PASTORALIA STIPAS Keuskupan Agung Kupang P-ISSN: 2579-9355 E-ISSN: 2797-2216 Jurnal Penelitian Dosen Volume 5 Nomor 2. Edisi Desember 2024 ANALISIS KINERJA KETUA KUB DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PASTORAL DI WILAYAH V PAROKI STA. FAMILIA SIKUMANA Maria Hendritha Lidya Ngongo . Veronika Merlina Dhambo . STIPAS Keuskupan Agung Kupang . STIPAS Keuskupan Agung Kupang . lidyamaria05@gmail. com, . merlindhambo@gmail. Abstrak Pelayanan pastoral merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan gereja untuk mendampingi umat dalam perjalanan iman dan kehidupan sehari-hari. Di Wilayah V Paroki Santa Familia Sikumana, kinerja Ketua Komunitas Umat Basis (KUB) sangat menentukan kualitas pelayanan pastoral. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kinerja Ketua KUB dan kualitas pelayanan pastoral di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain korelasional untuk mengidentifikasi hubungan antar Pengumpulan data dilakukan melalui survei terhadap 106 Kepala Keluarga yang mewakili populasi penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial seperti uji korelasi Pearson, analisis regresi linear, serta uji validitas dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kinerja Ketua KUB dan kualitas pelayanan pastoral. Koefisien determinasi sebesar 56,6% menunjukkan bahwa kinerja Ketua KUB berkontribusi signifikan terhadap kualitas pelayanan pastoral, sedangkan 43,4% dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian juga menemukan bahwa indikator seperti tujuan, standar, dan umpan balik memiliki pengaruh kuat terhadap kualitas pelayanan pastoral. Kesimpulannya, kinerja Ketua KUB memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pastoral. Peningkatan komunikasi, motivasi, dan pemahaman akan tanggung jawab Ketua KUB sangat diperlukan untuk mengoptimalkan pelayanan kepada umat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas Ketua KUB dan partisipasi aktif umat untuk mendukung keberhasilan pelayanan Kata Kunci Kinerja Ketua KUB. Pelayanan Pastoral. Komunitas Umat Basis. Gereja Katolik Abstract Pastoral care is an important aspect of church life to accompany people on their journey of faith and daily life. In Region V of the Santa Familia Sikumana Parish, the performance of the Head of the Base Community Community (KUB) really determines the quality of pastoral care. This research aims to analyze the relationship between the performance of the KUB Chair and the quality of pastoral care in the region. The method used is quantitative with a correlational design to identify relationships between variables. Data collection was carried out through a survey of 106 heads of families who represented the research Data were analyzed using descriptive and inferential statistical techniques such as Pearson correlation tests, linear regression analysis, and validity and reliability tests. The research results show that there is a positive and significant relationship between the performance of the KUB Chair and the quality of pastoral care. The coefficient of determination of 56. 6% shows that the performance of the KUB Chair contributes significantly to the quality of pastoral care, while 43. 4% is influenced by other factors. Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 Research also finds that indicators such as goals, standards, and feedback have a strong influence on the quality of pastoral care. In conclusion, the performance of the KUB Chair plays an important role in improving the quality of pastoral care. Increasing communication, motivation and understanding of the responsibilities of the KUB Chair are very necessary to optimize services to the people. This research recommends strengthening the capacity of the KUB Chair and the active participation of the congregation to support the success of pastoral Keywords Performance of KUB Chairman. Pastoral Services. Basic Community. Catholic Church PENDAHULUAN Pelayanan pastoral merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan gereja, yang bertujuan untuk mendampingi umat dalam perjalanan iman dan kehidupan sehari-hari. Dalam konteks gereja Katolik, pelayanan pastoral tidak hanya mencakup kegiatan liturgi dan sakramen, tetapi juga berbagai bentuk pendampingan spiritual dan sosial yang dilakukan oleh berbagai elemen komunitas gereja (Sianturi, 2. Salah satu lembaga yang berperan besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan pastoral adalah Komunitas Umat Baru (KUB), yang berada di bawah kepemimpinan seorang ketua. Ketua KUB memegang peranan strategis dalam mengorganisir dan mengarahkan kegiatan-kegiatan pastoral, baik di tingkat individual maupun komunitas, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan yang diterima oleh umat (Wilhemus, 2. Wilayah V Paroki Santa Familia Sikumana, yang terletak di Keuskupan Agung Kupang, merupakan salah satu area yang telah lama dikenal dengan aktivitas pastoral yang aktif. Di wilayah ini. KUB memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan antar umat, memperdalam kehidupan rohani, serta mendukung berbagai program pastoral yang bertujuan untuk meningkatkan iman umat. Oleh karena itu, kinerja Ketua KUB sangat mempengaruhi efektivitas dan kualitas pelayanan pastoral yang diberikan kepada umat, baik dalam hal pengorganisasian kegiatan, pengelolaan sumber daya, maupun komunikasi dengan umat (Sinaga. Kinerja ketua KUB sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan pastoral yang akan dinilai oleh umat, maupun Pastor Paroki. Kinerja dari ketua KUB ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk menganalisis sejauh mana kualitas pelayanan pastotral yang dijalankan, sehingga kemampuan menyelesaikan tugastugasnya dan tanggung jawab yang diberikan selama menjabat sebagai ketua KUB. Dalam kinerja terdapat unsur standarisasi pencapaian yang telah diatur untuk melihat apakah memiliki kinerja yang baik atau sebaliknya, sedangkan bagi yang belum dikategorikan memiliki kinerja kurang baik (Zebua, 2. Di Wilayah V Paroki Santa Familia Sikumana terdapat 4 KUB yaitu KUB Sto. Vinsensius A. Paulo. KUB Sto. Isodorus. KUB Sta Ursula, dan KUB Sta. Theresia dari Calcuta. Sebelum melantik para Ketua KUB di wilayah V, ketua DPP mengarahkan kepada setiap ketua KUB untuk bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Ketua DPP selalu menekankan agar setiap ketua KUB lebih terlibat aktif dan memperhatikan semua umat khususnya kelompok-kelompok kategorial dalam kegiatan-kegiatan gerejani. Sejauh ini kinerja dari para ketua KUB di wilayah V belum sepenuhnya berjalan dengan baik sesuai kepercayaan yang dimandatkan oleh pihak Paroki maupun umat. Dilihat dari aspek liturgi maupun aspek Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 sosial kinerja dari ketua KUB di wilayah V belum mencapai tujuan bersama sehingga menurunkan kualitas pelayanan pastoral di KUB tersebut. Adapula ketua KUB yang setelah dilantik tidak menjalankan programprogram yang sudah direncanakan dan disosialisasikan bersama umat di KUB tersebut. Ada pula yang tidak terlibat aktif dalam beberapa pelayanan pastoral yang berlangsung di KUB tersebut. Selain itu ada ketua KUB yang tidak memberikan informasi kepada umat mengenai tanggungan misa di Gereja sehingga KUB tersebut tidak menjalankan tanggungan liturgi di Gereja. Terdapat ketua KUB yang tidak mendengarkan masukan dari umatnya dan tidak terbuka kepada umatnya sehingga mengganggu kinerjanya sebagai ketua KUB. Adapula ketua KUB yang belum mengaktifkan kembali anak-anak sekami di KUB tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kinerja Ketua KUB di Wilayah V Paroki Santa Familia Sikumana dapat mempengaruhi kualitas pelayanan pastoral yang ada di wilayah tersebut. Melalui analisis ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja ketua KUB, serta implikasinya terhadap keberhasilan program pastoral. Penelitian ini juga bertujuan agar dapat memberikan rekomendasi untuk peningkatan dan pengembangan kinerja Ketua KUB dalam pelayanan pastoral. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kinerja Ketua KUB dan kualitas pelayanan pastoral di Wilayah V Paroki Santa Familia Sikumana. Pendekatan ini memungkinkan untuk memperoleh data yang dapat dianalisis secara statistik guna menarik kesimpulan yang lebih umum mengenai pengaruh kinerja Ketua KUB terhadap kualitas pelayanan pastoral. Desain penelitian yang digunakan adalah desain korelasional, yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kinerja Ketua KUB berhubungan dengan kualitas pelayanan pastoral. Peneliti akan menganalisis data yang dikumpulkan dari responden di Wilayah V Paroki Santa Familia Sikumana untuk melihat adanya hubungan atau pengaruh antara kedua variabel tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota KUB di Wilayah V Paroki Santa Familia Sikumana yang berjumlah 145 . eratus empat puluh lim. Kepala Keluarga (KK). Sampel penelitian ini terdiri dari ketua KUB, anggota KUB, dan umat yang terlibat dalam pelayanan pastoral di wilayah tersebut. Pemilihan sampel dilakukan dengan jenis proposional random sampling dengan menggunakan pedoman pada fomula Slovin (Trisliatanto, 2. dengan rumus n= ycA 1 ycAyce 2 sehingga sampel yang digunakan berjumlah 106 KK yang terdiri dari ketua KUB, anggota KUB, dan perwakilan umat yang terlibat langsung dalam pelayanan pastoral. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner yang terdiri dari dua bagian utama: Variabel Kinerja Ketua KUB: Bagian ini berisi pertanyaan yang berkaitan dengan peran, tugas, dan tanggung jawab ketua KUB dalam mengorganisir dan memimpin kegiatan pastoral di wilayah tersebut. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert dengan lima pilihan jawaban, yaitu sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju, dan sangat setuju. Variabel Kualitas Pelayanan Pastoral: Bagian ini mengukur persepsi umat terhadap kualitas pelayanan pastoral yang diberikan oleh KUB di wilayah tersebut. Kuesioner ini juga Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 menggunakan skala Likert dengan pilihan jawaban yang sama untuk mengukur sejauh mana pelayanan pastoral dirasakan efektif, bermanfaat, dan memenuhi kebutuhan umat. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang telah dipilih. Peneliti melakukan wawancara singkat dengan beberapa ketua KUB dan anggota KUB untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait beberapa item dalam kuesioner, jika Data yang terkumpul dari kuesioner akan dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan Teknik statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden serta distribusi frekuensi dari setiap item yang ada dalam kuesioner. Sedangkan teknik analisis inferensial, seperti uji korelasi Pearson, akan digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel kinerja Ketua KUB dan kualitas pelayanan pastoral. Uji korelasi Pearson ini digunakan untuk melihat sejauh mana kinerja Ketua KUB mempengaruhi persepsi umat terhadap kualitas pelayanan pastoral yang diterima. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Statistik Deskriptif Analisa data secara deskriptif bertujuan untuk menggambarkan tanggapan responden atas indikator dari setiap variabel. Tabel di bawah ini menunjukkan hasil analisis deksriptif dari variabel Kinerja Ketua KUB. Indikator Tujuan Standar Umpan Balik Tabel Capaian Indikator Variabel Kinerja Ketua KUB Kategori No Item Kategori Kategori Variabel Pertanyaan 6761,5% Tinggi Cukup Cukup 6761,5% 6761,5% Sangat Cukup Cukup Tinggi Sangat 6761,5% 6761,5% Tinggi Cukup Cukup Alat dan Sarana Kompetensi Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 Tinggi 6761,5% Cukup 6761,5% Cukup Tinggi 6761,5% Cukup 6761,5% Cukup Motif 6761,5% Tinggi Cukup Peluang 6761,5% Tinggi Cukup Sumber Data: Hasil Pengolahan Data Penelitian 6761,5% Cukup 6761,5% Cukup Tabel diatas dapat menjelaskan bahwa tiga puluh . item pertanyaan yang berkaitan dengan variabel Kinerja Ketua KUB jumlah pernyataan dari item 1-30 dengan dimensi kinerja menganjurkan sudut pandang prospektif . arapan ke depa. dari pada retrospektif . elihat ke belakan. dan terdiri dari 7 indikator memperoleh total sebesar 67,61% pada kategori cukup baik pada indikator. Dengan demikian jumlah keseluruhan kategori variabel Kinerja Ketua KUB sebesar 67,61% berada pada kategori cukup baik. Selanjutnya pada tabel berikutnya ditampilkan hasil analisis deskripstif dari variabel Pelayanan Pastoral Tabel Capaian Indikator Variabel Pelayanan Pastoral Kategori Kategori INDIKATOR NO ITEM Pernyataan Indikator Reliability 71,75% Sangat Tinggi Tinggi Responsiveness 71,75% Sangat Tinggi Tinggi Assurances 71,75% Sangat Tinggi Tinggi 102,8% 71,75% Sangat Empathy Tinggi Tinggi 71,75% Rendah Tinggi Sumber Data: Hasil Pengolahan Data Hasil Penelitian Tangibles Kategori Variabel 71,75% Tinggi 71,75% Tinggi 71,75% Tinggi 71,75% Tinggi 71,75% Tinggi Tabel diatas dapat menjelaskan bahwa sepuluh . item pertanyaan yang berkaitan dengan variabel Kualitas Pelayanan Pastoral jumlah pernyataan dari item 1-10 dengan dimensi kualitas jaya atau layanan dan terdiri dari 5 indikator memperoleh total sebesar 71,75% pada kategori tinggi pada indikator. Dengan demikian jumlah keseluruhan kategori variabel Kualitas Pelayanan Pastoral sebesar 71,75% berada pada kategori tinggi. Hasil Analisis Statistik Inferensial Uji Normalitas Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah pada suatu model regresi, suatu variabel independen dan variabel dependen ataupun keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak normal. Dengan menggunakan SPSS version 22 for windows, uji normalitas dapat di lihat pada kurva histogram di bawah ini: Gambar Kurva Histogram Distribusi Data Variabel Kualitas Pelayanan Pastoral Dilihat pada gambar di atas, uji normalitas berbentuk seperti lonceng pada kurva Regression Standardized Residual maka dari itu dapat disimpulkan bahwa analisis berdistribusi secara normal. Gambar Grafik Normal P-P Plot Berdasarkan gambar di atas dapat disimpulkan bahwa berdasarkan Normal Probability Plot penyebaran data berada disekitar garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan kenormalan dan model regresi memenuhi asumsi normalitas. Uji Heterokedastisitas Uji Heterokedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang digunakan dalam analisis regresi tidak terjadi heterokedastisitas melainkan homokedastisitas. Hasil uji heterokedastisitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 Gambar Uji Heterokedastisitas Dari gambar di atas dapat simpulkan bahwa grafik Scatterpolt adalah titik menyebar di angka 0 pada sumbu Y, maka dapat dikatakan bahwa tidak ada gejala heterokedastisitas. Uji Linearitas Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel yang akan dikenai prosedur analisis statistic korelasional menunjukkan hubungan yang linier atau tidak. Untuk mengetahui bahwa kedua variabel linear, maka nilai signifikansi kurang dari nilai alpha 0,05 yang telah ditetapkan dan hasilnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel Uji Linearitas Sig. Kualitas Pelayanan Pastoral * Kinerja Ketua KUB Between (Combine. Linearity Deviation from Groups Linearity Within Groups Total Sumber: Hasil Pengolahan Data Penelitian Berdasarkan tabel uji linearitas diatas dapat di artikan bahwa nilai signifikan antara variabel kualitas pelayanan pastoral dan kinerja ketua KUB memiliki nilai yang signifikan yaitu 0,001 < 0,05. Maka dari itu variabel kualitas pelayanan pastoral berpengaruh terhadap variabel kinerja ketua KUB dengan mempunyai hubungan yang linear. Uji Multikoliniaritas Penelitian ini memastikan adanya keterkaitan yang erat antara variabel kinerja ketua KUB dan variabel kualitas pelayanan pastoral. Model regresi terbebas dari masalah multikolinearitas maka harus ada Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 batasan untuk nilai VIF (Varian Inflation Facto. yaitu VIF yaitu < 10 dan nilai tolerance > 0,10 atau 10%. Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model (Constan. Kinerja Ketua KUB Std. Error Beta Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF Dependent Variable: Kualitas Pelayanan Pastoral Pada tabel diatas menunjukkan hasil uji multikolinearitas yaitu nilai tolerance variabel kinerja ketua KUB sebesar 1,000 dan nilai VIF sebesar 1,000. Jadi, pada variabel kinerja ketua KUB dalam penelitian ini tidak terjadi multikolinearitas sebab nilai tolerance tidak kurang dari 0,10 dan nilai VIF tidak lebih dari 10. Dengan demikian variabel tersebut dalam model regresi dan tidak mengalami multikolinearitas. Analisis Regresi Linear Sederhana Uji regresi sederhana memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh dari tiap variabel yaitu antara variabel kinerja ketua KUB (X) dan variabel kualitas pelayanan pastoral (Y), untuk menguji kedua variabel ini menggunakan teknik analisis statistik pada program SPSS v22. Hasilnya dapat dilihat pada tabel di bawah Tabel Analisis Regresi Linear Sederhana Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Model (Constan. Kinerja Ketua KUB Error Beta Sig. Sumber: Hasil Pengolahan Data Penelitian Berdasarkan hasil dari constant . sebesar 14,494 sedangkan nilai dari tayangan segment adalah 0,205. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa nilai koefisien regresi dari variabel b adalah 0,205. Selanjutnya untuk mengetahui adanya pengaruh antara variabel kinerja ketua KUB dan variabel kualitas pelayanan pastoral dengan melihat nilai signifikan dengan membandingkan kinerja ketua KUB. Dari hasil perhitungan dapat di jelaskan bahwa nilai ttabel dengan taraf signifikan = 0,05 adalah 1,660. Maka dapat menarik kesimpulan bahwa hipotesis dengan konsekuensinya Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel kinerja ketua KUB terhadap kualitas pelayanan pastoral. Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 Analisis Koefisien Determinasi Nilai koefisien determinasi digunakan dalam penelitian ini menggunakan RA dimana digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan kontribusi variabel X terhadap variabel Y. Hasilnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Model Summary Model Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Kinerja ketua KUB Dependent Variable: Kualitas pelayanan pastoral Sumber: Hasil Pengolahan Data Penelitian Berdasarkan tabel diatas dapat di jelaskan bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 56,6% yang artinya variabel kinerja ketua KUB berkontribusi sebesar 56,6% terhadap variabel kualitas pelayanan Diketahui sisanya sebesar 43,4% yang disebabkan oleh faktor lain yang tidak diketahui oleh peneliti. Penelitian ini memiliki tujuan adalah adanya hubungan antara variabel kinerja ketua KUB dan variabel kualitas pelayanan pastoral. Kinerja dapat didefinisikan adalah yang mempengaruhi seberapa banyak mereka memberi kontribusi kepada organisasi. Selain itu ketua KUB adalah para pengikut Kristus, dimana sebagai murid berperan serta dalam kehadirat Allah yang penuh kuasa. Kuasa ini dalam keanggotaan dan kerukunan yang diberikan komunitas. Ketua KUB diundang untuk ambil bagian dalam kuasa ini lewat sumbangan-sumbangan yang penuh tanggung jawab kepada komunitas (Fernandez, 2. Sedangkan pelayanan pastoral merupakan bentuk pelayanan keselamatan bagi manusia sehingga mewujudkan keselamatan bersama. Dengan demikian melalui pelayanan pastoral yang diwujudkan dengan berbagai bentuk aktivitas. Dalam pelayanan pastoral dapat mewartakan, mengaktualisasikan, mengkomunikasikan anugerah keselamatan Allah bagi manusia dalam hidup manusia (Bawues et al. , 2. Hubungan antara variabel kinerja ketua KUB (X) dan kualitas pelayanan pastoral (Y) dapat dilihat pada indikator yang signifikan adalah . indikator tujuan dalam penelitian ini mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap indikator . eliability, responsiveness, assurances,empathy, tangible. kualitas pelayanan pastoral karena dapat menunjukkan arah ke mana yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan . indikator standar dalam penelitian ini mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap indikator . eliability, responsiveness, assurances,empathy, tangible. kualitas pelayanan pastoral karena harus mampu mencapai standar yang disepakati bersama baik dari antara umat dan ketua KUB. indikator umpan balik dalam penelitian ini mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap indikator . eliability, responsiveness, assurances,empathy, tangible. kualitas pelayanan pastoral karena dilakukan evaluasi dan sebagai hasilnya dapat dilakukan perbaikan. indikator alat dan sarana dalam penelitian mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap indikator . eliability, responsiveness, assurances,empathy, tangible. kualitas pelayanan Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 pastoral karena merupakan faktor penunjang pencapaian tujuan yang diinginkan. indikator kompetensi dalam penelitian mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap indikator . eliability, responsiveness, assurances,empathy, tangible. kualitas pelayanan pastoral karena mewujudkan dan menjalankan pekerjaan yang diberikan agar mencapai tujuan bersama. motif dalam penelitian mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap indikator . eliability, responsiveness, assurances,empathy, tangible. kualitas pelayanan pastoral karena pendorong atau memberikan motivasi untuk melakukan pekerjaan dan menyediakan sumber daya yang diperrluhkan. indikator peluang dalam penelitian mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap indikator . eliability, responsiveness, assurances,empathy, tangible. kualitas pelayanan pastoral karena dapat menunjukkan keahliaan kinerja namun ketersediaan waktu yang selalu menjadi faktor penghambat (Montolalu et al. , 2. Dengan menggunakan 106 KK sebagai responden peneliti membagi kuesioner secara langsung untuk diisi. Dalam kuesioner ini terdapat dua variabel yang di gunakan yaitu variabel kinerja ketua KUB (X) dengan memiliki 30 pernyataan dan variabel kualitas pelayanan pastoral (Y) dengan memiliki 10 pernyatan dalam kuesioner. Dalam uji validitas menghasilkan pada nilai rhitung (Corrected Item-Total Correlattio. > rtabel sebesar 0,190. Hasil perhitungan pengujian validitas pada variabel kinerja ketua KUB dan variabel kualitas pelayanan pastoral dengan menggunakan 40 item pernyataan dapat dilihat bahwa seluruh pernyataan untuk variabel kinerja ketua KUB dan variabel kualitas pelayanan pastoral pada penelitian yang di lakukan dinyatakan valid, karena nilai rhitung Corrected Item Ae Total Correlatio. > rtabel sebesar 0,190. Sedangkan uji reliabilitas pada variabel kinerja ketua KUB (X) dapat dilihat bahwa Cronbach`s Alpha pada variabel ini lebih tinggi dari nilai dasar yaitu 0,967 > 0,60 hasil tersebut membuktikan bahwa variabel X dinyatakan Uji reliabilitas pada variabel kualitas pelayanan pastoral (Y) dapat di lihat oleh variabel ini sebesar 0,764, menunjukkan bahwa AuCronbach`s AlphaAy 0,764 > 0,60. Hasil semua pernyataan pada variabel ini dinyatakan reliabel. Berdasarkan analisis penelitian ini bahwa nilai sig 0,01 < probabilitas 0,05. Jadi variabel kinerja ketua KUB memiliki hubungan terhadap variabel kualitas pelayanan pastoral, dari constant . sebesar 14,494 sedangkan nilai dari tayangan segment adalah 0,205. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa nilai koefisien regresi dari variabel b adalah 0,205 satuan. Selanjutnya dapat menarik kesimpulan bahwa variabel kinerja ketua KUB mempunyai pengaruh dengan kualitas pelayanan pastoral. Pengambilan hasil uji hipotesis dapat di jelaskan bahwa nilai ttabel dengan taraf signifikan = 0,05 adalah 1,660. Maka dapat menarik kesimpulan bahwa hipotesis dengan konsekuensinya Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel kinerja ketua KUB terhadap kualitas pelayanan pastoral di wilayah V Paroki Santa Familia Sikumana Keuskupan Agung Kupang. Hasil yang di peroleh dari koefisiensi determinasi RA menjelaskan bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 56,2% yang artinya variabel kinerja ketua KUB berkontribusi sebesar 56,2% terhadap variabel kualitas pelayanan pastoral. Diketahui sisanya sebesar 43,8% yang disebabkan oleh faktor lain yang tidak diketahui oleh peneliti. Pastoralia Vol 5 No 2. Edisi Desember 2024 KESIMPULAN Berdasarkan hasil permasalahan, kajian teori, dan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti mengenai pengaruh kinerja ketua KUB terhadap kualitas pelayanan pastoral di wilayah V Paroki Santa Familia Sikumana Keuskupan Agung Kupang dapat di tarik kesimpulan bahwa nilai sig 0,01 < probabilitas 0,05. Jadi variabel kinerja ketua KUB memiliki penagruh terhadap variabel kualitas pelayanan pastoral, dari constant . sebesar 14,494 sedangkan nilai dari tayangan segment adalah 0,205. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa nilai koefisien regresi nilai b adalah 0,205 satuan. Selanjutnya dapat menarik kesimpulan bahwa variabel kinerja ketua KUB mempunyai pengaruh dengan kualitas pelayanan pastoral. Selanjutnya dapat dikatakan bahwa nilai ttabel dengan taraf signifikan = 0,05 adalah 1,660. Maka dapat menarik kesimpulan bahwa hipotesis dengan konsekuensinya Ho ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel kinerja ketua KUB terhadap kualitas pelayanan pastoral di wilayah V Paroki Santa Familia Sikumana Keuskupan Agung Kupang. Variabel kinerja ketua KUB berkontribusi sebesar 56,2% terhadap variabel kualitas pelayanan pastoral. Sisanya sebesar 43,8% yang disebabkan oleh faktor lain yang tidak diketahui oleh peneliti. Dari kesimpulan di atas, peneliti memberikan beberapa saran praktis untuk diperhatikan berupa penguatan bagi para Ketua KUB yang mana diharapkan agar mampu menjalankan program kerja dengan baik sesuai prosedur dengan lebih memperhatikan dan meningkatkan kualitas pelayanan pastoral di KUB masing-masing. Ketua KUB lebih menghidupkan semangat karya Kristus di tengah umat, mengajak umat berkomunikasi secara aktif saat melakukan rapat maupun kegiatan-kegiatan rohani, dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi umat tanpa mempersulit umat sehingga meningkatkan kinerja ketua KUB dalam pelayanan pastoral. Perlu adanya juga bagi pengembangan keaktifan umat secara penuh sehingga segala sesuatu yang di rancang bersama ketua KUB dapat berjalan dengan baik dan lancar. Selain itu juga, umat di harapkan tidak menilai secara negatif terhadapa ketua KUB. Umat mampu membuka diri kepada ketua KUB saat terjadi konfik antara umat di KUB sehingga ketua KUB mampu membantu umat agar dapat menyelesiakan masalah, dan umat harus menegur ketua KUB yang mengajak umat untuk minum minuman beralkohol pada saat setelah doa Rosario, di karenakan akan menurunkan kualitas pelayanan pastoral. DAFTAR PUSTAKA