pembelajaran maupun diluar jam pembelajaran dengan metode yang guru gunakan dalam membentuk karakter siswa itu sendiri dan perubahan yang dilihat pada diri siswa salah satunya disiplin tepat waktu, bersholawat sebelum belajar itu si salah satunya (W/M/3/05/. Ay. Data Hasil wawancara dengan guru kelas i SD Negeri 25 Woja. AuMetode yang sering digunakan disekolah dalam penguatan pendidikan karakter yaitu melalui metode pembiasaan dan keteladan jadi peserta didik dibiasakan dengan serangkain program pembiasaan dengan, berdoAoa sebelum memulai pembelajaran cium tangan guru, membuang sampah pada (W/S/3/05/. Ay. AuSetiap sekolah pasti memiliki karakter sendiri-sendiri begitu juga dengan SD Negeri 25 Woja ini yang menekankan sekali terbentuknya karakter siswa agar setiap individu peserta didik di kemudian hari Adapun kendalanya seperti keterbatasan waktu yang dimiliki oleh guru itu sendiri dalam mendidik siswa dan perbedaan didikan antara lingkungan sekolah dan rumah yang mengakibatkan sebagian siswa tidak dapat (W/S/3/05/. Ay. AuPendidikan karakter itu sangat perlu sebab siswa kedepannya harus dibimbing dengan akhlak yang baik untuk kemajuan masa depannya di dunia maupun di akhirat. (W/S/3/05/. Ay. AuStrategi yang saya lakukan dalam memberikan penguatan pendidikan karakter pada siswa saya membiasakan mereka untuk piket kelas, kalau sebelum belajar harus membaca doa, ayat-pendek maupun bersholawat, dan ketiga saya juga membiasakan mereka untuk berpakaian rapi serta berprilaku dan berkata sopan kepada Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 1. Nomor 1. Januari 2024 . guru, kepala sekolah, maupun sesama (W/S/3/05/. Ay. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan di atas, bahwa Pendidikan karakter merupakan sesuatu yang perlu untuk masa depan karena saat usia inilah anak menyerap dan menerima informasi secara, sedangkan metode yang di gunakan di SD Negeri Woja pendidikan karakter adalah pembiasaan dan Pengembangan karakter peserta didik dimana guru bertugas memberikan contoh atau teladan yang baik, menyampaikan pesan memberikan motivasi pada siswa. Pendidikan karakter adalah cara paling tepat untuk memastikan para siswa memiliki karakter dan kepribadian yang baik dalam hidupnya, itulah mengapa perlu adanya pendidikan karakter. Data Hasil Wawancara Dengan Siswa Kelas i SD Negeri 25 Woja AuBiasa mada ibu rongga sekolah wara deka tugas cafi kelas, kili saki, raka deka mai ibu guru doho kataho ta bangko baca do,a labo sholawat nggori ede tana,o bage ba ib bukuAy, artinya bahwa, anak-anak biasanya Ketika tiba di sekolah kalau ada piket mereka langsung bersihkan kelas, buang sampah. Kalau gurunya datang mereka langsung pembelajaran berdoa dilanjutkan dengan sholawat setelah itu guru membagi buku untuk siswa. AuNa ngoa ra tei aina bengke ta ibu aina mpa,a ncao labo lenga labo ngoana mai deka sekolah harus salim ma labo dae ta ibuAy, artinya bahwa guru senantiasa memberikan motivasi atau kasih tahu jangan nakal, tidak boleh berantam sama teman kalau datang ke sekolah harus salim orang Auiya sudah ibu, ibu guru biasa kau karaso uhu setiap hari jumAoat na periksa uhu, sawatip mai sekolah kauna ndeu sidi wa,u kalau watisi dompo uhu re na kau hafa surat pendek doho ta ibuAy, yang artinya bahwa guru membiasakan siswa untuk membersihkan kuku, mandi sebelum datang ke sekolah dan setiap hari jumAoat akan diperiksa kuku kalau tidak akan disuruh menghafal surat-surat pendekAy. AuNa ngoa ra tei aina bengke ta ibu aina mpa,a ncao labo lenga labo ngoana mai deka sekolah harus salim ma labo dae ta ibuAy. Artinya bahwa guru memberikan motivasi atau kasih tahu jangan nakal, tidak boleh berantam sama teman kalau datang ke sekolah harus salim orang tua. AuSawatip tanaAoo ibu, tepuk semangat wa,u nggori ede sholawat, baca http://journal. org/index. php/jekas doa tanaAy, artinya bahwa sebelum belajar dimulai dengan tepuk semangat setelah itu bersholawat, baca doAoa dan belajar. AuPiket kelas, hari jumAoat deka imtaq labo sholawat kalo dei kelas tanaAooAy, artinya bahwa piket kelas setiap jumAoat imtaq bersholawat dan belajar. Auibu guru kau karaso uhu setiap hari jumAoat na periksa uhu, sawatip mai sekolah kauna ndeu sidi wa,u kalau watisi dompo uhu re na kau hafa surat pendek doho ibuAy. Artinya bahwa, guru membiasakan siswa untuk membersihkan kuku dan harus mandi sebelum datang ke sekolah dan setiap hari jumAoat akan diperiksa kuku kalau tidak akan disuruh menghafal surat-surat pendek. AuLao oci ta sekolah kauba ibu kili saki baris ta depan periksa uhu nggori ede lu,u kelas doho kataho, baca doa pimpin ba ibu de tana,oAy. Artinya guru menginstruksikan pada siswa untuk hadir tepat waktu di sekolah membersihkan lingkungan sekolah, kemudian beris-berbaris di depan kelas untuk memeriksa kuku setelah itu masuk kelas dengan membaca doAoa terlebih dahuluAy. Pembahasan Strategi guru dalam kamus besar Bahasa indonesia yaitu strategi berarti ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai, serta rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Sedangkan guru adalah orang yang pekerjaannya mengajar. Jadi dapat disimpulkan bahwa strategi guru adalah sebuah ilmu atau rencana bagi seorang guru dalam mendidik peserta didiknya. Strategi Guru Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Siswa Kelas i SD Negeri 25 Woja yaitu . Strategi keteladanan ditunjukkan guru tersebut dengan selalu datang lebih awal, berpakaian rapi, sesuai dengan ketentuan seragam guru, agar siswa juga berpakaian rapi dan sesuai dengan ketentuan seragam sekolah. Pemberian contoh tersebut berguna agar siswa juga mencontoh tindakan yang dilakukan oleh guru karena guru sebagai tauladan yang akan dicontoh oleh siswa. Strategi Pembiasaan yang dilakukan oleh guru terhadap siswa antara lain, sebelum masuk ke dalam kelas, berdoa sebelum proses belajar mengajar dimulai, melaksanakan piket kelas rutin setiap hari, membiasakan siswa untuk berkata sopan santun terhadap guru maupun teman sebaya, memberikan salam ketika bertemu guru, dan membiasakan siswa untuk selalu berpakaian dan berpenampilan yang rapi . eperti, guru memeriksa kuku dan rambut siswa setiap satu minggu sekal. Strategi Penguatan Pendidikan Karakter antaralain karakter kinerja guru, berkaitan dengan tugas seorang guru baik di dalam kelas Jurnal Evaluasi dan Kajian Strategis Pendidikan Dasar (EISSN: 3031-8. Volume 1. Nomor 1. Januari 2024 . maupun di luar kelas, karakter social dan Menurut Frye dalam buku karya (Marzuki, 2. pendidikan karakter adalah suatu gerakan nasional untuk menciptakan sekolah yang dapat membina anak-anak muda beretika, bertanggung jawab, dan peduli melalui keteladanan dan pengajaran karakter yang baik melalui penekanan pada nilai-nilai universal yang kita sepakati bersama. Jadi pendidikan karakter harus menjadi gerakan nasional yang menjadikan sekolah sebagai agen untuk membudayakan nilai-nilai karakter mulia melalui pembelajaran dan pemberian contoh . IV. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Strategi yang digunakan guru dalam penguatan pendidikan karakter siswa kelas i SD Negeri 25 Woja, yakni, keteladanan, pembiasaan, merupakan pemberian contoh yang baik kepada siswa misalnya, berpakaian yang rapi sesuai dengan ketentuan seragam guru agar siswa juga berpakaian rapi sesuai dengan ketentuan seragam sekolah dan memberikan teladan melalui kebersihan, kebiasaan, seperti, baris-berbaris yang rapi sebelum masuk ke dalam kelas, berdoa, bersholawat sebelum memulai pembelajaran, melaksanakan piket kelas rutin setiap hari, membuang sampah pada tempatnya, membiasakan siswa bertutur kata yang sopan, sedangkan karakter kinerja guru berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa ketrampilan guru membuka pembelajaran, menjelaskan materi pembelajaran sangat baik dan efektif sekali, sedangkan karakter sosial dapat diperoleh pada siswa yakni selalu tertib dalam melaksanakan setiap aktivitas di lingkungan sekolah, bekerja sama dalam kelompok di kelas maupun mengerjakan tugas tepat waktu, sedangkan karakter religius dapat diperoleh pada siswa yakni mengucapkan salam sebelum memulai pembelajaran, berdoa sebelum belajar, melakukan imtaq di hari jumAoat, dan membaca surat-surat pendek. Saran Berdasarkan hasil penelitian analisis dan juga kesimpulan diatas maka peneliti dapat menyampaikan beberapa saran yaitu Guru diharapkan mampu mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih variatif supaya lebih maksimal dalam mendidik karakter siswa, memahami setiap individu siswa. Serta guru hendaknya selalu menjadi teladan yang baik bagi siswa-siswinya dan selalu menasehati siswa yang berbuat salah, siswa yang tidak disiplin, dan siswa yang melanggar peraturan. DAFTAR RUJUKAN Agus Kurniawan. Pendidikan Kepribadian dan Pembinaan Mental Agus Wibowo. Pendidkan Karakter. Pustaka