AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Alifian Mamnun PEMANFAATAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR (PMM) TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI SMA AL-ISLAM KRIAN Alifian Mamnun UIN Sunan Ampel Surabaya 02@gmail. Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) dalam meningkatkan kompetensi guru di SMA Al Ae Islam Krian. PMM merupakan inovasi teknologi pendidikan yang dikembangkan oleh Kementrian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka. Studi ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi terhadap guru-guru di SMA Al Ae Islam Krian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan PMM secara optimal mampi meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, dan digital guru. Selain itu platform ini membantu gutu dalam merancang pembelajaran inovatif yang berpusat pada peserta didik. Namun tantangan berupa kurangnya pelatihan teknis dan infrastruktur yang terbatas masih perlu diatasi. Temuan ini memberikan rekomendasi untuk peningkatan pelatihan dan dukungan teknis bagi guru dalam pemanfaatan PMM. Keywords: Platform Merdeka. Mengajar. Kompetensi Guru. Kurikulum Merdeka. Inovasi Pendidikan. PENDAHULUAN Dalam era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat, dunia pendidikan menghadapi tantangan yang semakin Guru sebagai agen utama pembelajaran dituntut untuk memiliki kompetensi yang adaptif terhadap perubahan, termasuk kemampuan pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi, telah meluncurkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka. PMM dirancang untuk mendukung guru dalam meningkatkan Halaman 288 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya PEMANFAATAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR (PMM) TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI SMA AL-ISLAM KRIAN Alifian Mamnun kompetensi mereka melalui berbagai fitur, seperti materi pelatihan mandiri, modul pembelajaran, dan asesmen diagnostik1. SMA Al-Islam Krian, sebagai salah satu institusi pendidikan menengah atas, turut beradaptasi dengan kebijakan tersebut. Dalam praktiknya, pemanfaatan PMM di sekolah ini menghadapi tantangan dan peluang tersendiri. Guru-guru di SMA Al-Islam Krian dituntut untuk memahami cara memanfaatkan teknologi pendidikan ini guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan, pada akhirnya, prestasi siswa2. Namun, keberhasilan implementasi PMM sangat bergantung pada beberapa faktor, seperti tingkat literasi digital guru, ketersediaan infrastruktur, dan dukungan kelembagaan dari sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana Platform Merdeka Mengajar dimanfaatkan oleh guru-guru di SMA Al-Islam Krian dalam meningkatkan kompetensi mereka. Lebih spesifik, penelitian ini mengeksplorasi aspek-aspek kompetensi yang diperoleh melalui PMM, kendala yang dihadapi dalam implementasinya, serta upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan manfaat platform tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata, baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, penelitian ini dapat menambah wawasan tentang efektivitas teknologi pendidikan dalam pengembangan profesional guru3. Secara praktis, hasil studi ini diharapkan menjadi acuan bagi sekolah-sekolah lain dalam memanfaatkan PMM sebagai alat peningkatan kompetensi guru. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya relevan bagi SMA Al-Islam Krian, tetapi juga memiliki implikasi yang luas bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) dalam meningkatkan kompetensi guru di SMA Al-Islam Krian. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam pengalaman, persepsi, dan tantangan yang dihadapi guru dalam memanfaatkan PMM. Fokus utama dari metode ini adalah menggambarkan fenomena secara holistik berdasarkan data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menggali fenomena pemanfaatan PMM secara rinci dan menyeluruh. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memahami konteks Yayu Sri Rahayu et al. AuManajemen Kepala Sekolah Dalam Optimalisasi Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar,Ay Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan 12, no. : 13. Susana Eka Dewi. Anang Santoso, and Radeni Sukma Indra Dewi. AuAnalisis Penggunaan Platform Merdeka Mengajar Pendukung Optimalisasi Merdeka Belajar Jenjang Sekolah Dasar,Ay Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah 8, no. : 350. Abdul. Fatimah Prasetyaningsih. Nur. Muiz. AuPrasetyaningsih. Nur. Muiz. Abdul. Fatimah,Ay Penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM) untuk Peningkatan Kompetensi Guru di Sekolah Dasar Volume 8 N, 1 . : 789Ae798. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 289 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Alifian Mamnun penggunaan PMM oleh guru, termasuk bagaimana platform tersebut berkontribusi pada peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, dan digital mereka. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah guru-guru SMA Al-Islam Krian yang telah menggunakan PMM sebagai bagian dari kegiatan pengajaran mereka. Teknik pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling, yaitu dengan memilih guru-guru yang: Telah mengikuti pelatihan Kurikulum Merdeka, . Aktif menggunakan PMM dalam pembelajaran, dan . Bersedia memberikan informasi yang relevan melalui wawancara atau diskusi Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Al-Islam Krian. Sidoarjo. Jawa Timur. Lokasi ini dipilih karena sekolah tersebut telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan secara aktif mendorong guru-gurunya memanfaatkan PMM. Hal ini memberikan konteks yang sesuai untuk mengeksplorasi pemanfaatan platform tersebut. Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui metode berikut: Wawancara mendalam: Wawancara dilakukan dengan beberapa guru untuk memahami persepsi, pengalaman, dan kendala yang mereka hadapi saat menggunakan PMM. Observasi partisipatif: Peneliti mengamati secara langsung penggunaan PMM dalam proses pembelajaran, seperti bagaimana guru memanfaatkan fitur-fitur platform ini. Dokumentasi: Peneliti mengumpulkan data pendukung berupa laporan, materi pembelajaran, dan data asesmen dari PMM. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi: Reduksi Data: Menyaring data relevan dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kategorisasi: Mengelompokkan data berdasarkan tema utama, seperti kompetensi guru, tantangan penggunaan PMM, dan dampak pada pembelajaran. Penyajian Data: Menyusun data dalam bentuk narasi deskriptif yang menjelaskan temuan penelitian. Penarikan Kesimpulan: Membuat interpretasi berdasarkan data yang telah dianalisis untuk menjawab rumusan masalah. Validitas Data Untuk memastikan validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Data dari wawancara dibandingkan dengan hasil observasi dan dokumentasi untuk memastikan konsistensi informasi. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini terbatas pada ruang lingkup SMA Al-Islam Krian dan tidak mencakup guruguru di sekolah lain. Hasilnya mungkin tidak sepenuhnya dapat digeneralisasi, namun tetap memberikan kontribusi signifikan dalam memahami pemanfaatan PMM pada konteks sekolah tertentu. Metode penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan temuan yang komprehensif mengenai pemanfaatan PMM dan memberikan rekomendasi untuk optimalisasi penggunaannya dalam mendukung peningkatan kompetensi guru. Halaman 290 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya PEMANFAATAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR (PMM) TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI SMA AL-ISLAM KRIAN Alifian Mamnun PERAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR (PMM) DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI GURU Platform Merdeka Mengajar (PMM) merupakan salah satu inovasi teknologi pendidikan yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbudriste. sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka. Platform ini dirancang untuk mendukung pengembangan profesional guru dengan menyediakan akses mudah ke berbagai materi pelatihan, alat bantu pembelajaran, dan asesmen yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah . Di SMA Al-Islam Krian, pemanfaatan PMM menjadi salah satu strategi utama dalam menghadapi tantangan era digital dan kebutuhan peningkatan kompetensi guru. Mendukung Pengembangan Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik merujuk pada kemampuan guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran yang efektif. PMM menyediakan berbagai modul pelatihan mandiri yang membantu guru memahami pendekatan pembelajaran inovatif yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Fitur ini memungkinkan guru untuk mempelajari teknik pembelajaran berbasis proyek . roject-based learnin. , pembelajaran berdiferensiasi, dan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Guru-guru di SMA AlIslam Krian, melalui PMM, dapat memperbarui metode pembelajaran mereka untuk lebih relevan dengan kebutuhan siswa di era modern. Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Kompetensi profesional mengacu pada penguasaan materi pelajaran yang diajarkan oleh guru. PMM menyediakan akses ke sumber daya pembelajaran berbasis kompetensi, seperti perangkat ajar, video pembelajaran, dan artikel Guru di SMA Al-Islam Krian dapat memanfaatkan bahan-bahan ini untuk memperdalam pemahaman terhadap materi ajar, sekaligus menemukan cara inovatif untuk menyampaikan materi kepada siswa. Selain itu, asesmen diagnostik yang tersedia di PMM membantu guru mengevaluasi dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap konsep-konsep penting dalam mata pelajaran yang mereka ajarkan. Mendorong Peningkatan Kompetensi Digital Di era digital, kompetensi digital merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki oleh guru. PMM dilengkapi dengan fitur-fitur berbasis teknologi yang mendorong guru untuk lebih akrab dengan teknologi pendidikan. Penggunaan platform ini membantu guru di SMA Al-Islam Krian mengembangkan kemampuan dalam mengelola kelas digital, membuat materi ajar interaktif, dan memanfaatkan alat bantu pembelajaran berbasis teknologi. Dengan demikian. PMM tidak hanya berfungsi sebagai alat pengajaran, tetapi juga sebagai sarana. Membangun Kompetensi Sosial dan Kepribadian Guru Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 291 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Alifian Mamnun Kompetensi sosial dan kepribadian, yang meliputi kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama, juga didukung melalui PMM. Platform ini memungkinkan guru untuk terhubung dengan komunitas guru lainnya melalui fitur berbagi praktik baik . est practice. Guru di SMA Al-Islam Krian dapat belajar dari pengalaman guru-guru lain yang telah sukses menerapkan Kurikulum Merdeka. Hal ini tidak hanya memperkaya wawasan mereka, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kolaborasi antarpendidik. Memberikan Ruang Belajar Mandiri yang Fleksibel Salah satu keunggulan PMM adalah fleksibilitasnya. Guru dapat mengakses platform ini kapan saja dan di mana saja sesuai dengan kebutuhan Hal ini sangat relevan bagi guru di SMA Al-Islam Krian yang memiliki keterbatasan waktu karena beban kerja yang tinggi. Dengan adanya PMM, guru dapat belajar secara mandiri tanpa harus meninggalkan tugas-tugas utama mereka di sekolah. Pemanfaatan PMM di SMA Al-Islam Krian tidak hanya berdampak pada kompetensi individu guru, tetapi juga pada kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Guru yang lebih kompeten dalam pedagogik, profesional, dan teknologi cenderung mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, relevan, dan bermakna bagi siswa. Hal ini pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan prestasi belajar siswa dan mutu pendidikan di Dengan segala manfaat yang ditawarkan. PMM telah menjadi alat strategis dalam mendukung pengembangan kompetensi guru di SMA Al-Islam Krian. Namun, keberhasilan implementasinya memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk manajemen sekolah, dinas pendidikan, dan pemerintah daerah, untuk memastikan bahwa guru memiliki akses penuh terhadap sumber daya yang tersedia di platform ini. TANTANGAN DAN KENDALA PEMANFAATAN PMM OLEH GURU DI SMA AL-ISLAM KRIAN Implementasi Platform Merdeka Mengajar (PMM) sebagai bagian dari transformasi pendidikan di Indonesia menghadirkan peluang besar dalam meningkatkan kompetensi guru. Namun, dalam praktiknya, terdapat berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi oleh guru-guru di SMA Al-Islam Krian. Kendala ini perlu dipahami secara mendalam untuk menemukan solusi yang tepat dan memastikan pemanfaatan PMM berjalan optimal. Tantangan Utama dalam Memanfaatkan PMM, yaitu Keterbatasan Literasi Digital Guru Salah satu kendala yang signifikan adalah literasi digital yang masih rendah di kalangan beberapa guru. Meskipun PMM dirancang untuk mudah diakses, guru yang belum terbiasa menggunakan teknologi modern sering kali kesulitan memahami dan mengoperasikan fitur-fitur di platform Di SMA Al-Islam Krian, terdapat beberapa guru senior yang merasa Halaman 292 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya PEMANFAATAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR (PMM) TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI SMA AL-ISLAM KRIAN Alifian Mamnun kurang percaya diri untuk menggunakan PMM karena tidak terbiasa dengan perangkat teknologi seperti laptop atau aplikasi berbasis internet . Hal ini menjadi hambatan dalam memanfaatkan potensi penuh dari PMM untuk Keterbatasan Infrastruktur Teknologi Kendala infrastruktur juga menjadi isu yang cukup serius. Koneksi internet yang tidak stabil di beberapa area di sekitar SMA Al-Islam Krian menyebabkan proses akses PMM terganggu. Selain itu, ketersediaan perangkat teknologi seperti komputer atau tablet di sekolah yang terbatas membuat guru harus bersaing untuk menggunakan sumber daya tersebut. Kondisi ini memperlambat adopsi teknologi di kalangan guru dan memengaruhi efektivitas pemanfaatan PMM. Kurangnya Waktu untuk Pengembangan Profesional Guru-guru di SMA Al-Islam Krian menghadapi tantangan manajemen waktu karena beban kerja yang tinggi, termasuk mengajar, menyiapkan materi pelajaran, dan tugas administratif lainnya. Dengan banyaknya tanggung jawab, guru sering kali kesulitan menemukan waktu luang untuk mempelajari fitur-fitur PMM atau mengikuti pelatihan yang relevan. Akibatnya, penggunaan PMM cenderung terbatas pada fitur-fitur dasar saja, tanpa mengeksplorasi potensi platform secara lebih mendalam . Minimnya Pelatihan Teknis dan Dukungan Profesional Pelatihan teknis yang terbatas menjadi salah satu kendala yang dihadapi oleh guru. Meskipun PMM telah diperkenalkan melalui pelatihan awal, tidak semua guru mendapatkan pembimbingan yang cukup untuk memahami fungsi dan manfaat platform secara mendalam. Di SMA Al-Islam Krian, guru yang baru bergabung atau belum sempat mengikuti pelatihan sering kali merasa kebingungan menggunakan PMM, sehingga membutuhkan pendampingan tambahan. Kurangnya Dukungan dari Manajemen Sekolah Implementasi PMM membutuhkan dukungan penuh dari manajemen sekolah, baik dalam bentuk kebijakan, penyediaan fasilitas, maupun pengalokasian waktu khusus untuk pelatihan dan eksplorasi. Namun, di beberapa kasus, kurangnya fokus manajemen pada pengembangan kompetensi guru melalui PMM dapat menjadi penghambat. Misalnya, jika sekolah tidak menyediakan alokasi anggaran untuk memperbaiki infrastruktur teknologi atau melibatkan guru dalam pelatihan tambahan, implementasi PMM menjadi kurang optimal. Hambatan Motivasi dan Persepsi Guru Motivasi dan persepsi guru terhadap teknologi pendidikan juga berperan penting dalam keberhasilan implementasi PMM. Sebagian guru mungkin merasa skeptis terhadap manfaat platform ini, terutama jika mereka tidak melihat dampak langsungnya pada proses pembelajaran. Di SMA AlIslam Krian, tantangan ini muncul ketika beberapa guru lebih memilih Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 293 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Alifian Mamnun metode pembelajaran konvensional dibandingkan memanfaatkan teknologi baru, karena merasa lebih nyaman dengan cara yang sudah dikenal. Implikasi dari Kendala yang Dihadapi Berbagai kendala tersebut tidak hanya memengaruhi efektivitas pemanfaatan PMM, tetapi juga dapat menghambat proses peningkatan kompetensi guru secara keseluruhan. Guru yang tidak dapat memanfaatkan PMM secara optimal cenderung mengalami stagnasi dalam pengembangan profesional mereka, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran di Oleh karena itu, mengidentifikasi kendala ini merupakan langkah awal yang krusial untuk merumuskan strategi perbaikan. Dengan memahami tantangan yang dihadapi guru di SMA Al-Islam Krian, langkah-langkah strategis dapat dirancang untuk mengatasi kendala tersebut . Pendekatan yang terintegrasi, mencakup penguatan pelatihan, penyediaan infrastruktur yang memadai, serta peningkatan motivasi dan dukungan kelembagaan, menjadi kunci untuk memastikan pemanfaatan PMM berjalan efektif dan berkelanjutan. STRATEGI OPTIMALISASI PEMANFAATAN PMM UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU Agar Platform Merdeka Mengajar (PMM) dapat dimanfaatkan secara optimal, diperlukan strategi terintegrasi yang melibatkan berbagai pihak. SMA Al-Islam Krian, optimalisasi penggunaan PMM menjadi langkah strategis untuk memastikan peningkatan kompetensi guru berjalan secara efektif dan Strategi ini meliputi penguatan kapasitas guru, peningkatan infrastruktur, serta kolaborasi yang mendukung keberhasilan implementasi. Berikut adalah uraian lengkap mengenai langkah-langkah strategis yang dapat Meningkatkan Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas Guru Pelatihan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam membantu guru memahami dan menguasai fitur-fitur PMM secara mendalam. Pelatihan ini dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan: Workshop Intensif: SMA Al-Islam Krian dapat mengadakan workshop yang difokuskan pada eksplorasi fitur-fitur utama PMM, seperti pelatihan mandiri, asesmen diagnostik, dan pengembangan bahan ajar. Workshop ini juga dapat mencakup simulasi penggunaan platform untuk pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran berdiferensiasi. Pelatihan Berbasis Komunitas: Guru dapat membentuk komunitas belajar internal, seperti Kelompok Kerja Guru (KKG), untuk saling berbagi praktik baik dalam memanfaatkan PMM. Melalui pendekatan ini, guru-guru dapat saling mendukung dan bertukar pengalaman, sehingga terjadi peningkatan kompetensi secara kolektif. Menyediakan Infrastruktur Teknologi yang Memadai Halaman 294 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya PEMANFAATAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR (PMM) TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI SMA AL-ISLAM KRIAN Alifian Mamnun Ketersediaan infrastruktur teknologi yang memadai menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan optimalisasi PMM. Untuk mendukung guru di SMA AlIslam Krian, langkah-langkah berikut dapat dilakukan : Peningkatan Konektivitas Internet: Sekolah dapat memastikan akses internet yang stabil di seluruh lingkungan sekolah, sehingga guru dapat mengakses PMM tanpa hambatan teknis. Pengadaan Perangkat Teknologi: Menyediakan laptop, komputer, atau tablet yang cukup bagi guru untuk mendukung penggunaan PMM secara optimal. Selain itu, penyediaan ruang kerja digital dengan fasilitas teknologi lengkap dapat meningkatkan kenyamanan guru dalam mengakses platform ini. Membangun Kebijakan Sekolah yang Mendukung Manajemen sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk implementasi PMM. Kebijakan yang mendukung dapat Alokasi Waktu untuk Pengembangan Diri: Memberikan waktu khusus bagi guru untuk mempelajari fitur PMM atau mengikuti pelatihan berbasis Pengintegrasian PMM ke dalam Program Sekolah: Memasukkan pemanfaatan PMM sebagai bagian dari rencana kerja sekolah, sehingga penggunaannya menjadi prioritas dalam pengembangan profesional guru. Insentif untuk Guru: Memberikan penghargaan atau insentif bagi guru yang aktif menggunakan PMM, baik dalam bentuk penghargaan formal maupun dukungan karier. Meningkatkan Kolaborasi dengan Pihak Eksternal Kolaborasi dengan pihak eksternal, seperti dinas pendidikan, penyedia pelatihan profesional, atau komunitas pendidikan lainnya, dapat membantu sekolah mempercepat adopsi PMM. Beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi : Kerja Sama dengan Dinas Pendidikan: Mengikuti program pendampingan atau pelatihan yang difasilitasi oleh dinas pendidikan untuk memastikan implementasi Kurikulum Merdeka berjalan efektif. Melibatkan Narasumber Ahli: Mengundang ahli teknologi pendidikan atau fasilitator PMM untuk memberikan pelatihan dan bimbingan langsung kepada guru. Berpartisipasi dalam Komunitas Guru: Menghubungkan guru-guru di SMA Al-Islam Krian dengan komunitas guru di tingkat lokal maupun nasional untuk berbagi pengalaman dan solusi terkait pemanfaatan PMM. Meningkatkan Motivasi dan Kesadaran Guru Motivasi guru menjadi faktor penting dalam keberhasilan penggunaan PMM. Untuk meningkatkan motivasi, langkah-langkah berikut dapat diterapkan: Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 295 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Alifian Mamnun Kampanye Kesadaran: Sekolah dapat mengadakan sesi diskusi atau seminar untuk meningkatkan kesadaran guru akan manfaat PMM dalam pengembangan kompetensi mereka. Pendekatan Personal: Kepala sekolah dan manajemen dapat memberikan pendampingan secara personal kepada guru yang merasa kesulitan menggunakan PMM, sehingga mereka merasa lebih didukung. Merayakan Pencapaian: Memberikan apresiasi terhadap guru yang berhasil mengintegrasikan PMM ke dalam pembelajaran, misalnya dengan penghargaan guru terbaik atau pengakuan dalam acara sekolah. Monitoring dan Evaluasi Pemanfaatan PMM Optimalisasi PMM memerlukan proses monitoring dan evaluasi yang SMA Al-Islam Krian dapat menerapkan sistem evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas penggunaan PMM oleh guru. Langkah-langkahnya Survey Pengguna: Mengadakan survei atau wawancara dengan guru untuk mengetahui tingkat kepuasan, kendala, dan kebutuhan mereka terkait PMM. Analisis Data Penggunaan: Memantau data penggunaan PMM, seperti tingkat akses fitur, durasi penggunaan, dan hasil asesmen guru. Tindak Lanjut Hasil Evaluasi: Menggunakan hasil evaluasi untuk merancang program pengembangan lebih lanjut yang sesuai dengan kebutuhan guru. MANFAAT OPTIMALISASI PMM Jika strategi-strategi tersebut diterapkan dengan baik, guru di SMA Al-Islam Krian akan mampu menguasai PMM secara optimal, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kompetensi mereka. Kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian guru akan terus berkembang, sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, keberhasilan implementasi PMM juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di sekolah secara Dengan langkah-langkah strategis ini, pemanfaatan PMM dapat menjadi lebih efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi guru dan siswa di SMA Al-Islam Krian. KESIMPULAN Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) di SMA Al-Islam Krian menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan kompetensi guru, sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. PMM memberikan berbagai fitur seperti pelatihan mandiri, asesmen diagnostik, dan sumber daya pembelajaran yang membantu guru mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Namun, implementasi PMM tidak lepas dari berbagai tantangan, seperti keterbatasan literasi digital, infrastruktur teknologi yang kurang memadai, serta minimnya waktu dan dukungan teknis bagi guru. Untuk Halaman 296 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya PEMANFAATAN PLATFORM MERDEKA MENGAJAR (PMM) TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI SMA AL-ISLAM KRIAN Alifian Mamnun mengatasi kendala tersebut, diperlukan langkah-langkah optimalisasi, termasuk pelatihan berkelanjutan, peningkatan infrastruktur, kebijakan sekolah yang mendukung, dan kolaborasi dengan pihak eksternal. Dukungan penuh dari manajemen sekolah, pendampingan yang berkesinambungan, serta peningkatan motivasi guru juga menjadi kunci keberhasilan implementasi PMM. Dengan pendekatan yang terintegrasi. PMM memiliki potensi besar untuk meningkatkan kompetensi guru, menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif dan relevan, serta mendukung tercapainya tujuan pendidikan di SMA Al-Islam Krian. Optimalisasi platform ini tidak hanya memperkuat kapasitas individu guru tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah secara keseluruhan. DAFTAR PUSTAKA