ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal Vol 4 No 1 Maret 2024 Available Online : https://journal. id/index. php/eleste/index DOI : https://doi. org/10. 58890/eleste. p: ISSN : x-x e: ISSN : 3032-7261 PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENUMPANG BUS TRANSJAKARTA di HALTE BUSWAY PGC 2 KORIDOR X (PGC 2-TANJUNG PRIOK) Cynthia Tamara Putri1. Khoirul Umam2. Adeng Hudaya3 Universitas Indraprasta PGRI. Indonesia1,2,3 Cynthia. purtri@gmail. com1, khoirulumam77@yahoo. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Penumpang bus Transjakarta di halte busway PGC 2 koridor X (PGC 2 Ae Tanjung Prio. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Kuantitatif. Teknik pengambilan data melalui Teknik sampel secara random terhadap penumpang bus Transjakarta di Halte Busway PGC 2 Koridor X (PGC 2 Ae Tanjung Prio. melalui wawancara dan observasi lapangan. Hasil dari penelitian ini berdasarkan analisi regresi liniear sederhana yang telah diuraikan di atas diperoleh nilai persamaan linear Y = 16,507 0,295X disimpukan bahwa hubungan penilaian terhadap kualitas pelayanan dan kepuasan penumpang. Jika besarnya X adalah 0 maka tidak ada perubahan besarnya tingkat Y sedangkan jika X naik persatu satuan maka akan berpengaruh terhadap kenaikan Y, dan berdasarkan Koefisien determinasi diperoleh nilai KD sebesar 31,02% sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan (X) berkontribusi terhadap kepuasan penumpang (Y) sebesar 31,02 sedangkan sisanya sebesar 68,98 dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan. Kepuasan Penumpang Abstract This study aims to determine the effect of service quality on Transjakarta bus passenger satisfaction at the PGC 2 busway stop in corridor X (PGC 2 - Tanjung Prio. This research method uses a descriptive method with a Quantitative approach. Data collection techniques through random sample techniques for Transjakarta bus passengers at the PGC 2 Corridor X Busway Stop (PGC 2 - Tanjung Prio. through interviews and field observations. The results of this study based on the simple linear regression analysis described above obtained a linear equation value of Y = 16. 295X, it is concluded that the relationship between assessment of service quality and passenger satisfaction. the amount of X is 0, there is no change in the level of Y, while if X increases by one unit, it will affect the increase in Y, and based on the coefficient of determination, the KD value is 31. 02% so it can be concluded that service quality (X) contributes to passenger satisfaction (Y) by 31. 02 while the 98 is influenced by other factors. Keywords: Quality of Service. Passenger Satisfaction (*) Corresponding Author: Khoirul Umam1, khoirulumam77@yahoo. com 1, 085880151807 Cynthia Tamara Putri1. Khoirul Umam2. Adeng Hudaya3 /ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 4 . Maret 2024 INTRODUCTION Dalam memenuhi kebutuhannya, setiap individu tidak lepas dari kegiatan dan pergerakan serta perpindahan dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Untuk menciptakan pergerakan dan perpindahan yang efisien, terutama dalam jumlah dan skala pergerakan lebih besar, maka pelayanan yang prima kepada setiap orang dan masyarakat tersebut harus tersedia dengan baik. Transportasi umum, dalam hal ini merupakan bentuk pelayanan tersebut yang merupakan kegiatan perjalanan, pergerakan dan perpindahan orang . dan barang . dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan berbagai tujuan rute yang telah ditentukan. Untuk menciptakan pelayanan transportasi umum yang efisien dan efektif, maka standar kualitas pelayanan, ketersediaan pelayanan dan infrastruktur, perasaan nyaman dan kenyamanan itu sendiri, ketepatan waktu, perasaan aman dan infrastruktur keamanan harus disediakan (Shbeeb, 2. Dalam hal pelayanan transportasi umum. Jakarta adalah salah satu kota terbesar di Indonesia, jumlah aktivitas di sana semakin Peningkatan aktivitas yang semakin mengakibatkan sejumlah masalah, termasuk kemacetan lalu lintas, polusi, dan kriminalitas. Tabel 1. Jumlah Kendaraan Bermotor Jenis Kendaraan Mobil Penumpang Bus Truk Sepeda Motor Jumlah Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenis Kendaraan . di Provinsi DKI Jakarta 3,310,426 3,365,467 4,111,231 34,905 35,266 342,667 669,724 679,708 785,600 15,868,191 16,141,380 16,519,197 19,883,246 20,221,821 21,758,695 Sumber: . ttps://jakarta. id/indicator/17/812/1/jumlah-penumpang-dan-pendapatanmenurut-koridor-rute. trans-jakarta- Kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat semakin banyak dijumpai di DKI Jakarta setiap Situs BPS 2021 melaporkan terdapat 21. 695 kendaraan bermotor di Jakarta yang terbagi dalam empat kategori berbeda: mobil penumpang, bus, truk, dan sepeda motor. Sepeda motor merupakan proporsi terbesar dari keempat jenis kendaraan di DKI Jakarta, yaitu 76% atau sebanyak 16. 197 unit. Warga di DKI Jakarta masih lebih memilih menggunakan sepeda motor dibandingkan moda transportasi lain karena banyak manfaatnya, sepeda motor menjadi semakin populer. Di antara keuntungan tersebut adalah harganya yang relatif rendah, kepraktisan, kemudahan penggunaan, efektivitas, dan efisiensi, waktu perjalanan yang lebih cepat, dan kemampuannya untuk mendukung semua aktivitas manusia. jelas lebih cepat dan efisien. Ukuran motor yang kecil membuatnya lebih mudah menyalip kendaraan lain di luar, dengan menggunakan sepeda motor juga bisa menghindari dari kemacetan lalu lintas dengan menggunakan jalan pintas. Penggunaan bus, di sisi lain, menyumbang pangsa terendah, hanya 1%, atau sebanyak 342. Tujuan dari adanya Transjakarta adalah untuk untuk memberikan jasa transportasi cepat, nyaman, dan terjangkau bagi warga Jakarta. Selain itu, hal yang paling penting adalah untuk mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta, disamping mengatasi kemacetan. Transjakarta juga membuka lowongan pekerjaan dengan adanya penambahan armada juga rute-rute baru yang terus dikembangkan. Halte PGC2 merupakan salah satu halte yang sangat ramai penumpang, sehingga mengakibatkan jumlah armada bus yang tersedia tidak mencukupi. Halte ini berada di koridor X yang melayani rute PGC 2 Ae Tanjung Priok dengan jumlah halte yang dilalui ada dua puluh dua halte. Berikut terdapat grafik perkembangan jumlah pengguna Transjakarta koridor X pada tahun 2019 - 2021: - 56 - Cynthia Tamara Putri1. Khoirul Umam2. Adeng Hudaya3 /ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 4 . Maret 2024 Gambar 1. Jumlah Pengguna Transjakarta Koridor X (PGC2-Tanjung Prio. Periode 2019-2021 Sumber: . ttps://jakarta. id/indicator/17/812/1/jumlah-penumpang-dan-pendapatan-transjakartaMelihat data pada grafik yang telah di sajikan, diketahui jumlah penumpang Transjakarta mengalami penurunan dari tahun 2019 sampai tahun 2021. Hal ini karena munculnya wabah virus COVID19 yang masuk ke Indonesia khususnya di DKI Jakarta terhitung sejak Maret 2020. DKI Jakarta menjadi salah satu kota yang pertama kali ditemukannya kasus positif COVID-19. Menurut Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) penurunan penggunaan transportasi publik sudah terjadi sejak sebelum pemberlakuan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang resmi dimulai pada 10 April 2020 lalu di DKI Jakarta (Kurniawan, 2. Tetapi penggunaan transportasi Transjakarta kian meningkat seiring dengan kembalinya aktivitas Saat memasuki era AoNew NormalAo seperti biasa. AoNew NormalAo adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan ditambah menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19 (Wiku Adisasmita, 2. Pada bulan Oktober 2022 lalu. PT Transjakarta menerapkan beberapa kebijakan baru yaitu mewajibkan seluruh penumpang menggunakan 1 kartu untuk 1 orang, wajib tap in dan tap ou, dan saldo uang elektronik minimal Rp. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mendisiplinkan pengguna Transjakarta. Sehingga, tarif integrasi bisa terlaksana dengan baik. Namun, kebijakan tersebut tak berjalan mulus di lapangan,. Tumpukan penumpang di sejumlah halte Transjakarta tak terhindarkan pada saat masuk dan keluar halte. Berdasarkan hasil wawancara yang saya lakukan di Halte PGC pada beberapa penumpang, banyak yang mengeluhkan masalah dengan adanya kebijakan baru tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan sementara yang telah dilakukan, terdapat permasalahan mesin tap out yang sering error yang mengakibatkan sebanyak 79,6% responden mengeluhkan antrian yang panjang pada saat keluar halte. METHODE Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan Kuantitatif. Teknik pengambilan data melalui Teknik sampel secara random terhadap penumpang bus Transjakarta di Halte Busway PGC 2 Koridor X (PGC 2 Ae Tanjung Prio. melalui wawancara dan observasi lapangan. Sujarweni . populasi yaitu sekelompok orang, kejadian atau segala sesuatu yang mempunyai karakteristik Populasi juga mengandung arti kumpulan dari keseluruhan pengukuran, objek, atau individu yang sedang dikaji. Dalam artian lain populasi adalah keseluruhan jumlah yang terdiri dari atas obyek atau subyek yang mempunyai karakteristik dan kualitas tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk diteliti dan kemudian ditarik Populasi dalam penelitian ini adalah penumpang Halte Busway PGC2. Besar sampel pada penelitian ini sebanyak 100 penumpang Transjakarta yang akan dijadikan - 57 - Cynthia Tamara Putri1. Khoirul Umam2. Adeng Hudaya3 /ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 4 . Maret 2024 responden Metode pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi pada penelitian ini dengan menggunakan metode penyebaran angket/kuesioner kepada sample pengguna bus transjakarta di Halte PGC Dengan membagikan kuesioner secara langsung kepada penumpang Transjakarta dan juga secara online menggunakan google form yang disebarkan melalui Facebook. WhatsApp. Instagram dan media sosial lainnya kepada teman-teman yang saya anggap memenuhi kriteria penelitian dan kemudian teman-teman juga membantu menyebarkan kepadan teman dan kerabat mereka RESULTS & DISCUSSION Results Bermula dari gagasan perbaikan sistem angkutan umum di DKI Jakarta yang mengarah kepada kebijakan prioritas angkutan umum, serta untuk mendukung konsep dasar pengembangan sistem angkutan umum yang dapat mengakomodasi pengguna dari segala golongan. Pemerintah DKI Jakarta menyusun pola transportasi sebagai perencanaan umum pengembangan sistem transortasi di wilayah DKI Jakarta. Institute for Transportastion & Development Policy (ITDP) ditunjuk menjadi pihak yang mengiringi proses perencanaan Transjakarta. Kemudian ide ini ditindaklanjuti oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu. Sutiyoso. Transjakarta merupakan suatu sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan dengan jalur lintasan terpanjang di dunia yakni 208 km. ide pembangunan proyek Bus Rapid Transit (BRT) ini sudah muncul sejak tahun 2001. Namun, realisasinya baru dapat dilakukan 3 tahun setelahnya. Bus Transjakarta mulai beroperasi pada tanggal 15 januari 2004 koridor pertama yang diluncurkan adalah koridor I dengan rute Blok M Ae Kota . Pada awal kemunculannya, bus Transjakarta dikelola oleh Badan Pengelola Transjakarta Busway. BP Transjakarta Busway merupakan badan nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 110 Tahun 2003. Gamb 1 Logo Gambar 2. Logo Berdasarkan sampel dari penelitian ini, penulis melakukan penelitian kepada penumpang bus Transjakarta di Halte PGC 2. Dalam penelitian ini, penulis menjadikan pengelolaan data dalam bentuk kuesioner yang terdiri dari 36 pernyataan Variabel Kualitas Pelayanan, dan 16 pernyataan Variabel Kepuasan Penumpang yang disebarkan kepada 100 Responden dengan menggunakan skala likert. Tabel 2. Skala Likert Alternatif Jawaban Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Kurang Setuju Setuju Sangat Setuju Sumber : Sugiyono . - 58 - Skor Cynthia Tamara Putri1. Khoirul Umam2. Adeng Hudaya3 /ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 4 . Maret 2024 Tabel 3. Responden Berdasarkan Frekuensi penggunaan Transjakarta Frekuensi penggunaan Transjakarta Jumlah Persentase% Setiap Hari Hari Kerja (Senin-Jumat Akhir pekan (SabtuMingg. Satu minggu sekali <4 kali sebulan Total Sumber: Diolah Peneliti . Berdasarkan hasil tabel frekuensi penggunaan Transjakarta dapat dilihat bahwa jumlah responden penggunaan Transjakarta setiap hari berjumlah 14 orang dengan besar persentase 14%. Frekuensi penggunaan Transjakarta di hari Kerja berjumlah 49 orang dengan besar persentase 49%. Frekuensi penggunaan Transjakarta pada akhir pekan berjumah 10 orang dengan besar persentase 10%. Frekuensi penggunaan Transjakarta seminggu sekali berjumah 5 orang dengan besar persentase 5%. Frekuensi penggunaan Transjakarta kurang dari 4 kali sebulan berjumah 22 orang dengan besar persentase 22%. Untuk persentase responden berdasarkan pekerjaan dapat dilihat juga pada gambar dibawah ini: Analisis regresi sederhana dilakukan dalam menghitung seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap varibel dependen. Analisis ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel (X) dengan variable (Y). Persamaan regresi linear sederhana dapat dirumuskan sebagai berikut : (Oc Y)(Oc X2 )Oe(Oc X)(Oc XY) n Oc X2 Oe(Oc X)2 = 16,507 . Oe. Oe. 2 (Oc XY)Oe(Oc X)(Oc Y) n Oc X2 Oe(Oc X)2 - 59 - Cynthia Tamara Putri1. Khoirul Umam2. Adeng Hudaya3 /ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 4 . Maret 2024 100 . Oe. Oe. 2 = 0,295 Setelah mengetahui hasil besarnya nilai a = 16,507 dan koefisen b =0,295 maka ditemukan persamaan regresi adalah Y = 16,507 0,295X. Dari persamaan regresi sebelumnya maka dapat disimpulkan jika X . ualitas pelayana. 0 maka Y ( kepuasan pelangga. adalah 16,219, semisal ada kenaikan X maka Y juga akan naik sebesar 0,317. Tabel 4. Hasil item Instrument Kualitas Pelayanan Responden - 60 - Cynthia Tamara Putri1. Khoirul Umam2. Adeng Hudaya3 /ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 4 . Maret 2024 - 61 - Cynthia Tamara Putri1. Khoirul Umam2. Adeng Hudaya3 /ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 4 . Maret 2024 Jumlah Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh antara dua variabel atau Metode koefisien determinasi didapat dengan mengkuadratkan koefesien korelasi. Dengan menggunakan rumus: KD = r^2 X 100% Keterangan: = Koefisien determinasi = Koefisien korelasi KD = r^2 X 100% KD = An0,557A^2 X 100% KD = 31,02% Dari perhitungan diatas didapatkan koefisien determinasi sebesar 31,02%. Dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan memberikan kontribusi terhadap kepuasan penumpang sebesar 31,02% sedangkan - 62 - Cynthia Tamara Putri1. Khoirul Umam2. Adeng Hudaya3 /ELESTE : Economics Learning Experience & Social Thinking Education Journal 4 . Maret 2024 sisanya sebesar 68,98 kontribusi oleh faktor-faktor lain DISCUSSION Berdasarkan hasil temuan di lapangan bahwasanya kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan penumpang. Hasil pengolahan data terhadap kuesioner yang disebarkan kepada responden penelitian didapatkan bentuk persamaan regresi Y = 16,507 0,295X dari hasil tersebut diperoleh bahwa koefisien regresi kuaitas pelayanan bernilai positif . = 0,. maka kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kualitas pelayanan. Analisis koefisen korelasi diperoleh nilai r sebesar 0,557 nilai r tersebut berada pada rentang nilai maka disimpulkan bahwa antara variabel kualitas pelayanan (X) dan variabel kepuasan penumpang (Y) terdapat hubungan yang kuat. Analisis koefisien determinasi diperoleh nilai R square sebesar 31,02% sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan (X) berkontribusi terhadap kepuasan penumpang (Y) sebesar 31,02% sedangkaN 68,98% dipengaruhi faktor Ae faktor lain yang tidak diteliti. Analisis hipotesis menggunakan uji t diperoleh nilai t hitung yaitu 6,631 artnya niai t hitung . lebih besar dari nilai t tabel . maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, maka terdapat pengaruh signifikan kualitas pelayaan terhadap kepuasan penumpang Transjakarta di halte PGC 2. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Zumrotul Qori`ah . yang berjudul AuDampak Penerapan Kualitas Layanan dan Tarif Terhadap Kepuasan Pengguna Bus Harapan Jaya Trayek Trenggalek SurabayaAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas layanan berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan pengguna bus Harapan Jaya Trayek Trenggalek Surabaya. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 7,958 dengan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05 Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Erza Rizky . dengan judul Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen . tudi kasus pada VespaBox Malan. Berdasarkan hasil uji t dapat diketahui bahwa indikator bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati memiliki pengaruh yang signifikan. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut:. Hasil analisi regresi liniear sederhana yang telah diuraikan di atas diperoleh nilai persamaan linear Y = 16,507 0,295X disimpukan bahwa hubungan penilaian terhadap kualitas pelayanan dan kepuasan Jika besarnya X adalah 0 maka tidak ada perubahan besarnya tingkat Y sedangkan jika X naik persatu satuan maka akan berpengaruh terhadap kenaikan Y. Analisis korelasi diperoleh nilai r sebesar 0,556. Nilai r berada pada rentang nilai 0,40-0,59, maka disimpulkan antara variabel X dan variabel Y terdapat hubungan yang sedang. Analisis koefisien determinasi diperoleh nilai KD sebesar 31,02% sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan (X) berkontribusi terhadap kepuasan penumpang (Y) sebesar 31,02 sedangkan sisanya sebesar 68,98 dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain Analisis hipotesis menunjukan bahwa thitung lebih besar dari ttabel maka terdapat pengaruh signifikan kualitas pelayanan terhadap kepuasan penumpang Transjakarta di halte PGC. REFERENCE