MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 338-345 KONFORMITAS PETANI DALAM USAHATANI KEDELAI (Suatu Kasus di Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya. Provinsi Jawa Bara. FARMERS 'CONFORMITY IN SOYBEANS CULTIVATION (Case in Jatiwaras Subdistrict. Tasikmalaya District. West Java Provinc. Ivan Sayid Nurahman1*. Iwan Setiawan2. Trisna Insan Noor2. Meddy Rachmadi2 Fakultas Pertanian. Universitas Galuh Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran *Email: v. sayid9@gmail. (Diterima 24-07-2019. Disetujui 30-07-2. ABSTRAK Konformitas adalah tekanan untuk memiliki sikap atau memiliki perilaku dalam suatu cara yang konsisten dengan aturan-aturan yang menunjukkan orang seharusnya berperilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab petani melakukan konformitas pada kelompok tani, dan bagaimana sistem nilai dan norma yang berlangsung dalam kelompok tani sehingga dapat mengatur perilaku dan mengarahkan cara berpikir anggotanya. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku petani kedelai di Kecamatan Jatiwaras untuk melakukan konformitas antara lain adalah kepercayaan dan kekompakan. Tingginya kepercayaan dan eratnya hubungan antara individu . terhadap kelompok menimbulkan konformitas yang semakin tinggi. Sebaliknya persamaan pendapat dan kesepakatan termasuk kategori rendah sehingga bila terdapat perbedaan pendapat terhadap kesepakatan kelompok akan tampak adanya penurunan tingkat konformitas. Cara berpikir dan perilaku petani kedelai cenderung berdasarkan rasionalitas, sehingga ketaatan terhadap anjuran dan aturan dalam kelompok seringkali diabaikan. Kata kunci: konformitas petani, kelompok, usahatani kedelai ABSTRACT Conformity is the pressure to have an attitude or to have behavior in a way that is consistent with rules that show people should behave. This study aims to determine the causes of farmers to conform to farmer groups, and how do the system of values and norms take place within the farmer group so that they can regulate behavior and direct the way of thinking of its members. The results showed that the most dominant factors affecting the behavior of soybean farmers in Jatiwaras Subdistrict to conduct conformity included trust and cohesiveness. The high level of trust and the close relationship between individuals . towards the group raises increasingly high On the contrary, equality of opinion and agreement are included in the low category so that if there is a difference of opinion on the group agreement there will be a decrease in the level of conformity. The way of thinking and behavior of soybean farmers tends to be based on rationality, so obedience to recommendations and rules in groups is often ignored. Keywords: conformity of farmers, groups, soybean farming kontribusi kedelai dalam hal penyediaan PENDAHULUAN bahan pangan bergizi bagi manusia pangan utama strategis terpenting setelah sehingga kedelai biasa dijuluki sebagai gold from the soil, atau sebagai worldAos Kedelai Begitu KONFORMITAS PETANI DALAM USAHATANI KEDELAI Ivan Sayid Nurahman. Iwan Setiawan. Trisna Insan Noor, dan Meddy Rachmadi miracle mengingat kualitas asam amino Kurangnya partisipasi dan minat proteinnya yang tinggi, seimbang dan petani untuk menanam kedelai karena lengkap (Mursidah, 2. nilai ekonomisnya kurang menguntung- Produksi kedelai dalam negeri terus kan dibandingkan dengan komoditas lain menurun seiring dengan merosotnya areal (Zakaria, 2. Hal tersebut apabila Hal kurangnya minat petani untuk menanam program pemerintah yang berorientasi pada produksi. Namun jika dilihat lebih permintaan kedelai dalam negeri yang lanjut masih adanya petani yang bertahan dan mau menanam kedelai mereka terpaksa melakukan impor. Diperlukan cenderung berorientasi pada pendapatan, upaya untuk menjaga agar tidak terjadi dimana mereka melakukan beberapa ketergantungan terhadap impor kedelai tindakan yang mereka anggap sebagai suatu tindakan yang rasional. Diantaranya dengan melakukan panen hijau dan pola dalam memacu peningkatan produksi tanam tumpangsari. Hal tersebut yang kedelai dalam negeri. disebut oleh Robert Merton . Sehingga sebagai Conformity . dimana Pelaksanaan program swasembada Pertanian Departemen itu bukan merupakan suatu tindakan memberontak atau menentang tujuan implementasinya sering tergeser oleh prioritas lain, khususnya beras. Oleh menciptakan kondisi sesuai dengan yang karena itu, menurut Rusastra et al . , dibutuhkan sebagian besar petani atau bahwa secara umum fokus pembangunan kelompok tani. Penelitian ini bertujuan nasional perlu berpihak pada kondisi riil melakukan konformitas pada kelompok sumberdaya dan keunggulan wilayah. Kemudian bagaimana sistem nilai Dalam hal ini, sudah saatnya posisi sektor dan norma yang berlangsung dalam pertanian dijadikan sebagai the leading kelompok tani sehingga dapat mengatur sector karena peranannya sangat penting perilaku dan mengarahkan cara berpikir dalam perekonomian Indonesia. MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 338-345 dapat dilihat sebagai salah satu bentuk METODE PENELITIAN pengaruh sosial . ocial influenc. yang Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif pada petani kedelai di Kecamatan Jatiwaras, yang merupakan Sears, dkk . mengemuka- salah satu sentra produksi kedelai di Kabupaten Tasikmalaya. Provinsi Jawa ditandai dengan adanya tiga hal, yakni Barat. kekompakan, kesepakatan, dan ketaatan. Adanya hubungan yang erat antar sampling dari 185 populasi petani di petani serta harapan memperoleh manfaat Kecamatan Jatiwaras, kemudian untuk dari keanggotaannya dalam kelompok, maka akan semakin kompak kelompok dengan menggunakan Rumus Slovin Kekompakan yang tinggi akan maka diperoleh ukuran sampel sebanyak menimbulkan tingkat konformitas yang semakin tinggi. Peningkatan konformitas menggunakan kuesioner dengan skala juga terjadi karena anggotanya enggan Likert. disebut sebagai orang yang menyimpang. Orang yang terlalu sering menyimpang responden dan dianalisis secara deskriptif pada saat-saat yang penting diperlukan, kualitatif sehingga dapat ditarik suatu tidak menyenangkan dan bahkan bisa Teknik Data Kemudian Kesepakatan dalam sebuah kelompok dibuat untuk memiliki tekanan sehingga HASIL DAN PEMBAHASAN Konformitas adalah tekanan untuk memiliki sikap atau memiliki perilaku pendapatnya dengan kesepakatan yang dalam suatu cara yang konsisten dengan aturan-aturan kelompok di mana individu Hancurnya kesepakatan dalam kelompok seharusnya berperilaku. yang disebabkan oleh faktor kepercayaan Aturan-aturan tersebut sering disebut dengan istilah norma sosial yang memberi pengaruh yang kuat terhadap perilaku seseorang kepercayaan individu petani terhadap sebagai bagian dari suatu kelompok mayoritas petani dalam kelompok akan (Spradley dan David, 2. Konformitas Rendahnya KONFORMITAS PETANI DALAM USAHATANI KEDELAI Ivan Sayid Nurahman. Iwan Setiawan. Trisna Insan Noor, dan Meddy Rachmadi pendapat di dalamnya, meskipun orang manfaat pada anggotanya, kesepakatan dalam penentuan pola tanam yang harus kurang ahli bila dibandingkan dengan anggota yang membentuk mayoritas. terhadap cara budidaya atau penerapan Adanya seseorang yang tidak sependapat teknologi yang diterapkan oleh mayoritas menunjukkan terjadinya perbedaan yang penentuan waktu tanam dan waktu panen kesepakatan kelompok. Ketika tekanan kedelai, dan ketaatan terhadap aturan dan dan tuntutan dalam sebuah kelompok anjuran kelompok tani yang sudah dibuat. Hasil akan membuat petani rela melakukan (Gambar tindakan apapun meskipun petani itu menunjukkan bahwa kekompakan petani Bila ketaatan itu tinggi maka konformitasnya Kecamatan Jatiwaras dalam kondisi baik akan tinggi pula. Salah satu untuk menimbulkan ketaatan adalah dengan kesepakatan petani dalam penentuan pola meningkatkan tekanan terhadap individu tanam tergolong rendah. Dapat dipahami diinginkan melalui ganjaran, hukuman dalam kelompok merupakan sumber dari atau sanksi baik itu sanksi administrasi konformitas petani, dengan tergabungnya ataupun sanksi sosial. petani dalam kelompok dan partisipasi aktifnya dalam setiap kegiatan membuat konformitas dalam penelitian ini adalah mereka merasakan manfaat yang begitu bentuk interaksi yang dapat membuat seorang petani dapat berperilaku sesuai Rendahnya kesepakatan petani dengan harapan kelompoknya. Terdiri dalam kelompok berkaitan juga dengan atas beberapa indikator konformitas yang masih banyaknya petani yang berbeda dikembangkan, yaitu: kekompakan dalam kegiatan gotong royong membangun sarana dan prasarana untuk mendukung diterapkan oleh petani. Maka kekuatan kelompok yang memberikan tanam-panen MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 338-345 Gambar 1. Persentase Hasil Analisis Konformitas Petani dalam Usahatani Kedelai kegiatan maka tercipta kerjasama yang Kekompakan Kekompakan di dalam kelompok baik antar anggota berdasarkan tujuan diukur dari partisipasi dalam kegiatan Hal ini sejalan dengan hasil gotong royong membangun sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan usahatani, peran anggota pada kegiatan kelompok dapat dilihat melalui kerjasama kelompok dan kerjasama antar anggota dalam kegiatan tersebut mencerminkan kegiatan, solidaritas anggota serta adanya kerjasama yang baik dalam kelompok Astuti Kekompakan petani dalam kelompok tani di Kecamatan Jatiwaras termasuk dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam ketegori tinggi dengan jumlah 82 orang kelompok, sehingga kepuasan anggota atau 64,57 persen. Hal tersebut karena akan semakin mudah tercapai. dalam kelompok tani terjalin hubungan yang baik antar anggota, baik di dalam Kesepakatan kelompok maupun di luar kelompok. Petani yang menyatakan bahwa samping itu, anggota selalu berperan sepakat terhadap penentuan pola tanam dalam setiap kegiatan kelompok, dengan yang harus diterapkan oleh petani dalam terjalinnya hubungan yang baik antar kelompok sebanyak 34 orang atau 26,77 anggota dan peran anggota dalam setiap Hal tersebut karena pola tanam KONFORMITAS PETANI DALAM USAHATANI KEDELAI Ivan Sayid Nurahman. Iwan Setiawan. Trisna Insan Noor, dan Meddy Rachmadi yang diterapkan petani di Kecamatan . yang menyatakan bahwa dalam Jatiwaras begitu variatif. Sangat bisa penerapan teknologi seorang petani akan pada efisiensi merupakan bentuk rasionalitas petani yakni fokus pada produksi output dengan untuk meminimalisir risiko kegagalan jumlah tertentu dengan menggunakan input yang minimal. pembangkangan terhadap kelompok. Hal Persamaan Pendapat Polakitan . yang menyatakan bahwa Kondisi sebagian besar lahan di pola tanam campuran atau tumpangsari Kecamatan Jatiwaras yang merupakan mengandalkan hujan untuk pemenuhan kebutuhan air. Dwiratna et al . Jenis tanaman yang ditanam menyatakan bahwa penentuan jadwal tanam sangat diperlukan agar kegagalan mendukung . keuntungan maksimum dapat diperoleh. Sebanyak 37 orang atau 29,14 persen Kepercayaan petani memiliki pendapat yang berbeda kelompok mengenai cara budidaya atau mengenai penentuan waktu tanam dan waktu panen kedelai petani di Kecamatan diterapkan oleh mayoritas petani kedelai Jatiwaras. Hal tersebut disebabkan setiap individu petani memiliki pengetahuan kategori tinggi. 56 orang atau 44,09 dan pengalaman yang berbeda dalam persen petani menyatakan bahwa mereka membaca kondisi cuaca dan iklim untuk percaya dengan cara budidaya atau menentukan waktu tanam. Serta dalam penerapan teknologi yang diterapkan oleh penentuan waktu panen pula masih sebagian besar petani dalam kelompok banyak petani yang lebih memilih panen yang menerapkan teknologi sederhana hijau yang disebabkan oleh terdesaknya dan input minimal akan memberikan Kepercayaan Kecamatan Jatiwaras manfaat dan keuntungan bagi mereka. Sejalan dengan teori produksi Soekartawi MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. Juli 2019. : 338-345 menimbulkan konformitas yang semakin Ketaatan Sebaliknya persamaan pendapat Ketaatan petani dalam menaati aturan dan anjuran kelompok tani hanya mencapai 36,22 persen . Masih rendah sehingga bila terdapat perbedaan adanya sebagian petani yang belum taat pendapat terhadap kesepakatan kelompok akan tampak adanya penurunan tingkat merupakan suatu hal yang biasa terjadi Cara berpikir dan perilaku dalam sebuah kelompok dimana setiap petani kedelai cenderung berdasarkan rasionalitas, sehingga ketaatan terhadap idealisme yang berbeda terhadap suatu anjuran dan aturan dalam kelompok seringkali diabaikan. Hal-hal tersebut Sebagaimana . bahwa persepsi masyarakat sangat berimplikasi positif terhadap keselarasan Petani yang budaya bertaninya orientasi pengembangan kedelai antara dinyatakan oleh Pewista dan Harini peningkatan kesejahteraan petani dan sehingga dimungkinkan menilai suatu yang baru secara biasa saja . enganggap Kecamatan Jatiwaras. tidak rumit, mudah dicoba dan mudah DAFTAR PUSTAKA